Song Joong Ki, Aktor Korea Pertama yang Membuatku Terpesona

on
Minggu, 05 September 2021
Sebenarnya, aku kurang suka nonton. Saat teman-temanku hobi nonton drakor, aku cuma bisa mengernyit bingung karena sama sekali gak tertarik saat itu.

Tapi awal 2020, Covid-19 tiba-tiba mengubah hidup semua orang kan? Yang tadinya gak pernah olahraga, jadi tiba-tiba maniak sepedaan. Yang tadinya gak suka tanaman, tiba-tiba jadi punya puluhan koleksi tanaman hias. Yang tadinya gak pernah nonton drakor, eh tiba-tiba jadi tertarik nonton. Nah, yang terakhir itu aku.

Awalnya bingung mau nonton apa. Oleh temanku, aku direkomendasikan untuk nonton Descendant Of The Sun alias DOTS. Katanya, dia gagal move on sama drakor itu. Okelah aku tonton.

Awalnya agak kurang suka, karena dramanya dibuka dengan adegan baku hantam gitu kan. Tapi setelah jalan beberapa episode, huaaaa... kenapa manis banget sih kisah cintanya dokter Kang Mo Yeon yang diperankan oleh Song Hye Kyo dan Kapten Yoo Si Jin yang diperankan oleh Song Joong Ki.

 

Descendants Of The Sun

Hayoo, pasti di antara kalian ada juga deh yang susah move on dari drakor ini? Soalnya Song Joong Ki dan Song Hye Kyo chemistry-nya dapet banget!

Fun fact-nya adalah, aku baru ngeh bahwa yang dimaksud Song-Song Couple yang sempat menghebohkan sosmed itu adalah mereka. Haha, iya, se-kudet itu aku tentang drakor.

Sedih banget sih sebenarnya, karena aku jatuh cinta sama pasangan Song-Song Couple justru setelah kapal mereka karam 😂 Padahal serasi banget yaaa.

Aku suka Song Hye Kyo sejak masih anak-anak, pas dia main di drakor Full House. Ah iya, berarti dulu kala banget pernah nonton drakor juga aku 😅

Nah sedangkan Song Joong Ki ini, rasanya adalah aktor Korea pertama yang membuatku terpesona. Awalnya sempat merasa dia kurang gagah sih waktu nonton DOTS. Tapi lama-lama, eh kok ta,pan sekali yaaa. Haha.

Sejak nonton DOTS itu, aku jadi lumayan mengikuti tentang si Song Joong Ki ini. Apalagi banyak video tentang dia yang masuk ke FYP-ku. Yang bikin kaget sekaligus excited adalah, sempat ada kabar dia mau kolaborasi dengan brand skincare lokal. WOW!

Beberapa hari setelahnya, heboh lagi soal kabar Felicya Angelista video call-an sama Song Joong Ki. Lampu di kepalaku langsung nyala. Jangan-jangan Scarlett nih yang mau kolaborasi dengan Song Joong Ki?

 

Scarlett X Song Joong Ki
Duh, senyumnya biasa aja dong, Mas! 😂


Dan ternyata bener!

Keren banget yaaa, ada brand skincare lokal yang bisa kolaborasi dengan artis Korea yang mana berasal dari negara yang jadi gudangnya skincare ternama. Gak sabar banget lihat hasil final project-nya #ScarlettXSongJoongKi. Seru yaa kayaknya, bisa #GlowingWithScarlett sekalian mantengin idola. Hehe.

Nah, Kalau aktor Korea favorit kalian siapa sih? Pasti kebanyakan Lee Min Ho deh?

Manfaat Serum Retinol Untuk Kulit: Review Active Rejuvenating Night Serum dari ElsheSkin

on
Jumat, 23 Juli 2021
Retinol menjadi salah satu komposisi primadona akhir-akhir ini. Manfaatnya yang banyak sekali buat kulit, membuat semua orang ingin mencobanya. Emang apa sih manfaat retinol untuk kulit?
 

Tiga di antaranya yang paling sering disebut di antaranya adalah:

1. Mengatasi jerawat

2. Mengatasi hiperpigmentasi

3. Mencegah/mengatasi tanda-tanda penuaan

 

Membaca tiga manfaat dari retinol di atas, siapa coba yang gak tergoda? Saya sih tergoda. Banget.

 

Tapi, saya butuh waktu skian lama untuk akhirnya berani mencoba memakai skincare dengan kandungan retinol. Kenapa? Karena di samping manfaatnya yang keren sekali untuk kulit, pemakaian skincare yang mengandung retinol juga punya resiko iritasi yang cukup tinggi. Ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi agar pemakaian retinol tetap aman buat kulit.

 

1 Harus diiringi dengan penggunaan skincare yang menghidrasi dan melembabkan

2. Beri waktu untuk kulit beradaptasi. Awal pakai bisa seminggu dua kali dulu, naikkan frekuensinya pelan-pelan

3. Pakai saat malam hari

4. Wajib pakai sunscreen saat siang hari

5. Jangan dipakai bersamaan dengan produk eksfoliasi (produk yang mengandung AHA, BHA) dan Vitamin C


Setelah yakin bahwa syarat dan ketentuan di atas bisa aku penuhi, dan merasa kulit saya sudah siap untuk mencoba retinol, akhirnya sekitar tiga minggu yang lalu, saya memakai serum retinol untuk pertama kalinya. YEAY!

 

Dan dari sekian banya produk serum retinol yang ada, serum retinol pertama yang saya pilih adalah Active Rejuvenating Night Serum dari ElsheSkin. Ini juga sekaligus menjadi produk ElsheSkin pertama yang saya coba. Setelah sekian lama penasaran, karena sering mantengin IG-nya dr. Mita, Sp.KK.

 

Ya udah yuk, baca review Active Rejuvenating Night Serum dari ElsheSkin ini!

