ads

5 Ide Bermain dan Belajar Untuk Anak Balita

on
Sabtu, 25 Juli 2020
Pandemi Covid-19 ini memang membuat kita merasakan banyak sekali pengalaman baru. New normal life benar-benar kita rasakan. Dari yang sama sekali nggak terbiasa pakai masker, tiba-tiba menjadikan masker sebagai perlengkapan utama yang harus dibawa ke mana-mana. Dari yang tadinya cuci tangan pakai sabun hany asaat sebelum dan setelah makan, tiba-tiba jadi dikit-dikit cuci tangan.

Apalagi bagi anak sekolah dan guru. Mereka harus mulai terbiasa dengan sistem pembelajaran baru melalui daring. Bukan hal yang mudah lho bagi yang belum terbiasa duduk diam konsentrasi di depan layar tanpa berinteraksi langsung.

Bagi anak usia SMP dan SMA sih mending ya, mereka sudah bisa mandiri. Mengurusi segala aktivitas belajar mereka secara daring sendiri. Yang agak repot ya anak sekolah usia TK dan SD. Nggak cuma anak dan gurunya yang sibuk belajar via daring, ibunya pun ikutan kebagian ngerjain tugas. Hihi.

Apalagi kalau anaknya usia balita seperti anak saya. Awalnya, saya berencana memasukkan anak saya ke PAUD tahun ini. Apa daya, karna kondisi belum stabil, saya memilih untuk menundanya terlebih dahulu. Semoga tahun depan semuanya sudah jauh lebih baik.

Kondisi ini membuat kita orangtua dari para balita tiba-tiba harus menjadi guru kreatif. Beruntung, sekarang kita dibantu oleh dunia maya yang menyimpang jutaan ide. Termasuk, ide bermain dan belajar untuk anak balita pun bisa dengan mudah kita cari.

Ini adalah 5 di antara sekian banyak ide bermain dan belajar untuk anak balita:

1. Menempel

Perlengkapan:
Gunting
Kertas F4 atau A4
Stiker Dot
Spidol
Pensil Warna

Cara Membuat:
Gunting kertas menyerupai bentuk ubur-ubur (contoh seperti di gambar), lalu buat lingkaran-lingkaran aneka warna (sesuai warna yang ada di stiker dot) di masing-masing kaki ubur-ubur. Setelah itu, ajak anak untuk menempel stiker dot sesuai dengan warna yang tadi kita buat.

ide ini saya dapat dari IG @idedolanan


Selain belajar menempel yang otomatis akan mengasah motorik halus anak, anak juga bisa sekaligus belajar mengenal warna melalui aktivitas ini. Ohya, FYI, saya beli stiker dot-nya melalui marketplace ya.

2. Menggunting

Aktivitas menggunting ini sebenarnya bisa dilakukan dengan memberikan anak kertas apa saja untuk digunting. Cuma pasti akan kurang menarik perhatian si kecil ya. Lagi-lagi, kita harus menjadi guru kreatif.

Agar lebih menarik, kita bisa membuat pola hewan, buah atau apapun yang disukai si kecil, lalu beri pola garis putus-putus pada kertas yang sudah dibentuk, sebagai pola menggunting si anak.

credit: IG @idedolanan

Selain akan lebih menarik, aktivitas menggunting ini akan membuat si anak belajar fokus untuk mengikuti pola.

3. Sortir Hewan Berdasarkan Habitatnya

Yang perlu dipersiapkan untuk aktivitas ini adalah kita harus membuat worksheetnya terlebih dahulu. Bisa menggunakan kertas asturo, lalu digambar sederhana yang menyerupai laut, darat dan udara.

Setelah itu, cari printable macam-acam jenis hewan di internet, cetak, lalu gunting-gunting.

credit: IG @ayo_bermain-belajar

Kalau semua sudah siap, minta anak meletakkan printable masing-masing hewan di worksheet sesuai habitatnya. Misal, burung, berarti arahkan anak meletakkannya di udara. Lalu ikan, arahkan anak untuk meletakkannya di lautan, dan seterusnya.

