}); Archive for Juni 2016

Ibu Rumah Tangga dan Memasak

on
Rabu, 29 Juni 2016

Ibu rumah tangga dan memasak. Dua hal itu kayaknya sangat berhubungan erat, ya? Karna salah satu tugas penting seorang ibu rumah tangga adalah menyiapkan makanan bagi keluarganya. Ibu rumah tangga yang saya maksud di sini tuh ibu rumah tangga tanpa syarat ia harus ada di rumah 24 jam, ya. Ibu yang bekerja di kantor menurut saya juga tetep berhak disebut ibu rumah tangga.

Kembali soal Ibu rumah tangga dan memasak. Menurut saya pribadi, ibu rumah tangga wajib pandai memasak. Pandai itu bukan berarti harus bisa masak semua menu dari yang sederhana sampai yang rumit. Pandai yang saya maksud, seenggaknya ia tau harus diapakan ketika ada bahan masakan di depannya. Lagi-lagi menurut saya, lucu rasanya kalo ibu rumah tangga gak tau harus diapakan ketika ada bayam di depannya. Hehe.

Dari dulu saya selalu bercita-cita, saya selalu ingin berusaha menyiapkan sendiri makanan untuk keluarga saya. Mungkin efek dari kecil saya selalu melihat ibu saya gak pernah absen memasak buat kami. Bagi saya, ada cinta yang terkandung di setiap menu yang dimasak sendiri oleh seorang ibu atau istri. Dan saya ingin anak dan suami saya selalu merasakan aliran cinta melalui tiap suap makanan yang mereka makan setiap harinya :)

Tapi saya tau kok, banyak yang gak sepakat. Ada juga yang merasa bahwa memasak merupakan salah satu tugas yang bisa dilimpahkan ke orang lain -- ART misalnya. Gak salah sih, apalagi jika ia bekerja di kantor dengan jam kerja pagi hingga sore. Adakalanya kita kelelahan, atau memilih mengerjakan pekerjaan yang lebih penting. Yah, setiap orang punya prinsipnya masing-masing. Hanya saja, sebagai seorang istri, bolehlah kiranya sesekali membuatkan makanan untuk suami tercinta. Gak mungkin kan selalu gak ada waktu? Weekend, misalnya.

Gak bisa masak? Ah, saya percaya, memasak itu merupakan skill yang bisa dipelajari setiap orang. Seperti yang dibilang oleh salah satu teman blogger -- Mbak Sri Rahayu. Beliau mengatakan, memasak itu mudah.

"Adakah manusia yang terlahir dengan kemampuan memasak? Tentu saja tidak.  Kemampuan memasak diperoleh melalui suatu proses coba-coba dan belajar.  Di sini siapapun dapat menguasainya, bukankah menjerang air adalah kegiatan memasak yang sangat mudah?  Mulailah memasak sesuatu yang mudah dan simple dengan perasaan yang senang, misalnya telur mata sapi, tempe goreng, telur dadar.  Pastinya andapun bisa melakukannya." Begitu tutur Mbak Sri. Dan saya mengamininya. Saya juga belum pinter masak. Masih sering gagal saat mencoba sebuah resep. Tapi seenggaknya saya berusaha, karna saya punya impian bahwa suatu saat suami dan anak-anak saya akan selalu merindukan makanan yang saya masak dengan tangan saya sendiri :)


Dalam postingan Mbak Sri Rahayu yang  berjudul Memasak Itu Mudah, beliau juga membagikan tips memasak mudah dan lezat. Salah satu pointnya adalah: Hilangkan semua pakem dan aturan. Itu saya banget. Saat sedang mencoba sebuah resep, saya gak mau direpotkan dengan pakem-pakem yang tertulis di resep jika sekiranya itu saya rasa sangat ribet, dan bisa diganti dengan cara a la saya sendiri yang lebih simpel. Hehe.

Dalam blognya, Mbak Sri Rahayu juga sering membagikan resep-resep lezat yang mudah cara membuatnya. Ah, bisa jadi salah satu referensi blog yang dituju saat sedang ingin mencoba menu baru nih :)

Yuk, belajar masak! Memangnya gak pengen suatu saat kita mendengar anak kita memuji di depan teman-temannya, "masakan ibu saya lezat sekali!" ?! :')

Cara Cepat dan Mudah Membeli Hijab Melalui Internet untuk Pemula


Sistem jual beli online di negara kita sudah tumbuh dan berkembang. Sistem tersebut menjadi sistem jual beli alternatif bagi setiap orang yang tengah membutuhkan berbagai produk, salah satunya busana muslim. Trend hijab yang kini berkembang melalui sistem online sudah semakin memberikan banyak orang kemudahan khususnya perempuan dalam berbusana Islami sesuai dengan ketentuan syar’i tanpa meninggalkan kesan modis dan trendy. Akan tetapi, sampai saat ini masih banyak orang yang belum bisa melakukan pembelian melalui sistem jual beli online, padahal caranya terbilang sangat mudah. Berikut akan saya paparkan beberapa cara cepat dan tepat membeli berbagai produk pakaian syari serta kerudung melalui sebuah toko online:

1 . Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengakses sebuah toko online pakaian syar’i yang sudah terpercaya, serta memiliki reputasi yang sangat baik. Untuk hal ini kita gak perlu khawatir karena telah banyak sekali online shop yang bisa kita percaya untuk melakukan pembelian. Sebagai referensi kita bisa mencarinya dengan menggunakan forum-forum online, mesin pencari ataupun mencari tahunnya melalui orang yang telah berpengalaman dalam melakukan kegiatan belanja melalui sistem jual beli online di internet.

2 . Setelah kita menemukan atau mengakses sebuah toko online untuk membeli berbagai produk pakaian syari serta kerudung yang tengah kita butuhkan saat ini, kita dapat mulai memilih berbagai produk yang tengah kita butuhkan melalui katalog pada online shop tersebut. Selain barang yang tertera pada katalog halaman awal kita pun dapat mencarinya melalui pencarian yang biasanya tersedia pada suatu toko online. Untuk pemesanan atau pembelian, pada dasarnya setiap toko online menyediakan tombol beli guna mempermudah pembelian bagi setiap orang. Setelah itu sistem pembayaran bisa dilakukan dengan mentransfer uang pada ATM atau dapat juga menggunakan sistem e-banking atau sms-banking.

Salah satu toko online yang mengikuti trend hijab yang saat ini tengah populer dikalangan para hijaber di Indonesia adalah hijup.com. Dimana pada situs tersebut pun setiap perempuan bisa menemukan atau memesan berbagai jenis hijab maupun pakaian syari berkualitas terbaik rancangan desainer terkenal.

Buat Para Single, Baca Doa Ini

on
Senin, 27 Juni 2016
Apa salahnya sih berstatus single? Ya gak ada yang salah! Kalo memang Allah masih memandang kita pantesnya jadi single dulu, ya jalani saja sebaik-baiknya. Lantar kenapa banyak orang seperti hobi sekali 'mengusik' orang dengan status single dengan berbagai macam pertanyaan yang bikin panas telinga? Entahlah, saya juga gak tau. Saya pernah merasakan jadi single, dan semoga saya tetep selalu ingat untuk gak ikutan 'usil' tanya-tanya kalo sekiranya gak bisa bantu.

Nah, bagi si single, kenapa sering merasa gak nyaman dengan status singlenya? Rasanya ingin sekali segera mengakhiri status tersebut dengan sebuah akad nikah. Setidaknya dulu seperti itu yang saya rasakan. Menurut saya sih wajar. Itu fitrah. Allah menganugerahkan kebutuhan fitrah untuk berpasangan dengan lawan jenis pada semua manusia. Jika semuanya sudah dirasa siap, baik ilmu, umur, finansial dll, ya wajar saja si single tak ingin berlama-lama terus menyandanga status tersebut. Iya, kan?

Sayangnya, keinginan untuk segera melepas status single tersebut seringkali gak semudah yang kita angankan. Allah selalu punya skenario-Nya sendiri yang kadang susah kita tebak. Orang yang kita gadang-gadang menjadi teman hidup, ternyata tak memiliki keinginan yang sama. Ada orang yang menginginkan kita, tapi tak kuasa membuat kita berkata 'iya'. Atau bahkan seperti tak ada satu pun bayangan, harus dengan siapa kita mewujudkan keinginan agar tak lagi jadi single. Ya, serumit itu kadang keadaannya. Dan saya sepertinya sudah pernah mencicipi semuanya. *Haha, buka aib*

Tapi kita bisa apa selain berdoa dan berusaha. Tapi dalam konteks jodoh, menurut saya, sebagai wanita andalan utama kita adalah doa. Mau usaha, usaha yang seperti apa? Dari dulu saya bingung. Kalo kata Tere Liye, berperilaku baik dan memperluas pergaulan adalah contoh bentuk usaha sih. Tapi yang terpenting tetaplah doa.

Mumpung masih bulan Ramadhan, apalagi ini sudah masuk sepuluh hari terakhir, saya ingin membagi lafal doa yang dulu sebelum menikah gak pernah putus saya baca. Doa ini kalo gak salah diajarkan oleh Ustadz. Yusuf Mansur melalui sebuah acara di televisi. Pertama kali mendengar dan alhamdulillah langsung hafal, saya jatuh cinta seketika pada doa ini. Sederhana, tapi sudah amat mencakup banyak hal. Begini lafalnya:

Rabbi Habli Min ladunkan zaujan thayyiban,
wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhiroh

Artinya kalo gak salah:
Ya Rabb, anugerahkanlah kepadaku seorang pasangan yang baik,
yang bisa menjadi sahabat bagi urusan agama, dunia, dan akhirat

Indah banget, kan? Kurang apalagi kalo sudah dianugerahi pasangan seperti itu?! Sejak tau lafal doa itu, saya selalu mengucapkannya sepenuh hati setiap selesai sholat, baik fardhu maupun sunnah. Saya gak lagi mengucapkan doa panjang lebar dan detail semacam 'anugerahkanlah untukku jodoh yang tampan, sudah kerja mapan, sudah punya rumah sendiri, rajin sholat, pinter ngaji, bla bla bla', karna ujung-ujungnya saya malah jadi gak khusyuk doanya karna sambil mikir, 'apa lagi ya, apa lagi ya?' hehe.
Saya gak bilang kalo istiqomah baca doa itu akan segera bertemu jodoh, ya. Ustadz Yusuf Mansur juga gak bilang gitu. Saya juga baca doa itu lima tahun lebih kalo gak salah sampai akhirnya Allah perkenankan saya bertemu jodoh. Tapi apa salahnya kan berdoa? Kan Allah berjanji, 'ud 'uni astajiblakum -- barangsiapa berdoa pada-Ku maka akan Ku perkenankan. Masa' kita mau gak percaya? :)

Jadii, buat para single, yuk jangan lelah dan jangan bosan berdoa! Kalo bingung mau doa apa atau gimana kalimatnya, doa pake doa di atas aja, sederhana tapi indah :) Semoga kita semua Allah jodohkan dengan pasangan yang bisa menjadi sahabt bagi urusan dunia maupun akhirat. Aamiin.