 

Active Rejuvenating Night Serum ElsheSkin

 
active-rejuvenating-night-serum-elsheskin

Ingredients

 

Aqua, Niacinamide, Pentylene Glycol, Propanediol, Glycerin, Cichorium Intybus Root Oligosaccharides, Tetradecyl Aminobutyroylvalylaminobutyric Urea Trifluoroacetate, Magnesium Chloride, Dipeptide Diaminobutyroyl Benzylamide Diacetate, Acetyl Hexapeptide-8, Caprylyl Glycol, Caesalpinia Spinosa Gum, Sodium Benzoate, Gluconolactone, Calcium Gluconate, Lecithin, Polysorbate 20, Retinol, Ethylhexylglycerin, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/​VP Copolymer, Xanthan Gum, Disodium EDTA, Hyaluronic Acid, Glycyrrhiza Glabra Root Extract

 

Key Ingredients

 

Retinol, Multi-Peptide, Hyaluronic Acid, Niacinamide, PHA, Licorice Extract

 

Packaging

 

Active Rejuvenating Night Serum ini dikemas dalam botol berwarna gelap, dengan dilengkapi pipet seperti serum pada umumnya.

Kemudian botol dikemas lagi dalam karton berwarna merah maroon khas ElsheSkin. Di karton tersebut, tertera berbagai info tentang produk, termasuk komposisi, klaim dan peringatan yang harus diperhatikan atas produk tersebut.


Texture & Scent

 
review-serum-elsheskin

Tekstur dari serum ini cenderung thick atau kental, agak keruh berwarna putih. Hampir gak ada aroma apapun.

 

Claim

 

Retinol sebagai kandungan aktif yang multifungsi memiliki manfaat luar biasa. Dengan 1% Encapsulated retinol, ElsheSkin Active Rejuvenating Night Serum bekerja aktif untuk meremajakan kulit di malam hari dengan lembut.

Mengandung 1% Encapsulated retinol dan Multi-Peptide Complex yang mampu meregenarasi dan merawat kulit yang bermasalah. Perpaduan kandungan aktif Niacinamide, Licorice Extract, Hyaluronic Acid dan Gluconolactone-nya mampu membantu mengembalikan fungsi optimal skin barrier, meregenerasi kulit dengan lembut, serta memberikan hidrasi yang diperlukan. Kulit tampak lebih muda, lembap, cerah merata, dan bercahaya.


Impression

Karena ini pengalaman pertama memakai serum retinol, jujur rasanya excited sekali. Mirip banget rasanya saat awal-awal pakai skincare dengan beberapa langkah. Antara deg-degan bakal cocok atau enggak, sekaligus gak sabar pengen lihat dampaknya ke kulit saya.

Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah, gak ada reaksi negatif apapun ke kulit saya selama tiga minggu pakai Active Rejuvenating Night Serum dari ElsheSkin ini. Huhu. Senang sekali!

Lagi-lagi saya dibuat de javu dengan pengalaman pertama kali pakai produk yang mengandung AHA dan BHA dua tahun lalu. Yang mana saat malamnya saya pakai, paginya nyata banget efeknya. Pakai Active Rejuvenating night Serum ini pun gitu.

Ketika malamnya saya pakai, paginya langsung terpampang nyata efeknya. Kulit wajah saya jadi terlihat jauh lebih cerah merata, dan terlihat lebih 'muda'. Saya selama ini meyakini, menyamarkan garis-garis halus seiring bertambahnya usia itu gak mungkin bisa secepat itu prosesnya. Tapi produk ini membuktikan, dalam tiga minggu pemakaian rasanya saya sudah bisa melihat progress itu. Huhu, gak tau lagi deh, seneng banget pokoknya!

Sampai saat ini, di minggu ke tiga saya pakai, saya masih tetap memakainya 2x dalam seminggu. Saya gak pengen buru-buru menaikkan frekuensi. Alhamdulillah, kekhawatiran saya tentang retinol yang konon rawan bikin kulit jadi kering, gak terjadi di saya. Mungkin salah satunya karena serum dari ElsheSkin ini selain mengandung retinol juga diimbangi dengan kandungan yang menghidrasi seperti Hyaluronic Acid.

Ada yang pengen sekali nyoba serum retinol, tapi masih takut?

Menurut saya Active Rejuvenating Night Serum ini newbie friendly. jadi jangan ragu buat nyoba ya!

Tapi please, pastikan kalian sudah konsisten CTMP (Cleansing, Toning, Moisturizing, Protecting) dulu yaaa. Basic skincare-nya harus kuat dulu!

Review Brightening Facial Wash dan Acne Serum dari Scarlett Whitening

on
Selasa, 06 Juli 2021

Siapa coba yang hari ini belum kenal Scarlett Whitening? Kayaknya gak ada deh. Brand kecantikan yang saat ini sedang sangat hype di tanah air. Setelah beberapa saat lalu mereka viral dengan rangkaian bodycare-nya terutama body lotionnya yang emang aromanya enak banget, sekarang menyusul mereka viral dengan rangkaian face care-nya.

 

Sejak Scarlett meluncurkan produk moisturizer, facial wash dan serum wajah, saya udah langsung penasaran banget. Apalagi, dari segi harga masuk banget ke budget skincare saya. Dan dari banyak review yang saya baca, produk-produk skincare-nya Scarlett sangat patut dicoba.

 

 


 Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga nyobain skincare dari Scarlett sejak dua minggu lalu. Saya nyobain facial wash dan acne serumnya. Kebetulan banget acne serum yang biasa saya pakai habis.

 

Ya udah, langsung aja kita review satu per satu, yuk!

 

Brightening Facial Wash Scarlett

 

 

Packaging

 

Packaging Brightening facial wash-nya Scarlett ini menurut saya lumayan anti-mainstream sih. Soalnya saya hampir belum pernah melihat facial wash dengan pacaking seperti ini sebelumnya. Dilengkapi dengan karton juga, jadi kelihatan 'gak murahan'.


Tipikal packaging yang enak buat di bawa ke mana-mana. Travel friendly. Nice!


Ingredients

 

Aqua Demineralisata, Coconut Fatty Acid Diethanolamide, Glycerin, Rosa Canina Flower (Rose Petal), Cocamidopropyl Betaine Ammonium Salt, Niacinamide, Glutathione (Glycine), Tocopheryl Acetate (Vit E), Acrylates Copolymer, Aloe Vera Leaf Extract, Triisopropanolamine, Dmdm Hydantoin, Edta, Glass Beads 

 

Overview

 

Meskipun sepertinya hanya dipakai beberapa detik, setelah itu dibilas, facial wash itu punya peran yang sangat penting dalam merawat kondisi kulit kita lho. Dari pengalaman saya yang pernah melewati break out parah, kulit saya membaik dengan sangat signifikan, ketika memakai facial wash yang oke.

