Review Glass Skin Overnight Serum dari Kleveru Organics

on
Kamis, 17 September 2020

Pernah dengar peribahasa 'buruk rupa, cermin dibelah'?

 

Peribahasa itu bermakna tentang seseorang yang menyalahkan pihak lain atas kondisinya yang buruk. Saya kira, peribahasa itu hanya akan menjadi salah satu materi Bahasa Indonesia di masa sekolah bagi saya. Siapa sangka bahwa pada suatu masa, saya ada di kondisi yang merasa relate sekali dengan peribahasa itu. Tapi dalam arti harfiahnya.

 

'Buruk rupa, cermin dibelah'. Yap, kurang lebih dua bulan lalu, setiap bercermin rasanya saya ingin membelah cermin di depan saya. Jengkel, marah, sedih, nggak percaya diri. Semua bercampur menjadi satu.

 

Pasalnya, tiap bercermin saya melihat banyak sekali noda hitam bekas jerawat bertebaran di muka saya. Jerawat aktifnya memang sudah mulai berkurang saat itu, tapi bekas jerawatnya, oh my God! Sumpah ya, saya nggak pernah menyangka kalau masalah jerawat ini bisa sebegitu mempengaruhi mood dan kepercayaan diri.

 

Singkat cerita, akhirnya saya berselancar di dunia maya untuk mencari produk skincare apa kira-kira yang bisa membantu untuk menghilangkan bekas jerawat saya dengan agak lebih cepat. Setelah memebaca banyak review dan testimoni, serta menimbang dari berbagai aspek, akhirnya pilihan saya jatuh pada Glass Skin Overnight Serum dari Kleveru Organics.

 

 

 

Kleveru merupakan nama salah satu brand skincare lokal yang promosinya berbasis di Instagram, dan penjualannya melalui beberapa marketplace, serta ada juga beberapa reseller. Saya memang cenderung berusaha untuk selalu memilih brand lokal, karena kalau ada produk lokal yang bagus, kenapa harus produk luar kan? Itu menurut saya sih.

 

Baca juga: Kesalahan Saat Proses Mencari Produk Skincare yang Cocok 

 

Nah, langsung saja yuk kita kupas tuntas tentang Glass Skin Overnight Serum dari Kleveru ini.


Ingredients:

Aqua, Lactic Acid, Panthenol, Glycolic Acid, Daisy Bellis Perennis Extract, Aloe Vera Leaf Extract, Salicylic Acid, Centella Asiatica Extract, Glycerin, Tromethamine, Ceramide, Licorice Glycyrrhiza Glabra Extract, Phenoxyethanol, Propanediol, Hydroxyethylcellulose, Albatrellus Ovinus Extract, Citric Acid, Tocopheryl Acetate (Vitamin E).


 

Cara Pakai:

Gunakan saat malam hari pada wajah dan leher yang sudah dibersihkan. *Lanjutkan 10 menit kemudian dengan face oil atau pelembab. Waktu penggunaan diawali 2-3 kali per minggu.

 

Klaim:

Kleveru Glass Skin Overnight Serum adalah serum yang mengeksfoliasi kulit secara lembut dengan AHA(5%) & BHA (1%) untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan menstimulasi regenerasi sel kulit baru. Menggunakan bahan baku berkualitas pilihan yang aman digunakan pada kulit wajah.


 

Selain mengeksfoliasi secara lembut, serum ini mengandung ekstrak Licorice, bunga Daisy, Vitamin B5 (panthenol) dan Ceramide sehingga membantu kulit tampak lebih cerah, melembabkan, menghaluskan kulit wajah, memberikan kenyamanan saat pemakaian sehingga anti inflamasi dan melindungi barrier kulit agar tetap sehat.

 

Packaging:

Glass Skin Overnight Serum dari Kleveru dikemas dalam sebuah botol yang terbuat dari kaca yang cukup kokoh, dan dilengkapi pump sehingga higienitas produk terjaga. Sayangnya, tutup botolnya kurang bisa menutup dengan kencang, alias mudah lepas.

Botol Glass Skin Overnight Serum dari Kleveru dikemas lagi dalam sebuah karton berwarna kombinasi biru muda dan putih, seragam dengan motif pada botol di dalamnya. Di badan karton, tercantum semua informasi produk, seperti nomor registrasi BPOM, ingredients, cara pakai, klaim, dll.

 

Tekstur dan Aroma:

Glass Skin Overnight Serum memiliki tekstur cair dan bening. Karna tanpa fragrance, jadi aromanya menurut saya khas produk exfoliant. Nggak bisa dikatakan enak aromanya, tapi nggak terlalu mengganggu juga.

 

Harga:

Kurang lebih Rp 150.000. Tapi Kleveru sering memberi diskon, begitu juga dengan beberapa resellernya.


Impression:

Di awal pemakaian dulu, saya memakai serum ini dua kali dalam sepekan. Saya memakainya sebanyak 2 pump setiap kali memakainya. 2 pump sudah cukup untuk satu muka. Hemat banget, kan?

 

Saat diaplikasikan, Glass Skin Overnight Serum ini mudah menyerap. Saya sempat deg-degan dulu, karna di awal pemakaian serum ini, kebetulan saya belum nemu moisturizer yang cocok. Karna saya sudah bertekad untuk nggak memakai dua produk baru dalam waktu bersamaan, jadi saya putuskan untuk nggak pakai moisturizer dulu, sampai melihat reaksi Glass Skin Overnight Serum di wajah saya.

 

Sebenarnya itu sebuah kesalahan besar dalam teori per-skincare-an.  Pasalnya, Glass Skin Overnight Serum ini merupakan salah satu produk exfoliant, yang mana seharusnya diimbangi dengan pemakaian produk yang menghidrasi dan melembabkan kulit, agar kulit tidak kering dan iritasi. Seperti juga yang sudah dicantumkan di bagian cara pemakaian.

 

Amazingnya, Alhamdulillah kulit saya baik-baik saja. Tidak kering, mengelupas atau iritasi. Wow! Padahal bisa dibilang ini produk dengan kandungan AHA tertinggi yang pernah saya coba.

 

Efek pasca pemakaian, kulit jadi terasa lembut sekali. Pori-pori kulit juga jadi agak mengecil. Efek cerahnya terlihat setelah beberapa kali pemakaian. Untuk kemampuan mengatasi jerawat, menurut saya nggak se-oke Centella Herb Serum-nya Aubree. Tapi kalau untuk mengatasi bruntusan, Glass Skin Overnight Serum ini jago sekali!

 

Baca juga: Review Centella Herb Serum dari Aubree 

 

Lalu bagaimana dengan mengatasi bekas jerawat kehitaman?

 

Saya nggak akan melebih-lebihkan. Glass Skin Overnight Serum dari Kleveru ini memang cukup membantu menyamarkan noda bekas jerawat kehitaman agak lebih cepat. Tapi jangan expect langsung terlihat efeknya setelah satu-dua kali pemakaian ya! Tidak seampuh itu.

 

Kesimpulan

Glass Skin Overnight Serum dari Kleveru ini menurut saya produk yang sangat keren dan patut dicoba, karna dia mengeksfoliasi kulit dengan sangat lembut dan tapa iritasi atau kemerahan. Apakah akan re-purchase? Maybe YES, maybe NO. Maybe NO-nya bukan karena tidak puas dengan produk ini, tapi bisa jadi saya ingin mencoba produk lain. Hehehe. 


Anyway, saya menemukan rahasia lain untuk mengatasi bekas jerawat kehitaman yang sudah sekian lama bertengger di wajah saya. Mau tau? Tunggu di postingan selanjutnya ya! :)

Berwisata Saat Pandemi, Sebaiknya Perhatikan Beberapa Hal di Bawah Ini

on
Jumat, 11 September 2020

Saat anjuran untuk work from home dan di rumah aja mengemuka bersamaan dengan resminya Indonesia terjangkit virus covid-19 seperti berbagai negara lain, saya adalah salah satu orang yang sama sekali merasa nggak masalah dengan anjuran tersebut. Bahkan cenderung menyambut dengan sukacita -- di luar perasaan takut dan waswas melihat perkembangan kasus covid-19 tentu saja.

 

Tapi ternyata nggak semua orang seperti saya. Sebagian orang -- sepertinya yang punya karakter ekstrovert -- cenderung cukup resah menghadapi anjuran di rumah aja. Bagi mereka, beraktivitas di luar rumah dan bisa bertemu banyak orang adalah kebutuhan. Apalagi yang selama ini memang sering traveling, hang out, kumpul-kumpul, pasti nggak mudah menghadapi era kebiasaan baru seperti ini.

