Perbedaan Wardah Exclusife Matte Lip Cream VS Wardah Velvet Matte Lip Mousse

on
Minggu, 05 Januari 2020
Pesonanya Wardah tu entah kenapa susah banget untuk saya tolak, Hehe.

Di mata saya, iklan Wardah selalu menarik. Pas awal-awal masih coba-coba macam-macam skincare, Wardah juga jadi sasaran utama saya. Sayangnya, setelah beberapa kali mencoba skincarenya, ternyata gak terlalu berjodoh sama kulit saya.

Nah, yang paling aman ya kosmetiknya. Dan karna kosmetik yang rutin saya pakai tu the one and only: pewarna bibir, jadi ya yang sampai saat ini masih selalu menarik saya adalah produk pewarna bibirnya Warnah. Khususnya Lip Matte-nya.

Wardah Exclusife Matte Lip Cream-nya itu favorit saya banget. Warna-warnanya bikin saya jatuh cinta. Eh terus beberapa waktu yang lalu, Wardah mengeluarkan lip matte versi baru. Yaitu, Wardah Velvet Matte Lip Mousse.


Pasti banyak banget ya yang bertanya-tanya, apa sih bedanya Wardah Exclusife Matte dan Wardah Velvet Matte Lip Mousse?


Hayuk mari kita kupas satu per satu.

1. Varian Shade

Kalau dilihat dari varian shade-nya, jelas sih Wardah Velvet Matte Lip Mousse kalah jauh, karna baru punya 8 varian shade. Dan cenderung warna-warnan mencolok. Belum ada warna-warna super kalem atau nude gitu.



Sedangkan Wardah Exclusife Matte punya 18 varian shade. Wow, bedanya 10 sendiri cobaa. Hihi. Karna punya varian sebanyak ini, tentu saja Wardah Exclusife Matte punya pilihan yang jauh lebih beragam, dari warna yang super kalem, sampai super mencolok.



Yang saya heran, foto produk untuk Wardah Velvet Matte Lip Mousse di IG resminya wardah, kenapa terkesan warnanya jadi mirip-mirip banget gitu yaa? Bahkan ada beberapa warna yang dari fotonya saya gak bisa membedakan. Efek cahaya kali, ya.

Baca juga: Shade Favorit Wardah Exclusife Matte Lip Cream
2. Tekstur

 Dari segi tekstur, Wardah Exclusife Matte dan Wardah Velvet Matte Lip Mousse cukup berbeda, meskipun menurut saya nggak beda jauh.

Pake exclusife matte lip cream

pake velvet lip mousse

Keduanya sama-sama bertekstur kental dan creamy. Tapi saat diaplikasikan ke bibir, Wardah Velvet Matte Lip Mousse memang terasa jauh lebih ringan. Beda dengan Wardah Exclusife Matte Lip Cream yang terasa agak 'nggedabel' alias berat di bibir saat dipakai.

Coverage-nya juga sama-sama bagus dan hampir gak ada perbedaan yang signifikan.
3. Ketahanan

Soal ketahanan, keduanya juga nggak jauh beda menurut saya. Sama-sama butuh touch up setelah makan atau wudhu. Cuma memang sedikit jauh lebih tahan lama si Wardah Velvet Matte Lip Mousse sih. Tapi maaf belum sempat foto huhu.

Dari 3 perbandingan di atas, lantas saya lebih milih yang mana?

Jujur aja saya lebih jatuh cinta sama Wardah Exclusife Matte Lip Cream-nya sih. Karna meskipun agak terasa berat saat dipakai, toh enggak bikin bibir saya jadi kering. Itu yang paling penting.

Baca juga: Wardah Exclusife Matte Lip Cream VS Pixy Matte Lip Cream

Soalnya, pilihan shade si Velvet lip Mousse belum ada yang 'saya banget'. Selain itu, harganya juga beda kan. Jauh lebih mahal Lip Mousse-nya so pasti. Nah, kalau perbedaannya nggak siginifikan, ya ngapain pilih yang mahal. #sobatmisquen hehehehe

Kalian udah cobain keduanya juga? Terus lebih pilih yang mana?

Ghibah

on
Selasa, 24 Desember 2019
Beberapa waktu lalu, saya seperti tersadar dari tidur panjang. Saya merasa ada yang salah dengan diri saya sendiri. Seperti merasa 'kering' dan 'hampa'.

Setelah merenung cukup lama dan berdialog dengan diri sendiri, saya sadar. Iya, memang ada yang nggak beres. Saya akhirnya sadar saya sedang terjatuh ke dalam sebuah lembah curam yang sangat kotor dan menjijikkan.

