ads

5 Menu Kuliner Indonesia yang Wajib dicoba Ketika Berkunjung ke Semarang

on
Jumat, 10 Juli 2020
Ketika berkunjung ke suatu daerah, kini kita tak lagi berfokus hanya pada mengunjungi tempat-tempat wisatanya, melainkan hampir bisa dipastikan kita juga akan tertarik mencicipi berbagai menu khas daerah tersebut. Dari situ, istilah wisata kuliner menjadi trend beberapa tahun terakhir ini.

Wisata kuliner menjadi berkembang semakin pesat, ditunjang dengan menu kuliner Indonesia yang sangat kaya jenisnya. Kalau dulu sebagian orang menganggap 'wah' menu-menu asing dari negara lain, kini menu dan makanan tradisional pun tidak kalah pamornya, berkat trend wisata kuliner di berbagai media.

Nah, bagi kalian yang akan berkunjung ke Semarang dan ingin mencicipi kuliner nusantara, 5 menu ini wajib kalian coba ketika berkunjung ke Semarang:

1. Tahu Gimbal

Tahu gimbal merupakan menu yang berisi tahu, gimbal atau udang yang digoreng dengan tepung beras berbumbu, lontong, dilengkapi dengan beberapa jenis sayuran, lalu disiram dengan saus kacang yang dipasukan dengan kecap.

credit: travelingyuk.com


Bisa dibilang tahu gimbal tampilannya agak mirip dengan gado-gado, meski dari segi rasa sangat berbeda. Kalian harus mencobanya ketika berkunjung ke Semarang. Dijamin nggak akan nyesel :)

2. Mie Kopyok

Mie kopyok juga tidak boleh ketinggalan dari susunan menu yang wajib dicoba ketika kalian berkunjung ke Semarang. Mie kopyok merupakan menu kuliner sederhana yang berisi mie, lontong, tahu dan krupuk karak yang diberi kuah dengan bumbu hanya bawang putih saja.

credit: travelingyuk.com


Meski sangat sederhana, mie kopyok terasa sangat khas, dan patut dicoba.

3. Putu Bumbung

Putu bumbung merupakan makanan tradisional yang kini mulai agak langka. Meski begitu, masih ada beberapa penjual putu bumbung keliling di beberapa daerah di Semarang. Biasanya para penjual berkeliling dengan cara menandu berlengkapan berjualan mereka.

credit: cookpad


Putu bumbung terbuat dari tepung beras yang diberi filling gula merah. Yang membuat khas adalah cara membuatnya yang dibuat dengan cetakan dari bambu. Jajanan tradisional ini memiliki rasa yang gurih dari kelapa berpadu manis dari gula merah.

4. Lekker Paimo

Ini salah satu menu jajanan kuliner legendaris di Semarang. Meski hanya berupa warung tenda yang terletak di pinggir jalan, nambun lekker paimo tidak pernah sepi pengujung, bahkan selalu mengular antriannya.

Baca cerita saya saat mencoba Lekker Paimo di sini.

Yang khas dari Lekker Paimo adalah varian isiannya yang terdiri dari banyak sekali pilihan. Sekarang mulai bermunculan lekker yang mencoba mengadopsi ide tersebut. Tapi tetap saja belum bisa menyaingi pamor Lekker Paimo.

5. Lumpia Semarang

Kenapa lumpia saya letakkan di urutan terakhir? Ya karna menu kuliner ini sudah terlalu terkenal. Hehe.

Siapa yang belum tau tentang Lumpia Semarang? Saya yakin hampir tidak ada. Lumpia Semarang sekarang punya banyak sekali pilihan merk terkenal. Kalian boleh coba yang mana saja. Ada Lumpia Mbak Lin, Lumpia Express, dll.

5 menu kuliner di atas, semoga bisa menjadi referensi saat kalian hendak menyusun daftar itinerary wisata kuliner saat akan berkunjung ke Semarang ya. Sebenarnya masih banyak menu yang lain yang wajib kalian coba. Tapi 5 menu kuliner nusantara di atas menurut saya adalah yang paling wajib dicoba saat sedang berkunjung ke Semarang.

Selamat mencoba :)

Tips Traveling Bersama Balita

on
Kamis, 02 Juli 2020
Bagi orang-orang yang mencintai kegiatan traveling, bisa jadi pergi traveling bersama balita bukanlah masalah besar. Namun bagi orang yang tidak terlalu menyukai traveling seperti saya, bertraveling bersama balita merupakan sesuatu yang harus dipikirkan dan direncanakan dengan matang segala sesuatunya. Karna jika tidak, bisa jadi bukannya jadi enjoy dan rileks saat traveling, malah jadi uring-uringan karna kondisi yang serba tidak sesuai harapan.

Tapi tidak dipungkiri, mengajak balita traveling mempunyai banyak sekali manfaat. Salah satunya adalah memberikan ia permata pengalamanku yang tak terlupakan bersama si kecil, yang harapannya menjadi salah satu media membangun bonding yang kuat antara dia dengan ayah-ibunya.

tips-traveling-bersama-balita
Traveling saat faza usianya belum genap 3 tahun


Maka, meskipun sedikit lebih repot, traveling bersama balita tidak untuk dihindari, malah sebaiknya harus diagendakan. Berikut adalah beberapa tips yang biasanya saya lakukan saat harus traveling dengan membawa balita:

1. Pastikan si Balita Sehat Ketika Hendak Pergi dan Selama Traveling

Ini adalah tips pertama dan utama yang harus kita pastikan sebelum dan selama traveling. Karna jika si balita dalam kondisi kurang fit, maka hampir bisa dipastikan ia akan lebih mudah rewel.

Jadi, memastikan ia dalam kondisi benar-benar sehat adalah sebuah keharusan. Karna jika badannya sedang sehat, artinya kita sudah menutup 50% lebih peluang ia rewel selama traveling.

2. Bawa Vitamin dan Obat Darurat

Meskipun kita sudah memastika si balita dalam kondisi benar-benar sehat sebelum berangkat, rasanya vitamin dan obat-obatan darurat semacam paracetamol tetap tidak boleh ketinggalan dari list barang bawaan kita.

Namanya juga anak-anak. Adakalanya mereka tiba-tiba demam, padahal sebelumnya tampak sehat. Jadi lebih baik berjaga-jaga kan?

3. Bawa Makanan dan Mainan Kesukaannya

Makanan dan mainan kesukaan merupakan salah satu kunci jika ingin membuat seorang balita tetap ceria dan terhindar dari cranky. Jadi, jangan sampai lupa yaaa, bu :)

4. Pilihkan Pakaian yang Nyaman

Adakalanya kita sebagai orangtua, ingin memakaikan pakaian yang lucu dan modis kepada anak, tapi mengesampingkan kenyamanannya. Padahal bagi anak, kenyamanan adalah yang terpenting.

Nah, saat sedang traveling, jangan lupa untuk memilihkan pakaian yang tetap nyaman untuk si kecil ya. Pastikan bahannya menyerap keringat, dan modelnya tidak menghalangi kelincahannya dalam bergerak.

5. Pilih Tujuan Traveling yang Ramah Anak dan Ramah Orangtua

Meski ada d list tips paling akhir, bukan berarti ini yang paling tidak penting. Justru ini adalah hal pertama yang harus dipikirkan sejak pertama kali merencanakan traveling dengan membawa balita. Yaitu, tujuan traveling.

Saat mengajak balita traveling, sebaiknya pilih tujuan traveling yang ramah untuk anak, dalam artian membuat anak merasa nyaman dan senang dengan suasananya, sekaligus yang ramah untuk orangtua, yaitu membuat orangtua tidak kesulitan saat hendak beristirahat sejenak. Karna traveling dengan balita pasti capeknya dobel-dobel kan?

Nah, itulah lima tips traveling dengan membawa balita. Jika ke-lima tips di atas sudah dilakukan, Insyaa Allah traveling akan berjalan menyenangkan baik bagi orangtuanya maupunn bagi si balitanya.

Maka, mari kita berdoa agar pandemi lekas berakhir dan hidup kembali benar-benar normal, sehingga kita bisa segera merencanakan traveling bersama si kecil. Sekarang nabung dulu yaaa :)

Yang Orang Lain Lihat dan Yang Orang Lain Tidak Tahu

on
Rabu, 24 Juni 2020
Udah lamaaa sekali rasanya saya nggak nulis curhatan, atau uneg-uneg pikiran di blog ini. Kadang saya mikir, kenapa ya? Rasanya bukan karna males lho. Tapi lebih  karena rasanya gak ada uneg-uneg yang sangat butuh ditumpahkan melalui tulisan super panjang seperti dulu. Pertama, sekarang udah punya teman berbagi setiap waktu. Kedua, kalaupun ada uneg-uneg yang ingin ditumpahkan lewat tulisan, sekrang lebih sering numpahinnya lewat caption di Instagram. Hehe.

Tapi kali ini saya tiba-tiba kembali merasa butuh.

credit: Pixabay


Jadi ceritanya, saya punya teman yang sama beberapa orang dinilai bossy. Yah, saya akui sih, beliaunya emang gaya ngomongnya kadang mengesankan bossy gitu. Terutama buat yang nggak kenal dekat.