 

Saya kira, saya akan selamanya enjoy dengan kebiasaan untuk nggak ke mana-mana selain kerja. Toh selama ini saya memang jarang sekali berwisata atau semacamnya. Tapi ternyata saya salah. Ada masa di mana saya merasa jenuh dan ingin melihat 'dunia luar'. Dan sepertinya apa yang saya rasakan itu, juga dirasakan oleh banyak orang.

 

Sayangnya, banyak yang ketika merasakan itu, langsung memperturutkan hawa nafsunya untuk jalan-jalan atau berwisata, dan mengabaikan protokol kesehatan yang seharusnya tetap diperhatikan. Contohnya saat salah satu mall besar baru di Semarang yang digadang-gadang bisa menjadi salah satu destinasi wisata Semarang mulai beroperasi meskipun belum total, banyak orang yang langsung berbondong-bondong datang ke sana. Tidak peduli meskipun harus berdesakan -- yang merupakan salah satu larangan di era pandemi ini. Mungkin mereka adalah orang-orang yang sudah jenuh dengan anjuran di rumah aja.

 

Apakah salah?

 

Jenuhnya sih nggak salah ya. Itu manusiawi. Tapi mengabaikan protokol kesehatannya, jelas salah banget. Kalau sakit terus sakitnya dibawa sendiri sih ya, silakan. Resiko ditanggung penumpang. Masalahnya, virus covid-19 adalah virus yang mudah sekali menular. Belum lagi tenaga kesehatan dan Rumah Sakit yang sudah mulai kewalahan.

 

 

Nah, kalau memang sudah sangat jenuh dan ingin sekali berwisata padahal masih pandemi, sebaiknya tetap perhatikan hal-hal di bawa ini:

 

1. Tetap patuhi protokol kesehatan

 

Jelas ini yang utama. Pakai masker, jaga jarak, jaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan atau memakai hand sanitizer, dan lain-lain. 


2. Pilih destinasi yang tidak terlaluh jauh dari rumah dan memungkinkan untuk jaga jarak

 

Sekarang destinasi wisata sudah banyak sekali dan ada di mana-mana. Biasanya, destinasi wisata yang ada di alam terbuka, lebih memungkinkan kita untuk bisa tetap jaga jarak. Untuk yang tinggal di Semarang, destinasi wisata keluarga di Cimory, atau Ayanaz di Gedong Songo.


3. Minimalkan bertransaksi dengan orang lain

 

Sebaiknya, nggak perlu beli oleh-oleh macam-macam dulu ketika berwisata saat pandemi, demi meminimalkan bertransaksi dengan banyak orang.


4. Bawa Bekal Makan dan Minum dari Rumah

 

Ini juga salah satu bentuk usaha agar tidak banyak bertransaksi dengan orang lain. Sebisa mungkin kita sudah membawa bekal dari rumah, minimal air mineral dan snack. Terutama jika kita mengajak anak kecil saat berwisata. Kalaupun harus makan di tempat makan yang ada di area wisata, kembali perhatikan protokol kesehatan. Pilih tempat makan yang tetap memungkinkan kita untuk menjaga jarak.

 

5. Segera membersihkan diri sepulang dari berwisata.

 

Ini termasuk salah satu bagian dari protokol kesehatan ya sebenarnya. Saat pulang dari beraktivitas di luar rumah, termasuk berwisata, segeralah membersihkan diri dengan mandi dan berganti baju. Baju yang sebelumnya dipakai, sebaiknya segera dicuci.

 

Dengan memperhatikan beberapa hal di atas, semoga kita bisa mendapatkan win-win solution. Jenuh teratasi, namun tetap menjaga diri dari paparan virus covid-19. Yah, meskipun tetap saja, sebenarnya yang terbaik adalah dengan tetap menahan diri untuk tidak banyak bepergian dulu saat ini, kecuali benar-benar mendesak.

 

Stay safe and stay healthy yaaa, teman-teman :)

6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Proses Mencari Produk Skincare yang Cocok

on
Kamis, 10 September 2020
Memiliki kulit cantik, sehat dan glowing merupakan idaman setiap wanita. Meski dalam perjalanannya, seringkali hal itu bukanlah hal yang mudah untuk dimiliki. Banyaknya aktivitas di luar rumah yang mengharuskan kulit terpapar sinar UV, debu dan polusi, bisa membuat kulit mengalami banyak masalah. Di antaranya, kulit kusam, berminyak dan jerawat.

Karena itu, mau tidak mau kita harus melakukan sesuatu jika ingin memiliki kulit wajah yang cantik dan sehat. Tidak bisa lagi hanya mengandalkan air wudhu untuk membuat kulit kita bercahaya. Dulu saat kita masih usia remaja mungkin bisa. Tapi semakin bertambahnya usia, kemampuan kulit untuk meregenerasi diri juga semakin menurun.

Skincare menjadi salah satu jurus jitu untuk membantu menutrisi kulit kita yang sudah mulai berkurang kemampuan regenerasinya. Saat ini, sudah banyak sekali berbagai jenis produk skincare yang muncul di pasaran. Apalagi sejak merebaknya tren metode skincare berlapis-lapis a la Korea.

Banyak wanita yang mulai gencar untuk mencoba berbagai macam produk skincare, dan menerapkan berlayer-layer step, demi mendapatkan kulit mulus tanpa cela seperti para artis Korea. Dari mulai first cleanser, second cleanser, essence, toner, serum, dll. Tidak terkecuali saya.
 

 
Sayangnya, sebagian orang yang sedang sangat semangat mencari produk skincare yang cocok untuk kulitnya itu, seringkali membuat beberapa kesalahan yang justru membuat kulitnya jadi bermasalah. Lho kok bisa gitu? Bisa jadi karena dalam proses mencari produk skincare yang cocok, mereka tidak memiliki bekal pengetahuan sama sekali. Sehingga seperti berjalan di kegelapan tanpa penerangan, alias hanya meraba-raba.

Nah, berikut ini merupakan beberapa kesalahan yang biasa dialami saat sedang dalam proses mencari produk skincare yang cocok untuk kulit. Termasuk saya sendiri pun mengalami beberapa kesalahan di bawah ini.

Apa aja sih?

1. Hanya fokus pada masalah utama kulit

Ini kesalahan utama yang dulu saya lakukan. Saat awal memiliki keinginan untuk mencari produk skincare yang cocok untuk kulit saya, wajah saya sedang mengalami masalah jerawat yang tidak berkesudahan. Maka saat itu saya hanya fokus pada masalah utama tersebut, yaitu jerawat. Saya asal comot produk apapun yang ada embel-embelnya ‘mengatasi jerawat’.

Padahal setelah mempelajari lebih lanjut, jerawat merupakan masalah kulit yang disebabkan oleh banyak sekali faktor. Jerawat bisa dipengaruhi kondisi internal tubuh, seperti hormon, asupan makanan, tingkat stress, dll. Juga bisa dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti kualitas air yang kita pakai, polusi udara di tempat tinggal kita, dl.

Pengetahuan tentang penyebab dari masalah utama kulit kita, sangat berpengaruh pada ketepatan kita dalam mencari produk yang tepat untuk mengatasinya. Contoh dari pengalaman saya saat itu, masalah jerawat saya ternyata karna faktor gaya hidup dan hormon. Tapi karna saya hanya asal comot produk yang punya embel-embel mengatasi jerawat, yang kebanyakan membuat kulit menjadi lebih kering, kulit saya bukannya membaik malah jadi berjerawat semakin parah.
 
2. Mudah tergiur klaim produk

Ini masih ada hubungannya dengan poin pertama di atas. Saya hanya fokus pada klaim produk, tanpa mencari tau apa ingredientsnya dan apa efek samping dari ingredients tersebut.

Padahal, ada beberapa ingredients dalam skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan. Contohnya, Vitamin C dan AHA. Atau, ada juga beberapa ingredients yang sebaiknya dihindari oleh masalah kulit tertentu. Hal-hal seperti ini nggak akan pernah kita ketahui kalau kita hanya fokus dan mudah tergiur klaim produk, tanpa belajar tentang kandungan-kandungan dalam skincare.

3. Lapar mata tiap habis nonton review dari beauty influencer

Coba kalian buka video-videonya para beauty influencer seperti Suhay Salim, Tasya Farasya, dll. Kalian pasti akan mendapati banyak orang berkomentar, ‘duh aku lapar mata tiap habis nonton Suhay Salim’. Yup, itu merupakan perkara umum yang dilakukan oleh orang-orang yang sedang dalam proses mencari produk skincare yang cocok. Tidak terkecuali saya dulu.

