Lima Rasa Unik Es Krim Yang Ada di Indonesia

on
Sabtu, 23 September 2017

Siapa yang gak suka dengan es krim? Sebagai dessert favorit banyak orang, es krim juga sering menjadi cemilan yang banyak diserbu terutama ketika cuaca sedang panas. Siapa sangka, es krim ini memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh, namun tentunya jika dikonsumsi dalam batas yang sewajarnya.

Es krim yang umumnya memiliki rasa manis ini biasanya memiliki beragam rasa seperti vanila, coklat, stoberi hingga rasa aneka buah. Namun ternyata seiring perkembangan zaman, banyak yang mulai berinovasi dengan menghadirkan es krim yang memiliki rasa unik selain yang tadi disebutkan. Apa saja rasa unik es krim yang ada di Indonesia? Yuk yuk, simak apa aja es krim dengan rasa unik yang ada d Indonesia.

Es Krim Temulawak

Mendengar kata “temulawak” biasanya kita akan langsung ingat jamu. Ya, temulawak ini ternyata bisa dikombinasikan dengan es krim. Warna dari es krim temulawak ini mirip seperti temulawak itu sendiri yakni berwarna kuning gelap. Kalian tertarik untuk coba gak?


Es Krim Coklat Cabe

Es krim rasa coklat sih sudah biasa, namun bagaimana dengan rasa coklat cabe? Pasti yang terbayang dalam benak kita adalah es krim ini memiliki sensasi pedas disamping rasa manis dari coklatnya. Untuk yang penyuka coklat dan juga suka makanan pedas wajib mencoba rasa unik yang satu ini.


Es Krim Nasi Uduk


Apa jadinya jika menu sarapan khas Indonesia ini dijadikan sebagai rasa es krim? Pasti akan sangat menarik dan tentunya membuat penasaran. Menikmati es krim rasa nasi uduk ini akan seperti merasakan nasi uduk betulan, es krim ini juga bisa kalian simpan dalam mesin pendingin agar rasanya lebih dingin dan segar.


Es Krim Kunyit Asam

Lagi-lagi salah satu bahan jamu selain temulawak yang dijadikan bahan es krim adalah kunyit asam. Perpaduan rasa kunyit dan asam menghasilkan rasa yang segar bagi sebagian besar orang, dan kini kalian dapat menikmati sensasi asam namun segar ini dalam es krim.

Es Krim Pisang Goreng


Bagi yang suka makan gorengan, pasti sudah tidak asing dengan pisang goreng, bukan? Mungkin es krim rasa pisang sudah biasa, namun bagaimana dengan rasa pisang goreng? Pasti akan sangat menggugah selera Anda apalagi rasa manis dan gurih dari pisang goreng yang biasanya tersaji hangat ini bisa kalian nikmati dalam bentuk makanan dingin.

Nah, bagaimana? Kira-kira bagaimana ya sensasi rasa unik dari es krim diatas jika sudah dicicipi oleh lidah kita? Atau barangkali kalian tertarik untuk melahirkan inovasi lain yang tak kalah unik untuk rasa es krim yang antimainstream versi kalian sendiri untuk peluang bisnis?

Agar Tidak Kecewa, Ingat Hal Ini Saat Belanja Pakaian Online

on
Jumat, 22 September 2017

Agar Tidak Kecewa, Ingat Hal Ini Saat Belanja Pakaian Online. Salah satu konsekuensi dari hobi main instagram salah satunya adalah sering ketemu postingan dari toko-toko online yang menggiurkan. Iya apa iya? =D

Dulu sih waktu belum terbiasa belanja online saya sok-sokan bilang gak suka belanja online lah, gak gampang tergoda lah. Sekarang? Harus banyak-banyak istighfar lah pokoknya. Hihi.

Gimana ya, ternyata setelah dirasa-rasain, belanja online itu kok memang nyenengin. Tinggal pilah-pilih-pilah-pilih, klik yang sreg di hati, transfer, barang datang. Lalu hati bahagia =D

Terutama untuk barang-barang yang kita udah tau jelas seperti apa kualitasnya ya. Lipstik, misalnya. Atau jam tangan yang kita udah tau merknya.

