Rumput Tetangga Tak Selalu Lebih Hijau

on
Jumat, 21 Februari 2020
Katanya, rumput tetangga itu selalu terlihat lebih hijau. Itu kalau kita lihatnya dari jauh kali ya. Begitu mendekat mah kadang ternyata nggak rapi, kotor, dll.

Atau, bisa jadi emang jauh lebih hijau. Selalu hijau. Karna ternyata diapakai rumput sintetis. Hehehehe.

Saya mungkin salah satu orang yang kadang masih sering silau sama rumput tetangga. Menganggapnya jauh lebih hijau dan lebih indah.

Ih, dia enak ya, begitu nikah langsung punya rumah sendiri.

Ih, dia enak ya, dua-duanya kerja di perusahaan bonafide. Pasti gajinya gedhe. Nggak pernah mikir gimana ngatur uang supaya nggak defisit sampai bulan depannya.

Ih, dia enak ya. Kayaknya nggak pernah kepikiran kekurangan uang.

Dan lain-lain, dan lain sebagainya.

Tapi, beberapa waktu lalu saya mendapat sudut pandang lain yang bikin saya jadi tau, ternyata rumput tetangga itu nggak selalu lebih hijau. Asal kita mau memandangnya dari beberapa sudut pandang.

dari pinterest

Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu saya mendapat laporan SHU dari koperasi kantor di mana saya terdaftar sebagai anggota. Dalam laporan tersebut, terlampir data teman-teman sesama anggota yang memiliki pinjaman ke koperasi tersebut.

Lalu, betapa saya tercengang. Mendapati beberapa nama teman yang sama sekali nggak saya sangka, ternyata juga termasuk orang yang punya pinjaman.

Bukan, saya bukannya nyinyir atau menertawakan. Saya cuma jadi sadar. Bahwa ternyata, mereka yang tadinya sempat bikin saya merasa 'ih, kayaknya hidup mereka lebih enak ya', ternyata mungkin nggak sepenuhnya benar.

Saya bukan menertawakan. Hanya saja merasa mendapatkan sudut pandang yang lebih utuh dalam mensyukuri hidup saya sendiri, tanpa selalu merasa tertaganggu dengan bayang-bayang rumput tetangga.

Karna toh nyatanya rumput tetangga tak selalu hijau. Setiap orang punya masalahnya masing-masing. Punya air matanya masing-masing.

Hidup bukan untuk diisi dengan sibuk mengurusi hidup orang lain, apalagi sampai membuat kita lupa mensyukuri hidup kita sendiri :)

Centella Herb Serum dari Aubree.Skin: Serum Ampuh Untuk Mengatasi Kulit Berjerawat

on
Rabu, 29 Januari 2020
Bagi para pejuang jerawat dan skincare hunter, ketemu skincare yang cocok tuh kayak ketemu jodoh lho. Lega dan bahagiaaaa banget.

Ada yang pernah merasakan juga?

Setelah kondisi wajah saya sempat agak membaik setelah memakai Wardah White Secret beberapa bulan lalu, untuk kemudian tib-tiba breakout parah lagi, saya bingung banget mau pakai apa. Yah gimana ya, selama ini yang dicoba yang muter-muter produknya wardah lagi wardah lagi. Hehehe.

Setelahnya, saya belajar-belajar lagi tentang ilmu skincare yang bener. Berusaha nggak terburu-buru memutuskan untuk mencoba sebuah produk. Nyimak dulu review dan testimoni dari orang-orang. Mempelajari komposisinya, ada nggak sih yang kira-kira akan berdampak negatif sama kulit acne prone saya.

Intinya saya nggak gegabah lagi saat mau nyoba produk baru.

Dan salah satu produk yang saya beli setelah melewati sekian bulan masa pengamatan dan pemantapan hati itu adalah: Centella Herb Serum dari Aubree Skin.


Huhu, saya udah lamaaaa banget nggak merasakan jatuh cinta pada sebuah produk skincare, dan akhirnya sekarang ngerasain lagi. Ke si Centella Herb Serum ini!