4. Mencocokkan Gambar

Untuk permainan yang ini, saya memilih untuk menggunakan alat yang sudah kami punya, alias bel jadi, hehe.

Bukunya macam gini:


Jadi anak akan mencocokkan gambar yang sama antara sisi kiri dan sisi kanan. Buka satu persatu kotak penutup di sisi kiri, lalu letakkan di gambar yang sama di sisi kanan dengan yang baru saja terbuka. Lakukan sampai selesai.

Aktivitas ini akan membuat anak belajar fokus dan teliti.

Kalau nggak punya buku di atas, bisa lho bikin sendiri. Saya pernah lihat di instagram. Di dunia maya apa sih yang nggak bisa dicari, termasuk ide-ide DIY ajaib gitu, hihi.

5. Sorting Warna

Permainan super sederhana ini masih selalu berhasil membuat anak saya semangat. Alatnya hanya pompom dan penjepit.

credit: IG @happykiddos.id

Arahkan anak untuk menyortir pompom sesuai dengan warna masing-masing.

Gimana, semua ide bermain dan belajarnya sangat sederhana kan? Tapi dengan yang sederhana seperti itu saja kita bisa membuat anak senang, sekaligus belajar banyak hal lho.

Semangat yaaaa ibu guru-ibu guru kreatif! :)

Tips Mencari Asuransi Pendidikan Anak Terbaik

on
Rabu, 15 Juli 2020
Anak merupakan sebuah anugerah terbesar yang dititipkan oleh Tuhan untuk dijaga, disayangi serta dididik secara sebaik mungkin, salah satu caranya dengan menyekolahkan sampai jenjang tertinggi. Namun, sudah jadi rahasia umum bahwa biaya sekolah itu mahal.

Untuk menghadapi hal tersebut, orang tua perlu mempersiapkan sejak dini. Dan untuk menyiapkan itu, orang tua perlulah mengetahui cara mencari asuransi pendidikan anak terbaik saat ini.

Apa tips dan caranya?

Cara Mencari Asuransi Pendidikan Anak Terbaik

credit: Pixabay


Akhir-akhir ini, banyak orang tua mulai melirik serta menggunakan layanan asuransi khusus pendidikan.

Jenis asuransi yang dipandang bisa membantu orang tua mempersiapkan dana pendidikan untuk anak.

Namun, perlu juga diketahui bahwasanya asuransi pendidikan tersebut memiliki beberapa jenis berbeda-beda. Sebagaimana dikutip dari Duwitmu, orang tua haruslah pintar-pintar dalam memilih dengan memperhatikan hal - hal berikut, yaitu:

1. Tentukan Jumlah Dana Pendidikan

Karena Anda memilih untuk mendaftarkan diri mengasuransikan pendidikan anak, pastilah tujuan utamanya agar kebutuhan serta biaya sekolah si kecil terpenuhi di masa mendatang. Orang tua perlulah menentukan berapa jumlah dana yang dibutuhkan gunakan menyekolahkan tersebut.
Sebab, dengan paham jumlah dana pendidikan akan sangat berguna sebagai langkah awal sebelum memilih asuransi terbaik untuk anak. Selain itu, pasti tidak diinginkan bila pada saatnya tiba ternyata biaya atau dana yang telah disimpan ternyata kurang. Maka, guna menentukannya sebagai orang tua bijak dapat melakukannya.

2. Pahami Resiko Asuransi Pendidikan

Setelah mengetahui berapa biaya yang akan dikeluarkan ketika suatu saat anak masuk sekolah, kini orang tua juga perlu memahami risiko-risiko dari asuransi pendidikan sejak awal. Sebab, nanti pasti akan terdapat beberapa pilihan penyedia layanan dengan berbagai produk penawarannya.

Sehingga, bila sejak awal orang tua mengetahui akan manfaat, maka tidak akan terperosok atau merasa keliru memilih di kemudian hari. Sebagai contoh, Anda memilih produk asuransi berbentuk investasi maka, risiko yang akan diterima pastilah lebih besar daripada asuransi dana pendidikan.

