Review G Cup: Pengalaman Pertama Memakai Menstrual Cup

on
Selasa, 16 Maret 2021

Wow, gak nyangka saya akan menulis tentang pengalaman pertama memakai menstrual cup. Karena dulu juga gak nyangka suatu hari akan beralih dari pembalut ke menstrual cup. Hehe.

 

Pertama kali banget tau bahwa di dunia ini ada alternatif pembalut bernama amenstrual cup, kalau gak salah tahun 2019 dari cerita Mbak @atiit di blognya, yang saat itu juga sedang bercerita tentang pengalaman pertamanya menggunakan menstrual cup.


Saat itu saya benar-benar yang heran campur takjub campur ngeri. Gak bisa bayangin benda dengan bentuk semacam itu dimasukin ke vagina. Setelah membaca cerita Mbak @atiit tentang menstrual cup itu, saya cerita ke paksu. Hanya sekedar cerita bahwa ternyata ada lho alternatif pembalut macam begitu.


Respon pertama paksu? Udah, gak usah aneh-aneh pengen coba! Wkwkwkwk, tau banget istrinya mudah digoyahkan rasa penasaran. Tapi saat itu rasanya belum terbersit sedikitpun untuk beralih ke menstrual cup.


Lambat laun, postingan tentang menstrual cup di IG semakin banyak. Makin banyak yang beralih ke menstrual cup, tidak terkecuali para selebgram, yang kemudian sharing tentang pengalamannya beralih dari pembalut melalui postingan feed maupun instastory. Yang kemudia membuat menstrual cup semakin dikenal.


Saat itulah rasa penasaran saya mulai terpancing. Saya mulai banyak baca tentang menstrual cup, meskipun tetap saja ada rasa 'ngeri' tiap kali membacanya. Cuma yang bikin saya makin penasaran adalah, kenapa sepertinya 'ngeri banget', tapi kok hampir semua orang bilang pakai menstrual cup super nyaman, nyesel kenapa gak dari dulu pindah ke menstrual cup, dan gak akan mau balik ke pembalut biasa lagi setelah kenal menstrual cup? Masa iya sih mereka semua bohong? Kan gak mungkin.


Pertengahan 2020, saya mulai mengalami masalah tiap menstruasi datang. Apalagi kalau bukan iritasi kulit. Dan parah. Dari dulu saya memang selalu iritasi jika memakai pembalut yang ada sayapnya. Merk apapun. Cuma gak separah beberapa bulan belakangan ini. Sedangkan sekarang flow menstruasi saya makin banyak di hari pertama sampau ketiga, yang membuat saya harus memakai pembalut bersayap.


Mulai deh tuh instens cari tau tentang menstrual cup lagi. Dan mulai terbersit niat untuk beralih dari pembalut. Akhirnya saya gabung komunitasnya G Cup. G Cup adalah salah satu merk menstrual cup lokal. Mereka memberi wadah bagi orang-orang yang sedang ingin beralih ke menstrual cup, atau baru awal-awal pakai, di sebuah grup chatt. Meski gak tiap hari ada obrolan, tapi lumayan sering ada yang sharing tentang pengalaman pertama mereka menggunakan G Cup.


Akhirnya, setelah sekian lama menimbang-nimbang, mengawali tahun 2021 (awal Januari) saya memantapkan diri untuk membeli G Cup.


Review Singkat G Cup, Reusable Menstrual Cup


G-Cup-Menstrual-Cup


Seperti yang saya bilang di atas, G Cup merupakan brand menstrual cup lokal, yang tentu saja harganya jauh lebih terjangkau dari menstrual cup brand luar. Tapi mereka menjamin bahan silikon yang mereka gunakan adalah silikon medical grade. Jadi aman, Insyaa Allah.


G Cup memiliki tiga pilihan ukuran, yaitu XS yang biasanya disarankan untuk remaja. Lalu size S untuk wanita yang belum pernah melahirkan, dan size L untuk wanita yang sudah pernah melahirkan. Tapi menurut obrolan teman-teman di komunitas G Cup, banyak juga yang tidak mengikuti pakem itu. Karena pada dasarnya, ukuran vagina dan flow darah menstruasi tiap orang berbeda. Balik lagi ya, kita harus mengenal diri kita sendiri.


