Review Scarlett Whitening: Body Scrub, Brightening Shower Scrub, Fragrance Brightening Body Lotion

on
Sabtu, 21 November 2020

Siapa hari ini yang nggak tau Scarlett Whitening? Sepetinya hanya kakek dan nenek yang nggak memakai internet sama sekali dalam kesehariannya -- saking hits-nya Scarlett Whitening.

 

Semakin bertambahnya usia, kulit seseorang biasanya akan cenderung mengalami perubahan. Bukan hanya soal tampilan, misalnya mulai muncul kerutan, tapi juga soal kondisi kulit. Saya pribadi, semakin hari merasa kulit tubuh saya semakin kering. Sedihnya, saat kering pasti akan disertai rasa gatal, dan kadang sampai mengelupas.

 

Hal itu membuat saya jadi tergugah untuk mulai memperhatikan kondisi kulit tubuh saya. Setelah selama ini terlalu fokus memperbaiki kondisi kulit wajah. Maka, saat melihat betapa hitsnya Scarlett Whitening di dunia maya, saya nggak bisa untuk nggak tertarik mencoba beberapa produknya.

 

Oh ya, disclaimer dulu. Akhir-akhir ini, banyak sekali bermunculan produk-produk berlabel 'whitening' alias pemutih nggak jelas instagram dan berbagai media sosial lainnya. Please, hati-hati ya. Karena efeknya bisa bahaya sekali untuk kulit. Sebelum mencoba Scarlett Whitening, jujur saja saya sempat mencari tahu dulu, apakah produk ini aman atau nggak. Dan, Thank God, semua produk Scarlett Whitening sudah teregistrasi BPOM, jadi aman dan bukan termasuk produk abal-abal yang banyak bermunculan itu. Selain itu, semua produk Scarlet Whitening juga berlabel 'No Tested on Animals'

 




Produk Scarlett Whitening yang saya coba ada tiga jenis. Yaitu, Body Scrub, Brightening Shower Scrub dan Fragrance Brigtening Body Lotion. Packing-nya oke banget. Produk dikemas dengan box exclusive yang reuseable dan dilengkapi buble wrap yang membuat produk aman, selain itu semua produk tersegel dengan rapi. 


Saya akan cerita pengalaman memakai ketiga produk itu satu per satu ya. Karena banyak banget yang tanya ke saya langsung tentang Scarlett ini.


Scarlett Body Scrub

 


 Saat akhir pekan dan punya sedikit waktu luang yang lebih banyak dari biasanya, saya berusaha menyempatkan diri untuk scrubing badan. Karena setelah sepekan beraktivitas di luar, sudah pasti banyak tumpukan sel kulit mati yang harus diangkat, alias eksfoliasi. Jadi nggak cuma kulit wajah ya yang harus dieksfoliasi. Kulit badan pun perlu, karena kalau tidak, sudah pasti kulit kita akan semakin tampak kusam.


Scarlett memiliki dua varian Body Scrub, yaitu varian Pomegrante dan varian Romansa. Yang saya coba kali ini adalah varian Romansa. Scarlett Body Scrub romansa ini mengandung Glutathione dan vitamin E.

 

Apa sih itu Glutathione?

 

Glutathione merupakan salah satu zat anti-oksidan dan memiliki efek antimelanogenesis, yaitu melawan pembentukan pigmen melanin sebagai pemberi warna kulit (dikutip dari klikdokter.com).

 

Sedangkan Vitamin E sendiri memiliki banyak sekali manfaat untuk kulit. Di antaranya yaitu, melembabkan kulit, mencegah penuaan dini, dll. 

 



 

Scarlett Body Scrub memiliki tekstur krim yang kental dan mengandung banyak butiran scrub yang cukup lembut, tapi sudah sangat cukup untuk mengangkat sel kulit mati. Cara pakainya sangat mudah. Cukup dibalurkan ke seluruh tubuh, atau ke bagian-bagian tubuh yang ingin di scrubing, diamkan selama 2-3 menit, lalu gosok secara perlahan. Setelah digosok beberapa saat, bilas dengan air bersih.

 

Rasanya? Saya takjub saat membelai kulti saya sendiri. Hihi. Lembut sekali!

 

Apalagi aromanya yang harum, membuat mood jadi semakin bagus. Beneran cocok untuk mengisi waktu me time dan salah satu bentuk self-love. Apalagi dipakainya sambil drakoran. Wah, akan jadi me time paling nikmat sih buat saya.

 

Scarlett Brightening Shower Scrub




 

Berbeda dengan Body Scrub-nya yang hanya memiliki dua varian, Scarlett Brigtening Shower Scrub memiliki tiga varian yang berbeda, yaitu Cucumber, Mango dan Pomegrante.

 

Kali ini saya tertarik mencoba yang Pomegrante dulu. Lagi-lagi, aromanya Scarlett nggak pernah mengecewakan saya deh sepertinya. Tipe harum yang bisa mendongkrak mood jadi setingkat lebih baik.