Langsung saja yaa, saya akan mencoba mereview serum yang menurut saya bener-bener ampuh untuk mengatasi kulit berjerawat saya.

Packaging

Centella Herb Serum dari Aubree skin ini bisa dibilang baru saja 'terlahir kembali'. Engga cuma dari segi ingredients-nya yang katanya ada perubahan, tapi juga dari segi packaging-nya.

Packaging pertamanya berupa botol kaca warna hitam. Sedangkan yang kedua botol kaca transparant yang terlihat jauh lebih elegant. Saya merasa beruntung udah nyoba si centella herb serum ini sebelum dia bermetamorfosa, meski cuma sempet menghabiskan satu botol, sebelum ganti ke yang versi baru.

Ingredient:

Aqua, Glycerin, Isohexadecane, centella Asiatica Extract, Niacinamide, Polysorbate 20, Salicylic Acid, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Chamomilla Recutita (Matricaria), Flower Extract, Phenoxyethanol, Polyacrylamide, Fomes Officinalis Extract, C13-14 Isoporaffin, C9-11 Pareth-6, Hexamidine Diisethionate, Parfum, Melaleuca Alternafolia (Tea Tree) Leaf Oil

Aroma:

Aroma dari Centella Herb Serum versi terbaru ini sangat soft dan bikin relaks. Jujur saja saya sudah lupa aroma Centella Herb Serum versi terdahulu. Yang jelas saya inget banget aromanya enggak seenak yang versi terbarunya.

Tekstur:

Tekstur Centella Herb Serum versi terbaru adalah caira yang lumayan kental berwarna putih susu. Beda banget sama versi terdahulu yang berwarna bening, dan lebih encer. Ajaibnya, yang versi terbaru meskipun lebih kental, tapi lebih cepat meresap dan enggak lengket sama sekali. Kalau yang versi terdahulu cenderung agak lengket saat dipakai.



Cara Pakai:

Teteskan 2-3 tetes serum. Lalu ratakan ke wajah. Biasanya saya agak banyakin di daerah yang sedang ada jerawatnya.

Review:

Saya memakai Centella Herb Serum ini sejak bulan November 2019 -- di mana saat itu, wajah saya sedang mengalami breakout parah. Parah banget. Ada sekitar 4 jerawat meradang yang gedhe-gedhe banget di dahi, dan entah ada berapa di dagu. Alhamdulillah kurang lebih dua minggu setelah pakai, jerawat meradangnya sembuh.

Before (baru semingguan pake) - After (Foto minggu lalu)

Setelah itu, sempat beberapa kali keluar jerawat lagi, tapi enggak pernah se-meradang saat sebelum saya pakai Centella Herb Serum. Alhamdulillah.

Ohya, sebenernya disaraninnya sih pakai serum ini 1x sehari -- pagi atau malam saja. Tapi waktu breakout parah (awal makai), saya pakainya dua hari sekali -- pagi dan malam. Alhamdulillah nggak kenapa-napa, dan bikin wajah saya lebih cepat pulihnya.
 
Kesimpulan:
 
Udah saya bilang di awal kan, saya jatuh cinta bangetttt sama serum ini. Semoga cocok seterusnya. Re-purchase? Totally, YES. Ini aja udah ada stok baru, padahal yang ada belum habis. Hehehehe. Se-cinta itu!
 
Kabar gembiranya, Aubree belum lama ini bikin versi besarnya, yaitu kemasan 30ml, tapi dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
 
Ada yang jadi penasaran dan pengen coba? Serius ini honest review, ya! Sama sekali bukan endorse.