Manfaat Menggunakan Busana Muslimah Bagi seorang Wanita

on
Minggu, 26 Juni 2016

Seakan mengerti  kebutuhan para wanita muslim terhadap model busana muslimah yang biasa mereka gunakan untuk menunjang penampilan dalam setiap kegiatannya, para desainer memahami hal tersebut dengan cara menghadirkan model busana muslim yang lebih menarik dan modern. Kebahagiaan seorang wanita dalam memakai busana hasil dari rancangan seorang desainer, merupakan kepuasan tersendiri bagi yang membuat suatu busana. Tak terkecuali bagi Zubedi yang selalu mengutamakan bahan yang berkualitas serta model pakaian yang dibuat sesuai dengan kebutuhan para wanita itu sendiri. suatu pakaian dibuat bukan hanya untuk ditampilkan dan dipertontonkan saja,   melainkan juga untuk dipakai dan digunakan agar terasa manfaat dari pakaian itu sendiri.

Banyak sekali manfaat yang dapat anda rasakan dengan memakai busana muslim dalam kegiatan harian, selain untuk menjalankan perintah agama dalam menutup aurat, juga banyak manfaat lainnya yang akan menjadikan diri pribadi dari seorang wanita tidak dilecehkan. Berikut kami sampaikan manfaat lainnya dari menggunakan busana muslimah bagi seorang wanita dalam setiap aktifitasnya.

Dapat menunjang penmpilan yang lebih sopan dan santun saat berada di mana pun dan kapan pun, sehingga setiap mata yang melihat akan merasa menghargai dan menghormati seorang muslimah tersebut dan bahkan enggan untuk mengganggu serta menggodanya.

Menggunakan busana muslimah sebagai busana harian juga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh dan juga pikiran. Menyehatkan yang mana dengan berhijab lengkap beserta bajunya tubuh terlindung dari terik matahari yang panas yang akan menyebabkan kulit menjadi kusam, serta dapat melindungi tubuh dari rasa dingin yang menyengat. Selain itu dapat juga mempengaruhi pikiran karena tindakan nyata yang dilakukan oleh seorang wanita muslim yang berhijab sangat dipengaruhi oleh pola pikirnya yang akan semakin membuat hati menjadi tenang.

Manfaat berikutnya adalah selain mengikuti syariah agama dan sebagai kewajiban dalam menutup aurat, memakai busana muslimah dengan beragam model yang stylish saat ini akan membuat yang menggunakannya lebih percaya diri karena dapat tampil modis dan menarik dengan pakaian muslimah.
Maka untuk menunjang hal tersebut ada baiknya anda selalu mengupdate informasi mengenai trend busana muslimah masa kini, dan tidak ada salahnya juga untuk berbelanja busana muslimah di online shop hijup.com yang selalu menghadirkan trend busana muslimah terbaru yang modis dan modern dari banyak brand dan desainer seperti Zubedi.

Aneka Menu Sahur Praktis dan Menggugah Selera

on
Rabu, 22 Juni 2016
Mikirin menu sahur itu merupakan tantangan tersendiri setiap bulan Ramadhan. Khususnya sih untuk para ibu atau istri, ya. Menentukan menu sahur memiliki tantangan lebih dibanding menentukan menu berbuka puasa. Kenapa begitu?

Pertama, jam makan sahur merupakan jam-jam di mana kebanyakan orang masih dalam keadaan amat mengantuk. Maka, menu sahur yang dipilih biasanya adalah menu yang praktis cara masaknya. Iyalah, males banget gak sih kalo mata sepet masih ngantuk harus masak yang ribet-ribet? Selain itu, jam makan sahur itu kan terbatas. Kalo pilih menu yang ribet, nanti keburu imsak belum jadi masakannya. Hehe.

Kedua, karna masih ngantuk, kadang (atau seringkali) kita jadi gak selera makan. Lebih enakan tidurnya. Maka, para istri dan ibu secara gak langsung punya tanggung jawab untuk menyuguhkan menu sahur yang bisa menggugah selera anggota keluarganya. Pasti gak pengen dong lihat suami dan anak-anak lemes gara-gara makan sahurnya sedikit lantaran gak nafsu makan?

Jadi kesimpulannya, memilih menu sahur itu kalo bagi saya haruslah yang praktis dan menggugah selera. Tapi ada tantangan satu lagi. Kalo masih awal-awal ramadhan sih biasanya masih banyak ide, ya. Tapi kalo udah pertengahan ramadhan gini biasanya udah pusing kehabisan ide. Hehe. Nah, berikut ini menu sahur yang menurut saya praktis dan menggugah selera. Siapa tau bisa menjadi inspirasi buat teman-teman =))

1. Orak-Arik Telur dan Sayur

Ini menu andalan dan favorit menurut saya. Simpel banget, tapi menggugah selera!

Tinggal iris-iris sayur kecil-kecil. Sayurnya bisa apa aja. Kol, sawi, buncis, wortel. Bisa cuma salah satu, atau dicampur. Bumbunya cuma bawang merah, bawang putih, cabe -- diiris-iris --, garam, gula, kecap. Setelah bumbu ditumis dan harum, masukin sayurnya. Kalo sayur udah masuk, tambahin garam dan gula. Setelah sayuran layu, masukkan telor, di osreng-osreng dengan cepat, masukin kecap, jadi deh!

Kalo saya yang penyuka pedas, agar lebih menggugah selera biasanya saya banyakin cabenya. Alhamdulillah perut saya gak masalah sih meskipun sahur dengan makanan pedas.

2. Tumis Kangkung

Ini juga favorit saya banget! Saking favoritnya, setiap makan di luar pun pasti salah satu yang dipesan adalah menu ini. Hihi. Cara masaknya juga praktis banget. Agar lebih praktis saran saya, kangkung sebaiknya dipetiki daunnya setelah tarawih, atau sebelum tidur. Biar saat bangun menjelang sahur, udah tinggal masak, jadi gak kelamaan.

Ini juga bumbunya sama ya kayak orak-arik. Bumbu standar lah itu pokoknya. Cuma, biar lebih enak biasanya ditambahkan saus tiram atau terasi. Sesuai selera saja :)

3. Sup

Kalo dua menu di atas merupakan menu tanpa kuah, kali ini menu yang berkuah. Kan segeeerrrr ya kalo pas sahur, terus bisa nyeruput-nyeruput (duh, istilah apa sih ini :D) kuah panasnya sup. Masaknya juga simpel banget kan. Tinggal potong-potong macam-macam sayurannya, cincang bawang putih, ditumis bentar, masukin sayurnya, terus tambahin air. Sambil nunggu sayuran matang, tambahin mrica, garam dan gula. Jadi deh!
Tapi biasanya biar lebih menggugah selera, saya bikin sambel kecap juga sih. Jadi lebig segeeeerrr. Mata yang tadinya ngantuk juga jadi melek. Hehe.

4. Omelet Mie

Sahur sebulan berturut-turut, adakalanya kita males makan nasi ya pas sahur. Nah, booster kalo lagi kayak gitu adalah omelet mie. Hmmm, endeessss banget lah itu! Tinggal rebus mie instan, tiriskan. Kocok telur, masukin bumbu mienya, tambahin irisan daun bawang, masukin mie yang sudah ditiriskan, goreng deh!
Dimakan pakai saus cabe TOP banget lah pokoknya.

5. Buah-Buahan

Akhir-akhir ini kayaknya semakin banyak yang pro food-combining, ya. Kata mereka, sahur dengan makan buah saja itu juga bisa bikin badan segar seharian selama puasa. Nahh, berarti buah bisa jadi salah satu pilihan menu sahur yang praktis dan menggugah selera. Tinggal potong-potong pisang, melon, apel, dll yang ada di rumah, terus siap dilahap deh! Hihi. Ini sih praktis pakai banget.

Nahh, lima pilihan menu di atas, semoga bisa jadi inspirasi, ya. Semoga ibadah puasa kita bisa tetep lancar dan sehat sampai akhir ramadhan. Aamiin. Selamat menyiapkan menu sahur untuk nanti malam teman-teman =))

Pengalaman Pertama Mencicipi Kuliner Khas Aceh

Kamis minggu lalu, saat magrib tiba, saya dan mas suami masih berjibaku di tengah padatnya jalanan kota Semarang. Otomatis, kami memutuskan untuk rehat dan mencari tempat untuk berbuka puasa. Yeaayy! Haha

Seperti biasa, mas suami menyerahkan pilihan tempat makan yang akan kami pilih kepada saya. Setelah cap cip cup kembang kuncup, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada sebuah Kedai Kopi Aceh Meutia -- sebuah kedai kecil yang menawarkan menu masakan khas Aceh, terutama Mie Aceh. Hihi, iya sih, saya tau kok buka puasa dengan mie kayaknya kurang pas. Tapi gimana lagi, saya sudah lama penasaran pengen nyicipin Mie Aceh. Dan saya merasa ini momen yang tepat banget. Hihi

Saat kami datang, di Kedai Meutia ada beberapa pengunjung, kalo gak salah tiga keluarga. Yang ternyata, tiga keluarga tersebut pesanannya belum datang semua. Itu artinya, saya dan si mas harus cukup lama bersabar *eluselusperut*.

