Menikah Pada Bulan Ramadhan, Bolehkah?

on
Minggu, 18 Juni 2017
dokumentasi pribadi
Hari Senin minggu lalu, saya memposting foto sahabat terdekat saya yang baru saja usai menjalankan akad nikah. Di IG, di story whatsapp, display picture BBM, semua foto dia. Alay ya?

Karena apa?

Gak lain karena saya turut bahagia sekali melihat sahabat saya sejak SMP itu akhirnya melepaskan masa lajang. Setelah potongan kisah masa lalu yang begitu memilukan, dan setelah episode gontok-gontokan penentuan tanggal antara keluarganya dan keluarga calon suaminya =D

Beberapa hari sebelumnya, Nindhi (nama sahabat saya itu) sempat curhat tentang kegalaunnya menghadapi problem penentuan tanggal yang belum menemukan titik terang. Saat itu saya bilang, banyak-banyak berdoa. Semoga Allah melunakkan hati orangtuamu.

Kalau Allah sudah berkehendak dan berkata "Jadilah", maka jadilah. Qodarullah, selang beberapa malam, tiba-tiba Nindhi cerita lewat chatt whatsapp bahwa keluarga calonnya meminta akad nikah dilangsungkan pada tanggal 17 Ramadhan. Dan ajaibnya, orangtua Nindhi iya-iya aja. Padahala sebelumnya kekuh banget pakai hitungan jawa.

Hah, bulan Ramadhan menikah? Memangnya boleh?

Beberapa orang bertanya pada saya begitu ketika saya memposting foto nindhi. Bahkan gak terkecuali nindhi sendiri, saat keputusan itu masih berupa wacana. Ohya, sebelum nindhi, selang beberapa hari sebelumnya office boy di kantor saya juga menikah. Pernikahan yang membuat banyak orang kaget karna sama sekali gak ada yang tau sebelumnya.

Nah, menanggapi pertanyaan tentang bolehkah menikah pasa bulan Ramadhan tadi, dengan enteng saya jawab dengan bertanya balik, "Lha memangnya kenapa kok gak boleh?"

Mungkin memang belum lazim ya di budaya masyarakat kita untuk melangsungkan pernikahan saat bulan Ramadhan. Tapi setau saya, gak ada satu pun dasar yang melarang melangsungkan pernikahan saat Ramadhan. Mohon dikoreksi ya kalo salah.

Ya jauh lebih baik menyegerakan menikah meskipun bulan Ramadhan dong, daripada bulan Ramadhan malah kesana-kemari sama pasangan yang belum halal. Kalau sudah halal kan bebas mau ke mana saja. Termasuk hunting baju lebaran bareng. Hehe.

Ohya, meskipun menikah pada bulan Ramadhan sama sekali gak dilarang dalam Islam, tapi ada syarat dan ketentuan yang harus diingat sebelum melakukannya. Apa itu? Pastikan kamu mampu menahan syahwat hingga maghrib tiba.

Ini penting sekali. Yang sudah menikah pasti paham lah itu bukan hal mudah. Iya kan kan kan? Hehehe. Dan kalau sampai puasa batal karna gak mampu menahan syahwat, duh duh duh, berdosalah engkau=D Nah, kalau yakin bisa dan mampu, sudah siap semuanya, ya sudah hayuk aja segera disegerakan pernikahannya.

Selain itu, ada juga yang bertanya, terus gimana dong nanti tamu yang datang, masa' gak disuguhi apa-apa?

Kan bisa disiasati bikin acara tasyakurannya dengan mengadakan buka bersama. Atau kalaupun ternyata acaranya harus siang hari karna satu dan lain hal, bisa juga disiasati dengan memberi bingkisan makanan yang bisa awet hingga waktu berbuka tiba. Entah kue atau lauk.

Atau bisa juga seperti acaranya Nindhi. Jadi kemarin itu dia benar-benar cuma akad nikah di KUA. Nah, resepsinya Insya Allah bulan September. Yang paling penting halalnya dulu, kan?

Jadi, adakah yang berniat menikah pada bulan Ramadhan, tapi urung karna mengira menikah pada bulan Ramadhan itu gak boleh? Mulai sekarang gak perlu ragu lagi ya, kalau memang sudah siap segalanya.

Sekali lagi, menikah pada bulan Ramadhan itu boleh, hanya saja syarat dan ketentuan berlaku. Menikahnya monggo, tapi apa yang dihalalkan setelah menikah itu yang nanti dulu =D

Membeli Masalah Dengan Sedekah

on
Kamis, 15 Juni 2017

Bismillahirrahmanirrahim,
Apa yang saya ceritakan dalam tulisan ini, Insya Allah semata karna ingin berbagi hikmah.

