Agar Tak Lagi Berat Untuk Berqurban

on
Selasa, 21 Agustus 2018
sumber: Pixabay.com

Pernah denger gak teman kita bilang, "Tahun ini aku qurban perasaan", diiringi gelak tawa? Padahal dari segi ekonomi, dia bukan dari kalangan yang kekurangan.

Atau jangan-jangan kita sendiri pun pernah seperti itu? Kalau saya, jujur saja pernah.

Dulu ya, saat kesadaran tentang ibadah qurban belum sampai ke hati, mengeluarkan uang segitu untuk beli kambing, kemudian dibagi-bagi kok rasanya gak kebayang banget. Selalu merasa gak mampu ngumpulin uang untuk berqurban.

Lalu kemudian saya bertemu sebuah tulisan, yang sayangnya saya lupa siapa penulisnya dan dimana membacanya.

Maka, ijinkan saya menuliskannya ulang di sini.

Jika kita merasa berat ketika hendak berqurban, maka kita ingat.

Risalah pertama tentang ibadah qurban dimulai dari kisah Nabi Ibrahim a.s yang diperintahkan oleh Allah melalui mimpi untuk menyembelih anaknya, Ismail a.s.

Sedangkan Ismail, merupakan putra tersayang yang sekian lama dimohonkan Nabi Ibrahim pada Allah melalui doa-doa.

Kira-kira, seberapa berat bagi Ibrahim untuk melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih Ismail? Tentu beratnya tiada tanding tiada banding.

Maka, jika hari ini kita selalu merasa berat saat hendak berqurban, gak masalah. Karna sejak awal risalah ini turun pun, memang melalui perintah yang sangat berat.

Iya, rasa berat itu wajar. Nabi Ibrahim pun merasakan. Tapi apakah Nabi Ibrahim lantas berhenti, lantak tak menghiraukan perintah Tuhannya? Tidak.

Nabi Ibrahim tetap melaksanakan, setelah diyakinkan oleh putranya sendiri, Ismail.

"Dan Ibrahim berkata: sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu samapi (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku seseungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia menjawab: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya (nyatalah kesabaran keduanya) dan Kami memanggilnya: “Hai Ibrahim, seseungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya Ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (QS Ash-Shafaat: 99-111)
Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia menjawab: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami memanggilnya: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (QS. Ash-Shaaffaat: 99-111)

Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/11623-pelajaran-dari-kisah-nabi-ibrahim-menyembelih-ismail.html
Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia menjawab: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami memanggilnya: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (QS. Ash-Shaaffaat: 99-111)

Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/11623-pelajaran-dari-kisah-nabi-ibrahim-menyembelih-ismail.html

Apa yang membuat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail berlapang-dada untuk melaksanakan perintah yang sangat berat itu? Tak lain, karna mereka mengharap Ridha Allah.

Maka hari ini, jika kita masih merasa berat untuk berqurban, penawarnya cukup satu. Mari mengharap ridha Allah. Bukankah itu saja sudah lebih dari cukup dibanding dunia seisinya? 😊

Semoga Allah senantiasa melapangkan rizki kita, dan memampukan kita untuk menunaikan setiap perintah-Nya. Aamiin.

Selamat mempersembahkan qurban terbaik teman-teman 😊

Warna-Warni Riwayat Seorang Ibu

on
Rabu, 15 Agustus 2018

Semenjak jadi ibu baru, saya secara gak sadar jadi sering mengamati riwayat para ibu senior. 

Mencermati kisah dan kehidupan para ibu yang anak-anaknya sudah tumbuh dewasa. Sudah makan asam-garam menjalani peran sebagai ibu. Karna, kadang capek juga ya kalo baca sharingnya ibu muda terus di media sosial. Yang mana rata-rata masih serba idealis, masih penuh semangat berapi-api, tapi di atas segalanya masih sama-sama minim soal tempaan dunia nyata.

Dari kisah-kisah ibu yang saya ketahui, ada beberapa yang  sangat membekas di benak saya, dan sempat bikin saya termenung lama.

