Selasa, 30 Agustus 2016

Jika Hendak Berkurban, Jangan Lupakan Hal Ini


Idul Fitri rasanya baru kemarin, ya. Tiba-tiba sebentar lagi kita akan kembali mendengar gema takbir bergemuruh di seluruh pelosok negeri. Yup, Idul Adha sebentar lagi menghampiri :)

Apa yang sudah kita siapkan untuk menyambut akan datangnya idul adha? Baju baru? Sepatu baru? DUh, kalau itu rasanya idul fitri aja cukup kali, ya. Saat idul adha, betapa lebih bijaknya kita jika menyisihkan uang yang tadinya mau dibuat beli macem-macem itu untuk berkurban saja. Beli baju kan dua ratus-tiga ratus ribu, mana cukup buat kurban! Itu kan kalau budget buat sekali beli. Coba kalau budget setahun dikumpulin! Hehe. Intinya, mari berusaha agar kita menjadi orang yang mampu berkurban. Jangan malah terus-terusan terlena pada zona 'merasa' tidak mampu, dan terlanjur fasih mengatakan, "aku sih kurban perasaan aja!" tiap idul adha datang.

Nah, kalau sudah mampu dan tahun ini hendak berkurban, jangan sampai melupakan hal ini. Saya juga inget gara-gara kemarin ada yang mengingatkan. Hehe. Makanya pengen mengingatkan teman-teman yang lain juga lewat tulisan ini. Siapa tau ada yang lupa, atau malah belum tau :)

Apa sih hal yang gak boleh dilupakan itu?

Ini nih:

”Barangsiapa yang telah memiliki hewan yang hendak diqurbankan, apabila telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah, maka janganlah dia memotong sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya hingga dia selesai menyembelih.” (HR. Muslim 5236, Abu Daud 2793, dan yang lainnya)
(Sumber: https://konsultasisyariah.com)
Nahh, sudah ingat dan sudah tau ya sekarang?! Jika kita punya niat hendak berkurban di idul adha besok, maka saat memasuki tangga 1 Dzulhijjah yang di kalender masehi jatuh pada hari Sabtu tanggal 3 September 2016 besok, maka janganlah memotong kuku atau rambut hingga hewan kurban kita selesai disembelih.

Emang kenapa sih?

Sebelum tanya kenapa, mari kita tanamkan dulu kuat-kuat dalam hati kita, bahwa apapun yang Allah atau Nabi Muhammad perintahkan atau anjurkan itu pastilah baik. Pastilah ada manfaatnya. Pastilah ada hikmahnya.

Jujur saja sebelumnya saya juga belum tau apa hikmah dari hadist tentang larangan memotong rambut dan kuku bagi shohibul kurban mulai 1 Dzulhijjah tersebut. Tapi qodarullah, tadi siang saya membaca sebuah artikel yang memaparkan tentang hal tersebut.

Kenapa kita gak boleh memotong rambut dan kuku sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban kita disembelih?

Salah satu hikmahnya adalah, agar seluruh anggota tubuh kita masih diperhitungkan turut berkurban dan mendapat pembebasan dari api neraka.

Wallahu A'lam bisshawwab...

More aboutJika Hendak Berkurban, Jangan Lupakan Hal Ini

Jumat, 26 Agustus 2016

Membekali Diri Dengan Berbagai Pengetahuan Seputar Kehamilan Melalui Program SMSbunda

Bagi pasangan yang baru saja menikah, segera memiliki keturunan merupakan hal yang sangat diidamkan. Rasanya hampir tidak ada orang yang tidak ingin memiliki keturunan. Apalagi bagi wanita. Hamil merupakan salah satu momen yang ingin segera dirasakan karena merupakan salah satu simbol bagi kesempurnaan fitrahnya. Setidaknya seperti itulah yang saya rasakan.

Sejak menikah pada tanggal 7 Mei 2016 lalu, berbagai persiapan kehamilan telah saya lakukan. Dari mulai menjaga pola makan bersama suami, meminum susu persiapan kehamilan, meminum beberapa multi-vitamin, dan lain sebagainya. Meski sempat kecewa pada bulan pertama pernikahan karena tamu bulanan masih tetap datang, penantian itu akhirnya tunai pada bulan kedua – tepat menjelang hari raya Idul Fitri.