 

Oke-nya yang gimana? kalau saya pribadi, harga mati memilih facial wash adalah yang dia gak ngasih efek kering dan kencang (kulit seperti ditarik) setelah memakai facial wash tersebut, tapi tetap terasa bersihnya. Kalau pakai facial wash yang bikin kulit langsung terasa kering ketarik setelah pakai, auto gak akan saya pakai lagi.

 

Dan, Alhamdulillah, Brightening facial Wash dari Scarlett ini memenuhi kriteria tersebut! Karena sama sekali gak bikin kulit jadi kering dan ketarik setelah cuci muka. Busanya dikit, gak banyak.

 

Tekstur brightening facial wash dari Scarlett ini mirip gel, tapi cenderung cair. Ada buliran warna warninya, plus beberapa kelopak mawar yang bikin teksturnya jadi terlihat cantik sekali. Aromanya juga aroma mawar.

 

Kurang lebih dua minggu saya pakai facial wash dari Scarlett ini, Alhamdulillah gak ada reaksi negatif sedikitpun terhadap kulit saya. Sebaliknya, kulit malah terasa makin kenyal dan lembut. Plus, bonus makin cerah! Dengan catatan, disertai dengan rangkaian skincare lainnya tentu saja.


Acne Serum Scarlett

 

Packaging

 

Nah, kalau yang ini packagingnya sama dengan kebanyakan serum lainnya. Dikemas dalam botol kaca tebal dan dilengkapi pipet berwarna putih.

 

Ingredients

 

Aqua, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree), Annona Cherimola Fruit, Isopentyldiol, Centella Asiatica Extract, PEG-8, Phenoxyethanol, Salicylic Acid, Ascorbyl Glucoside, Aminomethyl Propanol, Hydroxyethylcellulose, 1,3-Bttylene Glycol, Pentane - 1,2 - diol, Di Na EDTA, Ethylhexylglycerin, Isostearamidopropyl Ethyldimonium Ethosulfate, Sodium Hydroxide, Sodium Citrate, 1.2 Hexanediol, Tamarindus Indica Seed Gum, Biosaccharide Gum - 1, Phenylpropanol, Sodium Dehydroacetate, Propylene Glycol, Citric Acid, 2-Amini-1 -Butanol, Glycyrrhiza Uralensis (Licorice) Root Extract, Olea Europaea (Olive) Fruit Oil, Carthamus Tinctorius (Safflower) Seed Oil

Overview

 

Sejujurnya, sebelum memakai Acne Serum Scarlett ini, saya punya acne serum andalan dari brand lain. Karena kulit saya acne prone, jadi saya hampir selalu punya persediaan acne serum di rumah.

 

Kebetulan banget, si serum saya yang sebelumnya habis, dan saya punya Acne Serum dari Scarlett ini. Awalnya agak deg-degan, apakah bisa menandingi si serum andalan saya itu?

 

Surpraisingly, saya suka! Suka banget. Huhu. Alhamdulillah.

 

Kenapa disebut sebagai acne serum? Karena serum ini mengandung beberapa bahan yang dikenal punya kemampuan untuk meredakan jerawat. Di antaranya adalah salicylic acid dan tea tree water. Dua kandungan itu terkenal sekali ampuh untuk mengatasi jerawat.

 

Acne Serum-nya Scarlett ini 99,9% Oil-free, jadi cocok banget untuk yang punya tipe kulit wajah yang berminyak dan punya klaim mengurangi jerawat dan breakout


Karena mengandung salicylic acid, maka acne serum ini tergolong sebagai exfoliating serum. Alias serum yang punya kemampuan mengangkat sel kulit mati. Produk-produk eksfoliasi seperti ini, sebaiknya dipakai di malam hari.


Beberapa exfoliating serum biasanya memberi efek kering pada kulit setelah pemakaian. Tapi acne serum dari Scarlett ini tergolong sangat gentle. Sama sekali gak bikin kering ataupun iritasi. Tapi sebaiknya tetap harus diimbangi dengan produk yang menghidrasi dan melembabkan ya.

 

Dan jangan lupa, kalo pake produk-produk yang mengeksfoliasi, hukumnya wajib banget pake sunscreen!


Setelah dua minggu pakai acne serum ini, kulit rasanya makin lembut. Kebetulan saya pas gak ada jerawat sama sekali sih sepanjang dua minggu ini. Oh, sempat ada calon jerawat, tapi langsung gak jadi dong setelah malamnya saya pakai serum ini. Huhu, terharu.

 

Komedo di hidung juga berkurang banget bangettt semenjak rutin pakai serum ini. Suka lah pokoknya!

 

Pantes yaaa, Scarlet semenarik perhatian itu. Sudahlah harganya sangat worth it, kualitas produknya kece banget pula. Udah deh, gak ada alasan gak merawat kulit karena produk skincare yang bagus itu mahal. Siapa bilang?!

 

Gak ada alasan juga pake skincare abal-abal yang gak jelas keamanannya. Pake yang pasti aman aja yaaa, please. Wajib banget kalian masukin Scarlett sebagai wishlist!

Review Bakuchiol Oil Serum Somethinc: Apa sih Manfaat Bakuchiol?

on
Senin, 07 Juni 2021

 Dunia perskincare-an tanah air berkembang pesat banget beberapa tahun belakangan ini. Dinamis buanget. Adaaa aja produk baru yang muncul, dengan berbagai inovasinya. Termasuk inovasi bahan dan kandungan serta fungsi dari sebuah produk skincare. Salah satu yang bisa dibilang lumayan baru di dunia skincare adalah Bakuchiol.


Sekitar satu tahun terakhir ini, retinol jadi salah satu kandungan skincare yang sangat hype di kalangan para peminat skincare. Soalnya dia menjanjikan banyak manfaat yang menjanjikan untuk kulit. Tapi, di samping manfaatnya yang konon oke banget buat kulit itu, dia juga tergolong sebagai salah satu kandungan yang agak rentan iritasi apabila tidak disertai dengan produk pendamping yang oke, terutama untuk kulit sensitif.