Jenis-jenis Keju yang Biasa Digunakan untuk Membuat Martabak

on
Selasa, 28 Januari 2020
Makanan Indonesia yang satu ini menjadi favorit banyak orang karena rasanya yang manis dan juga tentu saja enak. Ya, makanan tersebut adalah martabak. Martabak yang hampir dengan mudahnya untuk kalian temui di setiap pinggir jalan raya di malam hari merupakan makanan ringan yang banyak di cari oleh orang-orang untuk menemani waktu keluarga sambil menonton tv atau juga makanan yang biasa dipilih untuk hantaran ke rumah saudara atau teman. Jenis-jenis keju yang biasa di pakai untuk membuat martabak tentu saja harus kalian tahu jika suatu saat ingin mencoba sendiri membuat di rumah.
 
 
credit: http://tastekuliner.blogspot.com
Martabak yang memiliki rasa manis, asin dan gurih tentu saja menjadi makanan yang memang merupakan rasa dengan kenikmatan yang disukai oleh masyarakat di Indonesia. Bahkan masyarakat dunia yang sedang berlibur di Indonesia pun banyak yang menyukai martabak. Untuk bisa membuat martabak yang enak tentu saja membutuhkan keju yang merupakan jenis terbaik juga, sehingga nantinya rasa asin dan gurih yang ada di dalam martabak bisa bercampur dengan sempurna dan menghasilkan rasa yang sesuai dengan apa yang disukai oleh masyarakat.

Jenis keju yang bisa untuk Anda pilih sebagai bahan yang akan di pakai di dalam martabak adalah keju Kraft yang mudah sekali untuk kalian temukan di supermarket dan yang paling mudah adalah mendapatkannya di Tokowahab.com. Di Tokowahab.com tersedia bukan hanya keju yang cocok untuk membuat martabak saja akan tetapi juga jenis keju lainnya yang pasti dengan rasa yang sama enaknya dan dengan harga yang sama terjangkaunya.

Jenis-jenis keju yang tersedia pada umumnya bisa untuk dijadikan sebagai bahan untuk membuat makanan manis seperti martabak selama kalian tahu bagaimana cara mengolah martabak tersebut dengan baik dan benar. Keju yang memiliki rasa enak tentu saja sebagai jaminan bahwa nantinya bisa menyatu dengan baik dengan bahan lain yang ada di martabak tersebut, sehingga menjadi satu kesatuan dari yang sempurna.

Perbedaan Wardah Exclusife Matte Lip Cream VS Wardah Velvet Matte Lip Mousse

on
Minggu, 05 Januari 2020
Pesonanya Wardah tu entah kenapa susah banget untuk saya tolak, Hehe.

Di mata saya, iklan Wardah selalu menarik. Pas awal-awal masih coba-coba macam-macam skincare, Wardah juga jadi sasaran utama saya. Sayangnya, setelah beberapa kali mencoba skincarenya, ternyata gak terlalu berjodoh sama kulit saya.

Nah, yang paling aman ya kosmetiknya. Dan karna kosmetik yang rutin saya pakai tu the one and only: pewarna bibir, jadi ya yang sampai saat ini masih selalu menarik saya adalah produk pewarna bibirnya Warnah. Khususnya Lip Matte-nya.

Wardah Exclusife Matte Lip Cream-nya itu favorit saya banget. Warna-warnanya bikin saya jatuh cinta. Eh terus beberapa waktu yang lalu, Wardah mengeluarkan lip matte versi baru. Yaitu, Wardah Velvet Matte Lip Mousse.


Pasti banyak banget ya yang bertanya-tanya, apa sih bedanya Wardah Exclusife Matte dan Wardah Velvet Matte Lip Mousse?


Hayuk mari kita kupas satu per satu.

1. Varian Shade

Kalau dilihat dari varian shade-nya, jelas sih Wardah Velvet Matte Lip Mousse kalah jauh, karna baru punya 8 varian shade. Dan cenderung warna-warnan mencolok. Belum ada warna-warna super kalem atau nude gitu.



Sedangkan Wardah Exclusife Matte punya 18 varian shade. Wow, bedanya 10 sendiri cobaa. Hihi. Karna punya varian sebanyak ini, tentu saja Wardah Exclusife Matte punya pilihan yang jauh lebih beragam, dari warna yang super kalem, sampai super mencolok.



Yang saya heran, foto produk untuk Wardah Velvet Matte Lip Mousse di IG resminya wardah, kenapa terkesan warnanya jadi mirip-mirip banget gitu yaa? Bahkan ada beberapa warna yang dari fotonya saya gak bisa membedakan. Efek cahaya kali, ya.