Pertama. Sebut saja Ibu A. Ibu A adalah seorang istri yang memutuskan pergi meninggalkan suaminya seorang diri, saat usianya sudah memasuki senja. Hingga suatu hari suaminya ditemukan telah meninggal di dalam rumah, tanpa ada seorangpun yang tau.

Sebelum tau kisahnya, saya salah satu orang yang merutuki keputusan ibu A. Ternyata, suami ibu A adalah sosok lelaki bak monster di mata keluarganya. Pada istri maupun anak-anaknya, ia gemar sekali menyiksa. Siksaan melalui kata-kata, sekaligus fisik.

Tapi saya juga heran. Kenapa harus menunggu sekian puluh tahun untuk mengambil keputusan meninggalkan? Nunggu anak-anak besar dan selesai sekolahnya -- karna ia tak bekerja barangkali? Entahlah. Bisa jadi. Mungkin ini alasan banyak tulisan menasehatkan bahwa kita perempuan tetap harus punya kemandirian finansial.

Kedua. Ibu B. Ia seorang ibu rumah tangga biasa. Punya penghasilan, meski tidak banyak melalui keterampilan yang dimilikinya. Bertahun-tahun berumahtangga, entah sebesar apa luka yang ada di hatinya.

Suaminya berkali-kali menikah lagi dengan perempuan lain. Ya, berkali-kali. Menikah, cerai, lalu menikah lagi dengan perempuan yang lain lagi. Jangan ditanya seperti apa sakitnya. Tapi ibu B memilih menerima semua rasa sakit itu. Hingga anak-anaknya dewasa dan mampu menjadi dermaga nyaman untuk menyandarkan segala rasa sakit itu. Dan hingga suaminya akhirnya menyadari, bahwa pada akhirnya tetap Ibu B-lah tempatnya pulang.

Ketiga. Ibu C. Ia seorang PNS. Jauh lebih mapan jika dibanding dengan suaminya dari segi pendapatan. Tapi apa itu cukup membuat suaminya tak ke lain hati? Sayangnya tidak.

Tidak jauh beda dengan ibu B, suami ibu C menikah lagi dengan lelaki lain. Bahkan ibu C baru tau tentang ini, setelah entah berapa lama pernikahan diam-diam itu berlangsung. Herannya, ibu C tetap memilih mempertahankan rumah tangganya.

Padahal kalau dipikir-pikir, pisah dengan suaminya pun ibu C ini gak akan ada kekhawatiran soal materi. Ia punya kemandirian finansial yang mumpuni. Hingga lagi-lagi, akhirnya suaminya mampu membuka mata, bahwa akhirnya tetap saja pada ibu C ia kembali bermuara. *Hmm, cuma nulis saja saya sambil nahan gemas pengen jitak* 😂

Dan... ah iya, FYI, 3 anak ibu C adalah anak-anak dengan otak brilian dan rajin ibadah. Catat ya. Ini anak dari seorang ibu bekerja, dan dari keluarga yang gak bisa dibilang harmonis.

Masih banyak kisah-kisah seperti itu di sekitar saya. Harus saya akui, lingkungan saya dekat dengan pernikahan-pernikahan yang tidak berjalan dengan baik-baik saja. Semoga saya belajar banyak dari kisah-kisah di atas.

Dari sekian banyak kisah seperti di atas, ada benang merah yang saya ambil. Bahwa bagi sebagian besar ibu, anak benar-benar menjadi sumber kekuatan yang kadang gak masuk akal. Demi anak, apapun dilakukan. Ternyata kalimat itu bukan sekedar bualan.

Kisah-kisah di atas selalu sukses membuat jengkel saya pada suami yang disebabkan hal-hal remeh hilang.

Silahkan mengambil hikmah menurut kalian masing-masing dari kisah di atas. dan jika berkenan, bagikan hikmah tersebut di kolom komentar 😊
 


Review Khalisa Skin Care: Skin Care Halal yang Paraben+Alcohol Free

on
Jumat, 27 Juli 2018
Ada yang belum tau Khalisa Skin Care?