 

Gara-gara itu, banyak yang jadi mikir ulang ketika mau mencoba skincare yang mengandung retinol, terutama serum. Termasuk salah satunya adalah saya. Hehehe. Belum siap mental kalau misal harus menghadapi purging kulit saat mencoba retinol.

 

 Beruntungnya, ternyata ada sebuah komposisi yang konon menjadi salah satu alternatif untuk retinol ini. yaitu Bakuchiol. Kenapa Bakuchiol dianggap sebagai alternatif dari retinol? Karena mereka punya fungsi yang hampir sama, meskipun konon secara kinerja tetap lebih efektif retinol.

 

Tapi sebagai orang yang sukanya main aman, Bakuchiol ini seperti angin segar. Karena dia termasuk kandungan yang 'ramah sekali' untuk kulit, minim iritasi, dan bisa dilayer dengan hampir semua bahan aktif lain dalam skincare.

 

Serum bakuchiol pertama yang saya coba adalah Bakuchiol Skin Repail Oil Serum dari Somethinc.

 

Kita bahas yuuukk serum ini.

 

Netto dan Harga

 

 
Bakuchiol-oil-serum-somethinc

Netto: 20 ml

Harga: 89.000


Packaging

 

Dikemas dalam botol kaca tebal berwarna kuning, dilengkapi dengan pipet berwarna putih. Seperti umumnya banyak serum lainnya sih kemasannya. Gak dilengkapi dengan karton juga waktu aku beli. Jadi dia hanya dibungkus segel plastik gitu seluruh bagian botolnya.

 

Menurutku kurang eye-catching sih. Hehehe. Akan lebih oke kalo kemasannya dilengkapi karton. Yah meskipun ujung-ujungnya cuma jadi sampah juga sih yaaa.


Tekstur & Aroma

 

Teksturnya oily (yaiyalah, namanya juga oil serum) yang tergolong runny. Ringan, encer. Berwarna bening agak kekuningan.

 

Aromanya semacam aroma rempah, tapi tipiiss banget. Enggak mengganggu. Tapi bagi saya yang cenderung suka dengan skincare yang ada aroma harum tipisnya buat ningkatin mood, aroma Bakuchiol Oil Serumnya Somethinc ini kurang bikin saya nyaman.

 

Klaim

 

Berikut ini saya kutip dari web resmi miliknya Somethinc:

 

- Berbasis tumbuhan + Alternatif Alami untuk Retinol

(Ya! Wanita Hamil & Remaja dapat menggunakan produk ini juga!)

- Sifat Antioksidan & Anti Penuaan yang Kuat

- Anti-iflamatory, Mengurangi Jerawat (Shoutout to Acne Fighter)

- Photostable (aman digunakan di pagi hari)

- Memperbaiki Tekstur & Elastisitas Kulit

- Efek Samping lebih sedikit dari Retinol

- Merangsang produksi Kolagen & Pergantian sel kulit Anda

 

 Impresi Setelah Mencoba Bakuchiol Skin Repair Oil Serum Somethinc

 

Saya biasa menggunakan serum ini di rangkaian skincare malam, atau biasa disebut PM Routine. Yang paling menyenangkan ketika menggunakan serum ini di malam hari adalah ketika bangun tidur di pagi harinya, saya akan menemukan kulit wajah saya super lembab, lembut, plump dan glowing. Huhu. Pengen cubit-cubit pipi sendiri jadinya.

 

Karena dia oil serum, jadi sangat membantu mengunci kelembaban di kulit wajah. Kayaknya akan bagus banget buat kulit yang cenderung kering dan butuh kelembaban ekstra. Saya aja yang kulitnya normal to oily tetep suka dan bagus kok di kulit!

 

Tapi jangan lupa. Karena dia oil serum, ya akan tetap ada sensasi 'minyakan' setelah pakai serum ini. Soalnya di IG ada beberapa teman yang komen, "tapi kok rasanya jadi berminyak ya pas pakai serum ini". Yah gimana, namanya juga oil serum.

 

Saya juga merasa noda bekas jerawat saya yang baru jadi agak lebih cepat pudar setelah pakai serum ini. Meskipun untuk mengatasi jerawat yang baru muncul, rasanya serum ini gak terlalu membantu mempercepat penyembuhannya. 


Untuk klaim yang lain-lain, rasanya butuh waktu yang lebih lama untuk saya bisa merasakannya. Terutama klaim tentang anti penuaan dini. Itu bukan sesuatu yang bisa didapatkan dalam waktu satu-dua minggu. Iya, kan?

 

Kalian ada yang sudah pernah nyobain Bakuchiol Serum juga? Share pengalamanmu di kolom komentar ya!

Jangan Dibiarkan, Berikut 4 Cara Menghilangkan Trauma Kecelakaan

on
Senin, 31 Mei 2021
Sebagian orang mungkin pernah mengalami suatu kejadian yang membuat trauma. Kondisi ini terjadi disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya yaitu kecelakaan. 


Biasanya Untuk menghapus trauma tersebut memang gak mudah dan membutuhkan usaha yang lebih. Meskipun begitu, ada beberapa cara menghilangkan trauma kecelakaan yang patut dicoba.


Apa aja sih cara yang bisa dicoba? Yuk, simak!

 

credit: Pixabay

 


1. Jangan Ragu Untuk Meminta Dukungan Terhadap Sekitar 


Bagi seseorang yang pernah mengalami kecelakaan dan selamat dari kejadian tersebut, sering kali merasakan trauma. Gak jarang, ada yang jadi menutup diri, lebih banyak diam, dan bahkan ada yang sampai histeris jika dihadapkan dengan alat transportasi tersebut. 


Kondisi mental yang seperti ini harus segera ditangani dengan langkah yang tepat agar tak berujung pada depresi. 


Untuk itu, lakukan cara pemulihan diri dengan meminta bantuan pada orang sekitar. Jangan ragu untuk meminta dukungan dari keluarga dan kerabat. Agar gak semakin berlarut, dan memberi efek buruk pada mental lebih jauh lagi.