Kita pasti sudah sering sekali mendengar tentang manfaat sedekah. Ratusan buku dan ribuan artikel mengulas tentang ini. Apalagi ada salah satu Ustadz yang sempat mengkhususkan diri untuk berdakwah soal sedekah ini. Siapa lagi kalau bukan Ustadz Yusuf Mansur.

Tapi... kita-kita ini, meskipun sudah tau ilmunya, sudah khatam teorinya, tetap saja suka maju-mundur kalau disuruh praktek. Atau jangan-jangan cuma saya yang kayak gini? =D

Iya, meski sudah tau bahwa salah satu manfaat sedekah adalah membantu kita keluar dari berbagai masalah tetap aja sedekahnya hitung-hitungan. Mau dapet jodoh, sedekah dua rebu rupiah. Beuh, sama dong dengan tarif toilet *eh*.

Meskipun yaaa... Allah pastilah gak hitung-hitungan seperti ini. Tapi cek deh Qur'an Surah Ali Imran ayat 92:

Kamu tidak akan memperoleh kebajikan sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui

Em, Anyway... saya yakin kebanyakan dari kita sudah khatam teorinya. Sekarang saya mau cerita tentang pengalaman pribadi saya. Sekali lagi, Insya Allah niat saya karna ingin berbagi hikmah.

Jadi, sekitar dua bulan lalu hidup saya penuh dengan kegalauan. Wkwkwk. Sudahlah babyblues masih bertubi-tubi menyerang, pikiran saya juga dibuat gak tenang oleh beberapa hal.

Salah satunya tentang gimana nanti Faza ketika saya sudah masuk kerja. Saya, mas suami, bahkan bapak-ibu mertua pun sama sekali gak ada bayangan dan referensi siapa yang akan kami percayai untuk menemani Faza nanti. Sedangkan kalau resign, sungguh saya belum siap :(

Saat sedang berbagi rasa dengan mas suami, beliau meminta saya tetap tenang dan yakin. Yakin bahwa Allah pasti akan menolong. Saya yang imannya masih cetek langsung ngeyel lah!

"Waktunya tinggal sebulan dan kita sama sekali belum ada bayangan mas, gimana aku bisa tenaaaaang??!!" *drama queen mode: ON*

Tapi lain waktu saat saya sedang agak waras, tiba-tiba saya ingat cerita salah satu teman blogger -- Mbak Esti Sulistyawan. Beliau pernah cerita, saat menjelang masuk kerja setelah cuti melahirkan, beiau juga galau sekali karna belum mendapat pengasuh untuk putri cantiknya. Karna Mbak Esti merasa sudah gak mampu mencari jalan keluar sendiri, akhirnya beliau meminta bantuan Allah dengan cara menyedekahkan beberapa bagian (saya lupa persisnya berapa bagian) gajinya. Dan qodarullah, gak lama setelahnya Mbak Esti mendapat mbak pengasuh untuk putrinya.

Nah, saya cerita itu sama mas suami. Tapi ya udah, cerita aja. Gak terus bilang, "Ayo mas, sedekah!" =D Padahal katanya yakin sama manfaat sedekah. Tapi yang di otak isinya ngitung terus. Kalo disedekahin segini, nanti tinggal segini, dan seterusnya -___-

Beberapa hari kemudian, dapet konfirmasi bonus tahunan dari kantor cair, YEAY! Saya sama mas suami kan sekantor, jadi dapetnya dua ya. Segerrr. Haha.

Eh pas mas suami pulang ke Jepara (waktu cuti melahirkan kami LDR-an Jepara-Semarang), beliau bilang bahwa beliau akan menyedekahkan seluruh bonus tahunan bagiannya. Sembari berdoa agar kami diberi kemudahan dalam menemukan 'teman' yang baik untuk Faza kalau nanti saya sudah masuk kerja.

Gimana perasaan saya waktu itu?

Terenyuh. Masya Allah, suamikuuu.

Tapi di sisi lain tetap ada perasaan semacam: Hah, semua??? Aduh, harusnya sebagian aja, atau seperempat aja. Kan lumayan sisanya bisa buat ini itu -____-

Iya, saya gak muna, sempat ada perasaan seperti itu. Meski saya cepat-cepat berusaha memungkiri.

Selang semingguan (kalau gak salah), mas suami yang -- saat itu ada di Semarang -- telfon. Ia mengabarkan sesuatu yang membuat saya menyesal karna sempat menyayangkan keputusan beliau soal sedekahnya.

