Cara Membuat Bayi dan Anak Nyaman saat Diajak Traveling dengan Kereta Api

on
Rabu, 05 Desember 2018


Kereta api merupakan pilihan moda transportasi darat yang saya rasa paling nyaman untuk digunakan ketika bepergian jarak jauh.

Setidaknya ada tiga alasan mengapa saya favoritkan kereta api sebagai moda transportasi darat yang paling nyaman, karena:

1. Harga tiket kereta relatif murah dan terjangkau. Bahkan tidak jarang kita dapat promo apabila membeli di toko online seperti Bukalapak, contohnya.

2. Rel kereta yang lurus dan tidak berbelok tajam serta laju kereta api yang konstan membuat kita lebih jarang mabuk dan merasa pusing.
 
3. Kereta api yang panjang, karena terdiri atas beberapa gerbong juga menjadi kelebihan tersendiri untuk transportasi ini. Pasalnya, kita bisa jalan-jalan di setiap gerbong saat merasa bosan atau jenuh. Jalan-jalan dari satu gerbang ke gerbang lainnya tidak mengkhawatirkan karena kereta api tidak pernah berhenti secara mendadak.

Cara membuat bayi dan anak nyaman saat naik kereta api
Saat bepergian dengan menggunakan kereta api, tak jarang kita mengajak serta anak-anak yang masih bayi maupun balita. Misalnya ketika travelling jarak jauh seperti saat mudik lebaran. Pada saat itu, bagi mereka yang punya bayi dan anak sudah pasti akan mengajak serta anak-anak mereka.

Saya sendiri pernah mengajak Faza naik kereta api saat usianya 9 bulan, ke Cirebon untuk berkunjung ke kampung halaman eyang kakungnya.

Tapi sayangnya, anak-anak tidak seperti orang dewasa yang lebih mudah diatur dan lebih tenang saat mengalami masalah. Anak-anak cenderung lebih rewel, sulit ditenangkan, dan mudah membuat kita jadi panik. Pasalnya, ketika anak-anak menangis atau memberontak, tidak hanya kita sebagai orang tua yang akan merasakan dampaknya melainkan, penumpang yang ada di satu gerbong juga pasti akan merasakan juga. Hal itulah yang sering membuat kita merasa tidak enak, malu, dan kadang-kadang berubah jadi emosi.
 
Agar kegiatan traveling menggunakan kereta api bisa lebih menyenangkan bagi bayi dan anak-anak, kamu perlu membaca beberapa tips berikut ini.
Pastikan bayi bisa tidur di setiap jam tidur mereka
Bayi biasanya memiliki jam tidur yang teratur seperti di pagi hari, siang, sore, dan juga malam. Ketika diajak naik kereta api, sebaiknya jam tidur mereka tersebut tidak diubah. Karena biasanya apabila terlambat tidur sehingga kesulitan untuk terlelap, bayi maupun balita cenderung rewel.
Pastikan kamu membawa apa saja yang bisa mengalihkan perhatian mereka
Bayi dan anak-anak biasanya punya mainan spesial di rumah, berupa mainan yang paling mereka sukai. Siapkan tempat khusus untuk membawa mainan-mainan tersebut agar bisa dimainkan oleh anak ketika mereka merasa bosan dan jenuh.
Jangan ragu-ragu untuk jalan-jalan dari satu gerbong ke gerbong lainnya apabila anak mulai merasa bosan
Ini merupakan salah satu kelebihan naik kereta api. Di kereta, kita bisa jalan-jalan dari gerbong belakang hingga ke depan atau sebaliknya pada saat merasa bosan. Jalan-jalan juga bisa jadi hiburan buat anak-anak dan bayi ketika mereka merasa jenuh selama duduk di kereta api.
Jangan lupa membawa pakaian hangat bagi anak-anak
Tidak jarang kita memutuskan untuk naik kereta bisnis atau eksekutif maupun yang kelasnya lebih tinggi karena harga tiket kereta yang cukup terjangkau, atau karena alasan menginginkan kenyamanan yang lebih baik.
Namun tak jarang, tempat duduk yang kita pilih ternyata terlalu dekat dengan AC sehingga suhu udara di di tempat duduk yang kita dapatkan cenderung lebih dingin.
Jangan lupa membawa bekal makanan yang disukai oleh anak
Biasanya ketika kita melakukan traveling, kita cenderung lebih tertarik untuk membawa makanan instan yang tidak merepotkan dan ringkas dibandingkan dengan makanan yang disukai oleh anak, tetapi proses pembuatan dan pengemasannya lebih ribet. Padahal, anak-anak justru akan merasa lebih nyaman dan senang apabila mereka bisa mengkonsumsi makanan-makanan favorit mereka.
 
Tips beli tiket kereta api yang murah
Tiket kereta saat ini tidak hanya bisa kita dapatkan dan beli langsung di stasiun kereta api, melainkan bisa juga kita beli di toko online seperti Bukalapak misalnya. Beberapa keuntungan beli tiket di online shop antara lain:

Banyak promo diskon maupun cash back. Seperti saat saya menulis artikel ini misalnya, Bukalapak menawarkan cashback hingga Rp40.000 untuk setiap pembelian tiket kereta api dengan minimal pembayaran Rp100.000. Promo ini berlaku mulai tanggal 1-30 November 2018. Kode promonya adalah "PERGIJAUH" (tanpa tanda kutip).
 