Ungkapkan apa yang sebenarnya kita pendam agar lebih lega. Karena memendam perasaan duka sendirian bisa bikin mental makin tertekan. 


2. Memberikan Waktu Terhadap Diri Sendiri


Salah satu langkah yang bisa kita terapkan yaitu dengan memberikan waktu terhadap diri sendiri. Self healing ya bahasa kerennya. Wajar saja jika memilih cara menghilangkan trauma kecelakaan dengan menyendiri tanpa adanya pemaksaan. 


Lama waktu yang diperlukan pun juga berbeda-beda bagi setiap orang yang mengalaminya. Hal ini memang berdasarkan apa yang kita rasakan. Gak bisa dipukul rata antara satu orang dengan orang lainnya.


Dalam jangka waktu tersebut, kemungkinan psikis kita akan berupaya untuk menerima apa yang telah terjadi. Tak hanya itu saja, kita bahkan juga akan belajar memahami cara belajar untuk melanjutkan hidup. 


Hal ini mungkin terjadi, terutama pada kecelakaan yang ada anggota keluarganya tidak bisa diselamatkan. Hiks, naudzubillah.


Selain itu, kita juga bisa menyampaikan pada orang sekitar jika sedang melakukan pemulihan diri sendiri dengan kegiatan positif. 


Kita bisa melakukan berbagai aktivitas yang kita sukai, seperti berlibur, melakukan hobi, atau hanya sekedar beristirahat sejenak. Cara menghilangkan trauma kecelakaan ini mungkin menjadi langkah yang tepat dan ampuh untuk memulihkan diri sendiri. 


3. Melakukan Rutinitas atau Aktivitas Sehari-hari Seperti Biasanya 


Tak berhenti sampai disitu saja, untuk mengatasi rasa trauma sering kali waktu dianggap menjadi obat alami yang paling ampuh. Namun, Jangan paksakan diri kita bisa kembali pada rutinitas yang ada sesegera mungkin.


Cobalah  secara perlahan-lahan untuk kembali melakukan rutinitas sebisa mungkin, seperti makan dengan teratur dan bekerja. 


4. Menghadapi Ketakutan Yang Dirasakan


Cara selanjutnya yang terbilang ampuh untuk atasi trauma karena kecelakaan yaitu dengan mengingat kembali kejadian tersebut. 


Kemudian, cobalah untuk mengatasi rasa takut yang menyertai kita secara bertahap. Langkah ini bermanfaat untuk mengendalikan apa yang dirasakan mengenai kejadian traumatis.

 
Namun perlu diketahui jika cara menghilangkan trauma kecelakaan ini harus dilakukan bersama tenaga profesional atau psikiater. Kita bisa mencobanya jika sudah merasa siap dan ingin mengembalikan hidup seperti sedia kala. Tenang aja ya, datang ke psikiater itu gak apa-apa lho. Jangan termakan stigma datang ke psikiater artinya gila.


Sebab, trauma bisa diatasi tergantung dari kesiapan dan mental dari seseorang. Jadi, carilah bantuan profesional agar bisa mengendalikan emosi dan lekas pulih. 


Itulah beberapa tips yang bisa kita terapkan untuk memulihkan kondisi mental dari trauma kecelakaan. Memang awalnya tidak mudah, namun seiring berjalannya waktu bisa diatasi dengan baik. 


Cobalah dengan memberi waktu sendiri dan meminta dukungan pada orang sekitar. Namun jika kondisinya semakin memburuk, ada baiknya menemui tenaga profesional untuk konsultasi. 


Kecelakaan memang bukan sesuatu yang bisa kita hindari, tetapi bukan berarti tidak bisa kita cegah. Selalu utamakan keselamatan baik di jalan maupun tempat kerja. Lengkapi diri dengan asuransi kecelakaan agar lebih merasa tenang dan nyaman.

Ungkapan Keprihatinan Melihat Wajah Dunia Pendidikan di Era Pandemi

on
Minggu, 11 April 2021

 Huaaa, udah setahun lebih ya ternyata ada kita hidup dengan tatanan baru, semenjak Virus Corona ada!

 

Sebuah tatanan hidup yang sama sekali gak pernah terbayangkan sebelumnya. Dulu tuh mana kebayang sih ke mana-mana harus pakai masker. Mana kebayang lihat anak-anak susia sekolah tiba-tiba harus tiap hari pakai HP, padahal sebelumnya ramai sekali teori parenting soal membatasi anak bersentuhan dengan benda berlayar.

 

credit: Pixabay

 

Dulu kita kira kondisi seperti itu akan beres dalam dua minggu. Lalu molor lagi, masih optimis akan beres dalam dua bulan. Dua bulan berlalu, eh kok gak beres-beres sampai hari ini akhirnya udah setahun lebih.

 

Terutama untuk para orangtua yang anaknya sekolah, dan harus menerima kenyataan bahwa anak mereka harus School From Home sejak pandemi. Bagi masyarakat kota, atau yang memadai secara sumber daya, mungkin waktu setahun sudah cukup membuat mereka beradaptasi dengan baik menghadapi kondisi ini. Tapi bagi yang tidak memadai sumber dayanya, rasanya makin hopeless. Masa depan anak-anak mereka terasa semakin buram.

 

Contohnya di desa kampung halaman saya. Yang sebagian besar orangtuanya sama sekali nggak ngerti teori parenting kekinian. Yang sama sekali nggak ngeh membersamai anak sekolah dari rumah itu gimana caranya. Apalagi di sana, banyak sekali para orangtua yang sekarang memilih bekerja di pabrik, dari pagi sampai sore. Yang artinya, anak dilepas tanpa pengawasan sedikit pun.

 

Lho, orangtua itu kan sebenarnya adalah pendidik utama bagi anak. Sekolah hanya mitra. Ya iya sih. Idealnya begitu. Tapi kan banyak hal di kehidupan ini yang jauh dari kata ideal. Dan selama ini, sekolah ada solusi terbaik bagi ketidakidealan fungsi keluarga dan orangtua di desa saya itu, dan saya yakin juga di banyak desa lain.

