Pengalaman Konsultasi Tentang Jerawat Melalui Halodoc

on
Senin, 12 Februari 2024

 Setelah kurang lebih 5 tahun kondisi kulit saya terbilang stabil, satu bulanan terakhir ini kulit saya breakout dan saya kembali menjadi acne warrior. Sedih banget tiap ngaca, melihat kulit yang tadinya sudah bersih tiba-tiba kembali penuh dengan jerawat.

 

Apa sebabnya? Entahlah. Yang jelas bukan karena salah produk. Karena sekian tahun saya mencoba banyak sekali produk skincare, dan Alhamdulillah kulit saya baik-baik saja. Apalagi beberapa bulan terakhir ini, saya memakai skincare yang itu-itu saja. Sedang gak coba-coba produk baru.

 

Saya udah mencoba memakai skincare-skincare andalan yang biasanya bisa membantu meredakan jerawat yang muncul saat masa-masa PMS, tapi kali ini juga tetep mental. Gak ngaruh.

 

Konsultasi-jerawat-lewat-halodoc

 

Pas lagi iseng scrolling akun X, gak sengaja lewat postingan base tentang curhatan salah satu netizen yang jerawatnya membaik setelah konsul ke dokter kulit melalui Halodoc. Udah gak pakai pikir panjang langsung install Halodoc saat itu juga.

 

Konsultasi Jerawat Lewat Halodoc, Ketemu Dokter Zonk


Saya sudah pernah konsultasi melalui Halodoc sebelumnya. Dan bagian paling bingungnya adalah memilih mau konsul ke dokter yang mana, karena pilihannya banyak banget. Salahnya saya, kok ya gak cari rekomendasi dulu di media sosial.

 

Akhirnya saya memilih berdasarkan riwayat perguruan tinggi tempat si dokter belajar. Dan tentunya saya memilih dokter yang berasal dari kampus ternama di Indonesia.

 

Sayangnya, ZONK! Ternyata kita emang gak boleh menilai hanya dari asal kampus. Kenapa saya kecewa dengan si dokter dari kampus ternama ini?

 

Awalnya saya gak ada curiga apapun. Setelah saya mengutarakan semua keluhan saya tentang kulit yang berjerawat beserta ciri-ciri jerawatnya, beliau bilang akan memberi saya resep. Tapi, resepnya gak ada di Halodoc, karena ini racikan. Begitu katanya.

 

Saya pikir, oh mungkin maksudnya disuruh nebus sendiri ke apotek. Karena dari sharing orang-orang di medsos, mereka dikasih resep untuk ditebus di apotek.

 

Nah kemudian si dokter memberi saya 1 resep yang bisa ditebus lewat Halodoc. Tapi katanya ini cuma pelembab aja. Beliau memberi saya nomor WA, saya diarahkan untuk chatt beliau agar solusinya tuntas. Saya masih gak curiga gimana-gimana. Malah mikir, wah baik sekaliii dokternya. Sampai mau ditanya lewat WA.

 

Setelah ruang konsultasi Halodoc beliau tutup, saya dengan sukacita WA beliau. Eh tau gak gimana selanjutnya?

 

Saya dikasih link Tokopedia, yang mengarah ke sebuah produk tanpa gambar berjudul "Paket Acne" seharga 300 ribu-an lebih. Keterangannya, paket itu akan berisi krim malam, sunscreen dan entah apa lagi saya lupa. Lanjut saya lihat kolom reviewnya, gambarnya seperti kemasan krim racikan dokter pada umumnya.

 

Dan akhirnya saya sadar. Si dokter malah jualan :(

 

Saya belum pernah sama sekali pakai krim racikan semacam itu, jadi jujur saya takut kalau disuruh pakai. Tapi saya masih mencoba positif thinking sama dokternya. Kemudian saya lanjut tanya melalui chatt, setelah jerawat sembuh, bisa balik pakai produk skincare OTC (yang bebas dijual di toko) lagi kan?

 

Eh jawaban bu dokternya sungguh membagongkan!