 

Sama seperti Body Scrub-nya, Scarlett Brightening Shower Scrub juga mengandung Glutathione dan Vitamin E. Selain itu, Shower Scrub dari Scarlett ini mengandung buliran scrub lembut, yang meembuat proses pengangkatan sel kulit mati semakin maksimal, tapi tetap gentle untuk kulit.



 

Tekstur Brightening Shower Scrub ini berupa gel yang nggak terlalu kental, tapi juga nggak encer. Warnanya sesuai dengan variannya, yaitu warna keunguan, seperti warna pemegranate. Saat diaplikasikan ke tubuh, Brightening Shower Scrub Scarlett ini nggak menghasilkan terlalu banyak busa. 

 

Jujur saya kurang suka sesuatu -- baik facewash maupun bodywash -- yang busanya terlalu banyak, karena biasanya cenderung membuat kulit terasa kering. Tapi Brightening Shower Scrub dari Scarlett ini sama sekali nggak bikin kulit terasa kering setelah mandi. Justru malah bikin kulit terasa lembab dan kenyal. Suka!

 

Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion




 

Body Lotion Scarlett punya empat varian berbeda. Yaitu, Romansa, Charming, Fantasia dan yang terbaru adalah Freshy. Tentu saja saya langsung tertarik dengan varian terbarunya, yaitu Freshy.

 

Seperti nama variannya, aroma Brightening Body Lotion varian freshy ini terasa sangat fresh. Saat pertama kali mencium aromanya, saya langsung ingat salah satu aroma parfum mahal Jo Malone English Pear & Freesia eau de cologne. Yang makin bikin suka, aromanya awet banget. Bahkan setelah terbasuh air wudhu pun, aromanya masih nempel lho. Jadi irit parfum, hihi.



 

Tekturs Body Lotion dari Scarlett ini cenderung agak kental, tapi sama sekali nggak terasa lengket saat dipakai. Dan yang terpenting, untuk kulit saya yang cenderung kering, Body Lotion dari Scarlett ini sangat melembabkan.

 

Sama seperti Body Scrub dan Shower Scrubnya, Body Lotion dari Scarlett ini juga mengandung Glutathione dan Vitamin E. Wah, kebayang ya kalau pakai serangkaian, nggak cuma makin cerah, kulit juga Insyaa Allah akan makin sehat.



Tutup botol Fragrance Brightening Body Lotion dari Scarlett ini dilengkapi pump yang bisa di lock dan unlock. Jadi cocok banget buat yang hobi nenteng Body Lotion ke mana-mana tiap bepergian, seperti saya. Hihi. Nggak khawatir tumpah, atau kepencet dan bikin isinya berceceran di dalam tas.

 

Beberapa teman yang tahu saya pakai beberapa produknya Scarlett bertanya, saya order Scarlettnya di mana. Karena mereka bingung, saat akan beli Scarlett dan mencari di Marketplace, banyak sekali harga yang jauh lebih murah. Mereka maju-mundur takut dapat barang palsu. FYI, ketiga produk di atas harga per pcs-nya sama, yaitu Rp 75.000.


Emang sih, harus hati-hati sekali soal ini. Jadi saya sarankan ke teman-teman saya itu agar membelinya melalui official store-nya Scarlett di Shopee yang namanya Scarlett_whitening. Jangan tergoda dengan harga yang murah ya. Buat apa murah kalau palsu dan membahayakan kesehatan kulit kita?

Review Sunscreen Skin Aqua Untuk Kulit Berjerawat

on
Kamis, 05 November 2020

Sunscreen adalah salah satu tahapan basic skincare yang paling akhir saya minati. Dulu saya kira sunscreen tidak sebegitu penting dalam memperbaiki kondisi kulit. Saya kira, manfaatnya hanya biar nggak gosong aja kulitnya, sedangkan saya merasa kulit saya nggak pernah gosong karena jarang sekali terpapar sinar matahari secara langsung, dalam waktu lama.


Setelah lebih banyak baca, saya jadi mulai paham, bahwa sunscreen justru tahapan yang sangat penting dalam skincare routine. Bahkan ada yang bilang, semua skincare yang kita pakai akan percuma jika kita nggak memakai sunscreen. Waduh, pantas saja selama ini skincare yang saya pakai terasa nggak ada efeknya.


Efek buruk dari tidak memakai sunscreen, mungkin nggak bisa dilihat dalam waktu dekat. Seringkali efeknya baru terasa saat usia kita sudah di atas 35 tahun. Dan saat sudah mulai terlihat, terlambat sudah untuk mencegah dan meperbaikinya pun akan jauh lebih sulit.