 

FYI, dalam kurun setahun ini, ada beberapa kasus anak-anak usia sekolah yang hamil di luar nikah. Ada juga yang tiba-tiba salah pergaulan, ikut kelompok punk. Sedih dan prihatin sekali melihatnya.

 

Terus gimana, kan masih pandemi? Pemerintah juga mengambil kebijakan itu untuk melindungi para anak sekolah?

 

Pertanyaannya (ini sebenarnya bukan pertanyaan saya, melainkan pertanyaan beberapa orangtua di kampung halaman saya itu), sekolah nggak boleh beroperasi kok pasar boleh buka? Pusat perbelanjaan juga hampir semuanya masih beroperasi. Titik kumpul keramaian masih banyak ditemui. Kenapa hanya sekolah yang benar-benar 100% nggak boleh beroperasi?

 

Anak nggak boleh sekolah, toh mereka tetap kumpul dengan teman-temannya, malah tanpa kontrol sedikitpun. Sekali lagi, iya memang ini tidak ideal. Iya, memang bagaimanapun, orangtua harusnya punya andil dalam mengatasi kondisi itu. Tapi yang saya ceritakan di sini adalah kondisi yang memang jauh dari kata ideal.

 

Kalau TK dan SD, okelah memang mungkin terlalu riskan, karena mereka belum cukup mampu memahami jika diberi peraturan untuk menjaga jarak, dll. Tapi untuk anak usia SMP ke atas, rasa-rasanya kok sudah agak bisa diatur ya. Akan jauh lebih baik mereka datang ke sekolah dengan guru yang memberi pengawasan, dibanding kumpul dengan teman tanpa sedikitpun pengawasan.

 

"Data ke sekolah tiap hari saja, mereka belum tentu paham pelajarannya. Belum tentu pinter. Lha apalagi ini sama sekali nggak pernah ke sekolah dan disuruh belajar sendiri?" begitu keluh salah satu orangtua yang saya temui.


Saya sama sekali nggak berniat menyalahkan pemerintah melalui tulisan ini. Saya paham kondisinya memang masih serba sulit. Dan kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Pemerintah pastilah tengah memikirkan langkah terbaik. Semoga dengan sudah divaksinnya para guru dan orang-orang yang ada di bidang pendidikan, pelan-pelan sekolah akan mulai beroperasi kembali. Aamiin.

Review G Cup: Pengalaman Pertama Memakai Menstrual Cup

on
Selasa, 16 Maret 2021

Wow, gak nyangka saya akan menulis tentang pengalaman pertama memakai menstrual cup. Karena dulu juga gak nyangka suatu hari akan beralih dari pembalut ke menstrual cup. Hehe.

 

Pertama kali banget tau bahwa di dunia ini ada alternatif pembalut bernama amenstrual cup, kalau gak salah tahun 2019 dari cerita Mbak @atiit di blognya, yang saat itu juga sedang bercerita tentang pengalaman pertamanya menggunakan menstrual cup.


Saat itu saya benar-benar yang heran campur takjub campur ngeri. Gak bisa bayangin benda dengan bentuk semacam itu dimasukin ke vagina. Setelah membaca cerita Mbak @atiit tentang menstrual cup itu, saya cerita ke paksu. Hanya sekedar cerita bahwa ternyata ada lho alternatif pembalut macam begitu.


Respon pertama paksu? Udah, gak usah aneh-aneh pengen coba! Wkwkwkwk, tau banget istrinya mudah digoyahkan rasa penasaran. Tapi saat itu rasanya belum terbersit sedikitpun untuk beralih ke menstrual cup.


Lambat laun, postingan tentang menstrual cup di IG semakin banyak. Makin banyak yang beralih ke menstrual cup, tidak terkecuali para selebgram, yang kemudian sharing tentang pengalamannya beralih dari pembalut melalui postingan feed maupun instastory. Yang kemudia membuat menstrual cup semakin dikenal.


Saat itulah rasa penasaran saya mulai terpancing. Saya mulai banyak baca tentang menstrual cup, meskipun tetap saja ada rasa 'ngeri' tiap kali membacanya. Cuma yang bikin saya makin penasaran adalah, kenapa sepertinya 'ngeri banget', tapi kok hampir semua orang bilang pakai menstrual cup super nyaman, nyesel kenapa gak dari dulu pindah ke menstrual cup, dan gak akan mau balik ke pembalut biasa lagi setelah kenal menstrual cup? Masa iya sih mereka semua bohong? Kan gak mungkin.


Pertengahan 2020, saya mulai mengalami masalah tiap menstruasi datang. Apalagi kalau bukan iritasi kulit. Dan parah. Dari dulu saya memang selalu iritasi jika memakai pembalut yang ada sayapnya. Merk apapun. Cuma gak separah beberapa bulan belakangan ini. Sedangkan sekarang flow menstruasi saya makin banyak di hari pertama sampau ketiga, yang membuat saya harus memakai pembalut bersayap.


Mulai deh tuh instens cari tau tentang menstrual cup lagi. Dan mulai terbersit niat untuk beralih dari pembalut. Akhirnya saya gabung komunitasnya G Cup. G Cup adalah salah satu merk menstrual cup lokal. Mereka memberi wadah bagi orang-orang yang sedang ingin beralih ke menstrual cup, atau baru awal-awal pakai, di sebuah grup chatt. Meski gak tiap hari ada obrolan, tapi lumayan sering ada yang sharing tentang pengalaman pertama mereka menggunakan G Cup.


Akhirnya, setelah sekian lama menimbang-nimbang, mengawali tahun 2021 (awal Januari) saya memantapkan diri untuk membeli G Cup.


Review Singkat G Cup, Reusable Menstrual Cup


G-Cup-Menstrual-Cup


Seperti yang saya bilang di atas, G Cup merupakan brand menstrual cup lokal, yang tentu saja harganya jauh lebih terjangkau dari menstrual cup brand luar. Tapi mereka menjamin bahan silikon yang mereka gunakan adalah silikon medical grade. Jadi aman, Insyaa Allah.


G Cup memiliki tiga pilihan ukuran, yaitu XS yang biasanya disarankan untuk remaja. Lalu size S untuk wanita yang belum pernah melahirkan, dan size L untuk wanita yang sudah pernah melahirkan. Tapi menurut obrolan teman-teman di komunitas G Cup, banyak juga yang tidak mengikuti pakem itu. Karena pada dasarnya, ukuran vagina dan flow darah menstruasi tiap orang berbeda. Balik lagi ya, kita harus mengenal diri kita sendiri.