Nah, karena ini pengalaman pertama saya membeli G Cup dan baru akan mencobanya, saya akhirnya memutuskan untuk membeli size S meskipun sudah pernah melahirkan secara pervaginam. Kenapa? Karena biar gak parno duluan lihat ukurannya yang gedhe banget. Hehehe.


Itupun setelah sebelumnya saya melemparkan pertanyaan ke grup komunitas, apakah ada yang sudah melahirkan pervaginam tapi pakai size S? Ternyata ada, dan aman aja, yeay!


Pengalaman Pertama Memakai Menstrual Cup


Setelah dinanti-nanti, akhirnya tanggal 29 Januari bulan lalu tamu bulanan saya datang. Antara excited dan deg-degan. Tapi karena mens saya datang ketika saya di kantor, jadi saya nggak langsung nyobain pake G Cup. Karena G Cupnya di rumah, dan belum saya steril.


Barulah keesokan harinya, untuk pertama kalinya saya nyobain pakai G Cup. Yang di luar dugaan, Alhamdulillah saat itu saya tenang. Justru lebih panik saat masih sekedar membayangkan. Hihi. Dan memang salah satu kunci utamanya memang harus tenang, agar G Cup bisa masuk dengan mudah dan tidak sakit.


Apakah langsung bisa? Alhamdulillahnya iya, bisa langsung masuk dengan lancar. Tapi urusan udah bener apa belum makainya, nah itu lain urusan. Hehe.


Tapi pada bulan kedua saya menggunakan menstrual cup, Alhamdulillah sudah mulai ngeh. Udah mulai bisa merasakan, apakah si menstrual cup-nya sudah terpasang dengan baik atau belum.


Beberapa Hal yang Harus diperhatikan Saat memakai Menstrual Cup


Hal pertama yang harus diperhatikan tentu saja tentang kebersihannya. Mengingat menstrual cup ini akan dimasukkan ke dalam tubuh kita. Menurut petunjuk, menstrual cup ini harus disterilkan dengan cara direbus di dalam air mendidih selama kurang lebih 2-3 menit, setiap akan di pakai pertama kali saat menstruasi datang, dan saat menstruasi berakhir atau sebelum menstrual cup kembali disimpan.


Sedangkan selama masa menstruasi, menstrual cup hanya perlu dibersihkan dengan air mengalir saja. Atau beberapa orang menggunakan sabun khusus untuk menstrual cup. Saya sendiri gak pakai sabun sih. Karena sabun khusus menstrual cup agak mahal, sedangkan kalau mau pakai sabun asal-asalan kok takut gak bagus untuk vagina.


Selain kebersihan menstrual cup, kebersihan tangan kita saat akan memasang dan melepas menstrual cup juga harus diperhatikan. Jadi, jangan lupa cuci tangan ya!


Macam-Macam Jenis Lipatan Menstrual Cup

 

Gedhe banget gitu, gimana masukinnya??

 

Tenang, guys... ada caranya.

 

Jadi, ada tigajenis lipatan (sepertinya lebih sih, cuma saya tau dan paham cuma tiga, hehe) yaitu, C-Fold, punch down dan 7-Fold.


Kayak gini nih gambarnya:


G-cup-menstrual-cup


Favorit saya adalah jenis lipatan punch down. Tapi mohon maaf, itu di fotobsaya melipatnya kurang rapi. Soalnya ternyata susah megangin lipatan menstrual cup sambil tangan yang satunya pegang HP untuk ambil gambarnya. Hehe.


Kesan Tentang Menstrual Cup dan Pesan Untuk yang Baru Mau Beralih dari Pembalut

 

Apa yang akhirnya menguatkan saya untuk memutuskan beralih ke menstrual cup?

 

Selain karena sungguh sudah tidak nyaman memakai pembalut karena sering iritasi (perih dan gatal) tiap memasuki hari ketiga menstruasi, saya lama-lama juga mikir, kenapa saya harus takut sih? Kalau se-ngeri yang saya bayangkan, pasti gak akan ada yang mau pakai menstrual cup. Sedangkan kenyataannya, hampir semua orang yang beralih ke menstrual cup, rata-rata bilang nyesel kenapa gak dari dulu kenal menstrual cup.

 

Kesimpulan yang saya ambil, memakai menstrual cup tidak se-ngeri yang ada di bayangan saya selama ini.

 

Dan ternyata? Absolutely, YES! Semua kengerian yang ada dalam benak saya sebelumnya, sama sekali nggak terjadi. Sama sekali nggak sakit, nggak ngganjal, dll.