Credit
Bagaimana perasaan saya? Campur aduk. Bahagia tak terkira pastinya, tapi tetap ada perasaan-perasaan lain yang kadangkala terasa mengganggu. Karena ini merupakan kehamilan pertama saya, saya diliputi perasaan was-was. Apakah kehamilan saya akan baik-baik saja? Makanan apa yang harus saya konsumsi agar janin dalam kandungan saya sehat? Apa saja yang harus saya lakukan agar saya dan bayi saya sehat serta selamat hingga saatnya saya melahirkan? Itu adalah beberapa pertanyaan yang terus menghantui benak saya. Apalagi, pada awal kehamilan saya, saya sempat dikagetkan dengan sebuah kabar duka yang menimpa seorang sahabat. Kandungannya yang sudah memasuki bulan ke-enam tiba-tiba dinyatakan meninggal dalam kandungan, setelah sehari sebelumnya ia tak merasakan gerakan si janin sama sekali. Saya sempat menengoknya dan melihatnya saat masih dalam proses induksi untuk melahirkan janinnya. Ia merintih sendu, kombinasi antara rasa sakit akibat diinduksi dan perih menerima kenyataan kehilangan calon buah hatinya. Momen itu sungguh membuat saya yang tengah menikmati euforia kehamilan pertama menjadi terus terbayang-bayang dan sedikit merasa ketakutan.

Setelah kejadian itu, saya merasa perlu mencari dan memperbanyak informasi tentang seputar kehamilan. Tentang hal-hal yang harus diperhatikan selama hamil, asupan apa saja yang harus terpenuhi selama kehamilan, hingga masalah kesehatan apa saja yang beresiko menyerang wanita dan janinnya selama masa kehamilan hingga saat melahirkan. Saya juga sempat membaca berita tentang angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di beberapa daerah, salah satunya di Jawa Tengah, terbilang sangat tinggi. Hal itu membuat saya semakin termotivasi untuk terus membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang kesehatan ibu hamil dan janinnya.

Namun, meskipun sudah berbekal motivasi yang cukup besar, adakalanya kejenuhan melanda. Semangat untuk berselancar membaca berbagai artikel tentang kehamilan dan kesehatan ibu serta bayinya kadang tiba-tiba turun drastis. Apalagi jika pekerjaan di kantor sedang cukup padat. Saat istirahat kantor rasanya tidak ada lagi keinginan membaca artikel-artikel panjang, meskipun tahu bahwa itu bermanfaat.

Hingga saya merasa amat lega dan bersyukur sekali saat membaca sebuah info tentang program bernama SMSbunda yang dicanangkan oleh Kementrian Kesehatan. Program SMSbunda ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir bisa ditekan hingga 25%. Bagi yang sudah terdaftar dalam program ini, maka akan menerima SMS berupa informasi dan pengetahuan seputar kesehatan selama kehamilan dan saat melahirkan secara berkala. Tidak hanya melalui SMS, kita juga bisa melihat lebih banyak lagi informasi dan pengetahuan melalui berbagai akun media sosial SMSbunda. Lalu, bagaimana cara daftarnya? Mudah sekali. Cukup ketik: SMSbunda, lalu kirimkan ke nomor 08118 469 468. Setelah mengirimkan mendaftar, kita akan mendapat beberapa pertanyaan lanjutan melalui SMS, diantaranya adalah nama, alamat, hari perkiraan melahirkan atau biasa disebut HPL, dan lain sebagainya.


Sesaat setelah mendapatkan informasi tentang program SMSbunda tersebut, tanpa ragu saya segera mendaftar. Saya senang sudah beberapa kali menerima SMS yang berisi pengetahuan seputar kehamilan. Jika terdaftar dalam program ini, kita akan terus mendapatkan SMS hingga masa menyusui. Oh ya, layanan ini gratis lho. Wah, senang ya?! Tak jarang pula saya membuka akun instagramnya untuk mendapat pengetahuan lebih banyak lagi dari yang dikirimkan melalui SMS.

Jadi bagi teman-teman yang juga sedang hamil, yuk segera mendaftarkan diri ke program SMSbunda ini. Tidak akan rugi apalagi menyesal. Ingat ya, segala sesuatu itu butuh ilmu. Apalagi hal ini berkaitan dengan keselamatan calon buah hati dan diri kita sendiri. Tentu kita tidak ingin menyesal jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan lantaran kita abai mencari informasi dan ilmu tentang hal tersebut. Iya, kan?
More aboutMembekali Diri Dengan Berbagai Pengetahuan Seputar Kehamilan Melalui Program SMSbunda

Senin, 22 Agustus 2016

Suka-Duka Menikah Dengan Teman Sekantor


Jodoh itu skenario Allah. Siapa yang pernah menyangka akan berjodoh dengan si A atau si B? Bahkan gak  jarang orang yang ternyata menjadi jodohnya adalah orang yang pernah sangat dibenci sebelumnya. Gak da yang tau. Lalu di mana jodohku? Mungkin itu pertanyaan yang selalu membayangi langkah seseorang yang belum punya gambaran sedikitpun tentang siapa jodohnya. Konon, jodoh itu ada di dekat kita. Bisa dimaknai secara harfiah, maupun filosofis. Dekat dalam artian abstrak, dekat melalui doa-doa kita. Tapi bisa juga dekat dalam arti benar-benar gak jauh secara fisik, cuma kita belum menyadari.

