Review Omniskin Cica Bakuchiol Blemish Serum: Solusi Untuk Kulit Acne Prone

on
Jumat, 25 Februari 2022
Yang punya acne-prone skin alias kulit yang mudah berjerawat mana suaranya? *saya tunjuk tangan paling tinggi.
 

Kadang bikin capek dan menguji kesabaran ya. Butuh perlakuan khusus untuk punya kulit mulus tanpa jerawat, atau paling nggak, jerawatnya terkendali lah minimal. Dan gak cuma soal jerawatnya aja lho, bekas jerawatnya juga kadang bikin pengen nangis. Apalagi kalo bekas jerawat yang satu belum ilang, eh udah muncul jerawat baru lagi. Hiks.

 

Seperti yang saya alami akhir-akhir ini. Yang paling mempengaruhi kulit acne-prone saya salah satunya adalah faktor hormon. Nah, saat ini saya sedang ada di kondisi tubuh yang menyebabkan hormon berubah drastis. Salah satu efek utamanya tentu saja adalah kulit yang juga jadi gak stabil sama sekali.

 

Sehari bersih, besok tiba-tiba muncul jerawat gerudukan. Gitu aja terus. Sekali lagi, yang paling bikin nyesek tuh bekas jerawatnya.

 

Tapi setidaknya, sekarang saya gak sepanik dulu menghadapi kondisi kulit yang seperti ini. Karena sekarang udah lebih kenal sama kulit sendiri, sudah lebih paham tentang skincare dikit-dikit, jadi udah lebih tau harus ngapain biar kondisi kulitnya tetap bisa terkendali, dan gak jadi ambyar seperti empat tahunan lalu. Hehehe.

 

Emang gimana tuh caranya?

 

Salah satunya kuncinya adalah punya komposisi skincare andalan yang cocok dengan kondisi kulit.

 

Setelah melewati perjalanan panjang mengenal banyak jenis dan komposisi skincare, akhirnya saya tau komposisi apa yang cocok dan bisa bantu saya mengatasi kondisi kulit yang mudah berjerawat gini.

 

Dua di antara komposisi andalan saya itu adalah Cica alias Centella Asiatica dan Bakuchiol.

 

Pasti kalian semua juga sudah kenal dua komposisi yang hits banget itu, kan? kalau Cica sih udah deh, beneran andalan dan kecintaan saya banget. Tapi kalau Bakuchiol, saya kadang agak malas pakai karna selama ini saya nemunya selalu yang bentuknya face oil. Huhu bagi saya pake face oil tuh kurang nyaman.

 

TAPI, akhirnya saya menemukan produk yang komposisinya memadukan antara Cica dan Bakuchiol DAN bentuknya bukan face oil melainkan serum. Huaaa, seneng banget!

 

Yap, Cica Bakuchiol Blemish Serum dari Omniskin. Ini combo banget sih buat kulit saya yang mudah berjerawat ini. Sampe saya sempet mikir, serum ini seperti sengaja diciptakan untuk saya. Huehehe.

 

serum-cica-bakuchiol-omniskin

 

Yuk yuk kenalan lebih detil dengan produk ini.

 

Cica Bakuchiol Blemish Serum Omniskin


Klaim

Serum ini membantu mengatasi masalah penumpukan kulit mati serta sumbatan pada pori-pori, komedo, blackhead, whitehead, serta jerawat.  Berfungsi untuk mengikis kulit mati yang menutup pori dan bisa menyebabkan jerawat tidak bisa keluar, mencerahkan kulit, mengurangi garis-garis halus pada permukaan kulit, serta mempercepat pudarnya bekas-bekas jerawat (scar & PIH).

 

serum-cica-bakuchiol-omniskin

 

Key Ingredients

 
Serum-Cica-Bakuchiol-Omniskin

 Seperti namanya, dua key ingredients utamanya adalah Cica atau Centella Asiatica yang dikenal sebagai komposisi jagoan untuk mengatasi kulit berjerawat dan penuaan dini, dan Bakuchiol yang juga dikenal sebagai bahan yang punya manfaat besar untuk mencegah penuaan dini dan membantu memudarkan bekas jerawat.