3. Mengenal Produk Secara Detail

Cara memilih asuransi pendidikan anak terbaik selanjutnya ialah, melakukan pengenalan produk dengan lengkap. Hampir seluruh perusahaan penyedia layanan jasa jenis asuransi untuk pendidikan terdapat bermacam pilihan. Ini berarti, akan terdapat pula banyak fitur berbeda di setiap tempatnya.

Sehingga, orang tua perlulah mengenali secara detail kelebihan serta kekurangan dari masing-masing produk. Setidaknya ada 2 pilihan jenis layanan pendidikan. Pertama Asuransi Unit Link, yang mana mempunyai fungsi investasi juga. Sehingga selain berasuransi Anda juga mendapat manfaat berinvestasi.

Kedua ialah dana Pendidikan Manfaat Pasti, berbeda dengan sebelumnya yang memiliki risiko sangat besar saat berinvestasi. Asuransi ini mempunyai penerimaan uang di kemudian hari dengan jumlah jelas sesuai dengan proposal. Sehingga, di antara dua itu tentunya terdapat hal positif negatif yang bisa dipertimbangkan.

4. Mengetahui Biaya yang Dikenakan

Adanya asuransi pendidikan, diharapkan mampu memenuhi seluruh kebutuhan bersekolah anak. Sehingga, bisa mengetahui semua biaya tambahan yang dikenakan suatu saat nanti. Karena, terkadang biaya sekolah buah hati kurang atau bahkan tidak cukup dan habis sebelum dipakai.

5. Menyesuaikan dengan Kebutuhan

Apapun bentuk dan jenis asuransi pendidikan yang orang tua pilih, pastikan seluruh fasilitas atau layanan dari produk tersebut mencukupi dan memenuhi kebutuhan bersekolah anak di masa mendatang. Hal ini akan berhasil bila Anda menyiapkan hitungan penentuan jumlah dana dengan benar.

Lakukanlah penghitungan dengan hati-hati dan benar, kemudian bandingkan antara asuransi satu dengan lainnya. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui mana yang sangat tepat untuk dipilih dan dijadikan pilihan cara mencari asuransi pendidikan anak terbaik.

5 Menu Kuliner Indonesia yang Wajib dicoba Ketika Berkunjung ke Semarang

on
Jumat, 10 Juli 2020
Ketika berkunjung ke suatu daerah, kini kita tak lagi berfokus hanya pada mengunjungi tempat-tempat wisatanya, melainkan hampir bisa dipastikan kita juga akan tertarik mencicipi berbagai menu khas daerah tersebut. Dari situ, istilah wisata kuliner menjadi trend beberapa tahun terakhir ini.

Wisata kuliner menjadi berkembang semakin pesat, ditunjang dengan menu kuliner Indonesia yang sangat kaya jenisnya. Kalau dulu sebagian orang menganggap 'wah' menu-menu asing dari negara lain, kini menu dan makanan tradisional pun tidak kalah pamornya, berkat trend wisata kuliner di berbagai media.

Nah, bagi kalian yang akan berkunjung ke Semarang dan ingin mencicipi kuliner nusantara, 5 menu ini wajib kalian coba ketika berkunjung ke Semarang:

1. Tahu Gimbal

Tahu gimbal merupakan menu yang berisi tahu, gimbal atau udang yang digoreng dengan tepung beras berbumbu, lontong, dilengkapi dengan beberapa jenis sayuran, lalu disiram dengan saus kacang yang dipasukan dengan kecap.

credit: travelingyuk.com


Bisa dibilang tahu gimbal tampilannya agak mirip dengan gado-gado, meski dari segi rasa sangat berbeda. Kalian harus mencobanya ketika berkunjung ke Semarang. Dijamin nggak akan nyesel :)

2. Mie Kopyok

Mie kopyok juga tidak boleh ketinggalan dari susunan menu yang wajib dicoba ketika kalian berkunjung ke Semarang. Mie kopyok merupakan menu kuliner sederhana yang berisi mie, lontong, tahu dan krupuk karak yang diberi kuah dengan bumbu hanya bawang putih saja.

credit: travelingyuk.com


Meski sangat sederhana, mie kopyok terasa sangat khas, dan patut dicoba.

