5 Tips Memilih Cincin Tunangan Emas Putih yang elegan

on
Jumat, 09 November 2018
Cincin emas putih untuk acara tunangan merupakan sebuah lambang yang mewakili perasaan setiap orang yang menjalaninya. Sebelum menikah, hampir semua pasangan biasanya melaksanakan sebuah acara yaitu bertunangan. Biasanya momen tunangan ini dilakukan hanya sekali dalam seumur hidup sebelum akhirnya melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Desain cincin tunangan sering menjadi satu hal yang penting dan sangat di perhitungkan. Apakah cincin yang mau dipilih itu adalah sebuah cincin tunangan emas putih atau cincin tunangan emas lainnya, semua pasti sudah melewati beberapa pertimbangan. Agar tidak terjadi salah dalam memilih cincin untuk tunangan atau menyesal dengan pilihannya. Artikel ini akan membahas bagaimana tips memilih desain cincin tunangan yang tepat dan yang terbaik bagi kalian.
 
 
ini cincin nikah sih, bukan cincin tunangan. hehe


Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Membeli Cincin Tunangan?
 
Cincin tunangan tidak harus selalu dibeli jauh hari sebelum acara tunangan dilakukan. Kebanyakan setiap pasangan yang akan melangsungkan pertunangan membeli cincin tunangan sekitar 30 hari sebelum acara pertunangan tersebut. Yang umumnya menjadi hal utama yang dijadikan pertimbangan adalah hasil survey terhadap bentuk cincin tunangan. Baik cincin tunangan emas putih dan cincin tunangan emas lainnya. Survey ini biasanya dilakukan antara 3-4 bulan sebelum acara tersebut di laksanakan. 


Berapa Biaya yang Kalian Sediakan untuk Membeli Cincin Tunangan?

Setelah kalian melaksanakan survey tentang model, desain cincin beserta harga cincin tunangan tersebut, maka kalian harus menyediakan biaya atau anggaran buat mendapatkan cincin tunangan itu. Yang jelas jangan sampai menyediakan anggaran tersebut dengan mendadak. Agar acara kalian bisa berjalan lancar dan sukses tanpa ada hambatan.
 
Kan gak lucu ya kalau tunangannya seminggu lagi, sudah pesen cincin tunangan, tapi belum punya anggaran untuk membayarnya. Hehe.

Dengan memiliki anggaran yang sudah ditentukan untuk membeli cincin tunangan itu, kalian bisa memilih desain dan model cincin yang harganya sesuai dengan kemampuan kalian. Bisa dengan memilih model cincin tunangan emas putih atau emas kuning.


Bagaimana Menentukan Model dan Kualitas Cincin yang Bagus


Ada beberapa masalah umum yang banyak terjadi pada cincin tunangan yang sudah dimiliki. Antara lain yaitu terjadi patah pada lingkar di bagian bawah. Hal ini biasanya dikarena gesekan yang terjadi secara berlebihan. Contohnya saat kita sedang menyetir mobil, motor dan melakukan pekerjaan kasar atau bahkan tanpa sengaja terbentur benda keras.


Membeli di Jewelry atau Toko Emas

Model dan desain cincin pasti menentukan harga. Sama seperti dengan perbedaan lokasi, harga juga pasti bisa berbeda. Lokasi pembelian cincin tunangan dapat disesuaikan dengan biaya yang kalian sediakan. Tanyakan dulu kepada pasangan tentang model cincin tunangan seperti apa yang disukainya.


Ingat Gaya Hidup Kita

Hindari pemborosan uang untuk membeli sebuah cincin tunangan yang menarik. Untuk apa memiliki cincin yang mahal tapi tidak nyaman dipakai atau harus sering dilepas karena tuntutan suatu kerjaan? Kita pasti ingin akan menggunakan cincin tunangan itu setiap hari, jadi pilihlah cincin tunangan yang bisa terasa nyaman dan menjadi bagian dari gaya hidup kita.

Demikian tips dari artikel ini untuk memilih cincin tunangan emas putih sebagai simbol rasa cinta dan awal menjalani kisah sehidup-semati dengan kekasih pilihan kita atau yang sering disebut pertunangan.

Tentang Takdir Baik dan Takdir Buruk

on
Kamis, 01 November 2018


Pernah gak kalian mengalami sebuah peristiwa yang bikin kalian mengeluh, sedih atau menyesalkan hal tersebut?

Pasti pernah.

Bahkan mungkin adakalanya kita merasa apes. Lalu bertanya-tanya, kok hari ini takdirku buruk sekali sih?

Lalu selang beberapa hari kemudian, kita terhenyak. Ketika mendapati takdir buruk yang menimpa kita beberapa hari lalu, ternyata berimbas pada sebuah takdir baik di hari itu.

Kemudian barulah kita menyadari kebaikan Allah.

Ya, begitulah seringnya kita. Karna pengetahuan kita amat terbatas, seringkali kita lebih mendahulukan keluh, dibanding prasangka baik, bahwa bersama takdir buruk, akan selalu ada takdir baik yang menyertai.

Dua hari (atau tiga hari) saya kepikiran soal ini. Gara-garanya tentu saja tentang musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Huhu.

Saya terhenyak ketika melihat sebuah video di IG tentang Pak Sony. Beliau adalah salah satu calon penumpang Lion Air JT-610 yang tertinggal pesawat gara-gara terjebak macet.

Merinding.

Beliau bilang, saat tau pesawat yang tadinya akan ia naiki jatuh, seketika beliau lemas dan menangis. Pertama karna dia tau ada teman-temannya di pesawat itu. Kedua, betapa ia seolah diberi kesempatan hidup kedua.

Allahu akbar. Nulis ini aja saya masih merinding dan kelu.

Jika ditarik mundur, dan jika saya memposisikan diri sebagai Pak Sony, pastilah saya akan jengkel menghadapi kemacetan yang membuat saya tertinggal pesawat. Dan harus pesan tiket pesawat baru tentu saja. Ratusan ribu hilang, gara-gara terjebak macet.

Bisa jadi, saya akan merasa bahwa takdir saya buruk pagi itu karna ketinggalan pesawat dan harus beli tiket pesawat baru. Bisa jadi saya mengeluh. Merutuki nasib.

Lalu kemudian saya mendapati, bahwa bersama takdir buruk terjebak kemacetan itu, ada takdir baik yang mengiringi. Takdir baik yang membuat saya masih punya kesempatan untuk bertemu keluarga dan menyelesaikan segala tugas dunia.

Masyaa Allah.

Dari kisah Pak Sony ini, saya kembali diingatkan. Untuk berkhusnudzon pada setiap keadaan. Bahwa bersama kesulitan, pasti ada kemudahan. Dan bersama takdir buruk, akan selalu ada takdir baik yang mengiringi. Bahkan bisa jadi takdir yang kita sebut buruk itu sebenarnya adalah takdir baik yang belum kita pahami.

Wallahu a'lam bi shawwab.

Turut berduka atas musibah yang menimpa Lion Air JT-610. Semoga Allah sambut mereka (para korban) dengan sebaik-baik penyambutan, dan semoga Allah kuatkan para keluarga yang ditinggalkan.

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.

Signature

Signature