 

Tapi selain dua komposisi andalan tersebut, serum ini juga mengandung banyak komposisi keren lainnya, seperti cucumber fruit extract, aloe barbadensis leaf extract (ekstra lidah buaya), mandelic acid, niacinamide, dan masih banyak yang lainnya.

 

Kemasan Produk

Serum ini dikemas dalam botol berbahan plastik, berwarna putih dan berbentuk tabung panjang. Bentuk kemasa ini menurut saya unik, gak seperti kebanyakan kemasan serum lainnya. Dan yang utama, travel friendly sekali!

 

serum-cica-bakuchiol-omniskin

 

Botolnya dilengkapi dengan pump untuk mengeluarkan isi produknya. Dilengkapi dengan tutup yang gak gampang lepas juga, jadi kalau dibawa bepergian, gak khawatir tutupnya lepas terus pumpnya kegencet dan isinya tumpah.


Tekstur dan Aroma

 

serum-cica-bakuchiol-omniskin


Tekstur dari Cica Bakuchiol Blemish Serum ini lumayan thick, berwarna bening. Aromanya wangi, tapi bukan tipe wangi yang nyegrak dan mengganggu. Wanginya seperti wangi floral.

 

Pengalaman Pemakaian

Meski teksturnya agak thick, tapi ketika diaplikasikan ke wajah, Cica Bakuchiol Blemish Serum ini sama sekali gak terasa berat atau lengket. Dia cenderung mudah menyerap.

 

Seperti yang saya ceritakan di atas, saat memakai serum ini kondisi kulit saya sedang sangat gak stabil karena faktor hormon yang juga sedang banyak berubah. Tipe jerawatnya cenderung kecil-kecil, dan ada di sekitaran mulut. Ada bekas jerawat juga di bagian bibir bagian ujung kanan.

 

Selama kurang lebih tiga minggu pakai Cica Bakuchiol Blemish Serum ini, Alhamdulillah gak ada reaksi negatif apapun. Sebaliknya, saya merasakan banyak manfaatnya. Selain bikin jerawat cenderung lebih cepat kalem dan sembuh, serum ini juga membantu memudarkan bekas jerawat agak lebih cepat. Meskipun belum bisa hilang sama sekali tentu saja, karna baru tiga minggu pakai. Kan skincare bukan sulap, hehe.

 

serum-cica-bakuchiol-omniskin
Foto before-after ini saya ambil kurang lebih jarang waktu sepekan

 

 Efek lain yang saya rasakan tiap pakai produk ini, kulit jadi terasa lebih lembab dan bersih. Komedo-komedo berkurang dan terlihat lebih cerah.

 

Pokoknya, Cica dan Bakuchiol ini sepertinya gak pernah salah sih. Selalu keren efeknya buat kulit!


Review Rangkaian Scarlett Brightly Series

on
Senin, 14 Februari 2022
Sejak menggandeng aktor tampan dari Korea -- Song Joong Ki -- sebagai star ambassador, Scarlett semakin menarik perhatian banyak orang. Gak terkecuali saya. Hehehe.

 

Padahal, saya biasanya justru gak terlalu tertarik dengan skincare yang terlalu banyak endorse ke artis-artis gitu. Entah ya, kesannya kayak mainstream banget. Tapi Scarlett ini pengecualian. Setelah mencoba beberapa produknya, eh kok bikin ketagihan, jadi pengen coba semuanya!

 

Setelah sebelumnya sudah nyobain Brightening Face Wash dan Acne Serum (yang jadi andalan banget!), kali ini aku mau review rangkaian Scarlett Brightly Series.

 

Review-scarlett

Yuk, cusss!

 

Brightening Face Wash

 

Reviewnya baca di tulisan terdahulu aja yaaa, biar gak ngulang dan kepanjangan. Yang jelas ini face wash yang gentle sih. Suka!