Agar bisa menikmati promo ini, kamu wajib membeli tiket kereta di Bukalapak dengan menggunakan aplikasi Bukalapak. Jadi, bagi kamu yang membeli melalui browser tidak akan bisa menggunakan kode promo tersebut.

Jika kamu mencari tiket setelah tanggal 30 November, kamu tetap berkesempatan untuk mendapatkan cashback atau diskon dengan mencari promo di halaman https://bukalapak.com/promo.

24 Jam

on
Senin, 03 Desember 2018


Pernah dengar gak ada orang yang bilang, "24 jam bagiku terasa kurang!" ?

Saya pernah. Dan dulu saya merasa itu gak lebih dari kalimat gombal. Halah, sesibuk apa sih sampai waktu 24 jam terasa kurang? Kecuali Pak Jokowi dan orang-orang penting gitu kali ya,

Lalu pernah juga seorang mentor pengajian pekanan di kampus dulu bilang, "istirahatnya seorang muslim itu nanti, ketika kaki sudah menginjak surga" -- saat beliau tengah menerangkan tentang dunia sebagai tempat beribadah dan berjuang.

Diam-diam saya juga mencibir. Halah Mbak, di kost juga kerjaan saya gegoleran tiap hari. Kelamaan lah kalo istirahatnya nunggu di surga 😂

Kalau dipikir-pikir sekarang, kok saya ternyata geblek banget yaa dulu. Haha.

Iya, terutama kalau mikirnya hari ini. Minggu ini. Dimana saya seperti baru menemukan moment -- 'ohhh, ini to ternyata maksudnya!' -- untuk kalimat-kalimat semacam di atas.

Saya baru tau rasanya. Ternyata gak perlu jadi orang sepenting Pak Jokowi untuk merasa 24 jam terasa kurang.

Kerjaan kok rasanya adaaaaa aja. Gak ada habisnya. Pagi-sore kerja. Sampai rumah nemenin Faza main, sambil melirik tumpukan baju yang barusan diangkat dari jemuran. Begitu Faza tidur, nyetrika -- sambil melirik novel yang pengen saya baca. Pas udah kelar nyetrika (dikelarin paksa -- karna tumpukan setrikaan seperti gak pernah mau berkurang), akhirnya baca novel beberapa lembar, eh inget pengen nyicil nulis buat blogpost. Dan lain-lain, dan lain-lain.

Iya sih, semua kesibukan saya di atas mungkin gak ada apa-apanya dibanding orang-orang super produktif di luar sana, Ah, gitu doang. Cuma remah rengginang itu sih!

Tapi tolong dipahami. Ini saya, yang tadinya kerjaannya cuma gegoleran di kasur. Waktunya makan tinggal makan. Semua tau beres.

Dan entah kenapa kalimat Mbak Mentor tentang "istirahatnya seorang muslim adalah ketika kaki sudah menginjak surga" itu tiba-tiba sering terngiang di telinga. Seperti sebuah suntikan semangat, di tengah badan yang sudah loyo tapi masih harus masak dan nyuci piring.

Iming-iming surga benar-benar jadi ide bagus yang bikin saya tetap berjuang menyelesaikan segala tugas dan kewajiban.

Kadang (atau sering?) saya nyesel. Nyesel atas buanyaakkknya waktu yang saya sia-siakan begitu saja di waktu lapang saya dulu. Duh Gustiiii, segitu gak berfaedahnya hidup saya saat itu.

Sekarang ketika sudah banyak tugas menanti, eh baru muncul ide pengen belajar ini-itu. Pengen melakukan ini-itu. Dulu kemana aja sih :(

Saya kadang pengen jadi orang insom. Bisa tidur laruuuttttt banget gitu biar bisa melakukan banyak hal di luar kerjaan kantor, dan mumpung Faza tidur. Tapi kok Allah baik banget selalu ngasih saya rasa ngantuk biar badan saya istirahat :')

Jadi percayalah, jika ada anak-anak muda belia yang kebetulan baca tulisan ini, tolong diingat. Nasehat tentang jangan menyia-nyiakan waktu itu sungguh bukan bualan belaka. Manfaatkan waktu luangmu, atau kalian akan menyesal seperti saya saat ini.

Hmm, mungkin sayanya aja yang manajemen waktunya masih buruk sih. Maaf kalau lebay. Padahal apalah saya, gak sesibuk itu sih sampai merasa 24 jam kurang. 24 jam adalah waktu ideal dan terbaik sesuai takaran Allah :)

Saya cuma mau bilang sekali lagi. Jangan menyia-nyiakan waktu.


Wonderful Indonesia: Farmhouse Lembang Bandung, Satu Destinasi dengan Berbagai Pilihan Wisata

on
Minggu, 02 Desember 2018


Saya mungkin termasuk orang yang tidak terlalu sering berwisata. Tapi tentu saja bukan berarti tidak suka, atau tidak ingin. Sebagai manusia yang terjebak dalam berbagai rutinitas harian, berwisata rasanya menjadi salah satu kebutuhan yang tak terelakkan, demi me-refresh pikiran yang mulai silang-sengkarut.