Mau tau lembah apa itu?

Lembah dosa, tentu saja. Spesifiknya, dosa ghibah.

Iya. Saya sempat (atau mungkin masih sampai sekarang) ada di kubangan dosa ghibah. Terus-menerus. Hampir setiap hari. Saya seolah lupa bahwa itu merupakan sebuah dosa. Dosa besar, malah.

Saat menyadari itu, saya jijik sama diri saya sendiri. Saya kecewa sama diri saya sendiri. Saya ketakutan.

Gimana enggak jijik? Bukankah ghibah itu serupa dengan memakan bangkai sodara kita sendiri?

Dalam praktek sehari-hari -- kalau dipikir -- ghibah itu memang sangat menjijikkan bukan? Saya ngomongin A saat sedang bersama B. Lalu ngomongin B saat sedang bersama A. Lalu ketika A dan B bersama lalu ngomongin saya, saya marah. Menjijikkan,  kan?

Saya sering ngomongin keburukan orang. Seolah-olah saya yakin jauh lebih baik dari orang yang saya omongkan. Seolah lupa, bahwa saya punya aib yang mungkin lebih banyak dari ikan di lautan :(

Saya takut. Takuuuutt sekali. Takut di hari perhitungan kelak, ternyata saya menjadi orang yang bangkrut. Merasa punya banyak amal sebagai bekal, eh ternyata habis diambil sama orang yang tiap hari saya ghibahi :(

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kamu siapakah orang bangkrut itu?” Para Sahabat Radhiyallahu anhum menjawab, “Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan barang.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang bangkrut di kalangan umatku, (yaitu) orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala amalan) shalat, puasa dan zakat. Tetapi dia juga mencaci maki si ini, menuduh si itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Maka orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya, dan orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum diselesaikan kewajibannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu ditimpakan padanya, kemudian dia dilemparkan di dalam neraka.” [HR. Muslim, no. 2581]

Read more https://almanhaj.or.id/6486-kezhaliman-sebab-kebangkrutan-di-hari-kiamat.html
 “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/ kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR Muslim no. 6522)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kamu siapakah orang bangkrut itu?” Para Sahabat Radhiyallahu anhum menjawab, “Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan barang.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang bangkrut di kalangan umatku, (yaitu) orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala amalan) shalat, puasa dan zakat. Tetapi dia juga mencaci maki si ini, menuduh si itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Maka orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya, dan orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum diselesaikan kewajibannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu ditimpakan padanya, kemudian dia dilemparkan di dalam neraka.” [HR. Muslim, no. 2581]

Read more https://almanhaj.or.id/6486-kezhaliman-sebab-kebangkrutan-di-hari-kiamat.html

Pengen banget bisa keluar dari kubangan dosa ini. Tapi nggak mudah banget. Ada yang pernah ngerasain hal yang sama dengan saya nggak sih?

Ghibah itu sudah bak ranjau, yang siap di manapun dan kapanpun mencengkeram kaki saya untuk lagi-lagi ada di tengah kubangannya. Tapi ada kalanya pula saya yang masih saja dengan sengaja menyodorkan kaki saya ke dalam ranjau tersebut :(

Setan juga pinter banget nakut-nakutin saya, dengan hal-hal yang seharusnya nggak perlu saya takutkan. Takut dibilang sok suci kalau nggak ikutan komentar pas lagi pada ghibah, Takut jadi dijauhin gara-gara nggak asyik lagi diajak ghibah. Dan lain-lain :(

Beneran ya. Kadang kesendirian itu jauh lebih baik, jika di tengah keramaian membuat pahala kita habis tak bersisa. Iya kalau kita punya banyak pahala. Sudahlah memang dikit, dihabiskan pula. Sungguh celaka :(

dr Tumblr

 Sekarang yang bisa saya lakukan hanya berdoa. Berdoa agar Allah mampukan saya menghindar dari jeratan ranjau dosa ghibah ini. Sambil berusaha semampu saya.

Saya enggak sedang menuduh teman-teman saya sering mengajak saya ghibah. Saya sendiri lah yang justru sering mengajak ghibah. Kalaupun teman saya ngajak, bukan salah mereka. Harusnya saya bisa menjaga diri dan mulut saya sendiri. Saya sepenuhnya bertanggungjawab atas respon dan tindakan saya. 