3. Putu Bumbung

Putu bumbung merupakan makanan tradisional yang kini mulai agak langka. Meski begitu, masih ada beberapa penjual putu bumbung keliling di beberapa daerah di Semarang. Biasanya para penjual berkeliling dengan cara menandu berlengkapan berjualan mereka.

credit: cookpad


Putu bumbung terbuat dari tepung beras yang diberi filling gula merah. Yang membuat khas adalah cara membuatnya yang dibuat dengan cetakan dari bambu. Jajanan tradisional ini memiliki rasa yang gurih dari kelapa berpadu manis dari gula merah.

4. Lekker Paimo

Ini salah satu menu jajanan kuliner legendaris di Semarang. Meski hanya berupa warung tenda yang terletak di pinggir jalan, nambun lekker paimo tidak pernah sepi pengujung, bahkan selalu mengular antriannya.

Baca cerita saya saat mencoba Lekker Paimo di sini.

Yang khas dari Lekker Paimo adalah varian isiannya yang terdiri dari banyak sekali pilihan. Sekarang mulai bermunculan lekker yang mencoba mengadopsi ide tersebut. Tapi tetap saja belum bisa menyaingi pamor Lekker Paimo.

5. Lumpia Semarang

Kenapa lumpia saya letakkan di urutan terakhir? Ya karna menu kuliner ini sudah terlalu terkenal. Hehe.

Siapa yang belum tau tentang Lumpia Semarang? Saya yakin hampir tidak ada. Lumpia Semarang sekarang punya banyak sekali pilihan merk terkenal. Kalian boleh coba yang mana saja. Ada Lumpia Mbak Lin, Lumpia Express, dll.

5 menu kuliner di atas, semoga bisa menjadi referensi saat kalian hendak menyusun daftar itinerary wisata kuliner saat akan berkunjung ke Semarang ya. Sebenarnya masih banyak menu yang lain yang wajib kalian coba. Tapi 5 menu kuliner nusantara di atas menurut saya adalah yang paling wajib dicoba saat sedang berkunjung ke Semarang.

Selamat mencoba :)

Tips Traveling Bersama Balita

on
Kamis, 02 Juli 2020
Bagi orang-orang yang mencintai kegiatan traveling, bisa jadi pergi traveling bersama balita bukanlah masalah besar. Namun bagi orang yang tidak terlalu menyukai traveling seperti saya, bertraveling bersama balita merupakan sesuatu yang harus dipikirkan dan direncanakan dengan matang segala sesuatunya. Karna jika tidak, bisa jadi bukannya jadi enjoy dan rileks saat traveling, malah jadi uring-uringan karna kondisi yang serba tidak sesuai harapan.

Tapi tidak dipungkiri, mengajak balita traveling mempunyai banyak sekali manfaat. Salah satunya adalah memberikan ia permata pengalamanku yang tak terlupakan bersama si kecil, yang harapannya menjadi salah satu media membangun bonding yang kuat antara dia dengan ayah-ibunya.

tips-traveling-bersama-balita
Traveling saat faza usianya belum genap 3 tahun


Maka, meskipun sedikit lebih repot, traveling bersama balita tidak untuk dihindari, malah sebaiknya harus diagendakan. Berikut adalah beberapa tips yang biasanya saya lakukan saat harus traveling dengan membawa balita:

1. Pastikan si Balita Sehat Ketika Hendak Pergi dan Selama Traveling

Ini adalah tips pertama dan utama yang harus kita pastikan sebelum dan selama traveling. Karna jika si balita dalam kondisi kurang fit, maka hampir bisa dipastikan ia akan lebih mudah rewel.

Jadi, memastikan ia dalam kondisi benar-benar sehat adalah sebuah keharusan. Karna jika badannya sedang sehat, artinya kita sudah menutup 50% lebih peluang ia rewel selama traveling.

2. Bawa Vitamin dan Obat Darurat

Meskipun kita sudah memastika si balita dalam kondisi benar-benar sehat sebelum berangkat, rasanya vitamin dan obat-obatan darurat semacam paracetamol tetap tidak boleh ketinggalan dari list barang bawaan kita.