Tentang pilihan destinasi wisata, saya sebenarnya suka jenis wisata alam. Seperti pantai, gunung, taman, dll. Tapi sejak punya anak, tentu saja saya harus memikirkan ulang tentang tempat wisata yang akan saya datangi. Bukan lagi sekedar tentang apa yang bisa membuat saya senang, tapi jauh lebih utama yang membuat kami semua (tidak terkecuali Faza) merasa nyaman.

Mau sebagus apapun tempatnya, jika harus melewati jalur yang menanjak dan harus berjalan kaki untuk sampai di tempat utama wisatanya -- misalnya -- tentu saya akan lebih memilih untuk tidak ke sana. Kenapa? Apa kabar pundak saya dan suami jika harus melewati jalur semacam itu dengan menggendong Faza? Yang ada begitu sampai di tempat wisatanya, kami sudah kecapekan dan gak bisa menikmati tempat wisatanya lagi.

Minggu lalu saya sekeluarga berkesempatan untuk menikmati Wonderful Indonesia dengan berwisata ke Farmhouse Bandung. Ini wisata kantor sih sebenarnya, tapi sekalian dipakai sebagai ajang wisata keluarga. Biar sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui 😁




Begitu menelurusuri tiap jengkal Farmhouse Lembang-Bandung, saya merasa ini merupakan tempat wisata yang super lengkap. Satu destinasi dengan berbagai pilihan wisata di dalamnya.

Kan ada ya tempat wisata yang hanya cocok untuk anak muda, tapi sama sekali gak cocok jika didatangi anak-anak SD? Ada pula yang sangat nyaman untuk wisata keluarga, tapi garing saat sekumpulan anak muda turut mendatanginya.

Nah, Farmhouse ini destinasi wisata yang dapat mengakomodir semua kalangan yang hendak berwisata.

Mengajak anak balita yang sedang senang-senangnya mengenal macam-macam hewan? Bisa banget ke Farmhouse Lembang-Bandung ini.

Ada kandang sapi perah yang bisa dikunjungi. Bahkan dengan membayar dua puluh ribu, kita bisa memberikan pengalaman anak untuk memberi susu pada anak sapi.

Pengalaman pertama Faza pegang sapi

Ada macam-macam hewan reptil, berbagai jenis unggas, dll. Tapi yang paling seru menurut saya adalah kandang domba merino, dimana pengunjung bisa masuk ke kandang dan memberi makan domba dengan berinteraksi langsung dengan para domba. Dombanya bersih dan gemuk-gemuk.

Bahkan ada juga playground dengan berbagai wahana permainan sederhana untuk anak, jika ingin anak kita berlari-larian bebas di tempat yang aman. Tiker masuk ke playground ini seharga dua puluh lima ribu rupiah.

Jika yang datang adalah sekelompok anak muda yang biasanya ingin berburu foto kece untuk mempercantik feed Instagram, Farmhouse juga sangat cocok untuk didatangi. Farmhouse sangat mengerti kebutuhan para wisatawan masa kini yang menempatkan destinasi instagramable sebagai pilihan utama kunjungan mereka.

Contohnya, ada rumah Hobit yang menjadi salah satu bagian di Farmhouse yang sangat diminati para anak muda karna ke-instagramable-annya. Untuk masuk ke rumah Hobit, kita harus membayar tiker seharga dua puluh ribu rupiah.



Ada juga persewaan kostum noni Belanda yang bisa disewa untuk berfoto di studio yang juga disetting dengan tema Belanda.

Nah, kalau yang datang adalah pecinta kuliner gimana?

Jangan khawatir. Farmhouse menyediakan banyaaakkk sekali pilihan kuliner yang bisa memanjakan lidah kita. Mulai dari sosis bakar, jagung bakar, pizza, pie susu, dan berbagai macam makanan lainnya. Ohya, saat pertama kali masuk dari pintu utama, kita juga mendapat welcome drink berupa susu sapi Lembang lho. Susunya enaaakkk banget.

Yang terakhir, jika kita datang bersama keluarga, dan hanya ingin duduk-duduk santai menikmati pemandangan pun sangat diakomodir oleh Farmhouse Lembang. Ada banyak sekali bangku yang disediakan, yang cocok untuk duduk santai sembari ngobrol ringan dengan keluarga di dalam area Farmhouse ini.

Farmhose cocok juga buat yang suka liat ijo-ijo kayak saya

Rasanya gak salah ya, jika saya menyebut Farmhouse Lembang Bandung ini sebagai one stop destination, yang mengakomodir kebutuhan wisata dari lintas kalangan usia?!

Di tengah banyaknya tempat wisata karbitan yang hanya menawarkan 'instagramable' sebagai daya tarik utama, Farmhouse seperti oase yang bisa menjadi teladan bagi para penggiat pariwisata di Indonesia. Saya berharap akan semakin banyak destinasi wisata yang berkualitas seperti Farmhouse Lembang ini. Yang menawarkan edukasi, pengalaman tak terlupakan, tempat me-refresh pikiran yang nyaman, sekaligus setting yang indah untuk diabadikan dalam sebuah foto.

