Jumat, 26 Oktober 2012

Ini Untukmu :)


Apa kabar, kak? Aku kangen…

Pasti bosen ya denger aku bilang kangen, kangen, kangen… mungkin kadang terkesan klise dan sekedar basa-basi saja…

Hmm… beri tahu aku kata lain yang mampu mendefinisikannya, atau cara yang lebih baik untuk mengungkapkannya… maka aku pasti akan memakainya untuk menyampaikan rasa kangen ini…

Kenapa aku kangen? Apa yang aku kangenin dari kakak? Banyak!

Bukankah kita pernah hidup bagai dua mata koin yang selalu bersisian selama hampir tiga tahun? Mengetahui gerak-gerikmu apapun itu, begitupun juga sebaliknya. Membicarakan obrolan-obrolan ringan, hingga tumpahan berbagai rasa yang memenuhi dada. Bertengkar kecil hingga saling mendiamkan beberapa hari, atau adu mulut saling mempertahankan ego. Aku kangen itu semua.

Aku nggak peduli pada apapun penilaian orang. Tentang mereka yang masih saja ada yang menganggap perasaan sayangku adalah murni sayang pada sahabat adalah ketidakmungkinan, aku tak lagi peduli. Semoga juga nggak aka nada lagi wanita-wanita terdekatmu yang menganggapku saingan, atau bahkan ancaman, seperti beberapa tahun lalu ;)

Ehmm, tapi mungkin aku tau salah satu sebab kenapa kamu akan selalu penting untukku. Karna kamu adalah orang yang pernah menjadi saksi sekaligus pengisi satu tahapan proses pendewasaanku yang, kalau hari ini akuinget pun rasanya “nggak banget!”. Tahapan dimana seorang rosa hanya mengandalkan air mata sebagai tameng untuk menghadapi apapun yang menerpanya. Kenapa kamu akan selalu penting untukku? Karna kamu tahu, betapa aku berterimakasih untuk kesabaranmu menghadapiku saat itu J

Aku rindu kak… rindu punya beberapa menit waktu untuk sekedar ngobrol ringan seperti dulu bersamamu. Ah, tapi aku sudah sangat tahu tentang segala sesuatu yang tak bisa lagi sama seperti dulu. Ya, pada akhirnya kita memang harus berjalan di jalan kita masing-masing, lalu merajut lembar-lembar baru bersama orang-orang baru pula. **apa kamu tahu? Lucunya, aku kadang cemburu. Cemburu karna aku tak lagi jadi orang yang tahu segala sesuatu tentangmu. Tapi, never mind… itu hanya pikiran angin lalu!

Semoga, saat suatu hari kita punya waktu untuk berbincang hangat seperti dulu… kamu akan melihatku sebagai rosa yang tak lagi sama seperti dulu.

Semoga kini aku benar-benar tahu…

Bahwa hidup tak hanya sekedar menangis saat sakit, tapi bagaimana kita bisa bangkit setelah kesakitan itu

Bahwa hidup bukan sekedar bagaimana merancang apa yang kita inginkan, tapi bagaimana kita berusaha untuk bisa menggapainya, dan mengikhlaskan apa-apa yang pada akhirnya memang tak menjadi ‘jatah’ kita

Meski tetap saja, adakalanya saat badai terasa begitu kencang hingga membuatku hendak jatuh dan luruh, aku akan berhenti, tersedu… sembari menunggu badai itu reda, lalu bangkit lagi dengan dada yang lebih lega…



Rosa,
21 Oktober 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)