Mengenal Lebih dalam Keistimewaan yang Ada Pada Kopi Luwak

on
Sabtu, 23 Desember 2017
credit: Pixabay.com

Kopi adalah salah satu minuman yang banyak disukai oleh masyarakat secara luas. Mulai dari para petani, pekerja hingga kelas eksekutif sekalipun, hampir semuanya suka dengan kopi. Kopi juga memiliki banyak sekali macamnya dan untuk yang paling umum adalah kopi jenis Robusta dan Arabica. Namun ada juga kopi lain yang tak kalah populer karena keistimewaannya dan dihargai dengan harga yang amat tinggi yaitu kopi luwak. Kopi jenis ini bisa dihargai 200 ribuan per cangkirnya saja. Mahal sekali bukan?

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa secangkir kopi bisa berharga semahal itu? Ya, hal ini sudah pasti jadi pertanyaan banyak orang yang kurang mendalami kopi. Untuk bisa mengetahui lebih dalam keistimewaan dari jenis kopi ini, maka berikut ini pemaparannya:

Proses pembuatan 

Perlu diketahui jika proses pembuatan pada biji kopi ini seluruhnya dilakukan secara manual dibantu oleh hewan luwak. Proses keseluruhannya tanpa bantuan mesin sama sekali. Hewan luwak dikenal karena hanya mau makan biji kopi dengan kualitas terbaik saja dan mengabaikan jenis biji kopi yang ada di bawah itu.

Mengingat hewan luwak bukanlah mesin, maka manusia pun bahkan tidak bisa memaksa mereka untuk makan biji kopi dalam jumlah besar. Selain itu, bagi luwak sendiri kopi bukan makanan utama melainkan hanya makanan camilan sehingga makannya pun hanya sedikit saja. Pencernaannya pun unik karena luwak tidak bisa mencerna biji dengan kepadatan tertentu sehingga ketika keluar bersama kotoran maka bentuk biji kopi tetap utuh.

Jumlahnya terbatas 

Banyak petani kopi yang menyatakan jika ada satu nampan kopi penuh disodorkan kepada luwak, maka hanya 10% sampai 30% saja biji kopi yang mau dimakannya. Jadi, dari sini saja kita sudah bisa membayangkan bagaimana sulitnya untuk bisa mendapatkan biji kopi terbaik untuk bahan kopi luwak. Bahkan meski dalam musim panen rata kopi sekalipun, biji kopi yang jenis luwak ini tetap tidak bisa dihasilkan banyak. Misalnya panen bisa menghasilkan berton-ton kopi, maka hanya 100 kg hingga 1 ton saja kopi dari luwak yang bisa didapat.

Kadar asam dan kafein yang rendah 

Keistimewaan selanjutnya dari kopi jenis ini adalah dari segi kadar asam serta kafeinnya yang rendah. Presentase untuk kadar kafein pada kopi jenis ini hanya 0,5% saja sementara untuk jenis kopi biasa adalah 2%. Dengan kenyataan ini, maka menjadikan jenis kopi ini lebih aman untuk diminum baik bagi penderita diabetes, jantung hingga maag sekalipun. Dengan aroma yang fenomenal lantaran diproses menggunakan enzim proteolitik menjadikan kopi ini kian sempurna.

Kopi yang berkualitas 

Kopi jenis ini adalah kopi dengan kualitas tinggi. Hal ini lantaran biji kopi ini dihasilkan dengan fermentasi di dalam perut luwak lalu bercampur dengan enzim tertentu selama kurang lebih 8 hingga 12 jam yang menjadikan kandungan kafeinnya menjadi rendah lantaran protein bisa terurai.

Jika dibandingkan dengan biji kopi berkualitas biasa, maka waktu fermentasi sesungguhnya adalah 5 hingga 8 tahun. Ya, perbandingan yang begitu jauh dalam segi waktu fermentasi ini pun jadi alasan mengapa harganya begitu mahal.

Ternyata banyak sekali keistimewaan dari kopi luwak ini bukan? Tak heran jika harganya bisa mencapai jutaan rupiah per kilonya dan bisa Anda dapatkan di toko online. Namun untuk para pecinta kopi, harga demikian bukan masalah asalkan bisa merasakan sempurnanya rasa dan aroma dari kopi ini.

4 Tempat Wisata di Jakarta Yang Ingin Saya Kunjungi Bersama Keluarga

on
Jumat, 22 Desember 2017
Bagi kebanyakan orang, Kota Jakarta mungkin bukan merupakan destinasi liburan keluarga yang menarik. Bahkan melalui media sosial beberapa teman yang tinggal di Jakarta, mereka mengatakan bahwa saat ada momen liburan Jakarta cenderung lengang karna sebagian besar penduduknya memilih liburan ke kota lain.

Tapi tentu saja tidak bagi kami yang tinggal di kota kecil nan jauh dari Ibukota. Bagi saya, Jakarta tetap kota yang menarik dan ingin saya kunjungi.

Apalagi, Kota Jakarta menawarkan banyak sekali pilihan. Tak terkecuali tempat wisata yang cocok dikunjungi bersama keluarga. Dari banyak sekali pilihan destinasi yang ditawarkan Kota jakarta, ada 4 yang paling ingin saya kunjungi bersama keluarga kecil saya, di antaranya yaitu:

1. Monumen Nasional (Monas)
 
Credit : id.wikipedia

Monas? Ngapain ke Monas? Apa menariknya?

Mungkin beberapa orang akan berpikir seperti itu. Bagi kami tentu Monas menarik. Apalagi bagi anak kami Faza. Monas bukan hanya akan menjadi tempat wisata bagi Faza, tapi juga sebagai sarana belajar banyak hal.

Di Monas kita tidak hanya disuguhi dengan pemandangan tugu, tapi juga bisa belajar banyak hal tentang Indonesia tercinta ini. Salah satunya melalui diorama terlengkap sejarah Indonesia yang berada di dalam Monas.

