Selasa, 20 Januari 2015

Untuk Semua Yang Baru, Terimakasih Allah :)

Saya percaya, dan memang harus percaya kalo saya mengaku beriman... bahwa doa apapun yang kita langitkan, hanya menunggu waktu untuk dikabulkan. Yah, walaupun bentuk pengabulan Allah atas pinta kita yang beraneka rupa tak selalu mengambil bentuk sama persis dengan apa yang kita minta. Hei, kita itu nggak tau apa-apa, kan? Bahkan apa yang baik dan apa yang buruk bagi kita, sungguh sejatinya kita nggak tau... hanya Allah Yang maha memiliki ilmu atas itu.

Jadi rasanya kok lancang banget kalo kita protes-protes atas apa yang sudah Allah kasih buat kita, atau nggak terima karna Allah belum juga meng-ACC salah satu permintaan kita. Apa yang menurutmu baik, tak selalu begitu kenyataannya, Dear :)

Tapi dari sekian banyak doa saya, saya ingat ada sebuah doa yang rasanya Allah bayar tunai untuk saya. Ya, tentang doa ‘selalu ditempatkan di tengah orang-orang baik dan kesempatan belajar lebih banyak’ yang Januari tahun lalu saya dengungkan... sudah tunai Allah bayar, Alhamdulillah :)

Ya, dalam hidup selalu ada yang datang dan yang pergi. Alhamdulillah, saya sudah ‘sedikit’ lebih kalem menghadapi fitrah kehidupan yang satu ini. Dulu? Jangan ditanya! Bakal sibuk membanding-bandingkan, bakal termehek-mehek gak jelas kalo lagi kangen, dll... hahaha.

Kalo tahun lalu saya punya Mba Eva, Mba Iis, Mba Rini, Mba Onya, dll sebagai keluarga kedua... sekarang saya punya Pak Azhar (atasan paling baik sedunia, nih!), Mba Alin, dan Mas Supri sebagai gantinya... dan sepenuh rasa syukur saya atasnya :)

Kalo tahun lalu untuk punya kesempatan dengerin tausiyah itu mahalnyaaaaa... sekarang hampir tiap pagi Allah ijinkan saya ada di tengah majelis ilmu bersama Ustadz Muhtar Arifin Sholeh, Ustadz Latif (yang bikin saya sadar tajwid saya masih sangat sangat sangat payah), dan Mas Ifan (yang bikin saya melongo, ‘jadi belajar terjemah qur’an bisa se-fun itu, ya? :D).

Kalo tahun lalu saya ada di tengah lingkungan kerja yang... emm, dunia dan akhirat itu ada dalam keping berbeda... sekarang mereka bagai dua muka mata uang tak terpisahkan.

Maka nikmat Tuhan mana lagi yang harus saya dustakan?

Ahyaaa... januari tahun lalu saya baru akan bikin blog buku demi pengen bisa gabung di komunitas Blog Buku Indonesia... dan hari ini... saya sudah jadi bagian atas mereka :) hei, bahkan kado paling istimewa salah satunya datang dari mereka... BBI Joglosemar khusunya.

Maka nikmat Tuhan Mana lagi yang harus saya dustakan?

Yah, saya harus belajar... saya harus belajar dari proses kehidupan. Kalo Allah perkenankan saya mengucap pinta di sini, hanya satu... saya ingin lebih ‘kalem’ menghadapi aneka warna dinamika hidup. Saya ingin jadi orang yang nggak hobi mengintervensi jalan cerita-Nya Allah :) apapun yang terbaik menurut-Mu, Rabb... mudahkan hati hamba menerimanya... Aamiin

Untuk Engkau ijinkan ada di tengah keluarga baru di bawah naungan Yayasan Badan wakaf Sultan Agung...


Untuk kesempatan mengenal komunitas orang-orang dengan semangat luar biasa memandang hidup...


Untuk Engkau ijinkan mengenal sesosok muslimah dengan mimpi-mimpi luar biasa...


Terimakasih, Rabb... Entah nikmat mana lagi yang harus hamba dustakan... subhanallah walhamdulillah...

4 komentar:

  1. Semoga mbak selalu berada dalam lindungan Allah dan senantiasa di murah kan rezky,.. Amiin

    BalasHapus
  2. Happy milad, Cha. semoga berkah usia dan dimudahkan untuk menggapai mimpi2. aamiin

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)