Nah, beda cerita kalau belanja onlinenya adalah pakaian -- baju ataupun jilbab. Iya sih ada deskripsi tentang jenis bahan, ukuran dll. Tapi yakin bakal pas ketika kita pakai? Pas dalam artian enak dilihat. Kan ada ya baju yang ukurannya sih pas-pas aja di badan kita, tapi kalo kita ngaca kok rasanya ada yang kurang pas entah apa. Ah, belibet... gitu deh pokoknya.

Repotnya, taktik marketing itu canggih banget. Mereka mencari celah kelemahan kita untuk membuat kita akhirnya tergiur dengan produk mereka. Salah satunya kelemahan mata kita yang paling gak bisa kalo lihat yang indah-indah.

Makanya, 99% model yang dipakai untuk pemotretan produk-produk fashion, utamanya pakaian pastilah orangnya cantik, tinggi, langsing. Enak dilihat lah pokoknya.

Dan aha! Disitulah letak jebakannya =D

Maka melalui postingan ini, saya ingin mengingatkan kalian dan utamanya diri saya sendiri agar tidak kecewa saat belanja pakaian online.

Yang nomor satu banget harus diingat adalah: yang akan memakai baju itu nanti setelah dibeli adalah kita. Bukan si model. Nah, bajunya bagus karna memang bagus, atau bagus karna yang pakai bagus?

Gumamkan kalimat itu berulang-ulang sampai mantep. Kalo tetap yakin, yawis ayo segera diorder lalu transfer =D

Kalo jadi ragu, ya Alhamdulillah duit selamat. Hehehe.

Kenapa saya merasa perlu banget mengingatkan soal ini? Soalnya saya habis khilaf :(

Saya tergiur membeli jilbab secara online, yang mana jilbab tersebut adalah brand milik sesembak selebgram yang cantiknya Allahu Akbar! Harganya ratusan ribu. Jilbab doang loh padahal. gak nyangka sekali saya akhirnya beli jilbab dengan harga segitu.

Karena apa? Ya karena jilbabnya (terlihat) cantik sekalii.

Begitu order, transfer lalu kiriman datang, dengan semangat 45 saya segera mencoba memakai jilbab tersebut.

Dan taukah kalian? Saat itu saya baru sadar bahwa yang bikin jilbab ini jadi terlihat cantik sekali adalah karna sesembak selebgramnya memang cantik! Kalo yang makai saya sih ya tetep aja gitu-gitu aja, gak ada bedanya sama kalo pas pakai jilbab harga 50 rebu. Hiks :'(

Mirisnya, jilbab ini tuh sekali open order, bisa sold out hanya dalam waktu kurang dari satu jam, padahal barangnya ribuan!

Miris karna pastilah banyak banget yang khilaf seperti saya, beli jilbab semahal itu sambil diam-diam berharap bisa menjelma jadi secantik si sesembak selebgram kalo pakai jilbab itu. Huhu.

Jadi sekali lagi, agar tidak kecewa seperti saya, ingat ya bahwa yang akan memakai pakaian yang kita beli itu adalah kita. Bukan si model. Dan kalo cantik sewaktu dipakai si model, belum pasti cantik ketika kita yang pakai. Ahahaha.

Ini curhat Maha gak penting =D


Pisang Cavendish, Teman Setia Penolong Kelaparan Selama Hamil dan Menyusui

on
Rabu, 30 Agustus 2017
Sejak ketahuan hamil, nafsu makan saya meningkat berpuluh-puluh kali lipat. Saya gak tau peningkatan tersebut disebabkan karena saya secara gak sadar tersugesti oleh perkataan beberapa orang bahwa wanita hamil itu makannya banyak, atau memang tubuh saya benar-benar menuntut hal itu. Yang jelas, saya beruntung karena gak pernah merasakan mual sama sekali selama hamil.

Tapi nafsu makan yang membabi-buta pun sempat membuat saya bingung mengatasinya.Gimana enggak, bentar-bentar laper, bentar-bentar laper. Padahal saya kan kerja. Masa' di kantor makan terus, kan ga enak 😑

Setelah berusaha menahan lapar di minggu-minggu pertama kehamilan, ternyata saya gak sanggup. Laparnya benar-benar lapar. Laper yang sampe terasa perih di perut dan bikin lemes. Dan repotnya, lapar seperti ini datangnya sewaktu-waktu banget. Kadang jam satu malam, jam setengah empat pagi, atau jam sembilan pagi -- padahal barusan sarapan satu jam sebelumnya. Hadehhh.