Saat itu saya memesan Mie Aceh Basah cumi (sebenernya pengen yang kepiting, tapi harganya kok bikin berubah pikiran =D), dengan level pedas sedang. Sempat galau sih mau pesan mie atau nasi gorengnya. Tapi kembali ke niat awal, kan penasarannya sama mie-nya. Sedangkan si mas pesan nasi gorengnya - nasi goreng daging telur. Untuk minum, saya masih belum tertarik nyobain minuman khas Aceh macam teh tarik, kopi aceh de el el itu. Pilihan saya masih selalu jatuh pada Jus Alpukat, dan pilihan si mas juga tetep istiqomah es jeruk. Hihi.

Mie Aceh punya saya. Maapin fotonya yg miring2 ga jelas yaa... haha

nasi goreng punya si mas :)

Begitu pesanan datang, gak pake lama langsung lah kami santap. Pertama saya nyicip nasi gorengnya si mas. Saya kira rasanya bakal 11-12 sama nasi goreng pada umumnya. Ternyata beda. Rasa rempah-rempahnya terasa banget -- tapi saya gak tau sih apa aja bumbu yang dipakai. Porsinya lumayan, pas lah kalo buat perutnya si mas yang 'langsing'. Hihi.

Sementara punya saya - Mie Aceh Cumi - rasanya juga gak kalah unik. Bumbunya terasa kuat. Sendokan pertama dan kedua, lidah saya masih agak merasa 'aneh', tapi menikmati. Jujur saya agak nyesel kenapa gak pesen yang goreng aja, soalnya yang saya pesan itu kan basah, jadi rasanya jadi cepet enek. Terus, cuminya cuma 3 biji apa ya, dan lumayan alot =(( Tapi secara keseluruhan, saya cukup menikmati citarasa Mie Aceh yang baru pertama kali saya coba ini sih.

Kalo jus alpukatnya, menurut saya kurang sip. Soalnya pakainya susu putih, bukan susu coklat. Saya lebih suka alpukat dipadukan dengan susu coklat soalnya. Sementara untuk es jeruknya, saya gak bisa komentar lah. Lha gimana mau komentar cobak, wong nyicipin aja enggak! Langsung tandas sekali tenggak sama si mas -_-

Nah, sekarang soal harga. Berhubung saya gak tau standar harga kuliner khas Aceh itu berapa, dan ini merupakan pengalaman pertama, jujur aja saya lumayan kaget sih lihat harganya. Hihi. Saya kira harganya setara sama Mie Jowo dan nasi goreng pada umumnya gitu lah. Ternyata enggak. Hehe. Untuk Mie Aceh Cumi yang saya pesan harganya dua puluh ribu. Sedangkan nasi goreng daging telurnya si mas, harganya dua puluh lima ribu.  Jus alpukatnya rata-rata sih harganya -- sepuluh ribu, sedangkan es jeruknya lumayan mahal cyin -- delapan ribu. Hehe. Totalnya? Tolong dihitung sendiri, ya. Haha =))

daftar menu plus harganya
 Seneng sih akhirnya bisa nyoba citarasa kuliner khas Aceh. Langka banget nih saya nyobain makanan khas daerah tertentu. Biasanya sih paling khas Padang, alias Nasi Padang. Haha. Saya tipikalnya kurang berani mencoba soalnya, kalo makan di suatu tempat terus sudah merasa cocok, yaudah, biasanya saya akan cari aman dengan memilih itu terus berulang-ulang -- dan butuh waktu untuk bisa memutuskan berani nyoba yang lain.

Ohya, anehnya... setelah makan Mie Aceh, smalemnya saya kebangun tengah malem gara-gara perut melilit, dan diare! Heran, kok bisa... masa' gara-gara makan mie aceh? Setelah diinget-inget, kayaknya enggak sih. Gara-garanya bukan Mie Aceh, tapi gara-gara selama nunggu pesanan kami datang, saya dan si mas makan gorengan sambil nyeplus cabe beberapa biji. Haha.

Anyway, Kata Mbak Muna Sungkar -- si momtraveler -- ada Kedai Mie Aceh yang menurut dia enak di daerah Tembalang. Semoga suatu saat ada kesempatan untuk bisa nyoba =))

Tips Mudah Mencari Berbagai Produk Modern Hijab Terbaru Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Mendapatkan produk berkualitas dengan harga yang murah, khususnya untuk kategori produk busana muslim merupakan dambaan setiap orang. Saat ini trend modern hijab style yang tengah berkembang di negara kita telah menunjukan arah yang lebih baik, sehingga setiap orang khususnya perempuan berhijab dapat memilih berbagai jenis kerudung yang bisa disesuaikannya dengan berbagai acara yang akan diikutinya, baik acara formal maupun berbagai kegiatan santai. Bagi kalian yang saat ini sedang mencari atau memesan produk jilbab berkualitas, saya punya beberapa tips sederhana agar kalian bisa mendapatkan berbagai jenis kerudung berkualitas terbaik dengan harga yang terjangkau melalui internet:


1 . Melalui Harga Promo

Saat ini media internet telah dijadikan sarana yang tepat bagi setiap pelaku bisnis, khususnya yang bergerak dalam bisnis fashion muslimah untuk mengenalkan berbagai produk terbarunya dengan penawaran harga promosi yang jauh lebih murah. Harga ini hanya berlaku pada masa periode tertentu ketika masa promo masih berlangsung. Cara ini merupakan cara yang paling tepat dan banyak dijadikan kesempatan oleh orang banyak guna mendapatkan berbagai produk berkualitas dengan harga yang terjangkau khususnya untuk berbagai kategori pakaian syari seperti jilbab.

2 . Hunting Diskon

Cara lain yang bisa kalian lakukan adalah dengan menggunakan kesempatan periode diskon yang kerap ditawarkan oleh para produsen di toko online, terlebih pada saat-saat tertentu seperti menjelang Lebaran atau hari raya Idul Fitri yang tidak akan lama lagi hadir ke tengah-tengah kita. Cara yang satu ini merupakan cara klasik yang telah dilakukan oleh banyak orang sejak dulu kala sebelum trend sistem jual beli online booming ke tengah-tengah kita.

Salah satu toko online yang kerap menawarkan harga diskon serta harga promo pada berbagai produk berkualitasnya adalah hijup.com yang merupakan toko online busana muslim terbaik. Selain berbagai jenis busana berkualitas, di sana setiap perempuan berhijab juga bisa memilih berbagai jenis modern hijab style yang saat ini sedang trend dikalangan para hijaber di seluruh dunia termasuk di negara kita sendiri.

Ironi Ramadhan

on
Senin, 20 Juni 2016
Ramadhan bulan mulia, semua orang (muslim) pasti sudah tau itu. Di bulan ini, Allah menjanjikan berbagai keistimewaan dan pahala berlipat-ganda atas tiap ibadah kita. Tapi apakah semua orang yang sudah tau akan keistimewaan bulan Ramadhan lantas jadi memuliakan bulan Ramadhan? Sayangnya enggak. Malah banyak juga yang mengistimewakan bulan Ramadhan, tapi dengan cara yang salah. Beberapa cara mengistimewakan yang salah itu sayangnya menjelma menjadi sebuah kebiasaan yang mengakar, yang menjadi sebuah ironi setiap bulan Ramadhan tiba. Apa saja ironi itu?

Shopping

Bulan Ramadhan bagi sebagian orang juga bisa berarti bulannya shopping habis-habisan. Jujur sebagai wanita memang berat melawan godaan promo Ramadhan yang luar biasa hebohnya. Coba saja datang ke mall, maka mata kita akan disuguhi berbagai tulisan promo di sana-sini. Dari yang masih nyampung sama suasana Ramadhan dan lebaran, seperti promo baju muslim/muslimah dan promo kue lebaran, sampai yang gak nyambung sama Ramadhan dan lebaran seperti promo pakaian dalam dan promo blazer wanita, dll.
Kalo gak pandai-pandai menjaga hati biar gak kebablasen, bisa dipastikan dompet langsung jebol saat datang ke mall di bulan Ramadhan seperti ini. Jujur saja saya juga masih sering tergoda sih. Salah satunya ya tergoda promo blazer wanita itu, kayaknya oke kan dipake kerja :)

Tapi saya ingat lagi,, bukankah Ramadhan adalah bulan pengendalian diri termasuk dari nafsu berbelanja? =)

Buka Puasa

Bulan Ramadhan adalah bulan di mana seluruh umat muslim diwajibkan berpuasa. Dan kata pak Ustadz, puasa itu  gak sekedar gak makan gak minum di siang hari. Ada esensi yang lebih dari sekedar itu, yaitu tentang pengendalian diri. Pengendalian diri dari segala hal, tak terkecuali mengendalikan diri dari nafsu makan yang berlebihan. Kalo puasa – gak makan gak minum – kemudian saat buka puasa makan bermacam-macam menu, lalu melahapnya hingga susah nafas gara-gara kesusahan, bukankah ini sebuah ironi? Ironi, betapa ternyata muatan pendidikan yang Allah berikan kepada kita melalui puasa belum berhasil kita resapi.

Belum lagi soal budaya buka puasa bersama. Buka bersama tapi sholat maghribnya jd kelupaan, atau jadi di akhir waktu misalnya. Atau buka bersama sampai sholat tarawih di masjidnya kelewatan *yang ini jujur saya termasuk yang masih melakukan =(( *

Media Sosial

Kalo ironi ini mungkin belum jadi kebiasaan yang berakar dan berulan dari tahun ke tahun sih. Media sosial itu bagai dua mata pisau. Gak ada salahnya memang main media sosial selama bulan Ramadhan, asalkan ibadahnya tetep terjaga. Apalagi kalo main media sosial dalam rangka berdakwah, menyampaikan pesan-pesan kebaikan, bersilaturahim atau berbagi ilmu. Bisa jadi bagian dari ibadah juga, kan?