Saat menuliskan ini, saya bukannya sedang marah atau kecewa dengan siapapun gara-gara merasa dighibahi. Enggak. Saya benar-benar sedang butuh menumpahkan betapa kacaunya perasaan saya. Betapa saya mengkhawatirkan nasib saya di alam setelah dunia, kelak.

Adakah yang sedang merasakan perasaan serupa?

Review Lippiematte dari Zalfa Miracle, Lipmatte dengan Infused Serum

on
Rabu, 20 November 2019
Setahunan ini, pamor lipmatte kayaknya masih belum kunjung padam ya. Yang bikin dunia perlipenan makin heboh adalah, berbagai macam brand lipmatte baru bertebaran di mana-mana. Semua orang kayak yang tiba-tiba ngeluarin brand lipmatte baru (maap lebay, gak semua orang juga lah, hehe).

Banyak yang menarik. Tapi saya tipe orang yang nggak terlalu suka coba-coba (kecuali skincare, wkaakkaka). Jadi belinya ya merk itu lagi itu lagi.

Baca juga: Review Wardah Exclusive Matte Lip Cream VS Pixy Matte Lip cream


Minggu lalu, saya iseng ikutan challenge dari salah satu brand kosmetik lokal, yaitu Zalfa miracle. Zalfa ngasih tantangan, bagi yang aktif like dan komen di setiap postingan IG mereka, maka berhak mendapat hadiah satu buah lipmatte mereka.

Eh, Alhamdulillah saya satu dari dua orang yang berhak dapet. Waaahh, rejeki!

Langsung aja yaa saya review lipmatte dari Zalfa Miracle ini.

Zalfa Lippiematte Intense Lip Cream



Pertama saya pengen review packagingnya.

Wow, jujur saya takjub sih sama packagingnya Zalfa Lippiematte ini. Ini lipmatte dengan packaging terniat yang pernah saya punya sejauh ini. Bahkan lipmatte dari brand besar sebelah pun enggak seniat ini.

Ada boxnya, dan di dalam box itu ada semacam kotaknya gitu (maaf nggak tau istilahnya). Dari packaging, Zalfa Lippiematte ini terlihat sangat eksklusif.

Kedua, soal klaim dan kandungan bahan.

Salah satu kelebihan yang ditonjolkan oleh Zalfa Lippiematte ini salah satunya adalah kandungan Argan oil, jojoba oil dan Pro Collagen di dalamnya. Sehingga, nggak cuma bisa bikin cantik dengan warna-warna kalemnya, ia juga menjanjikan dapat menutrisi dan merawat bibir.

Setelah saya coba, iya sih memang sama sekali nggak bikin kering. FYI, bibir saya gampang banget kering. Tapi waktu pake ini, Alhamdulillah nggak bikin bibir saya jadi kering.



Saat diaplikasikan, tampilannya matte di bibir. Sangat pigmented dan coverage-nya oke banget. Sekali usap, langsung bisa nutup warna bibir sepenuhnya.

Soal ketahanan, rasanya nggak jauh beda sama lipcreamnya brand besar sebelah sih. Setelah makan tetep butuh touch up kalau pengen tampilan bibir tetep sempurna. Tapi enggak yang ilang sama sekali gitu. Jadi nggak langsung bikin terlihat pucat jika nggak touch up.

Pilihan Shade

Pilihan shadenya belum terlalu banyak sih. Dan mayoritas didominasi oleh warna-warna pastel dan kalem. Totalnya ada 5 pilihan shade, yaitu 01. Macared, 02. Nudetella, 03. Pinky Winky, 04. Peachfull dan 05. Fall in Mauve.

Kemarin kebetulan saya dikirimi yang shade dengan label Peachfull. Ini nih penampakannya:

Harga resmi dari Zalfa untuk Lippiematte ini adalah Rp 125.000. Tapi mereka sering kok bikin promo-promo. Rajin-rajin aja pantenginnya IG officialnya di @zalfamiracle.

Anyway, ini bukan postingan sponsor yaaaa, murni review dari saya pribadi.

Review Skin Barrier Face Series dari Erhalogy

on
Selasa, 05 November 2019
Jika semua yang terjadi dalam hidup kita konon membawa hikmah, maka hikmah untuk permasalahan jerawat saya adalah tumbuhnya kemauan saya untuk belajar.

Yup. Gara-gara jerawatan, saya jadi belajar banyak hal loh. Dari mulai belajar memahami kulit wajah sendiri (yang masih belum juga paham), belajar mengenali macam-macam komposisi skincare dan manfaatnya,dan banyak hal baru lain tentang kulit wajah.