 

Kurang lebih jawabannya gini:

 

"Ya silakan, tapi resiko tanggung penumpang. Skincare sekarang tuh menang di iklan aja, tapi ingredientsnya amburadul. Setahun dua tahun sih kayaknya oke-oke aja, lihat aja beberapa tahun lagi bla bla bla" panjang banget yang intinya menjelekkan produk OTC.

 

Kocaq banget!

 

Padahal produk OTC mostly malah ber-BPOM. Dipikir BPOM kerjanya ngapain?

 

Beneran gak habis pikir seorang dokter jebolan universitas ternama bisa ber-statement seperti itu! 


Akhirnya Konsultasi Ulang

 

Karena merasa dongkol udah konsultasi tapi belum nemu solusi, akhirnya saya ubek-ubek X (twitter). Ternyata di sana banyak yang ngasih rekomendasi dokter yang oke. Kenapa gak dari tadi yaa nyari rekomendasinya!

 

Ditambah, ada yang ngasih info voucher konsultasi di Halodoc pula. Biaya konsultasi yang awalnya 60 ribu-an, jadi cuma seribuan aja. SERIBU RUPIAH udah bisa ngobrol sama dokter spesialis *cry*.

 

Singkat cerita, saya konsultasi ulang dengan dokter yang direkomendasikan netijen X. Ini nih dokternya:

 

dokter-kulit-halodoc


Alhamdulillah dokter yang ini masuk akal. Beliau menanyakan riwayat skincare yang saya pakai saat ini, dan sudah berapa lama saya memakainya.

 

Setelah saya jawab, beliau menyarankan agar saya mengganti basic skincare (cleanser, moisturizer dan sunscreen) saya dengan beberapa merk yang beliau rekomendasikan. Yang bikin lega, si dokter ngasih banyak pilihan merk dengan harga yang variatif. Jadi saya bisa milih yang sesuai dengan budget.

 

Selain itu, beliau juga ngasih resep berupa 2 krim oles dan obat minum yang bisa ditebus sendiri di apotek atau lewat Halodoc sekalian.

 

Basic Skincare Rekomendasi Dokter

Kalian pasti penasaran kan, brand skincare apa saja yang direkomendasikan oleh si dokter? Hehe. Nih saya kasih bocorannya. 


Facial Wash

Hadalabo, Cetaphil, Cosrx low pH, Labore, Senka (Intinya harus facial wash yang gentle, merk apapun).

Moisturizer

The Originote, Hadalabo (harus yang untuk melembabkan saja), Cerave, Labore, Cetaphil, La-Roche Posay, Ceradan, Sebamed, Skintific, Neutrogena, Cosrx Oil Free Control.

Sunscreen

Skinaqua, Parasol, Cetaphil, Annesa, Npure (yang di atas SPF 30), Biore, Neutrogena, Erha, Banan Boat, La-Roche Posay, Elta Md, Labore, Beauty Of Joseon.


Progress Setelah Konsul di Halodoc


Kurang lebih sepekan setelah memakai 2 krim yang diresepkan oleh dokter Halodoc, dan mengganti basic skincare dengan yang direkomendasikan, Alhamdulillah jerawatku mereda. Meski bekas kemerahannya masih belum hilang, minimal udah agak kempes dan gak senut-senut lagi.

 

Konsultasi-jerawat-lewat-halodoc

 

Jadi gimana, tertarik untuk konsultas jerawat lewat Halodoc juga?

Layanan dan Digitalisasi BRI, Menyentuh Hingga Pelosok Negeri

on
Selasa, 21 November 2023

Saya masih selalu takjub melihat berbagai perkembangan dan kemajuan di desa tempat saya lahir dan tumbuh. Dari dulu rasanya desa saya gak bisa dibilang desa yang pelosok dan tertinggal banget sih kalau dilihat dari peradaban penduduknya. Tapi kalau dilihat dari jangkauan teknologi, bisa dibilang dulu desa saya memang termasuk pelosok.

 

Saat saya SMA, saya harus menempuh jarak 8 kilometer lebih untuk ke warnet, jika sedang butuh internet. Sinyal provider seluler aja masih nggak stabil banget beberapa tahun lalu. Belanja online? Belum kenal. Pernah dapat hadiah giveaway aja kurirnya marah-marah karena rumah saya pelosok banget katanya.