 

Memangnya apa saja sih efek buruk jika kita nggak rutin memakai sunscreen? Tiga di antaranya adalah:

1. Kulit menjadi belang, warna kulit tidak merata

2. Muncul flek hitam

3. Penuaan dini. Yes, salah satu penyebab utama penuaan dini adalah kulit yang sering terpapar sinar UV.

 

Setelah memiliki kesadaran tentang pentingnya memakai sunscreen, akhirnya saya mencari produk sunscreen yang sekiranya cocok untuk kulit saya, serta nyaman dipakai. Kenyamanan produk saat diaplikasikan ke kulit sangat penting khususnya untuk sunscreen, karena sunscreen harus sering di re-apply. Kalau nggak nyaman, misal susah menyerap, ada whitecast, dll, pasti akan jadi malas untuk sering re-apply.

 

Setelah membaca beberapa review produk sunscreen, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada Skin Aqua yang varian UV Moisture Gel. Skin Aqua memiliki beberapa varian sunscreen. Karena kulit saya cenderung berjerawat atau acne prone, saya memilih varian UV Moisture Gel, yang diperuntukkan untuk kulit normal to oily dan water based formula.




Review Sunscreen Skin Aqua UV Moisture Gel SPF 30 PA++

 

Komposisi

 

Water,  Ethylhexyl Methoxycinnamate, Methylene Bis-benzotriazolyl Tetramethylbutylphenol, Cyclopentasiloxane, Glycerin, Ethylhexyl Triazone, Polysorbate 60, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Betaine, Phenoxyethanol, Ammonium Acryloydimethyllaurate, /VP Copolymer, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Hydrogenated Lecithin, Triethanolamine, Panthenol, Disodium EDTA, Methylparaben, Propylparaben, Sodium Hyaluronate, Dipotassium Glycrrhizate, Sodium Acetylated Hyaluronate, Arginine, Hydrolyzed Collagen, Tetrahexyldecyl Ascorbate, Tocopheryl Acetate.

Kemasan

 

 Skin Aqua dikemas dalam sebuah karton berwarna putih kombinasi biru, yang berisi informasi tentang komposisi, dan info-info lain terkait produk. Saya suka sekali dengan bentuk botolnya. Imut, travel friendly banget, dan kalau dimasukkan di dalam tas, tipe botolnya bukan yang mudah tergencet lalu bikin isi produknya keluar gitu. Mulut botolnya pun kecil, jadi sangat bisa mengontrol produk yang akan dikeluarkan mau seberapa banyak.


Masing-masing varian dibedakan dengan warna tutup botol yang berbeda. Untuk varian UV Moisture Gel, warna tutup botolnya hijau muda.


Tekstur

 



Tekstur dari Skin Aqua UV Moisture Gel adalah cream yang cenderung agak encer. Sempet ada teman saya yang baru pertama kali mencoba, langsung chatt saya, "ini skin aqua tuh memang encer ya?" -- hihi, dia takut teksturnya encer karena dapat produk palsu.

 

Klaim VS Impresi

 


 

Klaim

Improved Hyaluronic Acid & Collagen yang membantu melembutkan, melembabkan dan mempertahankan elastisitas kulit.

Impresi

Sesuai klaim sekali! Setelah memakai Skin Aqua UV moisture Gel, kulit rasanya jadi makin lembut dan lembab, tapi enggak berminyak. Soal mempertahankan elastisitas kulit, sepertinya butuh waktu jangka panjang untuk bisa membuktikannya ya.

Klaim

Vitamin B5, E dan C memberikan nutrisi kulit sehingga kulit tetap sehat dan lembut.

Impresi

Soal menutrisi kulit sih terlalu susah dibuktikan ya. Gimana cara membuktikannya? Ke lab gitu? Hehe.

Tapi so far, saya memang merasa kulit saya sedikit lebih sehat, meskipun menurut saya ini bukan peran tunggal dari Skin Aqua, melainkan dari kombinasi beberapa produk yang saya pakai.

Kalau jadi lebih lembut, iya sih memang.

Klaim

Oil free formula sehingga cocok untuk kulit berminyak.

Impresi

Salah satu yang membuat saya memutuskan untuk mencoba Skin Aqua, awalnya adalah saat saya mencari sunscreen yang oil free dan non-comedogenic. Dan Skin Aqua termasuk dalah satu yang ada di list sunscreen dengan karakteristik seperti itu.

Karena meski kulit wajah saya nggak tergolong berminyak banget (hanya kombinasi), tapi memilih yang oil free sepertinya akan jauh lebih aman. Dan Alhamdulillah, klaimnya sesuai sekali dengan impresi yang saya rasakan. Saat diaplikasikan ke kulit, Skin Aqua UV Moisture Gel ini terasa melembabkan, tapi nggak bikin kulit berminyak. Termasuk saat di re-apply setiap dua jam sekali.

Klaim

Lembut di kulit dan tidak lengket sehingga dapat digunakan setiap hari.

Impresi

Absolutely YES! Sama sekali nggak lengket. Setelah diaplikasikan ke kulit, meresapnya cepat sekali.

Klaim

Dapat digunakan sebagai dasar make up.

Impresi

Monmaap saya nggak pernah pakai make up, jadi nggak punya impresi atas klaim ini. Hehe.

Klaim

Tidak ada tambahan pewarna dan parfum.