Salah satu hal baru yang saya pelajari adalah tentang skin barrier.

Apa itu skin barrier? Skin barrier adalah lapisan kulit terluar yang menjaga kulit dari berbagai macam faktor (mengutip dari femaledaily.com). Konon, kuliat yang banyak masalah (salah satunya sering jerawatan), bisa jadi karna skin barriernya rusak.

Apa yang bikin skin barrier bisa rusak? Banyak. Di antaranya, sinar UV dan kandungan skincare yang tidak tepat.

Sebaliknya, kunci jika ingin punya kulit wajah yang sehat adalah dengan cara merawat skin barrier.
Maka, rejeki nomplok banget bagi saya, setelah kemarin bisa mencoba Erha Acne Series, saya juga bisa mencoba Erha Skin Barrier Face Series.



Langsung aja yuk saya ceritain satu per satu.

Skin Barrier Facial Wash

Skin barrier facial wash dari Erhalogy merupakan sabun wajah untuk kulit kering, sensitif, dan atopi, yang diformulasikan khusus dengan busa lembut dan bahan non-irritant untuk membersihkan wajah dari kotoran, sekaligus menjaga kelembapan dan fungsi barrier kulit. Tidak mengandung Paraben, SLS, perwarna, dan parfum.


Skin barrier facial wash  ini mengandung Moisturizing Agent (Aquaxyl, Zinc PCA, D-Panthenol, Gluconolactone (PHA)) yang berfungsi melembapkan dan menjaga fungsi barrier kulit dengan kandungan moisturizer yang merupakan bagian dari NMF (Natural Moisturizing Factor), Antiinflamatory Agent (Dipotassium Glycyrrhizinate & Aloe Vera) untuk menenangkan dan merawat kulit yang teriritasi ringan serta Mild Surfactant yang dapat membersihkan wajah dari kotoran tanpa menjadikan kulit kering.

Karna tanpa parfum, otomatis facial wash ini cenderung nggak berbau. Jadi cocok banget untuk kalian yang nggak terlalu suka facial wash dengan bau menyengat.

Tekstur skin barrier facial wash ini cenderung encer. Lembuuttt banget sih yang pasti. Lembut secara tektur, pun ketika dipakai. Cocok banget lah pokoknya kalo dibilang sebagai produk yang diformulasikan untuk menjaga skin barrier, karna selembut itu!

Yang perlu dicatat. Kalo kalian golongan orang yang sukanya sama facial wash yang kalo habis dipake kulit wajah jadi rasanya kenceng dan keset banget gitu, kalian pasti akan merasa aneh sama facial wash ini.

Yup. Nggak akan ada efek seperti itu setelah memakai skin barrier facial wash dari Erhalogy ini. Sebaliknya, setelah pakai skin barrier facial wash ini, kulit wajah jadi berasa lembab banget! Kalo saya sih sukaaa.

Skin Barrier Face Moisturizer

Salah satu kunci menjaga skin barrier itu salah satunya katanya dengan menjaga kelembaban wajah. Makanya, pakai face moisturizer menjadi hal yang sangat penting. Bahkan yang kulitnya tipe berminyak pun ternyata tetap harus pakai pelembab lho.

Nah, skin barrier face moisturizer dari Erhalogy ini diformulasikan khusus untuk kulit sensitif dan cenderung kering. Dengan kandungan Ceramide Complex dan PHA untuk melembabkan, menjaga dan memperkuat fungsi barier kulit.


Face moisturizer ini juga dilengkapi dengan kombinasi bahan antiinflamasi dan soothing agent untuk memberikan kenyamanan dan mengurangi kemerahan pada kulit.

Mengandung Ceramide complex, soothing agent dan formula pH-Balance untuk memberikan kenyamanan, mengurangi kemerahan, dan merawat kulit yang mengalami iritasi ringan. Tidak mengandung Paraben, perwarna, dan parfum.

Minggu lalu, kulit saya lagi rewel banget. Muncul banyak jerawat besar dan meradang. Bersamaan dengan nyobain pake Erha 21 Acne Care Lab, saya juga pakai face moisturizer ini. Alhamdulillah, peradangannya berkurang drastis.

Tekstur face moisturizer dari Erhalogy ini hampir sama dengan facial washnya. Agak encer dan terasa ringan. Saat diaplikasikan ke wajah, langsung bikn kulit wajah lembab, dan cepat meresap. Enggak terasa greasy sama sekali. Cocok banget lah untuk kalian yang kulitnya sensitif.