Coba deh tengok kanan-kiri, pasangan suami-istri di sekitar kita, sebagiannya pasti karna mereka ada di lingkungan yang sama. Teman sekolah, teman les, teman kuliah, dll. Gak terkecuali teman sekantor. Iya, kan?

Dulu, saat ada salah satu teman kantor yang menyatakan cinta #Eaaaaa ke saya, saya berpikir berulang-ulang, Dan salah satu yang bikin saya galau berat adalah tentang status kami yang sekantor. Duh, saat itu saya benar-benar gak terbayang bagaimana jika harus sekantor dengan suami sendiri. Apa gak bosen ketemu setiap saat? (pikiran macam apa ini. plak!!), apa gak jadi kurang profesional saat kerja?... berbagai pertanyaan menghantui benak saya. Tapi, jalan takdir dan keteguhan hati si teman kantor saya itu, akhirnya membuat hati saya yakin dan mantap. Hingga akhirnya, kini ia benar-benar menjadi suami saya =D

Lalu apa sih suka-duka menikah dengan teman sekantor? Saya pengen sharing soal ini, siapa tau ada yang lagi cinlok sama teman sekantor. Aseeekkk =D Ohya, tapi sharing saya ini mungkin akan relevan jika saat setelah menikahpun kalian tetap diijinkan bekerja di tempat yang sama, ya! Banyak kan perusahaan yang mensyaratkan salah satunya harus resign jika ada dua karyawannya yang menikah. Alhamdulillah kantor saya termasuk yang mengijinkan =)

Waktu kebersamaan gak berkurang meskipun kami sama-sama bekerja

Salah satu hal yang sering dikeluhkan oleh pasangan yang sama-sama bekerja adalah minimnya waktu kebersamaan. Ketemu pagi hari sebelum berangkat kerja, gak selalu sempat sarapan bersama karna mengejar waktu biar gak telat, lalu pulang sore hari saat badan sudah sama-sama capek.

Yang kayak gitu gak bakal kejadian jika pasangan kita adalah teman sekantor. Hehe. Saat jam makan siang, saya dan suami masih bisa makan bersama. Berangkat kerja dan pulang kerja juga bisa selalu sama-sama. Saat saya kurang enak badan, si Mas Suami tetap bisa memperhatikan saya di sela-sela pekerjaannya -- meski sekedar mengambilkan minum, misalnya =))

Gak perlu khawatir, cemas, de el el

Allah memang Maha Tahu kapasitas hamba-Nya. Salah satu sebab Allah menjodohkan saya dengan teman sekantor, menurut saya pribadi, mungkin adalah karna saya yang sukanya khawatir berlebihan dan mudah cemas. WA atau BBM gak dibales beberapa menit aja rasanya sudah gak karuan. Kenapa kok gak bales, ada apa, dia kenapa, bla bla bla. Yah, oke saya akui termasuk soal cemburu. Iya, saya cemburuan banget. Haha.

Nah, berhubung kerja sekantor sama suami, kekhawatiran semacam itu bisa terminimalisir. Ya gimana enggak. Sosoknya hampir selalu tertangkap mata selama di kantor. Misal saya lagi butuh bicara apa lewat chatt, dan beliaunya gak segera bales, saya tinggal jalan beberapa langkah nengok bilik kerjanya. Oh, ternyata lagi serius melototin komputer. Lega deh =D

Nah, itu sukanya. Dua aja kali ya, biar gak kepanjangan. Lalu dukanya apa?

Profesionalitas kami diuji

Yupp. Meski kantor mendukung dan mengijinkan karyawan menikah dengan teman satu kantor, dan gak mengharuskan salah satunya resign, tentu saja kita tetap dituntut untuk menjaga keprofesionalan kami dalam berkeja. Karna kami berangkat kerja selalu bareng, otomatis kami harus sangat mengusahakan untuk gak telat, karna kalau telat, berarti yang telat dua orang sekaligus. Misal ada acara yang bikin kita harus ijin di jam kerja misalnya, kami juga harus bijak mengatur waktu agar sebisa mungkin yang ijin cukup satu orang saja. Minggu lalu saya terpaksa harus priksa kehamilan sendirian karna saya priksanya pada saat jam kantor. Itu salah satu usaha kami menjaga profesionalitas =)

Kalau lagi ada masalah, siap-siap teman kantor kepo

Yah, namanya juga rumah tangga. Gak akan manis doang kan, isinya? Kalo manis terus nanti lama-lama bisa diabetes, jadi harus diimbangi sama asem-asin dan pahit. Hehe. Nah, saat lagi ngambek-ngambekan sama mas suami, beberapa teman kantor suka kepo, ada apa, kenapa, lagi marahan ya, bla bla bla.