Impresi

Yup. dari yang saya lihat, Skin Aqua UV Moisture Gel warna produknya plain putih aja gitu. Aromanya juga plain. Nggak ada aroma parfum sama sekali.

 

Yang paling saya suka dari Skin Aqua UV Moisture Gel sih selain cocok sama kulit saya dan enggak greasy meskipun sering re-apply, adalah harganya yang ramah untuk kantong saya. Nggak sampai 50 ribu. Ohya satu lagi, Skin Aqua UV moisture Gel ini nggak ada whitecast. Eh, ada, tapi dikiitt.


Kekurangannya? Kalau di Semarang, Skin Aqua ini masih agak susah dicari di toko-toko offline sih. Jadi harus beli online lewat marketplace.

 

Kalian sudah rajin re-apply sunscreen atau belum, hayooo?

Persentase Ideal Pengeluaran Bulanan dalam Pengelolaan Keuangan Keluarga

on
Minggu, 18 Oktober 2020

 Bulan Februari lalu, saya berkesempatan mengikuti kulwap alias kuliah whatsapp bertema pengelolaan keuangan keluarga yang diadakan duo Blogger terkenal yaitu Mbak Windi Teguh dan Mbak Annisast. Dari kulwap tersebut, saya mendapatkan banyak sekali ilmu tentang pengelolaan keuangan keluarga. Yah, meskipun ilmu yang saya dapat dari situ belum sepenuhnya saya terapkan hingga saat ini, hehe. Terutama soal mencatat dengan detail pengeluaran bulanan. Huhu, sampai sekarang belum bisa disiplin.

 

Tapi setidaknya, saya jadi tau tentang apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan keuangan keluarga. Seperti, apa saja pos pengeluaran bulanan yang harus ada, persentase ideal dari masing-masing pos tersebut, rasio utang ideal agar keuangan keluarga tetap sehat, dan masih banyak lagi hal lainnya.

 

Bagi yang sedang ingin memulai untuk mencatat dengan rutin pengeluaran bulanan agar pengelolaan keuangan keluarga semakin rapi, mungkin ada yang masih bingung, pos apa saja sih yang harus ada dalam pengeluaran bulanan? Bagaimana mengelompokkannya? Berapa persentase ideal dari masing-masing pos pengeluaran tersebut? Dan banyak pertanyaan lain tentang gimana cara mengatur duit yang baik dan benar.


Nah, berikut ini saya akan sharing sedikit tentang hal tersebut.

 

Macam-macam Pos Pengeluaran Bulanan dan Persentase Idealnya 

 

1. Tabungan, Investasi dan Proteksi

 

Menabung itu harus ada di urutan pertama pengeluaran ya. Jangan sebaliknya, malah ditaruh paling belakang, alias dari uang sisa belanja aja. Iya kalau sisa, kalau nggak sisa berarti nggak jadi nabung dong? Hehe, ini sih 'saya banget' dahulu kala.

 

Pos tabungan, investasi dan Proteksi ini, bisa di breakdown lagi menjadi beberapa jenis. Misalnya, tabungan haji, tabungan pendidikan anak, investasi reksadana, dll. Untuk bagian proteksi bisa berupa premi asuransi yang mungkin dimiliki, seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dll.

 

Nah, dari keseluruhan pengeluaran yang tergolong dalam pos tabungan, investasi dan proteksi ini, persentase idealnya adalah 10% per bulan dari total pendapatan per bulan.


2. Pengeluaran Rumah Tangga 

 

Nah, ini nih pos primadona yang sudah pasti menjadi pos yang selalu mendapatkan porsi terbesar setiap bulannya. Iya, kan? Bahkan mungkin banyak yang menjadikan ini sebagai pos utama dan pertama yang diperhatikan. 

 

Tapi nggak bisa dipungkiri, pengeluaran rumah tangga memang yang punya porsi persentase paling besar sih. Yaitu sebesar 45% dari total pendapatan sebulan. Soalnya breakdownnya juga paling banyak. Belanja harian, bayar listrik, PAM dan lain-lain, kebutuhan anak, uang bensin, gaji ART, dan masih banyak lagi yang lain.


3. Keluarga / Sosial 

 

Hidup di dunia nggak selamanya. Ada akhira yang menanti setelah kehidupan dunia selesai. Jadi, nggak ada alasan untuk nggak menyisihkan pendapatan kita untuk akhirat. Salah satunya melalui sedekah.

 

Jadi jangan sampai pos untuk sosial ini ketinggalan ya dalam pengelolaan keuangan keluarga kita. Atau kalau memang kita masih punya keluarga yang butuh dibantu, bisa juga dimasukkan ke pos ini. Persentasenya nggak besar, cuma 5%. Jadi makin nggak ada alasan untuk nggak memenuhinya kan?