Nah, teman-teman yang punya kondisi kulit kayak aku, bisa coba cari info lengkap seputar produknya di Website : https://erha.co.id/ atau Instagram : @Erha.Dermatology. Kalau mau konsul, bisa datang langsung ke Erha Clinic dan beli produknya di offline store yang sudah ada di Erha Derma Center, Erha Skin, Erha Apothecary.

Coba dong yang kulitnya sensitif tunjuk jari dan ceritakan pengalaman kalian merawat si kulit sensitif itu? komen di bawah, yaa..

Tentang Kanker Payudara dan Harapan yang Tak Pernah Sirna

on
Jumat, 25 Oktober 2019
Namanya Bu Harti. Saya mengenal beliau sejak lima tahun yang lalu, di sebuah lembaga badan wakaf yang saat itu menjadi tempat kerja baru saya.

Di sebuah acara pelatihan kantor yang mengharuskan kami menginap, kebetulan saya sekamar dengan beliau. Malam hari sebelum beristirahat, beliau bercerita pada saya. Tentang sebuah benjolan di payudara bagian kirinya, yang tak henti membuatnya resah.

credit: beritasatu.com
Pertama kali saya tau tentang hal itu, jujur saya kaget sekali. Pasalnya, Bu Harti ini tipe orang yang sangat ceria, humoris dan penuh semangat. Tidak tercermin sedikit pun di keseharian beliau, bahwa beliau sedang 'membawa' sebuah bom waktu di tubuhnya.

Saya dan teman-teman yang lain tak henti memotivasi beliau untuk segera berobat secara medis. Sayangnya, saat itu Bu Harti menganggap jalan medis bukan pilihan yang ingin beliau ambil. Beliau memilih untuk berikhtiar mencari kesembuhan melalui berbagai pengobatan tradisional. Sebagai teman yang baik, kami tetap medukungnya. Bagaimanapun, Bu Harti yang paling berhak mengambil keputusan atas tubuhnya.

Lambat laun, benjolan di payudara itu tampak semakin mengintimidasi dari hari ke hari. Adakalanya Bu Harti merasa amat kesakitan. Hingga pada akhirnya, Bu Harti tiba-tiba bercerita pada kami tentang tekadnya untuk memulai ikhtiar melalui jalan medis.

Ia mulai menemui dokter. Lalu melewati tahap biopsi, dan divonis kanker payudara stadium 3. Dan akhirnya menjalani operasi pengangkatan payudara kurang lebih sebulan lalu, setelah diminta menunggu antrian berbulan-bulan karna memakai fasilitas BPJS. Dan kini, ia masih dalam tahap menjalani serangkaian kemoterapi.

Satu hal yang sangat saya dan teman-teman kagumi dari sosok Bu Harti. Yaitu tentang besarnya semangatnya. Tentang harapannya yang tak pernah sekalipun sirna. Harapan bahwa suatu hari ia pasti akan sembuh. Tidak pernah sekalipun kami melihat beliau terpuruk lantaran vonis apapun yang ia terima.

Bahkan, hanya selang dua minggu setelah operasi pengangkatan payudara yang ia jalani, Bu Harti dengan mantap berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umroh.


Bu Harti, 2 minggu setelah operasi pengangkatan payudara

Kanker Payudara dan Kewaspadaan yang Harus Selalu Ada

Dari Bu Harti, saya juga belajar. Bahwa betapa dalam tubuh cantik dan anggun seorang perempuan, tersimpan berbagai mavam potensi bahaya yang seharusnya selalu kita waspadai. Salah satunya kanker payudara.

Maka, melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua teman perempuan saya untuk lebih aware dengan diri sendiri. Salah satunya dengan selalu memeriksa payudara sendiri, atau sering disingkat dengan istilah SADARI.

Kapan SADARI sebaiknya kita lakukan?

Pemeriksaan payudara sendiri atau SADARi sebaiknya dilakukan setiap bulan, tepatnya yaitu beberapa hari setelah menstruasi.

Bagaimana caranya?

credit: haibunda.com

Jika menemukan gejala-gejala yang mencurigakan, jangan pernah ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Karna semakin dini ditangani, Insya Allah peluang untuk terbebas dari kanker akan semakin besar.