Lagipula, kalau pada Menara Eiffel saja kita sangat kagum dan ingin mengunjungi, masa pada Tugu Monas tidak? πŸ˜€

2. Dunia Fantasi 
 
Credit : id.wikipedia

Sampai hari ini, saya baru sekali ke Dunia Fantasi. Itu pun dalam rangka KKL saat kuliah. Alhasil, saya belum benar-benar menikmati Dufan secara total.

Menyenangkan sekali rasanya berwisata ke sana bersama Faza dan ayahnya. Apalagi jika Faza sudah bisa lari-lari. Pasti excited sekali dia πŸ˜€

Satu yang paling bikin saya penasaran. Akankah nanti saya berani mencoba naik wahana-wahana yang menantang nyali? EntahlahπŸ˜€

3. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
 
Credit : id.wikipedia
 
Saya mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah saat saya masih TK. Tentu saja ingatan saya tentang TMII sudah hampir terhapus total. Jadi ingin sekali bisa mengunjunginya kembali.

Lagi-lagi, TMII tentu akan menjadi sarana yang sangat baik untuk Faza dalam mengenal negerinya sendiri. Agar kecintaannya pada bangsa dan negara tumbuh sejak dini, karna konon TMII menyajikan cerminan berbagai kekayaan budaya yang ada di Indonesia ini. 

4. Masjid Istiqlal 

Credit : id.wikipedia

Ah ya, ini bukan tempat wisata memang, melainkan tempat ibadah.

Tapi sebagai seorang muslim, kalau sudah sampai di Jakarta tentu saja ingin sekalian mengunjungi salah satu masjid yang menjadi kebanggaan Indonesia.

Selain tempat wisata yang banyak sekali pilihannya, alasan lain memilih Jakarta sebagai kota yang ingin saya kunjungi untuk berwisata keluarga, banyaknya pilihan akomodasi juga menjadi pertimbangan penting. dari yang murah hingga yang mahal, semua tersedia dan mudah untuk didapatkan.

Memilih Akomodasi yang Murah dan Nyaman di Jakarta

Sebagai kalangan menengah, tentu saja hotel yang saya cari untuk menginap saat berwisata nanti adalah hotel dengan budget terjangkau alias murah. Tapi gak mau yang murahan fasilitasnya L lho, gimana, murah tapi gak murahan πŸ˜€

Iya dong, kan saya bakal bawa anak. Jadi pengennya tetap menginap di hotel yang terjamin kenyamanannya. Beruntungnya, sekarang ada kita bisa membooking hotel melalui Airy Rooms.

Sebagai jaringan hotel dan guest house terbesar di Indonesia, Airy Rooms memiliki 7 standar fasilitas terdiri dari AC, TV layar datar, perlengkapan mandi, tempat tidur bersih, shower air hangat, air minum gratis, dan WiFi gratis.

Selain itu, pesan hotel di Airy Rooms juga sangat mudah karna bisa dilakukan melalui website, Android Apps maupun iOS apps. Pembayarannya pun sangat fleksibel. Bisa dilakukan dengan kartu kredit, transfer maupun melalui gerai Indomaret. Wow, kurang mudah apalagi?

Dan satu lagi yang terpenting, yaitu murah. Hehe.

Jadi, pilihan untuk berwisata keluarga ke Jakarta bagi keluarga kami yang notabene bukan merupakan keluarga traveler sepertinya sangat tepat. Karna berbagai fasilitas akan sangat mudah didapatkan, mulai dari pilihan destinasi, transportasi maupun akomodasi.

Kalau kalian, kota mana yang ingin kamu kunjungi untuk wisata keluarga?

Review Wardah Exclusive Matte Lip Cream VS Pixy Matte Lip cream

on
Jumat, 15 Desember 2017

Saya termasuk awam sekali sebenarnya soal dunia perlipstikan. Halah. Haha.

Yaiyalah! Pertama kali berani pake lipstik saat aktivitas harian adalah saat sudah mulai kerja. Itupun bukan lipstik matte. Jadi, dari rumah pakai lipstik, berangkat kerja naik motor pakai masker kain, sampe kantor lipstik tinggal kenangan πŸ˜‚

sedangkan lipstik matte pertama kali yang saya pakai adalah purbasari yang sempet hits banget ituu. Jadi, jangan bandingkan review Wardah Exclusive Matte Lip Cream VS Pixy Matte Lip cream ini dengan review para beauty blogger. Hehe.

Oke, sekarang mulai dari Wardah Exclusive Matte Lip Cream.

Awal punya, langsung jatuh hati banget nget. Iya dong, kan lip cream pertama yang saya punya.

Kemasannya elegan. Warnanya oke banget. Pigmented TOP.

Gak bikin kering bibir. Padahal bibir saya dulu adalah bibir yang teramat kering. Kering level mengelupas-mengelupas manja gitu.

Cuma, ketika dioleskan, saya ngerasa agak panas gitu. Emm, bukan panas sih. Gimana ya, kayak berat gitu lah di bibir.

Ohya, saya punya 2 warna. Nomor 09 Mauve On, dan 15 Pinky Plumise. Tapi ketika dioles kenapa saya merasa warnanya mirip bangettt ya πŸ˜•

Pinky plumise ketika baru dioles sih warnanya kalem banget gitu. Jauh lebih kalem dibanding Mauve On. Tapi setelah beberapa saat, warnanya berubah banget jadi lebih tua gitu. Istilahnya apa sih kalau menurut para beauty blogger?

Yang agak aneh menurut saya, panjang kuas antara Mauve On dan Pinky Plumise kenapa beda banget yah? Yang Mauve On jauh lebih panjang, jadi rawan mbleber kalo pas aplikasi. Kuasnya Pinky Plumise jauh lebih enak, gak terlalu panjang, pas.

Keliatan kan bedanya?

Aneh dong, karna kan satu merk. Kenapa bisa beda? Entahlah.

Dari segi harga, bagi saya lumayan mahal sih. 60-an ribu kalo gak salah. Tapi saya punya calon ipar yang kerjanya di wardah, dan Pinky Plumise itu kemarin saya beli dengan harga hanya 30 ribuan karna lagi ada promo. Haha.