Tapi kalo main media sosial di saat Ramadhan untuk saling adu argumen, ngotot, nyinyir sana-sini, komentar ina-inu tentang kasus yang terjadi... duh dek, betapa sia-sia Ramadhan bagi kita? Setelah Ramadhan lalu (Ramadhan tahun berapa ya tepatnya? Saya lupa, hehe) kita disuguhi adu argumen soal calon presiden A dan calon presiden B, Ramadhan kali ini kita disuguhi tentang adu argumen soal Satpol PP VS pemilik warteg yang melanggar perda. Dan entah kenapa, kasus kayak gitu kok pembahasannya jadi panjang kali lebar di media sosial. Hmmm...

Masih banyak lagi sih ya ironi-ironi yang kita lihat di bulan Ramadhan. Mau menambahi? Monggo di kolom komentar, ya =)) yang jelas, yuk ah... jangan jadi lalai mengoptimalkan bulan Ramadhan ini dengan ketataatan pada Allah.

Anemone Busana Wanita Yang Elegan

on
Jumat, 17 Juni 2016
Anemone – di era modern ini kita bisa menemukan berbagai hal yang tentunya bisa menjadikan kita tertarik untuk menggunakannya, salah satunya yaitu yang bisa kita temui dan lekat hubungannya dengan kita yaitu pakaian atau busana yang kita gunakan sehari-hari. Nah, banyak sekali trend busana saat ini terlebih untuk para kaum wanita yang model busananya saat ini mulai berkembang dan menjadi berbagai macam bentuk.

Berbagai kreasi dan inovasi ini tumbuh dikarenakan adanya tuntutan zaman yang semakin hari semakin dituntut untuk berkarya. Saat ini bisa kita temukan busana yang populer untuk gunakan oleh kaum wanita khususnya muslimah, yaitu busana syar’i yang selain popular, tentu gaya hidup yang semacam ini merupakan salah satu kemajuan kea rah yang lebih baik.

Jika kita para wanita menginginkan busana muslim yang keren maka Anda bisa melakukan pembelian pada Anemone yang menyediakan busana muslim dengan model-model yang bagus banget dan memiliki corak yang menyatu dengan kalian jika sedang dipakai.


Nah berikut ini beberapa keunggulan jika Anda menggunakan busana Anemone:

1.    Busananya sangat terkesan kekinian, sehingga kalian yang memakainya tidak akan memiliki kesan yang ketinggalan zaman.
2.    Busana ini terlihat lebih anggun jika digunakan, serta dapat menjadikan wanita terlihat lebih elegan.
3.    Harganya yang murah tentunya tidak akan terlalu membuat kita merogoh kantong terlalu dalam.

Nah beberapa hal diatas yang merupakan keunggulan dari Anemone yang bisa kita peroleh jika kita membeli busana dari anemone tersebut.

Busana anemone ini bisa kita temukan di situs belanja online hijup. Jika kita menggunakan media online, akan jadi mudah banget saat proses pemilihan, kemudian juga transaksi karna kita gak perlu repot keluar rumah untuk membeli busana tersebut.

Nah, sekian informasi yang bisa saya berikan buat kalian mengenai Busana muslim untuk wanita dari Anemone yang bisa kalian beli di Hijup.com dengan mudah dan aman. Semoga bermanfaat.

Ramadhan Saat Masih Sendiri VS Ramadhan Setelah Menikah

on
Kamis, 16 Juni 2016
Salah satu doa rutin saya yang ada di urutan atas beberapa Ramadhan lalu adalah tentang jodoh. Ramadhan tahun ini, Alhamdulillah doanya sudah bisa berubah, karna telah diijabah :) Otomatis Ramadhan kali ini adalah Ramadhan yang amat istimewa buat saya. Ramadhan yang serba baru. Status baru, rumah baru, suasanan tarawih baru, suasana buka dan sahur baru. Dan sesuatu yang baru biasanya selalu memancing saya untuk membandingkan dengan yang sebelumnya.

Apa ada perbedaan antara Ramadhan saat saya masih sendiri dulu VS Ramadhan setelah saya menikah? Ya jelas ada dong! Mau tau apa aja perbedaannya? Sini siniii, saya ceritai =))

Soal Hati

Cieeehh, soal hati. Wkwkwk.

Iya, ada perbedaan yang sangat signifikan soal hati menjalani Ramadhan saat masih sendiri dengan saat setelah menikah. Dulu saat masih sendiri, Ramadhan tuh hawanya galau terus. Baper terus. Kapan bisa buka bareng suami, kapan bisa sahur bareng suami, dan terutama galau mikirin soal lebaran nanti.

Iya, saat masih sendiri, hari pertama Ramadhan aja rasanya udah kepikiran banget soal lebaran. Bukan, ini bukan soal baju lebaran. Ini soal tradisi yang entah siapa pencetusnya, yang bikin para jomblo jadi parno tiap menjelang lebaran. Apalagi kalo bukan soal pertanyaan "kapan nikah" atau "udah ada calon belum", yang selalu datang bertubi-tubi tiap lebaran!

Setelah nikah Alhamdulillah jadi jauh lebih tenang rasanya hati ini. Tenangnya bukan cuma karna gak perlu lagi takut nanti ditanya-tanya pas lebaran sih. Kalo soal pertanyaan sih, setelah menikah pun orang-orang pasti punya pertanyaan usil lain lagi -_-

Pokoknya ada ketenangan hati yang belum pernah saya rasakan sebelumnya lah. Seperti yang termaktub dalam Al-Qur'an, salah satu tujuan menikah memang membuat kita menjadi tenteram, kan? :)




Buka dan Sahur

Pas masih gadis, eh, pas masih sendiri maksudnya, buka ya paling sama keluarga. Emm, tahun lalu ngenes ding... sendirian! Soalnya saya jadi anak kost, dan satu kost saya anak-anak kuliahan yang kebetulan lagi pada libur semesteran -_- Kalo sekarang? Ya sama suami dong yang jelas :P Sama keluarga baru (bapak-ibu mertua dan ipar) juga.

Tapi gak cuma itu perbedaannya. Dulu sebelum menikah, sahur pasti harus dibangunin dulu sama ibu. Banguninnya pake usaha super keras, karna saya orang pelor. Haha. Begitu bangun, semua sudah siap. Nasi udah diambilkan, susu sudah dibuatkan, saya tinggal duduk manis lalu makan. Sudah disiapin semua sama ibu saya. Buka juga gitu. Udah disiapin semua. Kadang saya bantu sih dikit-dikit kalo gak lagi ngerasa lemes banget. Iya, se-gak-tau-diri itu saya, bahkan sampai ramadhan tahun lalu. Sekarang? Gak mungkin lagi saya kayak gitu kecuali kalo saya mau dilabeli sebagai istri durjana. Haha.

Sekarang, pulang kerja saya harus mikir nyiapin menu buat buka. Sebisa saya aja sih. Kalo pas lagi di rumah mertua, ya tetep harus bantu-bantu nyiapin macem-macemnya. Sahur juga gitu. Udah gak ada lagi acara pura-pura gak denger kalo pas dibangunin. Hihi.

Soal Ibadah

Sedih plus malu sih sebenernya nyeritain ini. Jujur aja, ramadhan setelah menikah ini saya merasa kuantitas ibadah (mahdhah) saya menurun banget :( Kalo soal kualitas ya wallahu a'lam ya, bukan kapasitas saya buat menilai. Terutama tilawah. Menurun buangetttt. Sampai Hari ke-11 Ramadhan ini, jumlah juz yang sudah saya selesaikan mungkin hanya separuh dari pencapaian saya saat masih sendiri alias sebelum menikah. Huhu.

Kenapa kok bisa gitu? Kalo boleh saya beralasan sih, soal waktu. Dulu nunggu waktu buka tilawah, setelah tarawih tilawah, setelah sahur tilawah, siang tilawah. Sekarang, nunggu waktu buka ya masih di dapur. Setelah sahur beresin macem-macem, kadang juga tidur. Hihi. Setelah tarawih cuci piring. Siang doang sih yang masih tetep tilawah, Insya Allah. Iya sih, saya tau ini alibi saya aja. Harusnya saya bisa atur waktu dengan lebih baik lagi biar ibadah gak berkurang. Maka dari itu saya merasa bersalah :( Tapi kata Mas Suami, sebenernya tiap aktivitas istri itu berpahala dan bisa diniatkan sebagai ibadah. Adem dengernya :) Semoga tiap aktivitas saya bernilai ibadah. Aamiin.

Rasanya masih banyaaakkk lagi sih perbedaannya, tapi otak saya tiba-tiba blank apa aja. Maklum, udah jam segini. Hehe. Intinya, beda bangetttt lah antara ramadhan saat masih sendiri VS ramadhan setelah menikah. Kalo ditanya enakan mana, ya enak semua lah. Ada plus-minus dan seneng-sedihnya masing-masing. Nikmati saja lah pokoknya setiap fasenya :) Semoga kita termasuk orang-orang yang mensyukuri nikmat bertemu ramadhan dengan sebaik-baiknya. Selamat menanti waktu berbukaa #eh. Hihi

Asuransi Kesehatan Untuk Orangtua

on
Selasa, 14 Juni 2016
Asuransi kesehatan terbaik pasarpolis.com. Pada suatu pagi di tahun 2015 lalu, saya terbangun dari tidur karena suara tangisan dan teriakan ngeri orang-orang di rumah. Hari itu hari senin, yang seharusnya merupakan jadwal saya kembali ke kota rantau untuk bekerja. Tapi seketika itu saya memutuskan gak jadi berangkat setelah melihat apa yang terjadi.

Nenek saya – yang tinggal satu-satunya – dalam kondisi amat mengenaskan. Mulutnya penuh darah. Kata ibu saya, beliau habis muntah darah banyak sekali di kamar mandi. Sisa-sisa darahnya masih ada, membuat bulu kuduk saya berdiri dan nyali saya ciut. Oleh kakak ipar dan Bapak-Ibu, nenek saya segera dilarikan ke rumah sakit. Sementara saya dan kakak perempuan saya tetap di rumah, karna satu dan lain hal.