Kalau ada, wajar sih. Khalisa memang brand yang lumayan baru, dan gak terlalu mengemuka yah. Barangnya juga masih agak susah dicari kalo di Semarang. Berkali-kali saya nyari di ADA Swalayan, gak nemu. Nemunya di Transmart.


Khalisa adalah brand skincare berlabel halal keluaran Rohto. Jadi Khalisa bisa dibilang masih saudaraan sama Hada Labo Indonesia ya. Menurut pengamatan saya *ciee, pengamatan*, Khalisa ini ceritanya kayak Wa*d*h gitu ya. Membranding diri dengan kehalalannya.

Kenapa akhirnya memilih Khalisa?

Pertama banget tau Khalisa dari review-nya Mbak Dokter Gigi di sini. Seketika itu saya langsung tertarik, tapi gak langsung berani mencoba.

Kenapa langsung tertarik? Karna Khalisa ini paraben+alcohol free.

Kenapa gak langsung berani nyoba? Karna (lagi-lagi) masih trauma sama musibah jerawat, dan masih percaya bahwa cukup Amoorea sudah bisa memenuhi segalanya. Hahaha.

Pertama beli, saya beli day cream-nya aja. Selang setahunan, baru lah beli lengkap face wash, day cream dan night cream-nya.

Baca: Perjalanan Mencari Skin Care

Face Wash

Teksturnya creamy. Aromanya lembuuutttt banget, suka! Busanya gak terlalu banyak.

Soal daya bersihnya, zuzur saya suka bingung ngukur kemampuan sebuah face wash untuk membersihkan wajah. Rasanya sih bersih-bersih aja. Haha.

Sayangnya, beberapa saat setelah cuci muka pakai face wash Khalisa ini, wajah saya terasa keriiing sekali di beberapa bagian. Salah satunya di kulit sekitaran mulut dan dagu. Huhu.

Tapi saya orangnya kan nrimo ya. Jadi yawislah gak papa, tetep berniat dipakai sampai habis, baru nanti beli lagi. Eh lha kok kemarin pas mudik ke kampung halaman, face wash ini ketinggalan di sana. Yaudah akhirnya saya langsung beli face wash baru. Reviewnya next post yaa.

Day Cream


Sebelum memakai face wash dan night creamnya, saya sudah jauh lebih dulu memakai day cream Khalisa. Sejak sekitar setahun yang lalu kalo gak salah. Waktu itu saya masih setia pada Amoorea, tapi ngrasa kadang kulit keriiing banget. Lalu ketemulah sama review-nya bu dokter di atas itu.

Karna yakin Khalisa kandungannya ringan, jadi memutuskan beli. Tapi tetep gak berani beli lengkap, karna takut purging kalo disandingkan sama Amoorea yang emang terkenal 'susah' untuk disandingkan dengan produk lain.

Lega banget sih, karna  ternyata pakai day cream Khalisa plus Amoorea gak bikin saya purging. Btw, ini sudah tube kedua saya.



Tekstur day cream-nya Khalisa ini creamy juga. Agak lebih encer kalo dibandingkan dengan night creamnya. Aromanya juga lembuttt dan saya suka. Saat diaplikasikan ke wajah, kerasa banget sih Khalisa ini ringan. Gak lengket dan cepat meresap. Cukup melembabkan juga, tapi gak bikin berminyak gitu.

Untuk klaim mencerahkannya, emm... saya belum terlalu merasakannya sih. Cuma lagi-lagi, saya gak masalah. Lagian katanya, kita gak mungkin hanya berharap pada day cream untuk bisa bikin kulit cerah. Hehe.

Ohya, day cream ini juga sudah mengandung SPF 25. Semoga udah cukup lah ya untuk dipake di dalam ruangan. Jujur aja saya belum terbiasa pake sunscreen.

Night Cream



Kayaknya emang ciri khasnya Khalisa Skin Care ini tuh salah satunya aroma yang lembut dan menenangkan. Termasuk night cream-nya ini pun sama, aromanya saya sukaaaa.