Kondisi seperti ini bikin saya dan mas suami mikir. Kami mencari alternatif cemilan apa yang bisa menolong saya saat didera kelaparan, dan cocok untuk segala kondisi.

Pernah memilih sedia biskuit selalu, tapi ternyata biskuit sama sekali gak ngefek dan saya tetap laper. Pernah coba roti-rotian, eh pas periksa rutin ke Sp.Og berat badan saya naik 5 Kg dalam sebulan. Lalu disuruh dokter mengganti cemilan. Dan saran utama beliau adalah buah.

Saya dan mas suami langsung mengaminkan. Buah sepertinya memang pilihan terbaik. Dan dari berbagai pilihan buah yang ada, akhirnya yang paling pas adalah buah pisang. Kenapa pas? Karna ngupasnya praktis, lalu bisa tinggal lhep kapan saja saya lapar. Yang paling penting, buah pisang cukup mengenyangkan. Yeay! Jadilah mulai saat itu, buah pisang selalu menjadi teman setia saya -- bahkan hingga masa menyusui sekarang ini.

Pas lapar tengah malam, tinggal raih pisang di meja samping ranjang, lhep, selesai urusan. Lapar saat jam kerja, menyantap satu pisang juga gak terlalu memalukan. Gak sampai satu menit, dan lapar sudah bisa terjinakkan 😋

Saya lumayan pilih-pilih soal jenis pisang. Gak semuanya saya doyan. Tapi saya sudah menemukan pisang yang cocok sekali di lidah saya, yaitu Pisang Cavendis dari Sunpride. Jadi, pisang pasti sunpride.

  Pisang Cavendish merupakan komoditas buah tropis yang sangat popular di dunia. Beberapa orang mengira pisang cavendish ini merupakan pisang import karna kulitnya yang mulus khas buah-buah import lainnya. Jangan salah ya, pisang cavendish ini dibudidayakan di kebun milik Group Gunung Sewu yang ada di Lampung. Jadi 100% Indonesia 😍 Yang saya suka, kalo mau beli pisang cavendish gak harus selalu satu sisir, karna ada pilihan cluster, finger dan single yang disediakan oleh Sunpride. Cavendish cluster terdiri dari 3-8 finger, Finger terdiri dari 1-2 finger, sedangkan yang single hanya terdiri dari 1 finger.

Enak, terjangkau pula :)
Selain rasanya enak dan manis, beruntungnya pisang cavendish juga menyimpan banyak manfaat dan kandungan yang baik untuk ibu hamil dan menyusui. Kandungan bermanfaat dalam pisang cavendish antara lain terdiri dari Vitamin C, Folat, Zat besi,  protein, Vitamin B6, dan beberapa kandungan baik lainnya. Jadi gak cuma dapat kenyang saja 😀
 
Ohya, selain dimakan langsung, pisang cavendish juga bisa bangett lho dibikin variasi resep. Kan kadang ada bosennya yah kalo dimakan langsung terus. Salah satunya pancake pisang cavendish yang kemarin saya coba bikin di rumah. Rasanya yummyyy. Resep menyusul yah.


Mengingat rasanya yang lezat, kualitasnya yang oke dan kandungannya yang bermanfaat bikin saya mengincar pisang cavendish ini juga sebagai salah satu menu andalan untuk menu MP-ASI Faza nanti 😃

Kalau kalian, apa buah yang paling disuka dan diandalkan sebagai penolong saat kelaparan?

PERUBAHAN

on
Rabu, 23 Agustus 2017

Minggu ini ada mutasi di kantor saya. Ada dua orang yang dimutasi. Salah satunya, dimutasi dari posisi yang sebelumnya lumayan 'bertaring' ke posisi yang... yah, benar-benar staff biasa.

Saya tidak hendak membanding-bandingkan dua posisi tersebut sih. Cuma, mutasi tersebut membuat saya cukup merenung. Betapa dalam hidup kita harus selalu siap atas perubahan. Katanya, satu-satunya yang gak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri.