 


 

4. Pribadi / Lifestyle

 

Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Boleh banget lho kita memasukkan pos 'senang-senang' dalam pengeluaran bulanan. Pos ini bisa dipakai untuk pengeluaran pribadi seperti beli skincare, ngopi-ngopi cantik atau nyalon. Persentase idealnya sebesar 10%. Cukup lah ya seharusnya :)


6. Cicilan / Angsuran


Hari gini mau nggak punya cicilan atau angsuran kok susaaaahhh sekali ya rasanya. Huhu, so sad. Tapi ya udah, hadapi saja. Nggak apa-apa kok selama nggak jauh melebihi porsi. Persentase ideal untuk cicilan per bulan yang harus kita keluarkan adalah sebesar 30%. Kalau sudah melebihi angka itu, artinya pengelolaan keuangan keluarga kita harus dievaluasi ulang, karna sudah termasuk nggak sehat.

 

Persentase ideal dari masing-masing pos pengeluaran di atas tentunya bukan sesuatu yang saklek ya. Kembalinya tentu saja ke masing-masing keluarga. Itu hanya patokan bagi yang ingin mengelola keuangan keluarga dengan lebih tertata dan terarah.

Investasi Emas Mulai 50 Ribu-an Aja dengan MiniGold

on
Jumat, 09 Oktober 2020
Kalau dengar kata investasi, dulu rasanya udah minder duluan. Soalnya mainsetnya, investasi itu membutuhkan uang banyak. Investasi itu ya saham, tanah, emas batangan, dll gitu. Yah, kalangan menengah ke bawah yang penghasilan bulanannya buat kebutuhan sehari-hari aja ngepaaasss banget mah nggak punya investasi tu kayak cuma mimpi.
 

Itu mainset yang totally salah banget! Dan saya berkubang dalam kesalahan mainset itu selama bertahun-tahun. Efeknya? Penghasilan saya sebelum menikah habis begitu saja! Karna merasa, ah, penghasilan dikurangi biaya hidup tinggal sisa segini. Uang segini sih bisa buat apa? Buat investasi ya nggak bakalan cukup. Udahlah, habisin aja sekalian. Gitu! Kalau inget, cry banget sih :((

 

Tapi ya udah. Penyesalan tidak pernah ada gunanya kan? 

 

Sekarang, setelah belajar lebih banyak dari berbagai konten tentang keuangan dan investasi di media sosial, pelan-pelan saya mulai melek tentang pentingnya investasi. Lebih pentingnya lagi, saya mulai paham bahwa sekarang, seiring kemajuan jaman, ragam pilihan investasi semakin banyak. 

 

Investasi Untuk Orang dengan Penghasilan Kecil

 

Kabar bahagianya, bersamaan dengan semakin beragamnya jenis investasi, bermunculan juga jenis investasi yang ramah untuk orang-orang dengaan penghasilan kecil, atau nggak jauh-jauh dari UMR seperti saya. Hehe.

 

Contohnya?

 

Ada reksadana yang sekarang semakin mudah dijangkau melalui beberapa platform marketplace. Kita sudah bisa punya investasi reksadana hanya dengan 50 ribu-an saja.

 

Sebagai orang yang sedang mencari-cari jenis investasi apa yang cocok buat saya, saya nggak ketinggalan mencoba berinvestasi reksadana melalui Tokopedia. Meskipun nggak lanjut, karena investasi ternyata juga sangat dipengaruhi oleh kemantapan dan kenyamanan hati.



Baca juga: Pengalaman Berinvestasi Reksadana Melalui Tokopedia

 

Mungkin karena saya masih agak konvensional kali ya. Rasanya nggak tenang aja berinvestasi di sebuah lembaga yang saya nggak tau di mana wujud fisiknya. Yah, meskipun reksadana yang ada di marketplace itu sudah diawasi OJK dan Insyaa Allah aman sih. Tapi gimana lagi kalau hati sudah nggak yakin?

 

Cari-cari jenis investasi lain lagi, akhirnya saya kembali tertambat dengan jenis investasi yang sudah lama familar bagi saya. Emas. Ya, investasi emas rasanya saat ini yang paling membuat hati saya merasa nyaman.

 


 

Tapi eh tapi, harga emas di masa pandemi ini sempat terus meroket. Yaaahhh, mana cukup uang saya. Satu gram emas murni antam aja sekarang satu juta!

 

Sampai akhirnya saya diberitahu oleh seorang teman, bahwa sekarang kita bisa investasi emas mulai 50 ribu-an aja, sama seperti reksadana. Wow, sungguh kabar bahagia di tengah pandemi ini!

 

Investasi MiniGold, Semua Bisa Punya Emas

 

Adanya emas MiniGold ini serupa angin segar bagi orang-orang yang berpenghasilan kecil, dan memimpikan punya investasi emas. Sekarang, nggak cuma orang-orang kaya yang bisa punya simpanan emas. Kita pun bisa!

 

Emas MiniGold, menawarkan logam mulia atau emas murni 99,99% dengan pilihan pecahan atau gramasi mulai dari yang sangat kecil, sehingga murah dan bisa dijangkau hanya dengan 50 ribu-an aja.