Teksturnya mirip tekstur night cream-nya Wardah yang lightening series. Yah, gimana ya, sesungguhnya night cream yang pernah saya pakai hingga hari ini memang barulah nighit cream-nya Wardah dan Khalisa 😂

Saat diaplikasikan, di kulit wajah rasanya agak lengket sih. Tapi gak lama dan bagi saya (yang orangnya nrimo) gak ganggu.

Efek melembabkannya kurang nampol sih menurut saya. Saat pagi, muka saya ya biasa aja gitu, kayak gak habis makai apapun. Beda dengan saat saya pakai night cream-nya Wardah dulu. Paginya wajah jadi terasa lembab banget.

Jadi kesimpulannya, dari tiga rangkaian Khalisa Skin Care di atas, mungkin yang akan saya re-purchase dan lanjutkan pemakaian hanya day cream-nya aja. Sedih sih sebenernya. Soale saya beneran jatuh cinta dengan formula Khalisa yang Paraben+Alcohol free, dan dengan harga yang bersahabat pula.

Tapi yaa gimana. Masa iya dilanjutin kalo ternyata kulit gak terlalu merasakan khasiatnya?

Ohya, untuk harganya, saya kurang tau harga drugstore-nya berapa. Saya beli bundling via Shopee hanya 95.970. Murah kaaaan 😊

Ada yang pakai Khalisa Skin Care atau tertarik mencobanya?

Perjalanan Mencari Skin Care

on
Jumat, 13 Juli 2018
credit: pixabay.com

Sejak musibah (musibah?) panen jerawat yang teramat parah pasca melahirkan dulu, saya bener-bener maju-mundur mau pakai skincare lagi.

Di tengah-tengah keputusasaan menghadapi jerawat yang membabi-buta, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada NuAmoorea Beauty Bar dengan segala janji manisnya. Buat saya, memilih Amoorea bisa dibilang keputusan yang 'bukan saya' banget.

Tapi harus saya akui, Amoorea menyelamatkan saya banget. Amoorea berhasil membuat bekas jerawat saya hampir musnah sempurna. Gak jerawatan lagi juga. Dan secara otomatis, mengembalikan kepercayaan diri saya lagi yang sebelumnya sudah hampir benar-benar tiarap.

Cuma, konon pakai Amoorea ini gak bisa pakai sembarang skincare lain, karna rawan purging (kalo bahasa para marketingnya sih detoks).


Jadi saya nurut, gak pakai skincare apapun selain Amoorea. Bahkan Facial Wash pun gak pakai. OMG!

Tapi lama-lama saya mikir. Apa iya satu produk bisa memenuhi semuuuaaa kebutuhan kulit saya? Terutama soal membersihkan dan memproteksi. Padahal saya kerja di kawasan yang panasnya cetaarrr dan polusinya ampun-ampunan (meski mungkin belum ada apa-apanya dibanding Jakarta). Iya sih saya kerja di dalam ruangan. Tapi pulang pergi kerja kan saya (sering) pake bus. Nunggunya di tepi jalan raya. Tetep lah kena debu, polusi, terpapar sinar matahari, dll.

Saya orangnya gak gampang loyal emang. Padahal saya udah direkrut jadi member Amoorea juga lho, dan terus disemangati upline untuk ikut aktif jualan. Sampai akhirnya upline saya nyerah. Haha.

Saya puas sama Amoorea. Kalo disuruh ngasih rating, saya bakal kasih rating 4 dari 5. Tapi saya tetap gak akan mengaminkan overclaimnya mereka, tentang beauty bar saja sudah sangat cukup untuk memenuhi semuaaa kebutuhan kulit. Gak perlu pakai apa-apa lagi.

Lah, kalo memang beauty bar aja cukup, kenapa pula mereka juga ngeluarin produk-produk pendukung macam moist, solar guard, dll?

Eh, kok saya jadi curhat soal Amoorea sih 😅 Intinya, dari dulu saya sebenarnya gak percaya bahwa Beauty Bar Amoorea aja cukup untuk kulit. Tapi berhubung saya masih ada trauma, takut jerawat muncul lagi kalo pake macem-macem skin care, akhirnya yaudah saya milih stag dulu sama Amoorea hampir setahun.