 

Bank? Kenal sih, Rata-rata tetangga saya sudah kenal bank, tapi sebagai tempat pinjem uang alias utang. Hahaha. Kayaknya saat itu masih sangat jarang yang memanfaatkan macam-macam jenis layanan bank. Apalagi jarak yang harus ditempuh untuk ke bank juga sama, kurang lebih 8 kilometer. Bahkan ini sampai sekarang pun masih seperti itu kondisinya, termasuk mesin ATM.


BRILink, Angin Segar Masyarakat Pedesaan

 

BRILink
Sumber: https://linkumkm.id/

 

Meskipun jarak ke Bank dan ATM masih tetap belum mengalami perubahan, Alhamdulillah masyarakat di desa saya sudah jauh lebih melek tentang berbagai fitur layanan yang ditawarkan oleh Bank, terutama BRI.

 

Rasanya memang tepat sekali jika BRI disebut sebagai sahabat masyarakat pedesaan dan pahlawan bagi para pelaku UMKM. Karena sejak dulu kala, ketika pengetahuan masyarakat tentang Bank masih sangat terbatas pun, BRI sudah sangat akrab dengan kehidupan banyak masyarakat desa. Yah, sekali lagi, meskipun hanya dianggap sebagai tempat cari utang.

 

Tapi sekarang tidak lagi! Dengan inovasi layanan dan digitalisasi BRI melalui BRILink yang sudah tersebar di berbagai daerah dan pelosok negeri, BRI berhasil mengenalkan sekaligus mengedukasi banyak sekali masyarakat pedesaan tentang berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh sebuah Bank. Pada kuartal 1 2023, agen BRILink sudah menyentuh angka 650 Ribu agen lebih.

 

BRILink merupakan program layanan perbankan tanpa mengandalkan kantor cabang dan teknologi untuk mencapai para nasabahnya. BRILink ini memakai sistem keagenan dengan syarat-syarat tertentu bagi siapa saja yang ingin menjadi agen BRILink.

 

Apa saja sih syarat untuk bisa menjadi agen BRILink? Simak di bawah ini! 


1. Belum menjadi agen dari Bank penyelenggara Laku Pandai

2. Memiliki surat keterangan legalitas usaha (sekurang-kurangnya dari perangkat desa) atau SK pengangkatan pegawai tetap atau SK pensiun

3. Memiliki sumber penghasilan dari kegiatan usaha dan atau kegiatan tetap lainnya minimal 2 tahun

4. Memiliki rekening simpanan berkartu di Bank BRI, menyetor uang jaminan sebesar Rp 3.000.000,- dan saldo tersebut diblokir selama menjadi agen

5. Memiliki rekening pinjaman di Bank BRI (tanpa harus menyetor uang jaminan) dengan kolektibilitas Lancar selama 6 bulan terakhir

6. Pengajuan agen dapat berbentuk perseorangan atau Instansi berbadan hukum

 

Lalu apa aja layanan yang ditawarkan oleh BRILink? Ini nih layanan yang ditawarkan BRILink:

 

1. Isi ulang pulsa selular

2. Pembayaran listri pra bayar

3. Pembayaran cicilan

4. Pembayaran iuran BPJS

5. Setor uang tunai

6. Tarik tunai (Menggunakan kartu ATM)

7. Dll

 

Digitalisasi BRI, Menyentuh Hingga Pelosok Negeri

 

 Bagi saya pribadi yang sekarang tinggal di kota, menggunakan layanan mobile banking tentu jauh lebih praktis. Transaksi bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Tapi tentu saja tidak sesederhana itu bagi sebagian besar masyarakat pedesaan yang belum terlalu familiar dengan layanan digital semacam ini. 


Dengan inovasi BRILink, BRI berhasil membuat masyarakat pedesaan turut merasakan berbagai kemudahan hidup yang bisa ditawarkan oleh dunia perbankan. BRILink terasa lebih mudah dipahami untuk mereka.

 

Saya yang kini tinggal jauh dari orangtua, termasuk yang turut merasakan manfaat digitalisasi BRI ini. Karena jadi tidak perlu bingung lagi jika sewaktu-waktu butuh mengirim uang untuk kebutuhan mendesak, karena beliau bisa mengambil uang melalui agen BRILink yang tidak jauh dari rumah saya.