Mas suami cerita, ibu mertua saya baru saja ngobrol dengan tetangga depan rumah -- sebut saja Bu Heri. Bu Heri bercerita, bahwa cucunya yang saat ini ditemani oleh Mbak Hana ketika ibunya kerja, rencananya akan ditemani oleh Bu Heri sendiri mulai bulan depan. Jadi mulai bulan depan Mbak Hana sudah lepas kontrak dengan anaknya Bu Heri.

Allahu Akbar!

Saya merinding. Pasalnya, hampir gak ada bayangan skenario seperti ini dalam benak kami sebelumnya. Jujur, Mbak Hana adalah orang yang dari awal kami 'incar'. Karena beliau juga lah yang menemani keponakan pertama mas suami dari bayi hingga umur dua tahun. Jadi track record Insya Allah kami sudah paham betul. Orangnya sangat telaten dan lembut. Tapi apa daya ketika beliau sudah dikontrak oleh tetangga depan rumah kami saat saya masih hamil 7 bulan.

Siapa sangka Mbak Hana dilepaskan tepat ketika kami butuh. Subhanallah walhamdulillah :') Saya dan mas suami menangis seketika saat itu.

See? Padahal mas suami baru sekedar bertekad untuk sedekah. Belum benar-benar mengeluarkan sedekah. Tapi kemudahan kontan Allah berikan jalan keluarnya.

Tapi di atas semua itu, ini semata-mata pastilah karna rahmat dan pertolongan Allah untuk kami. Sama sekali bukan karna kebaikan kami.

Sekali lagi, cerita saya ini semata-mata karna ingin mengingatkan diri saya pribadi agar tak sungkan bersedekah, sembari berharap cerita ini membawa manfaat bagi orang lain yang membaca.

Mari membeli masalah dengan sedekah :)

5 HP Android Terjangkau Dengan Fitur Oke

on
Kamis, 01 Juni 2017

Sebulanan terakhir ini mas suami galau. HP androidnya mulai sering error. Bahkan minggu lalu ia sampai harus reset factory dan mem-back up semua data yang ada di HP androidnya. Ia beberapa kali mengutarakan keinginan untuk ganti HP baru. Saya sih monggo saja. Tapi beliaunya masih maju-mundur.
 
Pengeluaran sedang cukup banyak. Belum lagi sekarang ada si kecil. Beli HP gak lagi se-enteng dulu. Gimana ya, pengeluaran diapers terus menghantui =D
 
Tapi gak bisa dipungkiri, HP Android sekarang bukan lagi sekedar untuk gaya-gayaan, melainkan sudah menjadi kebutuhan. Sebagian pekerjaan, membutuhkan HP android sebagai pendukung. Jadi kalau memang sudah semakin parah error-nya, ya mau gak mau harus menganggarkan untuk beli.
 
Saya dan mas suami sudah mulai membuat list pilihan HP android apa yang akan mas suami beli. Berdasarkan referensi harga dari MatahariMall, kami membuat list HP Android dengan harga terjangkau tapi memiliki fitur yang oke punya. Dan berikut 5 HP Android terjangkau dengan fitur oke yang sudah kami bikin daftarnya untuk dipertimbangkan lebih lanjut:
 
1.  Vivo Y55s. harganya dua juta lebih sedikit. Vivo Y55s Mengusung  processor Octa-core  1.4 GHz  chipset Qualcomm dengan ram 2GB dan 16GB penyimpanan internal. Kameranya 13 Mp untuk belakang dan 5 Mp untuk depan dengan OS Android OS v6.0 (Marshmallow).  Koneksi Dual SIM  4G LTE Cat4 150/50 Mbps,  Wi-Fi, Hotspot, GPS navigasi, Browser dan media transfer data Bluetooth serta microUSB yang didukung dengan battrei Li-Ion 2730 mAh. 
 
2.  OPPO A37 Neo merupakan HP cantik dengan kamera belakang 8 Mp, dengan fitur  Ultra-HD, dan kamera depan sebesar 5 Mp. Oppo A37 didukung ram 2GB dan memori internal 16GB. Ukuran layarnya sebesar 5 inci  Corning Gorilla Glass, jaringan 4G LTE, Wi-Fi, Hotspot, GPS navigasi, Browser dan media transfer data Bluetooth serta microUSB yang didukung dengan battrei Li-Ion 2730 mAh. Dengan fitur se-oke itu, harga Oppo A37 di MatahariMall gak lebih dari dua juta rupiah.
 