Namanya juga anak-anak. Adakalanya mereka tiba-tiba demam, padahal sebelumnya tampak sehat. Jadi lebih baik berjaga-jaga kan?

3. Bawa Makanan dan Mainan Kesukaannya

Makanan dan mainan kesukaan merupakan salah satu kunci jika ingin membuat seorang balita tetap ceria dan terhindar dari cranky. Jadi, jangan sampai lupa yaaa, bu :)

4. Pilihkan Pakaian yang Nyaman

Adakalanya kita sebagai orangtua, ingin memakaikan pakaian yang lucu dan modis kepada anak, tapi mengesampingkan kenyamanannya. Padahal bagi anak, kenyamanan adalah yang terpenting.

Nah, saat sedang traveling, jangan lupa untuk memilihkan pakaian yang tetap nyaman untuk si kecil ya. Pastikan bahannya menyerap keringat, dan modelnya tidak menghalangi kelincahannya dalam bergerak.

5. Pilih Tujuan Traveling yang Ramah Anak dan Ramah Orangtua

Meski ada d list tips paling akhir, bukan berarti ini yang paling tidak penting. Justru ini adalah hal pertama yang harus dipikirkan sejak pertama kali merencanakan traveling dengan membawa balita. Yaitu, tujuan traveling.

Saat mengajak balita traveling, sebaiknya pilih tujuan traveling yang ramah untuk anak, dalam artian membuat anak merasa nyaman dan senang dengan suasananya, sekaligus yang ramah untuk orangtua, yaitu membuat orangtua tidak kesulitan saat hendak beristirahat sejenak. Karna traveling dengan balita pasti capeknya dobel-dobel kan?

Nah, itulah lima tips traveling dengan membawa balita. Jika ke-lima tips di atas sudah dilakukan, Insyaa Allah traveling akan berjalan menyenangkan baik bagi orangtuanya maupunn bagi si balitanya.

Maka, mari kita berdoa agar pandemi lekas berakhir dan hidup kembali benar-benar normal, sehingga kita bisa segera merencanakan traveling bersama si kecil. Sekarang nabung dulu yaaa :)

Yang Orang Lain Lihat dan Yang Orang Lain Tidak Tahu

on
Rabu, 24 Juni 2020
Udah lamaaa sekali rasanya saya nggak nulis curhatan, atau uneg-uneg pikiran di blog ini. Kadang saya mikir, kenapa ya? Rasanya bukan karna males lho. Tapi lebih  karena rasanya gak ada uneg-uneg yang sangat butuh ditumpahkan melalui tulisan super panjang seperti dulu. Pertama, sekarang udah punya teman berbagi setiap waktu. Kedua, kalaupun ada uneg-uneg yang ingin ditumpahkan lewat tulisan, sekrang lebih sering numpahinnya lewat caption di Instagram. Hehe.

Tapi kali ini saya tiba-tiba kembali merasa butuh.

credit: Pixabay


Jadi ceritanya, saya punya teman yang sama beberapa orang dinilai bossy. Yah, saya akui sih, beliaunya emang gaya ngomongnya kadang mengesankan bossy gitu. Terutama buat yang nggak kenal dekat.

Nah, suatu hari dia minta tolong OB kantor untuk dibuatkan teh panas, karna badannya agak meriang. Sama si OB, teh hangat tersebut dianter ke mejanya pake nampan gitu. FYI, yang seperti itu memang enggak lazim di kantor saya. Padahal kalo di kantor lain kebanyakan, OB mah emang tugasnya gitu kan. Di sini enggak. Hampir nggak pernah ada pegawai yang minta dibuatkan minuman sama OB.

Nah, jadi heboh kan teman-teman yang lain. Image bossy-nya jadi makin tampak jelas. Dan, yah seperti biasa, memancing beberapa orang untuk menjadikannya bahan 'obrolan'.

Kebetulan, saya lumayan dekat sama si teman yang dianggap bossy itu. Enggak dekat banget sih, cuma dibanding dengan teman-teman yang lain, bisa dibilang saya yang paling dekat dengan beliaunya.