BRILink menjadi salah satu dari sekian banyak pencapaian BRI di usianya yang ke 128 tahun, dan menjadi salah satu bukti bahwa BRI berhasil tumbuh dengan hebat dan kuat dalam melayani masyarakat hingga pelosok negeri.


Review Aloe Vera Pro Gel dari Dewpre

on
Rabu, 01 November 2023

Meskipun sudah masuk akhir bulan Oktober, yang di pelajaran saat sekolah dulu konon seharusnya sudah masuk musim penghujan, nyatanya di Semarang sampai hari ini sama sekali belum turun hujan. Cuacanya masih sangat panas berkisar 38-39 derajat. Kebayang panasnya seperti apa?

 

Dengan cuaca yang seperti itu, kondisi kulit membutuhkan perhatian yang lebih dari biasanya. Selain sunscreen yang tentu saja jadi sesuatu yang wajib di siang hari, di malam hari kulit kita butuh diberi nutrisi dan hidrasi yang lebih dari biasanya.

 

Apalagi jika tipe kulitnya kering seperti saya. Dan gak cuma saya, anak dan suami saya pun kebetulan sama-sama punya tipe kulit kering yang akan bersisik dan gatal jika tidak diberi produk perawatan yang mampu menghidrasi sekaligus menutrisi kulit.

 

Aloe Pro Gel dari Dewpre

 

Sudah pernah dengar brand Dewpre?

 

Dewpre merupakan brand lokal Indonesia yang menggabungkan teknologi kecantikan Korea (K-Beauty) dan Indonesia, untuk menghasilkan produk dengan komposisi terbaik yang sesuai dengan cuaca dan tipe kulit khas orang Indonesia.

 

Mungkin untuk sebagian orang, nama brand ini masih agak asing. Padahal brand ini punya banyak jenis produk skincare yang sering mendapat review positif dari para pemakainya lho. Salah satunya Aloe Pro Gel ini.

 

 

Aloevera-gel-dewpre

 

Yuk kenalan lebih dalam dengan Aloe Pro Gel dari Dewpre! 


Ingredients

 

Aloe Barbadensis Leaf Extract, Methyl Gluceth-10, 1.2 Hexanediol, Pantylene Glycol, Panthenol, Propolis Extract, Carbomer, Allantoin, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Potassium Hydroxide, Polyglyceryl-10 Laurate, Propanediol, Ethylhexylglycerin, Plumeria Alba Flower Oil, Water, Disodium, EDTA, Tocopherol, Buttylene Glycol, Centella Asiatica Extract, Sodium Hyaluronate, Eugenia Caryophyllus (Clove) Leaf Oil, Salix Alba (Willow) Bark  Extract, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Water, Galactomyces Ferment Filtrate, Brassica Olerace Italica Extract, Camellia Snenss Leaf Extract, Glycerin, Methylpropanediol, Curcuma Longa (Turmetic) Root Extract.

 

Key Ingredients & Manfaatnya


Alovera-gel-dewpre



  • 92 % Aloe Bardensis berfungsi melembabkan kulit, mengurangi peradangan pada kulit, dan peremajaan kulit.
  •  Propolis, memiliki manfaat menyembuhkan luka pada kulit
  • Phantenol berfungsi mengatasi iritasi pada kulit.
  • Cica berguna sebagai penyembuh berbagai macam masalah kulit, dapat mengatasi jerawat, dan menghidari kulit
  • Sodium Hyluronate, untuk mengurangi peradangan pada kulit
  • Salix Alba Bark Extract membantu memperbaiki kondisi kulit yang rusak
  • Galactomyces Ferment Filtrate membantu mencerahkan kulit dan memelihara Kesehatan kulit.

 

Tekstur & Aroma

 

Alovera-gel-dewpre


Sesuai namanya, Aloe Pro Gel ini bertekstur gel bening. Aroma harumnya seperti harumnya dedaunan. Segar dan tidak menyengat.