Namun kita seringkali lupa bahwa jenis kulit yang dimiliki oleh si beauty influencer dengan yang kita miliki bisa jadi amat berbeda. Belum lagi tentang produk-produk lain yang sehari-hari dia pakai, sudah pasti jauh berbeda dengan kita. Jadi salah besar jika kita lapar mata tiap habis nonton review produk tertentu dari para beauty influencer, lalu berharap kita punya kulit sebagus mereka.

4. Mencoba beberapa produk baru dalam waktu bersamaan

Ini nih yang paling fatal dan dulu sering saya lakukan! Saya sering mencoba produk baru dalam waktu bersamaan. Mengapa hal ini merupakan kesalahan?

Karena ketika kulit kita menunjukkan reaksi tertentu, misal jadi tumbuh jerawat, kita akan kebingungan hal itu disebabkan oleh produk yang mana. Kita jadi kesulitan menentukan mana produk yang cocok untuk kulit kita dan bisa dipakai untuk seterusnya, dan mana yang sebaiknya dihentikan.

Maka dari itu, sebaiknya beri jeda kurang lebih dua minggu untuk masing-masing produk saat akan mencoba beberapa produk skincare yang sama-sama belum pernah kita pakai sebelumnya.

5. Mengabaikan Basic Skincare

Saat masih mencari-cari produk skincare yang cocok untuk kulit kita, sebagian orang justru terlebih dulu fokus pada step tingkat lanjut seperti essence dan serum. Setidaknya dulu itu yang saya lakukan. Padahal di saat bersamaan, saat belum memiliki basic skincare yang solid.

Tentu saja hal ini termasuk kesalahan. Basic skincare yang terdiri dari cleansing, toning, moisturizing dan protecting atau sering disingkat CTMP, merupakan salah satu kunci utama kulit yang sehat. Jangan pernah abaikan basic. Karna mau sebagus apapun serumnya, kalau basic skincarenya diabaikan, maka tidak akan memberikan efek yang maksimal.

6. Ingin hasil instan


Beberapa waktu lalu, seorang teman bercerita sedang mencari produk skincare yang bisa menghilangkan noda bekas jerawat di wajahnya. Lalu ia mengeluh bahwa produk yang ia coba tidak memberikan efek yang signifikan. Saat saya tanya sudah berapa lama ia mencoba produk tersebut, ia menjawab 5 hari.

Saya melongo. 5 hari, dan ia berharap noda bekas jerawatnya sudah hilang sama sekali?

Tapi saya memaklumi, karna kesalahan ini memang sering dilakukan. Saya juga dulu begitu. Padahal, produk skincare yang aman, membutuhkan proses dan waktu yang tidak instan untuk bekerja dan menunjukkan hasilnya. Kalau hasilnya instan, kita justru patut waspada, jangan-jangan ada kandungan yang berbahaya di dalamnya.

6 point kesalahan di atas, merupakan pengalaman saya pribadi, dan ternyata banyak juga dilakukan oleh orang lain. Kok bisa tau? Dari hasil membaca postingan komentar-komentar di akun beauty inflencer seperti @kinans.review, vlog Mbak Affi Assegaf, dan lain-lain. Saya membagikannya di sini, agar kalian yang membaca tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama.

Menemukan produk skincare yang cocok untuk kulit kita memang sebuah perjalanan panjang yang kadangkala terasa berliku. Jadi wajar saja jika dihiasi beberapa kesalahan. Justru kita akan belajar banyak dari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan itu.

Tidak apa-apa. Tetap semangat yaaa kalian yang masing proses pencarian. Insyaa Allah saat sudah menemukan produk yang kita butuhkan dan cocok untuk kulit kita, hasilnya akan sepadan dan membuat bahagianya berlipat ganda.

Butuh Dana Darurat? Berikut 4 Situs Pinjaman Online Aman dan Terpercaya

on
Sabtu, 05 September 2020

Saat mengikuti kulwap tentang financial planing, salah satu komponen perencanaan keuangan yang nggak boleh dilupakan adalah pos dana darurat. Idealnya, kita harus memiliki dana darurat sebesar minimal 6 kali jumlah pengeluaran bulanan, jika masih berstatus single. Sedangkan jika sudah berkeluarga dan memiliki anak, idealnya kita harus memiliki dana darurat sebesar 12 kali jumlah pengeluaran bulanan.

Dana darurat tersebut berfungsi sebagai 'pertolongan pertama' jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat. Contohnya, tiba-tiba terkena PHK, atau sakit dalam jangka waktu lama sehingga tidak bisa bekerja selama beberapa bulan. Kita masih bisa memenuhi kebutuhan dengan menggunakan dana darurat tersebut. Atau saat tiba-tiba plafon rumah roboh tanpa terduga sebelumnya, kita juga bisa menggunakan dana darurat tersebut untuk membenahi rumah.

 

credit: Pixabay

Tapi harus diakui, jumlah dana darurat yang ideal tidak bisa dikatakan kecil. Bagi sebagain orang, menyisihkan sebagian pendapatan untuk dana darurat merupakan hal yang rumit. Jangankan menyisihkan untuk dana darurat, untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari saja sudah mepet sekali.

Padahal dalam hidup, keadaan darurat tidak bisa dielakkan terjadinya. Tidak peduli kita punya dana darurat atau tidak, jika keadaan darurat terjadi, kita harus siap menghadapinya.

Lalu bagaimana jika kita tidak punya dana darurat, sedangkan keadaan darurat tiba-tiba menimpa? Pinjam, menjadi solusi tercepat yang mungkin bisa dilakukan. Tapi pinjam ke siapa? Beruntung jika ada saudara atau teman baik yang bersedia membantu kita dengan meminjamkan uang. Hanya saja, kita sama-sama tau bahwa orang lain yang bersedia meminjamkan uang dengan sukarela sekarang makin sulit dicari.

Menjamurnya situs pinjaman online akhir-akhir ini, bisa jadi merupakan solusi untuk masalah tersebut. Hanya saja, jangan lupa untuk memastikan situs pinjaman online tersebut aman dan terpercaya, agar tidak menyebabkan masalah berikutnya di kemudian hari. Minimal, situs pinjaman online tersebut harus terdaftar di bawah pengawasan OJK.

Berikut 4 situs pinjaman online aman dan terpecaya yang bisa kamu pakai jika sewaktu-waktu membutuhkan dana darurat.

1. Tunaiku

Tunaiku merupakan salah satu produk dari institusi finansial resmi yang berbentuk bank dan tercatat serta diawasi OJK, yaitu Amar Bank. Karena berdiri di bawah naungan institusi keuangan resmi berbentuk bank, keamanan data nasabah Tunaiku akan dijaga dengan baik. Situs pinjaman online ini sudah berdiri sejak tahun 2014.

Tidak seperti layanan pinjaman tradisional yang membutuhkan agunan dan macam-macam dokumen lainnya, Tunaiku menyediakan layanan tanpa agunan dan kartu kredit. Yang dibutuhkan jika kamu ingin mengajukan pinjaman di Tunaiku hanyalah KTP, dan formulir yang harus kamu isi secara online.

Jika sebagian besar situs pinjaman online hanya memberikan tenor atau jangka waktu pinjaman yang sangat singkat, Tunaiku memberikan tenor yang cukup panjang, yaitu maksimal 20 bulan. Untuk jumlah pinjaman pun, Tunaiku memberikan limit yang cukup besar, yaitu hingga 20 juta. Berbeda dengan situs pinjaman online lain yang biasanya memberikan limit kecil.

2. Kreditcepat

Jika kamu butuh dana darurat yang harus cair dalam 24 jam, Kreditcepat mungkin bisa jadi salah satu solusi. Hanya saja, limit yang diberikan tidak sebesar Tunaiku, yaitu 8 juta saja. Tenornya pun maksimal hanya 30 hari, sedangkan suku bunganya dihitung per hari.

Kamu hanya butuh mengunggah beberapa dokumen melalui situsnya, dan dana bisa cair dalam waktu 24 jam.

3. Cashwagon

Jika dana darurat yang kamu butuhkan tidak besar, Cashwagon bisa menjadi salah satu pilihan situs pinjaman online yang bis akamu pilih. Ia memberikan limit mulai 500 ribu hingga 5 juta rupiah, dengan tenor maksimal 40 hari dan bunga 1% per hari.

4. Kredivo

Nah, Kredivo ini memiliki plafond yang cukup besar, sama seperti Tunaiku. Yaitu mulai dari 1,5 juta hingga 30 juta. Hanya saja tenor yang diberikan maksimal hanya 12 bulan. Cairnya pun konon terhitunga cepat.

Sebenarnya masih banyak situs pinjaman online yang aman dan terpercaya lainnya. Tapi 4 situs pinjaman online di atas mungkin bisa kamu pertimbangkan, agar tidak bingung jika terlalu banyak pilihan.