Nah, karena ini pengalaman pertama saya membeli G Cup dan baru akan mencobanya, saya akhirnya memutuskan untuk membeli size S meskipun sudah pernah melahirkan secara pervaginam. Kenapa? Karena biar gak parno duluan lihat ukurannya yang gedhe banget. Hehehe.


Itupun setelah sebelumnya saya melemparkan pertanyaan ke grup komunitas, apakah ada yang sudah melahirkan pervaginam tapi pakai size S? Ternyata ada, dan aman aja, yeay!


Pengalaman Pertama Memakai Menstrual Cup


Setelah dinanti-nanti, akhirnya tanggal 29 Januari bulan lalu tamu bulanan saya datang. Antara excited dan deg-degan. Tapi karena mens saya datang ketika saya di kantor, jadi saya nggak langsung nyobain pake G Cup. Karena G Cupnya di rumah, dan belum saya steril.


Barulah keesokan harinya, untuk pertama kalinya saya nyobain pakai G Cup. Yang di luar dugaan, Alhamdulillah saat itu saya tenang. Justru lebih panik saat masih sekedar membayangkan. Hihi. Dan memang salah satu kunci utamanya memang harus tenang, agar G Cup bisa masuk dengan mudah dan tidak sakit.


Apakah langsung bisa? Alhamdulillahnya iya, bisa langsung masuk dengan lancar. Tapi urusan udah bener apa belum makainya, nah itu lain urusan. Hehe.


Tapi pada bulan kedua saya menggunakan menstrual cup, Alhamdulillah sudah mulai ngeh. Udah mulai bisa merasakan, apakah si menstrual cup-nya sudah terpasang dengan baik atau belum.


Beberapa Hal yang Harus diperhatikan Saat memakai Menstrual Cup


Hal pertama yang harus diperhatikan tentu saja tentang kebersihannya. Mengingat menstrual cup ini akan dimasukkan ke dalam tubuh kita. Menurut petunjuk, menstrual cup ini harus disterilkan dengan cara direbus di dalam air mendidih selama kurang lebih 2-3 menit, setiap akan di pakai pertama kali saat menstruasi datang, dan saat menstruasi berakhir atau sebelum menstrual cup kembali disimpan.


Sedangkan selama masa menstruasi, menstrual cup hanya perlu dibersihkan dengan air mengalir saja. Atau beberapa orang menggunakan sabun khusus untuk menstrual cup. Saya sendiri gak pakai sabun sih. Karena sabun khusus menstrual cup agak mahal, sedangkan kalau mau pakai sabun asal-asalan kok takut gak bagus untuk vagina.


Selain kebersihan menstrual cup, kebersihan tangan kita saat akan memasang dan melepas menstrual cup juga harus diperhatikan. Jadi, jangan lupa cuci tangan ya!


Macam-Macam Jenis Lipatan Menstrual Cup

 

Gedhe banget gitu, gimana masukinnya??

 

Tenang, guys... ada caranya.

 

Jadi, ada tigajenis lipatan (sepertinya lebih sih, cuma saya tau dan paham cuma tiga, hehe) yaitu, C-Fold, punch down dan 7-Fold.


Kayak gini nih gambarnya:


G-cup-menstrual-cup


Favorit saya adalah jenis lipatan punch down. Tapi mohon maaf, itu di fotobsaya melipatnya kurang rapi. Soalnya ternyata susah megangin lipatan menstrual cup sambil tangan yang satunya pegang HP untuk ambil gambarnya. Hehe.


Kesan Tentang Menstrual Cup dan Pesan Untuk yang Baru Mau Beralih dari Pembalut

 

Apa yang akhirnya menguatkan saya untuk memutuskan beralih ke menstrual cup?

 

Selain karena sungguh sudah tidak nyaman memakai pembalut karena sering iritasi (perih dan gatal) tiap memasuki hari ketiga menstruasi, saya lama-lama juga mikir, kenapa saya harus takut sih? Kalau se-ngeri yang saya bayangkan, pasti gak akan ada yang mau pakai menstrual cup. Sedangkan kenyataannya, hampir semua orang yang beralih ke menstrual cup, rata-rata bilang nyesel kenapa gak dari dulu kenal menstrual cup.

 

Kesimpulan yang saya ambil, memakai menstrual cup tidak se-ngeri yang ada di bayangan saya selama ini.

 

Dan ternyata? Absolutely, YES! Semua kengerian yang ada dalam benak saya sebelumnya, sama sekali nggak terjadi. Sama sekali nggak sakit, nggak ngganjal, dll.

 

Cuma, saya nggak mau berlebihan. Kalau banyak orang bilang, pakai menstrual cup seperti nggak pakai apa-apa, saya sih gak gitu ya. Saya tetap 'merasa' pakai apa-apa. Bukan karena gak nyaman, tapi lebih ke mainset. Atau mungkin karena masih proses adaptasi. Jadi di pikiran saya masih terus berdengung, ada 'sesuatu' di tubuhku'. Hehe.

 

Tapi sama sih dengan saat pertama kali pakai pembalut dulu. Bahkan dulu lebih parah. Malam pertama saya menstruasi dan tidur dengan pembalut, saya sama sekali nggak bisa tidur. Gara-gara ada sesuatu yang asing nempel di badan saya.

 

Jadi tegangnya pakai menstrual cup justru gak se-tegang saat pertama kali pakai pembalut.

 

Bocor gak?

 

Saya baru dua periode menstruasi memakai menstrual cup. Periode pertama, hari pertama dan kedua masih bocor. Dan masih clueless tentang apakah saya masangnya udah bener atau belum, sudah membuka sempurna di dalam atau belum. Kapan ngosonginnya, dll. Ya wajar lah ya, namanya juga baru pertama kali.


Pada periode kedua, Alhamdulillah udah mulai 'ngeh' tentang gimana cara masang yang bener, udah pas apa belum, jika dipasang seperti ini akan bocor, sedangkan jika seperti ini gak bocor. Dan itu beneran hanya bisa dipraktekkan dan dipelajari langsung, sambil mengenal tubuh kita sendiri. Bener-bener harus learning by doing.