Review Pemakaian

 

Aloe Pro Gel dari Dewpre ini biasanya saya pakai di malam hari. Terutama ketika sedang malas memakai rangkaian skincare yang terlalu panjang, biasanya saya hanya double cleansing, pake toner, kemudian pakai Aloe Pro Gel ini.

 

Jujur awalnya saya gak berekspektasi tinggi sama Aloe Pro Gel. Karena kulit saya super kering ini biasanya agak gak ngaruh kalau dikasih produk bertekstur gel seperti ini. Tapi ternyata saya salah. Efek hidrasi dari Aloe Pro Gel ini cukup kuat, sehingga bikin kulit terasa lebih lembab. 


Apalagi setelah kulit seharian kena berbagai macam radikal bebas dan sengatan matahari, pakai Aloe Pro Gel terasa seperti minum es teh di siang yang terik. Beneran seseger itu!

 

Yang pakai Aloe Pro Gel ini gak cuma saya. Suami dan anak saya yang berusia 6 tahun pun saya pakaikan. Suami saya yang biasanya gak suka diolesin macem-macem skincare, bilang suka karena terasa sejuk ketika saya pakaikan Aloe Pro Gel. Sedangkan anak sayang yang usia 6 tahun pun sama. Sebenarnya di kemasan produknya bilang aman mulai usia remaja sih. Ini murni saya-nya aja yang nekat kasih ke anak saya, karena kulit pipinya kering bersisik. Dan Alhamdulillah gak ada efek negatif apapun di dia.

 

Pokoknya, Aloe Pro Gel dari Dewpre ini worth to try banget deh!

Review Petualangan Sherina 2 dan Cerita-Cerita yang Menyertainya

on
Senin, 09 Oktober 2023

 Bagi generasi 90-an, Petualangan Sherina adalah salah satu hal paling ikonik. Bahkan saya yang saat itu tinggal di sebuah desa yang cukup terpencil pun gak luput dari euforia Film Petualangan Sherina yang saat itu sangat menggemparkan dunia perfilman tanah air. Meski saat itu saya hanya bisa menontonnya melalui VCD (atau DVD, entah saya lupa persisnya), yang disewakan oleh Bapak dari rental CD yang saat itu marak.

 

film-petualangan-sherina

 

 

Saya menontonnya puluhan kali, bahkan sampai hafal di luar kepala isi percakapannya dari awal sampai akhir. Haha. Saya kira saya terlalu freak. Eh ternyata banyak juga generasi seangkatan saya yang sama seperti itu. Gak cuma hafal isi percakapan, kami juga jadi halu ingin jadi Sherina dengan meniru apapun yang dilakukan Sherina di Petualangan Sherina.

 

Menempel hansaplast padahal gak ada yang luka, makan coklat Chacha yang ditaruh kotak bekal, lari-larian di sawah pake tas ransel, dll. Geliii kalo diingat, tapi juga heartwarming.

 

Pada akhirnya, bagi banyak anak generasi 90-an, Petualangan Sherina tidak lagi hanya sekedar film. Tapi merupakan jejak perjalanan tumbuh kami yang beberapa di antaranya terasa tidak mudah saat itu. Terutama bagi saya. Petualangan Sherina adalah warna yang membuat masa kecil kami terasa indah, di antara berbagai kesedihan dan kesulitan yang saya rasakan saat itu.

 

Saat dengar kabar akan ada Petualangan Sherina 2 di awal 2020 lalu, wah jelas saya super excited! Bahkan langsung bilang ke suami, pokoknya kalau Petualangan Sherina 2 rilis, saya harus banget nonton.

 

Dan akhirnyaaa, penantian itu terbayar tuntas di akhir 2023 ini. Meskipun gak bisa nonton di hari pertama rilis pada 28 September 2023, Alhamdulillah tetap bisa nonton pada tanggal 02 Oktober 2023 lalu.

 

Review Singkat Film Petualangan Sherina 2

 

 

film-petualangan-sherina

 

Secara garis besar, menurutku film Petualangan Sherina 2 ini mirip banget sama Petualangan Sherina 1. Garis besar lho ya. Jadi bukan ceritanya, tapi point-pointnya. Duh, gimana ya jelasinnya, hihi.