Kebetulan juga, saya tau bahwa si teman bossy ini sering sekali membantu si OB yang sering mengalami kesulitan dalam hal keuangan. Nah, bagian ini nih yang teman-teman yang lain tidak tau.

Bukannya saya mau bilang, wajarlah dia nyuruh-nyuruh si OB, wong dia sering bantuin si OB. Bukan. Bukan maksud saya untuk bilang memanfaatkan orang lain yang selama ini sering kita bantu itu nggak masalah.

Cuma dalam hal ini, orang lain -- dalam hal ini teman-teman kebanyakan - cuma tau si teman satu itu bossy. Titik. Tapi mereka tidak tau bahwa di balik sikap bossy-nya, dia juga sering bermurah hati membantu orang lain.

Dari situ, saya mengambil pelajaran. Betapa antara yang orang lain lihat dan yang orang lain tidak tau itu jaraknya bisa jauh banget. Bisa menghasilkan persepsi yang 180 derajat bertolak belakang.

Yang orang lain lihat si A itu bisnisnya sukses, hidupnya sempurna. Tapi yang orang lain tidak tau, bisa jadi si A tidurnya tiap malam cuma 1 jam demi mikirin inovasi apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan bisnisnya.

Yang orang lain lihat si B rumah tangganya harmonis, suaminya mapan, anaknya pintar-pintar. Yang orang lain tidak tau, bisa jadi si B harus selalu menekan egonya habis-habisan demi menghindari konflik dengan suami, harus menyiapkan macam-macam media pembelajaran dan mendampingi anak-anaknya sampai gak sempet me time.

Dan seterusnya.

Kita selalu punya pilihan atas persepsi kita, selama kita mau mencoba melihatnya dari beberapa sudut pandang berbeda :')

Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Era New Normal Ala dr. Reisa Broto Asmoro

on
Jumat, 19 Juni 2020
Sejak libur lebaran berakhir, saya termasuk salah satu orang yang sudah mulai menjalani era new normal. Setelah dua bulan lebih diberlakukan sistem kerja piket dan work from home, sejak dua minggu lalu jam kerja kembali seperti semula. Dari jam 8 pagi hingga 4 sore. Yang membuat beda adalah beberapa protokol kesehatan dari pimpinan yang wajib kami taati.

Takut nggak sih udah masuk era new normal?

Emm, kalo saya enggak sih Alhamdulillah. Memang awalnya merasa agak serem ya. Era new normal itu menurut saya mirip hukum rimba. Yang kuat ya yang bertahan. Jadi, jadikan aja itu sebagai prinsip.

Gimana agar kita bisa bertahan di tengah jajahan virus covid-19 yang belum juga mereda tapi sudah harus beraktivitas seperti biasa? Mau nggak mau kita harus jadi kuat!

cara-meningkatkan-daya-tahan-tubuh-di-era-new-normal
sumber: pixabay


Terus gimana caranya agar kita bisa kuat? Tidak lain adalah dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Dokter Reisa Broto Asmoro sebagai tim komunikasi gugus tugas percepatan penanganan covid-19 memebrikan beberapa tips untuk meningkatkan daya tahan tubuh di era new normal seperti saat ini.

1. Makan dengan Gizi Seimbang

Makan dengan gizi yang seimbang sebenarnya sudah menjadi anjuran yang harus dilakukan untuk menjaga ksehatan sejak dulu. Tapi selama ini masih sangat banyak yang mengabaikan. Apalagi dengan makin menjamurnya produk-produk fast food yang menggiurkan.

Di era new normal life, kita tidak boleh lagi mengabaikan itu. Perlahan, pola makan kita harus diubah menjadi lebih baik, dengan menerapkan pola makan dengan gizi seimbang jika ingin daya tahan tubuh kita baik dan bisa menangkal berbagai serangan virus, termasuk virus covid-19.