Jika ingin Wonderful Indonesia akan semakin dilirik wisatawan dunia, maka pariwisata Indonesia harus menyusun langkah ekstra untuk terus mengawal pengelolaan pariwisata Indonesia yang sudah ada, sekaligus mengawal kelahiran destinasi-destinasi wisata baru yang berkualitas dan berani bersaing. 

Menulis Wonderful Indonesia

Jika kalian adalah salah satu orang yang peduli pada dunia pariwisata Indonesia dan ingin Wonderful Indonesia semakin mendunia, yukk ikut Wonderful Indonesia Blog Competition!
Ada hadiah uang tunai jutaan rupiah dan voucher Indomaret loh. Mayan yaa mak, buat beli pampersnya bocah 😍



Segera tulis cerita kalian saat mengunjungi tempat-tempat indah di Indonesia tercinta ini yaa. Sayang kalau sering traveling, tapi ceritanya cuma dikenang di dalam pikiran. Mending ditulis, jadi bisa abadi untuk dikenang, dan kalau beruntung dan menang, dapat hadiah buat traveling lagi 😍


Paxel, Solusi Untuk yang Mager Kirim Paketan

on
Selasa, 27 November 2018
Paxel, apaan tuh?

Ada yang mikir gitu saat baca judul blogpost ini?

Oke, mari saya ceritakan.

Beberapa bulan lalu, saya sempat semangat sekali belajar jualan online. Ingin merintis usaha biar kalo kapan-kapan sudah siap resign, sudah tau harus ngapain ceritanya.

Tapi kemudian saya merasa, ah sudahlah. Kayaknya saya belum sanggup kalo masih kerja kantoran, dan harus jualan online.

Lhah, ngapain gak sanggup? Jualan Online kan cuma mainan hape doang!

Iya, saya juga tadinya mikir gitu. Ah, jualan online mah gampil!. Cuma promo pake hape, terus kalo ada yang beli tinggal kirim aja barangnya.

Sayangnya realita seringkali gak seindah bayangan sodara-sodari sekalian! Haha.

Iya sih kalo ada yang beli tinggal kirim paket. Naahhh, tapi kirim paketnya itu ternyata juga butuh effort cukup besar. Apalagi seharian udah gak di rumah, dan baru bisa ketemu anak di sore hari. Gimana gak mager kalo masih harus keluar rumah lagi untuk kirim paket? Belum lagi packingnya. OMG!

Akhirnya saya memutuskan, okelah, kayaknya saya belum siap untuk merintis usaha jualan online lebih lanjut.

Tapi minggu lalu, saat saya hadir di Bloger Gathering-nya Paxel di Han's Kopi, saya berpikir, kayaknya saya bisa deh melanjutkan jualan online saya.

Paxel adalah sebuah jasa ekspedisi berbasis aplikasi. Emm, sederhananya, kalian tau ojek online kan? Nahh, mirip seperti itu, tapi ini jasa ekspedisi.

Jadi, misal kita mau kirim paketan tapi mager banget, gak masalah sekali kalo ada aplikasi Paxel di hape kita.

Tinggal masukkan lokasi penjemputan paket, masukkan tujuan paket akan dikirimkan, klik! Udah deh kita tinggal anteng aja nunggu Happines Hero-nya Paxel dateng untuk ngambil paketan kita. Happines Hero itu sebutan kurir di Paxel, FYI.



Solusi banget gak sih untuk yang sering mager keluar rumah seperti saya? 😍

Tapi gak cuma itu yang bikin Paxel beda dengan jasa ekspedisi lain. Di Blogger Gathering kemarin, kami gak cuma disuguhi berbagai hal teknis tentang Paxel, tapi lebih banyak diterangkan tentang nilai-nilai filosofis yang ingin diusung oleh Paxel.

Paxel memiliki tagline #AntarkanKebaikan yang tadinya saya kira ah paling sekedar tagline yang gak punya makna apa-apa. Sekedar bahasa marketing.

Tapi pikiran itu langsung sirna ketika saya mendengarkan penuturan Bapak Djohari Zein yang merupakan salah satu Founder Paxel. Mendengarkan beliau menuturkan materi, bikin saya gak merasa sedang ada di acara Blogger Gathering. Lebih mirip siraman rohani soale 😂

Bapak Djohari Zein

Nyeeeesss banget rasanya di hati. Bahkan ada yang sampai nangis lho.

Selain bercerita tentang pengalaman spiritualnya, Bapak Djohari Zein juga memaparkan semangatnya untuk terus berbuat kebaikan, salah satunya melalui Paxel ini.