Untuk ketahanan, biarkan foto yang bicara aja yaa.

awal oles nih

Ini setelah makan rambutan berbiji-biji, wudhu 2 x, plus makan siang

Over all, saya suka sih, dan mungkin akan re-purchase. Apalagi kalo ada promo 😍

Nah sekarang kita tinggalkan Wardah, dan beralih pada Pixy Matte Lip Cream.

Jujur tadinya gak pernah ada keinginan beli Pixy Matte Lip Cream ini sih. Soale dari dulu saya gak pernah pakai produk Pixy.

Tapi berhubung pas lagi jalan-jalan ke Swalayan lihat ada tulisan promo di counternya Pixy, yaudah deh capcus beli. Kan sayang ada promo gak beli πŸ˜‚

Anyway, kemasannya bagus juga sih ya. Tapi menurut saya cenderung lebih berbau remaja gitu. Soal warna, oke banget. Pigmentasinya juga bagus banget nget. Saya suka.

Alhamdulillah gak bikin kering juga, YEAY! Dan kecenya lagi, Pixy menurut saya terasa lebih ringan di bibir. Gak berat gitu.

Saya baru punya satu sih, nomor 11 Goudy Orange. Kuasnya gak panjang. Enak banget buat mengaplikasikan si lip cream.

Terus apalagi yaa... langsung ke foto aja deh.

Awal oles. Btw, kok mukaku glowing sekali ya *salfok πŸ˜‚*

Ini setelah wudhu 2x dan makan siang

Intinya saya sukaaa dan gak kecewa sama sekali sama Pixy Matte Lip Cream ini. Kalau ditanya lebih suka mana antara Wardah Exclusive Matte Lip Cream VS Pixy Matte Lip cream, jujur saya lebih suka Pixy πŸ˜†

Ohya, soal harga... saya gak tauuu berapa harga aslinya. Dulu saya beli 40-an deh kalau gak salah. Murce yaaaa 😍

Re-Puchase? Iya, tapi nunggu ada promo. Wuahaha.

Kalian ada yang pakai Wardah Exclusive Matte Lip Cream atau Pixy Matte Lip cream juga kah? Lebih suka yang mana?

Ketika Perempuan Saling Menyakiti

on
Senin, 04 Desember 2017

Ketika heboh berita tentang seorang artis yang dilabrak di mall itu, lagi-lagi terlintas pikiran yang muncul berulang-ulang setiap denger cerita tentang kasus ginian.

Kenapa perempuan itu tega sekali? Tidakkah ia membayangkan perasaan istri si lelaki? anak si lelaki? Bukankah sesama perempuan harusnya mengerti dan bisa membayangkan perasaan antara satu sama lainnya?

Ah, jangankan soal kasus begituan, yang mana mereka punya seribu alasan. Ya gimana dong, namanya juga cinta, misalnya. Cih, makan tu cinta.

Bahkan untuk urusan-urusan sepele menyangkut pilihan hidup pun perempuan sering dengan tega saling menyakiti kan?

Ada perempuan lain memutuskan kerja. Kita bilang dia gak amanah sebagai istri dan ibu. Sebaliknya, yang kerja bilang ibu cuma di rumah gak produktif, dll.

Ada perempuan lain gak bisa kasih ASI anaknya, bukannya mendukung eh malah pamer foto freezer penuh ASI dan bilang "aku aja bisa, masa kamu enggak?". Tidakkah kita membayangkan bahwa gak bisa kasih ASI itu menyedihkan sekali? Percayalah, bagi perempuan yang tertatih memberikan ASI untuk anaknya, melihat foto freezer penuh ASI itu bukannya menyemangati malah bikin tambah minder.

Baca juga: Bicara ASI, Bicara Rizki

Jarang banget ya kita lihat kasus ada perempuan kerja kantoran, terus ada laki-laki yang ribet komentar 'Ih istri macam apa itu kok kerja di kantor, anaknya gak diurus' -- mentang-mentang istrinya ibu rumah tangga. Jarang banget. Seringnya yang sibuk komentar ya sesama perempuan.

Padahal kita sendiri sadar, bahwa yang namanya pilihan hidup itu gak bisa diusik. Dan kita sendiri pun gak suka kalo ada orang lain mengusik pilihan hidup kita. Lalu kenapa pula kita hobi mengusik pilihan orang lain?

Begitulah. Kadang tanpa kita sadari, kita perempuan ini sering saling menyakiti.

Tapi gak jarang juga kita perempuan ini hobi menyakiti diri kita sendiri.

Tetangga bisa ganti motor, langsung gak enak makan gak enak tidur. Sibuk mutar otak gimana caranya ganti motor juga. Ada teman pake jilbab dan gamis baru, branded pula, tanpa pikir panjang order juga. Gak mau kalah. Padahal hati kecil teriak-teriak, bahwa itu semua gak sesuai sama kemampuan. Yakin yang kayak gini bikin tersiksa. Iya apa iya?

Atau kita masih sering menyakiti diri sendiri sesederhana: teman kantor bicara nyolot karna lagi PMS, lalu kita kebakaran jilbab dan kepala terasa jadi panas membara? Padahal kalo orang lain nyolot, kitanya emosi, kita gak bakal dapet apa-apa selain jadi tau bahwa kita dan dia gak ada bedanya.

Hmm. Panjang kalau mau diteruskan. Mungkin ini salah satu penyebab kenapa tingkat kebahagiaan perempuan jauh lebih rendah dibanding tingkat kebahagiaan laki-laki, berdasarkan hasil survey BPS tahun 2017 -- seperti yang diceritakan oleh Mbak Nurin Ainistikmalia dalam artikelyang berjudul "Laki-Laki Hidup Lebih Bahagia, Kok Bisa?".

Kalau begitu, jika kita sering merasa gak bahagia, ada baiknya kita introspeksi. Bisa jadi yang salah bukan orang lain. Bukan pula karna hidup kita masih sangat banyak kurang. Bisa jadi, hidup kita gak bahagia karna kita masih sering memubadzirkan pikiran dan lisan kita untuk hal-hal yang seharusnya gak perlu.

Tentang Rina Nose, Ustad Abdul Somad dan Rasulullah

on
Selasa, 28 November 2017

Sesekali nulis hal yang masih anget ah. Masa nulisnya tema basi terus πŸ˜‚ Atau jangan-jangan ini juga udah basi? Haha.