Tapi, jangan lupa! Bijaklah dalam memutuskan untuk meminjam uang secara online. Pertimbangkan dengan sangat matang terlebih dahulu sebelum benar-benar memutuskan untuk meminjam. Karna bagaimanapun, syarat dan ketentuan yang cukup mudah, bisa jadi membuat kita terperangkap dalam keputusan yang terburu-buru.

Padahal, sebagian besar situs pinjaman online memiliki suku bunga yang sangat tinggi. Beberapa situs bahkan suku bunganya bukan per bulan, melainkan per hari. Jika tidak dipertimbangkan dengan matang, kita bisa semakin terbebani dengan suku bunga yang besar tersebut.

Jadi sekali lagi, pertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan, dan bijaklah dalam memutuskan.

5 Ide Bermain dan Belajar Untuk Anak Balita

on
Sabtu, 25 Juli 2020
Pandemi Covid-19 ini memang membuat kita merasakan banyak sekali pengalaman baru. New normal life benar-benar kita rasakan. Dari yang sama sekali nggak terbiasa pakai masker, tiba-tiba menjadikan masker sebagai perlengkapan utama yang harus dibawa ke mana-mana. Dari yang tadinya cuci tangan pakai sabun hany asaat sebelum dan setelah makan, tiba-tiba jadi dikit-dikit cuci tangan.

Apalagi bagi anak sekolah dan guru. Mereka harus mulai terbiasa dengan sistem pembelajaran baru melalui daring. Bukan hal yang mudah lho bagi yang belum terbiasa duduk diam konsentrasi di depan layar tanpa berinteraksi langsung.

Bagi anak usia SMP dan SMA sih mending ya, mereka sudah bisa mandiri. Mengurusi segala aktivitas belajar mereka secara daring sendiri. Yang agak repot ya anak sekolah usia TK dan SD. Nggak cuma anak dan gurunya yang sibuk belajar via daring, ibunya pun ikutan kebagian ngerjain tugas. Hihi.

Apalagi kalau anaknya usia balita seperti anak saya. Awalnya, saya berencana memasukkan anak saya ke PAUD tahun ini. Apa daya, karna kondisi belum stabil, saya memilih untuk menundanya terlebih dahulu. Semoga tahun depan semuanya sudah jauh lebih baik.

Kondisi ini membuat kita orangtua dari para balita tiba-tiba harus menjadi guru kreatif. Beruntung, sekarang kita dibantu oleh dunia maya yang menyimpang jutaan ide. Termasuk, ide bermain dan belajar untuk anak balita pun bisa dengan mudah kita cari.

Ini adalah 5 di antara sekian banyak ide bermain dan belajar untuk anak balita:

1. Menempel

Perlengkapan:
Gunting
Kertas F4 atau A4
Stiker Dot
Spidol
Pensil Warna

Cara Membuat:
Gunting kertas menyerupai bentuk ubur-ubur (contoh seperti di gambar), lalu buat lingkaran-lingkaran aneka warna (sesuai warna yang ada di stiker dot) di masing-masing kaki ubur-ubur. Setelah itu, ajak anak untuk menempel stiker dot sesuai dengan warna yang tadi kita buat.

ide ini saya dapat dari IG @idedolanan


Selain belajar menempel yang otomatis akan mengasah motorik halus anak, anak juga bisa sekaligus belajar mengenal warna melalui aktivitas ini. Ohya, FYI, saya beli stiker dot-nya melalui marketplace ya.

2. Menggunting

Aktivitas menggunting ini sebenarnya bisa dilakukan dengan memberikan anak kertas apa saja untuk digunting. Cuma pasti akan kurang menarik perhatian si kecil ya. Lagi-lagi, kita harus menjadi guru kreatif.

Agar lebih menarik, kita bisa membuat pola hewan, buah atau apapun yang disukai si kecil, lalu beri pola garis putus-putus pada kertas yang sudah dibentuk, sebagai pola menggunting si anak.

credit: IG @idedolanan

Selain akan lebih menarik, aktivitas menggunting ini akan membuat si anak belajar fokus untuk mengikuti pola.

3. Sortir Hewan Berdasarkan Habitatnya

Yang perlu dipersiapkan untuk aktivitas ini adalah kita harus membuat worksheetnya terlebih dahulu. Bisa menggunakan kertas asturo, lalu digambar sederhana yang menyerupai laut, darat dan udara.

Setelah itu, cari printable macam-acam jenis hewan di internet, cetak, lalu gunting-gunting.

credit: IG @ayo_bermain-belajar

Kalau semua sudah siap, minta anak meletakkan printable masing-masing hewan di worksheet sesuai habitatnya. Misal, burung, berarti arahkan anak meletakkannya di udara. Lalu ikan, arahkan anak untuk meletakkannya di lautan, dan seterusnya.

4. Mencocokkan Gambar

Untuk permainan yang ini, saya memilih untuk menggunakan alat yang sudah kami punya, alias bel jadi, hehe.

Bukunya macam gini:


Jadi anak akan mencocokkan gambar yang sama antara sisi kiri dan sisi kanan. Buka satu persatu kotak penutup di sisi kiri, lalu letakkan di gambar yang sama di sisi kanan dengan yang baru saja terbuka. Lakukan sampai selesai.

Aktivitas ini akan membuat anak belajar fokus dan teliti.

Kalau nggak punya buku di atas, bisa lho bikin sendiri. Saya pernah lihat di instagram. Di dunia maya apa sih yang nggak bisa dicari, termasuk ide-ide DIY ajaib gitu, hihi.

5. Sorting Warna

Permainan super sederhana ini masih selalu berhasil membuat anak saya semangat. Alatnya hanya pompom dan penjepit.

credit: IG @happykiddos.id

Arahkan anak untuk menyortir pompom sesuai dengan warna masing-masing.

Gimana, semua ide bermain dan belajarnya sangat sederhana kan? Tapi dengan yang sederhana seperti itu saja kita bisa membuat anak senang, sekaligus belajar banyak hal lho.

Semangat yaaaa ibu guru-ibu guru kreatif! :)

Tips Mencari Asuransi Pendidikan Anak Terbaik

on
Rabu, 15 Juli 2020
Anak merupakan sebuah anugerah terbesar yang dititipkan oleh Tuhan untuk dijaga, disayangi serta dididik secara sebaik mungkin, salah satu caranya dengan menyekolahkan sampai jenjang tertinggi. Namun, sudah jadi rahasia umum bahwa biaya sekolah itu mahal.

Untuk menghadapi hal tersebut, orang tua perlu mempersiapkan sejak dini. Dan untuk menyiapkan itu, orang tua perlulah mengetahui cara mencari asuransi pendidikan anak terbaik saat ini.

Apa tips dan caranya?

Cara Mencari Asuransi Pendidikan Anak Terbaik

credit: Pixabay


Akhir-akhir ini, banyak orang tua mulai melirik serta menggunakan layanan asuransi khusus pendidikan.

Jenis asuransi yang dipandang bisa membantu orang tua mempersiapkan dana pendidikan untuk anak.

Namun, perlu juga diketahui bahwasanya asuransi pendidikan tersebut memiliki beberapa jenis berbeda-beda. Sebagaimana dikutip dari Duwitmu, orang tua haruslah pintar-pintar dalam memilih dengan memperhatikan hal - hal berikut, yaitu:

1. Tentukan Jumlah Dana Pendidikan

Karena Anda memilih untuk mendaftarkan diri mengasuransikan pendidikan anak, pastilah tujuan utamanya agar kebutuhan serta biaya sekolah si kecil terpenuhi di masa mendatang. Orang tua perlulah menentukan berapa jumlah dana yang dibutuhkan gunakan menyekolahkan tersebut.
Sebab, dengan paham jumlah dana pendidikan akan sangat berguna sebagai langkah awal sebelum memilih asuransi terbaik untuk anak. Selain itu, pasti tidak diinginkan bila pada saatnya tiba ternyata biaya atau dana yang telah disimpan ternyata kurang. Maka, guna menentukannya sebagai orang tua bijak dapat melakukannya.

2. Pahami Resiko Asuransi Pendidikan

Setelah mengetahui berapa biaya yang akan dikeluarkan ketika suatu saat anak masuk sekolah, kini orang tua juga perlu memahami risiko-risiko dari asuransi pendidikan sejak awal. Sebab, nanti pasti akan terdapat beberapa pilihan penyedia layanan dengan berbagai produk penawarannya.

Sehingga, bila sejak awal orang tua mengetahui akan manfaat, maka tidak akan terperosok atau merasa keliru memilih di kemudian hari. Sebagai contoh, Anda memilih produk asuransi berbentuk investasi maka, risiko yang akan diterima pastilah lebih besar daripada asuransi dana pendidikan.