"Kalau kita masih diberi umur sama Tuhan, artinya Tuhan masih ingin kita berbuat kebaikan," begitu kata beliau. Ini hanya satu dari sekiaaaan banyak kata-kata inspiring dari Pak Djohari. Bikin melelh banget 😭

Pemaparan Pak Djohari Zein tentang semangat berbuat kebaikannya melalui Paxel dibuktikan dengan banyaknya lembaga sosial yang digandeng dan dibantu oleh Paxel. Paxel juga berkomitmen untuk setiap 25 paket yang dikirim sama dengan membantu satu hari hidup seorang penderita kanker. Gimana gak terharuuu 😭

Jadi, kalau kalian sering kirim paket dan ingin sekalian berbuat baik untuk sesama, pakai Paxel adalah pilihan yang sangat tepat. Apalagi kalau kalian adalah pedagang online dengan kiriman paket puluhan atau ratusan per hari.

Emang apa aja sih kelebihan Paxel dibanding Jasa ekspedisi lain, di luar semangat berbuat kebaikannya itu?

Saya jabarkan satu-satu ya.

  • Paket akan dijemput oleh Happines Hero. Solusi untuk yang mager kirim paketan.
Ini udah saya ceritakan di atas ya. Kalau mau kirim paketan, tinggal klik-klik di aplikasi, dan paket kita akan dijemput oleh Happines Hero
  •  Same day delivery
Pernah beli sesuatu secara online yang mana barangnya dikirim dari kota yang sama dengan kita, tapi sampainya butuh dua-tiga hari? Nah, ini gak akan terjadi di Paxel, atau jika terlambat kita akan mendapat ganti rugi dari Paxel. Gak usah satu kota deh, beda kota pun same day delivery.

Jadi gak perlu khawatir jika sewaktu-waktu kita butuh mengirimkan hal-hal urgent semacam obat, frozen food atau undangan untuk mantan. Eaaaa 😁
  •  Semuanya berbasis Aplikasi
Ini kelebihan yang keren banget sih.

Karna berbasis aplikasi, semuanya serba otomatis. Kita bisa tracking kita sampai mana lewat aplikasi. Orang yang kita kirimi paket pun, jika dia memiliki aplikasi Paxel di hapenya, akan otomatis dapet notifikasi. Atau kalau dia belum punya aplikasi Paxel, maka Paxel akan mengirimi SMS berupa link untuk men-tracking paketnya.

Jadi,  bye-bye pertanyaan, "boleh minta nomor resinya gak, sist?" 😅
  • Bisa serba menyesuaikan
Saat hendak mengirimkan paket menggunakan Paxel, kita bisa banget lho menyesuaikan dengan jadwal kita. Mau jam berapa paketnya dijemput di rumah? Ada pilihannya. Jadi tinggal disesuaikan aja dengan jadwal kita.

Dari sisi penerima pun bisa banget jika yang bersangkutan punya aplikasi Paxel-nya. Jadi saat menerima notifikasi bahwa pada jam sekian dia akan menerima paket dari Paxel, sedangkan pada jam segitu dia ada kegiatan di luar rumah, yaudah tinggal diubah aja jamnya menyesuaikan jadwal.
  •   Belum sempat packing? Gak masalah!
Selain mager keluar rumah, yang sering bikin males saat mau kirim paket adalah packingnya. Iya gak sih?

Kalau pake Paxel, tenang aja. Saat pesan di aplikasi, kita sudah diminta untuk mengisi seberapa besar paket yang akan kita kirim. Nahh, kalau belum packing, mas Happines Hero-nya siap membawakan kardus sesuai ukuran paket kita. Keren banget ya!



Masih banyak kelebihan lain sih. Cuma kok ya nanti kepanjangan 😀 Mending saya kasih infografiknya aja ya.



Jadi mending gak usah kelamaan deh. Langsung aja install Paxel di hape kalian, dan rasakan sendiri pengalaman berbeda saat mengirimkan kebaikan untuk teman, kerabat ataupun customer.

Ohya, jika kalian install Paxel, jangan lupa masukkan kode referal rosalinasusanti ya, untuk mendapatkan saldo sebesar seratus ribu. Mayan bangettt bisa buat #AntarkanKebaikan untuk orang-orang yang kalian sayangi 😊

Review Rangkaian Wardah White Secret

on
Jumat, 16 November 2018
Lagi-lagi soal skincare 😂 Habis gimana dong, lagi rajin-rajinnya pake skincare lagi soalnya. Mohon dimaklumi yaa.

Wardah merupakan skincare pertama saya sejak sudah bisa cari uang sendiri. Dulu, pakai day cream dan night cream Wardah saja rasanya sudah WOW sekali. Sudah merasa pakai skincare 'mahal'. Haha.

Sejak masih kuliah saya sudah bertekad, besok kalo sudah kerja, saya mau pake krim Wardah ah. Dan beneran dong, begitu kerja langsung cuusss beli day cream dan night cream Wardah yang lightening series. Dulu sih belum ada macem-macem series kayak sekarang ya.

Bahkan salah satu hantaran di hari pernikahan saya juga skincare dan make up-nya Wardah semua loh 😀

Sayangnya, isi hantaran Wardah itu lebih banyak yang akhirnya berakhir di tempat sampah. Karna sejak tau hamil, saya gak pakai skincare apapun (separno itu karna gak banyak baca). Sampai akhirnya day cream dan night creamnya melampaui batas kadaluarsa.

Saat itu saya berpikir, kayaknya gak akan pakai Wardah lagi deh. Pengen beralih ke brand lain.