Sampai akhirnya, saya mengikuti kuliah (kuliah?) tentang per-skin care-an di chanel youtube-nya Female Daily, bertajuk Skincare 101 yang dibawakan oleh Affi Assegaf. Pasti udah banyak banget lah yang tau soal Skincare 101 ini.

Saya mendengarkan hampir semua video skincare 101 sambil nyetrika. Dan yah -- bisa ditebak -- saya keracunan! 😂

Hasrat ingin pakai skincare lagi meletup-letup tak tertahankan *halah*. Tapi masih agak bimbang, takut jerawatan parah lagi kayak dulu 😭

Tapi saya gak nyerah. Hampir tiap hari saya browsing untuk memantapkan hati, produk skincare mana yang akan saya pilih. Dulu mah saya asal aja ya. Sekarang enggak. Saya bener-bener cari tau ingredients-nya, testimoninya, dll.

Dan, taraaa... hari ini saya sudah kembali ber-skin care ria 😅 Bahkan saya melakukan double clenasing. Sesuatu yang belum pernah sama sekali saya lakukan dari dulu 😂

Terus gimana, apakah saya merasa kondisi kulit wajah saya jadi semakin membaik setelah pake skin care lagi?

Nanti saya cerita di post berbeda, sekalian review produk skin care pertama yang saya gunakan setelah sekian lama puasa skin care ya 😊

Apakah kalian termasuk yang telaten skin care-an? Cerita dong di kolom komentar 😊 


Giggle Box Kompol Maksum, Salah Satu Tempat Makan Instagramable dan Enak di Semarang

on
Jumat, 22 Juni 2018
Akhirnya tuntas sudah rasa penasaran saya pada salah satu tempat makan yang instagramable di Semarang ini. Btw, ini (seperti biasa) latepost banget, karna saya ke Giggle Box-nya mah pas bulan Ramadhan kemarin. Buka bareng sama sohib. Haha.

Giggle Box yang terletak di jalan Kompol Maksum no. 219 Semarang ini merupakan cabang keempat setelah Giggle Box yang ada di Jalan Diponegoro (Siranda) no. 45 Semarang, Jalan D.I Pandjaitan no. 47B Semarang dan di Jalan Ngesrep Timur V no. 57 Semarang.

Sedangkan untuk saya sendiri, ini merupakan cabang kedua Giggle Box yang saya kunjungi, setelah sebelumnya saya pernah dua kali makan di Gigle Box yang ada di Jalan Diponegoro.

Dari dua sabang yang sudah pernah saya datangi, saya langsung bisa mengambil garis besar untuk tema yang dipakai Giggle Box dalam penataan ruangnya. Modern, klasik, elegan dan anak muda banget. Instagramable, kalo kata kids zaman now 😀 Designya kalo gak salah nuansa eropa gitu.

suasana outdoor di dalam giggle box

suasana outdoor di dalam giggle box, ga sempet foto indoor-nya. hehe
Entah saya gak mudeng-mudeng amat lah soal istilah-istilah design tata ruang ini. Yang jelas saya suka banget sih sama suasananya. Kalo lagi di dalam Giggle Box tuh serasa lagi dimanaaa gitu yang spesial. Jadi gak sekedar merasa lagi di tempat makan.

Giggle Box cabang kompol maksum ini terdiri dari area indoor dan outdoor. Kemarin kami pilih yang outdoor karna kan bawa bocah ya.

Menu yang tersedia di Giggle Box bisa dibilang sebagian besar bukan menu Indonesia ya. Jadi untuk yang lidahnya Indonesia banget kayak kakak saya, pilihannya bakal terbatas banget. Mentok paling nasi goreng atau ayam goreng. Haha, nasi goreng kan menu penyelamat ya.