Tentang Rina Nose yang buka jilbab, gimana pendapat saya?

Sebagai seorang muslimah yang meyakini bahwa jilbab adalah kewajiban, tentu saya menyayangkan. Sedih dan kecewa pas pertama kali tau soal berita ini.

Tapi ya mau apa, kan itu haknya Rina Nose sebagai manusia untuk memilih jalan hidupnya. Sudah masuk ranah "Bagimu agamamu, bagiku agamaku" menurut saya. Sama banget dengan seseorang memilih agama apa untuk dipeluk.

Apakah kita berhak memberikan nasehat?

Berhak sekaliii. Karna kita sesama muslim. Sayangnya kita sering lupa, bahwa menasehati itu ada adabnya. Berikut saya kutipkan beberapa adab menasehati dari muslimah.or.id: 
Mengharapkan Ridho Allah Ta'ala, Tidak dalam rangka mempermalukan orang yang dinasehati, Menasehati secara rahasia, Menasehati dengan lembut, sopan dan penuh kasih, Tidak memaksakan kehendak dan Mencari waktu yang tepat"
Soal landasan-landasan hadist atau ayatnya, silakan cari atau baca sendiri ya. Hehe.

Nah, kalau kita sedih dan kecewa gara-gara Rina Nose lepas jilbab, lantas menasehatinya panjang lebar lewat status di sosmed, atau komentar di akunnya, kira-kira memenuhi adab menasehati gak sih?

Apalagi kalo menasehati serta 'mendukung' sembari menjadikannya sebagai salah satu strategi marketing. Duh, kok jahat banget ya rasanya 😭

Saya sedih Rina Nose lepas jilbab. Tapi saya jauh lebih sedih melihat beberapa orang jadi menilai negatif saudara-saudara muslim saya yang berniat menasehati tapi sayang gak memperhatikan adabnya 😭

Apalagi saat membaca berita tentang seorang Ustad bernama Abdul Somad, melontarkan kalimat negatif tentang fisik Rina Nose saat ada jamaah yang bertanya tentang keputusan lepas jilbab tersebut.

Saya yakin ilmu Ustadz Abdul Somad jauh lebih tinggi dibanding ilmu saya. Gak ada lah seujung kukunya. Saya yakin isi dakwah Ustadz Abdul Somad adalah seruan-seruan kebaikan.

Tapi mungkin Ustadz Abdul Somad sedang lupa soal adab menasehati. Atau lebih jauh lagi, tentang fikih dakwah?

Saya gak punya ilmu sama sekali kalau mau bicara soal fikih dakwah. Yang saya tau sejauh ini, dakwah Rasulullah sangat dominan dengan kelembutannya. Kalo ada yang pengetahuannya tentang ini luas, saya mau banget diciprati ya πŸ˜‡

Lagipula, soal jilbab dan nasehat-menasehati, tetap ada peran 'hidayah' yang jadi haknya Allah kan?

Yang kerja di lembaga Islam, tiap hari diberi kajian keagamaan, tiap waktu sholat diberi kesempatan untuk sholat tepat waktu, tapi memilih sholatnya nanti-nanti aja itu banyak. Karna apa? Hidayah belum nyentuh hatinya. Atau hatinya kebal akan hidayah, entahlah, Wallahu a'lam. Ini hanya salah satu contoh.

Kita yang hari ini berjilbab, apa ada jaminan akan terus berjilbab hingga ajak menjemput? Gak ada yang bisa jamin. Bahkan gak ada satu orang pun yang bisa jamin kita mati dalam keadaan muslim. Iya kan? Makanya ada doa 'Wahai yang Maha membolak-balik hati, tetapkan hatiku pada agama-Mu'.

Jadi, yuk belajar lagi tentang adab menasehati tanpa menghakimi. Belajar lagi cara menasehati, tanpa melukai πŸ˜ŠπŸ˜‡

Wallahu a'lam bi shawwab.

Kok Sekarang Kamu Jerawatan?

on
Kamis, 23 November 2017

Membaca tulisan Mba Gesi, dkk soal dikomentarin gendut di media sosial itu seperti membuka luka lama bagi saya. Halah πŸ˜†

Soalnya saya pernah banget ngrasain itu. Konyol banget sih kalo dikenang sekarang. Soalnya waktu itu saya sampe nangis cobaaa, hahaha. Lebay parah ya. Tapi beneran sedih banget waktu itu πŸ˜”

Bukan, saya bukan dikomentari, "kamu gendutan ya?". Tapi saya dikomentari, "kok sekarang kamu jerawatan?" 😭 Iya, waktu hamil dan setelah melahirkan, jerawat saya parah banget nget nget.

Gak ada satupun orang yang komentar aja saya sudah sedih dan minder sekaliii melihat jerawat yang tumbuh subur di wajah saya, yang sebelumnya hampir gak pernah ditumbuhi jerawat. Fyi, itu jerawat hormon, karna efek kehamilan.

Makin sedihnya lagi, yang komentar bahas jerawat di media sosial itu tergolong teman dekat saya 😭 Dan gak cuma sekali pula 😭

Saya sedih karna... kenapa sih yang dibahas jerawat lagi jerawat lagi? Di muka umum (media sosial) pulaaa. Kalo japri mungkin saya gak bakal sesedih itu.

Terus, saya juga sedih karna.. kenapa harus dia si teman dekat saya sih?

Saya marah. Tapi saya merasa bersalah sendiri, karna kenapa harus marah sih? Kenapa cuma gara-gara komentar soal jerawat aja saya sampe jadi gak pengen ngobrol sama di teman dekat itu dalam jangka waktu tertentu? Saya bingung sama perasaan saya sendiri 😒 Sempat merasa, kok saya cemen banget sampe marah sama teman dekat cuma gara-gara dikomentari soal jerawat.