3. Mengenal Produk Secara Detail

Cara memilih asuransi pendidikan anak terbaik selanjutnya ialah, melakukan pengenalan produk dengan lengkap. Hampir seluruh perusahaan penyedia layanan jasa jenis asuransi untuk pendidikan terdapat bermacam pilihan. Ini berarti, akan terdapat pula banyak fitur berbeda di setiap tempatnya.

Sehingga, orang tua perlulah mengenali secara detail kelebihan serta kekurangan dari masing-masing produk. Setidaknya ada 2 pilihan jenis layanan pendidikan. Pertama Asuransi Unit Link, yang mana mempunyai fungsi investasi juga. Sehingga selain berasuransi Anda juga mendapat manfaat berinvestasi.

Kedua ialah dana Pendidikan Manfaat Pasti, berbeda dengan sebelumnya yang memiliki risiko sangat besar saat berinvestasi. Asuransi ini mempunyai penerimaan uang di kemudian hari dengan jumlah jelas sesuai dengan proposal. Sehingga, di antara dua itu tentunya terdapat hal positif negatif yang bisa dipertimbangkan.

4. Mengetahui Biaya yang Dikenakan

Adanya asuransi pendidikan, diharapkan mampu memenuhi seluruh kebutuhan bersekolah anak. Sehingga, bisa mengetahui semua biaya tambahan yang dikenakan suatu saat nanti. Karena, terkadang biaya sekolah buah hati kurang atau bahkan tidak cukup dan habis sebelum dipakai.

5. Menyesuaikan dengan Kebutuhan

Apapun bentuk dan jenis asuransi pendidikan yang orang tua pilih, pastikan seluruh fasilitas atau layanan dari produk tersebut mencukupi dan memenuhi kebutuhan bersekolah anak di masa mendatang. Hal ini akan berhasil bila Anda menyiapkan hitungan penentuan jumlah dana dengan benar.

Lakukanlah penghitungan dengan hati-hati dan benar, kemudian bandingkan antara asuransi satu dengan lainnya. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui mana yang sangat tepat untuk dipilih dan dijadikan pilihan cara mencari asuransi pendidikan anak terbaik.

5 Menu Kuliner Indonesia yang Wajib dicoba Ketika Berkunjung ke Semarang

on
Jumat, 10 Juli 2020
Ketika berkunjung ke suatu daerah, kini kita tak lagi berfokus hanya pada mengunjungi tempat-tempat wisatanya, melainkan hampir bisa dipastikan kita juga akan tertarik mencicipi berbagai menu khas daerah tersebut. Dari situ, istilah wisata kuliner menjadi trend beberapa tahun terakhir ini.

Wisata kuliner menjadi berkembang semakin pesat, ditunjang dengan menu kuliner Indonesia yang sangat kaya jenisnya. Kalau dulu sebagian orang menganggap 'wah' menu-menu asing dari negara lain, kini menu dan makanan tradisional pun tidak kalah pamornya, berkat trend wisata kuliner di berbagai media.

Nah, bagi kalian yang akan berkunjung ke Semarang dan ingin mencicipi kuliner nusantara, 5 menu ini wajib kalian coba ketika berkunjung ke Semarang:

1. Tahu Gimbal

Tahu gimbal merupakan menu yang berisi tahu, gimbal atau udang yang digoreng dengan tepung beras berbumbu, lontong, dilengkapi dengan beberapa jenis sayuran, lalu disiram dengan saus kacang yang dipasukan dengan kecap.

credit: travelingyuk.com


Bisa dibilang tahu gimbal tampilannya agak mirip dengan gado-gado, meski dari segi rasa sangat berbeda. Kalian harus mencobanya ketika berkunjung ke Semarang. Dijamin nggak akan nyesel :)

2. Mie Kopyok

Mie kopyok juga tidak boleh ketinggalan dari susunan menu yang wajib dicoba ketika kalian berkunjung ke Semarang. Mie kopyok merupakan menu kuliner sederhana yang berisi mie, lontong, tahu dan krupuk karak yang diberi kuah dengan bumbu hanya bawang putih saja.

credit: travelingyuk.com


Meski sangat sederhana, mie kopyok terasa sangat khas, dan patut dicoba.

3. Putu Bumbung

Putu bumbung merupakan makanan tradisional yang kini mulai agak langka. Meski begitu, masih ada beberapa penjual putu bumbung keliling di beberapa daerah di Semarang. Biasanya para penjual berkeliling dengan cara menandu berlengkapan berjualan mereka.

credit: cookpad


Putu bumbung terbuat dari tepung beras yang diberi filling gula merah. Yang membuat khas adalah cara membuatnya yang dibuat dengan cetakan dari bambu. Jajanan tradisional ini memiliki rasa yang gurih dari kelapa berpadu manis dari gula merah.

4. Lekker Paimo

Ini salah satu menu jajanan kuliner legendaris di Semarang. Meski hanya berupa warung tenda yang terletak di pinggir jalan, nambun lekker paimo tidak pernah sepi pengujung, bahkan selalu mengular antriannya.

Baca cerita saya saat mencoba Lekker Paimo di sini.

Yang khas dari Lekker Paimo adalah varian isiannya yang terdiri dari banyak sekali pilihan. Sekarang mulai bermunculan lekker yang mencoba mengadopsi ide tersebut. Tapi tetap saja belum bisa menyaingi pamor Lekker Paimo.

5. Lumpia Semarang

Kenapa lumpia saya letakkan di urutan terakhir? Ya karna menu kuliner ini sudah terlalu terkenal. Hehe.

Siapa yang belum tau tentang Lumpia Semarang? Saya yakin hampir tidak ada. Lumpia Semarang sekarang punya banyak sekali pilihan merk terkenal. Kalian boleh coba yang mana saja. Ada Lumpia Mbak Lin, Lumpia Express, dll.

5 menu kuliner di atas, semoga bisa menjadi referensi saat kalian hendak menyusun daftar itinerary wisata kuliner saat akan berkunjung ke Semarang ya. Sebenarnya masih banyak menu yang lain yang wajib kalian coba. Tapi 5 menu kuliner nusantara di atas menurut saya adalah yang paling wajib dicoba saat sedang berkunjung ke Semarang.

Selamat mencoba :)

Tips Traveling Bersama Balita

on
Kamis, 02 Juli 2020
Bagi orang-orang yang mencintai kegiatan traveling, bisa jadi pergi traveling bersama balita bukanlah masalah besar. Namun bagi orang yang tidak terlalu menyukai traveling seperti saya, bertraveling bersama balita merupakan sesuatu yang harus dipikirkan dan direncanakan dengan matang segala sesuatunya. Karna jika tidak, bisa jadi bukannya jadi enjoy dan rileks saat traveling, malah jadi uring-uringan karna kondisi yang serba tidak sesuai harapan.

Tapi tidak dipungkiri, mengajak balita traveling mempunyai banyak sekali manfaat. Salah satunya adalah memberikan ia permata pengalamanku yang tak terlupakan bersama si kecil, yang harapannya menjadi salah satu media membangun bonding yang kuat antara dia dengan ayah-ibunya.

tips-traveling-bersama-balita
Traveling saat faza usianya belum genap 3 tahun


Maka, meskipun sedikit lebih repot, traveling bersama balita tidak untuk dihindari, malah sebaiknya harus diagendakan. Berikut adalah beberapa tips yang biasanya saya lakukan saat harus traveling dengan membawa balita:

1. Pastikan si Balita Sehat Ketika Hendak Pergi dan Selama Traveling

Ini adalah tips pertama dan utama yang harus kita pastikan sebelum dan selama traveling. Karna jika si balita dalam kondisi kurang fit, maka hampir bisa dipastikan ia akan lebih mudah rewel.

Jadi, memastikan ia dalam kondisi benar-benar sehat adalah sebuah keharusan. Karna jika badannya sedang sehat, artinya kita sudah menutup 50% lebih peluang ia rewel selama traveling.

2. Bawa Vitamin dan Obat Darurat

Meskipun kita sudah memastika si balita dalam kondisi benar-benar sehat sebelum berangkat, rasanya vitamin dan obat-obatan darurat semacam paracetamol tetap tidak boleh ketinggalan dari list barang bawaan kita.

Namanya juga anak-anak. Adakalanya mereka tiba-tiba demam, padahal sebelumnya tampak sehat. Jadi lebih baik berjaga-jaga kan?

3. Bawa Makanan dan Mainan Kesukaannya

Makanan dan mainan kesukaan merupakan salah satu kunci jika ingin membuat seorang balita tetap ceria dan terhindar dari cranky. Jadi, jangan sampai lupa yaaa, bu :)

4. Pilihkan Pakaian yang Nyaman

Adakalanya kita sebagai orangtua, ingin memakaikan pakaian yang lucu dan modis kepada anak, tapi mengesampingkan kenyamanannya. Padahal bagi anak, kenyamanan adalah yang terpenting.