Salah saya sih, jadi orang ekspresif banget. Kondisi hati dan perasaan saya itu pasti selalu tercermin jelas di wajah saya. Jadi gak heran kalo lagi ngambek pasti langsung pada tau. Yang kasian sih mas suami. Pernah suatu saat saya nangis saat jam kantor. Nangis gara-gara lagi ada masalah dikit sama kakak kandung saya (iya, masalah kecilpun sudah mampu bikin saya nangis. Dasar cengeng!!). Eeeehhh, teman-teman langsung 'menuduh' mas suami sebagai sebab saya menangis siang itu. Langsung deh beliaunya diceramahin sama salah satu teman yang sudah senior, gak boleh gitu sama istri bla bla bla. Hahaha, padahal dia gak salah apa-apa. #pukpukmassuami.

Yup, begitulah beberapa suka-duka yang bisa saya bagi. Intinya sih, yang namanya berumah-tangga, bagaimanapun kondisinya pasti punya tantangannya masing-masing. Hikmahnya adalah, tentu bukan berarti saya jadi menyarankan kalian nikah sama teman satu kantor, meskipun kalau iya ya Alhamdulillah banget. Hehe. Hikmahnya, jangan suka mikir dari sisi negatif duluan. Kayak saya yang langsung mikir macem-macem yang super negatif saat si mas suami ngajak nikah pertama kali dahulu kala. Hehe. Telaah baik-baik dulu, renungkan, dan tentu saja istikhoroh =)) Selamat menikah! #eh.
More aboutSuka-Duka Menikah Dengan Teman Sekantor

Jumat, 05 Agustus 2016

Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?

Apa itu puasa ayyamul bidh? Kenapa saya tiba-tiba tertarik menuliskan ini? Karna di sekitar saya ternyata ada beberapa orang yang belum familiar dengan puasa sunnah yang satu ini. Hingga pada suatu hari -- pertama-kalinya saya mengamalkan puasa ini setelah sekian lama hanya menyimpannya sebagai teori di memori -- ada teman yang 'menuduh' saya puasa untuk tujuan tertentu, kana saya puasa tiga hari berturut-turut pada hari yang menurut beliau gak biasanya orang puasa. Hihi.

Baca ceritanya disini: Puasa Untuk Siapa?

Tapi saya sangat bisa maklum sih. Puasa sunnah yang sangat tenar di masyarakat kita sepertinya adalah senin-kamis. Sehingga, saat ada yang puasa selain di hari senin atau kamis di bulan Ramadhan, maka akan ada pertanyaan 'puasa apa?' untuknya. Wajar. Tapi saya pengen membagi apa yang saya tau -- meski sedikit -- agar 'kewajaran' atas ketidaktahuan itu semoga lambat-laun menghilang, dan tulisan ini siapa tau bermanfaat bagi yang tengah mencari tau.

Puasa ayyamul bidh adalah puasa sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah. Puasanya selama tiga hari berturut-turut pada tengah bulan -- bulan hijriyah, setiap bulan. Berikut hadist yang menjadi salah satu pendukung puasa sunnah ayyamul bidh ini:

Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178) (dikutip dari muslim.or.id)


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) (dikutip dari muslim.or.id)
Saya pribadi, bukan orang yang istiqomah menjalankan puasa sunnah ayyamul bidh ini. Sejak tau ilmunya, sepertinya belum sampai lima kali saya menjalankan. Alasannya macem-macem. Yang paling sering ada dua. Lupa tanggal (karna lebih seringnya memperhatikan tanggal masehi buat ngitung kapan gajian *ups*) dan yang kedua, kebetulan adaaa aja acara yang bikin ragu buat puasa pas tanggal seharusnya puasa. Ah, tapi ya itu cuma alasan pembenaran, seharusnya tetep harus dilawan. Untuk lupa tanggal, ada solusi sebenarnya. Tiap awal tahun sekarang ada orang yang berbaik hati membuatkan kalender puasa sunnah. Semoga Allah membalas kebaikan orang tersebut.

Jadi mulai sekarang, kalau ada teman atau siapapun yang puasa selain hari senin atau kamis, cek tanggal, mungkin ia tengah berpuasa sunnah ayyamul bidh :) Jadi jangan malah dicurigai macem-macem, ya. Hehe.
More aboutApa Itu Puasa Ayyamul Bidh?