Ini nih foto daftar menunya:

maapkan kualitas foto yang seadanya yah

Saya sendiri kemarin pesen Hot Crispy Spicy Chicken. Dan, WOW enak banget menurut saya. Daging ayamnya lembuuuttt banget. Kentangnya banyaakk. Cuma pedesnya tipis sih, kurang terasa. Ohya, katanya salah satu keunggulan Giggle Box ini memang kafe dengan porsi menu yang cukup besar. Harganya 33 ribu rupiah. Menurut saya gak mahal untuk ukuran resto atau kafe, dan dengan porsi sebesar itu.

ini porsinya gedhe! entah kenapa di foto ga terlalu keliatan gedhe

Mas Suami kemarin pesen... aduh apa ya, lupa namanya 😂 Gak kefoto pula tulisannya di buku menu. Hadeehh, monmaap yaa. Yang jelas isinya nasi, ayam terus pakai saus teriyaki gitu. dan enaaak banget juga! Aduh saya gak pinter mendeskripsikan kuliner selain dengan kata enak, kurang enak dan gak enak. Haha. Semoga enaknya bukan karna saat itu saya pas laper aja yaa. Hehe. Harganya kurang lebih 30 ribuan gitu lah. Huhu, lupa juga.


Minumnya saya pesen Jus Jambu alias Guava Juice, seharga 19 ribu rupiah. Bagi saya untuk ukuran jus, harganya mayan mahal ya. Jambunya kerasa banget banget, dan gulanya minim. Jadi kasih ke Faza juga oke aja.

Sedangkan Mas Suami pesen lemon tea. Enak, tapi ya standar lemon tea aja sih. Tapi sama kayak jusnya, mahal menurut saya. 17 ribu rupiah cobak! 😪

Ohya, hampir lupa. Saya juga pesen banana split. Harganya 25 ribu rupiah. Porsinya lumayan gedhe juga. Untuk 2 orang bisa banget lah. Rasanya, standar sih pisang sama es krim gitu gimana sih rasanya. Haha. *review ga niat*

Yang paling saya suka dari pelayanannya Giggle Box kemarin adalah makanannya cepet banget datengnya. Soale waktu itu kan kami baru buka cuma dengan minum, sholat magrib, baru deh ke situ. Udah sempet suudzon, pasti lama deh datengnya. Eh ternyata cepet!

Karna bagi saya yang stok sabarnya sering minim, tempat makan sekece apapun dan rasa makanan seenak apapun, kalo datangnya lama sih BYE aja ya. Yang ada malah uring-uringan duluan. Huhu.

Terakhir, rating. Saya kasih 4 dari 5 bintang untuk Giggle Box! 😊

Kalian yang anak gawl Semarang, belum sah ya kayaknya jadi anak gawl kalau belum pernah makan di Giggle Box 😁

Mengintip Tampilan Kaos Bola Timnas Argentina 2018 yang Akan Dikenakan Saat Piala Dunia

on
Jumat, 08 Juni 2018



 
Kaos Tim Nasional Argentina menjelang piala dunia 2018 kini telah berhasil diluncurkan, dengan tampilan yang tidak jauh beda dengan tampilan jersey di musim-musim yang sebelumnya. Kaos bola timnas Argentina 2018 yang nantinya akan dikenakan saat piala dunia masih didominasi dengan warna biru langit dan warna putih yang menjadi warna kebanggaan tim Argentina. Sedangkan pada bagian pundak dilengkapi dengan tiga strip hitam, lalu ada logo apparel dari Adidas yang juga berwarna hitam yang diletakkan dibagian dada dan di sebelah kiri, serta logo tim yang ada disebelah kanan.

Jersey Argentina pada bagian atas logo klub dilengkapi dengan dua bintang yang mana hal ini menandakan bahwa tim Argentina pernah menjadi juara pada piala dunia pada tahun 1978 dan 1986. Timnas Argentina juga telah memastikan bahwa dirinya akan ikut serta pada ajang piala dunia ditahun 2018 ini, yang akan digelar di Rusia. Argentina telah berhasil menaklukkan Ekuador dengan pencapaian skor 3-1. Sedangkan untuk mega bintang Lionel Messi juga telah memborongnya dengan tiga gol menuju gawang Ecuador pada laga pamungkas di Zona Amerika Latin yang ada di Stadion Olimpico Atahualpa.