2. Rutin Olahraga

Sejak masa WFH dan #dirumahaja, salah satu yang hits di sosial media -- terutama tiktok dan instagram -- adalah banyaknya orang yang memposting kegiatan olahraga di rumah. Selain untuk mengisi waktu luang dan mengusir rasa bosan selama di rumah aja, kegiatan itu juga sejalan dengan tips meningkatkan daya tahan tubuh ala dr. Reisa Broto Asmoro.

3. Perbanyak Minum Air Putih

Memperbanyak minum air putih juga bukan hal baru dalam berbagai tips kesehatan. Tapi lagi-lagi, di era new normal, tips ini harus jauh lebih diperhatikan dan diusahakan. Apalagi sekarang banyak sekali minuman-minuman hits, yang secara tidak sadar membuat porsi minum air putih kita menjadi berkurang.

4. Istirahat yang Cukup

Yang selama ini sering begadang, sepertinya harus segera mengubah gaya hidupnya tersebut. Pun yang selama ini workaholic.

Sebagus apapun pola makannya, kalau istirahatnya tidak cukup, tetap saja daya tahan tubuh akan melemah. Terutama jam tidur malam. Konon, tidur di malam hari itu nggak bisa digantikan kualitasnya dengan tidur di siang hari sebanyak apapun.

5. Jaga Kebersihan

Nah, menjaga kebersihan ini ibaratnya benteng pertahanan terakhir dari tubuh kita, saat kita sudah diharuskan beraktivitas seperti biasa di era new normal.

Sering-sering cuci tangan nggak bisa lagi diabaikan. Langsung mandi sesampainya di rumah, setelah beraktivitas di luar, memakai masker saat berkegiatan dan berinteraksi dengan orang lain, dan lain sebagainya.

Ya, mau nggak mau, suka nggak suka, virus mungkin masih akan terus ada di sekitar kita. Dan hidup nggak boleh dibuat lumpuh olehnya. Kita harus bangkit, memperbaiki yang sempat koyak, mengejar yang sempat tertinggal dan melakukan kewajiban-kewajiban yang sempat tertunda karna pandemi ini.

Era new normal mungkin awalnya terdengar menakutkan. Tapi yakin saja, semua akan baik-baik saja, asal kita berusaha dan tidak abai.

Waspada boleh, panik jangan. Gitu, kan?

Selamat menyambut era new normal, teman-teman. Selamat kembali beraktivitas :)

Menumbuhkan Self Love, Bagaimana Caranya?

on
Kamis, 11 Juni 2020
Gimana orang lain mau mencintai kita, jika kita sendiri tidak mencintai diri sendiri? Gitu kata banyak orang.

Tapi saya kurang setuju sih. Akan tetap ada orang yang mencintai kita, meskipun kita tidak atau belum mencintai diri kita sendiri. Yang akan membedakan mungkin adalah penerimanaan kita terhadap cinta orang lain atau pun sikap kita saat mencintai orang lain.

Saat kita belum mencintai diri sendiri atau belum punya self love, saat dicintai orang lain bisa jadi kita akan skeptis. Menganggap orang tersebut tidak tulus, ada maksud buruk tertentu, dll. Karena kita merasa diri kita penuh kekurangan sehingga tidak mungkin atau tidak pantas dicintai seperti itu.

self-love


Begitupun saat mencintai orang lain, tanpa punya self love. Bisa jadi kita akan bersedia menjadi 'budak cinta'. Diam saja saat disakiti, pasrah meski dilakukan semena-mena. Karna meraa 'pantas' diperlakukan buruk oleh orang yang kita cintai.

Di jaman yang makin penuh tantangan ini, menumbuhkan self love menjadi sangat penting. Self love bisa menjadi salah satu benteng perlindungan diri kita dari berbagai terpaan badai dan angin yang melanda. Jika kita punya self love, kita tidak akan mudah goyah, down atau putus asa saat membaca komentar negatif di media sosial untuk kita. Kita tidak akan mudah terpengaruh nyinyiran orang, dan akan lebih tegas dan berani untuk melindungi diri dari berbagai perlakuan buruk.

Sayangnya, masih banyak sekali yang belum punya self love alias belum mencintai dirinya sendiri. Beberapa teman saya masih ada yangs eperti ini. Mereka cenderung selalu menganggap rendah diri sendiri, merasa tidak punya kelebihan dan tidak pantas dicintai.