3.  Maizu M5. Dengan Layar 5,2" Resolusi HD,  layar lengkung 2,5 D, dan menggunakan Processor 64 Bit dengan kecepatan 1,5 Ghz Octa core. Ram 2Gb dan Internal 16Gb MMC up to 256Gb. Finger Print M-Touch dan M-Back kecepatan buka 0,2 Detik. Baterainya tahan Lama  sebesar 3070Mah, sedangkan kameranya 13Mp rear Sensor Cmos dan 5Mp untuk kamera depan. Harganya juga dibawah dua juta.
 
4.  Asus Zenfone Selfie ZD551KL. Kamera depannya PixelMaster 2.0 resolusi 13 MP. Kedua kameranya dirancang dengan lensa Largan 5 prisma dan sensor Toshiba, serta teknologi dua LED Real ToneFlash. Dapur pacunya menggunakan prosesor Octa-core 64-bit Qualcomm Snapdragon 615, RAM sebesar 3 GB, sistem operasi Android v5.0 Lollipop. Penggunaan teknologi 4G/LTE pada kedua sim dan konektivitas laiannya seperti WiFi 802.11ac, Bluetooth v4.0 atau USB. HP ini sepertinya dirancang khusus untuk yang hobi selfie, ya.
 
5. Lenovo  Vibe K5 Plus. Ponsel ini menggunakan processor Octa Core berkecepatan Quad-core 1.5 GHz Cortex-A5 dan quad-core 1.2 GHz Cortex-A53. Grafis Adreno 405 dan 3GB Ram. Memori internal sebesar 16GB dan dapat diperluas dengan menggunakan MMC mencapai 32GB. Sistem operasi Android Lollipop 5.1 dan baterai berkapasitas 2.750 mah.
 
Semua spesifikasi di atas adalah hasil dari belajarnya mas suami selama beberapa hari. Ya begitulah beliau, kalau mau beli sesuatu, dipelajari secara detail dulu sebelumnya. Termasuk saat hendak membeli HP Android. Gak seperti saya yang cenderung asal tampilannya bagus. Hehe.
 
Dari lima pilihan HP Android tersebut manakah yang akhirnya dipilih mas suami? Sampai saat ini masih jadi rahasia ilahi =D Ngumpulin duitnya dulu, semoga ada rizki. Yang penting sudah ada bayangan HP Android apa yang akan dibeli, dan yang paling penting sudah ada bayangan harganya.

5 Tempat di Bandung Yang Ingin Saya Kunjungi

on
Sabtu, 27 Mei 2017
Saat istilah 'kurang piknik' hits, saya adalah salah satu orang yang cukup merasa tersindir. Soalnya istilah itu sangat mencerminkan diri saya. Tapi dalam arti yang sebenar-benarnya. Jadi bukan gara-gara saya suntuk di rumah, sering uring-uringan, atau iri dengki sama orang lain lalu saya jadi menyimpulkan bahwa diri ini kurang piknik =D

Iya, saya jaraaaang banget piknik. Piknik itu seringnya ya saat ada agenda piknik sekolah. Itupun paling jogja lagi jogja lagi, hadehh. Lha sekarang udah gak sekolah gimana dong -___-.

Sedangkan piknik kantor, entah kenapa kebetulan belum jadi rizki saya. Waktu ada agenda piknik tahun lalu, harinya udah deket banget dengan tanggal nikah saya. Jelas ibu saya tegas gak ijinin berangkat. Tahun ini ada piknik lagi, eeehhh saya lagi cuti melahirkan. Hiks.

Emang gak punya agenda piknik rutin bareng keluarga? Gak ada. Mending duitnya buat bayar listrik dan beli lauk lah.

Impiannya, setelah menikah bisa piknik ke sana-sini bareng suami ke tempat-tempat romantis. Waktu itu pengennya ke Bandung. Iya, Bandung itu kota tujuan yang saya idam-idamkan untuk piknik. Tapi mimpi tinggallah mimpi. Gak lama setelah nikah, bulan Ramadhan datang. Kan hampir gak mungkin kami piknik saat lagi puasa. Setelah Ramadhan usai, eh lha kok ada dua garis merah di test pack. Alhamdulillah =D

Yasudah, sampai saat ini, saya harus menerima kenyataan bahwa destinasi piknik saya masih berkutat di Indomaret-Alfamart aja. Dan Bandung, masih tetap menjadi sekedar mimpi. Mimpi yang akan tetap saya jaga. Siapa tau nanti bisa kesampaian pas Faza sudah bisa diajak jalan-jalan :)

Nah, karena merupakan impian sejak lama, tentu saja saya sudah punya whishlist tempat yang ingin saya kunjungi saat bisa ke Bandung nanti.