 

Cuma, saya nggak mau berlebihan. Kalau banyak orang bilang, pakai menstrual cup seperti nggak pakai apa-apa, saya sih gak gitu ya. Saya tetap 'merasa' pakai apa-apa. Bukan karena gak nyaman, tapi lebih ke mainset. Atau mungkin karena masih proses adaptasi. Jadi di pikiran saya masih terus berdengung, ada 'sesuatu' di tubuhku'. Hehe.

 

Tapi sama sih dengan saat pertama kali pakai pembalut dulu. Bahkan dulu lebih parah. Malam pertama saya menstruasi dan tidur dengan pembalut, saya sama sekali nggak bisa tidur. Gara-gara ada sesuatu yang asing nempel di badan saya.

 

Jadi tegangnya pakai menstrual cup justru gak se-tegang saat pertama kali pakai pembalut.

 

Bocor gak?

 

Saya baru dua periode menstruasi memakai menstrual cup. Periode pertama, hari pertama dan kedua masih bocor. Dan masih clueless tentang apakah saya masangnya udah bener atau belum, sudah membuka sempurna di dalam atau belum. Kapan ngosonginnya, dll. Ya wajar lah ya, namanya juga baru pertama kali.


Pada periode kedua, Alhamdulillah udah mulai 'ngeh' tentang gimana cara masang yang bener, udah pas apa belum, jika dipasang seperti ini akan bocor, sedangkan jika seperti ini gak bocor. Dan itu beneran hanya bisa dipraktekkan dan dipelajari langsung, sambil mengenal tubuh kita sendiri. Bener-bener harus learning by doing.

 

Menurut saya, menstrual cup ini terasa sangat nyaman dipakai justru saat flow menstruasi sedang deras-derasnya. Hari kedua-ketiga gitu. Karena bikin sama sekali gak merasa 'becek' seperti saat pakai pembalut, dan bener-bener ngrasa seperti gak sedang pakai apa-apa.


Sedangkan saat darah keluarnya sudah tinggal dikit-dikit, akan agak terasa gak nyaman ketika memasukkan. Sebagian orang menyiasarinya dengan memakai pelumas. Tapi saya sendiri sih enggak. Dan ketika sudah masuk pun sedikit terasa agak mengganjal. Sedikit sih tapi.


Oh ya satu lagi, apakah yang masih virgin boleh memakai menstrual cup? Boleh. Tapi memang ada resiko akan merobek selaput dara. Tergantung value masing-masing orang dalam memaknai sebuah 'keperawanan'.


Tapi kalau saya sendiri, misal saya masih virgin, rasanya saya gak akan pakai menstrual cup. Bukan karena takut selaput dara robek, melainkan rasanya jika saya masih virgin, gak akan kebayang aja untuk memasukkan sesuatu ke vagina. Hehehehe.


So, selamat memantapkan hati untuk beralih ke menstrual cup yaaa teman-teman yang sedang galau :)

33 komentar on "Review G Cup: Pengalaman Pertama Memakai Menstrual Cup"
  1. Aku tu pengen bangeet bisa pakai menstrual cup tapi masih maju mundur, haha. Kemarin sempat naksir satu yang populer. Tapi harganya lumayan banget. Cuma belum kebayang aja sih gimana rasanya masukin dan bisa pas ke saluran yang seharusnya. Moga2 secepatnya aku bisa pakai mcup juga

    BalasHapus
  2. akuu mau deh pake menstrual cup. tapi ngerrii.. gak dibolehin mama juga soalnya masih gadis hehe

    BalasHapus
  3. Kalau belum menggunakannya rasanya ngeri ya ... tapi kalau sudah menggunakannya tidak ... menurut orang-orang yang sudah pake.

    BalasHapus
  4. Selamaaattt, Kaka Rosaa :D
    Aku masih pake pembalut aja nih
    soale udah nemu merek yg nyaman.