Setelah beberapa urusan di rumah selesai, saya menyusul ke rumah sakit. Nenek saya belum mendapat ruangan, masih di ruang IGD. Selang beberapa jam, bapak saya diminta menghadap dokter yang menangani nenek saya. Dan kabar yang dibawa Bapak sekembalinya dari menemui dokter membuat dada kami amat sesak. Nenek saya kena jantung koroner, dan harus masuk ruang ICU. Itu penyebab sesak pertama. Penyebab sesak yang kedua, kami bingung harus bagaimana. Kami ingin memperjuangkan kesembuhan nenek semaksimal mungkin. Tapi di sisi lain, kami harus realistis. Kami ngeri membayangkan berapa biaya yang harus kami bayar, sedangkan kami tau biaya per hari untuk ruang ICU amat sangat tinggi bagi kami. Bukan niat kami hitung-hitungan soal kesembuhan nenek, sama sekali bukan karna itu. Tapi karna kami benar-benar gak punya cadangan biaya atau tabungan yang sekiranya mencukupi untuk membayarnya.
Di saat seperti itu, saya baru merasakan penyesalan. Menyesal mengapa kami sekeluarga gak pernah peduli tentang pentingnya asuransi kesehatan. Ya, kami memang belum pernah sekalipun menggunakan asuransi kesehatan sebelumnya, termasuk asuransi kesehatan dari pemerintah. Maklumlah, bapak saya seorang pekerja dengan penghasilan gak seberapa. Buat kebutuhan sehari-hari cukup saja sudah sangat Alhamdulillah, jadi mana sempat kepikiran untuk punya asuransi.

Tapi kami anak-anaknya sekarang sudah dewasa, dan Alhamdulillah semuanya sudah berpenghasilan. Apa iya kami tega membiarkan nenek dan bapak-ibu kami tanpa jaminan kesehatan apapun, sementara usia mereka semakin senja dan semakin menurun kondisi kesehatannya?! Setelah peristiwa sakit mendadaknya nenek waktu itu, saya dan dua kakak saya berbincang-bincang. Bagaimanapun, kami merasa harus memberikan jaminan kesehatan untuk orangtua kami dalam bentuk asuransi. Soal biaya, kami sepakat menanggungnya bersama.

Setelah kesepakatan tersebut kami ambil, kami lalu mencari info tentang asuransi kesehatan. Utamanya tentu saja info tentang premi bulanan yang harus kami tanggung. Untuk mencari info, internet selalu menjadi salah satu andalan saya. Setelah mencoba browsing, saya menemukan sebuah tulisan tentang asuransi kesehatan terbaik pasarpolis.com yang memberikan perbandingan berapa premi bulanan, dan apa saja yang dicover antara beberapa perusahaan asuransi.

Yah, begitulah. Menjadi anak yang harus meninggalkan orangtua demi pekerjaan kadang dilematis. Kami tau yang utama yang mereka inginkan adalah adanya kami untuk mereka. Tapi gimana lagi? Dengan memberikan asuransi kesehatan untuk mereka, tentu saja bukan berarti kami menganggap itu sudah cukup menggantikan bakti kami secara fisik, bukan. Kami hanya ingin memastikan mereka gak perlu khawatir jika suatu saat mereka merasa  harus berobat sedangkan mereka sedang tidak memegang uang. Meski tentu saja selama kami bisa, kami pasti akan mengusahakan pulang untuk mereka.

Warna-Warni Kisah Bertemu Jodoh

Katanya, setiap orang punya kisah romantisnya masing-masing saat bertemu jodohnya. Jaman masih gadis belum nikah dulu, saya selalu penasaran, bakal kayak apa atau seromantis apa sih kisah saya bertemu jodoh nanti? Sebagai pelahap novel-novel cinta, saya memang pernah amat mendambakan kisah bertemu jodoh yang romantisnya seperti di novel-novel itu. Sampai salah satu teman merasa perlu menasehati saya agar berhenti dulu baca novel, biar dia pikir otak saya udah mulai teracuni sama kisah-kisah yang saya baca itu. =))


Dulu saya hobi sekali mengulik tentang kisah seseorang saat bertemu jodohnya. Ah, kayaknya sampai sekarang pun masih ding =P Kalo ada blogpost yang judulnya bertema seputar kisah bertemu jodoh, pasti akan langsung saya baca. Karna entah kenapa, seperti ada setruman perasaan bahagia saat membaca kisah semacam itu. Kan jarang ya kayaknya orang nulis kisah bertemu jodoh, tapi sambil sedih dan patah hati? Ternyata benar, kebahagiaan itu bisa menular =))

Saat pertama kali Mas Suami mengungkapkan keinginannya untuk meminang saya dulu, sempet terbersit pikiran gak penting saya. Duh, nikah sama teman sekantor, kok klise ya, gak romantis! Eheheheh. Komentar si mbak ipar ketika saya bilang gitu adalah: Please deh te, ini bukan sinetron atau novel, apa pentingnya hal seperti itu! Haha, iya juga sih. Tapi kalo sekarang saya pikir-pikir lagi, kayaknya kisah saya dan Mas Suami tetep ada sisi romantismenya deh. Terutama dari sisi gimana Allah mengatur skenario yang kalo ditarik mundur seperti 'sengaja' pelan-pelan menggiring kami sampai kisah ini. Halah, apa sih, kapan-kapan aja deh saya cerita di blogpost tersendiri kalau inget.

Tapi sebagai penggemar novel (meskipun udah lumayan lama gak baca novel), saya kurang setuju kalau ada yang menganggap kisah di novel itu berlebihan dan gak relevan sama dunia nyata. Hei, para penulis novel itu juga sebagain besar ambil inspirasinya dari dunia nyata loh (kecuali novel fantasi lah). Buktinya, setelah mendengar atau membaca kisah beberapa teman saat bertemu jodoh, banyak banget lho yang mirip, sama, bahkan jauh lebih romantis dari kisah di novel.

Kisah bertemu jodohnya Mbak Rohma Mauhibah dan suami salah satunya. Itu romantis banget. Sama-sama 'orang matematika', kenal lewat blog bertema matematika, terpisah jarak sekian ribu kilometer, bahkan benua, lalu akhirnya bertemu dan menikah dengan mahar buku matematika. Ahh, saya masih sangat sukaaa sama kisah mereka. Sialhkan ubek-ubek deh mezzalena.wordpress.com yang udah lama dianggurin sama Mbak Rohma =))

Minggu lalu, saya juga nemu satu lagi kisah romantis (sekaligus lucu) saat bertemu jodoh. Kisah ini milih Mbak Ade Anita, seorang blogger kondang yang orangnya cantik dan pipinya kayak bakpao (Piisssss, Mbak :D). Dalam tulisannya yang berjudul When I Met May Husband, Mbak Ade menceritakan tentang kisah pertama kali bertemu laki-laki yang kini menjadi suaminya. Sebenernya kisahnya gak ada romantis-romantisnya kalo dinilainya saat Mba Ade mengalami hal tersebut. Yang ada konyol =)) Tapi lain cerita kalo dikenang saat ini, kisah itu akan menjelma jadi kisah yang amat romantis. Saya gak akan menceritakan ulang di sini, kan udah saya kasih linknya, monggo di baca kalo penasaran. Haha.


Kini, pertemuan pertama yang konyol antara Mbak Ade dan suami telah membuahkan tiga orang buah hati, dan tumbuh menjadi keluarga yang amat menyenangkan di mata saya. Iya, saya suka banget mengikuti cerita Mbak Ade tentang keluarganya yang kadang ia bagi melalui akun facebooknya. Keluarga yang tampak ceria dan diliputi kebahagiaan. Semoga keluarga saya kelak bisa seperti itu, Aamiin :)

Kalo kamu, punya gak kisah bertemu jodoh yang jadi favorit kamu? Kisah orang lain atau kisah kamu sendiri, share yukkk... saya sukaaa banget baca kisah semacam itu :)

Empat Ide Berbagi di Bulan Ramadhan

on
Rabu, 08 Juni 2016

Dua hari menjelang Ramadhan kemarin, saya dan Mas Suami kebetulan harus mencari sesuatu ke sebuah pusat perbelanjaan. Dan, wow... saya takjub melihat betapa ramainya. Padahal baru mau Ramadhan loh! Terus nanti menjelang lebaran bakal kayak apa ramainya?

Kata Mas Suami, justru sebagian dari mereka yang berbelanja menjelang Ramadhan itu mungkin adalah orang-orang yang berencana untuk gak lagi belanja nanti sampai lebaran untuk fokus beribadah. Jadi mereka berbelanja berbagai kebutuhan yang sekiranya cukup sampai lebaran. Masa’ gitu? Ya itu khusbudzonnya Mas Suami aja sih. Haha

Saya pikir, iya juga, ya. Harusnya enakan gitu, agar sampai lebaran gak perlu lagi datang ke pusat perbelanjaan yang ramainya pasti semakin berkali-kali lipat. Tapi gimana mau belanja partai besar gitu, wong THR aja belum keluar. Haha

Berhubung untuk ikutan belanja besar-besaran yang bisa memenuhi kebutuhan hingga lebaran belum memungkinkan, akhirnya saya cuma bisa nyari ide kira-kira lebaran ini mau kasih apa buat para sanak saudara. Iya, setiap lebaran biasanya saya mengusahakan untuk bisa berbagi rizki dengan para sanak saudara, meskipun jumlahnya gak seberapa. Kalo lebaraan-lebaran sebelumnya, saya biasanya cuma ngasih uang jajan keponakan-keponakan dan sepupu yang masih sekolah sih. Cuma kemarin mikir, pengen banget deh tahun ini bisa berbagi dengan agak berbeda. Lalu, bermunculanlah beberapa ide berbagi menjelang lebaran nanti.