Baca juga: Shade Favorit Wardah Exclusife Matte Lip Cream
2. Tekstur

 Dari segi tekstur, Wardah Exclusife Matte dan Wardah Velvet Matte Lip Mousse cukup berbeda, meskipun menurut saya nggak beda jauh.

Pake exclusife matte lip cream

pake velvet lip mousse

Keduanya sama-sama bertekstur kental dan creamy. Tapi saat diaplikasikan ke bibir, Wardah Velvet Matte Lip Mousse memang terasa jauh lebih ringan. Beda dengan Wardah Exclusife Matte Lip Cream yang terasa agak 'nggedabel' alias berat di bibir saat dipakai.

Coverage-nya juga sama-sama bagus dan hampir gak ada perbedaan yang signifikan.
3. Ketahanan

Soal ketahanan, keduanya juga nggak jauh beda menurut saya. Sama-sama butuh touch up setelah makan atau wudhu. Cuma memang sedikit jauh lebih tahan lama si Wardah Velvet Matte Lip Mousse sih. Tapi maaf belum sempat foto huhu.

Dari 3 perbandingan di atas, lantas saya lebih milih yang mana?

Jujur aja saya lebih jatuh cinta sama Wardah Exclusife Matte Lip Cream-nya sih. Karna meskipun agak terasa berat saat dipakai, toh enggak bikin bibir saya jadi kering. Itu yang paling penting.

Baca juga: Wardah Exclusife Matte Lip Cream VS Pixy Matte Lip Cream

Soalnya, pilihan shade si Velvet lip Mousse belum ada yang 'saya banget'. Selain itu, harganya juga beda kan. Jauh lebih mahal Lip Mousse-nya so pasti. Nah, kalau perbedaannya nggak siginifikan, ya ngapain pilih yang mahal. #sobatmisquen hehehehe

Kalian udah cobain keduanya juga? Terus lebih pilih yang mana?

Ghibah

on
Selasa, 24 Desember 2019
Beberapa waktu lalu, saya seperti tersadar dari tidur panjang. Saya merasa ada yang salah dengan diri saya sendiri. Seperti merasa 'kering' dan 'hampa'.

Setelah merenung cukup lama dan berdialog dengan diri sendiri, saya sadar. Iya, memang ada yang nggak beres. Saya akhirnya sadar saya sedang terjatuh ke dalam sebuah lembah curam yang sangat kotor dan menjijikkan.

Mau tau lembah apa itu?

Lembah dosa, tentu saja. Spesifiknya, dosa ghibah.

Iya. Saya sempat (atau mungkin masih sampai sekarang) ada di kubangan dosa ghibah. Terus-menerus. Hampir setiap hari. Saya seolah lupa bahwa itu merupakan sebuah dosa. Dosa besar, malah.

Saat menyadari itu, saya jijik sama diri saya sendiri. Saya kecewa sama diri saya sendiri. Saya ketakutan.

Gimana enggak jijik? Bukankah ghibah itu serupa dengan memakan bangkai sodara kita sendiri?

Dalam praktek sehari-hari -- kalau dipikir -- ghibah itu memang sangat menjijikkan bukan? Saya ngomongin A saat sedang bersama B. Lalu ngomongin B saat sedang bersama A. Lalu ketika A dan B bersama lalu ngomongin saya, saya marah. Menjijikkan,  kan?

Saya sering ngomongin keburukan orang. Seolah-olah saya yakin jauh lebih baik dari orang yang saya omongkan. Seolah lupa, bahwa saya punya aib yang mungkin lebih banyak dari ikan di lautan :(

Saya takut. Takuuuutt sekali. Takut di hari perhitungan kelak, ternyata saya menjadi orang yang bangkrut. Merasa punya banyak amal sebagai bekal, eh ternyata habis diambil sama orang yang tiap hari saya ghibahi :(

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kamu siapakah orang bangkrut itu?” Para Sahabat Radhiyallahu anhum menjawab, “Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan barang.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang bangkrut di kalangan umatku, (yaitu) orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala amalan) shalat, puasa dan zakat. Tetapi dia juga mencaci maki si ini, menuduh si itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Maka orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya, dan orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum diselesaikan kewajibannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu ditimpakan padanya, kemudian dia dilemparkan di dalam neraka.” [HR. Muslim, no. 2581]