Nah, suatu hari dia minta tolong OB kantor untuk dibuatkan teh panas, karna badannya agak meriang. Sama si OB, teh hangat tersebut dianter ke mejanya pake nampan gitu. FYI, yang seperti itu memang enggak lazim di kantor saya. Padahal kalo di kantor lain kebanyakan, OB mah emang tugasnya gitu kan. Di sini enggak. Hampir nggak pernah ada pegawai yang minta dibuatkan minuman sama OB.

Nah, jadi heboh kan teman-teman yang lain. Image bossy-nya jadi makin tampak jelas. Dan, yah seperti biasa, memancing beberapa orang untuk menjadikannya bahan 'obrolan'.

Kebetulan, saya lumayan dekat sama si teman yang dianggap bossy itu. Enggak dekat banget sih, cuma dibanding dengan teman-teman yang lain, bisa dibilang saya yang paling dekat dengan beliaunya.

Kebetulan juga, saya tau bahwa si teman bossy ini sering sekali membantu si OB yang sering mengalami kesulitan dalam hal keuangan. Nah, bagian ini nih yang teman-teman yang lain tidak tau.

Bukannya saya mau bilang, wajarlah dia nyuruh-nyuruh si OB, wong dia sering bantuin si OB. Bukan. Bukan maksud saya untuk bilang memanfaatkan orang lain yang selama ini sering kita bantu itu nggak masalah.

Cuma dalam hal ini, orang lain -- dalam hal ini teman-teman kebanyakan - cuma tau si teman satu itu bossy. Titik. Tapi mereka tidak tau bahwa di balik sikap bossy-nya, dia juga sering bermurah hati membantu orang lain.

Dari situ, saya mengambil pelajaran. Betapa antara yang orang lain lihat dan yang orang lain tidak tau itu jaraknya bisa jauh banget. Bisa menghasilkan persepsi yang 180 derajat bertolak belakang.

Yang orang lain lihat si A itu bisnisnya sukses, hidupnya sempurna. Tapi yang orang lain tidak tau, bisa jadi si A tidurnya tiap malam cuma 1 jam demi mikirin inovasi apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan bisnisnya.

Yang orang lain lihat si B rumah tangganya harmonis, suaminya mapan, anaknya pintar-pintar. Yang orang lain tidak tau, bisa jadi si B harus selalu menekan egonya habis-habisan demi menghindari konflik dengan suami, harus menyiapkan macam-macam media pembelajaran dan mendampingi anak-anaknya sampai gak sempet me time.

Dan seterusnya.

Kita selalu punya pilihan atas persepsi kita, selama kita mau mencoba melihatnya dari beberapa sudut pandang berbeda :')

Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Era New Normal Ala dr. Reisa Broto Asmoro

on
Jumat, 19 Juni 2020
Sejak libur lebaran berakhir, saya termasuk salah satu orang yang sudah mulai menjalani era new normal. Setelah dua bulan lebih diberlakukan sistem kerja piket dan work from home, sejak dua minggu lalu jam kerja kembali seperti semula. Dari jam 8 pagi hingga 4 sore. Yang membuat beda adalah beberapa protokol kesehatan dari pimpinan yang wajib kami taati.

Takut nggak sih udah masuk era new normal?

Emm, kalo saya enggak sih Alhamdulillah. Memang awalnya merasa agak serem ya. Era new normal itu menurut saya mirip hukum rimba. Yang kuat ya yang bertahan. Jadi, jadikan aja itu sebagai prinsip.

Gimana agar kita bisa bertahan di tengah jajahan virus covid-19 yang belum juga mereda tapi sudah harus beraktivitas seperti biasa? Mau nggak mau kita harus jadi kuat!

cara-meningkatkan-daya-tahan-tubuh-di-era-new-normal
sumber: pixabay


Terus gimana caranya agar kita bisa kuat? Tidak lain adalah dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Dokter Reisa Broto Asmoro sebagai tim komunikasi gugus tugas percepatan penanganan covid-19 memebrikan beberapa tips untuk meningkatkan daya tahan tubuh di era new normal seperti saat ini.

1. Makan dengan Gizi Seimbang

Makan dengan gizi yang seimbang sebenarnya sudah menjadi anjuran yang harus dilakukan untuk menjaga ksehatan sejak dulu. Tapi selama ini masih sangat banyak yang mengabaikan. Apalagi dengan makin menjamurnya produk-produk fast food yang menggiurkan.

Di era new normal life, kita tidak boleh lagi mengabaikan itu. Perlahan, pola makan kita harus diubah menjadi lebih baik, dengan menerapkan pola makan dengan gizi seimbang jika ingin daya tahan tubuh kita baik dan bisa menangkal berbagai serangan virus, termasuk virus covid-19.

2. Rutin Olahraga

Sejak masa WFH dan #dirumahaja, salah satu yang hits di sosial media -- terutama tiktok dan instagram -- adalah banyaknya orang yang memposting kegiatan olahraga di rumah. Selain untuk mengisi waktu luang dan mengusir rasa bosan selama di rumah aja, kegiatan itu juga sejalan dengan tips meningkatkan daya tahan tubuh ala dr. Reisa Broto Asmoro.

3. Perbanyak Minum Air Putih

Memperbanyak minum air putih juga bukan hal baru dalam berbagai tips kesehatan. Tapi lagi-lagi, di era new normal, tips ini harus jauh lebih diperhatikan dan diusahakan. Apalagi sekarang banyak sekali minuman-minuman hits, yang secara tidak sadar membuat porsi minum air putih kita menjadi berkurang.

4. Istirahat yang Cukup

Yang selama ini sering begadang, sepertinya harus segera mengubah gaya hidupnya tersebut. Pun yang selama ini workaholic.

Sebagus apapun pola makannya, kalau istirahatnya tidak cukup, tetap saja daya tahan tubuh akan melemah. Terutama jam tidur malam. Konon, tidur di malam hari itu nggak bisa digantikan kualitasnya dengan tidur di siang hari sebanyak apapun.

5. Jaga Kebersihan

Nah, menjaga kebersihan ini ibaratnya benteng pertahanan terakhir dari tubuh kita, saat kita sudah diharuskan beraktivitas seperti biasa di era new normal.

Sering-sering cuci tangan nggak bisa lagi diabaikan. Langsung mandi sesampainya di rumah, setelah beraktivitas di luar, memakai masker saat berkegiatan dan berinteraksi dengan orang lain, dan lain sebagainya.

Ya, mau nggak mau, suka nggak suka, virus mungkin masih akan terus ada di sekitar kita. Dan hidup nggak boleh dibuat lumpuh olehnya. Kita harus bangkit, memperbaiki yang sempat koyak, mengejar yang sempat tertinggal dan melakukan kewajiban-kewajiban yang sempat tertunda karna pandemi ini.

Era new normal mungkin awalnya terdengar menakutkan. Tapi yakin saja, semua akan baik-baik saja, asal kita berusaha dan tidak abai.

Waspada boleh, panik jangan. Gitu, kan?

Selamat menyambut era new normal, teman-teman. Selamat kembali beraktivitas :)

Menumbuhkan Self Love, Bagaimana Caranya?

on
Kamis, 11 Juni 2020
Gimana orang lain mau mencintai kita, jika kita sendiri tidak mencintai diri sendiri? Gitu kata banyak orang.

Tapi saya kurang setuju sih. Akan tetap ada orang yang mencintai kita, meskipun kita tidak atau belum mencintai diri kita sendiri. Yang akan membedakan mungkin adalah penerimanaan kita terhadap cinta orang lain atau pun sikap kita saat mencintai orang lain.

Saat kita belum mencintai diri sendiri atau belum punya self love, saat dicintai orang lain bisa jadi kita akan skeptis. Menganggap orang tersebut tidak tulus, ada maksud buruk tertentu, dll. Karena kita merasa diri kita penuh kekurangan sehingga tidak mungkin atau tidak pantas dicintai seperti itu.

self-love


Begitupun saat mencintai orang lain, tanpa punya self love. Bisa jadi kita akan bersedia menjadi 'budak cinta'. Diam saja saat disakiti, pasrah meski dilakukan semena-mena. Karna meraa 'pantas' diperlakukan buruk oleh orang yang kita cintai.

Di jaman yang makin penuh tantangan ini, menumbuhkan self love menjadi sangat penting. Self love bisa menjadi salah satu benteng perlindungan diri kita dari berbagai terpaan badai dan angin yang melanda. Jika kita punya self love, kita tidak akan mudah goyah, down atau putus asa saat membaca komentar negatif di media sosial untuk kita. Kita tidak akan mudah terpengaruh nyinyiran orang, dan akan lebih tegas dan berani untuk melindungi diri dari berbagai perlakuan buruk.

Sayangnya, masih banyak sekali yang belum punya self love alias belum mencintai dirinya sendiri. Beberapa teman saya masih ada yangs eperti ini. Mereka cenderung selalu menganggap rendah diri sendiri, merasa tidak punya kelebihan dan tidak pantas dicintai.

Makanya kali ini saya ingin membagikan beberapa cara sederhana untuk menumbuhkan self love dalam diri kita. Beberapa cara di bawah ini sudah pernah saya lakukan, dan ada juga yang masih terus-terusan berusaha saya lakukan.