 

Ini Linknya! 

 

Brighly Essence Toner


review-scarlett

Hero Ingredients

 

Glutathione, Natural Vit. C, Niacinamide, Witch Hazel Extract, Grape Water, Jeju Propolis Extract, Allantoin

 

Klaim

  • Mencerahkan kulit
  • Meregenarasi kulit untuk membantu membuat tekstur kulit lebih halus dan kenyal
  • Melembabkan, menenangkan dan menyegarkan kulit
  • Meningkatkan produksi collagen
  • Dll


Tekstur &Aroma

 

Brightly Essence Toner ini teksturnya cair seperti air. Yang bikin unik dan lucu, di dalamnya ada seperti bulatan-bulatan bubble yang saya kurang tau persis itu sebenarnya apa. Hehe.

 

Aromanya menurut saya antara aroma floral, tapi juag sekaligus seperti aroma permen. Tapi bukan tipe aroma yang menyengat, tipis-tipis aja. Jadi aman buat yang gak terlalu suka skincare yang terlalu nyolok aromanya.


Packaging


Packagingnya saya pribadi suka banget. Selain designnya yang simple tapi sangat eye catching, botolnya juga tipe botol yang dilengkapi pump, sehingga terjaga kehigienisannya dan gak khawatir kebanyakan saat mengeluarkan isi produknya. 


Kesan Pemakaian

 

Dari sekian banyak toner yang pernah saya coba, brightly essence toner dari Scarlett ini merupakan toner dengan sensasi pemakaian paling unik. Kok bisa?

 

Iya, soalnya sesaat setelah pemakaian, toner ini memberikan sensasi semriwing dingin seperti saat kita habis pakai shampoo menthol. Hihi. Awalnya aneh, tapi lama-lama suka. Karena jadi berapa seger dan fresh gitu!

 

Toner ini juga cukup menghidrasi dan melembabkan dengan pas. Jadi untuk segala jenis kulit rasanya akan suka-suka aja.

 

Saya biasanya pakai toner ini buat pagi hari, meskipun untuk malam juga sebenernya bisa sih. Cara mengaplikasikannya dengan cara dituang ke telapak tangan, lalu ditepuk-tepuk lembut ke muka. Saya udah jarang banget (bahkan hampir gak pernah lagi) pakai toner pakai kapas.


Alhamdulillah gak ada reaksi negatif apapun di kulit saya saat memakai toner ini, meskipun untuk membuktikan klaim-klaim di atas saya rasa butuh waktu yang jauh lebih lama lagi.

 

Brightly Ever After Serum


Sebelum punya Brightly Ever After Serum-nya Scarlett ini, saya sempat salah sangka. Saya kira, serum ini termasuk jenis exfoliating serum yang mengandung AHA. Eh ternyata bukan, guys! Hihi.

 

review-scarlett

 

Brightly Ever After Serum ini adalah serum yang mempunyai kandungan phyto whitening, Glutathione dan Vitamin C. sebagai hero ingredients.

 

Klaim

 

  • Membantu mencerahkan kulit dan memudarkan noda seperti hiperpigmentasi, bekas jerawat, flek dan bekas luka.
  • Membantu mengontrol kadar minyak berlebih di kulit
  • Membantu mengeceilkan pori-pori, mengimprovisasi warna kulit, menghaluskan kerutan dan juga garis di kulit.
  • Membantu menutrisi dan melembabkan kulit. 
  • Membantu membuat kulit menjadi lebih relax dan calm.
  • Bekerja sebagai anti-oxidant dan juga sebagai anti-pollution.


Tekstur & Aroma

 

Serum ini memiliki tekstur cukup thick dan hampir gak memiliki aroma apapun. Jadi cocok untuk kalian yang kulitnya sensitif dengan kandungan parfume.

 

Tapi meskipun agak thick, serum ini sama sekali gak terasa berat atau lengket ketika diaplikasikan ke kulit wajah.