1. Kawah Putih

Setiap melihat foto Kawah Putih, saya selalu terpesona. Kesannya romantis sekali :') Makanya pengen banget bisa ke sana. Penasaran, apakah benar-benar seindah yang sering saya lihat di foto-foto
2. Perkebunan Strawberry Ciwidey

Saya suka sekali  melihat pemandangan hijau yang menghampar. Selama ini pemandangan hijau yang sering saya nikmati paling hanya padi. Pengen sekali bisa melihat hamparan perkebunan strawberry di Ciwidey yang terlihat indah dan sejuk. Apalagi kalau bisa sambil memetik strawberry lalu mencicipinya. Hihi.

3. Boscha

Waktu kecil saya mengidolakan penyanyi cilik Sherina. Film Petualangan Sherina entah berapa puluh kali saya tonton. Hampir setiap potong adegannya masih saya ingat dengan baik, dan banyak kesan yang tertinggal. Salah satunya saat Sadam dan Sherina sedang ngumpet di sebuah bangunan bernama Boscha.

Sejak saat itu hingga sekarang, saya masih penasaran sekali ingin bisa mengunjungi Boscha :(
4. Pesantren Daarut Tauhid

Saya bukan penggemar berat Aa' Gym. Tapi saya simpatik pada beliau. Nasehat-nasehatnya yang lembut dan bersahaja selalu bisa membuat hati saya bergetar. Gak cuma Aa' Gym, saya juga paling hobi ngintip akun instagram beberapa putri beliau. Hehe.

Gak tau kenapa, setiap mendengar nama kota Bandung disebut, salah satu tempat yang segera terlintas adalah Pesantren Daarut Tauhid. Saya gak punya alasan spesifik kenapa ingin sekali bisa berkunjung ke sana.
5. Rumahnya Mbak Rohma Mauhibah

Mbak Rohma Mauhibah adalah seorang penulis buku ajar Matematika asli kota Jepara yang kini tinggal di Bandung bersama sumi dan anaknya. Kami saling mengenal melalui Facebook, lalu beberapa kali bertemu saat beliau masih tinggal di Jepara. Saat itu suaminya masih di negeri seberang untuk belajar.

Sudah lama sekali kami gak ketemu. Paling hanya saling menyapa lewat Facebook. Nah, konon rumahnya Mbak Rohma ini gak jauh dari Pesantren Daarut Tauhid. Jadi bisa sekalian ya :)

Saya gak tau kapan 5 Tempat di Bandung itu bisa benar-benar saya bisa saya kunjungi. Tapi gak ada salahnya tetap menyimpan mimpi. Katanya hidup berawal dari mimpi. Siapa tau ada seorang dermawan yang baca tulisan saya ini, lalu dengan baik hatinya memberikan tiket plus akomodasi gratis buat saya sekeluarga untuk liburan ke Bandung. Ahahaha. Berkhayal belum dilarang, kan? =P

Soal tiket dan akomodasi, seorang teman yang hobi traveling sempat mengeluh pada saya. dia mengeluh karna hunting tiket dan hotelnya gak bisa sekalian dalam satu paket, harus terpisah. Padahal dia kerja kantoran. Sampai pernah diomelin pak bosnya pas ketahuan gak kerja malah sibuk searching. Gara-garanya waktu itu dia udah beres booking tiket, tapi belum nemu hotel. Haha.

Eh kebetulan beberapa hari lalu ada teman lain yang cerita. Sekarang, melalui Traveloka kita bisa memesan tiket sekaligus hotel dalam satu paket. Jadi gak perlu cari-cari secara terpisah. Otomatis jadi lebih simpel dan hemat waktu, ya.



Lebih senangnya lagi, saat membayar totalnya ternyata jauh lebih hemat jika dibandingkan dengan jika memesan tiket dan hotel secara terpisah. Dia bilang, lumayan sekali selisihnya bisa buat tambahan wisata kuliner.

Huhu, jadi makin baper lah. Kapan diri ini bisa piknik, Tuhan? Hiks.

Tapi yasudahlah, semua akan piknik pada waktunya. Yang penting sekarang sudah tau dulu kalau mau booking tiket dan hotel harus ke mana :)

Review Mesin Cuci Polytron Zeromatic Ruby

on
Minggu, 14 Mei 2017
Sebelum menikah, (calon) suami bilang bahwa barang elektronik pertama yang akan ia beli setelah menikah adalah mesin cuci. Romantis sekali menurut saya. Ia gak ingin istrinya capek nyuci. Hihi.

Keinginan tersebut benar-benar ia wujudkan. Di bulan keempat pernikahan, akhirnya kami membeli mesin cuci. Dan mesin cuci yang kami beli ada Polytron Zeromatic Ruby.