Yuk simak, apa aja sih cara yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan self love?

1. Cari Support System

Kenapa support system ada di urutan pertama? Yup, karena memang sepenting itu perannya. Tanpa support system yang kuat, usaha apapun akan mudah mentah. Mengingat emosi dan keinginan kita sebagai manusia seringkali naik-turun. Hari ini bertekad kuat untuk menumbuhkan self love, bisa jadi minggu depan tiba-tiba putus asa karna merasa itu bukan hal yang mudah.

Di situasi seperti itu, support system akan mengambil perannya. Dengan kembali menguatkan dan mengembalikan kita pada tekad yang sebelumnya kita ikrarkan. Support system bisa berupa keluarga, teman, atau saudara.

Yang jelas, pastikan support system kita se-frekuensi dengan apa yang tengah kita perjuangkan ya!


2. Berhenti Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Menurut saya, ini adalah langkah awal paling sederhana. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Sederhana kan? Sayangnya, prakteknya tidak sesederhana itu. Bagi teman-teman yang belum punya self love, membandingkan diri dengan orang lain rasanya menjadi salah satu kebiasaan. namanya kebiasaan, pasti akan susah untuk menghentikan.

Tapi sesusah apapun, kalau kita ingin bisa mencintai diri sendiri, kita harus berhenti mebanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita harus meyakini bahwa masing-masing pribadi punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang tidak seharusnya dibandingkan.

3. Fokus Pada Potensi Diri

Setelah berhenti membandingkan diri dengan orang lain, maka kita bisa lanjut ke langkah selanjutnya. Yaitu fokus pada potensi diri sendiri.

Kalau masih membanding-bandingkan terus, gimana mau fokus?

Jika kita bisa fokus untuk melejitkan potensi diri, itu akan menjadi bekal penting yang membuat kita punya penilaian positif terhadap diri sendiri, dan akhirnya menumbuhkan self love.

4. Me Time

Ini sih sepertinya udah pada fasih ya, hihi. Jangan lupa me time. Me time itu bisa jadi salah satu sarana yang efektif untuk menumbuhkan self love lho.

Dan me time nggak harus selalu belanja, atau nyalon, dll. Apalagi di masa pandemi di mana kita sebaiknya lebih banyak di rumah seperti sekarang ini. Me time bisa juga dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat potensi kita yang sudah kita bahas di point 3 meningkat. Misal suka nulis, ya me time-nya dengan nulis. Suka baca novel, ya me time-nya dengan baca novel.

5. Berani Berkata Tidak

Ini juga sepertinya mudah, tapi tetap butuh dilatih. Apalagi untuk tipe orang seperti saya yang sangat sulit bilang tidak.

Apa hubungannya berani berkata tidak dan menumbuhkan self love? Jadi gini, adakalanya (atau seringkali) kita bertemu dengan orang-orang yang meminta kita melakukan hal-hal yang sebenernya nggak kita suka. Tapi karna nggak enak, akhirnya kita mengiyakan.

Saat akhirnya melakukan hal tersebut, pasti kita jadi nggak bahagia. Terpaksa. Dan itu salah satu bentuk menyakiti diri sendiri.

Gimana mau menumbuhkan self love kalau kita masih sering menyakiti diri sendiri?

Itulah 5 cara yang bisa coba kita lakukan jika ingin menumbuhkan self love. Semuanya simpel ya kelihatannya, tapi tetap butuh latihan dan konsistensi. Jika teman-teman punya cara lain, jangan ragu untuk berbagi di kolom komentar ya :)

Dengan lebih mencintai diri sendiri, kita bisa membagikan cinta ke orang-orang di sekitar kita dengan lebih baik dan lebih banyak :')

3 Akun Instagram yang Gencar Mengedukasi Tentang Kesehatan Mental

on
Kamis, 21 Mei 2020
Di beberapa tulisan saya sebelumnya, saya menyinggung tentang isu kesehatan mental. Ya, saya memang termasuk orang yang bersyukur sekali dengan banyaknya orang yang dengan sukarela mengedukasi masyarakat tentang isu kesehatan mental beberapa tahun belakangan ini.

Kenapa?

Karna dengan begitu, wawasan saya tentang kesehatan mental sedikit demi sedikit mulai terbuka. Saya lebih aware tentang kesehatan mental orang-orang di sekitar saya. Tapi yang lebih penting dari itu, saya lebih aware dengan kesehatan mental saya sendiri.

Secara perlahan, saya mulai lebih bisa memahami diri saya dan apa yang saya rasakan. Kenapa saya melakukan sesuatu, dll. Saya juga sekarang tau tentang validasi emosi. Bahwa apapun yang kita rasakan adalah benar, valid. Karna ketidakmampuan memvalidasi emosi, kadang menjadi sumber masalah kesehatan mental seseorang.

Contoh, saya marah sekali dengan seseorang. Tapi saya tidak memvalidasi kemarahan saya sendiri. Saya memungkiri. Saya meneriakkan pada diri saya sendiri bahwa harusnya saya nggak perlu marah. Marah kan jelek. Tanda bahwa saya belum bisa mengelola perasaan dengan baik, dan lain sebagainya.

Akhirnya, saya berusaha memendam kemarahan itu hingga seolah-olah tidak ada. Akhirnya kemarahan itu terakumulasi dan menjadi bom waktu bagi diri sendiri.

Saya yakin banyak yang pernah merasa seperti itu. Apalagi dengan budaya toxic positivity yang masih cukup kuat mengakar.

Saat seorang ibu capek, orang-orang akan bilang, ibu mah kalau lihat anaknya ceria, capeknya langsung ilang semua. Lalu si ibu jadi berusaha mengabaikan rasa capeknya, karna merasa jadi ibu yang payah jika tetap mengeluh capek padahal melihat anaknya selalu ceria.

Padahal, semua orang bisa dan boleh capek. Kita manusia, bukan robot. Pun dengan seorang ibu. Seseorang nggak akan otomatis jadi ibu yang buruk hanya karna mengeluh capek, seceria apapun anaknya, kan?

Yah, hal-hal semacam itu lah yang coba dibuka oleh beberapa orang yang concern soal kesehatan mental. Mereka gencar mengedukasi masyarakat tentang kesehatan mental yang selama ini masih sangat jarang menjadi perhatian -- jika dibandingkan dengan perhatian masyarakat soal kesehatan fisik.

Jika teman-teman ada yang ingin belajar tentang kesehatan mental juga, tapi dengan santai dan ringan, saya punya 3 rekomendasi akun instagram yang gencar mengedukasi para followersnya tentang kesehatan mental.

1. Adjie Santosoputro (@adjiesantosoputro)

Mas Adjie -- sapaan akrab si pemilik akun -- merupakan seorang praktisi kesehatan mental. Dia banyak memposting tulisan-tulisan yang memberikan edukasi tentang kesehatan mental. Beliau juga rutin membuka kelas pelatihan mindfullness yang diadakan di berbagai kota.


Selain itu, Mas Adjie juga menulisa beberapa buku, membuat podcast untuk berlatih meditasi, dll. Akun ini recommended sekali untuk kalian yang ingin lebih tenang.

2. dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ (@jiemiardian)

Dari gelarnya aja sudah kelihatan ya, Spesialis Kejiwaan. Jadi nggak diragukan lagi kredibilitas dr. Jiemi jika ia banyak bicara tentang isu kesehatan mental.


dr. Jiemi sering menjadi pembicara dalam berbagai acara tentang kesehatan mental. Beliau juga beberapa kali berkolaborasi dengan Mas Adjie untuk membahas tema-tema tentang mental health.

3. Karina Negara (@knegara)

Sejujurnya di antara 3 akun instagram yang saya tulis di sini, akun Karina Negara adalah yang paling belum lama saya follow.



Pertama kali tau akun ini dari seorang teman, dan tanpa pikir panjang langsung follow karna hampir semua postingannya berisi edukasi tentang kesehatan mental. Dan beliau seorang psikolog. Jadi Insya Allah bisa dipertanggungjawabkan tulisannya soal kesehatan mental.

Selain dari akun Instagram, kita juga bisa belajar tentang kesehatan mental dari platform-platform terpercaya, salah satunya adalah Halodoc. Selain sekedar mencari tau tentang kesehatan mental,kalian juga bisa sekalian konsultasi dengan dokter jika kalian merasa ada yang tidak beres dengan diri kalian. Di Halodoc banyak sekali pilihan dokter dari berbagai spesialisasi sesuai kebutuhan kita.

Di tengah dunia yang semakin banyak menuntut seperti sekarang ini, kalau kita tidak meningkatkan kepedulian kita tentang kesehatan mental, rasanya hidup akan terasa berat sekali.

Kalau kalian punya rekomendasi akun lain yang juga berisi edukasi tentang kesehatan mental, boleh ditulisa di kolom komentar yaa. Yuk, mulai peduli dengan kesehatan mental kita :)

5 Metode Sederhana Self Healing Untuk Menyembuhkan Luka Batin

on
Selasa, 19 Mei 2020
Dulu, saat kran informasi belum sekencang ini, kita mungkin menganggap bahwa orang yang punya luka batin adalah orang -orang yang mengalami gangguan mental berat. Bahkan kita menganggap, orang yang datang ke psikiater, pastilah orang gila.