Read more https://almanhaj.or.id/6486-kezhaliman-sebab-kebangkrutan-di-hari-kiamat.html
 “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/ kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR Muslim no. 6522)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kamu siapakah orang bangkrut itu?” Para Sahabat Radhiyallahu anhum menjawab, “Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan barang.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang bangkrut di kalangan umatku, (yaitu) orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala amalan) shalat, puasa dan zakat. Tetapi dia juga mencaci maki si ini, menuduh si itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Maka orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya, dan orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum diselesaikan kewajibannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu ditimpakan padanya, kemudian dia dilemparkan di dalam neraka.” [HR. Muslim, no. 2581]

Read more https://almanhaj.or.id/6486-kezhaliman-sebab-kebangkrutan-di-hari-kiamat.html

Pengen banget bisa keluar dari kubangan dosa ini. Tapi nggak mudah banget. Ada yang pernah ngerasain hal yang sama dengan saya nggak sih?

Ghibah itu sudah bak ranjau, yang siap di manapun dan kapanpun mencengkeram kaki saya untuk lagi-lagi ada di tengah kubangannya. Tapi ada kalanya pula saya yang masih saja dengan sengaja menyodorkan kaki saya ke dalam ranjau tersebut :(

Setan juga pinter banget nakut-nakutin saya, dengan hal-hal yang seharusnya nggak perlu saya takutkan. Takut dibilang sok suci kalau nggak ikutan komentar pas lagi pada ghibah, Takut jadi dijauhin gara-gara nggak asyik lagi diajak ghibah. Dan lain-lain :(

Beneran ya. Kadang kesendirian itu jauh lebih baik, jika di tengah keramaian membuat pahala kita habis tak bersisa. Iya kalau kita punya banyak pahala. Sudahlah memang dikit, dihabiskan pula. Sungguh celaka :(

dr Tumblr

 Sekarang yang bisa saya lakukan hanya berdoa. Berdoa agar Allah mampukan saya menghindar dari jeratan ranjau dosa ghibah ini. Sambil berusaha semampu saya.

Saya enggak sedang menuduh teman-teman saya sering mengajak saya ghibah. Saya sendiri lah yang justru sering mengajak ghibah. Kalaupun teman saya ngajak, bukan salah mereka. Harusnya saya bisa menjaga diri dan mulut saya sendiri. Saya sepenuhnya bertanggungjawab atas respon dan tindakan saya. 

Saat menuliskan ini, saya bukannya sedang marah atau kecewa dengan siapapun gara-gara merasa dighibahi. Enggak. Saya benar-benar sedang butuh menumpahkan betapa kacaunya perasaan saya. Betapa saya mengkhawatirkan nasib saya di alam setelah dunia, kelak.

Adakah yang sedang merasakan perasaan serupa?

Review Lippiematte dari Zalfa Miracle, Lipmatte dengan Infused Serum

on
Rabu, 20 November 2019
Setahunan ini, pamor lipmatte kayaknya masih belum kunjung padam ya. Yang bikin dunia perlipenan makin heboh adalah, berbagai macam brand lipmatte baru bertebaran di mana-mana. Semua orang kayak yang tiba-tiba ngeluarin brand lipmatte baru (maap lebay, gak semua orang juga lah, hehe).

Banyak yang menarik. Tapi saya tipe orang yang nggak terlalu suka coba-coba (kecuali skincare, wkaakkaka). Jadi belinya ya merk itu lagi itu lagi.

Baca juga: Review Wardah Exclusive Matte Lip Cream VS Pixy Matte Lip cream


Minggu lalu, saya iseng ikutan challenge dari salah satu brand kosmetik lokal, yaitu Zalfa miracle. Zalfa ngasih tantangan, bagi yang aktif like dan komen di setiap postingan IG mereka, maka berhak mendapat hadiah satu buah lipmatte mereka.