Minggu, 31 Juli 2016

Mengeksplorasi Pesona Danau Toba di Parapat, Sumatera Utara

Traveling bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Jika Anda sudah cukup menjelajah hampir di semua wilayah Pulau Jawa, tidak ada salahnya saat ini melakukan eksplorasi di Pulau Sumatera Utara. Sebagai salah satu kelurahan di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Parapat menawarkan pesona alam yang tak kalah menarik. Wilayah ini sebagai jalur utama menuju Danau Toba dan menjadi lokasi penghubung antara Kota Medan dengan Padang.

Sejak tahun 1990, Parapat telah dikenal dunia karena keindahan alamnya terutama tentang pesona Danau Toba yang masih tetap menjadi daya tarik utama kota ini. Ada banyak hal yang bisa dilakukan di lokasi obyek wisata ini. Selain menikmati keindahan alam danau yang indah dari wilayah tepian danaunya, Anda juga bisa melakukan kegiatan lain seperti berkeliling danau dengan kapal, bermain sepeda air atau pun speed boat.

 
Sumber: idwikipedia.org

Perjalanan Anda akan semakin menyenangkan karena tersedia beragam fasilitas yang akan Anda dapatkan saat mengunjungi Kota Parapat. Ada cukup banyak restoran dengan berbagai menu serta penginapan dan hotel-hotel menarik yang dapat Anda pesan dengan berbagai pilihan. Beberapa hotel dan penginapan menarik tersebut bisa Anda temukan di sekitar Dana Toba, seperti di Jalan Justin Sirat Long Beach Ajibata, Jalan Marihat, Jalan Nelson Purba, Siuhan, dan jalan-jalan utama di kota ini. Namun, akan lebih baik lagi jika reservasi dilakukan beberapa hari sebelum keberangkatan Anda dan keluarga melalui situs dan website yang tersedia. Seperti misalnya http://www.traveloka.com.

Pemandangan alami berupa danau terbesar di Asia Tenggara ini akan membuat Anda betah berlama-lama menikmati pesonanya. Sejuknya udara dan indahnya warna air danau yang berada di tengah-tengah lahan berbukit dan pegunungan serta pepohonan hijau dan tanaman berbunga di sekitarnya ini dapat Anda nikmati di sini.  

Sumber: idcyber.org

Di sekitar danau Toba juga terdapat sebuah desa dengan masyarakatnya yang ramah dan siap menyambut kedatangan Anda menikmati suasana perjalanan dan liburan di danau yang sudah dikenal mendunia ini. Tak sekedar menyuguhkan keindahan alamnya saja, tetapi juga keelokan adat dan budaya masyarakat setempat yang sangat khas. 

Di wilayah Danau Toba, atau tepatnya di Pulau Samosir juga terdapat pegunungan atau bukit berkabut dan air terjun yang aliran airnya mengalir menuju Danau Toba. Di area ini, Anda juga bisa melakukan beragam aktivitas seperti memancing, bermain sepeda air, berenang dan ski air. Dari atas bukit ini juga bisa terlihat panorama berupa pemandangan Danau Toba yang menakjubkan dengan latar Kota Parapat dan Pulau Siantar.

Keindahan batu gantung juga bisa ditemukan tak jauh dari Danau Toba, hanya berjarak sekitar 3 km dari Kota Parapat dan dapat ditempuh dengan speed boat.  Sementara, jika Anda ingin mengeksplorasi keunikan sejarah dan benda-benda bersejarah lainnya di kota ini, dapat mengunjungi beberapa museum, salah satunya adalah Museum Huta Bolon. 

Hal menarik lainnya, Danau Toba sering dijadikan sebagai lokasi berlangsungnya acara adat, pesta rakyat dengan tarian khas tor-tor bersama boneka sigale-gale dan juga festival Toba. Festival Toba digelar sebagai penghargaan untuk pemain pentas seni dan budaya. Festival tahunan yang diadakan di bulan Agustus-September ini meliputi pertunjukkan seni tari-tarian masyarakat Batak, juga berbagai pameran, kompetisi renang dan balap perahu. Di sini, sangat direkomendasikan untuk melihat ulosnya yang unik yang akan membuat Anda takjub dengan dominasi warna merah dan hitamnya yang memikat.

 
Sumber: Indonesiaexplorer.net

Meskipun berjarak cukup jauh, yaitu sekitar 176 km dari Medan, akses yang tersedia cukup mudah dilalui. Jika Anda menggunakan pesawat, maka perjalanan akan menghabiskan waktu lebih singkat. Mengawali perjalanan dari Bandara Kualanamu atau pun transit di Bandara Sibisa. Dari bandara dapat melanjutkan dengan menggunakan angkutan umum ataupun jasa penyewaan mobil. 