    BalasHapus
  5. Aduh aku serem gak berani. Ngebayangin gimana makenya. Ngeluarinnya. Terus kalau bocor tumpah gimana 😭 perlu banyak motivasi nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga awalnya serem ko liat nya kalo di video yang ngebahas cup . Tapi pas di coba gak semenakutkan itu mba :) kan bahanya silikon dan itu lentur :) dan lembut :) kalo pakai softex kain saya lebih ribet karena harus cuci ,dijemur dan si setrika , awal make kebanyakan bocor tapi gak meleber banget kan baru permulaan , kalo mba udah bisa tenang dan masukin dengan lipatan huruf U dan putar cup untuk di kunci itu tidak akan bocor :)

      Hapus
  6. wah ini namba pandanganku ttg menscup. Positif pula. Makasih banget. Kalau pake pembalut terus, saya merasa nyampah. Tapi, klo mau beli menscup masih ragu-ragu, masih geli. Hihihi.
    Jadi seneng baca ini dan makin yakin mesti beli, plus ukurannya apa, jadi punya pandangan. Iya juga ya, kalau masih gadis, gak mau deh pake ini, main masuk-masukin gitu wkwkw.

    BalasHapus
  7. horeeee aku juga pakai menstrual cup g cup, mbak. Malah baru tahu sampe ada komunitasnya segala. Aku langsung beli aja waktu ada promo, hahah ...

    eh kalau S kayaknya bakal cepat penuh deh soalnya ukuran S - L ini ngaruh ke daya tampung kan? aku pakai L, di awal haid itu bisa tiap 3 jam harus buang. Kalau ga, bocor karena deras banget.

    kalo udah biasa keknya ukuran L bisalah mbaa. ga semengerikan yang dibayangkan cuman emang kaget lah kok ukurannya segede ini, seukuran telapak tangan.

    BalasHapus
  8. Ooh gitu ya jadi menstrual cup ini ga boleh buat anak gadis dulu ya sebaiknya.. i see

    Untung anakku juga Googling banyak banyak tentang apa itu menstrual cup, tampon dll dan hebatnya mereka diskusikan di ... Twitter!

    Nah ini aku udah sounding ke dia, sebaiknya tak usah dulu
    Thanks yo Mbak

    BalasHapus
  9. Aku udah banyak baca review positif menstrual cup ini mbk. Tapi kok ya masih ngeri mau nyobain huhu

    BalasHapus
  10. Dari dulu udah ada keinginan juga untuk nyobain menstrual cup tapi masih ragu Mak sampe sekarang. Kayanya kalo saya pribadi bakal nyobain menstrual pad yang bisa beberapa kali dipake dengan cuci bilas untuk ngurangin sampah pembalut. Tapi kalau udah nikah nanti, mungkin akan coba beralih ke menstrual cup karena rasanya praktis bangettt setelah nonton tutorial pemakaian dan perawatannya.

    BalasHapus
  11. hai mb rosa. Tosss sesama new user mens cup. Saya sudah melewati bulan kedua pake mens cup. Pengen bikin review tapi ntar deh setelah bulan ketiga hahaa.
    Kalau saya kadang msh ada bocor dikiiit. Tapi pakae pembalut biasa pun kdg bocor ya kan...pengalaman dua periode mens pake mens cup sdh bikin malas balik ke pembalut biasa.

    BalasHapus
  12. Sy msh blm bs memantapkan hati mba. Entah kenapa msh kebayang trauma gegara kejadian waktu pasang spiral. Jd kek berkomitmen gak bakal masukin apa2 lg selain nganu. Wkwk

    BalasHapus
  13. Halo mba. Aku beneran kayak mba Ana Oke deh masih maju mundur mau pakai menstrual cup 😃. Tapi masih ya mba sudah berbagi pengalaman

    BalasHapus
  14. Lebih ramah lingkungan ya menstrual cup ini mbak, aku belum tergerak nih coba masih nyaman dengan pembalut kain hehe..

    BalasHapus
  15. Nanya mba, pake celana dalamnya gimana? Apa ada celana khusus? Kelipat gak nanti cup nya. Kalau kita bekerja gimana ? Apa tidak mengganggu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba pasti ngiranya mens cup-nya ada di luar tubuh kita yaa? hihi. Enggak mbak, menscupnya dimasukkan ke dalam vagina. Jadi ya pake celananya biasa aja kayak kita gak sedang memakai apa-apa. hehe

      Hapus
  16. Wah mbak pake juga ya
    Saya masih maju mundur nih
    Soalnya khawatir kalau pas nggak sadar akhirnya penuh
    Dan pas masukin juga kok rada geli sakit gitu ya kubayangkan

    BalasHapus
  17. Masih berusaha mencerna dengan kepala yang nyaman, sudah sering teman teman bilang nyaman dan cara memasukkannya mudah, tapi kok aku masih bingung juga yaa

    Contoh pertanyaan adalah, itu darahnya dibuang setiap kali apa gimana,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, darahnya dibuang per 4 jam sekali, atau tergantung kuantitas darah masing-masing orang. Setelah darah dibuang, cup-nya dipakai lagi.