Makanya kali ini saya ingin membagikan beberapa cara sederhana untuk menumbuhkan self love dalam diri kita. Beberapa cara di bawah ini sudah pernah saya lakukan, dan ada juga yang masih terus-terusan berusaha saya lakukan.

Yuk simak, apa aja sih cara yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan self love?

1. Cari Support System

Kenapa support system ada di urutan pertama? Yup, karena memang sepenting itu perannya. Tanpa support system yang kuat, usaha apapun akan mudah mentah. Mengingat emosi dan keinginan kita sebagai manusia seringkali naik-turun. Hari ini bertekad kuat untuk menumbuhkan self love, bisa jadi minggu depan tiba-tiba putus asa karna merasa itu bukan hal yang mudah.

Di situasi seperti itu, support system akan mengambil perannya. Dengan kembali menguatkan dan mengembalikan kita pada tekad yang sebelumnya kita ikrarkan. Support system bisa berupa keluarga, teman, atau saudara.

Yang jelas, pastikan support system kita se-frekuensi dengan apa yang tengah kita perjuangkan ya!


2. Berhenti Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Menurut saya, ini adalah langkah awal paling sederhana. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Sederhana kan? Sayangnya, prakteknya tidak sesederhana itu. Bagi teman-teman yang belum punya self love, membandingkan diri dengan orang lain rasanya menjadi salah satu kebiasaan. namanya kebiasaan, pasti akan susah untuk menghentikan.

Tapi sesusah apapun, kalau kita ingin bisa mencintai diri sendiri, kita harus berhenti mebanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita harus meyakini bahwa masing-masing pribadi punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang tidak seharusnya dibandingkan.

3. Fokus Pada Potensi Diri

Setelah berhenti membandingkan diri dengan orang lain, maka kita bisa lanjut ke langkah selanjutnya. Yaitu fokus pada potensi diri sendiri.

Kalau masih membanding-bandingkan terus, gimana mau fokus?

Jika kita bisa fokus untuk melejitkan potensi diri, itu akan menjadi bekal penting yang membuat kita punya penilaian positif terhadap diri sendiri, dan akhirnya menumbuhkan self love.

4. Me Time

Ini sih sepertinya udah pada fasih ya, hihi. Jangan lupa me time. Me time itu bisa jadi salah satu sarana yang efektif untuk menumbuhkan self love lho.

Dan me time nggak harus selalu belanja, atau nyalon, dll. Apalagi di masa pandemi di mana kita sebaiknya lebih banyak di rumah seperti sekarang ini. Me time bisa juga dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat potensi kita yang sudah kita bahas di point 3 meningkat. Misal suka nulis, ya me time-nya dengan nulis. Suka baca novel, ya me time-nya dengan baca novel.

5. Berani Berkata Tidak

Ini juga sepertinya mudah, tapi tetap butuh dilatih. Apalagi untuk tipe orang seperti saya yang sangat sulit bilang tidak.

Apa hubungannya berani berkata tidak dan menumbuhkan self love? Jadi gini, adakalanya (atau seringkali) kita bertemu dengan orang-orang yang meminta kita melakukan hal-hal yang sebenernya nggak kita suka. Tapi karna nggak enak, akhirnya kita mengiyakan.

Saat akhirnya melakukan hal tersebut, pasti kita jadi nggak bahagia. Terpaksa. Dan itu salah satu bentuk menyakiti diri sendiri.

Gimana mau menumbuhkan self love kalau kita masih sering menyakiti diri sendiri?

Itulah 5 cara yang bisa coba kita lakukan jika ingin menumbuhkan self love. Semuanya simpel ya kelihatannya, tapi tetap butuh latihan dan konsistensi. Jika teman-teman punya cara lain, jangan ragu untuk berbagi di kolom komentar ya :)

Dengan lebih mencintai diri sendiri, kita bisa membagikan cinta ke orang-orang di sekitar kita dengan lebih baik dan lebih banyak :')

Signature

Signature