Hari ini, informasi sudah semakin luas. Apalagi, isu kesehatan mental mulai santer dibicarakan. Kita jadi tau banyak hal tentang kesehatan mental. Hal itu membawa beberapa dampak positif. Selain menjadi lebih aware kepada kesehatan orang lain, kita juga menjadi lebih aware pada diri sendiri.

Setiap orang, punya luka batinnya masing-masing. Meski kadarnya pasti berbeda. Ada  yang ringan dan tidak terasa membebani, ada pula yang amat menggerogoti dan menghantui hari-hari. Penyebab luka batin bisa dari banyak hal. Dari perlakuan orang tua atau lingkungan di masa kecil, pernah menjadi korban bullying, Dll.


Seringan apapun luka batin, alangkah baiknya jika kita berusaha untuk menyembuhkannya, karna pastilah akan membawa dampak untuk hidup kita, sekecil apapun itu. Jika kita punya luka batin yang dirasa masih ringan, kita bisa melakukan self healing atau menyembuhkan diri sendiri untuk menyembuhkan luka batin kita tersebut.

self-healing-untuk-luka-batin


Ada beberapa metode self healing sederhana yang konon bisa menjadi sarana untuk menyembuhkan luka batin kita. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Menulis

Saat batin kita menyimpan sesuatu yang amat menyakitkan, adakalanya kita tidak bisa mengungkapkannya melalui kata-kata kepada orang lain. Lidah terasa kelu, dan air mata sudah lebih dulu mengambil peran.

Nah, menulis bisa menjadi salah satu solusi untuk meluapkan berbagai macam sampah batin yang menyiksa diri. Kita bisa mengungkapkan kesedihan dan kemarahan kita tanpa takut dijudge orang lain, dengan cara menumpahkan perasaan kita di sebuah tulisan, dan menyimpan tulisan itu sendiri.

Sudah banyak sekali orang yang mengaku terbantu melalui kegiatan menulis dalam  proses self healingnya. Konon, tidak terkecuali dengan Almarhum Eyang Habibie saat kehilangan Ibu Ainun.

2. Mewarnai

Sejak beberapa tahun lalu, sempat booming coloring book for adult. Isinya adalah sekumpulan gambar-ga,bar yang cukup rumit, yang bisa diwarnai oleh orang-orang dewasa, sesuai dengan imajinasinya masing-masing.

Konon, kegiatan mewarnai ini bisa menjadi metode self healing. Beberapa ahli juga mengamini hal ini. Mewarnai bisa memberikan dampak positif bagi seseorang, membuat lebih rileks, dll.

Minggu lalu, saya mencobanya. Karna merasa sejak pandemi ini, kesehatan mental saya agak terusik dengan berbagai ketakutan dan keresahan berlebihan. Setelah beberapa hari rutin mewarnai, saya cenderung merasa lebih rileks dari sebelumnya.

3. Menggambar

Tidak beda jauh dengan mewarnai, menggambar juga menjadi alternatif lain metode self healing. Dengan menggambar, kita bisa mengekspresikan banyak hal, meski hanya berupa coretan yang sepertinya tanpa makna.

Menggambar juga membuat kita seolah kembali seperti anak-anak yang tanpa beban.

Jika ingin memulai untuk mencoba menggambar, coba ikuti @pinotski di Twitter. Beliau adalah seorang ilustrator hebat dari Indonesia yang sering memberikan motivasi bagi orang-orang agar tidak segan untuk mencoba menggambar.

4. Crafting

 Crafting ada banyak sekali macamnya. Merajut adalah salah satu jenis crafting yang dipilih banyak orang sebagai metode self healing untuk menyembuhkan luka batin mereka.

Saya pernah coba juga sih, hanya saja kurang telaten, Hehe. Passion juga turut mempengaruhi jenis metode yang dipilih.

5. Mindfullness

Akhir-akhir ini, metode mindfullness sedang sering diperbincangkan orang. Mindfullness adalah sebuah kemampuan untuk fokus hidup dan merasakan apa yang kita jalani saat ini dan kini. Bukan masa lalu, maupun hari esok. Karna masa lalu seringkali membayangi ketakutan, dan masa depan adakalanya menimbulkan keresahan.

Salah satu praktisi kesehatan mental yang juga turut mengenalkan metode ini ke banyak orang adalah Adji Santosoputro, melalui akun instagramnya. Dia juga membuka kelas untuk yang ingin belajar tentang midfullness.

Jika sudah mencoba 5 metode self healing untuk menyembuhkan luka batin, tapi kita tidak merasakan dampaknya, bisa jadi jenis luka batin yang kita punya sudah cukup serius. Di saat seperti itu, bertemu dengan tenaga ahli mungkin pilihan yang tepat dan bijak.

Sekali lagi, jangan sungkan apalagi malu jika memang merasa perlu datang ke psikolog atau psikiater. Itu nggak ada bedanya kok dengan saat kita sakit demam, lalu kita datang ke klinik untuk berobat :)

Ramadhan dan Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Hikmahnya?

on
Jumat, 08 Mei 2020
Ramadhan dan Lebaran tahun 2020 ini, pastilah akan menjadi salah satu Ramadhan dan lebaran tak terlupakan dalam hidup kita. Apalagi kalau bukan karna kita menjalani Ramadhan dan lebaran tahun ini di tengan pandemi covid-19 yang sedang melanda dunia.

beberapa hari lalu, saya melihat postingan bagus dari salah satu akun favorit saya di Instagram, yaitu @quranreview. Di situ, ada postingan yang isinya cukup menyentil orang-orang -- utamanya diri saya sendiri -- yang kadangkala sering bertanya "mengapa harus seperti ini kondisinya?"

@quranreview menerangkan bahwa di dalam Al Qur'an dikisahkan tentang malaikat dan Iblis yang juga pernah bertanya senada dengan itu. Yaitu menanyakan alasan atas ketetapan Allah. Malaikat bertanya 'mengapa?' ketika Allah hendak menciptakan manusia (ada dalam Surah Al Baqarah:30).

Sedangkan Iblis bertanya 'mengapa', ketika Allah memerintahkan untuk bersujud kepada Adam 'Alaihissalam (ada dalam Surah Al Isra':61).

hikmah-ramadhan-di-tenga-pandemi
credit: Pixabay


Lalu apa bedanya antara malaikat dan iblis dalam hal ini? Bedanya terletak pada respon setelahnya. Malaikat langsung berkata:

"Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana" (TQS. Al Baqarah:32)

ketika Allah mengatakan:

"...Senungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui" (TQS. Al Baqarah:30)

Sedangkan Iblis tetap ingkar dan bertanya dengan nada komplain dengan berkata, "Apakah aku harus bersujud kepada orang yang engkau ciptakan dari tanah?" (TQS. Al Isra':61).

So, kita boleh bertanya-tanya, "mengapa ya suasana Ramadhan dan persiapan lebaran tahun ini beda kondisinya seperti ini?" -- boleh, itu manusiawi. Hanya saja, jangan lupa untuk menutupnya dengan berkata, "Subhanallah..." dan menanamkan keyakinan bahwa apapun kondisi yang Allah tetapkan adalah yang terbaik bagi kita semua.

Lagipula kalau kita mau merenung lebih jauh lagi, sebenarnya ramadhan dan lebaran di tengah pandemi ini juga membawa banyaaaak sekali hikmah, meski tidak dipungkiri ada jauh lebih banyak kepahitan. Tapi sebagai orang beriman, alangkah baik jika kita tetap mensyukuri hikmah yang ada meski terlihat sedikit di mata kita.

Apa saja sih hikmah Ramadhan dan lebaran di tengah pandemi ini?

Di keluarga saya sendiri, ada beberapa hikmah yang sangat saya rasakan, utamanya untuk diri saya. Di antaranya, fokus ibadah saya jauh lebih baik dibanding Ramdhan tahun-tahun sebelumnya -- terutama sejak punya anak. 2 Ramadhan terakhir setelah saya punya Faza, ibadah saya kacau balau. Tilawah Al Qur'an nggak pakai target, sedapetnya. Dan dapetnya sedikiiittt sekali. Tarawih pun jauh lebih banyak bolongnya, karna orang rumah pada tarawih ke masjid, sedangkan saya belum memungkinkan bawa Faza ke masjid untuk tarawih (karna butuh wkatu lama dan dia pasti crancky).

Tahun ini tilawah dan tarawih saya membaik sekali frekuensinya -- meskipun juga tetap belum bagus-bagus amat. Karena WFH, otomatis waktu saya untuk tilawah jauh lebih banyak. Tarawih pun bisa di rumah bareng dengan keluarga, jadi Faza pun tetap enjoy.

Hikmah selanjutnya adalah kami nggak perlu disibukkan dengan berbagai agenda buka bersama. Sehingga bisa full buka bersama keluarga dan membuat kedekatan semakin terbangun. Bukannya menganggap buka bersama itu agenda yang nggak baik atau nggak penting. Hanya saja diakui atau tidak, jika agenda buka bersama terlalu sering, biasanya ibadahnya juga makin kacau. Soalnya seringkali buka bersama pasti waktunya melewati waktu tarawih.