1.    Uang jajan

Kalau buat ponakan yang masih kecil-kecil, rasanya saya beelum punya ide lain selain memberi mereka uang jajan. Meski jumlahnya gak seberapa, tapi untuk anak kecil seumuran SD tetap merupakan hal yang menyenangkan. Apalagi kalau uang jajan yang kita kasih dalam bentuk uang baru yang masih klimis gitu, pasti mereka senang sekali.

2.    Sirup atau kue lebaran

untuk sepupu-sepupu yang sudah berkeluarga, atau untuk tante, memberi sirup atau kue lebaran kayaknya pas banget. Kasih mereka uang kadang malu kalau jumlahnya gak seberapa – meskipun mereka gak pernah mempermasalahkan jumlah tentu saja.

3.    Voucher MAP

Saya biasanya bingung mau kasih apa buat keponakan yang umurnya sudah remaja menjelang dewasa. Kasih mereka uang jajan kayak keponkana yang masih kecil kok rasanya kurang pas. Mau digedhein nominalnya kok takut jadi senjang sekali. Tapi saya jadi punya ide gara-gara baca tulisan teman kemarin. Kenapa gak kasih mereka voucher MAP aja? Pasti mereka senang sekali. Umur-umur segitu kan pasti lagi seneng-senengnya nge-mall, kan?

4.    Mukena dan Sarung

Kalau ngasih alat ibadah tuh rasanya gak bakal sia-sia, ya. Apalagi kalau ngasih buat orangtua atau nenek, dapet bonus bisa melihat kebahagiaan mereka. Di hati rasanya adeeemmm banget rasanya kalau saat kita ngasih alat ibadah lalu disambut senyum bahagia mereka.

Nah, karna ide sudah didapat, sekarang saatnya memuat rencana anggaran biar bisa cukup. Hehe. Iya, empat point di atas baru sekedar ide saja, belum saya komunikasikan dengan Mas Suami juga. Semoga kami ada rizki dan bisa berbagi dengan para saudara di bulan ramadhan dan menjelang lebaran nanti.

Tapi yang paling penting sebelum itu semua, tentu saja fokus menjalani Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya agar kita bisa ibadah dengan optimal. Selamat menjalankan ibadah puasa dan ibadah-ibadah yang lainnya di bulan Ramadhan yaaa teman-teman semuaaa. Semoga kita termasuk orang yang cerdas memanfaatkan Ramadhan ini untuk mencari perbekalan akhirat dengan sebaik-baiknya. Aamiin.

5 Tujuan Wisata Religi di Jakarta yang Menarik


Bulan puasa seperti ini, sayang rasanya apabila tidak dimanfaatkan untuk melalukan sesuatu yang bermakna. Salah satunya adalah berkunjung ke objek wisata menarik di Jakarta. Omong-omong tentang wisata, di Ibu Kota ada banyak objek wisata religi lho. Bagi kamu yang tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat yang bernuansa islami, berikut adalah beberapa yang direkomendasikan.

1.    Masjid Istiqlal

Bagi mereka yang tinggal (berdomisili) di Jakarta, Masjid Istiqlal tentu tidak asing. Akan tetapi, bagi kamu yang selama ini masih penasaran karena hanya melihat di televisi saja mengenai kemegahan masjid ini, tidak ada salahnya untuk merencanakan sebuah liburan menarik yang bernuansa agamis ke Masjid Istiqlal.
Mesjid yang konon merupakan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara ini memiliki kubah dengan diameter mencapai 45 meter, serta memiliki menara yang ketinggiannya mencapai 90 m. Jangan lewatkan kesempatan untuk bisa mampir dan berwisata sekaligus beribadah di masjid yang seringkali digunakan oleh para petinggi negara kita untuk sholat ini.

2.    Masjid Attin

Tempat lain yang bisa menjadi tujuan wisata religi di bulan ramadhan ini adalah Masjid Attin yang ada di Jakarta Timur atau tepatnya beralamat di Jalan Raya Taman Mini Pintu 1.
Masjid ini tergolong cukup besar karena menurut informasi, Masjid At-tin bisa menampung jamaah sekitar 25000 orang. Namun bukan besarnya masjid yang menjadi daya tariknya, melainkan arsitektur dan keindahan bangunan masjid inilah yang sangat mengagumkan.

3.    Jakarta Islamic Center

Berwisata tidak harus selalu menikmati keindahan dan kemegahan sebuah bangunan atau peninggalan sejarah. Melainkan berwisata juga bisa diisi dengan menambah pengetahuan. Bagi kamu yang ingin menambah pengetahuan seputar agama Islam jangan lewatkan untuk berwisata di Jakarta dengan mendatangi Jakarta Islamic Center yang beralamat di Jalan Kramat Raya Jakarta Utara. Selain dijadikan sebagai pusat kajian islam, tempat ini merupakan tempat dimana kamu bisa menemukan perpustakaan yang akan memuaskan dahagamu akan keilmuan.

4.    Masjid Al-azhar

Tujuan wisata religi lainnya yang direkomendasikan adalah Masjid Al-azhar yang berada di kompleks sekolah Al Azhar. Masjid ini tergolong unik dan memiliki arsitektur tidak biasa. Kalau kamu kebetulan berada di Jakarta Selatan, atau tepatnya di Kebayoran Baru, jangan lewatkan untuk mampir dan beribadah di Masjid Al-azhar sambil menikmati keindahan bangunan masjid.

5.    Masjid Agung Sunda Kelapa

Sunda Kelapa adalah tujuan wisata lainnya di Jakarta yang cukup terkenal. Kalau kamu kebetulan akan berwisata ke tempat ini, terutama di bulan ramadhan ini, jangan lewatkan untuk mampir ke Masjid Agung Sunda Kelapa yang sudah sangat terkenal. Mesjid ini memiliki banyak keunikan selain dari sisi bangunan, setiap bulan ramadhan, masjid ini juga digunakan untuk menyelenggarakan shalat tarawih. Tidak tanggung-tanggung, imam yang memimpin shalat tarawih biasanya didatangkan dari Madinah.

Bagi kamu wisatawan yang datang dari luar daerah, berkunjung ke Jakarta harus dengan beberapa pertimbangan dan persiapan. Salah satunya adalah, kamu terlebih dahulu harus mencari hotel di Jakarta untuk dijadikan sebagai tempat menginap, sebisa mungkin booking-lah hotel jauh-jauh hari. Selain itu, untuk menghemat waktu dan agar tidak sering terjebak macet, sebaiknya kamu memilih hotel yang lokasinya dekat dengan tujuan wisata.

Tentang Cewek Yang Hobi Memberikan Kode

on
Selasa, 07 Juni 2016
sumber: astralife.co.id
Obrolan di Grup WA Joglosemar kemarin seru. Seru bagi kaum cewek, dan bikin para kaum cowok terdiam seketika. Haha. Yah, tapi memang jumlah antara anggota cowok dan ceweknya gak imbang banget sih, lebih banyak ceweknya banget-banget.

Tema obrolannya ada tentang kode. Hah, kode? Iya, kode! Betapa hobinya wanita itu mengirimkan kode, dan berharap pasangan bisa langsung menangkap kode tersebut tanpa kita harus ngomong secara gamblang. Dan tentang betapa amat sangat jarangnya kaum cowok bisa nangkep kode yang kita kasih dengan tepat. Huh. Ini semacam ironi, ya.

Mbak Ika – salah satu anggota grup kemudian bercerita. Dulu, waktu baru PDKT sama si mas calon suaminya yang sekarang, pernah suatu hari si mas calon suami bilang, “Boleh gak aku main ke rumah?”. Mbak Ika, dengan gaya ‘khas’ cewek menjawab, “Terserah”, padahal dalam hati “Yes, yes, asyiiiiiiiiikkkk”. Kata terserah bagi kaum cewek itu konon seringkali adalah kode. Kode bahwa kita mau, tapi malu. Malu, tapi mau. Haha. Tapi ya itu, sayangnya cowok sering salah mengartikan kode dari cewek. Termasuk si calon suami Mbak Ika itu. Gara-gara Mbak Ika jawabnya terserah, si do’i malah jadi batal datang =))

Saya juga salah satu dari entah seberapa banyak cewek yang suka mengkode. Ya mirip Mbak Ika itu. Misal si Mas tanya, “Mau ini gak?”. Saya jawab, “Terserah Mas aja” (dalam hati: mauuuu banget!!). eeehhh, si Mas malah jawab, “Oh, ya udah gak usah aja kalau gitu”. Jadi pengen salto gak sih -_-

Kejadian seperti di atas itu entah sudah berapa kali terjadi, dan masih saja terus berulang. Tapi entah kenapa saya gak kunjung kapok pake kode-kodean. Padahal sudah sekian puluh kali bikin hati jengkel dan pengen nyakar-nyakar tembok. Haha. Apalagi kalau main kode-kodeannya saat PMS. Wuiiihh, bisa jadi bener-bener drama.. Baruuu aja ini terjadi kemarin. Saya nangis-nangis kayak film India gara-gara si Mas gagal nangkap kode yang saya kasih. Hihi. Kata para anggota Joglosemar kemarin, sekarang mah gak usah lagi deh pake kode, ngomong gamblang aja, biar gak capek hati. Apalagi kalau sudah sama suami sendiri =))

Iya juga sih. Harusnya saya belajar dari pengalaman. Belajar untuk mengkomunikasikan harapan dan keinginan dengan lebih baik dan efektif agar lebih mudah ditangkap tanpa kesalahan persepsi, juga belajar untuk mengendalikan diri saat PMS. Ini PR saya banget nih. Saya masih sering gagal mengendalikan diri saat PMS. Mungkin salah satunya karna saya gak tau apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh saya saat PMS, sehingga gak melakukan tindakan preventif dengan baik.

Menurut artikel di astralife.co.id yang berjudul “Hadapi PMS Dengan Bahagia dan Tanpa Drama”, dijelaskan bahwa saat PMS seorang wanita mengalami perubahan hormon yang cukup drastis, yang salah satunya merupakan hormon yang mempengaruhi mood seseorang. Itulah yang menyebabkan seorang wanita sering badmood dan uring-uringan saat PMS. Astralife.co.id juga memberikan beberapa tips tentang hal-hal yang bisa kita lakukan sebelum menstruasi dan saat menstruasi, agar perubahan hormon yang terjadi di tubuh kita gak terlalu bikin kita lepas kendali dan menjadikan PMS sebagai kambing hitam untuk bersikap menyebalkan. Haha.