Nah, saat sedang traveling, jangan lupa untuk memilihkan pakaian yang tetap nyaman untuk si kecil ya. Pastikan bahannya menyerap keringat, dan modelnya tidak menghalangi kelincahannya dalam bergerak.

5. Pilih Tujuan Traveling yang Ramah Anak dan Ramah Orangtua

Meski ada d list tips paling akhir, bukan berarti ini yang paling tidak penting. Justru ini adalah hal pertama yang harus dipikirkan sejak pertama kali merencanakan traveling dengan membawa balita. Yaitu, tujuan traveling.

Saat mengajak balita traveling, sebaiknya pilih tujuan traveling yang ramah untuk anak, dalam artian membuat anak merasa nyaman dan senang dengan suasananya, sekaligus yang ramah untuk orangtua, yaitu membuat orangtua tidak kesulitan saat hendak beristirahat sejenak. Karna traveling dengan balita pasti capeknya dobel-dobel kan?

Nah, itulah lima tips traveling dengan membawa balita. Jika ke-lima tips di atas sudah dilakukan, Insyaa Allah traveling akan berjalan menyenangkan baik bagi orangtuanya maupunn bagi si balitanya.

Maka, mari kita berdoa agar pandemi lekas berakhir dan hidup kembali benar-benar normal, sehingga kita bisa segera merencanakan traveling bersama si kecil. Sekarang nabung dulu yaaa :)

Yang Orang Lain Lihat dan Yang Orang Lain Tidak Tahu

on
Rabu, 24 Juni 2020
Udah lamaaa sekali rasanya saya nggak nulis curhatan, atau uneg-uneg pikiran di blog ini. Kadang saya mikir, kenapa ya? Rasanya bukan karna males lho. Tapi lebih  karena rasanya gak ada uneg-uneg yang sangat butuh ditumpahkan melalui tulisan super panjang seperti dulu. Pertama, sekarang udah punya teman berbagi setiap waktu. Kedua, kalaupun ada uneg-uneg yang ingin ditumpahkan lewat tulisan, sekrang lebih sering numpahinnya lewat caption di Instagram. Hehe.

Tapi kali ini saya tiba-tiba kembali merasa butuh.

credit: Pixabay


Jadi ceritanya, saya punya teman yang sama beberapa orang dinilai bossy. Yah, saya akui sih, beliaunya emang gaya ngomongnya kadang mengesankan bossy gitu. Terutama buat yang nggak kenal dekat.

Nah, suatu hari dia minta tolong OB kantor untuk dibuatkan teh panas, karna badannya agak meriang. Sama si OB, teh hangat tersebut dianter ke mejanya pake nampan gitu. FYI, yang seperti itu memang enggak lazim di kantor saya. Padahal kalo di kantor lain kebanyakan, OB mah emang tugasnya gitu kan. Di sini enggak. Hampir nggak pernah ada pegawai yang minta dibuatkan minuman sama OB.

Nah, jadi heboh kan teman-teman yang lain. Image bossy-nya jadi makin tampak jelas. Dan, yah seperti biasa, memancing beberapa orang untuk menjadikannya bahan 'obrolan'.

Kebetulan, saya lumayan dekat sama si teman yang dianggap bossy itu. Enggak dekat banget sih, cuma dibanding dengan teman-teman yang lain, bisa dibilang saya yang paling dekat dengan beliaunya.

Kebetulan juga, saya tau bahwa si teman bossy ini sering sekali membantu si OB yang sering mengalami kesulitan dalam hal keuangan. Nah, bagian ini nih yang teman-teman yang lain tidak tau.

Bukannya saya mau bilang, wajarlah dia nyuruh-nyuruh si OB, wong dia sering bantuin si OB. Bukan. Bukan maksud saya untuk bilang memanfaatkan orang lain yang selama ini sering kita bantu itu nggak masalah.

Cuma dalam hal ini, orang lain -- dalam hal ini teman-teman kebanyakan - cuma tau si teman satu itu bossy. Titik. Tapi mereka tidak tau bahwa di balik sikap bossy-nya, dia juga sering bermurah hati membantu orang lain.

Dari situ, saya mengambil pelajaran. Betapa antara yang orang lain lihat dan yang orang lain tidak tau itu jaraknya bisa jauh banget. Bisa menghasilkan persepsi yang 180 derajat bertolak belakang.

Yang orang lain lihat si A itu bisnisnya sukses, hidupnya sempurna. Tapi yang orang lain tidak tau, bisa jadi si A tidurnya tiap malam cuma 1 jam demi mikirin inovasi apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan bisnisnya.

Yang orang lain lihat si B rumah tangganya harmonis, suaminya mapan, anaknya pintar-pintar. Yang orang lain tidak tau, bisa jadi si B harus selalu menekan egonya habis-habisan demi menghindari konflik dengan suami, harus menyiapkan macam-macam media pembelajaran dan mendampingi anak-anaknya sampai gak sempet me time.

Dan seterusnya.

Kita selalu punya pilihan atas persepsi kita, selama kita mau mencoba melihatnya dari beberapa sudut pandang berbeda :')

Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Era New Normal Ala dr. Reisa Broto Asmoro

on
Jumat, 19 Juni 2020
Sejak libur lebaran berakhir, saya termasuk salah satu orang yang sudah mulai menjalani era new normal. Setelah dua bulan lebih diberlakukan sistem kerja piket dan work from home, sejak dua minggu lalu jam kerja kembali seperti semula. Dari jam 8 pagi hingga 4 sore. Yang membuat beda adalah beberapa protokol kesehatan dari pimpinan yang wajib kami taati.

Takut nggak sih udah masuk era new normal?

Emm, kalo saya enggak sih Alhamdulillah. Memang awalnya merasa agak serem ya. Era new normal itu menurut saya mirip hukum rimba. Yang kuat ya yang bertahan. Jadi, jadikan aja itu sebagai prinsip.

Gimana agar kita bisa bertahan di tengah jajahan virus covid-19 yang belum juga mereda tapi sudah harus beraktivitas seperti biasa? Mau nggak mau kita harus jadi kuat!

cara-meningkatkan-daya-tahan-tubuh-di-era-new-normal
sumber: pixabay


Terus gimana caranya agar kita bisa kuat? Tidak lain adalah dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Dokter Reisa Broto Asmoro sebagai tim komunikasi gugus tugas percepatan penanganan covid-19 memebrikan beberapa tips untuk meningkatkan daya tahan tubuh di era new normal seperti saat ini.

1. Makan dengan Gizi Seimbang

Makan dengan gizi yang seimbang sebenarnya sudah menjadi anjuran yang harus dilakukan untuk menjaga ksehatan sejak dulu. Tapi selama ini masih sangat banyak yang mengabaikan. Apalagi dengan makin menjamurnya produk-produk fast food yang menggiurkan.

Di era new normal life, kita tidak boleh lagi mengabaikan itu. Perlahan, pola makan kita harus diubah menjadi lebih baik, dengan menerapkan pola makan dengan gizi seimbang jika ingin daya tahan tubuh kita baik dan bisa menangkal berbagai serangan virus, termasuk virus covid-19.

2. Rutin Olahraga

Sejak masa WFH dan #dirumahaja, salah satu yang hits di sosial media -- terutama tiktok dan instagram -- adalah banyaknya orang yang memposting kegiatan olahraga di rumah. Selain untuk mengisi waktu luang dan mengusir rasa bosan selama di rumah aja, kegiatan itu juga sejalan dengan tips meningkatkan daya tahan tubuh ala dr. Reisa Broto Asmoro.

3. Perbanyak Minum Air Putih

Memperbanyak minum air putih juga bukan hal baru dalam berbagai tips kesehatan. Tapi lagi-lagi, di era new normal, tips ini harus jauh lebih diperhatikan dan diusahakan. Apalagi sekarang banyak sekali minuman-minuman hits, yang secara tidak sadar membuat porsi minum air putih kita menjadi berkurang.

4. Istirahat yang Cukup

Yang selama ini sering begadang, sepertinya harus segera mengubah gaya hidupnya tersebut. Pun yang selama ini workaholic.

Sebagus apapun pola makannya, kalau istirahatnya tidak cukup, tetap saja daya tahan tubuh akan melemah. Terutama jam tidur malam. Konon, tidur di malam hari itu nggak bisa digantikan kualitasnya dengan tidur di siang hari sebanyak apapun.