Eniwei, saya akhirnya memutuskan nulis ini, sama sekali bukan karna masih marah sama teman saya itu. Saya sudah ikhlas memaafkan, Insya Allah. Toh wajah saya sudah mulus lagi sekarang *hoeekk* πŸ˜‚

Baca juga: Review Sabun Amoorea yang bikin wajah saya mulus lagi 😍

Ohiya, ngomong-ngomong soal wajah saya yang sudah mulus lagi, jujur saja saya sempat ngarep dia komentar juga."Wahh, udah mulus lagi, selamat yah!", misalnya. Nyatanya sama sekali gak pernah ada komentar semacam itu dari dia πŸ˜‚

Saya jadi mikir, mungkin memang ada beberapa orang yang jauh lebih mudah mengkritik ketika melihat kekurangan, tapi gak merasa perlu memuji ketika melihat kelebihan. Iya gak sih?

Jadi apa sebenernya tujuan saya nulis tentang ini?

Gak lain dan gak bukan, saya pengen ambil bagian untuk mengedukasi seperti ajakan mba annisast di tulisannya yang berjudul "Urusan Timbangan". Meski yang baca tulisan saya mungkin gak seberapa, yang penting saya ambil bagian.

Emang saya gak pernah melakukan body shaming?

Pernah. Pernah bangettt, saya sedih 😭 Lebih sedihnya lagi, saya juga melakukan itu ke teman dekat, dan juga di media sosial.

Kenapa saya seperti itu? Sungguh karna sebelumnya saya gak tau kalo itu bener-bener gak sopan dan gak terpuji.Saya pikir itu bercandaan biasa. Saya bener-bener baru sadar kalo bercandaan model gini tuh gak oke banget.

Dan saya yakin, banyak juga yang belum tau atau baru tau seperti saya bahwa komentar apapun soal fisik selain pujian tu seharusnya dihindari.

Jadi, kalo kita gak suka ada yang komentarin negatif fisik kita di depan publik atau media sosial, yuk berusaha untuk gak melakukan hal yang sama ke orang lain 😊

Ohya, saya barusan minta maaf sepenuh hati ke teman yang pernah saya bercandain soal fisik. Hihi. Dia ngakak. πŸ˜‚

Ini Dia Rekomendasi Beberapa Jenis Mainan Kucing

on
Selasa, 07 November 2017
Mainan bagi kucing ternyata sangat penting. Bukan hanya untuk melepaskan rasa jenuh saja, tetapi mainan kucing ini juga bisa menjadi sarana olahraga dan untuk mengisi kegiatannya. Jadi buat kalian yang punya kucing di rumah, bisa membelikan mainan menarik untuk kucing agar si kucing mempunyai kesibukan. Selain agar kucing tidak mengganggu kalian ketika beraktifitas di rumah, mainan kucing juga bisa menjaga kebugarannya agar kucing tidak kegemukan karena aktifitasnya yang hanya makan dan tidur. 

Nah, kira – kira seperti apa mainan yang direkomendasikan untuk kucing-kucing peliharaan kalian? Berikut ada informasi mengenai rekomendasi beberapa mainan kucing. Semoga bisa menjadi referensi bagi kalian yang pecinta kucing yaa.

Whisper Track with Twinkle Ball


Mainan pertama untuk si kucing adalah whisper track with twinkle ball. Mainan ini sangat pas untuk kucing yang memiliki kebiasaan aktif hingga larut malam. Mainan ini akan menyala dalam gelap dan tidak mengeluarkan bunyi, jadi mainan ini tidak akan mengganggu tidur kita dengan bunyinya. Mainan menarik ini terbuat dari sebuah bola benang yang menyala dan digantungkan pada sebuah tali.

Batting Practice Cat Toy

Kucing sudah ditakdirkan sebagai pemburu tikus. Tentu mainan ini pas sekali, karena menawarkan seekor tikus yang terbang dan juga dilengkapi dengan bunyi cit – cit nya. Kita hanya perlu menggantungkan di tembok dan diukur setinggi kepala kucing. Nantinya si kucing akan terus berusaha untuk menangkapnya.

Tail Spin Mystery Tail

Mainan selanjutnya adalah tail spin mystery tail. Mainan ini juga masih berkaitan dengan tikus. Ada tikus mainan yang ekornya akan bergerak – gerak di bagian luarnya. Ini akan membuat kucing kita berlatih menerkam tikus. Selain itu, juga akan melatih sarana mencakar si kucing.

Automated undercover mouse


Mainan ini akan menawarkan seekor tikus yang seolah – olah bergerak di bawah karpet dan tentu akan membuat si kucing penasaran untuk menangkapnya. Walaupun sebenarnya tak ada tikus di bawah karpet itu. Karpet ini terbuat dari bahan nilon yang akan awet meskipun akan dicakar si kucing berkali – kali.

The Magneticat

Mainan terakhir adalah the magneticat. Mainan ini memanfaatkan tenaga magnet, dengan tenaga magnet itu akan membuat seekor laba – laba mainan yang terus menerus bergerak. Kucing pun juga akan cenderung tertarik dengan benda yang terus bergerak. Tentu ini akan membuatnya sibuk untuk menangkap si laba – laba mainan ini.

Itu dia beberapa jenis mainan menarik untuk kucing. Semoga bisa menjadi referensi bagi para pecinta kucing yang ingin membeli mainan kucing. Kucing yang duduk diam saja terlihat begitu menggemaskan dan lucu, apalagi jika kita melihat kucing sedang asyik bermain dengan mainan-mainan di atas. Pasti akan semakin lucu. Iya, kan?

3 Kuliner Khas Kota Jepara

on
Jumat, 03 November 2017
Meskipun malu, saya harus mengakui bahwa sebagai orang yang bertanah-tumpah darah Jepara, saya kurang mengenal dengan cukup baik kota kelahiran saya tersebut. Saya bisa dibilang cukup apatis dan terlambat menyadari bahwa saya seperti katak dalam tempurung.

Tak terkecuali soal kuliner khas daerah asal saya tersebut. Saat SMA, saya beberapa kali bertanya-tanya sendiri, apa sih sebenarnya kuliner khas Kota Jepara. Kok perasaan gak ada yang unik. Beda dengan Kudus (Kota tempat saya mengenyam bangku SMA) yang terkenal sekali dengan Soto Kudus dan Lentog Tanjungnya, atau Jogja yang punya berderet-deret kuliner khas -- yang di anataranya ada di tulisan Mbak Sulis dalam artikel ini. Sayangnya, saya gak berusaha mencari tau jawabannya. Apalagi saat itu bisa dibilang saya masih gaptek banget. Belum kenal internet, hiks.