Baiklah, mulai sekarang saya bertekad mau mengurangi hobi kode-kodean, biar gak capek sendiri. Terutama saat PMS. Duh, hidup ini sudah dipenuhi dengan drama di layar televisi, kayaknya gak perlulah saya tambahi lagi dengan drama gara-gara si do’i salah nangkap kode saya. Hihi.

Hal-Hal Yang Berubah Setelah Menikah

Sebelum nulis ini, saya galau dulu. Galau mau saya post di sini atau di sana. Haha.

Hari Sabtu kemarin si mas suami ada acara di kantor, jadi panitia sebuah seminar tentang seni islami. Dan saya diberinya kesempatan istimewa untuk bisa main seharian di rumah kontrakan mantan roommate saya di kost, sembari nunggu beliaunya pulang. Begitu sampai di kontrakan teman saya, saya langsung gegoleran di kasur. Huaaaa, nikmat bangettttt. Setelah nikah, gegoleran manja di kasur tanpa mikir apapun rasanya jadi hal mewah banget. Bukan berarti saya nyesel nikah looohhh! Justru saya bersyukur banget karna jadi bisa ngrasain nikmat meski sekedar gegoleran gitu. Dulu sebelum nikah, saking seringnya gegoleran malah jadi merasa: Duh, kok hidupku kayaknya sia-sia bangetttt sih -_-

Iya ya, ternyata menikah itu mengubah banyak hal. Tapi Insya Allah berubahnya ke arah yang lebih baik kok selama kita memandangnya dari sudut pandang positif. Nah, selama masa gegoleran di rumah kontrakan teman saya itu, saya jadi sambil merenung. Baru sebulanan nikah, kok rasanya hidup saya udah berubah banget sih sama sebelumnya. Emm, emang apa aja sih yang berubah?

Bangun Tidur

Jaman masih gadis jadi anak kost dulu, kalo bangun tidur, habis sholat subuh dan ngaji (kalo sedang rajin) ya saya melakukan kegiatan-kegiatan kesukaan saya. Pokoknya waktu pagi itu "me time"-nya saya banget lah. Baca novel lah, Merajut lah, kadang masak juga, tapi lebih seringnya sih gegoleran mainan hape mantengin facebook atau mantengin grup chatt. Omaigad, betapa gak bergunanya pagi-pagi saya saat itu. Hihi.

Setelah menikah? Wuihhh, lupakan semua yang di atas kalau saya gak pengen merasa seperti istri durjana. Haha. Aktivitas pagi saya setelah menikah biasanya adalah membuatkan teh hangat buat Mas Suami dan Bapak-Ibu mertua, bantu bikin sarapan (kadang), beres-beres kamar, dll. Dan karna belum biasa, jujur kadang merasa masih kikuk sih. Bingung mana dulu yang harus dikerjain. Jadi sering kesiangan juga berangkat kerjanya karna keteteran ngerjain aktivitas pagi. Kadang nyesel sih, kenapa saya gak membiasakan diri melakukan aktivitas-aktivitas ala ibu rumah tangga seperti itu sejak awal seperti yang selalu didengung-dengungkan ibu saya, biar setelah menikah saya sudah terbiasa dan gak kikuk lagi.

Nyetrika Baju

Kejadiannya sekitar dua mingguan lalu. Waktu itu saya merasa capeeekkk banget. Pengen banget rasanya segera tidur setelah sholat isya'. Tapi tiba-tiba ingat bahwa seragam kerja saya dan Mas Suami buat esok hari belum saya setrika. Yasudah, dengan berusaha membuat mata tetap melek dan punggung tetap tegak, akhirnya saya nyetrika. Rasanya hampir nangis saya waktu itu. Kenapa? Ya karna belum biasa. Dilema, antara sudah pengen banget tidur, tapi ingat bahwa saya punya kewajiban  yang harus saya bereskan sebelum tidur. Kenapa saya kekeuh maksa tetep nyetrika dulu? Karna saya tau kalo saya gak nyetrika saat itu dan memilih tidur, pasti Mas Suami bakal langsung ambil alih tugas nyetrika baju saat itu. Mas Suami adalah tipe laki-laki yang sudah sangat terlatih dan gak sungkan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan domestik. Dan gak muna, saya memang sangat butuh bantuannya dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Cuma untuk beberapa pekerjaan, saya berusaha sekali untuk tetap mengerjakannya. Salah satunya menyetrika baju.

Nah, ini merupakan salah satu point yang berubah dari saya setelah menikah. Dulu mana pernah saya nyetrika baju malam-malam git. Yang ada, seringnya nyetrika bajunya ya sebelum baju tersebut mau dipakai. Termasuk seragam. jadi tiap pagi sebelum berangkat kerja nyetrika dulu. Haha. Buka aib banget =))

Pulang

Soal ini sudah saya tuangkan dalam curhatan panjang kali lebar dalam salah satu blogpost sih =))

Baca: Ketika Rindu dan Pulang Tak Lagi Berjalan Beriringan 

Iya, saya tu masih emak-emakan banget. Paling gak kuat lah nahan rindu sama Ibuk dan sama rumah. Dulu sebelum nikah, pengen pulang ya pulang. Seminggu gak pulang (kalo pas ada agenda pas weekend di kota perantauan) pasti homesick gak jelas. Beberapa kali juga pas pengen pulang padahal bukan weekend, ya udah saya tetep pulang. Paginya balik kerja lagi ke kota perantauan. Haha.

Sekarang? Hampir gak mungkin deh kayaknya. Bukannya Mas Suami gak mau atau gak ijinin, tapi memang harus disadari bahwa kami mulai punya urusan-urusan yang hanya bisa diselesaikan saat weekend, dan gak mungkin kami selesaikan kalo kami pulang ke kampung halaman saya. Jadi ya begitulah, saya tau ini saatnya saya melatih ego saya soal pulang.

Jika banyak buku-buku bertema pernikahan mengatakan bahwa pernikahan merupakan 'sekolah' tak berkesudahan yang menuntut kita terus-menerus menempa diri menjadi pribadi yang lebih  baik, rasanya sangatlah benar adanya. Perubahan-perubahan yang saya ceritakan di atas adalah hanya sebagian kecil yang terlihat mata saja. Sebagian besar yang lainnya adalah perubahan-perubahan ego, pola mengambil keputusan, dll. Emm, lebih tepatnya mungkin buka perubahan, melainkan penyesuaian. Saya berharap semoga saya bisa terus berubah menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Membuka Wawasan Tentang Asuransi

on
Senin, 06 Juni 2016
Kalau ada teman lama yang tiba-tiba menghubungi setelah sekian lama gak ada kabar, seringnya hanya ada dua kemungkinan. Yang pertama, mau kasih undangan nikah. Yang kedua, dia ikut MLM atau marketing asuransi. Haha. Pernah dengan lelucon itu?

Saya gak mengamini sepenuhnya lelucon itu sih. Yah, ada orang mau nyambung silaturrahim masa’ malah disu’udzoni? Tapi, dari beberapa kali kejadian saya mengalami langsung, lha kok kebetulan lelucon itu benar adanya. Sekali lagi, bukan berarti semuanya memang seperti itu lho ya.

Kalau teman lama tiba-tiba hubungi lagi untuk kasih undangan pernikahan sih saya senang-senang saja. Senang karna dia masih menganggap kita teman yang layak ia ajak berbagi rasa bahagianya. Tapi kalau teman lama tiba-tiba menghubungi karna mau nawarin gabung MLM atau asuransi, kadang saya agak males. Gimana ya, bukan karna apa-apa. Semata karna saya belum merasa butuh, dan belum ada budget untuk itu aja.

Tapi lain dengan sekarang. Semakin ke sini, saya kadang mikir, apa saya harus menganggarkan sebagaian penghasilan untuk asuransi, ya?  Terutama nanti saat memiliki anak #cieee sekarang mikirnya anak =)) Tuntutan hidup semakin hari semakin tinggi. Kadang ada ketakutan, bagaimana nanti anak kami menghadapi masa depannya. Mampukah kami mempersiapkan pendidikannya dengan baik, memastikan dia bisa mendapatkan pengobatan saat sakit, dll. Maka, muncullah keinginan untuk lebih tau tentang asuransi.
Tapi saya gak memilih bertanya pada teman yang gabung sama sebuah perusahaan asuransi untuk belajar. Saya pengen tau dulu seluk-beluk asuransi secara objektif. Kalau cari infonya ke teman yang gabung sama salah satu perusahaan asuransi, pasti fokusnya dia adalah: menarik saya sebagai nasabah. Info yang diberikan juga pastinya yang baik-baik aja dong. Maka, saya pengen belajar sendiri, dari sudut pandang objektif, tanpa ada tendensi ‘merayu’ saya agar jadi nasabah.

Maka, pilihan terbaik adalah belajar melalui internet. Sumber belajar paling simpel saat ini, tanpa takut dia marah kalau kita tanya-tanya terus, dan bisa kita mintai informasi sebanyak yang kita mau. Lalu, mulailah saya browsing-browsing, dan ketemulah saya dengan www.futuready.com. Futuready yang awalnya saya kira merupakan satu produk asuransi, ternyata bukan. Futuready merupakan broker asuransi online pertama yang memegang lisensi resmi dari OJK. Ada beberapa perusahaan asuransi yang bergabung dengan Futuready. Di www.futuready.com, kita juga bisa mencari produk asuransi sesuai kebutuhan kita – asuransi kesehatan, kecelakaan atau perjalanan – lengkap dengan informasi variasi pilihan preminya dan limit klaimnya.