Sedangkan tentang lebaran, harus diakui berat sekali membayangkan lebaran nanti nggak bisa bertemu dengan keluarga di kampung dan sanak saudara. tapi -- lagi-lagi -- pasti ada hikmahnya. Yang saya rasakan hikmahnya adalah, saya nggak terlalu sibuk memukirkan tentang baju lebaran, sendal lebaran dan berbagai macam hal yang biasanya saya pikirkan setiap menjelang lebaran. Singkat kata, jadi nggak terlalu konsumtif. Apalagi jika melihat banyak sekali saudara yang butuh uluran tangan di tengah kondisi sulit ini.

Subhanallah. Maha suci Allah yanag nggak akan memberi kita cobaan melampaui batas kemampuan kita. Semoga semua ini seger berlalu, dan semoga kita menjadi orang yang berhasil mendapatkan hikmah dari beratnya kondisi ini. Aamiin.

Apa hikmah ramadhan dan lebaran di tengah pandemi ini untuk teman-teman?

Cara Mengatasi Dampak Negatif Akibat Bullying di Masa Kecil

on
Selasa, 28 April 2020
Ramadhan tahun lalu, saya pernah cerita di blog ini tentang bullying. Siapa korbannya? Saya sendiri. Hehe.

Yup, saat kecil, saya salah satu korban verbal bullying. Cerita lengkapnya silakan baca di sini yaa.

Apakah verbal bullying yang pernah saya alami saat kecil menyisakan dampak negatif yang saya rasakan hingga dewasa? Ya. Meskipun bukan jenis trauma yang parah, tapi tetap saja sempat cukup mengganggu saya dalam menjalani kehidupan saya selanjutnya.

Seiring berjalannya waktu dan dengan semakin meluasnya wawasan saya, beberapa tahun belakangan ini saya akhirnya tiba di titik 'oh, ternyata ada yang belum sembuh dari diri saya'. Lewat kesadaran itu, saya kemudian mulai mencari tahu, apa yang bisa saya lakukan untuk menyembuhkan diri saya sendiri dari beberapa dampak negatif akibat verbal bullying yang pernah saya alami.

dampak-negatif-bullying
Credit: Pixabay


Beberapa bentuk dampak negatif itu di antaranya adalah:

1. Masih menyimpan dendam pada beberapa teman masa SD
2. Kepercayaan diri yang sangat rendah
3. Tidak mudah berteman dengan orang baru
4. Mudah down saat mendengar komentar negatif
5. Sering cemas berlebihan ketika memikirkan 'apa kata orang'

Setelah membaca beberapa buku, artikel dan mengikuti beberapa akun psikolog dan praktisi kesehatan mental di Instagram, akhirnya saya pelan-pelan memulai proses untuk menyembuhkan diri dengan melakukan beberapa hal di bawah ini:

1. Cleansing

Cleansing yang saya maksud di sini bukan cleansing wajah ya -- yaiyalah jelas, hehe.

Cleansing yang saya maksud adalah mebersihkan diri -- jiwa, hati dan pikiran -- dari sisa-sisa luka akibat verbal bullying yang pernah saya alami di masa kecil.

Gimana caranya?

Pertama, sadari dan akui apapun perasaan yang kita rasakan. Karna, gimana mau nyembuhin kalo kita bahkan gak tau apa penyakitnya?

Adakalanya, kita itu nggak mau mengungkapkan apa yang sebenernya kita rasakan. Adakalanya kita seperti sengaja memungkiri perasaan kita. Seolah merasa kita jadi pribadi yang sangat buruk jika merasakan hal itu. Contoh, saat kita marah sama orangtua atau pasangan, tapi kita berulangkali bilang ke diri sendiri 'ah, enggak kok. aku nggak marah kok' -- karna takut dosa. Padahal sebenernya kita masih marah.

Hal seperti itu, akan membuat rasa marah yang masih tersisa justru akan terakumulasi dan menjadi bom waktu.

Kata dr. Jiemi Ardian, apapun yang kita rasakan adalah valid. Jangan pernah merasa bersalah hanya karna merasakan perasaan tertentu.

Lalu bagaimana cara agar kita bisa mengakui dan menyadari dampak negatif akibat bullying di masa kecil yang masih kita rasakan hingga saat ini?

Kalau saya pribadi, dengan menulis. Saya menuliskan segala yang saya rasakan saat saya mengingat bully-an teman-teman SD saya dulu. Saya tulisakan kemarahan saya pada teman-teman SD yang dulu membully saya. Semuanya.

Setelah tuntas fase menyadari dan mengakui segala perasaan kita, lalu masuk fase berikutnya. Yaitu memaafkan. Memaafkan yang benar-benar memaafkan. Bukan memaafkan yang hanya di lisan saja. Dan ini saya akui proses yang paling nggak mudah, dan butuh proses yang nggak instan.

Pertama, maafkan diri kita sendiri dulu. Maafkan diri kita yang dulu nggak berani melawan, nggak kuasa membela diri atau melakukan tindakan perlawanan agar verbal bullying itu tidak berkepanjangan. Maafkan segala ketidakberdayaan diri kita yang nggak mampu membela diri saat kecil dulu.

Saya juga memaafkan orang-orang terdekat saya, yang seharusnya bisa menjadi pihak yang melindungi saya dari bully-ing berkepanjangan. Misalnya, peran orangtua saya yang nggak melakukan apa-apa meski saya sering bercerita tentang teman-teman SD saya yang sering membully. Saya memafkan mereka karena saya tau mereka nggak paham seberapa besar dampaknya, dan gimana cara menghentikannya. Mereka hanya taunya menyuruh saya terus bersabar.

Yang berikutnya, baru memaafkan para pembully. Maafkan mereka yang saat itu mungkin tidak tau betapa buruk yang mereka lakukan. Caranya menurut saya nggak selalu dengan menyambung pertemanan dengan mereka lagi, ngobrol, dll. Saya justru sebaliknya.

Jika memang merasa nggak ingin berteman lagi dengan mereka para pembully, ya nggak usah. Memaafkan bukan berarti harus kembali menjalin hubungan kan? Kita berhak memilih siapa saja yang ada di hidup kita, dan siapa saja yang nggak perlu ada di hidup kita.

Saya sudah memaafkan para teman SD yang membully saya dulu. Tapi saya nggak ingin mereka ada di hidup saya lagi. Dan itu sah-sah saja :)

2. Cari Lingkaran Pertemanan yang Positif dan Supportif

Mempunyai lingkaran pertemanan yang positif dan supportif merupakan faktor yang sangat penting dalam mengatasi dampak negatif akibat bullying yang masih terbawa hingga dewasa. Caranya, salah satunya mungkin bisa dengan cara mengikuti kegiatan-kegiatan positif. Biasanya, yang tertarik ikut kegiatan positif adalah orang yang positif juga kan?

3. Kenali Diri dan Lejitkan Potensi

Karna salah satu dampak terburuk akibat bullying yang masih saya rasakan hingga dewasa adalah rendahnya tingkat kepercayaan diri, maka saya butuh sesuatu untuk memperbaiki tingkat kepercayaan diri saya.

Saya berusaha untuk mengenali apa saja sih potensi yang ada di diri saya. Setelah mengenali diri, lalu saya berusaha untuk melejitkan potensi yang ada dalam diri saya tersebut.

Dengan memiliki kelebihan tertentu, Insya ALlah akan otomatis membuat tingkat kepercayaan diri kita meningkat.

Tiga point di atas adalah hal yang saya lakukan dalam upaya mengatasi dampak negatif akibat bullying yang saya alami di masa kecil. Alhamdulillah tiga langkah di atas cukup efektif membuat saya jauh lebih baik dari sebelumnya. Belum 100% hilang sih dampak negatifnya, tapi setidaknya sudah tidak terlalu mengganggu.

Bagi teman-teman yang pernah menjadi korban bullying juga, dan merasa dampak negatif yang dirasakan hingga saat ini jauh lebih parah dari yang saya rasakan, dan merasa nggak mampu mengatasinya sendiri, jangan pernah ragu untuk meminta bantuan orang yang berkompeten di bidang ini ya. Bisa dengan cara datang ke psikolog atau praktisi kesehatan mental. Kalau sakit fisik aja kita nggak pernah ragu datang ke dokter kan? Begitu juga dengan sakit batin. Jangan ragu untuk meminta pertolongan dan mengobatinya :)

5 Resep Lezat dan Sederhana yang Bisa dibuat Bareng Anak selama #dirumahaja

on
Senin, 20 April 2020
Pandemi Covid-19 yang sedang melanda banyak negara, tidak terkecuali Indonesia, membawa banyak cerita. Selain didominasi oleh cerita-cerita menyayat hati tentang perjuangan para tenaga kesehatan yang jatuh bangun menangani banyaknya pasien, tentang kurangnya APD, dan banyaknya orang dermawan yang akhirnya berlomba-lomba membantu, dan banyak sekali cerita lainnya.