      Hapus
  18. Uda dari sejak kapan lalu pengeeeen banget coba investasi beli menstrual cup. Tapi belum jadi-jadi karena belum paham rekomedasi merk yang nyaman.
    Baca artikel kak Rosa, aku jadi semakin pengeeen..

    BalasHapus
  19. Aku nih mba belum mantap kayaknya memakai menstrual cup..agak ngeri gitu ya..tapi penasaran juga kepingin coba.. nti deh kutanya temen deket dulu deh yg udah pernah pkai

    BalasHapus
  20. Mbaa.. Saya dr dulu pengen banget loh coba pakai menstrual cup. Tapi takut2 beli menstrual cup yg bener. Jadi mau coba ah yg merek G cup ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. G Cup cocok untuk pemula yg baru mau nyoba dulu, mbak. soale harganya terjangkau. Hehe. Tapi yakin deh kalo udah nyoba mens cup biasanya langsung males balik ke pembalut lagi. hehe

      Hapus
  21. Aku pengen cobain menstrual cup tapi nyalinya masih ciut Mbak. Habis baca ini masih kebayang-bayang aja gimana pakainya dsb. Aku mengukuhkan niat dan semangat dulu deh buat cobain menstrual cup. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. take your time, mbaa. aku juga lamaaaa banget mikirnya. Satu tahun, baru akhirnya baru berani nyobain beneran.

      Hapus
  22. Mba Rosa diriku belum berani make cup nih, hehehe.
    Karena belum punya anak, agak gimana gitu tapi banyak review yang mengatakan cocok.
    Semoga bisa make nantinya buat menjaga lingkungann juga nggak buang banyak pembalut

    BalasHapus
  23. Pas banget nih aku memang lagi pengen beli mens cup, mau nyoba cm ya gitu masih bingung mau beli merk apa dan mana yg bagus

    BalasHapus
  24. Belum pernah pakai menstrual cup dan mikir gangjel enggak ya? Soalnya aku kalau haid sekarang cuma sedikit.

    BalasHapus
  25. Aku udah pakai cup cukup lama .pertama beli 5tahun lalu . Dan itu agak susah belinya. Mungkin belum booming di Indonesia . Terpaksa aku beli di amazon . Enak sih buat aktivitas pas udah di pake . Awalnya aku cuci pakai sabun bayi hehe setelah selesai siklus , coba cari" artikel untuk cuci cup . Kita harus cari sabun yang Ph nya sama . Otomatis aku beli sabun siri ditambah detol cair septik . Jadi aku cucinya pakai itu . Semoga bermanfaat ya :) yang baru make tapi masih bocor . Coba harus tenang ,relax untuk ototnya dan belajar putar cup untuk bisa ke kunci agar gak bocor :)

    BalasHapus
  26. saya hari pertama pakai kak dan masih bingung juga.. karena masih bocor, dan ketika saya cek batang bawahnya nda lurus.. apa karena pemakaian yang belum tepat ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, kemungkinan besar belum tepat pemakaiannya. Gakpapa, dicoba terus pasti lama-lama ngeh sendiri kok, dan kalo sudah berhasil pakai dg benar pasti gak akan bocor. Semangat yaaa.

      Hapus
  27. Aku udah coba menstrual cup ini sebulan. Beneran enak banget rasanya dibanding pakai pembalut. Btw aku masih perawan tapi coba memberanikan diri pake cup, ukurannya pakai yang paling kecil jadi gak terlalu serem hihi. Meskipun masih perawan, sama sekali ga sakit kok saat masukinnya. Malah bersyukur bgt bisa pindah ke mens cup. Kalau aku saat masukinnya selalu pakai pelumas sih biar lancar dan ga sakit. Keputusan untuk pindah ke mens cup pun agak ditentang ibuku, tapi aku tetap mau pakai karena toh ini tubuhku dan aku sudah 19 tahun. Saya juga tidak beranggapan bahwa nilai keperawanan hanya dari selaput dara. So, buat remaja pun boleh yaa.. Namun kembali lagi ke diri masing-masing. Semangat! Pakai mens cup membantu mengurangi pencemaran lingkungan lohhh...

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)

Signature

Signature