Tampilan dari Jersey squad asuhan dari Edgardo Bauza ini juga telah terinspirasi dari tampilan jersey mereka ditahun 1993. Bagi kalian yang ingin mendapatkan jersey Argentina, maka jangan khawatir lagi, karena kalian dapat melakukan pembeliannya di beberapa toko offline yang ada di dekat kalian, atau kalian pun bisa membelinya di beberapa toko online, jika ingin lebih hemat waktu dan hemat tenaga.

Menjelang piala dunia yang sebentar lagi akan tiba, maka masing-masing tim menghadirkan tampilan jersey terbarunya yang akan dipamerkan pada acara piala dunia nanti. Termasuk seperti kaos bola Timnas Argentina 2018 yang memberikan daya tarik tersendiri bagi para pecintanya, sekaligus menjadikan tim Argentina menjadi lebih bersemangat dalam memenangkan perlombaan pada piala dunia nantinya.

Untuk kalian para pecinta tim dari Argentina, maka tidak akan lengkap rasanya jika kalian belum memiliki kaos dari tim kebanggaan kalian ini. Maka, yuk segera beli, karena jersey Argentina yang dijual di pasaran dibandrol dengan harga yang lebih bersahabat dengan isi kantong kita, sehingga menjadikan para pecintanya enggak merasa keberatan untuk membeli jersey Argentina yang memiliki tampilan tidak jauh beda dari tampilan jersey yang sebelumnya.

Sebagai pendukung timnas dari Argentina yang nantinya akan tampil keren pada ajang Piala Dunia 2018, maka kalian bisa membeli jersey Argentina, yang nantinya akan dikenakan para pemain dari tim Argentina seperti Dybala, Higuain, Messi, Aguero,Icardi dkk. Gak perlu nunggu nanti-nanti belinya. Kan bisa dipakai main futsal dulu dari sekarang. Hehe.

Tampilan dari kaos bola timnas Argentina 2018 memang gak beda jauh dari tampilan jersey yang sebelumnya, namun tampilan jersey kali ini yang akan dikenakan saat ajang piala dunia nantinya memberikan kesan yang lebih elegan dan tampak keren dibandingkan dengan jersey yang sebelumnya, karena jersey kali ini dilengkapi dengan motif yang unik dengan beberapa perubahan desainnya.

Urusan Perut

on
Senin, 04 Juni 2018

Sudah separuh lebih bulan Ramadhan. masih lancar kan puasanya? Saya bolong hari pertama nih. Nah mumpung lagi 'free', sini saya ceritain sesuatu 😁

Saya bekerja di sebuah lembaga yang membawahi bidang pendidikan dan kesehatan. Bidang pendidikannya terdiri dari TK sampai tingkat Perguruan Tinggi. Setiap tahun setelah libur lebaran, salah satu agenda rutin kami adalah mengadakan halal bihalal akbar yang mengundang seluruh entitas lembaga.

Namanya ngundang orang, pastilah kami menyediakan snack yang dibagikan di awal, dan nasi kotak yang diberikan saat acara berakhir. Sedihnya, adaaa aja yang buru-buru ingin meninggalkan tempat acara sebelum acara berakhir. Yah, namanya juga orang banyak. Mau dibikin sebagus apapun acaranya, tetep aja gak bakal bisa bikin semua orang bertahan sampai acara tuntas.

Tapi sebagai panitia, tentu saja kami berusaha mengatur siasat dong. Gimana caranya biar yang pergi sebelum acara selesai bisa seminimal mungkin. Nah, salah satunya dengan membuat kebijakan bahwa bagi siapapun yang meninggalkan tempat acara sebelum acara berakhir, maka tidak berhak mendapatkan nasi kotak.

Karna kalo satu-dua orang keluar tempat acara dan dapet nasi kotak, pasti seolah yang ditangkap sama undangan yang lain adalah memang sudah boleh keluar. Dan dijamin, gak sampe 10 menit pasti BRUULLLL keluar hampir separuh undangan.

Yang kemudian bikin saya menghela nafas adalah, meski kebijakan itu sudah selalu disosialisasikan lengkap beserta alasannya, masih adaaaa aja lho yang protes dan sewot. Fyi, kebetulan saya tiga tahun berturut-turut jadi seksi konsumsi, jadi ngadepin langsung soal ini.