Selain hal-hal memilukan di atas, ada juga cerita tentang ibu-ibu dan bapak-bapak yang punya tugas dan kegiatan baru sejak ada himauan untuk #dirumahaja. Yang sehari-hari memang sudah jadi stay at home mom, mendadak punya tugas baru menjadi guru kelas setelah anak-anak diharuskan belajar di rumah. Yang sehari-hari biasanya menjadi working mom, mendadak mencicipi menjadi stay at home mom, beserta segala macam penyesuaiannya.

Yang biasanya ketemu anak cuma sore sampai malam, tiba-tiba harus bersama 24 jam. Bukannya nggak seneng ya, tapi tetep aja gagap. Sehari-dua hari sih mungkin masih oke. Lha kalau sudah masuk minggu ketiga gini kan bener-bener harus mutar otak untuk mengajak anak berkegiatan, supaya tetap seru dan nggak bosan meski hanya di rumah terus-terusan.

Kalau anaknya udah sekolah mungkin ada tugas-tugas dari guru di sekolahnya, yang bisa dijadikan untuk mengisi waktu di rumah ya. Nah yang bener-bener harus kreatif tuh yang anaknya masih balita dan belum sekolah seperti saya. Setelah mencari ide sana-sini, akhirnya saya mendapatkan ide kegiatan bermanfaat dan seru bareng anak. Yaitu, memasak bareng!

Jadi, sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui. Pertama, bisa menyajikan makanan yang lezat tapi cara masaknya sederhana. Kedua, anak bisa punya kegiatan sekaligus bisa jadi sarana stimulasi motoriknya.

Kalau dipikir-pikir, banyak juga kan sebenernya hikmah baik dari pandemi ini. Semoga after Covid-19, kita semua menjadi pribadi yang jauh lebih oke ya. Para ibu menjadi lebih kreatif dan pandai manajemen waktu. Kedekatan dengan anak semakin terbangun, dan keharmonisan rumah tangga semakin baik. Aamiin.

Nah, apa saja sih menu lezat dan sederhana yang bisa kita masak bareng anak selama #dirumahaja ?

1. Stik Kentang-Keju

Ini cemilan super gampang, dan hampir semua anak suka. Sayang gak sempet difoto yang proper kemarin pas bikin. Udah keburu ludeeesss.

Bahannya:

Kentang (yang direbus)
Parutan keju
Tepung Maizena
Garam
Oregano (atau seledri)

Campur semua bahan, lalu bentuk jadi stik, kemudian goreng. Nah, beri anak tugas ngupas kentang setelah direbus. Selama dia ngupas, kita bisa ngerjain yang lain dulu, karna pasti akan lamaaaa sekali, hihi. Tugas kedua, bisa juga ajak anak gelindingin adonan untuk jadi stik. Kan udah sama dengan mainan sensori tuh, hehe.

Timbangannya bener-bener se-pasnya aja ya, sampai adonan kalis dan bisa dibentuk.

2. Pie Susu Teflon

Ini saya kasih resep pie susu dari Mbak Dian Pelangi yang sempet bikin semua orang tiba-tiba bikin pie susu yaa. Hihi. Tapi saya belum sempat bikin sendiri sih yang ini, hehe.

Bahan:

Kulit:

200 gr terigu
1 butir telur
5 sdm mentega
2 sdm SKM

Uleni adonan sampe kalis, ratakan di teflon, tusuk-tusuk dengan garpu permukaannya.

Filling:
2 butir telur
150 ml air
2 sdm maizena
15 sdm SKM

Aduk semua, tuang ke kulit yang sudah diratakan di teflon. Letakkan di atas api kecil, dan ditutup. Tunggu sampai filling set.

Terus anak dikasih tugas ngapain nih? Suruh bantu tuang-tuang bahan ke mangkok, aduk-aduk, atau kalao perlu nguleni, mak. Wah, pasti seneng banget tuh mereka.

3. Churros

resep-churros


Huaa, saya terharu banget ada cemilan super lezat dan super sederhana bikinnya seperti churros ini. Cobain mak, gak bakal nyesel dan anti gagal. Saya kasih resep dari Channel Youtube-nya Puguh Kristanto Kitchen yaa.

Bahan:

125 ml Air
50 Gram Mentega
75 Gram Tepung Terigu
1 Sachet Kental Manis Plain
2 Butir Telur

Bahan cocolan:
Coklat yang dilelehkan dengan susu UHT dan mentega
Atau bisa juga cuma ditaburi gula castor

Cara membuat:
Lelehkan mentega ke dalam air yang diletakkan di atas api. Setelah mentega meleleh semua, masukkan terigu dan aduk dengan cepat sampe tercampur semua dan kalis, lalu matikan api. Aduk-aduk adonan sampe dingin, kemudian masukkan kental manis dan telur. Aduk lagi sampe tercampur rata. Masukkan adonan ke dalam piping bag atau plastik biasa juga boleh. Kasih spuit di ujungnya, keluarkan adonan ke dalam minyak yang sudah panas. Apinya sedang aja ya.

Saat bikin churros ini, anak paling cuma bisa disuruh bantu nuang-nuang sih. Atau bisa juga disuruh latihan memecahkan telur. Tapi harus siap kalau akhirnya telurnya diremes sampa dia, hihi.

4. Brown Sugar Boba

Siapa yang penggemar boba hayooo? Karna lagi #dirumahaja dan mall pada tutup, yaudah bikin aja! Gampang banget kok. Budget segelas boba di mall bisa jadi buat serumah kalau bikin sendiri. Hehe. Saya kemarin bikin, tapi lagi-lagi, gak sempet foto yang proper. Di story-in doang.

Resep berikut saya dapat dari akun Ig @kinarahasan yaa

Bahan:

200 gr tepung tapioka
1 bks nuttrijell coklat
2 sdm palm sugar
Kurleb 150 ml air panas (secukupnya sampe adonan kalis)
gula merah (sesuai selera)

Cara Membuat:

Campurkan adonan tepung, jelly dan gula. Aduk sampai rata, setelah itu kasih air panas sedikit demi sedikit dan aduk sampai kalis. Kalau sudah kalis adonan siap di bentuk. Nah, ajak anak untuk ikut membentuk adonan menjadi bulatan kecil-kecil boba. Dia pasti semangat banget.

Ohya, biar bulatannya gak saling lengket satu sama lain, masukkan bulatan-bulatan adonan ke dalam tepung tapioka ya. Setelah selesai semua, masukkan bulatan-bulatan tersebut ke dalam air yang sudah mendidih. Angkat setelah kurang lebih 8 menit.

Setelah bulatan biba diangkat dan ditiriskan, masak gula merah dan air. Tunggu sampai gula merah hampir mendidih, kemudian masukkan bobanya, aduk-aduk sampai gula merah mengental. Jadi deh! Siap diminum pake susu UHT.

5. Dalgona Coffee


dalgona-coffee


Ini sih kayaknya semua orang udah nyoba bikin ya. Sampai kopi nescafe kosong di mana-mana. Wkwkwk. The power of socmed!

Resepnya?

Cuma kopi, gula, air. Takarannya beragam sekalii, silakan cari di instagram karna sudah terlalu banyak, hihi.

Terus anak disuruh ngapain?

Suruh ngaduk dong, wkwkwkwk. Pake saringan kawat ya, biar gak lama-lama amat, kasian nanti tangannya gempor. Gantian sama emaknya juga boleh. Hihi.

Meski tampaknya cuma aduk-mengaduk, ngupas, nuang, jangan dikira nggak ada manfaatnya lho. Untuk anak usia balita, kegiatan-kegiatan sederhana semacam itu punya banyak sekali manfaat. Di antaranya, melatih koordinasi mata dan tangan, melatih motorik halus, dll.

Jadi, nggak ada alasan untuk mati gaya yaaa selama #dirumahaja. Masak bareng anak yuk :)

Review Zalfa Miracle Acne Series

on
Jumat, 17 April 2020
Beberapa tahun lalu sempat ada campaign besar-besaran dari salah satu brand skincare baru yang bernama Zalfa Miracle. Sayangnya, saat itu saya bukan termasuk salah satu blogger yang berpartisipasi dalam campaign tersebut. Hehe. Tapi saking banyaknya blogger yang ikut serta, otomatis saya jadi membaca beberapa review tentang Zalfa, dan membuat Zalfa Miracle cukup melekat di benak saya.

Beberapa tahun setelahnya, saat saya tiba-tiba dilanda masalah jerawat tak berkesudahan dan membuat saya mulai berpikir untuk memakai skincare dengan lebih baik, saya beberapa kali melirik Zalfa Miracle. Tapi maju-mundur. Saya berusaha meyakinkan diri dulu -- salah satunya dengan sering kepo-in akun IG Officialnya mereka, lalu nyari-nyari review independennya. Nah, ketika mencari review Zalfa Miracle, ketemunya ya artikenyatemen-temen Blogger yang saat itu ikut campaign-nya beberapa tahun lalu. Nyari yang bener-bener independen susah. Ada sih, tapi gak banyak. Di Female Daily dan Soco pun belum ada satu pun review produknya Zalfa Miracle. Padahal saya tipe yang harus baca sebanyak mungkin review dulu sebelum mencoba sebuah produk.