Eh, Alhamdulillah saya satu dari dua orang yang berhak dapet. Waaahh, rejeki!

Langsung aja yaa saya review lipmatte dari Zalfa Miracle ini.

Zalfa Lippiematte Intense Lip Cream



Pertama saya pengen review packagingnya.

Wow, jujur saya takjub sih sama packagingnya Zalfa Lippiematte ini. Ini lipmatte dengan packaging terniat yang pernah saya punya sejauh ini. Bahkan lipmatte dari brand besar sebelah pun enggak seniat ini.

Ada boxnya, dan di dalam box itu ada semacam kotaknya gitu (maaf nggak tau istilahnya). Dari packaging, Zalfa Lippiematte ini terlihat sangat eksklusif.

Kedua, soal klaim dan kandungan bahan.

Salah satu kelebihan yang ditonjolkan oleh Zalfa Lippiematte ini salah satunya adalah kandungan Argan oil, jojoba oil dan Pro Collagen di dalamnya. Sehingga, nggak cuma bisa bikin cantik dengan warna-warna kalemnya, ia juga menjanjikan dapat menutrisi dan merawat bibir.

Setelah saya coba, iya sih memang sama sekali nggak bikin kering. FYI, bibir saya gampang banget kering. Tapi waktu pake ini, Alhamdulillah nggak bikin bibir saya jadi kering.



Saat diaplikasikan, tampilannya matte di bibir. Sangat pigmented dan coverage-nya oke banget. Sekali usap, langsung bisa nutup warna bibir sepenuhnya.

Soal ketahanan, rasanya nggak jauh beda sama lipcreamnya brand besar sebelah sih. Setelah makan tetep butuh touch up kalau pengen tampilan bibir tetep sempurna. Tapi enggak yang ilang sama sekali gitu. Jadi nggak langsung bikin terlihat pucat jika nggak touch up.

Pilihan Shade

Pilihan shadenya belum terlalu banyak sih. Dan mayoritas didominasi oleh warna-warna pastel dan kalem. Totalnya ada 5 pilihan shade, yaitu 01. Macared, 02. Nudetella, 03. Pinky Winky, 04. Peachfull dan 05. Fall in Mauve.

Kemarin kebetulan saya dikirimi yang shade dengan label Peachfull. Ini nih penampakannya:

Harga resmi dari Zalfa untuk Lippiematte ini adalah Rp 125.000. Tapi mereka sering kok bikin promo-promo. Rajin-rajin aja pantenginnya IG officialnya di @zalfamiracle.

Anyway, ini bukan postingan sponsor yaaaa, murni review dari saya pribadi.

Review Skin Barrier Face Series dari Erhalogy

on
Selasa, 05 November 2019
Jika semua yang terjadi dalam hidup kita konon membawa hikmah, maka hikmah untuk permasalahan jerawat saya adalah tumbuhnya kemauan saya untuk belajar.

Yup. Gara-gara jerawatan, saya jadi belajar banyak hal loh. Dari mulai belajar memahami kulit wajah sendiri (yang masih belum juga paham), belajar mengenali macam-macam komposisi skincare dan manfaatnya,dan banyak hal baru lain tentang kulit wajah.

Salah satu hal baru yang saya pelajari adalah tentang skin barrier.

Apa itu skin barrier? Skin barrier adalah lapisan kulit terluar yang menjaga kulit dari berbagai macam faktor (mengutip dari femaledaily.com). Konon, kuliat yang banyak masalah (salah satunya sering jerawatan), bisa jadi karna skin barriernya rusak.

Apa yang bikin skin barrier bisa rusak? Banyak. Di antaranya, sinar UV dan kandungan skincare yang tidak tepat.

Sebaliknya, kunci jika ingin punya kulit wajah yang sehat adalah dengan cara merawat skin barrier.
Maka, rejeki nomplok banget bagi saya, setelah kemarin bisa mencoba Erha Acne Series, saya juga bisa mencoba Erha Skin Barrier Face Series.



Langsung aja yuk saya ceritain satu per satu.