Saya sempat melirik Hada Labo dan Khalisa Skincare setelah memutuskan untuk berhenti pakai NuAmoorea. Tapi gak tau kenapa, tiba-tiba saya tergoda untuk kembali ke Wardah lagi. Haha.

Saat memutuskan untuk mencoba kembali ke Wardah, saya langsung membaca banyaaaak sekali berbagai review soal Wardah. Dan akhirnya saya memutuskan untuk mencoba rangkaian Wardah White Secret.




Kenapa pilih rangkaian Wardah White Secret?

Karna fokus saya memang ingin kulit wajah saya cerah. Bukan putih ya. Berdasarkan banyak review yang saya baca tentang rangkaian Wardah White Secret ini, meskipun namanya ada 'white'-nya, tapi efek sebenarnya lebih ke mencerahkan.

Hayuk lahh saya ceritakan satu-satu tentang rangkaian Wardah White Secret yang sudah saya pakai sekitar dua bulan ini ya.

1. Wardah White Secret Facial Wash

Ini Step White Secret Wardah yang pertama saya coba. Iya, saya memutuskan untuk mencobanya step by step, gak langsung beli semuanya sekaligus. Jadi misal gak cocok, saya gak sedih-sedih banget.




Facial wash milik rangkaian White Secret ini merupakan facial foam non soap formula, alias gak mengandung detergent gitu. Jadi ketika dipakai, busanya gak banyak, malah bisa dibilang gak berbusa.

Tau sendiri kan detergent itu gak bagus untuk kulit karna sifatnya rentan mengiritasi dan bikin kulit jadi kering.

Facial wash White Secret Wardah ini juga mengandung AHA natural, yang dipercaya bisa mencerahkan wajah. Tapi, di balik kemasannya juga diberi peringatan bahwa AHA bisa membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar UV, jadi dianjurkan sekali untuk pakai sunscreen saat beraktivitas.

Tekstur facial wash ini mirip gel. Bening. Aromanya tipis, enggak nyengat. Dan yang paling bikin saya suka, beda sama kebanyakan facial wash (terutama yang sudah pernah saya coba), yang meninggalkan kesan kesat dan ketarik setelah cuci muka, facial foam Wardah White Secret ini beda.

Setelah dipakai, sama sekali gak bikin muka terasa ketarik. Bahkan saat dibilas, dia meninggalkan kesan lembab di muka. Pas awal-awal pakai saya sempat merasa, kok susah banget yaa bersihnya, dibilas berkali-kali masih terasa licin. Eh ternyata bukan karna belum bersih.

Btw, saat ini saya udah masuk tube kedua lho. Artinya, saya beneran suka.

Harga: Rp 30.000,-
Re-Purchase: Yes

2. Wardah White Secret Exfoliating Toner

Yup, ini produk kedua Wardah White Secret yang saya beli. Lumayan excited waktu akhirnya beli ini, karna ini akan jadi pengalaman pertama saya memakai exfoliating toner. Tentu saja setelah ikut kuliah-kuliahnya Mbak Affi Assegaf di Female Daily Channel 😁




Setau saya, skincare lokal masih jarang sekali yaa punya produk exfoliating toner. Kebanyakan exfoliating toner yang dipakai para beauty vlogger adalah produk luar, yang mana harganya gak ramah sama kantong saya. Hehe.

Nah, Wardah White Secret Exfoliating Toner ini nolong saya banget, karna harganya masih tetap bersahabat, seperti produk-produk lainnya.

Terus gimana kesannya setelah pakai?

Awal-awal pemakaian, saya merasa agak panas beberapa detik setelah pengaplikasian. Sempet serem sih ya. Tapi bismillah aja saya lanjutin. Dan makin ke sini, Alhamdulillah gak pernah terasa panas lagi.

Teksturnya cair tapi sedikit kental. Baunya ga nyengat sih. Biasa aja.

Yang bikin saya bahagia banget, sejak pakai Wardah White Secret exfoliating toner ini, saya gak pernah komedoan lagi 😍 Dulu saya sering sedih tiap meraba hidung, kasaaaarrr bangett penuh komedo. Setelah pakai exfoliating toner, Alhamdulillah jadi muluuusss. Wajag juga rasanya jadi lebih bersih dan cerah.

Harga:
Re-Purchase: Yes

3. Wardah White Secret Day Cream

Wardah White Secret Day Cream ini sebenarnya adalah item terakhir yang saya punya dari 4 rangkaian yang saya punya. Kenapa terakhir? Soalnya saya menghabiskan day cream dari Khalisa Skincare dulu. itupun saya beli yang kecil (17ml) dulu, biar kalau kurang cocok, gak lama-lama habisnya.

Baca juga: Review Khalisa Skincare
 



Day cream dari rangkaian Wardah White Secret ini memiliki mengandung SPF 35 PA+++, jadi Insya Allah sudah aman banget yaa kalau mau dipake untuk aktivitas di luar ruangan.

Sejujurnya, saya punya love n hate relationship dengan day cream ini. Kenapa?