 

Ini nih contoh daftar harganya:

 

investasi-emas-minigold
Daftar harga tanggal 25 Agustus 2020 lalu

 

Nah, saat pecahan-pecahan kecil MiniGold itu sudah terkumpul total 1 gram, kita bisa menukarkannya dengan emas antam 1 gram. Misalnya, kita punya 0,05 gram MiniGold dan sudah terkumpul 20 keping. Nah, bisa tuh ditukar jadi emas antam 1 gram. Biasanya kita bisa menukarkannya untuk jadi emas antam ke si agen MiniGold-nya langsung. Untuk memastikan, tanyakan dulu pada si agen penjual MiniGold ya tentang hal ini. Amannya sih belinya ke orang yang sudah kita kenal aja.

 

Kalau diakumulasi kok jadinya jauh lebih mahal dengan jika kita beli emas langsung emas antam 1 gram?

 

Ya iya memang.

 

Tapi, hidup sebagai kaum menengah kan memang harus selalu berhadapan dengan pilihan kan? Hehe.

 

Kalau memilih untuk mengumpulkan uangnya dulu sampai terkumpul dan cukup untuk membeli emas antam 1 gram, ya boleh-boleh aja. Dengan catatan, kitanya nggak gatal makai itu uang buat belanja, atau saat uang kita terkumpul, eh harga emasnya udah naik lumayan sehingga uang kita nggak cukup lagi. Hehe.

 

Sekali lagi, semua pilihan ada di tangan kita.

 

Saya pun akhirnya ada di kubangan dilema tersebut. Sampai akhirnya di masa pandemi ini saya memutuskan, udahlah nggak apa-apa jatuhnya lebih mahal, tapi saya kesampaian punya investasi emas. Daripada disimpan dalam bentuk uang, tapi kepakai untuk yang lain terus.

 

Nah, jadi sekarang sudah nggak ada alasan untuk nggak berinvestasi yaaa meskipun penghasilan kita kecil. Ayo semangat berinvestasi!

Tips Mengelola Keuangan Rumah Tangga di Masa Pandemi

on
Rabu, 07 Oktober 2020
Melewati hampir delapan bulan masa pandemi covid-19, rasanya banyak sekali yang berubah. Rutinitas, kebiasaan, gaya hidup, termasuk dalam hal mengelola keuangan rumah tangga. Banyak jenis-jenis pengeluaran baru, sekaligus mengharuskan kita memangkas beberapa pengeluaran lain.
 

Dari segi pendapatan, Alhamdulillah saya pribadi tidak mengalami banyak perubahan. Karena saya bekerja di sebuah lembaga yang Alhamdulillah masih tetap bisa memenuhi gaji pegawainya seperti sediakala, dan tidak melakukan PHK di masa pandemi ini. Tapi bukan berarti saya bisa santai-santai dan tidak harus mengevaluasi pengelolaan keuangan dalam rumah tangga saya.

 

Kita nggak tahu kapan pandemi covid-19 ini akan berakhir. Kita semua pasti berharap keadaannya akan segera membaik. Tapi di sisi lain, kita juga harus siap jika sewaktu-waktu keadaannya justru semakin memburuk. Salah satu yang harus dilakukan adalah dengan mengelola keuangan rumah tangga, agar tetap bisa survive menghadapi segala kemungkinan di depan. 

 


 

Tips Mengelola Keuangan Rumah Tangga di Masa Pandemi

 

Berikut adalah beberapa tips mengelola keuangan yang beberapa bulan ini saya jalankan.

 

1. Mengurangi Pengeluaran yang Tidak Mendesak

 

 Kalau tidak bisa menambah penghasilan, maka cara alternatif yang paling efektif dan efisien adalah dengan mengurangi pengeluaran. Terutama pengeluaran yang tidak mendesak.

 

Misalnya dengan mengurangi pengeluaran di pos gaya hidup. Ngopinya kalau biasanya seminggu tiga kali, coba dikurangi dulu jadi seminggu sekali. Kalau ngopinya di kedai kopi kekinian, itu lumayan banget lho nominalnya.

 

Atau yang biasanya hobi coba-coba skincare, sekarang belinya yang beneran udah yakin cocok dan benar-benar dibutuhkan kulit aja.

 

2. Menganggarkan Pembelian Suplemen yang Menunjang Daya Tahan Tubuh

 

 Nah, anggaran daya hidup yang dipangkas itu, bisa dialihkan untuk suplemen untuk menunjang daya tahan tubuh. Apalagi untuk yang masih berativitas di luar rumah seperti saya. Rasanya mengandalkan makanan saja tidak cukup untuk kondisi seperti saat ini.


Baca juga: Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Era New Normal

 

3. Menganggarkan Bantuan Finansial Untuk Keluarga yang Terdampak Pandemi

 

Selain untuk membeli suplemen, penguragan anggaran yang tidak mendesak di atas juga bisa dipindahkan ke pos ini. Bagi yang masih memiliki penghasilan tetap, dan punya keluarga yang terdampak ekonominya karena pandemi covid-19 ini, jangan ragu untuk menganggarkan bantuan finansial untuk mereka ya.