Hingga suatu hari, saat sedang ngulik akun IG Official Zalfa untuk kesekianpuluh kalinya, saya akhirnya ketemu sama akun IG pribadi dari ownernya Zalfa Miracle. Dan saya seperti 'jatuh cinta' pada beliau. Beliau pribadi yang membuat saya sangat simpati. Dan hal itu bikin keyakinan saya untuk nyoba produk Zalfa Miracle meningkat hampir 75%. Hihi. Iya, saya memang sesubjektif itu.

review-zalfa-miracle-acne-series


Long story short, akhirnya saya mantap untuk mencoba produk Zalfa Miracle yang Acne Series. Pertama kali beli, saya beli Acne series (Day cream dan night cream) tanpa facewashnya. Facewashnya saya minta diganti dengan cleansing milk, karna saat itu saya masih punya stok facewash dari Hadalabo dan Erhalogy. Di pembelian kedua, baru deh saya beli serangkaian Acne Series yang terdiri dari Day cream, night cream plus facewash.

Saya akan review satu persatu ya day cream, night cream, facewash dan cleansing milknya.

Note: Saya pakai Zalfa Miracle ini sudah beberapa bulan yang lalu, dan saat ini semua produknya sudah habis tak bersisa. Jadi saya nggak bisa ngasih lihat foto tekstur produknya, karna dulu kelupaan moto-in. Hihi.


Day Cream Acne Series Zalfa Miracle

Komposisi:

Aqua, ethyhexyl, methoxycinnamate, butyl methoxydibenzoylmethane, benzophenone-3, butylene glycol, phospholipids, phenoxyethanol, PEG-6, stearate, PEG-32 stearate, cetyl alcohol, cyclodextrin, melaeuca alternifolia oil, isostearyl isosstearate, propylene glycol, aloe barbadensis leaf extract, dimethicone, dimethysilanol hyaluronate, sodium methylparaben, propylparaben, glycerin, titanium dioxide, ethylhexylglycerin, allantoin, disodium EDTA, BHT.

Kemasan:

Day cream maupun night cream Zalfa Miracle semua series berbentu jar dari kaca yang cukup tebal. Nggak ada sendok spatulanya, jadi harus dicolek saat mau dipakai. Day cream dan night creamnya juga dilengkapi dengan box karton, yang dilengkapi dengan keterangan komposisi, label halal, nomor BPOM, dll. Jadi jelas Zalfa Miracle bukan skincare abal-abal, Insya Allah.

Tekstur:

Day Cream Acne Series Zalfa Miracle berupa cream yang dengan tekstur sangat kental bewarna putih bersih. Aromanya tipis-tipis, enggak mengganggu, tapi juga gak bisa dibilang enak.

Klaim:

Perawatan kulit mengatasi masalah pada kulit berjerawat dengan kandungan aktif tea tree oilnya yang mencegah timbulnya jerawat. Juga kandungan UV Protector yang melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari UVA dan UVB, serta dipadu dengan witch hazelnya yang meminimalisir pori-pori.

Day cream Zalfa Miracle Acne Series ini saat dipakai cukup bikin lembab, agak terasa greasy, tapi bisa dimaafkan. Dia nggak punya efek tone up. Meski meng-klaim bisa melindungi kulit dari sinar UV, rasanya tetap harus pakai sunscreen setelahnya. Karna pemakaian sunscreen yang efektif harus sesuai takaran, sedangkan saat pakai Day Cream Zalfa Miracle ini rasanya nggak mungkin kita pakai sesuai takaran sunscreen, karna pasti akan terasa sangat greasy. Jadi mending pakai day cream secukupnya, lalu ditumpuk dengan sunscreen setelahnya.

Day Cream Zalfa Miracle ini memiliki kandungan tea tree oil yang dikenal sebagai bahan yang mampu mengatasi masalah jerawat, dan aloe vera yang bisa menenangkan kulit. Selain itu, ada juga kandungan Witch hazel yang bisa memberikan kelembaban pada kulit dan membuat kulit terasa lebih lembut.

Sayangnya, dia masih ada kandungan satu jenis kandungan paraben (methyl dan propyl paraben), serta ada kandungan PEG (Polyethylene Glycol). Saya bukannya tim yang harus semua-mua organik gitu sih. Cuma sebagai brand skincare yang memproklamirkan diri sebagai produk dengan bahan-bahan natural, tadinya saya pikir Zalfa Miracle sudah paraben free.

Night Cream Acne Series Zalfa Miracle

Komposisi:

Aqua, PEG-6 Stearate, PEG-32 Stearate, CEtyl Alcohol, Cyclodextrin, Melaleuca Alternifolia Oil, Niacinamide, Glycerin, Glycine Soja Seed Extract, Dimethicone, Hamamelis Virginiana Distillate, Propylene Glycol, DMDM Hydantoin, Allantoin, Methylparaben, Propylparaben, BHT, Disodium EDTA.

Kemasan:

Sama persis dengan Day Creamnya.

Tekstur:

Night cream Acne Series dari Zalfa Miracle in memiliki tekstur cream yang lebih creamy dibanding day creamnya. Saya ragu sih itu bener atau enggak istilahnya. Pokoknya enggak 'seberat' teksturnya si day cream. Warnya juga enggak seputih day cream. Putih tulang gitu.

Klaim:

Perawatan untuk menuntaskan masalah kulit berjerawat secara maksimal. bahan aktif alaminya tuntas bersihkan jerawat dan noda bekas jerawat, komedo dan sel kulit mati, serta efektif kurangi produksi minyak di wajah.

Night cream Acne series dari Zalfa Miracle ini memiliki aroma khas cream khusus untuk jerawat gitu. Saya nggak tau sih itu aroma yang ditimbulkan oleh bahan yang mana. Saat dipakai, meninggalkan rasa greasy yang cukup lama, tapi jujur aja saya nggak terganggu. Pagi hari setelah malamnya pakai night cream dari Zalfa ini, kulit terasa lebih lembut, kenyal dan lebih cerah. Mungkin itu efek dari niacinemide yang terkandung dalam night cream ini, yang terkenal sebagai bahan yang punya banyak manfaat, di antaranya mencerahkan, menyamarkan noda hitam, meningkatkan elastisitas kulit, dll.

Tapi -- lagi-lagi --, night cream dari Zalfa Miracle ini mengandung bahan-bahan yang menurut saya nggak sesuai dengan brnading natural skincare yang dibangun oleh Zalfa miracle.

Cleansing Milk Zalfa Miracle

Komposisi:

Aqua, Polysorbate 80, Propylene Glycol, Xantan Gum, DMDM Hydantoin, Mineral Oil, Stearic Acid, Glyceryl Stearate, Cetyl Alcohol, PEG-75 Stearate, Ceteth-20, Steareth-20, Triethanolamine, Allantoin, Methylparaben, Propylparaben, Fragrance

Kemasan:

Dikemas dalam sebuah botol berbahan platik, berwarna putih, dan dilengkapi dengan pump.

Tekstur:

Sebagaimana namanya, teksturnya seperti cleansing milk pada umumnya, berwarna putih.

Klaim:

Dibuat dengan bahan-bahan yang khusus diformulasikan untuk mengangkat kotoran dan sisa make up hingga pori-pori terkecil. Efektif membersihkan komedo yang menyumbat pori-pori wajah.

Kesan pertama saat memakai cleansing milk ini adalah aromanya. Menurut saya pribadi, aromanya kurang enak dan agak menganggu. Untuk daya angkat kotorannya, menurut saya sih cukup bagus, untuk ukuran saya yang nggak pernah pakai make up lho ya. Jadi sekedar membersihkan kotoran karna seharian beraktivitas di luar aja. Kalo untuk make up tebal, saya nggak tau karna belum pernah membuktikannya sendiri.

Untuk klaim bisa membersihkan komedo, menurut saya so-so aja sih. Iya memang komedo jadi agak berkurang. Tapi saya percaya komedo nggak akan bisa diatasi hanya oleh satu produk. Pasti dibutuhkan beberapa produk yang saling mendukung.

Facial Wash Acne Series Zalfa Miracle

Komposisi:

Aqua, SLS, Propylene Glycol, Cocmide Dea, Cocamidopropyl Betaine, Hamamelis Virginia Leaf Extract, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Cyclodextrin, Melaleuca Alternifolia Oil, Glycerin, EpilobiumAngustifolium Extract, Phenoxyethanol, Sodium Metabisulfite, Sodium Chloride, Glycolic Acid, Fragrance, Disodium EDTA, Methylparaben, Propylparaben.

Kemasan:

Sama dengan Cleansing milknya.

Tekstur:

Facial Wash Acne Series Zalfa berbentuk cairan agak kental transparan, berwarna jingga. Baunya oke-oke aja sih, nggak ganggu tapi juga nggak bisa dibilang enak. Hehe.

Klaim:

Diperkaya dengan ekstrak aloe vera dan beberapa bahan lainnya, Zalfa Miracle Facial Wash efektif digunakan untuk membersihkan wajah anda dan memberikan efek segar pada wajah.

Yang saya syukuri dari facial wash ini adalah efek setelah dipakai yang enggak menyebabkan wajah terasa tertarik dan kering. Padahal, di komposisi tertera SLS di urutan kedua. Wow. Saya agak serem sih jujur aja ketika melihat SLS. Karna SLS konon bisa membuat wajah kering, dan jika dipakai oleh wajah yang punya masalah dehidrasi, bisa membuat kondisi wajah memburuk.