Sejak kemarin saya banyak membayangkan. Gimana kalau saya ada di posisi teman saya yang kena mutasi tersebut? Gimana kalau saya jadi teman satu bagiannya yang sekarang?

Seperti yang sebelumnya saya bilang, teman saya yang kena mutasi ini posisi sebelumnya bisa dibilang zona nyaman banget buat dia. Dari beberapa kali ngobrol, saya juga tau bahwa posisi tersebut sudah sesuai sekali sama passionnya. Selain itu, posisi yang sebelumnya juga terbilang cukup 'bertaring'. Punya wewenang untuk mengkritisi dan didengarkan oleh pimpinan.

Sedangkan posisinya yang sekarang, ya staff macam saya yang cuma ngerjain kerjaan-kerjaan rutinitas.

Terus saya jadi bayangin. Gimana kalau saya jadi dia? Pasti saya bakal sedih banget. Gak semangat kerja. Pengen protes. Serba gak nyaman.

Tapi dia keren. Dia berusaha terlihat baik-baik saja, meskipun terlihat cukup jelas dia belum benar-benar enjoy.

Saya juga bayangin jadi rekan kerjanya yang sekarang.

Rekan-rekan kerjanya kan tadinya sudah terlihat nyaman dan klop sama reka yang sebelumnya (yang kena mutasi juga). Terus tiba-tiba harus punya rekan kerja baru. Yang mana lebih dewasa (secara umur) dan sebelumnya ada di posisi gak terbiasa disuruh-suruh atau dimintai sesuatu oleh teman sejawat.

Kan pasti serba pakewuh lah. Kelihatan kok, mereka mau minta sesuatu atau nyuruh sesuatu jadi serba gak enak gitu. Hehe. Nah, kalau saya ada di posisi tersebut, pasti deh ngeluh. Aduh kenapaaa sih harus ganti orang. Dan lain-lain.

Tapi waktu saya tanya ke yang bersangkutan, beliau jawabnya wise banget. "Ya canggung sih kak ros (panggilan dia ke saya), tapi yawislah, namanya juga hidup... pasti ada perubahan terus."

Nah, saya jadi serasa dicubit. Hidup itu pasti ada perubahan terus. Selama ini rasanya saya masih selalu ngeluh tiap ada perubahan. Padahal ngeluh sendiri gak akan mengubah apapun. Akhirnya saya capek sendiri.

Kalau sudah tau bahwa hidup selalu penuh perubahan, kenapa gak belajar berlapangdada saja menerima setiap perubahan yang sedang datang bergiliran? Kalau milih selalu ngeluh, kapan kita bahagianya, sedangkan perubahan akan terus terjadi silih berganti?! *tanya pada diri sendiri*

Review Amoorea Beauty Bar dan Curhatan Melawan Jerawat

on
Kamis, 03 Agustus 2017
Halooo, saya mau cerita soal jerawat lagi nih. Haha.

Bagi yang setia membaca blog ini (semoga ada T.T) pasti pernah baca tentang curhatan saya yang galau menghadapi jerawat yang bandel sekali. Kegalauan yang sempat bikin saya coba beberapa macem produk kecantikan. Tapi Alhamdulillah, akal sehat saya masih jalan waktu itu. Saya tetap memilih kosmetik-kosmetik yang aman dan terdaftar di BPOM. Apalagi saat itu saya sedang hamil.

Nah, setelah melahirkan, salah satu hal yang membuat saya bahagia sekali adalah: YES, BENTAR LAGI JERAWAT SAYA ENYAH!

Baca: Review Himalaya Purifying Neem Face Wash dan Purifying Neem Scrub

Iya, saya yakin sekali lah. Lha kan katanya saya ini jerawat hormonal gara-gara saya lagi hamil. Berarti kan kalao udah gak hamil (sudah melahirkan) harusnya jerawatnya ilang dong?!