Sedangkan beberapa upaya yang bisa kita lakukan agar terhindar dari kanker payudara, di antaranya adalah:

1. Memperbanyak makan sehat seperti buah dan sayur
2. Berolahraga secara teratur
3. Menghindari alkohol, rokok, dan makanan-makanan kurang sehat
4. Menyusui
5. Membatasi terapi hormon
dll.
Untuk siapapun yang tengah berjuang melawan kanker payudara atau kanker-kanker lainnya, tetap semangat. Yakinlah bahwa harapan yang tak pernah sirna akan menjadi salah satu kekuatan yang membuat sel kanker takluk.

Sedangkan bagi yang masih Allah beri kesehatan, yuk mensyukurinya dengan selalu menjaga kesehatan tersebut, dan tidak lupa turut menjadi support system bagi siapapun yang tengah berjuang melawan kanker.

Bagi yang punya kelebihan rejeki, kalian juga bisa membantu saudara-saudara kita yang tengah diuji dengan kanker payudara melalui kotak donasi yang tersedia di toko-toko Wacoal sebagai bentuk kepedulian dan dukungan mereka di bulan kanker payudara ini.

“Breast Cancer Blogger Perempuan Movement, in Collaboration with Wacoal

Review Erha21 Acne Care Lab: Acne Cleanser Scrub Beta Plus (ACSBP) dan Acne Spot Gel

on
Rabu, 23 Oktober 2019
Fiiuuuhhh. Tarik nafas panjang dulu.

Beneran nggak pernah nyangka sih saya akan ada di tengah pusaran masalah jerawat sampai hari ini. Kirain ya, dulu tu jerawatan parah gitu gara-gara hormon kehamilan dan menyusui. Eh ternyata keterusan sampai sekarang, saat anak yang dulu di perut udah lari-lari dan udah nggak doyan ASI. Hiks.

Sebenernya jerawat saya udah nggak separah dulu sih. Tapi hampir selalu ada. terutama menjelang masa menstruasi. Dan jadi kayak lingkaran setan. Mau mens, jerawat muncul satu, lalu jerawat sembuh tapi meninggalkan bekas (soalnya saya jail banget hobinya pegang-pegang jerawat), bekas belum ilang, eh udah mau mens lagi, muncul jerawat lagi, dan otomatis nambah satu bekas jerawat baru.

Kan jadi pengen ambyar yaaakk 😭

Ohya, jerawat saya itu selalu dan selalu di bagian dahi dan dagu. Entah kenapa. Padahal berminyak pun enggak. kering banget pun juga enggak. Entahlah. 

Anyway, seminggu lalu saya memutuskan untuk mencoba produk dari Erha21. Saya nyobain dua produk yang dari varian Acne Care Lab, yaitu Acne Cleanser Scrub Beta Plus (ACSBP) dan Acne Spot Gel.



Nah, sekarang saya akan coba ceritain ke kalian satu per satu yaa.

Acne Cleanser Scrub Beta Plus (ACSBP)

Acne Cleanser Scrub Beta Plus ini merupakan sabun pembersih wajah untuk kulit berjerawat dan dapat mengurangi produksi minyak berlebih, membunuh bakteri penyebab jerawat serta mempercepat pengeringan jerawat. Terdapat butiran scrub bulat sempurna di dalamnya yang berfungsi membersihkan dan mengangkat sel kulit mati dan kotoran hingga ke pori-pori.

Ingredients:
Aqua, Saodium Laureth Sulfate, Myristic Acid, PEG-7 Slyceryl Cocoate, Glycerin, Palmitic ACid, Stearic Acid, SUlfur, CMC, PEG-400, Cocomide DEA, Triethanolamine, Salicylic Acid, Synthetic Wax, Caprylic/Capric Glycerise, Sodium Hydroxide, Fragrance, Propylene Glycol, Disodium EDTA, Xanthan Gum, Alumina, Acid Blue 9 Alumunium Lake C1 42-090, D&C Yellow No. 10 CI 47005, Iron Oxide Black CI 77499, Diazolidinyl Urea, Methylparaben, Propylparaben.

Dimulai dari kemasan. ACSBP ini dikemas dalam tube berwarna dasar putih, khas Erha. Di sana tertera berbagai info produk yang harus diketahui konsumen, seperti komposisi, tanggal expired, cara pakai, dll. Berat bersih dari ACSBP ini adalah 60 gram.

Acne cleanser scrub beta plus bertekstur cream agak encer berwarna kehijauan. Mengandung scrub yang nggak terlalu kasar. Jadi ketika dipakai rasanya tetep lembut di muka.



Aromanya? Seperti yang tertera di kemasannya yang mengandung sulfur, aromanya tu sulfur banget, Tapi tetep ada aroma harumnya. Untuk saya yang nggak terlalu rewel soal aroma sih oke-oke aja.