Parapat juga mudah dicapai dengan menggunakan kapal fery dan kapal motor dengan harga terjangkau yang berada di Pelabuhan Ajibata dan Pelabuhan Tiga Raja. Anda bisa menggunakan angkutan umum untuk melanjutkan perjalanannya. Tentu hal ini menjadi pengalaman tersendiri bagi Anda. Jangan khawatir akan mabuk kendaraan laut karena waktu tempuh yang cukup singkat. 

Sumber: medantribunnews.com

Rute perjalanan juga dapat ditempuh dengan menggunakan bus melalui Terminal Pinang Baris, Medan menuju Parapat atau dari Medan menuju Brastagi. Waktu tempuh perjalanan adalah sekitar 6 jam. Sedangkan untuk biayanya, Anda hanya dikenakan biaya perjalanan sebesar Rp40.000 hingga Rp60.000 per orang. Namun, jika menyewa kendaran beroda empat, akan menjadi lebih mahal, yakni sekitar Rp600.000 hingga Rp750.000 per hari.

Saat mengunjungi daerah ini, tidak ada salahnya juga mencicipi makanan khas daerah setempat seperti Ikan Bakar, Lemang, Roti Ganda, Dodol, dolung-dolung dan keripik. Dan satu hal yang jangan sampai terlewatkan, yaitu mencoba mangga udang, buah mangga yang hanya terdapat di Parapat.

Tak hanya kekayaan budaya dan keelokan pesona alami Danau Toba, kulinernya juga wajib Anda coba. Jadi jangan tunda lagi perjalanan dan pengalaman Anda untuk mengeksplorasi keistimewaan Danau Toba dan wilayah Parapat, Sumatera Utara lainnya. Jangan lupa abadikan momen terindah Anda bersama semua sahabat dan keluarga tercinta di kota ini.

Happy traveling and exploring!

More aboutMengeksplorasi Pesona Danau Toba di Parapat, Sumatera Utara

Kamis, 28 Juli 2016

Resep Ayam Suwir Lezat: Solusi Untuk Yang Gak Suka Bagian Dada Ayam

Kemarin, pagi-pagi sebelum berangkat kerja saya belanja. Bukan buat menu pagi, melainkan untuk menu sore karna si Mas Suami kebetulan sedang puasa syawal. Meskipun sudah tergolong pagi, ternyata persediaan bahan masakannya sudah minim sekali. setelah menimbang-nimbang, saya akhirnya memilih membeli daging ayam -- yang sayang sekali tinggal bagian dada. FYI, saya gak suka banget bagian dada. Dagingnya kayak gak ada rasanya menurut saya, bumbunya gak bisa meresap sampai dalam. Tapi ya gimana lagi, gak ada pilihan lain waktu  itu.

Sebelum berangkat kerja -- karna gak punya kulkas -- daging ayam tersebut saya rebus dulu, biar gak bau sampe sore nanti. Rebusnya tanpa bumbu apapun karna saya sudah dikejar waktu untuk berangkat kerja. Nah, sampai kantor saya bingung. Itu daging ayam harus saya apain nanti sore?! Kalau mau dibikin ayam goreng kan setau saya waktu diungkep sudah harus dikasih bumbu, kan? Mau disemur, duh, ragu... sekali lagi, bagian dada menurut selera pribadi saya gak cocok kalo disemur.

Alhamdulillah, ada google. Ah, ia memang senantiasa menjadi penolong setia untuk berbagai kebuntuan ide saya =D Setelah browsing - galau - menimbang - browsing - galau lagi - menimbang lagi, akhirnya saya menemukan resep yang 'klik'. Saya nemunya di cookpad, sayangnya saya lupa nama mbak pemilik resepnya. Yang jelas, ia mengatakan bahwa resep yang ia bagi tersebut terinspirasi dari resep di justtryandtaste.com. Blog resep masakan favorit saya tuh =D

Di JTT dan di cookpad, mereka menyebutnya sebagai resep ayam suwir bumbu Bali. Tapi, seperti kebiasaan selama ini, saya gak pernah patuh sama resep. Maka dari itu saya jadi ragu untuk memberi nama resep ini sebagai Ayam Suwir Bumbu Bali. Jadi saya nyebutnya Resep Ayam Suwir Lezat aja, hehe.