Eh ternyata keyakinan saya hancur berkeping-keping 😢😢😢😢😢

Beberapa hari setelah melahirkan, jerawat saya bukannya ilang eh malah tumbuh bersemi subur sekali, omaigad. Jauh lebih parah dibanding saat masih hamil, hiks. Parah sampe level saya pengen nangis tiap ngaca. Besar-besar dan bernanah 😢

Baca: Cerita Pengalaman Memakai Mud Mask Jafra

Parahnya lagi, tangan saya usil luar biasa. Hobi banget mitesin itu jerawat. Mbak Nita (kakak saya) juga, ikut gemas sekali dia lihat jerawat yang udah mateng banget. Jadi pernah di suatu siang, saat saya lagi nenenin Faza, Mbak Nita berdiri di hadapan saya. Ngapain? Mecahin jerawat yang udah pada mateng pake duri pohon jeruk! 😂😂😂 Dan saya anteng menikmati.

Saya tau tindakan itu fatal banget. Tapi saat itu saya benar-benar hopeless dan gak tau harus gimana ngatasi jerawat saya. Di totol pake acne lotion La Tulipe yang dulu manjur juga sekarang mental doang. Hiks. Apalagi ceritanya lagi baby blues ya. Lengkaplah sudah. Ditusuk-tusuk pake duri kok malah terasa nikmat 😂😂

Akhirnya Takluk Pada Amoorea

Hingga pada suatu siang, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba Amoorea Beauty Bar.

Ada yang belum tau apa itu Amoorea Beauty Bar? Nah, mari baca review saya 😁

Amoorea Beauty Bar merupakan sabun batangan yang konon punya segudang manfaat. Bisa untuk mencerahkan wajah, menghilangkan noda bekas jerawat, bikin wajah jadi glowing, sekaligus bikin sehat karna si Amoorea ini akan mendetoks wajah kita dari berbagai macam bahan kimia merugikan dari kosmetik-kosmetik kita sebelumnya. Katanya lagi, Amoorea juga bisa untuk menghilangkan ketombe, menghilangkan ruam pada bayi, dll dst dsb.

Kata siapa?

Kata para membernya! 😄

Soalnya saya gak menemukan berbagai claim tersebut pada kemasan produknya.

Jadi, Amoorea ini merupakan produk kecantikan yang dijual dengan sistem MLM. Jujur saja saya awalnya sama sekali gak tertarik sama Amoorea. Jengah sekaligus under-estimate. Karena apa? Seperti tipikal produk MLM lainnya, para member seringkali promosinya terlalu gencar, ngalah-ngalahin gencarnya kampanye pilkada 😑

Tapi ternyata takdir berkata lain. Saya takluk pada rayuan Mbak Nita yang saat itu pengen mencoba keampuhan Amoorea ini untuk menghilangkan tanda-tanda kemunculan flek hitam di wajahnya. Mbak Nita ngajak saya patungan beli sekotak Amoorea, yang berisi dua bar.

Kenapa harus patungan?

Karna mahal. Satu kotak berisi dua bar @25 gram harganya Rp 380.000. 25 gram itu kecil sekali lho. Persis kayak trasi 😑 Kalo beli ecer satu bar harganya Rp 200.000. Satu bar habis sekitar 1-2 bulan.


Ohya, dipakainya sehari dua kali. Caranya simpel sekali. Cuma dengan cara menggosok sabun ke telapak tangan yang sudah dibasahi hingga muncul banyak busa, lalu tempelkan deh busanya ke muka kita. Ingat, cuma ditempelkan ya, jadi bukan digosok-gosok. Jadi cara kerjanya semacam masker gitu kali ya, cuma ditempel. Nah, didiamkan maksimal tiga menit, lalu bilas deh.


Beda sama Mbak Nita yang sudah yakin banget sama Amoorea, saya waktu itu nyoba masih dengan perasaan gak yakin. Masa sih cuma busa ditempelin aja bisa ngaruh? Gitu terus saya mikirnya. Nah, karna masih setengah ragu, tiap hari saya masih rajin sekali googling tentang cara mengatasi jerawat. Tapi kali ini saya pakai kata kunci "Cara mengatasi jerawat hormonal".

Eh eh eh... ternyata kata artikel, mengatasi jerawat hormonal gak bisa cuma ngandelin obat atau skincare. Melainkan harus mengubah pola hidup, terutama pola makan. Omaigad, pantesan jerawat saya makin merajalela. Lha wong setelah melahirkan saya hampir tiap hari minum coklat panas. Kadang sehari sampe 3x 😪😂 Ngemilnya juga edan-edanan banget. Haha.