Awalnya saya agak takut Acne cleanser scrub beta plus ini akan bikin muka terasa kering dan seperti ditarik setelah dipakai. Soalnya saya paling nggak suka model sabun muka yang seperti itu. Tapi ternyata enggak lho, Alhamdulillah! Enggak bikin muka berasa ditarik.

Gimana hasilnya di muka saya?

Waktu pertama pake ini, wajah saya lagi mode darurat jerawat karna lagi kedatangan tamu. Di dahi ada sekitar 4 jerawat besar-besar nan menggemaskan. Di dagu ada tak terhitung jerawat kecil-kecil, dan satu jerawat besar. Parah lah pokoknya. Paraaahhh.

Hari ini, tepat seminggu saya pakai Acne cleanser scrub beta plus dari Erha21 Acne Care Lab, dan Alhamdulillah kondisi muka sudah membaik. Ada dua jerawat baru sih. Tapi itu saya jadi curiga, kayaknya ada produk lain yang memicu jerawat dan masih saya templokin ke muka.

Tapi hampir semua jerawat yang ada saat kali pertama saya pakai ACSBP ini, sudah sembuh.

Acne Spot Gel

Acne Care Lab Acne Spot Gel merupakan obat jerawat dari ERHA yang terbukti secara klinis menghilangkan jerawat dan noda hitam bekas jerawat sejak hari ketiga. Diformulasikan untuk mengurangi peradangan, mempercepat penyembuhan dan mencegah hiperpigmentasi pada spot jerawat aktif.

Ingredients:
Aqua, Sulfur, Propylene Glycol, Hydrogen Peroxide, Hydroxy-ethyl Acrylate/ Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Ethyl Alcohol, Salicylic Acid, Zinc Gluconate, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Sodium Hydroxide, Dipotassium Glycyrrhzate, Citric Acid, Disodium EDTA.

Berbeda dengan ACSBP yang tanpa memakai kotak, Acne spot gel dilengkapi dengan kotak karton. Dan segala info tentang produknya tertera dalam kotak karton tersebut.



Tekstur dari Acne Spot Gel ini berupa gel berwarna putih, yang tidak terlalu kental. Terasa ringan. Ada sedikiiitt aroma obat, tapi sama sekali nggak mengganggu karna baunya bener-bener tipis.



Klaim produk yang tertera dalam kotaknya adalah terbukti secara klinis sejak hari ketiga membantu mengurangi jerawat dan menyamarkan noda hitam.

Apakah di saya terbukti?

Yep, terbukti. Alhamdulillah!

Terutama soal menyamarkan bekas noda. Di awal artikel ini, saya udah cerita kan kalo saya ini hobi banget mencetin jerawat. Kebiasaan semacam itu bikin jerawat menyisakan bekas-bekas hitam di muka, so pasti.

 Nah, salah satu jerawat paling besar di dahi yang muncul saat awal saya memakai produk ini tuh sempat saya pencet sampai berdarah dan meninggalkan bekas hitam sekali, dan besar.

Yang nggak saya sangka, sekitar empat hari setelah saya oles Acne Spot Gel dari Erha21 ini, bekasnya udah jadi samar banget. Huhu, terharuuu.



Kelihatan kan di foto before-after, di bagian dahi, jerawat yang besar-besar udah mulai pada kempes dan sembuh. Di dagu jugaaa. Nah, kalo jerawat yang di atas bibir di foto after itu, jerawat baru. Hihi.

Kalau untuk jerawat yang masih aktif, acne spot gel ini bukan tipe yang langsung bikin jerawat langsung kering gitu sih. Tapi efektif bikin jerawat kempes, dan sembuh tanpa bekas kurang lebih dalam jangka waktu tiga hari. Sukaaa banget lah pokoknya sama Acne Spot Gel ini.

Kalian ada yang lagi bermasalah sama jerawat juga nggak sih? Udah cobain produk apa saja?

Kalo kalian pengen cobain Acne Care Lab-nya Erha21 juga, kalian bisa mendapatkan produk Erha Acne Facial Wash ACSBP dan Erha Acne Spot Gel ini tanpa resep dokter di seluruh Erha clinic di Indonesia atau di Erha Apothecary yang ada di Mall ataupun bisa juga secara online di Erhastore.co.id 😊

Tentang Kejamnya Komentar Netizen dan Isu Kesehatan Mental

on
Rabu, 16 Oktober 2019
Kalau dulu, lidah itu udah yang paling tajam. Sekarang, ternyata ada yang sama tajamnya. Bahkan kadang jauh lebih tajam.

