}); Pengalaman Berinvestasi Reksadana Melalui Tokopedia | Rosa Bercerita

Pengalaman Berinvestasi Reksadana Melalui Tokopedia

on
Selasa, 01 Oktober 2019
Sejak ada jouska.id, siapa sih yang nggak kenal reksadana?

Termasuk saya. Reksadana termasuk hal baru bagi saya sejak sekitar dua tahun lalu. Tapi, setahun ini, reksadana seperti menggaung di mana-mana. Banyak orang yang ngomongin soal salah satu instrumen investasi tersebut.

Dulu, satu-satunya yang saya tau itu ya menabung. Saat kenal istilah investasi pun, saya kira tabungan merupakan salah satu bentuk investasi selain tanah, rumah, dan emas. Ternyata, bukan. Investasi dan tabungan itu sama sekali nggak sama.

Lalu beberapa tahun belakangan ini, investasi dalam bentuk reksadana semakin dikenal. Konon, reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang paling ramah untuk orang-orang dengan pengetahuan terbatas, terutama soal pasar modal. Yah, kayak saya ini lah contohnya.

Tapi, meski sudah cukup sering mantengin soal reksadana, tetap aja belum membuat saya berani untuk mulai berinvestasi dalam bentuk reksadana. Tertarik. Tapi masih maju-mundur terus. Masih merasa harus nambah pengetahuan lagi dulu terus.

Sampai akhirnya, pada suatu siang, tema obrolan di grup Emak-Emak Blogger adalah tentang investasi. Lalu salah satu emak bercerita bahwa ia sering 'iseng' investasi emas dan reksadana melalui Tokopedia. Saya langsung amaze dong. wah, bisa ya ternyata?

Saya termasuk juarang banget makai Tokopedia sebagai sarana berbelanja online. Jadi ya jarang buka juga. Tapi sejak obrolan siang itu, langsung deh saya kulik-kulik Tokopedia.

Dan gak tau kenapa, tanpa pikir panjang saya apply permohonan untuk bisa berinvestasi reksadana di Tokopedia. Biasa sih, isi identitas lengkap, lalu foto KTP. Permohonan diproses kurang-lebih dalam waktu dua hari.

Setelah diapprove, gak pake lama saya langsung nyoba berinvestasi reksadana melalui Tokopedia. Tapi namanya nyoba, ya nominalnya kecil dulu dong, hihi. Cuma biar gak penasaran aja.

Tokopedia ternyata bekerjasama dengan bareksa sebagai pihak agen penjual reksadananya. Sedangkan pilihan produk reksadananya, Tokopedia hanya menyediakan 2 pilihan, yaitu: Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra dan Syailendra Dana Kas. Keduanya merupakan reksadana pasar uang.


Kalian yang bener-bener belum ngeh soal reksadana, pasti agak bingung, apa sih itu reksadana pasar uang? Jadi, reksadana itu ada 4 jenis. Yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham. Untuk keterangan deskripsi dari masing-masing reksadana, silakan googling yaa. Hihi.

Sebenernya, sebelum memilih mau beli reksadana jenis yang mana, kita harus tau dulu tuh profil resiko kita. Apakah kita tipe orang yang beraninya sama resiko rendah, sedang atau tinggi. Karna masing-masing jenis reksadana di atas punya tingkat resiko masing-masing.

Tapi berhubung di Tokopedia hanya ada reksadana pasar uang, dan niat saya masih sekedar coba-coba, yaudah saya ambil aja langsung yang Mandiri Pasar Uang Syariah. Kekurangannya, di Tokopedia ini keterangan produk reksadananya kurang lengkap. Nggak ada prospektusnya, nggak ada keterangan Bank Kustodiannya siapa (meskipun kalo yang Mandiri Pasar Uang mah jelas bank kustodiannya Bank Mandiri. Tapi gak dicantumkan keterangannya). Lalu nggak ada keterangan tentang alokasi asetnya bakal ditaruh mana, dll.



Ohya, kelebihan dari investasi reksadana melalui Tokopedia ini adalah bisa dimulai dengan nominal yang sangat ringan. Yaitu, sepuluh ribu rupiah. Wah, itu sih anak SMA juga bisa ya.

Nah, pada pembelian pertama, saya beli reksadana sebesar lima puluh ribu rupiah. Pembelian diproses sekitar dua hari bursa kalo gak salah. Sebagai pemula, saya sering banget tuh intip-intip. Tiap hari saya intipin. Penasaran, investasi saya tumbuh jadi berapa yaaa hari ini, gitu. Hehe.

Dan wow, saya seneng karna tiap hari, pasti ada penambahan. Ya jangan bayangin akan banyak ya, lha wong investasinya aja lima puluh rebu rupiah, masa mau untung banyak. Wkwkwk.

Terus saya semangat dong. Nambah lagi sepuluh ribu rupiah. nambah lagi delapan puluh ribu rupiah. Tapi belum beli lagi sampai sekarang, karna saya sedang mencoba investasi reksadana di marketplace sebelah yang pilihan produknya jauh lebih banyak. Nanti saya review di blog juga deh ya, Insya Allah.

Nah, ada yang penasaran uang delapan puluh ribu rupiah saya sekarang jadi berapa dalam waktu kurang dari sebulan?

Nih saya kasih lihat.

Dapet 300 rupiah. Mayan yaaa buat beli permen =D
Kesan saya selama sebulan investasi reksadana di Tokopedia ini, puas banget sih. Menurut saya ini recomended banget untuk orang-orang yang nggak punya waktu untuk datang langsung ke Bank Kustodian urus pembukaan rekening dll. Dan lebih user-friendly dibanding jika beli langsung melalui agen penjual reksadana online macam bareksa.

Kira-kira, tertarik nggak kalian investasi reksadana lewat markeplace gini?
2 komentar on "Pengalaman Berinvestasi Reksadana Melalui Tokopedia"
  1. wihh, dilihat statistiknya kok menggiurkan hehehe

    BalasHapus
  2. Saya di tokopedia belanjaaaa muluuuuuuuuu wgwgw ngincerin cashback juga kadang wgwgw

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)

Signature

Signature