Skin Barrier Facial Wash

Skin barrier facial wash dari Erhalogy merupakan sabun wajah untuk kulit kering, sensitif, dan atopi, yang diformulasikan khusus dengan busa lembut dan bahan non-irritant untuk membersihkan wajah dari kotoran, sekaligus menjaga kelembapan dan fungsi barrier kulit. Tidak mengandung Paraben, SLS, perwarna, dan parfum.


Skin barrier facial wash  ini mengandung Moisturizing Agent (Aquaxyl, Zinc PCA, D-Panthenol, Gluconolactone (PHA)) yang berfungsi melembapkan dan menjaga fungsi barrier kulit dengan kandungan moisturizer yang merupakan bagian dari NMF (Natural Moisturizing Factor), Antiinflamatory Agent (Dipotassium Glycyrrhizinate & Aloe Vera) untuk menenangkan dan merawat kulit yang teriritasi ringan serta Mild Surfactant yang dapat membersihkan wajah dari kotoran tanpa menjadikan kulit kering.

Karna tanpa parfum, otomatis facial wash ini cenderung nggak berbau. Jadi cocok banget untuk kalian yang nggak terlalu suka facial wash dengan bau menyengat.

Tekstur skin barrier facial wash ini cenderung encer. Lembuuttt banget sih yang pasti. Lembut secara tektur, pun ketika dipakai. Cocok banget lah pokoknya kalo dibilang sebagai produk yang diformulasikan untuk menjaga skin barrier, karna selembut itu!

Yang perlu dicatat. Kalo kalian golongan orang yang sukanya sama facial wash yang kalo habis dipake kulit wajah jadi rasanya kenceng dan keset banget gitu, kalian pasti akan merasa aneh sama facial wash ini.

Yup. Nggak akan ada efek seperti itu setelah memakai skin barrier facial wash dari Erhalogy ini. Sebaliknya, setelah pakai skin barrier facial wash ini, kulit wajah jadi berasa lembab banget! Kalo saya sih sukaaa.

Skin Barrier Face Moisturizer

Salah satu kunci menjaga skin barrier itu salah satunya katanya dengan menjaga kelembaban wajah. Makanya, pakai face moisturizer menjadi hal yang sangat penting. Bahkan yang kulitnya tipe berminyak pun ternyata tetap harus pakai pelembab lho.

Nah, skin barrier face moisturizer dari Erhalogy ini diformulasikan khusus untuk kulit sensitif dan cenderung kering. Dengan kandungan Ceramide Complex dan PHA untuk melembabkan, menjaga dan memperkuat fungsi barier kulit.


Face moisturizer ini juga dilengkapi dengan kombinasi bahan antiinflamasi dan soothing agent untuk memberikan kenyamanan dan mengurangi kemerahan pada kulit.

Mengandung Ceramide complex, soothing agent dan formula pH-Balance untuk memberikan kenyamanan, mengurangi kemerahan, dan merawat kulit yang mengalami iritasi ringan. Tidak mengandung Paraben, perwarna, dan parfum.

Minggu lalu, kulit saya lagi rewel banget. Muncul banyak jerawat besar dan meradang. Bersamaan dengan nyobain pake Erha 21 Acne Care Lab, saya juga pakai face moisturizer ini. Alhamdulillah, peradangannya berkurang drastis.

Tekstur face moisturizer dari Erhalogy ini hampir sama dengan facial washnya. Agak encer dan terasa ringan. Saat diaplikasikan ke wajah, langsung bikn kulit wajah lembab, dan cepat meresap. Enggak terasa greasy sama sekali. Cocok banget lah untuk kalian yang kulitnya sensitif.

Nah, teman-teman yang punya kondisi kulit kayak aku, bisa coba cari info lengkap seputar produknya di Website : https://erha.co.id/ atau Instagram : @Erha.Dermatology. Kalau mau konsul, bisa datang langsung ke Erha Clinic dan beli produknya di offline store yang sudah ada di Erha Derma Center, Erha Skin, Erha Apothecary.

Coba dong yang kulitnya sensitif tunjuk jari dan ceritakan pengalaman kalian merawat si kulit sensitif itu? komen di bawah, yaa..

Signature

Signature