Apa itu?

Oh, right. Jari tentu saja.

Dulu saya pernah nulis tentang lidah yang mampu menghancurkan hidup seseorang. Hari ini, kisah demi kisah kita dengar, tentang jari yang ternyata juga mampu menghancurkan hidup seseorang.


Jujur ya, saya tu salah satu orang yang bertanya-tanya, kenapa sih akhir-akhir ini isu kesehatan mental santer banget dikampanyekan? Sedarurat apa sih? Ada apa sih sebenernya?

Iya, sebut saja saya enggak peka.

Lalu pada suatu hari (kayak dongeng aja yak 😂), saya nonton vlognya Ussy Sulistyowati. Fyi, saya lagi suka nonton yutubnya keluarga Pratama itu.

Vlog yang saya tonton dua diantaranya adalah yang pas lagi ngobrol sama Heidy istrinya Sunan Kalijaga.



Dalam Vlog Ussy, Heidy Sunan mengungkapkan tentang koemntar-komentar pedas netizen tentang putrinya yang sempat membuatnya sangat sedih, dan memberikan dampak besar dan negatif pada putrinya.

"Hanya karna ketikan kalian itu, kalian nggak akan terbayang dampak apa yang akan terjadi dari ketikan tersebut" (Heidy Sunan).

Dari situ, saya makin ngeh. Oh, pantesan ya kesehatan mental sedang diangkat banget. Lha gimana, era sosmed ini kan hate speech bertebaran di mana-mana. Apalagi kalo public figure. Kayaknya udah jadi makanan sehari-hari mereka.

Nah, terus kemarin, GONG-nya, saya baca berita tentang salah satu public figure asal Korea yang bunuh diri, dan gara-garanya -- salah satunya -- adalah karna kesehatan mentalnya terganggu sejak jadi bulan-bulanan hujatan netizen.

Subhanallah 😭

Dulu saya pikir, dampak dari hate speech itu, paling dampaknya cuma bikin sakit hati. Ternyata enggak sesederhana itu.

Hate speech ternyata bisa banget mengoyak kesehatan mental seseorang :(

Iya juga sih. Dikomentarin, "kok sekarang jerawatan" sekali-dua kali aja udah bikin nelangsa dan hilang percaya diri. Apalagi kalo komentarnya  -- Subhanallah, kejem-kejem bangettt.

Jadi masuk akal banget kalo kampanye isu kesehatan mental bener-bener jadi fokus banyak orang sekarang ini. Lha gimana, dunia maya makin guanaasss. Huhu. Kalo emang belum semua orang sadar tentang betapa pentingnya kesehatan mental.

Kalo ngerasa sakit perut, kita akan enteng aja datang ke dokter. Tapi kalo kita insomnia gara-gara stress mikirin masalah, pasti nggak akan seenteng itu kita memutuskan datang ke psikolog atau psikiater, kan? Nah itu contoh kesadaran tentang kesehatan mental yang masih rendah.

Anyway, mereka para netizen yang hobinya komentar kejam, mungkin habis ngetik, terus udah, lupa dan bisa kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa. Tapi kebayang nggak sih, yang menjadi sasaran komentar kejam si netizen tersebut, mungkin menimbulkan dampak yang panjang dan nggak pernah kita pikirin sedetik pun.

Huhu, sedih banget yaaa. Beneran deh, kalo kita punya hati nurani, harusnya kita sedih kalo kita jadi penyebab atas kesedihan orang lain. Apalagi atas terganggunya kesehatan mental orang lain.

Artis tu juga manusia lho. Pejabat juga manusia. Sama seperti kita. Bisa sedih, bisa terpukul, bisa marah. Coba dong sebelum nulis komentar tuh dibayangin dulu, 'kalo aku yang dikomentarin gini gimana ya rasanya?'

Terus, kebayang nggak sih, pas di hari perhitungan nanti, kita tiba-tiba dituntut sama Allah atas kesalahan yang bisa jadi sama sekali kita udah lupa karna melakukannya nggak pakai mikir. Kan kadang kalo habis komentar atau ngetik apapun di sosmed, kita langsung lupa gitu aja kan?

Itu kita bakal kayak apa kagetnya nanti di akhirat? 😭

Kebebasan berekspresi di sosial media itu tetap dibatasi sama banyak hal, seharusnya. Terutama, dibatasi oleh rasa kemanusiaan kita.

Mari jadi manusia yang memanusiakan manusia :)

Signature

Signature