Nah, mulai saat itu saya mulai mengubah pola makan saya. Ngemilnya banyakin buah. Minumnya air putih. Kurangin goreng-gorengan. Dll dst dsb. Sambil tetep berusaha istiqomah pakai Amoorea sehari 2x. Mahal cyin, sayang kalo gak istiqomah. Hehe.

Alhamdulillah, menjelang dua bulan pakai Amoorea (pola makan sih udah amburadul lagi 😂), hasilnya mulai signifikan. Sampai saat ini saya masih pakai, cuma udah gak istiqomah sehari 2x lagi. Seingetnya aja. Dan Alhamdulillah gak ada tanda-tanda ketergantungan, seperti kata para membernya.

Foto kiri setelah 2 mingguan pake Amoorea, foto kiri setelah 3,5 bulan pake Amoorea
Yang saya suka dari Amoorea, terbukti bikin muka saya jadi terlihat cerah. Ini kata suami saya dan beberapa orang lainnya sih. Hehe. Saya sekarang pede keluar rumah tanpa oles-oles apapun ke muka. Lipstik aja, titik. Lagi-lagi, ini sesuai sama yang dipromosikan para member.

Ohya, hasil dari pemakaian Amoorea ini konon sesuai kondisi kulit. Semakin sering kulit terpapar bahan-bahan kimia berbahaya, maka efeknya akan semakin lama dan akan mengalami efek detoksifikasi di awal pemakaian. Parahnya proses detoks juga tergantung masing-masing kondisi kulit. Kalau saya efek detoksnya cuma kulit terasa kering sekali. Tapi gak lama.

Nah, pertanyaannya... apakah saya akan terus menggunakan Amoorea?

Bisa iya, bisa enggak 😄

Saya sudah mengakui keampuhan Amoorea sih. Tapi gak tau kenapa saya gatel pengen oles-oles krim malem dan krim siang kayak dulu lagi. Tapi apa iya saya masih sempet, sedangkan sisiran aja sering kelupaan 😂😂

Resep Fire Chicken Dengan So Good Ayam Potong

on
Selasa, 18 Juli 2017

Saat pulang kampung weekend kemarin, seperti biasa saya selalu mengagendakan untuk melepas rindu bereksperimen di dapur. Kenapa harus saat pulang kampung? Karna banyak sekali relawan untuk menjaga Faza selama saya masak. Hehe. Kalau di Semarang tenaga amat terbatas.

Tapi berhubung kepikiran mau masaknya mendadak -- hanya sesaat sebelum berangkat, jadi beli bahannya yang praktis tapi kualitas tetap terjamin. Kebetulan mas suami request pengen dimasakin ayam. Yasudah, berhenti di minimarket sebentar, beli So Good Ayam Potong. Selain kualitas terjamin dan bersertifikasi halal MUI, So Good Ayam Potong menawarkan pilihan bagian-bagian tertentu sesuai selera kami. Saya suka banget bagian paha ayam, sedangkan mas suami suka banget bagian dada. Pas banget di minimarket tersebut tersedia So Good Ayam Potong Dada dan Paha. Sippp, bungkus!

Sesampainya di rumah, saya galau itu ayam mau dimasak apa. Menu-menu semacam semur ayam, opor ayam, dan semacamnya rasanya masih belum hilang dari lidah karna terhidang selama beberapa hari saat lebaran. Maka saya mencari inspirasi resep olahan ayam yang beda. Aha, ketemulah resep menarik di justtryandtaste.com, yang kemudian saya rombak sesuai selera saya dan mas suami.

Yuk, langsung saya beberkan saja resepnya di sini :)

Resep Fire Chicken So Good

Bahan-bahan:
5 potong So Good Ayam Potong (2 Paha dan 3 Dada)
3 sdm tepung  terigu
2 sdm tepung maizena
1 sdm tepung tapioka
1/2 sdt garam
 1/2 sdt merica bubuk
1 butir telur

Cara membuat:

Keluarkan So Good ayam potong dari freezer. Ambil sesuai kebutuhan, dan tunggu sampai ia tidak beku lagi. Kenapa saat itu saya hanya memasak lima potong saja? Karna saat itu saya masih dalam tahap berkreasi dengan resep ini. Jadi masih belum yakin apakah rasanya akan pas di lidah saya dan mas suami, atau tidak. Hehe.
 