Tapi, Alhamdulillah itu nggak terjadi saat saya memakai facial wash dari Zalfa ini. Cuma setelah pakai facial wash ini, memang harus buru-buru lanjut ke step skincare berikutnya (hydrating toner), biar nggak terasa kering.

Impresi Secara Keseluruhan Terhadap Produk Acne Series Zalfa Miracle

Saat mulai memakai serangkaian Acne Series dari Zalfa Miracle ini, kondisi wajah saya sedang cukup parah. Ada beberapa jerawat meradang di kening dan dagu, yang bandel sekali. Setelah mulai memakai Zalfa, kondisi wajah saya pelan-pelan mulai membaik. Saat habis paket yang pertama, jerawat meradang sudah hampir hilang, hingga akhirnya saya lanjut ke paket kedua, dan Alhamdulillah jerawat meradang sudah hilang. Tinggal bekasnya.

Jadi, meski ada beberapa ketidaknyamanan yang saya rasakan, terutama di bagian aroma cleansing milk, saya cukup puas dengan produk Zalfa Miracle ini.

Tapi pada akhirnya saya memutuskan untuk nggak lanjut pakai Zalfa Miracle lagi. Kenapa?

Ada satu alasan terkuatnya, yaitu berkaitan dengan sistem penjualan Zalfa. Seperti beberapa paketan skincare dari brand lokal lainnya, Zalfa Miracle punya kebijakan tentang harga yang lebih murah saat kita beli satu paket, dibanding dengan saat kita beli satuan. Nah tapi, kok selisihnya banyak bangettt, hiks. Jadi kalo beli satuan, harga day cream dan night cream masing-masing adalah 105 ribu, sedangkan facial wash dan cleansing milk masing-masing 45 ribu. Sedangkan kalo belia sepaket (Day cream+night cream+facial wash/cleansing milk) harganya 195 ribu. Jauh banget kan?

Padahal, 3 produk itu kan nggak selalu habis bersamaan. Masa harus selalu beli sepaket demi harga yang lebih ekonomis? Huhu.

Alasan kedua kenapa enggak repurcahe setelah habis dua paket dan padahal cocok adalah karna saya tergoda nyobain local brand lain yang punya komposisi yang lebih menggoda :)

Sekian review panjang saya. Semoga bermanfaat yaaa!

Peluang Penghasilan dari Macam-Macam Hobi. Coba Cek yang Mana Hobimu?

on
Kamis, 09 April 2020
Di era digital seperti sekarang ini, apa sih yang nggak bisa jadi peluang penghasilan? Kayaknya hampir nggak ada. Asalkan kita pinter mencari dan menemukan peluang tersebut.

Jadi, menghasilkan uang dari hobi seperti yang diidamkan banyak orang, sekarang sebenernya bukan hal mewah lagi. Siapapun bisa melakukannya. Sekali lagi, asalkan kita jeli mencari dan menemukan peluangnya.

Tapi pasti masih ada aja tuh yang belum ngeh dan masih bertanya-tanya, 'peluang penghasilan untuk hobiku ini apa sih sebenernya?'

Kalian kah salah satunya?

peluang-penghasilan-dari-hobi


Nah, yuk coba cek macam-macam hobi yang menghasilkan di bawah ini!

1. Hobi menulis

Siapa yang jaman SMP hobinya nulis di buku diary, hayooo? *angkat tangan tinggi-tinggi* Haha.

Mungkin itu salah satu tanda bahwa kamu punya hobi menulis. Nggak jadi soal meskipun 'cuma' nulis curhatan. Asal terus diasah, kemampuan menulismu pasti akan terus berkembang kok. Sambil terus mengasah kemampuan menulis, kamu juga bisa lho mendapatkan peluang penghasilan dari hobi menulis ini. Apa tuh?


Salah satunya bisa dengan nulis blog gini. Hehe. Bisa juga nulis buku kalau kemampuanmu sudah semakin mumpuni. Siapa tau kan bukumu bisa jadi best seller seperti karya-karyanya Tere Liye atau Dee, who knows? Harus optimis dong!

Nggak cuam itu sih sebenernya. Bisa juga dengan rajin nulis tentang review macam-macam produk di IG. Asal konsisten, bisa jadi akan banyak brand yang datang menawarkan kerjasama untuk minta dibuatkan review produknya olehmu. Oh, atau bisa juga kamu jadi content writer di media-media online yang buanyak sekali bermunculan sekarang ini.

Ayooo, semangat menulis yaa :)

2. Hobi membaca

Duh duh, ini kok kayak template jawaban jaman SD saat ditanya sama guru 'apa hobimu?' ya! Haha. Pasti jawabnya kebanyakan ya membaca. Urusan beneran hobi baca beneran atau enggak, pikir belakang. Xixixi.

Tapi bagi kamu yang hobi membacanya nggak sekedar basa-basi, bisa juga lho mendapatkan peluang penghasilan dari hobi super bermanfaat itu.

Biasanya, orang yang suka baca itu juga suka dan bisa nulis. Nah, gabungin deh tuh duo maut. Maka kamu bisa menjadi seorang resensor buku handal. Kalau tembus ke media besar, resensi buku itu dapet fee lho. Gurih lah pokoknya!

Kalian juga bisa menjadi seorang editor. Sekarang banyak kok yang membuka peluang untuk menjadi seorang freelancer editor, jika kamu memang belum siap untuk menjadikannya sebagai sumber penghasilan utama.

3. Hobi menggambar

Ada yang mikir 'ih kayak anak kecil aja hobi menggambar!'. Eits, jangan salah. Di era digital gini, visual itu punya peran sangat penting lho. Maka, skill-skill yang berhubungan sama dunia visual juga punya banyak sekali peluang penghasilan. Dan lagi, hobi menggambar sama sekali enggak cuma untuk anak kecil kok.

Coba kepo-in beberapa nama di IG, seperti: @byputy, @ditut, @pinot, dan masih banyak lagi yang lain.

Mereka adalah orang-orang yang yang punya hobi menggambar, dan akhirnya menemukan peluang penghasilan dari hobinya tersebut.

Peluang itu di antaranya adalah, menjadi seorang ilustrator, membuat kain printing dengan gambar signature karyamu, dll.

4. Hobi memasak

Buibu pasti banyak banget nih yang punya hobi memasak?!

Daripada sekedar dicicip, dimakan, lalu nggak ada jejaknya, ayoo coba didokumentasikan resep-resepnya lewat blog dengan tema memasak atau di akun IG. Kalau kamu hobi tampil, boleh juga dibikin video tutorial memasaknya di channel Youtube. Siapa tau kan bisa jadi kayak Tasyi Farasya, Bunda Diah Didi, atau Mbak Ayu Diah Respatih :)

5. Hobi crafting

Ada yang punya hobi merajut? Atau bebikinan ala-ala DIY?

Bisa banget jadi peluang penghasilan lho itu! Gimana caranya?

Kalian bisa bikin video tutorial DIY-nya, atau bisa juga menjual hasil crafting kalian lewat media sosial. See? Nggak ada yang nggak punya peluang sekarang ini.

6. Hobi fotografi

Ada kan ya orang yang feed IG-nya tuh baguusss banget. Foto-fotonya super niat, dan hampir semua hasil jepretannnya sendiri. Jika kamuu salah satunya, ayo kembangkan hobi fotografimu itu!

'Ah, aku mah fotonya cuma pake kamera HP, gak punya DSLR!'

Iihh, jangan pesimis dulu. Pake kamera HP-pun kalau kamu pinter mengeksplore secara maksimal kemampuanmu, pasti akan tetap berkembang kok.

Banyak lhoo yang tadinya cuma iseng upload foto-foto bagus hasil jepretan kamera HP, terus sekarang nerima banyak job foto produk. Keren nggak tuh!

Kalau nggak percaya, cek aja hastag #uploadkompakan di IG.

7. Hobi menyanyi

Hibi menyanyi dan punya suara bagus sih sayang banget ya kalau cuma dipakai nyanyi di kamar mandi :(

Kenapa enggak bikin cover lagu, lalu diunggah di Channel Youtube-mu?

Bahkan sekarang banyak penyanyi cover yang nggak kalah kaya dibanding penyanyi asline, Hehe.

Dari tujuh macam jenis hobi di atas, adakah salah satunya merupakan hobimu? Jika ada, ayo jangan kasih kendor. Asah terus! Kunci utamanya tetap ketekunan ya. kalau sekear hobi terus nggak diasah, dilakukannya sesekali dan asal-asalan sih jangan berharap terlalu tinggi akan menemukan peluang penghasilan dari hobi tersebut :)

Tapi saran saya, fokus utamanya jangan ke penghasilan. Hobi yang menyenangkan kan yang bikin kita bahagia dan enjoy saat melakukannya. Kalau fokus utamanya adalah gimana caranya mendapatkan peluang penghasilan dari hobi, lalu jadi nggak enjoy melakukannya sih buat apa?

Lakukan saja dengan bahagia, asah dengan sungguh-sungguh, Insya Allah jalan rejeki akan terbuka :)

Selamat menemukan hobi dan peluang penghasilanmu yaaa!


Signature

Signature