 

Packaging

 

Brightly Ever After Serum dikemas dalam botol yang dilengkapi pipet seperti kebanyakan serum, berisi 15 ml. Dengan ukuran yang mungil, serum ini tergolong travel friendly.

 

Kesan Pemakaian

 

Karena vitamin ini mengandung vitamin C, saya lebih suka memakainya di pagi hari saat akan beraktivitas. Karenan konon, combo antara vitamin C dengan sunscreen akan sangat bagus untuk anti-oksidan bagi kulit.

 

Serum ini lumayan cepat meresap saat diaplikasikan. Kemampuan mengontrol minyaknya juga cukup oke, sehingga sampai siang pun wajah tetap terasa fresh dan gak kusam. Kesan mencerahkannya juga terasa. Tapi klaim menghilangkan bekas jerawat mungkin harus dibuktikan dengan memakai produknya lebih lama lagi. Karena urusan ngilangin bekas jerawat memang kudu sabar banget!

 

Brightly Ever After Cream Day

 

review-scarlett

 

Saya sudah lama sekali rasanya gak pakai moisturizer yang beda antara day dan night. Sekarang saya lebih sering memilih moisturizer yang bisa dipakai pagi maupun siang hari. Kenapa? Karena kebanyakan day cream sudah mengandung SPF. Kalau cuma mengandalkan SPF yang terkandung dari moisturizer, takarannya cenderung gak akan efektif untuk menangkal sinar UV. Tapi kalau mau pakai sunscreen lagi, kadang jadi agak menggampangkan, mentang-mentang udah pakai day cream ber-SPF.

 

Alhamdulillahnya, day creamnya Scarlett ini gak termasuk ke dalam day cream yang ber-SPF itu. Jadi semangat karena, moisturizer yang bisa dipakai pagi dan malam itu kekurangannya adalah, ada yang terlalu greasy untuk dipakai pagi, tapi enak dipakai malam. Atau sebaliknya, ringan dan nyaman dipakai pagi, tapi kurang nampol dipakai saat malam.

 

Kita lihat yuk, apa aja sih klaim dari Brightly Ever After Cream Day ini?


  • Membantu meningkatkan kelembapan serta elastisitas kulit wajah.
  • Membantu mencerahkan kulit wajah secara merata.
  • Membantu memudarkan bekas-bekas jerawat pada kulit wajah.
  • Membantu meingkatkan hidrasi kulit, menutrisi kulit juga membuat kulit menjadi lebih glowing.
  • Membantu menghilangkan garis halus juga mengencangkan kulit wajah.
  • Membantu meingkatkan hidrasi kulit, menutrisi kulit juga membuat kulit menjadi lebih glowing.
  • Sebagai antioksidan dan melindungi sel kulit dari kerusakan radikal bebas yang disebabkan oleh paparan sinar UV.

(diambil dari web resmi milik Scarlett Whitening)

 

Tekstur & Aroma

 

Brightly Ever After Cream Day memiliki tekstur creamy, tapi cenderung light alias encer. Awalnya sempat ngira sepertinya akan greasy ketika dipakai. Surpraisingly, ternyata sama sekali enggak.

 

 

Aromanya, seperti aroma dedaunan -- tapi saya gak tau daun apa, hehe. Jujur agak kurang suka sama aromanya. Tapi untungnya aromanya gak terlalu kuat, jadi gak terlalu mengganggu.

 

Packaging

 

 Dikemas dalam jar kaca tebal dan kokoh. Ada penutup keduanya, yang bisa memastikan produknya gak tumpah ke mana-mana misal di bawa traveling.


Kesan Pemakaian

 

Seperti yang saya bilang di atas, awalnya saya ngira day cream dari Scarlett ini akan terasa berat dan greasy untuk dipakai di siang hari. Ternyata sama sekali enggak. Dia terasa ringan, gak greasy dan cepat meresap.

 

Meski ringan, tapi kemampuan melembabkan dan menghidrasinya terasa cukup efektif. Tapi gak berlebihan. Jadi jenis kulit berminyak maupun kering rasanya akan nyaman-nyaman saja dengan day cream ini.