5. Jaga Kebersihan

Nah, menjaga kebersihan ini ibaratnya benteng pertahanan terakhir dari tubuh kita, saat kita sudah diharuskan beraktivitas seperti biasa di era new normal.

Sering-sering cuci tangan nggak bisa lagi diabaikan. Langsung mandi sesampainya di rumah, setelah beraktivitas di luar, memakai masker saat berkegiatan dan berinteraksi dengan orang lain, dan lain sebagainya.

Ya, mau nggak mau, suka nggak suka, virus mungkin masih akan terus ada di sekitar kita. Dan hidup nggak boleh dibuat lumpuh olehnya. Kita harus bangkit, memperbaiki yang sempat koyak, mengejar yang sempat tertinggal dan melakukan kewajiban-kewajiban yang sempat tertunda karna pandemi ini.

Era new normal mungkin awalnya terdengar menakutkan. Tapi yakin saja, semua akan baik-baik saja, asal kita berusaha dan tidak abai.

Waspada boleh, panik jangan. Gitu, kan?

Selamat menyambut era new normal, teman-teman. Selamat kembali beraktivitas :)

Menumbuhkan Self Love, Bagaimana Caranya?

on
Kamis, 11 Juni 2020
Gimana orang lain mau mencintai kita, jika kita sendiri tidak mencintai diri sendiri? Gitu kata banyak orang.

Tapi saya kurang setuju sih. Akan tetap ada orang yang mencintai kita, meskipun kita tidak atau belum mencintai diri kita sendiri. Yang akan membedakan mungkin adalah penerimanaan kita terhadap cinta orang lain atau pun sikap kita saat mencintai orang lain.

Saat kita belum mencintai diri sendiri atau belum punya self love, saat dicintai orang lain bisa jadi kita akan skeptis. Menganggap orang tersebut tidak tulus, ada maksud buruk tertentu, dll. Karena kita merasa diri kita penuh kekurangan sehingga tidak mungkin atau tidak pantas dicintai seperti itu.

self-love


Begitupun saat mencintai orang lain, tanpa punya self love. Bisa jadi kita akan bersedia menjadi 'budak cinta'. Diam saja saat disakiti, pasrah meski dilakukan semena-mena. Karna meraa 'pantas' diperlakukan buruk oleh orang yang kita cintai.

Di jaman yang makin penuh tantangan ini, menumbuhkan self love menjadi sangat penting. Self love bisa menjadi salah satu benteng perlindungan diri kita dari berbagai terpaan badai dan angin yang melanda. Jika kita punya self love, kita tidak akan mudah goyah, down atau putus asa saat membaca komentar negatif di media sosial untuk kita. Kita tidak akan mudah terpengaruh nyinyiran orang, dan akan lebih tegas dan berani untuk melindungi diri dari berbagai perlakuan buruk.

Sayangnya, masih banyak sekali yang belum punya self love alias belum mencintai dirinya sendiri. Beberapa teman saya masih ada yangs eperti ini. Mereka cenderung selalu menganggap rendah diri sendiri, merasa tidak punya kelebihan dan tidak pantas dicintai.

Makanya kali ini saya ingin membagikan beberapa cara sederhana untuk menumbuhkan self love dalam diri kita. Beberapa cara di bawah ini sudah pernah saya lakukan, dan ada juga yang masih terus-terusan berusaha saya lakukan.

Yuk simak, apa aja sih cara yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan self love?

1. Cari Support System

Kenapa support system ada di urutan pertama? Yup, karena memang sepenting itu perannya. Tanpa support system yang kuat, usaha apapun akan mudah mentah. Mengingat emosi dan keinginan kita sebagai manusia seringkali naik-turun. Hari ini bertekad kuat untuk menumbuhkan self love, bisa jadi minggu depan tiba-tiba putus asa karna merasa itu bukan hal yang mudah.

Di situasi seperti itu, support system akan mengambil perannya. Dengan kembali menguatkan dan mengembalikan kita pada tekad yang sebelumnya kita ikrarkan. Support system bisa berupa keluarga, teman, atau saudara.

Yang jelas, pastikan support system kita se-frekuensi dengan apa yang tengah kita perjuangkan ya!


2. Berhenti Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Menurut saya, ini adalah langkah awal paling sederhana. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Sederhana kan? Sayangnya, prakteknya tidak sesederhana itu. Bagi teman-teman yang belum punya self love, membandingkan diri dengan orang lain rasanya menjadi salah satu kebiasaan. namanya kebiasaan, pasti akan susah untuk menghentikan.

Tapi sesusah apapun, kalau kita ingin bisa mencintai diri sendiri, kita harus berhenti mebanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita harus meyakini bahwa masing-masing pribadi punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang tidak seharusnya dibandingkan.

3. Fokus Pada Potensi Diri

Setelah berhenti membandingkan diri dengan orang lain, maka kita bisa lanjut ke langkah selanjutnya. Yaitu fokus pada potensi diri sendiri.

Kalau masih membanding-bandingkan terus, gimana mau fokus?

Jika kita bisa fokus untuk melejitkan potensi diri, itu akan menjadi bekal penting yang membuat kita punya penilaian positif terhadap diri sendiri, dan akhirnya menumbuhkan self love.

4. Me Time

Ini sih sepertinya udah pada fasih ya, hihi. Jangan lupa me time. Me time itu bisa jadi salah satu sarana yang efektif untuk menumbuhkan self love lho.

Dan me time nggak harus selalu belanja, atau nyalon, dll. Apalagi di masa pandemi di mana kita sebaiknya lebih banyak di rumah seperti sekarang ini. Me time bisa juga dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat potensi kita yang sudah kita bahas di point 3 meningkat. Misal suka nulis, ya me time-nya dengan nulis. Suka baca novel, ya me time-nya dengan baca novel.

5. Berani Berkata Tidak

Ini juga sepertinya mudah, tapi tetap butuh dilatih. Apalagi untuk tipe orang seperti saya yang sangat sulit bilang tidak.

Apa hubungannya berani berkata tidak dan menumbuhkan self love? Jadi gini, adakalanya (atau seringkali) kita bertemu dengan orang-orang yang meminta kita melakukan hal-hal yang sebenernya nggak kita suka. Tapi karna nggak enak, akhirnya kita mengiyakan.

Saat akhirnya melakukan hal tersebut, pasti kita jadi nggak bahagia. Terpaksa. Dan itu salah satu bentuk menyakiti diri sendiri.

Gimana mau menumbuhkan self love kalau kita masih sering menyakiti diri sendiri?

Itulah 5 cara yang bisa coba kita lakukan jika ingin menumbuhkan self love. Semuanya simpel ya kelihatannya, tapi tetap butuh latihan dan konsistensi. Jika teman-teman punya cara lain, jangan ragu untuk berbagi di kolom komentar ya :)

Dengan lebih mencintai diri sendiri, kita bisa membagikan cinta ke orang-orang di sekitar kita dengan lebih baik dan lebih banyak :')

3 Akun Instagram yang Gencar Mengedukasi Tentang Kesehatan Mental

on
Kamis, 21 Mei 2020
Di beberapa tulisan saya sebelumnya, saya menyinggung tentang isu kesehatan mental. Ya, saya memang termasuk orang yang bersyukur sekali dengan banyaknya orang yang dengan sukarela mengedukasi masyarakat tentang isu kesehatan mental beberapa tahun belakangan ini.

Kenapa?

Karna dengan begitu, wawasan saya tentang kesehatan mental sedikit demi sedikit mulai terbuka. Saya lebih aware tentang kesehatan mental orang-orang di sekitar saya. Tapi yang lebih penting dari itu, saya lebih aware dengan kesehatan mental saya sendiri.

Secara perlahan, saya mulai lebih bisa memahami diri saya dan apa yang saya rasakan. Kenapa saya melakukan sesuatu, dll. Saya juga sekarang tau tentang validasi emosi. Bahwa apapun yang kita rasakan adalah benar, valid. Karna ketidakmampuan memvalidasi emosi, kadang menjadi sumber masalah kesehatan mental seseorang.

Contoh, saya marah sekali dengan seseorang. Tapi saya tidak memvalidasi kemarahan saya sendiri. Saya memungkiri. Saya meneriakkan pada diri saya sendiri bahwa harusnya saya nggak perlu marah. Marah kan jelek. Tanda bahwa saya belum bisa mengelola perasaan dengan baik, dan lain sebagainya.

Akhirnya, saya berusaha memendam kemarahan itu hingga seolah-olah tidak ada. Akhirnya kemarahan itu terakumulasi dan menjadi bom waktu bagi diri sendiri.

Saya yakin banyak yang pernah merasa seperti itu. Apalagi dengan budaya toxic positivity yang masih cukup kuat mengakar.