Kami, lebih tepatnya mas suami, gak asal menjatuhkan pilihan saat itu. Ada berbagai pertimbangan yang mendasarinya.

Pertimbangan utama kami sampai akhirnya memilih Polytron Zeromatic adalah karena Polytron Zeromatic memiliki teknologi zeropressure sehingga bisa tetap lancar digunakan meski tekanan air yang sangat kecil.

Jadi begini maksudnya. Kebanyakan mesin cuci satu tabung lainnya, sangat bergantung pada lancarnya tekanan air. Jika tekanan air kecil dan sampai batas waktu yang ditentukan mesin, air belum juga mencapai batas yang dibutuhkan, maka mesin gak akan bisa berjalan alias akan terjadi error.

Nah, Polytron Zeromatic ini punya kelebihan sabar menanti air mencapai batas yang dibutuhkan, meski tekanan airnya kecil. Kenapa ini menjadi pertimbangan utama kami saat itu? Karena kami (saat itu) tinggal di rumah kontrakan yang air artetisnya gak terduga -- kadang kecil sekali, kadang besar.

Kapasitas tabung Polytron Zeromatic Ruby 8,5 Kg, dan mampu menimbang sendiri beban yang dimasukkan. Jadi ketika kita memasukkan terlalu banyak baju, otomatis si mesin akan memberikan alarm peringatan. Kapasitas air juga bisa diatur sesuai sedikit atau banyaknya jumlah pakaian yang akan dicuci. Meskipun jika dibanding mesin cuci front loading tetap saja mesin cuci Polytron Zeromatic ini terhitung lebih boros air.


Polytron Zeromatic Ruby ini juga memiliki teknologi Centrifugal Softening System yang mengatur pemisahan antara detergen dan softener, sehingga gak akan tercampur satu sama lain.

Satu lagi kelebihan dari Polytron Zeromatic Ruby ini, jika di tengah proses mencuci tiba-tiba listrik padam, maka secara otomatis ia akan melanjutkan proses pencuciannya saat listrik telah menyala, tanpa mengulangi dari awal (auto-resume). Jadi gak perlu kuatir saat PLN sedang labil. Hehe. Dayanya gak lebih dari 400 Watt, jadi cukup bersahabat dengan kondisi naiknya tarif listrik saat ini.

Mesin cuci ini juga dilengkapi dengan beberapa pilihan fitur pencucian. Seperti untuk mencuci batik, selimut, jeans atau super clean. Ohya, kekurangan yang perlu diingat saat memilih mesin cuci top loading adalah cenderung lebih merusak baju karna putarannya yang amat kuat.


Polytron Zeromatic Ruby terdiri dari tiga pilihan warna, yaitu silver, black dan maroon. Nah, dulu waktu beli, kami pengen pilih warna maroon. Ternyata kata tokonya maroon sedang kosong. Ya sudah akhirnya kami pilih silver. Eh surprise sekali ketika barang diantarkan dan kardus kami buka, ternyata kami dikasih warna maroon =D

Overall, kami puas sekali dengan mesin cuci Polytron Zeromatic Ruby ini. Meski awalnya banyak yang meragukan pilihan kami ini, mengingat Polytron merupakan produk made in Indonesia. Sejauh ini, mesin cuci kami baru pernah error sekali gara-gara kami memforsirnya, dalam sehari nyuci sampai lebih dari 3 ronde. Hehe.

Soal harga gimana? Gak lebih dari tiga juta kok :) Cocok sekali lah pokoknya untuk pasangan muda yang baru saja menikah dan masih menata pondasi keuangan seperti kami ini.

Resep Cheese Cake Lumer Oreo

on
Kamis, 27 April 2017
Siapa yang suka mainan Instagram?

Sayaaaa!!!

Kalian mainan instagram seringnya ngapain aja sih?

Sekedar posting foto-foto narsis? Saya sih enggak, soale gak photogenic, jadi jarang foto narsis. Haha.

Mantengin akun instagram gosip macam lambe apalah itu? BIG NO lah kalau ini. Follow juga enggak. Urusan gosip saya tetep lebih suka nonton infotainment. Bhuahahahaha.

Mantengin akun instagram artis? Kadang-kadang iya.

Nge-endorse? Yah, followers juga baru beberapa biji -_-

Terus yang paling sering ngapain dong?

Mantengin akun instagram yang isinya resep-resep masakan!

Hihi. Bagi saya, melihat berbagai foto makanan nan menggiurkan itu bagaikan piknik. Meski yah kadang terasa bagai cobaan juga. Karna pastilah jadi pengen nyicip.

Kalau pas nemu resep yang bahan-bahannya simpel dan cara masaknya gak ribet, kadang saya suka gatel pengen coba praktek.