Yang bikin lebih nyesek lagi, beberapa yang sewot adalah orang-orang dengan beberapa gelar pendidikan di depan dan belakang namanya. Kemapanan finansial jelas lah gak perlu dijelasin. Ketika yang seperti itu sewot dengan kalimat kurang elegan hanya karna nasi kotak, mmm gimana yaa... kutakut mendefinisikannya 😪

Pengalaman pertama jadi seksi konsumsi dulu, dan ngadepin yang ginian, saya shock banget jujur aja. Gak nyangka sama sekali bakal ketemu kejadian gitu. Saya pikir, ah nasi kotak doang. isinya juga apa sih -- cuma ayam goreng kok paling. Saya bilang 'cuma ayam goreng' bukan karna nganggap sepele ayam goreng ya. Bukan. Tapi saya pikir, ayam goreng pastilah makanan sehari-hari blio-blionya.

Makanya kaget (dan sedih) banget ketika ada yang sebegitu sewotnya ketika kami bilang kami gak bisa ngasih nasi kotak kalo acara belum selesai 😭

Tapi momen itu bikin saya merenung dan sadar. Bahwa ternyata urusan perut tuh gak pernah sesederhana itu. Mau menu sebiasa apapun,gak otomatis bikin orang merasa 'ah udahah, gitu doang, udah tiap hari makan'.

Semacam ada dorongan nafsu yang bikin gak rela kalo gak dapet. Padahal gak jarang begitu sampai rumah, nasi itu tergeletak begitu saja gak termakan. Bagian ini saya sendiri pun pernah melakukannya 😔

Pernah gak datang ke suatu acara yang menghidangkan berbagai macam menu? Sebagian dari kita, pasti ingin berusaha untuk mencicipi semuanya. Kalau ada satu menu saja yang terlanjur habis dan kita gak kebagian, dongkol banget, padahal perut udah kenyang. 

Melamun lebih jauh lagi, saya jadi inget berbagai macam pertikaian yang terjadi. Kalo dipikir-pikir, sebagain besar sebabnya gak jauh-jauh dari urusan perut.

Ambil satu contoh, soal pertikaian dunia maya antara pendukung capres A dan capres B saat itu. Sebabnya kalo dijabarkan sih panjang banget. Ada yang sangat ilmiah, ada pula yang sungguh relijiyes.

Tapi menurut saya, ujung-ujungnya urusan perut lagi. Orang-orang di atas sana, dukung kubu A atau kubu B salah satunya pasti dengan iming-iming posisi, yang akan berdampak pada besarnya pendapatan. Pendapatan buat apa sih kalo gak sebagian besarnya untuk ngurusin perut?

Atau kita level rakyat jelata ini. Dukung kubu A atau kubu B juga salah satunya yang bikin tergiur pasti janji-janji akan lebih sejahteranya kehidupan kan? Apalagi kalo bukan urusan perut diantaranya. Pun berbagai tindak kriminal yang terjadi. Maling, begal, dll. Urusan perut lah yang membuat mereka para pelaku menjadi kehilangan akal sehat. Demi bisa makan. Demi anak-istri kenyang 😭

Mungkin ini hikmah terbesar puasa ya. Terutama untuk kita-kita yang hampir gak pernah ngerasa kelaparan karna keadaan. Untuk kita-kita yang tiap harinya tanya 'mau makan apa hari ini?' saking banyaknya pilihan.

Supaya kita mendidik perut kita, biar lebih jinak. Biar gak makin buas jika dituruti terus-menerus apa maunya, tanpa pernah di-rem.

Semoga hikmah itu beneran bisa kita ambil. Bukan puasa sekedar menggugurkan kewajiban. Yang ujung-ujungnya hanya akan mengendalikan di siang hari, lalu menge-gas sekencang-kencangnya selepas magrib.

Selamat menunaikan ibadah puasa. Selamat mendidik perut kita dari ketamakan 😇


Signature

Signature