Beruntung, setelah kenal internet dan mulai ngeblog, saya punya beberapa teman Blogger yang asli Jepara dan mengenal dengan cukup baik Kota Jepara, dan beberapa kali menulis tentang Kota tercinta kami itu. Lewat mereka saya mulai belajar tentang Kota Jepara, meski gak seberapa.

Termasuk soal kuliner khas dan unik di Kota Jepara. Dan ternyata, kuliner khas Kota Jepara sebenernya cukup sering saya makan saat itu. Cuma saya baru tau aja bahwa ternyata menu tersebut merupakan menu kuliner khas kota saya. Kirain di mana-mana ada πŸ˜‚

Nah, berikut adalah 3 menu kuliner khas Kota Jepara, yang dua di antaranya menurut saya cukup unik. Apa aja sih? Ini dia:

Pindang Serani

pinjem fotonya Mba Diah Didi :)

Pindang serani merupakan menu berbahan dasar ikan laut dan berkuah bening. Dimasak dengan beberapa bumbu rempah, dan memiliki gabungan rasa antara asam, asin dan pedas. Pindang serani ini segar sekali jika dimakan saat masih dalam kondisi panas.

Horog-horog

Ini juga foto pinjem :D Kan ada watermarknya, hihi

Namanya aneh ya? πŸ˜‚ Hampir semua orang yang dengar pertama kali bilang namanya aneh. Ini nih yang saya bilang kuliner uniknya Jepara.

Horog-horog itu seperti lontong. Bisa dimakan bareng bakso, atau pecel. Tapi dia terbuat dari tepung aren.

Dulu saya kira horog-horog ada di semua daerah. Pertama kali tinggal di Semarang (saat kuliah), saya heran sekali saat lihat di warung bakso pelengkap yang tersedia adalah lontong dan bukan horog-horog. Haha.

Urap Latoh

Urap latoh ini favorit saya banget loh! Ada yang sudah punya bayangan seperti apa menu kuliner urap latoh itu? Kalo belum, saya pinjamkan fotonya lagi aja ya πŸ˜…

dari cookpad nih

Latoh merupakan salah satu jenis rumput laut. Rasanya asin, krenyes-krenyes. Saat dimakan dengan parutan kelapa yang sudah diuleg bersama bawang merah dan cabe, rasanya mantap sekali!

Dari 3 menu kuliner khas Jepara tersebut, adakah yang sudah pernah kalian coba?

Nah, kalo kuliner khas di daerahmu apa? Jangan sampai gak tau seperti saya dulu ya 😁

Menempatkan Diri

on
Senin, 30 Oktober 2017
credit: pixabay.com

Salah satu keterampilan yang penting sekali untuk dimiliki kalo kita pengen survive -- terutama survive dalam pergaulan -- menurut saya adalah keterampilan menempatkan diri.

Saya kayaknya pernah cerita di salah satu tulisan di blog ini, tapi lupa tulisan yang mana dan saya males ngubek-ubek. Hehe. Jadi cerita ulang aja yah.

Suatu hari saat sedang makan di KFC yang lagi penuh bangettt, tiba-tiba ada seorang bapak yang membawa beberapa anaknya dengan semena-mena menjatuhkan begitu saja semua barang (bekas makan orang terdahulu) di meja yang hendak ia tempati. Ia sudah meminta CS untuk membersihkan meja tersebut sebelumnya, tapi karna saat itu bener-bener ramai sekali, CS-nya kalang kabut.

Ketika baru akan ke situ untuk membersihkan meja, eh bapaknya keburu emosi terus melakukan tindakan yang bikin semua orang di situ melongo.

Menurut saya, itu satu dari sekian buanyak contoh orang yang gak bisa menempatkan diri. Kenapa dia arogan seperti itu? Apakah karna blio merasa bahwa blio orang kaya dan punya jabatan? Tapi blio lupa, ada anak-anaknya di depannya. Harusnya menempatkan diri sebagai seorang bapak yang jadi role model anak-anaknya. Belum lagi soal menempatkan diri sebagai makhluk sosial di depan umum yang harus menjaga tata krama ya. Saya kasian banget waktu itu, melihat mas CS yang langsung tergopoh-gopoh membersihkan lantai dari serakan barang dari atas meja dengan wajah ketakutan.

Apa yang ada di benak kita ketika melihat orang yang bersikap seperti itu? Apakah terkesan dengan 'keberaniannya'? Atau terkesima dengan arogannya? Tentu tidak, saya rasa. Ilfeel malah mungkin. Dan itu gara-garanya adalah gak punya keterampilan menempatkan diri.

Gak bisa menempatkan diri juga seringkali membuat seseorang jadi tampak menyebalkan. Misalnya, seorang blogger yang lagi kumpul sama para akuntan yang blas gak mudeng dunia bloging. Lalu si blogger dengan asyiknya ngomongin tentang SEO lah, tentang job review lah, dll. Ya nyebelin dong.

Saya punya temen. Dia pinter secara akademis. Bahasa inggrisnya cas cis cus. Sayangnya, dia kurang panda menempatkan diri menurut saya. Dia sering ngomong pake bahasa inggris sama kami-kami yang gak bisa bahasa inggris, dan dia tau banget.

Alhasil, kami gak nyaman lah ngobrol sama dia. Gak nyambung. Akhirnya, makin lama hubungan kami jadi seolah dipisahkan tembok tebal. Padahal ya gak ada apa-apa antara kami.

Nah, di era ini... rasanya hampir tiap hari kita melihat orang-orang yang kurang terampil menempatkan diri berseliweran. Terutama di socmed. Yang gak tau apa-apa soal politik tapi ngritik macem-macem soal politik, contohnya.