Setelah ayam lembek, cuci bersih dan tiriskan. Keringkan ayam yang sudah ditiriskan dengan tisu dapur, lalu baluri dengan garam dan merica bubuk.Tambahkan telur dan semua tepung, lalu aduk-aduk dengan tangan hingga merata.


Setelah itu, goreng ayam dalam minyak panas dengan api kecil hingga kuning keemasan. Agar ayamnya gak cepet lembek, usahakan saat menggoreng ayam tercelup semua ke dalam minyak, ya.

Kalau sudah selesai menggoreng ayamnya, tiriskan. Lalu mari membuat sausnya :)

Ohya, dalam resep asli, ada tepung beras dan baking powder yang saya skip.

Bahan saus:

2 siung bawang putih
5 buah cabe merah
2 buah cabe rawit
7 sdm saus sambal botolan
1 sdm kecap manis
2 sdm saus tiram
1 sdm gula pasir
1 sdm air jeruk nipis

Cara membuat saus:

Haluskan bawang putih, cabe merah dan cabe rawit. Lalu sisihkan. Dalam resep asli sebenarnya menggunakan cabe bubuk. Saya menggantinya dengan cabe segar karna kurang suka dengan rasa pedas yang dihasilkan cabe bubuk.

Langkah selanjutnya, panaskan wajan anti lengket. Masukkan saus sambal, bawang putih dan cabe yang sudah dihaluskan, kecap manis, saus tiram, gula pasir dan jeruk nipis (dalam resep asli memakai cuka, tapi saya menggantinya dengan jeruk nipis). Aduk-aduk hingga mendidih, lalu cicipi. Jika ada yang terasa kurang pas di lidah, tambahi sesuai selera.

Jika sudah pas, masukkan ayam yang sudah digoreng dan ditiriskan. Lalu aduk perlahan hingga seluruh permukaan ayam terbaluri dengan saus.

Taraaa, sudah jadiii deh, tinggal sajikan dan mari disantap :)

Kata mas suami, rasa Fire Chicken a la saya ini bisa disandingkan dengan menu di Djatilegi (salah satu restoran di Semarang). Saya gak tau sih itu jujur atau gombal. Hehe. Makanya, silahkan dicoba resepnya, dan kasih tau saya tentang pendapat kalian, ya =D

Sebagai catatan tambahan, bagi penggemar pedas kelas berat, takaran cabai dalam resep ini bisa dibilang kurang nendang. Saya sengaja membuatnya tidak terlalu pedas karna beberapa hari lalu perut saya baru saja bermasalah. Jadi cari aman dulu :)

Selamat mencoba ^_^

Yuk, ikuti lomba kreasi resep So Good yang diadakan oleh So Good bekerjasama dengan Blogger Perempuan. Untuk syarat dan ketentuan, silahkan meluncur ke sini, yaa :)

Mengatasi Anyang-anyangan Saat Hamil Dengan Prive Uri-Cran

on
Jumat, 30 Juni 2017
Sejak tahu bawa saya hamil, saya rajin sekali membaca artikel-artikel kesehatan yang berkaitan dengan kehamilan. Makanan apa saja yang baik untuk dikonsumsi, hal apa saja yang sebaiknya dihindari saat hamil, serta apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kehamilan.

Salah satu artikel yang dulu saya baca dan mendapat perhatian cukup besar dari saya adalah tentang bahaya Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada ibu hamil. Konon, perempuan lebih rentan terkena Infeksi Saluran Kemih karena saluran kencing pada wanita yang meneruskan urine dari kandung kemih ke bagian luar tubuh terletak dekat dengan anus. Kebiasaan membilas dari belakang ke depan setelah BAK dapat mengakibatkan bakteri dari usus besar, seperti E.coli, dapat keluar dari anus dan masuk ke saluran kencing. Bakteri inilah yang bisa menyebabkan infeksi kandung kemih yang jika tidak segera diobati juga dapat menginfeksi ginjal. Sedangkan jika seorang wanita hamil terkena infeksi saluran kemih, maka tidak hanya akan merugikan dirinya, melainkan juga akan membahayakan janin yang tengah dikandungnya.