Bahan Utama:

1/4 kg Daging ayam bagian dada, rebus, lalu suwir-suwir
1/2 gelas air (aslinya pakai santan)

Bumbu Halus:

5 siung bawang merah
1 siung besar bawang putih
5 buah Cabe merah
1/2 buku jari kunyit
1/2 buku jari kencur
1 SDM air jeruk nipis (di resep aslinya air asam jawa, karna gak ada saya ganti air jeruk nipis)
1 SDM Gula merah sisir
Terasi sesuai selera
Gula pasir secukupnya
Garam secukupnya
Kecap secukupnya

Bumbu pelengkap:

Serai Geprek
Lengkuas Geprek
1 lembar Daun salam
2 lembar Daun Jeruk

Langkah memasak:

Panaskan sedikit minya goreng, lalu masukkan bumbu halus dan bumbu pelengkap setelah minyaknya panas. Setelah bumbu berwarna keemasan dan harum, masukkan ayam suwir ke dalamnya, aduk-aduk hingga bumbu merata. Tambahkan air, dan tunggu hingga airnya menyusut habis. Jangan lupa dicicipi, dan koreksi rasanya jika masih ada yang kurang pas. Jadi deh!!!

Simpel banget, kan?! Kenapa saya ingin membagikan resep sederhana ini? Karena selain simpel, Alhamdulillah hasil masakan saya semalam tergolong enak menurut saya sendiri dan Mas Suami. Haha, subjektif sekali, ya. Tapi beneran, menurut saya, resep ini bisa jadi solusi untuk yang gak suka daging bagian dada ayam seperti saya. Karna berhubung dagingnya di suwir-suwir, bumbunya bisa meresap dan yummy. Dimakan dengan sepiring nasi hangat, bikin pengen nambah terus =D Kata Mas Suami, "Kayak gini kok disuruh kurus, gimana caranya?!" =D
More aboutResep Ayam Suwir Lezat: Solusi Untuk Yang Gak Suka Bagian Dada Ayam

Selasa, 26 Juli 2016

Berkarya di Tengah Keterbatasan

Jaman kuliah dulu, saya pernah minder sekali. Hampir semua teman-teman saya menenteng laptop saat kuliah. Hotspot-an di jam-jam jeda antar-mata kuliah, gak perlu lagi ke warnet atau rental komputer untuk mengerjakan berbagai proposal. Sementara saya? Jangankan laptop, komputerpun saya gak punya. Saya masih mengandalkan warnet dan rental sebagai andalan.

Saat menginjak semester lima, saya sudah mulai bersiap mengerjakan proposal skripsi. Keinginan  untuk bisa punya laptop semakin menjadi-jadi. Tapi apalah daya, saya cuma bisa nangis. Nangis, karna mau minta ke orang tua gak bakal tega, karna saya tau mereka bukan gak mau, tapi gak mampu. Mau nabung biar bisa beli sendiri juga lebih gak mungkin, karna uang saku saya untuk makan dan operasional sehari-hari saja mepeeeettttt banget. Dan yang lebih disayangkan, saya belum punya kemampuan untuk menghasilkan uang sendiri saat itu. Kenapa gak dari dulu ya saya kenal job review =D

Sejak belum punya laptop, saya sudah suka menulis. Meski baru menulis yang pendek-pendek. Sudah mulai belajar menulis FF untuk event yang digawangi oleh Mbak Leyla Imtichanah dan ternyata turut dibukukan dalam sebuah buku antologi, juga mulai getol belajar menulis cerpen untuk event-event antologi kroyokan yang saat itu hits sekali di dunia perfesbukan. Biasanya, saya menulis draft-nya dulu di kertas, lalu mengetiknya saat sedang ada jadwal ke warnet. Atau sesekali saya meminjam laptop milik teman. Dalam hati saya berjanji, jika kelak akhirnya saya punya laptop, saya janji akan lebih rajin menulis dan menghasilkan lebih banyak karya.

Sampai akhirnya -- menjelang saya skripsi, kakak laki-laki saya berbaik hati membelikan saya laptop sekadarnya dari sisa gajinya. Kenapa saya sebut sekadarnya? Karna laptop yang ia belikan adalah laptop milik temannya, yang sudah mengalami beberapa gangguan dan akhirnya dijual dengan harga rendah. Tapi tak masalah, saya amat bahagia saat itu. Meski tidak saya pungkiri, saat mengerjakan skripsi dengan lptop tersebut kesabaran saya benar-benar diuji. Laptopnya sering sekali ngadat, error, hang, dll. Kenangan lucunya, pada suatu malam - ditengah-tengah mengerjakan skripsi dan laptop yang kembali ngadat - saya menangis sambil berdoa dan membelai-belai laptop tersebut. "Ya Allah, semoga laptop ini bisa sehat sampai skripsi saya selesai...", dan percaya gak percaya, hingga skripsi selesai laptopnya tiba-tiba jadi sehat. Dan setelah skripsinya selesai dia kembali ngadat. Haha, tampaknya saya salah doa, ya =D

Sayangnya, meskipun sudah punya laptop, tampaknya saya mengingkari janji yang saya buat pada diri sendiri. Dulu saya berjanji akan lebih banyak berkarya, nyatanya sama sekali tidak. Saya masih belajar nulis, tapi tetap seadanya -- tidak lebih keras, masih biasa saja. Alibi saya banyaaakkk. Laptop yang sering bikin jengkel lah, gak ada waktu karna sudah mulai kerja lah, dll.