Salah satu makanan yang sempat hits sekali di instagram adalah cheese cake lumer oreo. Duh duh, tampilannya menggoda banget, dan cara bikinnya menurut saya lumayan gampang.

Setelah sekian lama tertunda dengan berbagai alasan, Alhamdulillah akhirnya kemarin berhasil menuntaskan rasa penasaran untuk bikin cheese cake lumer oreo. Terima kasih untuk Mas Suami yang bersedia belanjain bahan-bahannya :v

Dan, taraaaa.... inilah karya saya:


Tadinya gak berniat menuliskan resepnya di blog sih. Yah soalnya kan di instagram udah buanyaaak. Tapi berhubung ada beberapa orang yang minta resepnya ke saya, yaudahlah ditulis aja. Sekalian biar blog ini ada isinya :(

Ini nih resepnya:

Bahan:

-Biskuit oreo, saya lupa yang isi berapa. Yang jelas yang ukuran tanggung. Tergantung juga sih mau bikinnya seberapa banyak.
-250ml Susu Ultra putih
-3 sdm tepung maizena
-2 sdm gula putih
- keju kraft tanggung (lupa yang berapa gram kemarin, hihi)

Cara buat:

-Pisahkan biskuit oreo dengan krim putih yang ada di tengah, lalu hancurkan

-Campurkan susu, gula putih, krim putihnya oreo dan parutan keju. Lalu masak hingga mendidih sambil diaduk-aduk. Setelah mendidih, masukkan tepung maizena yang sudah diencerkan dengan sedikit air. Aduk hingga mengental dan mendidih lagi.

-Susun di gelas secara bergantian antara remahan oreo dan krim cheesenya. Beri toping parutan keju dan sisa remahan oreo.

-Masukkan ke kulkas sebelum dinikmati

Udah gitu doang =D

Gampang, kan? Yaiyalah, kalau susah gak mungkin saya niat banget bikin. Karna sekarang sudah ada krucil yanh sewaktu-waktu meminta saya mengASIhinya. Hehe.

Rasanya? Yummyyy... bener-bener lumer dan cheese sekali. Cocok banget buat penggemar keju.

Yuk, monggo dipraktekkan weekend nanti :)

Bicara ASI, Bicara Rizki

on
Kamis, 23 Maret 2017
Momen penting yang paling ditunggu-tunggu melahirkan adalah momen menyusui. Saya rasa, hampir semua ibu yang sehat jiwa raganya pasti ingin bisa memberikan yang terbaik untuk anaknya dengan menyusui. Tak terkecuali saya.

Sejak awal kehamilan, saya selalu yakin bahwa ASI saya akan sangat lancar bahkan berlebih seketika setelah melahirkan. Saya berkeyakinan seperti itu karna pernah mendengar seorang teman bercerita bahwa ASI-nya sedikit lantaran faktor keturunan. Ia punya kakak perempuan yang ASI-nya juga sedikit. Nah, sedangkan kakak perempuan saya ASI-Anya sangat lancar, bahkan berlebih.

Apa salah keyakinan saya tersebut? Sama sekali tidak. Justru keyakinan positif konon juga salah satu faktor penentu.

Sayangnya, keyakinan bahwa ASI saya akan langsung lancar setelah melahirkan itu perlahan menjelma kesombongan, tanpa saya sadari.

Saat melihat teman minum jamu dan ASI booster, saya sesumbar. Nanti saya gak akan minum jamu (karna gak doyan), dan tanpa jamu ASI saya sudah lancar. Saat suami mengingatkan untuk makan macam-macam sayur dan kacang-kacangan yang baik untuk pelancar ASI saat masih hamil, saya jumawa. Dulu mbak saya gak perlu makan macam-macam juga ASI-nya tetap lancar jaya.

Saya lupa. Bahwa ASI merupakan bagian dari rizki. Dimana rizki, adakalanya ada yang Allah berikan kemudahan tanpa usaha berarti. Ada pula yang setelah berlelah-lelah berusaha baru diberi. Ada juga yang mengerahkan segala upaya, tetap tidak dikehendaki untuk memiliki.

Iya, saya sempat melupakan itu. Lalu Allah mengingatkan saya.

Sesaat setelah melahirkan, saya diminta menyusui. ASI saya belum keluar, tapi para bidan membesarkan hati saya. Gak apa-apa, wajar, disusukan saja, pasti akan segera keluar.