Kenapa saya memberi perhatian cukup besar pada tema ini? Karena salah satu penyebab seseorang terkena infeksi saluran kemih adalah kurang minum air putih, sedangkan saya salah satu orang yang konsumsi air putihnya masih jauh dari cukup. Saya menyadari hal ini, tapi sulit untuk mengubah kebiasaan tersebut dalam waktu singkat.

Pada trimester satu hingga dua, saya berhasil memacu diri saya untuk banyak minum. Tapi pada trimester tiga, saya mulai lengah. Kondisi fisik yang sudah semakin kepayahan membuat saya mengabaikan banyak hal. Apalagi saat itu seluruh tubuh saya bengkak, terutama kaki. Jadilah untuk sekedar gerak mengambil air minum saja rasanya berat sekali. Kondisi tersebut diperparah ketika saya sering menahan keinginan buang air kecil saat malam hari.

Akibat dari kelalaian saya tersebut, puncaknya pada usia kehamilan tiga puluh delapan minggu. Tiba-tiba intensitas saya ke toilet menjadi sangat tidak wajar. Sering sekali. Bahkan sempat kurang dari dua menit sekali.

Bayangkan betapa tersiksanya harus sesering itu bolak-balik kamar mandi dengan kondisi kaki yang bengkak parah saat hamil :( Dan tidak cuma itu, saat BAK pun rasanya sakit sekali. Seperti ada yang meremas dengan amat kuat pada perut bagian bawah.

Saya sempat mengira sakit itu sebagai kontraksi menjelang melahirkan. Tapi setelah saya googling, ternyata yang saya alami saat itu merupakan salah satu gejala saya terserang Infeksi Saluran Kemih (ISK). Pikiran saya langsung kemana-mana. Mengingat Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu hal yang harus diwaspadai oleh ibu hamil. Apalagi saat itu belum lama tersiar berita tentang calon bayi artis Indra Bekti yang meninggal karena sang ibu terserang Infeksi Saluran Kemih. Hiks. Saya takut sekali.

Saya pun datang ke bidan dan bertanya apa solusinya. Bidan hanya menyarankan saya minum air putih sebanyak mungkin, dan jangan minum teh dulu. Saya yang biasanya minumnya sedikit, saat itu entah menghabiskan berapa puluh gelas dalam sehari. Perlahan sakit saat BAK agak berkurang, meskipun terhitung agak lama.

Singkat cerita, selang beberapa hari setelah anyang-anyangan, saya melahirkan. Dan setelah melahirkan, ternyata saya anyang-anyangan lagi :( Apa sebabnya? Saya parno membayangkan akan sakit sekali karna luka jahitan yang belum sembuh. Akhirnya saya jadi sering menahan pipis. Dan karna takut pipis, akhirnya saya jadi secara gak sadar mengurangi minum.

Waktu itu saya belum tau bahwa ada minuman yang bisa membantu mengobati anyang-anyangan. Belum lama ini saya tau, bahwa ternyata ada minuman bernama Prive Uri-Cran yang terbuat dari ekstrak buah cranberry yang berkhasiat untuk meredakan anyang-anyangan. Dulu saya takut meminum obat apapun saat anyang-anyangan, karna khawatir tidak baik untuk janin saya. Tapi Prive Uri-Cran ini aman dikonsumsi untuk ibu hamil dan menyusui sekalipun.


Saya berharap pengalaman anyang-anyangan yang amat sakit itu cukup membuat saya belajar untuk terus menjaga kesehatan. Tapi kalau suatu saat saya lengah, atau ada kerabat yang mengalami anyang-anyangan, paling tidak saya sudah tau harus merekomendasikan apa untuk membantu mereka. Prive Uri-Cran patut dicoba.

Meski saat ini tidak sedang mengalami anyang-anyangan, saya tetap sedia Prive Uri-Cran di rumah, sebagai pertolongan pertama jika sewaktu-waktu ada anggota keluarga yang mengalami anyang-anyangan. Apalagi kebiasaan saya yang sering lupa minum membuat saya berpotensi untuk kembali mengalaminya. Meski saya sama sekali tidak berharap itu terjadi.

Signature

Signature