 

Brightly Ever After Cream Night

 

Brightly Ever After Cream Night dari Scarlett Whitening ini punya beberapa hero ingredients, di antaranya adalah Glutathione, niacinamide, natural vit-C , Hexapeptide-8, Poreaway, Green Caviar dan Aqua Peptide Glow. Apa saja sih manfaat dari berbagai ingredients tersebut?

 

  • Membantu meningkatkan kelembapan serta elastisitas kulit wajah.
  • Membantu mencerahkan kulit wajah secara merata.
  • Membantu memudarkan bekas-bekas jerawat pada kulit wajah.
  • Membantu mengecilkan pori-pori pada kulit wajah.
  • Membantu menghilangkan garis halus juga mengencangkan kulit wajah.
  • Membantu meingkatkan hidrasi kulit, menutrisi kulit juga membuat kulit menjadi lebih glowing.
  • Sebagai antioksidan dan melindungi sel kulit dari kerusakan radikal bebas yang disebabkan oleh paparan sinar UV.
(diambil dari web resmi milik Scarlett Whitening)

 

Tekstur & Aroma 

 

review-scarlett


Umumnya, yang paling membedakan day cream dan night cream selain komposisinya (tentu saja), adalah teksturnya. Tekstur night cream biasanya lebih thick, karena bertujuan untuk memeberikan kelembaban yang lebih optimal pada kulit serta mengunci kelembaban tersebut.

 

Apakah ini akan berlaku juga pada Brightly Ever After Cream Night? Yup!

 

Meskipun perbedaan gak mencolok sekali, tapi tetap saja night cream dari Scarlett ini cenderung lebih kental teksturnya.

 

Secara aroma, nah ini... kok menurut saya sama persis ya?! Jadi misal disuruh tutup mata, lalu harus membedakan mana day cream dan mana night cream dari aromanya, sepertinya akan kesulitan.

 

Packaging

 

Nah ini, nih. Selain aroma yang sama plek dengan day creamnya, night creamnya pun kemasannya sama persis. Hanya warna bagian depannya aja yang membedakan. Day cream warna putih, night cream warna pink. Tapi menurut saya ini agak rawa tertukar kalau lagi gak konsen. 


Kesan Pemakaian

 

Sebagaimana ekspektasi saya sejak awal, Brightly Ever After Cream Night cenderung lebih terasa 'berat' dalam artian yang positif. Maksudnya, ya memang sudah seharusnya night cream punya kemampuan mengunci kelembaban yang jauh lebih oke. Dan biasanya hal itu ditandai dengan rasa yang agak greasy.

 

Meskipun begitu, menurut saya night cream dari Scarlett ini masih bisa dikategorikan sebagai night cream yang ringan. Untuk pengguna skincare yang masih pemula, yang biasanya malas menggunakan produk yang terasa terlalu berat untuk kulit, sepertinya akan tetap bisa nyaman menggunakan Brightly Ever After Cream Night ini.

 

Pagi hari setelah malamnya pakai night cream ini, kulit akan terasa lembab, tapi gak kumus-kumus. Hehe, tau kumus-kumus gak sih? Kucel minyakan gitu lho.

 

Sebaliknya, wajah malah jadi terlihat lebih fresh dan cerah.

 

Secara umum, rangkaian Scarlett Brightly Series ini sangat recommended untuk dicoba. Tidak terkecuali untuk para remaja yang baru mulai tertarik untuk memakai skincare. Karena kandungan produk-produk skincare dari Scarlett cenderung ringan (kalau aman sudah pasti). Please, kalau masih remaja, gak perlu pakai skincare yang kandungannya berlebihan apalagi aneh-aneh macam skincare abal-abal yaaa. Sayang kulitnya, hiks.

 

Sepertinya Scarlett gak akan berhenti sampai di sini aja. Akan terus ada pengembangan berbagai macam produk skincare dan bodycare. Keren sih. Salut banget sama Scarlett!


Signature

Signature