Hate-nya dulu ya. Tekstur day cream Wardah White Secret ini menurut saya kok susah diratakan saat diaplikasikan ke kulit wajah. Keset-keset gimanaaa gitu. Selain itu, saat diaplikasikan, day cream ini meninggalkan kesan 'putih' di wajah. Putih yang aneh. Ini cukup mengganggu, karna saat akan aktivitas, saya gak pernah pake make up sedikitpun. Bedak pun enggak sama sekali. Jadi kalo day cream-nya tmeninggalkan kesan putih, dan saya kurang rata pakainya, ya jadi cemong-cemong wagu gitu. Huhu.

Nah, kalau love-nya, setelah beberapa saat diaplikasikan, day cream ini bikin wajah jadi nampak glowing 😍

Harga: 45.000
Re-Purchase: Sepertinya tidak. Karna bagi syaa, day cream itu dipakainya bentaaarrr banget. Saya pakai jam 7.15, menjelang berangkat kantor. Sedangkan jam 8.15 saya ambil wudhu untuk sholat dhuha. Jadi day cream cuma nempel se-jam aja di wajah saya. Maka dari itu, saya mau cari day cream yang lebih murah kayaknya 😂


4. Wardah White Secret Night Cream

Wardah White Secret Night Cream ini bisa jadi merupakan item yang akan cukup awet buat saya, karna -- yah, biasalah -- sering ketiduran dan gak sempat pakai. Haha.




Tekstur night cream ini cenderung jauh lebih ringan dibanding day creamnya. Memberikan efek lembab di pagi harinya, tanpa terasa berminyak. Efek mencerahkannya sih belum terlalu saya rasakan ya.

Aromanya B aja. Beda sama night creamnya Khalisa yang aromanya enak dan lembut banget.

Harga: 45.000 (kalau gak salah)
Re-Purchase: Maybe yes, maybe no. Hehe.

Kesimpulan:

Pada dasarnya, saya suka dan puas sama rangkaian Wardah White Secret ini. Ohya, meskipun saya belum pakai lengkap. Baru nabung untuk bisa beli essence dan serumnya. Hehe.

Meskipun harus saya akui, 2 bulan pertama pakai, jerawat besar-besar sempet bermunculan di area dahi dan dagu. Huhu. Tapi saya ngotot aja tetap pakai, karna gak pengen mubadzir. Eh Alhamdulillah sekali, masuk bulan ketiga saya pakai, kondisi wajah saya membaik sekali. Jerawat masih kadang muncul, tapi ga sesering dulu, dan gak sebesar-besar dulu. Kalaupun muncul jerawat, Alhamdulillah jadi cepat sembuh.

Tambahan dikit, skincare regime saya sehari-hari gak cuma ini ya. Ada beberapa step yang saya masih pakai produk lain di luar Wardah, yaitu first cleanser (Eaaaa akhirnya saya menerapkan double cleansing 😂) dan hydrating toner.

Baca juga: Cara Menentukan Skincare Regime Untuk Pemula

Udah panjang banget ya postingan ini 😁 Jadi mari kita akhiri. Semoga bermanfaat yaaaa 😊

5 Tips Memilih Cincin Tunangan Emas Putih yang elegan

on
Jumat, 09 November 2018
Cincin emas putih untuk acara tunangan merupakan sebuah lambang yang mewakili perasaan setiap orang yang menjalaninya. Sebelum menikah, hampir semua pasangan biasanya melaksanakan sebuah acara yaitu bertunangan. Biasanya momen tunangan ini dilakukan hanya sekali dalam seumur hidup sebelum akhirnya melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Desain cincin tunangan sering menjadi satu hal yang penting dan sangat di perhitungkan. Apakah cincin yang mau dipilih itu adalah sebuah cincin tunangan emas putih atau cincin tunangan emas lainnya, semua pasti sudah melewati beberapa pertimbangan. Agar tidak terjadi salah dalam memilih cincin untuk tunangan atau menyesal dengan pilihannya. Artikel ini akan membahas bagaimana tips memilih desain cincin tunangan yang tepat dan yang terbaik bagi kalian.
gambar by pixabay

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Membeli Cincin Tunangan?
Cincin tunangan tidak harus selalu dibeli jauh hari sebelum acara tunangan dilakukan. Kebanyakan setiap pasangan yang akan melangsungkan pertunangan membeli cincin tunangan sekitar 30 hari sebelum acara pertunangan tersebut. Yang umumnya menjadi hal utama yang dijadikan pertimbangan adalah hasil survey terhadap bentuk cincin tunangan. Baik cincin tunangan emas putih dan cincin tunangan emas lainnya. Survey ini biasanya dilakukan antara 3-4 bulan sebelum acara tersebut di laksanakan. 


Berapa Biaya yang Kalian Sediakan untuk Membeli Cincin Tunangan?

Setelah kalian melaksanakan survey tentang model, desain cincin beserta harga cincin tunangan tersebut, maka kalian harus menyediakan biaya atau anggaran buat mendapatkan cincin tunangan itu. Yang jelas jangan sampai menyediakan anggaran tersebut dengan mendadak. Agar acara kalian bisa berjalan lancar dan sukses tanpa ada hambatan.
Kan gak lucu ya kalau tunangannya seminggu lagi, sudah pesen cincin tunangan, tapi belum punya anggaran untuk membayarnya. Hehe.