Hingga akhirnya, awal tahun baru 3 tahun yang lalu (kalau gak salah), saya bertemu seseorang yang memberikan contoh langsung tentang berkarya di tengah keterbatasan itu sesuatu yang sangat mungkin. Buku tentang berkarya di tengah keterbatasan sepertinya sudah banyak, tapi bertemu pelakunya langsung saya jarang (atau malah belum pernah?). Dan pertemuan dengan orang dengan sikap tersebut bagi saya benar-benar tamparan sekaligus nikmat. Tamparan dan nikmat yang membuat saya malu pada diri saya sendiri.

Nah, siapakah dia?

Dia adalah Jiah Al Jafara, seorang blogger muda dari kota Jepara. Pertama kali bertemu dia, saya bahkan belum sedikitpun tau dia siapa. Alamat blognya pun saya belum tau. Saat itu kami kopdar berempat, saya-Mbak Esti-Mbak Susi-Jiah, dan baru Mbak Esti-lah yang saya kenal. Saat itu saya memang masih awal sekali menekuni dunia bloging. Saya masih menjadikan blog murni sebagai sarana curhat semata, dan belum bergabung dengan satupun komunitas Blogger. Jadi, dari manalah saya tau siapa itu Jiah =D

Baca cerita kopdar pertama saya dengan jiah di SINI.

ini foto kopdar pertama kami :)
Jujur saja, pertama kali bertemu Jiah, saya sama sekali gak nyangka Jiah adalah blogger yang udah sekeren itu -- identitasnya sebagai blogger sudah diakui banyak orang. Ya gimana enggak, dia saat itu usai memenangkan sebuah lomba blog yang hadiahnya liburan ke Bali. Wow! Sesuatu yang belum terbayang sedikitpun di benak saya akan bisa didapatkan dari dunia bloging. Padahal, jujur saja saya sempat menganggap remeh Jiah saat itu. Saat itu Jiah berpenampilan sederhana sekali, benar-benar khas anak kampung (cocok dengan tagline blognya yang berbunyi 'The Power of Anak Kampung'), sama seperti saya. Bedanya, saya anak kampung yang pernah sok-sokan ingin terlihat 'kota', dan akhirnya gagal. Haha. Tetap menjadi anak kampung ternyata nikmat =)) Melihat blognya pertama kali pun saya sempat mencibir. Tampilannya apa adanya sekali, belum lagi pilihan warnanya yang saya gak suka (Inget warna blogmu yang hitam-hijau itu, Ji? =D) *sungkem sama Jiah*. Tapi begitu melihat deretan komentar di setiap tulisannya, wuiiihh, minder seketika! Pembaca blognya Jiah sudah banyak sekali. Sedangkan blog saya saat itu pembacanya masih saya sendiri. Hahaha.

Lalu, apa hubungannya sosok Jiah dengan tema 'berkarya di tengah keterbatasan'? Karna Jiah adalah seorang blogger tanpa modal laptop atau komputer. Ia berkarya dengan fasilitas sangat seadanya. Saat saya tanya tentang bagaimana ia mengikuti lomba blog yang hadiahnya liburan ke Bali itu, dia bilang sering ngedraftnya lewat HP. HP-nya pun saat itu seingat saya bukanlah HP mahal dengan fasilitas mumpuni jika digunakan untuk ngeblog. Tapi lihatlah, postingan di blog Jiah hampir gak pernah macet.

Saya malu. Maluuuu sekaliiii. Saya pernah berikrar untuk lebih banyak berkarya saat sudah punya laptop. Nyatanya? Nol besar! Setahun terakhir ini bisa dibilang saya sudah gak punya laptop lagi. Sudah rusak. Dan ternyata, saya justru bisa berkarya sedikit lebih baik. Setidaknya blog ini sudah mulai ada yang baca.

Kesimpulannya, berkarya itu gak perlu menunggu punya fasilitas lengkap dan memadai. Karna sudah banyak orang membuktikan, di tengah segala keterbatasan, orang justru akan punya kemampuan berkali-lipat untuk melawan keterbatasan tersebut. Yang terpenting cuma satu: kemauan. Jiah salah satu yang sudah membuktikan.
More aboutBerkarya di Tengah Keterbatasan