Adakah kita salah satu diantaranya? πŸ˜…

Mengijinkan Anak Menonton TV, Yay or Nay?

on
Kamis, 19 Oktober 2017
 
credit: Pixabay.com
Saya adalah satu dari entah berapa banyak orang yang masa kecilnya keranjingan menonton TV. Ya gimana dong, gak punya hiburan lain soalnya. Namanya juga orang desa. Mainan ga banyak, komputer belum kenal, gadget apalagi.

Jadi hiburan paling mewah untuk masa kecil saya ya TV. Apalagi kalau hari minggu, wuiihhh bisa beneran dari pagi butaaa sampe siang ngedeplek di depan TV ga bisa diganggugugat.

Ninja hatori, doraemon, sinchan, terus apalagi ya? Yang angkatan 90-an pasti tau lah.

Bolos ngaji atau madrasah karna TV? Seriiiing. Seinget saya gara-garanya adalah acaranya meisyi yang judulnya ci luk ba. Kan jam tayangnya sore, bertepatan dengan jadwal saya ngaji.

Emang gak dimarahin Bapak atau Ibu? Ya dimarahin sih. Ibu sering marahin kalau saya kebanyakan nonton TV.

Marah, tapi membiarkan.

Jadi, kalo saya menonton TV, ibu saya tuh sering ngomel. Tapi beliau ga melakukan tindakan apapun untuk menghentikan kegiatan menonton TV saya. Misalnya, mencarikan kegiatan atau hiburan lain untuk saya. Atau yang paling sederhana, dengan tegas mengambil remote TV dan mematikannya. Gak pernah kayak gitu. Jadi cuma ngomel, terus udah.
 
Ya saya lama-lama kebal dong. Merasa, oh nonton TV terus tu gak masalah kok. Dasar gak peka πŸ˜†
 
Lalu, apakah saya menyesal karna waktu kecil saya terlalu banyak menonton TV?
 
Enggak sih. Untuk apa disesali, kalau toh penyesalan gak akan bawa kita ke mana-mana. Iya kan?
 
Tapi apakah saya merasakan dampak buruk dari nonton TV?
 
Sejujurnya, saya gak tau persis. Tapi bisa jadi, jika dulu saya gak terlalu banyak menonton TV dan menggantinya dengan membaca buku, mungkin saya akan menjadi orang yang jauh lebih pintar dan memiliki wawasan luas hari ini. Tapi pertanyaannya, bukunya siapaaa?? Mana kepikiran lah bapak-ibu saya menyediakan buku bacaan untuk saya. Bagi mereka, buku itu ya buku pelajaran di sekolah. πŸ˜…

Nah kalau begitu, jika sekarang saya ditanya, "Mengijinkan Anak Nonton TV, Yay or Nay?"

Jawaban saya: Yay dan Nay πŸ˜‚

Mau bilang Yay, kok saya rasanya gak rela Faza meniru jejak saya waktu kecil.

Mau bilang Nay, kok rasanya juga gak mungkin. Lha wong kalo Faza sekolah aja kadang diajak nonton TV sama budhenya πŸ˜… (Faza masih bayi sekolah? Soal ini saya ceritain di postingan lain ya. Mungkin di sanirosa.com)
 
Tanpa sedikitpun bermaksud mendiskreditkan bapak-ibu saya alias mbahnya Faza, gak salah dong kalau saya ingin memperbaiki polanya mereka soal mengotnrol anak menonton TV?! Jadi, kalau saya berkomitmen untuk mengendalikan Faza agar gak keranjingan TV, ya saya harus bersiap menyediakan sarana belajar lain untuk Faza, yang sama menariknya dengan kegiatan nonton TV. Selain itu, saya juga harus mengingat beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua saat anak menonton TV seperti yang dijabarkan Mak Anis Khoir dalam tulisannya yang berjudul Anak, Televisi dan Sarana Edukasi.

Intinya, saya sadar diri bahwa tidak mungkin untuk tidak mengijinkan Faza menonton TV. Tapi saya dan ayahnya berkomitmen untuk mengontrol Faza soal menonton TV.

Ayo ke Tempat Outbond di Puncak Bogor

on
Rabu, 18 Oktober 2017

Kawasan Puncak, Bogor menjadi salah satu tempat favorit untuk liburan, baik liburan bersama keluarga ataupun bersama teman kantor, atau sekolah.

Salah satu kegiatan yang seru saat liburan ialah dengan berkunjung ke tempat outbond, kegiatan outbond akan sangat seru bila dilakukan secara bersama.

Ingin merasakan keseruannya ? Berikut rekomendasi beberapa tempat outing di Puncak yang dapat membuat liburan kamu menjadi lebih asik dan seru.

Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor merupakan tempat yang menjadi ikon dari kota Bogor sendiri. Kebun Raya Bogor menyediakan fasilitas untuk melaksanakan kegiatan outbond yang sangat lengkap.

Sehingga sangat cocok untuk kamu datangi ramai-ramai bersama teman atau keluarga besar. Serunya lagi, kegiatan outbond lakukan di area yang sangat luas beralaskan padang rumput yang hijau untuk menambah keseruan bermain kamu.

Yasmin Hotel

Lokasi ini bukan sekedar penginapan, namun disini juga merupakan tempat outing di puncak yang cukup menyenangkan.

Di yasmin hotel tersedianya fasilitas waterpark yang pasti akan disukai oleh anak-anak ataupun orang dewasa.

Kampung Rimba Cisarua

Tempat outing di puncak yang satu ini merupakan tempat yang sangat cocok untuk mengadakan kegiatan outbon seperti leadership training, karena aktivitas tersebut dapat kamu lakukan secara bebas di alam terbuka.

Sehingga suasana di sekitar lokasi ini sangat familiar dengan alam sekitar, selain kegiatan outbond ditambah juga fasilitas menginap ala-ala kemah yang tentu akan sangat seru sekali bukan?

Griya Sawah Lega

Lokasi lain yang tidak kalah serunya ialah Griya Swah Lega, lokasi ini meyediakan fasilitas lengkap untuk seru-seruann bareng, seperti lokasi outbond, bermain paintball, mencoba flaying fox atau kegaiatan lain yang tidak kalah seru.