Saat seorang ibu capek, orang-orang akan bilang, ibu mah kalau lihat anaknya ceria, capeknya langsung ilang semua. Lalu si ibu jadi berusaha mengabaikan rasa capeknya, karna merasa jadi ibu yang payah jika tetap mengeluh capek padahal melihat anaknya selalu ceria.

Padahal, semua orang bisa dan boleh capek. Kita manusia, bukan robot. Pun dengan seorang ibu. Seseorang nggak akan otomatis jadi ibu yang buruk hanya karna mengeluh capek, seceria apapun anaknya, kan?

Yah, hal-hal semacam itu lah yang coba dibuka oleh beberapa orang yang concern soal kesehatan mental. Mereka gencar mengedukasi masyarakat tentang kesehatan mental yang selama ini masih sangat jarang menjadi perhatian -- jika dibandingkan dengan perhatian masyarakat soal kesehatan fisik.

Jika teman-teman ada yang ingin belajar tentang kesehatan mental juga, tapi dengan santai dan ringan, saya punya 3 rekomendasi akun instagram yang gencar mengedukasi para followersnya tentang kesehatan mental.

1. Adjie Santosoputro (@adjiesantosoputro)

Mas Adjie -- sapaan akrab si pemilik akun -- merupakan seorang praktisi kesehatan mental. Dia banyak memposting tulisan-tulisan yang memberikan edukasi tentang kesehatan mental. Beliau juga rutin membuka kelas pelatihan mindfullness yang diadakan di berbagai kota.


Selain itu, Mas Adjie juga menulisa beberapa buku, membuat podcast untuk berlatih meditasi, dll. Akun ini recommended sekali untuk kalian yang ingin lebih tenang.

2. dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ (@jiemiardian)

Dari gelarnya aja sudah kelihatan ya, Spesialis Kejiwaan. Jadi nggak diragukan lagi kredibilitas dr. Jiemi jika ia banyak bicara tentang isu kesehatan mental.


dr. Jiemi sering menjadi pembicara dalam berbagai acara tentang kesehatan mental. Beliau juga beberapa kali berkolaborasi dengan Mas Adjie untuk membahas tema-tema tentang mental health.

3. Karina Negara (@knegara)

Sejujurnya di antara 3 akun instagram yang saya tulis di sini, akun Karina Negara adalah yang paling belum lama saya follow.



Pertama kali tau akun ini dari seorang teman, dan tanpa pikir panjang langsung follow karna hampir semua postingannya berisi edukasi tentang kesehatan mental. Dan beliau seorang psikolog. Jadi Insya Allah bisa dipertanggungjawabkan tulisannya soal kesehatan mental.

Selain dari akun Instagram, kita juga bisa belajar tentang kesehatan mental dari platform-platform terpercaya, salah satunya adalah Halodoc. Selain sekedar mencari tau tentang kesehatan mental,kalian juga bisa sekalian konsultasi dengan dokter jika kalian merasa ada yang tidak beres dengan diri kalian. Di Halodoc banyak sekali pilihan dokter dari berbagai spesialisasi sesuai kebutuhan kita.

Di tengah dunia yang semakin banyak menuntut seperti sekarang ini, kalau kita tidak meningkatkan kepedulian kita tentang kesehatan mental, rasanya hidup akan terasa berat sekali.

Kalau kalian punya rekomendasi akun lain yang juga berisi edukasi tentang kesehatan mental, boleh ditulisa di kolom komentar yaa. Yuk, mulai peduli dengan kesehatan mental kita :)

5 Metode Sederhana Self Healing Untuk Menyembuhkan Luka Batin

on
Selasa, 19 Mei 2020
Dulu, saat kran informasi belum sekencang ini, kita mungkin menganggap bahwa orang yang punya luka batin adalah orang -orang yang mengalami gangguan mental berat. Bahkan kita menganggap, orang yang datang ke psikiater, pastilah orang gila.

Hari ini, informasi sudah semakin luas. Apalagi, isu kesehatan mental mulai santer dibicarakan. Kita jadi tau banyak hal tentang kesehatan mental. Hal itu membawa beberapa dampak positif. Selain menjadi lebih aware kepada kesehatan orang lain, kita juga menjadi lebih aware pada diri sendiri.

Setiap orang, punya luka batinnya masing-masing. Meski kadarnya pasti berbeda. Ada  yang ringan dan tidak terasa membebani, ada pula yang amat menggerogoti dan menghantui hari-hari. Penyebab luka batin bisa dari banyak hal. Dari perlakuan orang tua atau lingkungan di masa kecil, pernah menjadi korban bullying, Dll.


Seringan apapun luka batin, alangkah baiknya jika kita berusaha untuk menyembuhkannya, karna pastilah akan membawa dampak untuk hidup kita, sekecil apapun itu. Jika kita punya luka batin yang dirasa masih ringan, kita bisa melakukan self healing atau menyembuhkan diri sendiri untuk menyembuhkan luka batin kita tersebut.

self-healing-untuk-luka-batin


Ada beberapa metode self healing sederhana yang konon bisa menjadi sarana untuk menyembuhkan luka batin kita. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Menulis

Saat batin kita menyimpan sesuatu yang amat menyakitkan, adakalanya kita tidak bisa mengungkapkannya melalui kata-kata kepada orang lain. Lidah terasa kelu, dan air mata sudah lebih dulu mengambil peran.

Nah, menulis bisa menjadi salah satu solusi untuk meluapkan berbagai macam sampah batin yang menyiksa diri. Kita bisa mengungkapkan kesedihan dan kemarahan kita tanpa takut dijudge orang lain, dengan cara menumpahkan perasaan kita di sebuah tulisan, dan menyimpan tulisan itu sendiri.

Sudah banyak sekali orang yang mengaku terbantu melalui kegiatan menulis dalam  proses self healingnya. Konon, tidak terkecuali dengan Almarhum Eyang Habibie saat kehilangan Ibu Ainun.

2. Mewarnai

Sejak beberapa tahun lalu, sempat booming coloring book for adult. Isinya adalah sekumpulan gambar-ga,bar yang cukup rumit, yang bisa diwarnai oleh orang-orang dewasa, sesuai dengan imajinasinya masing-masing.

Konon, kegiatan mewarnai ini bisa menjadi metode self healing. Beberapa ahli juga mengamini hal ini. Mewarnai bisa memberikan dampak positif bagi seseorang, membuat lebih rileks, dll.

Minggu lalu, saya mencobanya. Karna merasa sejak pandemi ini, kesehatan mental saya agak terusik dengan berbagai ketakutan dan keresahan berlebihan. Setelah beberapa hari rutin mewarnai, saya cenderung merasa lebih rileks dari sebelumnya.

3. Menggambar

Tidak beda jauh dengan mewarnai, menggambar juga menjadi alternatif lain metode self healing. Dengan menggambar, kita bisa mengekspresikan banyak hal, meski hanya berupa coretan yang sepertinya tanpa makna.

Menggambar juga membuat kita seolah kembali seperti anak-anak yang tanpa beban.

Jika ingin memulai untuk mencoba menggambar, coba ikuti @pinotski di Twitter. Beliau adalah seorang ilustrator hebat dari Indonesia yang sering memberikan motivasi bagi orang-orang agar tidak segan untuk mencoba menggambar.

4. Crafting

 Crafting ada banyak sekali macamnya. Merajut adalah salah satu jenis crafting yang dipilih banyak orang sebagai metode self healing untuk menyembuhkan luka batin mereka.

Saya pernah coba juga sih, hanya saja kurang telaten, Hehe. Passion juga turut mempengaruhi jenis metode yang dipilih.

5. Mindfullness

Akhir-akhir ini, metode mindfullness sedang sering diperbincangkan orang. Mindfullness adalah sebuah kemampuan untuk fokus hidup dan merasakan apa yang kita jalani saat ini dan kini. Bukan masa lalu, maupun hari esok. Karna masa lalu seringkali membayangi ketakutan, dan masa depan adakalanya menimbulkan keresahan.

Salah satu praktisi kesehatan mental yang juga turut mengenalkan metode ini ke banyak orang adalah Adji Santosoputro, melalui akun instagramnya. Dia juga membuka kelas untuk yang ingin belajar tentang midfullness.

Jika sudah mencoba 5 metode self healing untuk menyembuhkan luka batin, tapi kita tidak merasakan dampaknya, bisa jadi jenis luka batin yang kita punya sudah cukup serius. Di saat seperti itu, bertemu dengan tenaga ahli mungkin pilihan yang tepat dan bijak.

Sekali lagi, jangan sungkan apalagi malu jika memang merasa perlu datang ke psikolog atau psikiater. Itu nggak ada bedanya kok dengan saat kita sakit demam, lalu kita datang ke klinik untuk berobat :)

Signature

Signature