 

Di kondisi seperti ini, saling membantu merupakan sebuah keharusan yang nggak bisa lagi diabaikan. Insyaa Allah akan diganti oleh Allah dengan rejeki yang jauh lebih baik, semoga salah satunya adalah kesehatan.


4. Dana Darurat, Apa Kabar?

 

Hayolooo, lagi-lagi soal dana darurat. Di saat mendesak seperti inilah dana darurat sangat terasa manfaatnya. Meskipun, kalau masih menerima penghasilan tetap, seharusnya sih dana darurat nggak perlu disenggol-senggol dulu yaa.

 

Bagi yang belum punya dana darurat sesuai persentase ideal, ayok semangat untuk tetap mengumpulkannya!


5. Berinvestasi

 

Emang bener ya. Waktu terbaik untuk berinvestasi adalah saat ini. Ya, saat ini. Bukan besok atau lusa.

 

Di masa pandemi ini, saya baru semakin sadar bahwa berinvestasi itu sangat penting. Nggak cukup hanya dengan menabung uang. Karna uang akan tergerus inflasi.

 

Sebelumnya saya selalu disibukkan dengan pertanyaan, investasi apa yang cocok untuk saya. Sampai akhirnya saya nggak kunjung berinvestasi. Hanya sibuk mencari info, tanpa praktek.

 

Di masa pandemi ini, akhirnya saya menemukan tipe investasi yang paling membuat hati saya nyaman dan cocok untuk saya. Jenis investasi yang saya pilih ini merupakan investasi dengan nominal yang sangat kecil. Insyaa Allah saya akan cerita di postingan berikutnya ya!

 

Semoga tips mengelola keuangan rumah tangga yang saya share di atas bermanfaat ya! Semoga kita bisa melewati pandemi covid-19 ini dengan kondisi keuangan yang tetap stabil dan aman terkendali. Aamiin.

Belajar Melukis dengan Cat Air Secara Otodidak

on
Kamis, 01 Oktober 2020
Pertengahan tahun 2018 lalu, salah satu Blogger favorit saya -- Mbak Annisast -- sedang semangat-semangatnya belajar menggambar. Dia sering sekali cerita lewat story instagramnya, tentang betapa asyik belajar menggambar. Waktu itu Mbak Icha sedang belajar melukis dengan cat air.

Gara-gara sering mantengin IG story-nya beliau, saya jadi ter-trigger untuk mencoba juga. Bukan tanpa alasan, bukan pula sekedar ikut-ikutan. Ini semacam keinginan yang sudah lama terpendam, lalu dipancing untuk kembali keluar. Ya, sejak kecil saya ingin sekali belajar melukis dengan cat air. Tapi belum pernah kesampaian karena keterbatasan dana untuk membeli perlengkapan cat airnya. Sekarang Alhamdulillah bisa nyari uang sendiri, jadi bisa beli, meskipun belum bisa yang mahal. Hehe.

 

Belajar sesuatu yang baru memang selalu seru ya. Semangatnya menyala-nyala. Meskipun nggak jarang juga merasa putus asa. Apalagi kalau seperti saya, belajar melukis dengan cat air secara otodidak. Sering banget merasa, kok nggak kunjung ada progress ya. Kok gini-gini terus hasilnya ya. Kok nggak bisa kayak si A dan si B yang udah bagus banget.

 

Tapi saya tertegun ketika iseng-iseng melihat lagi perjalanan belajar melukis dengan cat air yang saya lalui lewat rangkaian IG story yang pernah saya buat. Ternyata, meskipun belum mahir benar, saya sudah menunjukkan progress yang lumayan sekali.

 

Lihat deh, ini hasil melukis dengan cat air saya di awal-awal sekali belajar.

 

belajar-melukis-dengan-cat-air

 

 

belajar-melukis-dengan-cat-air


Sedangkan ini gambar yang baru beberapa saat lalu saya buat.

 

belajar-melukis-dengan-cat-air

belajar-melukis-dengan-cat-air

Lumayan kan progressnya?

 

Ini salah satu point penting dari belajar hal baru menurut saya. Yaitu sekaligus kembali belajar mencintai proses yang mungkin sering lupa kita terapkan. Maunya apa-apa instan.

 

Tapi beberapa minggu ini, saya sempat lumayan galau. Ada keinginan untuk punya 'guru' dalam belajar melukis dengan cat air, agar nggak otodidak lagi belajarnya. Sudah mencari beberapa rekomendasi kelas berbayar. Hanya saja, masih maju-mundur.

 

Kenapa maju-mundur? Pertama jujur soal biaya. Ada sih sebenernya, cuma saya ragu, apakah hobi ini sudah patut saya masukkan ke dalam salah satu prioritas budget? Sementara banyak pos kebutuhan lain yang juga harus saya prioritaskan.