 

Menurut saya, menstrual cup ini terasa sangat nyaman dipakai justru saat flow menstruasi sedang deras-derasnya. Hari kedua-ketiga gitu. Karena bikin sama sekali gak merasa 'becek' seperti saat pakai pembalut, dan bener-bener ngrasa seperti gak sedang pakai apa-apa.


Sedangkan saat darah keluarnya sudah tinggal dikit-dikit, akan agak terasa gak nyaman ketika memasukkan. Sebagian orang menyiasarinya dengan memakai pelumas. Tapi saya sendiri sih enggak. Dan ketika sudah masuk pun sedikit terasa agak mengganjal. Sedikit sih tapi.


Oh ya satu lagi, apakah yang masih virgin boleh memakai menstrual cup? Boleh. Tapi memang ada resiko akan merobek selaput dara. Tergantung value masing-masing orang dalam memaknai sebuah 'keperawanan'.


Tapi kalau saya sendiri, misal saya masih virgin, rasanya saya gak akan pakai menstrual cup. Bukan karena takut selaput dara robek, melainkan rasanya jika saya masih virgin, gak akan kebayang aja untuk memasukkan sesuatu ke vagina. Hehehehe.


So, selamat memantapkan hati untuk beralih ke menstrual cup yaaa teman-teman yang sedang galau :)

Utang, Demi Kebutuhan atau Keinginan?

on
Selasa, 05 Januari 2021

 Hidup tanpa utang. Siapa yang nggak mau? Saya rasa hampir tidak ada satu pun manusia yang ingin memiliki utang. Tapi apa daya jika kondisi menempatkan kita pada posisi yang akhirnya mengharuskan kita untuk memiliki utang? Ya sudah, gimana lagi. Selama utang demi kebutuhan, dan bukan demi keinginan, menurut saya masih bisa dimaklumi.


Saya mengenal utang sebagai metode bertahan hidup yang termasuk paling awal saya ketahui. Sejak kecil. Saat saya mengangsurkan kartu SPP sekolah pada Ibu, kemudia ibu dengan mata menerawangnya menerima. Tidak lama kemudian, biasanya ibu pamit pergi sebentar. Beberapa kali saya curi dengar obrolannya dengan Bapak, ibu harus mencari orang yang bersedia memberikan utang. Demi membayar biaya sekolah 3 anak.

 

Credit: Pixabay

 

Berulang-kali Bapak-Ibu bercerita, bahwa dulu saat kami masih sekolah, gali lubang-tutup lubang, pinjam uang-bayar utanng -- memang siklus yang terus berlangsung. Siklus yang akhirnya bisa diputus, ketika kami anak-anaknya sudah lulus dan kemudian bekerja. Bapak-Ibu bilang, mereka hanya ingin anak-anaknya sekolah dengan baik. Sesuatu yang semoga bisa mengantarkan kami pada  takdir yang jauh lebih baik dibanding apa yang orangtua kami jalani sebelumnya.


Jika kondisinya seperti itu, apakah kita bisa bilang bahwa utang harus tetap dihindari? Lalu lebih memilih anak-anak nggak bisa bayar sekolah?

 

Kembali lagi, utang jika memang demi kebutuhan yang tidak dapat dielakkan, menurut saya tidak apa-apa. Kalau mau utang demi keinginan, pertanyaannya, mau sampai kapan? Mau sampai kapan semua keinginan dituruti sampai harus berutang, sedangkan kita tau keinginan kita itu tidak ada habisnya.


Yang tetap harus diperhatikan meskipun berutang demi kebutuhan, adalah jangan lupa untuk melakukan pertimbangan matang. Pertimbangan seperti apa? Yang paling sederhana sih dengan melihat, berapa persentase utang kita yang masih berjalan jika dibandingkan dengan penghasilan yang kita terima. Persentase idealnya, jumlah utang kita nggak boleh lebih dari 30% dari penghasilan kita.

 

Baca juga: Persentase Pengeluaran Bulanan Ideal


Masalahnya, soal utang juga sekarang bukan hal yang sederhana. Dulu jaman Bapak-Ibu masih rutin berutang untuk membayar SPP bulanan saya, mereka bisa hanya modal 'omongan', alias meminjam ke saudara atau tetangga. Sekarang? Sepertinya sulit. Apalagi di masa pandemi seperti ini. Semua orang punya beban hidupnya masing-masing. Pinjam ke bank? Lebih nggak mungkin lagi, karena prosesnya yang cukup panjang dan syaratnya yang cukup banyak.


Sebagai solusi bagi yang memang benar-benar butuh pertolongan keuangan, Tunaiku mungkin bisa menjadi jawabannya. Tunaiku adalah sebuah situs pinjaman online yang telah yang telah beroperasi sejak tahun 2014, dan berdiri di bawah PT. Bank Amar Indonesia, Tbk. Selain itu, Tunaiku juga telah diawasi oleh OJK, sehingga bisa dipastikan Tunaiku merupakan lembaga resmi dan aman.


Proses pengajuan pinjaman melalui Tunaiku hanya butuh waktu yang sangat singkat. Yaitu hanya dengan mengisi form pengajuan pinjaman melalui website. Apa agunan yang dibutuhkan? Kabar baiknya, Tunaiku bisa meminjamkan uang tanpa agunan. Sudah mirip pinjam ke tetangga sendiri ya. Hehe.


Nanti gimana bayar utangnya? Pembayaran utang bisa dilakukan dengan cara transfer melalui ATM maupun M-Banking, atau bahkan bisa dibayar melalui Indomaret atau Alfamart. Wow, kurang mudah apalagi ya?


Tapi sekali lagi mohon diingat, berutanglah jika memang kondisi benar-benar mengharuskan. Bukan karena keinginan. Kemudahan berutang yang diberikan Tunaiku, bisa jadi membuat kita jadi terlena jika tidak diikuti dengan kesadaran finansial dan pengendalian diri yang kuat.


Ingat, jika ingin berutang demi keinginan, mau sampai kapan kita terus menuruti keinginan kita?



Signature

Signature