Rabu, 12 Oktober 2011

Jadi Muslim Harus Kaya!!!


Apa kesan pertama yang muncul di benak kita saat membaca judul tersebut ?
“matre banget sih!!”, gitu ya??
Matre?? Emang apa sih tolok ukur untuk bisa dikatakan matre?? Apa saat kita menaruh perhatian agak  besar pada materi, maka langsung bisa dikatakan matre??
Saat ada seorang muslimah yang saat akan menerima pinangan seorang lelaki, lalu dia menanyakan pekerjaan si lelaki tersebut berkenaan dengan kemampuannya menafkahi, maka muslimah tersebut langsung bisa di cap sebagai muslimah matre??
Sebagai muslimah, jelas saya nggak setuju.
Bukankah Islam sendiri juga menjadikan kemampuan menafkahi juga sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi saat seorang laki – laki hendak menikah?!
Saya pernah baca sebuah artikel bahwa seorang muslim itu harus kaya. Diantaranya, hadist* yang menyatakan bahwa Allah lebih menyukai hambaNYA yang kuat daripada yang lemah. Kuat dalam segala hal, tentu saja termasuk kuat dari segi ekonomi.
Bersumber dari sebuah hadist* juga, 3  kunci kebahagiaan seorang lelaki adalah istri yang sholihah, rumah yang lapang, dan kendaraan yang bisa mengantarkan kemana pun ia hendak pergi.
Kunci yang pertama, Istri yang sholihah
Kunci pertama ini jangan dikira tidak butuh uang untuk memilikinya. Eits, tunggu dulu! Tentu saja maksudnya bukan dengan membelikan bermacam – macam barang untuk mendapatkan hati seorang wanita sholihah. Kan yang dibicarakan kalo udah jadi istri ;)
Istri yang sholihah, otomatis dan PASTI ia  berjilbab (mungkin orang – orang yang masih menanggap “yang penting hatinya saja yang berjibab” akan tidak setuju dengan ini!). Nah, seorang muslimah yang merupakan para calon istri sholihah (Insyaallah) itu kebutuhannya banyak.
Bayangkan saja, ketika wanita – wanita yang lain yang tidak berjilbab hanya butuh sepotong kaos lengan pendek atau malah tanpa lengan, seorang muslimah butuh berlapis – lapis baju untuk menutupi auratnya agar tidak tembus pandang dan tidak membentuk lekuk tubuh. Belum lagi jilbabnya lebarnya yang tentu sedikit lebih mahal dibanding jilbab – jilbab berukuran imut.
Ketika trend celana “sangat tipis” yang disebut “leging” (salah nggak nulisnya??) yang oleh banyak wanita tidak berjilbab sudah dengan pede - nya dipake kemana – mana, bagi muslimah tidak lebih hanya dipake sebagai lapisan setelah rok, agar betis tetap terjaga dari penglihatan orang ketika naik motor atau keadaan – keadaan darurat lain.
Bayangkan saja, pakaian muslimah yang berlapis – lapis tentu butuh dana lebih banyak. Kebutuhan kainnya saja lebih – lebih banyak dari wanita pada umumnya yang kadang malah pada kekurangan kain. Saat mencuci pun otomatis juga butuh detergen jauh lebih banyak dong??!! Oh ya, ada yang kelupaan. Apalagi kalo si muslimah ini tipe yang tidak bisa meninggalkan kaos kaki dan decker. Nah lho, tambah lagi kan kebutuhannya. Hehe…
Tapi tentu saja semua itu sebanding dengan apa yang akan didapatkan ketika memiliki istri yang sholihah. Penjelasannya bejibun dibanyak hadist tentang keutamaan punya istri sholihah. Baca sendiri yaaa…
Kunci yang kedua, rumah yang lapang
Gimana mau bahagia kalo ketika lelah sepulang dari kerja, butuh tempat istirahat yang nyaman, eehhh yang ada rumah sumpek, semrawut nggak karuan. Pasti yang ada malah tambah capek ati ngeliatnya.
Uummm… rumah yang lapang nggak harus rumah yang buueesaarr kali ya…meskipun kecil, setidaknya tertata dengan rapi dan bersih. Kan tetep aja butuh pembersih lantai, alat – alat kebersihan, dan tetek bengek lainnya untuk bisa punya rumah yang tertata rapi itu. berarti juga butuh uang kan??!!


Kunci yang ketiga, kendaraan yang bisa mengantar kemana saja
Saatnya berangkat kerja, waktu udah mepet, eeehhh motor ngadat ditengah jalan. Duh, bisa berabe dong…
Belum kalau punya banyak amanah untuk mengisi kajian disana – sini. Kasian dong jama’ah yang udah pada nunggu. Oh ya, apalagi kalo udah punya istri yang sholihah tadi… kalo nggak punya kendaraan yang layak, masa’ tega ngliat istrinya pergi kemana – mana pake bus, berdesak – desakan dengan banyak lelaki yang tidak semua punya akhlak yang baik?! (sudah jadi rahasia umum kalo di bus banyak terjadi pelecehan seksual).
Nah, dari uraian itu tadi sudah cukup jelas kan kalo jadi muslim itu HARUS kaya. Jangan lagi mengatakan “yang penting kaya hati” untuk menutupi kemalasan kita. Ah ya, jadi inget isi dari seminar “7 keajaiban rizki” yang diisi oleh Ippho Santoso di masjid Baiturrahman yang saya ikuti bersama beberapa teman beberapa waktu yang lalu.
Disitu, Ippho Santoso mengatakan bahwa semua ibadah itu butuh uang. Sholat butuh baju, mukena, sajadah. Berarti sholat butuh uang. Lalu zakat, sedekah, apalagi haji.
Bukankah sebaik – baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya?! Gimana mau bermanfaat, bila saat ada tetangga yang sakit dan nggak mampu ke rumah sakit karna nggak punya uang kita diam saja karna juga nggak punya uang?!
Missal, Ibu kita sudah tua tapi beliau belum haji. Suatu hari, kita memergoki beliau menangis tersedu sesaat setelah sholat. Ketika kita menanyai, “kenapa Ibu menangis?”, lalu beliau menjawab, “Ibu rindu sekali ingin menginjakkan kaki di Baitullah…”, apa kita tega mengatakan, “kan kita emang nggak mampu bu, yang pentinga hati kita sudah meniatkan pergi kesana”. Duh!
Tidakkah kita ingin mengatakan kepadanya, “Bu, Insyaallah tahun depan Ibu saya berangkatkan haji”. Haji butuh uang kan??!!
Berarti sudah jelas, bahwa Muslim memang HARUS kaya. Kaya harta, tak hanya kaya hati. Sudahlah, tidak usah membantah lagi!! Jadilah orang kaya!!
Sebenernya himbauan itu nggak hanya buat laki – laki, tapi buat wanita juga. Cuma, berhubung wanita (muslimah) itu tugas utamanya dirumah mengurus rumah tangga dan mendidik anak, maka saya lebih banyak mengutarakan dari sudut pandang lelaki (muslim).
Tulisan ini semata pendapat pribadi saya yang berdasar pada beberapa hadist yang saya temui, dan penjelasannya sebagian besar saya ambil dari penuturan Ippho Santoso di seminar 7 keajaiban rizki, dan dari status – status FB beliau.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)