Itulah beberapa tempat outing di puncak yang dapat kamu kunjungi dengan keluarga, teman kantor, teman sekolah atau lainnya.

Liburan bersama di tempat-tempat diatas dapat membuat liburan akan lebih berkesan, dan keseruan liburan kamu pasti tidak akan terlupakan.

Semoga liburanmu seru dan menyenangkan, ya:)

Jangan Ngaku Anak Pantai! Kalau Belum Mengunjungi 5 Pantai Eksotis di Jogja

on
Senin, 16 Oktober 2017
Jogja memang merupakan salah satu destinasi wisata yang amat banyak dikunjungi oleh para traveller. Terlebih objek wisata pantainya, selalu menjadi primadona dan daya tarik tersendiri bagi sebagian traveller. Selain akses menuju objek wisata tersebut yang mudah, biaya masuknya pun murah. Nah apabila anda sedang merencanakan liburan ke jogja, maka pantai - pantai berikut dapat Anda jadikan referensi :

1. Pantai Drini

Anda pasti tercengang dan merasa kagum ketika tiba di Pantai Drini Jogja. Ya, Pantai Drini dapat dikatakan sebagai pantai terbaik bahkan dapat disejajarkan dengan pantai - pantai indah di Bali maupun lombok. Pantai eksotis ini berlokasi di Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul. 
 

Pantai Drini sangat unik karena ada sebuah pulau kecil yang membelah lautan menjadi dua bagian yaitu sisi barat dan sisi timur. Menariknya lagi, Anda akan melihat karakter yang berbeda antara sisi barat dan sisi timur. Warna air yang biru, debur ombak yang lembut, serta ikan warna warni diantara terumbu karang, menjadikan pantai Drini sebagai destinasi wajib yang harus Anda kunjungi ketika liburan ke Jogja.

2. Pantai Kesirat

Pantai identik dengan pasir putih yang di debur oleh ombak halus. Namun hal ini tidak akan Anda temui ketika berkunjung ke pantai Kesirat Jogja. Ini adalah sisi unik dari pantai Kesirat Jogja, dimana pantai ini tidak memiliki pasri pantai. Namun meski demikian panorama yang ditawarkan amat eksotis. 
 

Menariknya lagi, Pantai kesirat merupakan salah satu spot memancing yang sangat tepat. Apabila anda beruntung berada pada musim migrasi, Anda akan melihat hiu tutul, paus, hingga lumba - lumba menarik sekali bukan ? Sehingga, sangat disayangkan ketika Anda liburan di jogja tanpa mengunjungi tempat ini,

3. Pantai Sadranan

Pasti Anda tidak asing dengan nama pantai tersebut. Ya, pantai sadranan merupakan salah satu objek wisata pantai yang paling terkenal di Jogja. Banyak para wisatawan liburan ke jogja dan mengunjungi tempat ini dengan alasan keinndahan alam yang amat memukau dan luasnya pantai tersebut, sehingga pas untuk acara camping. 
 

Ombak pada pantai sadranan, dapat dibilang cukup tenang, sehingga Anda dapat mandi atau berenang dan menikmati bermain air laut. Anda juga dapat melihat aneka terumbu karang dan sejumlah spesies ikan yang cantik. Anda juga dapat menyewa peralatan snorkling dan melakukan snorkling di pantai Sadranan. Jadi, Anda pasti menyesal jika liburan ke jogja tanpa mengunjungi pantai satu ini.

Merk AC Hemat Listrik Yang Bisa Dipilih Untuk Rumahan Maupun Perkantoran




AC menjadi salah satu kebutuhan penting yang saat ini harus ada, utamanya untuk daerah perkotaan yang memiliki suhu panas yang semakin meningkat. Meski begitu terkadang penggunaan AC menimbulkan masalah lain seperti pembengkakan pada biaya listrik, karena pada dasarnya AC memerlukan daya yang besar saat digunakan. Untuk penghematan, saat ini kita bisa menggunakan AC hemat listrik untuk berbagai merk yang dapat dipilih seperti:

AC Daikin

Ada 5 tipe dari AC hemat listrik Daikin yang hemat dan bisa digunakan di rumah ataupun perkantoran, seperti Daikin AC FTNE15JEV ½ PK, Daikin AC FTV15AXV ½ PK Standard, Daikin AC Standard Thailand ½ PK, dan Daikin AC FTV15AXV14 AC Split ½ PK.

AC Samsung

Produsen asal Korea ini juga memproduksi produk elektronik AC, ada 2 tipe AC-nya yang hemat listrik yakni Samsung AC Split ½ PK AR05JRFLAW Standard R410 dan AC ½ PK AR05JRFLAW.

AC Panasonic

Produk usungan Panasonic memang selalu dikenal, ada 2 tipe AC dari Panasonic yang hemat listrik yakni AC low standard wall mounted split ½ PK CS CU-YN5RKJ dan Panasonic PN05RKJ Eco Smart AC Split ½ PK.

AC Sharp

Ada 2 jenis tipe AC hemat listrik dari sharp yang bisa digunakan, yakni Sharp AC ½ PK AH-A5SEY Standard dan Sharp AC ½ PK AH-A5SEY Split.

AC Polytron

Produsen yang dikenal dengan berbagai alat elektronik yang dibuatnya ini tentu saja juga memiliki AC yang hemat listrik di dalamnya, salah satunya tipe AC Polytron Neuva ICE PAC 05VX.

AC MITSHUBISHI

Meski lebih terkenal sebagai produsen barang otomotif, namun mistubishi juga memiliki AC yang hemat listrik dengan tipe Mitsubishi AC ½ PK Type 05CRP3 Standard.

AC Haier

Salah satu merk AC yang banayk digunakan dan sudah terkenal ini juga memiliki tipe AC yang hemat listrik, yakni AC Split HSU-05GTR03 ½ PK Standard R410a.

Tentunya dari berbagai AC hemat listrik yang telah disebutkan di atas, ada beberapa nama merk AC yang memang telah memiliki popularitas yang lebih daripada yang lainnya. Meski terbilang hemat listrik, namun pengguna juga harus memperhatikan cara penggunaan AC-nya agar hemat listriknya bisa maksimal.

Signature

Signature