Dengan memiliki anggaran yang sudah ditentukan untuk membeli cincin tunangan itu, kalian bisa memilih desain dan model cincin yang harganya sesuai dengan kemampuan kalian. Bisa dengan memilih model cincin tunangan emas putih atau emas kuning.


Bagaimana Menentukan Model dan Kualitas Cincin yang Bagus


Ada beberapa masalah umum yang banyak terjadi pada cincin tunangan yang sudah dimiliki. Antara lain yaitu terjadi patah pada lingkar di bagian bawah. Hal ini biasanya dikarena gesekan yang terjadi secara berlebihan. Contohnya saat kita sedang menyetir mobil, motor dan melakukan pekerjaan kasar atau bahkan tanpa sengaja terbentur benda keras.


Membeli di Jewelry atau Toko Emas

Model dan desain cincin pasti menentukan harga. Sama seperti dengan perbedaan lokasi, harga juga pasti bisa berbeda. Lokasi pembelian cincin tunangan dapat disesuaikan dengan biaya yang kalian sediakan. Tanyakan dulu kepada pasangan tentang model cincin tunangan seperti apa yang disukainya.


Ingat Gaya Hidup Kita

Hindari pemborosan uang untuk membeli sebuah cincin tunangan yang menarik. Untuk apa memiliki cincin yang mahal tapi tidak nyaman dipakai atau harus sering dilepas karena tuntutan suatu kerjaan? Kita pasti ingin akan menggunakan cincin tunangan itu setiap hari, jadi pilihlah cincin tunangan yang bisa terasa nyaman dan menjadi bagian dari gaya hidup kita.

Demikian tips dari artikel ini untuk memilih cincin tunangan emas putih sebagai simbol rasa cinta dan awal menjalani kisah sehidup-semati dengan kekasih pilihan kita atau yang sering disebut pertunangan.
Jika masih bingung anda bisa membuka link di bawah ini.

https://review.bukalapak.com/fashion/7-inspirasi-model-cincin-pertunangan-dari-selebriti-hollywood-16353

Tentang Takdir Baik dan Takdir Buruk

on
Kamis, 01 November 2018


Pernah gak kalian mengalami sebuah peristiwa yang bikin kalian mengeluh, sedih atau menyesalkan hal tersebut?

Pasti pernah.

Bahkan mungkin adakalanya kita merasa apes. Lalu bertanya-tanya, kok hari ini takdirku buruk sekali sih?

Lalu selang beberapa hari kemudian, kita terhenyak. Ketika mendapati takdir buruk yang menimpa kita beberapa hari lalu, ternyata berimbas pada sebuah takdir baik di hari itu.

Kemudian barulah kita menyadari kebaikan Allah.

Ya, begitulah seringnya kita. Karna pengetahuan kita amat terbatas, seringkali kita lebih mendahulukan keluh, dibanding prasangka baik, bahwa bersama takdir buruk, akan selalu ada takdir baik yang menyertai.

Dua hari (atau tiga hari) saya kepikiran soal ini. Gara-garanya tentu saja tentang musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Huhu.

Saya terhenyak ketika melihat sebuah video di IG tentang Pak Sony. Beliau adalah salah satu calon penumpang Lion Air JT-610 yang tertinggal pesawat gara-gara terjebak macet.

Merinding.

Beliau bilang, saat tau pesawat yang tadinya akan ia naiki jatuh, seketika beliau lemas dan menangis. Pertama karna dia tau ada teman-temannya di pesawat itu. Kedua, betapa ia seolah diberi kesempatan hidup kedua.

Allahu akbar. Nulis ini aja saya masih merinding dan kelu.

Jika ditarik mundur, dan jika saya memposisikan diri sebagai Pak Sony, pastilah saya akan jengkel menghadapi kemacetan yang membuat saya tertinggal pesawat. Dan harus pesan tiket pesawat baru tentu saja. Ratusan ribu hilang, gara-gara terjebak macet.

Bisa jadi, saya akan merasa bahwa takdir saya buruk pagi itu karna ketinggalan pesawat dan harus beli tiket pesawat baru. Bisa jadi saya mengeluh. Merutuki nasib.

Lalu kemudian saya mendapati, bahwa bersama takdir buruk terjebak kemacetan itu, ada takdir baik yang mengiringi. Takdir baik yang membuat saya masih punya kesempatan untuk bertemu keluarga dan menyelesaikan segala tugas dunia.

Masyaa Allah.

Dari kisah Pak Sony ini, saya kembali diingatkan. Untuk berkhusnudzon pada setiap keadaan. Bahwa bersama kesulitan, pasti ada kemudahan. Dan bersama takdir buruk, akan selalu ada takdir baik yang mengiringi. Bahkan bisa jadi takdir yang kita sebut buruk itu sebenarnya adalah takdir baik yang belum kita pahami.

Wallahu a'lam bi shawwab.

Turut berduka atas musibah yang menimpa Lion Air JT-610. Semoga Allah sambut mereka (para korban) dengan sebaik-baik penyambutan, dan semoga Allah kuatkan para keluarga yang ditinggalkan.

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.

Signature

Signature