Yang paling menyenangkan bagi saya yang sedang ingin tau tentang seluk-beluk asuransi adalah konten futuready yang sangat informatif. Futuready menyajikan artikel tentang asuransi dan proteksi juga tentang kesehatan serta keuangan. Selain itu, ada juga futurepedia yang berisi berbagai istilah tentang seluk-beluk dunia asuransi, yang disajikan sesuai dengan abjad. Wow, kurang informatif apa coba? Bagi saya yang  tadinya sama sekali buta tentang asuransi, membuka futuready mampu membuka wawasan tentang dunia asuransi dengan cukup efektif. Ada juga futureexpert yang berisi tanya-jawab tentang berbagai masalah kesehatan, dan futurator yang memfasilitasi kita untuk memprediksi seberapa besar resiko kita atas suatu penyakit. Hihi, keren banget ya ini web =))

Setelah belajar tentang asuransi, memang gak ada salahnya sih mulai memikirkan untuk memiliki asuransi untuk membuat diri semakin merasa aman. Tapi tetap lihat kondisi keuangan juga kali, ya. Hehe. Untuk saat ini, asuransi mungkin belum menjadi prioritas, tapi seenggaknya saya sudah punya wawasan tentang seluk-beluk asuransi.

Cerita Tentang Dia dan Alfamart

on
Kamis, 02 Juni 2016
Konon, pernikahan akan mampu mengubah seseorang. Entah berubah menjadi lebih baik, atau sebaliknya. Dulu saya setengah gak percaya. Masa’ sih? Kok bisa? Kenapa harus berubah?

Setelah merasakannya sendiri, saya percaya. Percaya banget. Di umur pernikahan yang belum genap satu bulan saja, sudah banyak hal yang berubah dari saya. Meski baru perubahan-perubahan kecil. Dulu, saat bangun tidur saya gak langsung merapikan tempat tidur. Ada saja alasan yang membuat saya menundanya. Sekarang, seperti sudah otomatis bangun tidur tempat tidur harus kembali rapi. Dulu, saya menyetrika baju saat baju tersebut akan saya pakai. Sekarang, jelas gak mungkin, karna sekarang saya gak cuma mikirin baju saya sendiri. Konon lagi, perubahan-perubahan itu akan juga menyentuh hal-hal yang jauh lebih besar seiring semakin lamanya umur pernikahan. Tentang karakter salah satunya.

Selain tentang perubahan diri, pernikahan juga menuntut kita melakukan penyesuaian dan kompromi. Kata seorang teman, tiga bulan pertama pernikahan adalah masa-masa terberat dalam fase penyesuaian dan kompromi ini. Jika gak disadari sejak awal dan saling menyadari, fase ini bisa menjadi fase yang cukup berat dan menyesakkan. Contohnya tentang hal sepele tentang kebiasaan tempat berbelanja antara saya dan suami. Si mas suami dan keluarganya jauh lebih sering, bahkan selalu mengusahakan untuk berbelanja di Alfamart. Sedangkan saya lebih sering berbelanja di yang satunya. Setelah menikah, Mas Suami menekankan pada saya untuk berbelanja di Alfamart saja. Saya yang dasarnya agak keras kepala dan ngeyelan gak begitu saja nurut. Kenapa harus Alfamart? Bukannya sama saja?

Lalu Mas Suami pun berusaha menjelaskan alasannya memilih Alfamart, sesuai dengan apa yang dia tau. Kata Mas Suami, program donasi dari konsumen (pernah kan ditanya ‘kembaliannya boleh disumbangkan bla bla bla’?) yang dilakukan oleh Alfamart lebih transparan penyalurannya. Berita-berita tentang penyaluran donasi ke beberapa lembaga keagamaan jujur sempat membuat resah – meski kebenarannya belum terbukti. Bukan apa-apa sih, kita pengen hati-hati saja. Ini soal prinsip dan keyakinan ya, gak perlu diperdebatkan =))


Setelah dapet info dari Mas Suami, saya yang ngeyelan ya tentu gak begitu saja percaya dong. Hehe. saya berusaha mencari informasi tambahan. Selain dari hasil browsing, saya juga sengaja mengunjungi www.alfamartku.com yang merupakan website resmi Alfamart. Di sana saya bisa melihat berbagai program yang pernah dilakukan oleh Alfamart. Salah satunya adalah bertepatan dengan momen peringatan Hari Pendidikan Nasional beberapa minggu lalu, Alfamart menyalurkan sebanyak 2.293 kacamata serta 1.500 perlengkapan sekolah kepada para siswa di wilayah Jakarta, Malang dan Deli Serdang. Penyaluran kacamata gratis tersebut merupakan hasil penggalangan dana masyarakat melalui program “Bright Eyes Bright Future”. Selain itu, Alfamart juga pernah menjalankan program pembangunan rumah layak huni yang dinamakan Kampung Alfamart di beberapa kota. Dalam menjalankan program-program sosial ini, Alfamart gak berjalan sendirian. Alfamart menggandeng beberapa lembaga sosial-kemanusiaan seperti Habitat for Humanity Indonesia (HFHI) dan Yayasan Berani Bhakti Bangsa.

Setelah membaca sendiri program-program kemanusiaan Alfamart dari website resmi mereka – bukan sekedar hoax, saya jadi gak bisa ngeyel lagi sama Mas Suami. Hehe. kalau memang programnya dan penyalurannya jelas serta transparan, kami sebagai konsumen tentu saja gak akan ragy mengiyakan saat kasir bertanya tentang bolehkah kembalian receh kami didonasikan. Yang kadang bikin ragu kan ketika kita bertanya ke mana donasi itu akan disalurkan, si kasir menjawab tidak tahu dengan wajah ragu-ragu. Jadi, sekedar catatan, sepertinya penting juga memberi informasi pada kasir tentang program yang sedang dijalankan, agar saat ada konsumen bertanya, mereka bisa menjawab dengan meyakinkan =))

Ketika Hobi Masak Kembali Menggelora

on
Rabu, 01 Juni 2016
 Kata Mbak Rohma Mauhibah – seorang penulis buku ajar Matematika asli Jepara – hobi wanita itu bertransformasi dari waktu ke waktu. Bagi wanita yang baru menikah, biasanya hobi barunya adalah memasak. Semangat banget nyoba berbagai resep demi mempersembahkan makanan yang lezat hasil karya sendiri pada sang suami. #Eaaaa :D

Dan hal itu sepertinya terjadi pada saya. Sebenernya masak bukan hobi baru sih. Dari dulu saya lumayan suka masak. Hanya saja beberapa bulan kemarin hobi itu tersisihkan oleh kegiatan-kegiatan lain (entah apa). Nah, setelah menikah, tiga minggu terakhir ini keinginan untuk kembali memasak kembali menggelora. Meskipun masaknya jadi sambil was-was, takut rasanya gak karuan. Kalau dulu rasa gak karuan sih santai. Beda sama sekarang. Karna akan ada suami dan ibu mertua yang menilai. Ahihihi. Tapi so far so good, Alhamdulillah =))

Hobi masak saya itu cenderung ‘unik’. Saya lebih suka coba-coba resep masakan yang ‘aneh-aneh’. Yang gak biasa ditemui sehari-hari lah pokoknya. Sedangkan ibu saya pengennya saya masak yang ‘wajar-wajar’ saja. Sayur bayem, sup, mendoan – semacam itu lah. Menurut ibu saya, resep-resp yang saya coba tuh resep-resep boros dan ribet. Harus ada susu lah, keju lah, dll. Peminatnya juga cenderung minim kalau di rumah. Maklum lah ya, keluarga saya lidahnya masih tradisional banget – kecuali keponakan saya. Nahh, beda dengan keluarga suami saya – terutama suami saya sendiri. Dia sih lidahnya lidah bunglon – makanan kota oke, makanan desa sikaaattt. Haha. Jadi, saya merasa hobi masak saya mendapat apresiasi yang sangat baik.

Kemarin, saya nyoba bikin sandwich. Pakainya roti tawar, isinya daun selada, sosis, bawang bombai dan keju. Sayangnya bentuknya kurang cantik (jadi gak difoto :D), karna saya belum berhasil bikin dua sisi rotinya menangkup sempurna -_- jadi bubar gak jelas gitu deh. Agak gosong juga. Haha. Pagi ini saya masak potato cheese. Kurang sempurna juga sih, karna instruksi aslinya seharusnya dipanggang. Tapi berhubung takut teflonnya gosong kalau buat manggang, akhirnya dikukus deh. Hehe. Tapi rasanya tetep oke kok. Kayaknya bakal lebih oke kalau kejunya diganti mozarella. Tadi saya pakainya quickmelt sih =)) Berhubung harus buru-buru berangkat kerja, kelupaan difoto lagi deh. Hiks.

Nahh, mumpung kerjaan lagi agak selow, akhirnya nyari-nyari ide lagi – mau masak apa besok. Hehe. Kayaknya besok pengen nyoba bikin hotdog deh. Entah kenapa akhir-akhir ini lagi pengen makan yang daging-daging gitu. Kalau jajan steak terus kan boros. Dan kami (saya dan suami) lagi pengen ngurangin jajan junk food – gak sehat kan, ya! Jadi solusinya ya berusaha bikin sendiri. Bumbu hotdog (Baca: Disclosure) juga ternyata gak susah kok. Simpel. Kalau pengen lebih simpel lagi, ternyata ada loh yang menyediakan bumbu hotdog instan, tanpa MSG pula. Haha. Cocok banget kayaknya buat yang hobi masak, tapi gak tetep gak mau yang ribet kayak saya. Hihi.

Saya gak tau sih hobi masak saya ini akan bertahan dalam jangka panjang, atau cuma anget-anget suam kuku aja. Yang jelas, sekarang saya tau rasanya saat ada orang yang dengan lahap memakan apa yang kita masak dengan pandangan berbinar-binar. Duh, seneng banget, bikin meleleh =’) Dan saya juga jadi tau, bahwa tugas untuk membuat berat badan suami menjadi ideal itu beraaatttt banget. Karna nyatanya, saya seneng lihat dia makan dengan lahap. Apalagi jika yang dimakan dengan lahap adalah makanan hasil karya tangan saya =))

Signature

Signature