Esok hari, ASI saya tetap belum keluar. Alhamdulillahnya, bayi saya sama sekali gak rewel. Namun ibu saya mulai resah. Beliau menanyakan apakah sudah ada beberapa tanda-tanda pada payudara yang saya rasakan, sebagai tanda ASI akan segera keluar? Saya jawab belum. Saya gak merasakan apa-apa. Masih tetap seperti biasanya. Lagi-lagi para bidan di Puskesmas tempat saya melahirkan membesarkan hati saya. Gak masalah, bayi bisa bertahan tiga hari tanpa asupan apapun, karna masih punya cadangan dari dalam. Menguatkan saya untuk tidak memberikan susu formula. Saya kembali optimis.

Sekembalinya ke rumah, malam kedua bayi saya mencecap kehidupan dunia, ia mulai menunjukkan tanda-tanda lapar. Bangun setiap satu jam sekali. Terus saya susui, meskipun gak setetespun ASI keluar.

Esok harinya, orang-orang disekitaran mulai mengintimidasi. Kasihan. Tubuhnya mulai kuning. Dan lain sebagainya. Hati saya seperti diiris. Perih sekali melihat sorot mata bayi saya yang sayu. Lalu pertahanan saya jebol. Dengan berlinang airmata saya minta suami saya berangkat membeli susu formula.

Hari berganti hari, ASI saya masih tak kunjung keluar. Lalu perlahan saya tak lagi menyesali keputusan memberikan susu formula pada anak saya. Mau gimana lagi? Apa iya lebih baik membiarkan bayi saya kelaparan daripada memberinya susu formula?

Harusnya tetap disusukan saja terus agar terangsang.

Sudah selalu. Meski belum ada ASI-nya, saya tetap keras kepala meminta bayi saya menyusu.

Harusnya cari donor ASI.

Saya hidup di desa. Opsi ini terlalu sulit saya ambil.

Meski gak menyesal memberikan susu formula, tetap saja naluri saya sebagai seorang ibu tercabik. Saya sempat merasa bagai remah rengginang yang gak ada artinya. Saya sempat merasa 'cacat' sebagai seorang ibu.

Saya sempat mencari tahu apa sebab ASI saya sebegitu seret. Setelah melahirkan, saya anemia parah. Dua kali pingsan. Bahkan setelah sehari semalam, saya baru kuat berdiri, itupun sambil didampingi. Nafas saya masih sering sesak saat berjalan. Dan ternyata, melalui browsing saya menemukan penjelasan bahwa anemia dapat menghambat produksi ASI.

Berbagai usaha terus saya lakukan. Sekali lagi, ASI merupakan salah satu bentuk rizki. Dan saya percaya, rizki juga harus diusahakan. Masalah bagaimana nanti hasilnya, barulah bukan urusan kita.

Mengobati anemia dengan makan makanan bergizi dan minum obat adalah langkah pertama. Makan makanan yang konon melancarkan ASI adalah langkah kedua. Lalu langkah ketiganya, saya memutuskan untuk menggenapkan ikhtiar dengan membeli ASI Booster Tea.

Sunber: FB Pejuang ASI II
Di hari ke-9 usia bayi saya, ASI Booster Tea yang saya order datang. Di hari ke-10, payudara saya mulai terasa kencang, dan konsumsi susu formula di hari itu jauh lebih sedikit dari biasanya. Di hari ke-11, saya memutuskan untuk 'mencoba' menghentikan pemberian sufor, sambil menghitung berapa kali bayi saya BAK dalam 24 jam. Konon, tanda ASI cukup adalah saat bayi BAK 6 kali dalam 24 jam. Dan hari itu, bayi saya BAK sebanyak 8 kali (pagi hingga jam 8 malam. Yang setelahnya gak ketahuan karna saya pakaikan diapers).

Kalau dulu saya sesumbar gak akan minum jamu karna gak doyan, hari ini saya sudah lupa. Ternyata demi anak, lidah saya bersedia berdamai. Ya, ASI Booster Tea rasanya seperti jamu. Jujur saja gak enak. Kalau baunya seperti rempah-rempah, sedap. Tapi percayalah, naluri keibuan ternyata mampu membuat kita mengabaikan rasa yang gak enak itu. Saya biasa membuatnya di pagi hari. Dua sendok ASI Booster Tea, direbus dengan 750 ml air, selama 39 menit dengan api kecil. Lalu membaginya menjadi 3 bagian untuk diminum pagi, siang dan malam hari.

Alhamdulillah. Saya berucap syukur. Hati saya bersorak. Akhirnya Allah karuniakan rizki ASI pada saya setelah serangkaian usaha. Meskipun mungkin gak seberlimpah ASI para ibu yang lain, saya akan tetap mensyukurinya, agar Allah berkenan terus menambahnya. Aamiin.

Signature

Signature