 

Lagipula, saya agak optimis, asal saya lebih rajin berlatih, kemampuan melukis dengan cat air saya pasti akan semakin meningkat, meskipun belajar secara otodidak. Apalagi sekarang tutorial bertebaran di mana-mana. Materi-materi di kelas berbayar juag sebenarnya bisa saya dapatkan melalui video-video di Youtube.

 

Yang harus saya lakukan mungkin adalah menyusun kurikulum untuk diri saya sendiri. Mulai dari yang paling basic dulu. Karena selama ini saya belajar secara acak, dan cenderung langsung maunya loncat ke materi yang 'susah', padahal yang paling basic belum dipelajari.

 

Jadi setelah ini, saya berencana mengulang dari awal materi belajar saya melukis dengan cat air. Saya berencana ingin belajar logika warna dulu dengan cara membuat tabel warna dan roda warna.

 

Setelah itu, saya ingin belajar mengendalikan kuas dan membuat berbagai macam bentuk garis melalui video Youtube Kak Pikapoppin. Setelah itu lanjut ke mencoba bentuk-bentuk sederhana dengan garis-garis tersebut. Kemudian belajar macam-macam teknik melukis dengan cat air. Dll.


Kalau ditanya, apa impian saya atas hobi melukis dengan cat air ini? Apakah saya bercita-cita akan mendapat penghasilan melalui hobi ini seperti halnya ngeblog?

 

Belum. Belum sejauh itu.

 

Impian saya sederhana. Yaitu ingin bisa dengan percaya diri memajang hasil melukis dengan cat air saya di tembok rumah saya sendiri :)

 

Kalian sedang semangat belajar apa saat ini?

Muslim Melek Politik, Untuk Apa?

on
Selasa, 29 September 2020
Saya mungkin salah satu orang yang punya pandangan buruk tentang politik. Menurut saya, politik itu kotor. Penuh tipu muslihat.
 

Dan pandangan negatif saya tentang politik itu diperkuat dengan suguhan berita-berita di TV tentang para politikus yang kerapkali menunjukkan kebobrokan perilakunya. Debat kusir tanpa sedikit pun memperhatikan adab, misalnya.

 

Semakin hari saya semakin nggak tertarik dengan politik. Nggak melek dengan perkembangan politik dalam negeri, apalagi luar negeri. Hal itu membuat saya jadi orang yang tiba-tiba kuper ketika ada yang mengajak ngobrol tentang isu-isu politik terkini.

 

 

melek-politik

Suatu saat, saya memilih jalan pintas. Saya ingin tau isu politik terkini, tapi nggak pengen mengikuti terlalu detail. Akhirnya, saya hanya baca sekilas-sekilas aja berita yang ada di beberapa portal berita. Bahkan adakalanya saya hanya membaca judulnya saja. Yang mana tau sendiri lah, banyak judul berita yang sama sekali tidak menggambarkan isi berita sesungguhnya.

 

Akhirnya saya jadi sumbu pendek. Judgemental. Mudah tersulut isu politik yang dibumbui banyak drama oleh media.

 

Tapi saat suatu hari saya berdiskusi dengan suami yang cukup melek politik, saya mendapat insight baru. Sebelumnya saya sempat agak protes saat dia sering mengajak saya diskusi tentang isu-isu politik di Indonesia.  Saya ngomel, ngapain sih ngurusin politik. Udahlah, yang penting fokus sama diri dan kehidupan kita sendiri. Fokus ibadah.

 

Suami saya langsung menyanggah. Kita sebagai muslim tidak bisa apatis terhadap isu politik. Karena Indonesia mayoritas penduduknya adalah muslim. Dan saat ini, banyak para politisi yang menyasar umat muslim untuk diperdaya dan dipecah-belah demi kepentingan golongan tertentu. Jika kita sebagai muslim tidak melek politik, tentu kita akan mudah diperdaya, dan bingung menentukan sikap.

 

Lagipula, bukankah kita memimpikan Indonesia menjadi bangsa yang damai dan sejahtera? Sehingga kita bisa beribadah dengan tenang? Untuk tujuan itu, maka politik adalah salah satu kendaraannya.

 

Saat melihat para ustadz dan ulama yang ramai-ramai masuk ke ranah politik, saya jengah sekali. Ngapain sih? Dunia politik terlalu kotor, dan mereka seharusnya nggak perlu ada di wilayah kotor itu. Begitu pikir saya.

 

Tapi kalau dipikir-pikir, kalau orang-orang yang paham agama tidak ikut serta mewarnai ranah politik, maka ranah itu akan diisi sepenuhnya oleh orang yang tidak paham agama. Padahal negeri ini salah satu penentu arah mata angin utamanya ya para politisi itu. Terus mau dibawa ke mana nanti Indonesia kalau ranah politiknya nggak ada sama sekali orang yang paham agama? Huhu, bayangin aja udah sedih.

 

Jadi tidak bisa tidak, kita sebagai muslim memang harus melek politik. Setidaknya tau isu-isu politik terkini secara menyeluruh, agar kita bisa menentukan sikap.


Signature

Signature