Lagu, musik dan 'atmosfer'-nya juga mirip banget dengan Petualangan Sherina 1, jadi benar-benar bikin nostalgia sama segala perasaan di 23 tahun lalu.

 

Bedanya, sekarang Sadam dan Sherina sudah menjelma menjadi 2 karakter orang dewasa, yang lagi-lagi, punya benang merah yang sangat jelas dengan sosok mereka saat masih anak-anak. Meski kita lihat kisah mereka lagi baru 23 tahun kemudian, saya seperti bisa membayangkan kehidupan seperti apa yang akhirnya membuat mereka tumbuh jadi sosok yang saya lihat di Petualangan Sherina 2.

 

Sherina yang sudah menjadi wanita karir ibukota, berprofesi sebagai jurnalis yang cerdas, kritis dan terlihat sangat passionate. Sedangkan Sadam telah menjelma menjadi laki-laki dewasa berprofesi sebagai manajer konservasi salah satu satwa liar yang dilindungi.

 

Tugas dari profesi mereka masing-masing lah yang akhirnya mempertemukan mereka kembali. Secara tersirat, juga diceritakan tentang gambaran hubungan mereka sepanjang 23 tahun ini.

 

Pertemuan mereka lagi-lagi disisipi petualangan melawan kejahatan. Bedanya, kalau dulu Sadam cuma bisa ngrepotin Sherina, kali ini Sadam udah gak kalah jagoannya, dan berhasil bikin penonton salting sekalian meleleh. Hehehe.

 

Jujur di beberapa bagian, alur cerita yang menurut saya kurang greget dan harusnya bisa dibikin lebih bagus sih. Salah satunya di bagian 'pengungkapan' si penjahat. Itu kayak agak kurang logis Sadam dan Sherina bisa menyelinap semudah itu. Tapi, bagi saya yang terpenting dari film Petualangan Sherina 2 ini adalah keberhasilannya membuat saya sebagai generasi 90-an sekaligus pecinta Petualangan Sherina 1 bernostalgia. Dan itu sangat berhasil!

 

Buat yang gak nonton atau gak punya kenangan dan kesan khusus tentang Petualangan Sherina 1 mungkin (mungkin lho ya) akan merasa film ini kurang greget di beberapa bagian.

 

Yang jelas, saya salah satu dari (ternyata) buanyak netizen yang berharap akan ada Petualangan Sherina 3 (yang agak mustahil), atau minimal spin off dari kisah hidup Sherina dan Sadam secara khusus.

 

 Aakk, masih pengen nonton lagi!


Muhammad Ahsanul Husna, Pejuang Sekolah Islam Gratis di Semarang

on
Sabtu, 26 Agustus 2023

Beberapa tahun sebelum anak pertama saya memasuki usia SD, saya sudah mulai sibuk survey beberapa sekolah untuk anak saya. Kenapa harus jauh-jauh hari sekali? Yang utama ya karena saya tahu biaya sekolah jaman sekarang tidak murah. Sebagai pegawai swasta yang gajinya UMR, saya dan suami tentu saja harus punya bayangan tentang berapa biaya yang harus kami siapkan untuk anak kami.

 

Dan saya terperanjat ketika mengetahui dengan pasti biaya masuk beberapa SD Islam Terpadu di daerah Semarang! Bayangkan, setara SD biaya masuknya ada yang sampai 4x lipat biaya masuk S1 saya di tahun 2012 lalu -- yang mana saya kuliah di universitas swasta yang termasuk lumayan mahal di Semarang. Biaya per bulannya juga rata-rata hampir menyentuh angka 1 juta-an. Itu belum termasuk catering, dll-nya.

 

Miris sekali melihat besarnya biaya itu sembari mengingat kondisi ekonomi rata-rata masyarakat yang masih banyak di bawah standar. Apalagi dalam hal ini yang saya lihat adalah biaya sekolah Islam.

 

Jadi terasa agak ironis rasanya. Gimana kita bisa berharap perbaikan generasi melalui pendidikan Islam, kalau pendidikan Islam yang berkualitas hanya bisa diakses oleh orang-orang dengan strata ekonomi tertentu saja?

 

Muhammad Ahsanul Husna, Pahlawan Pendidikan Islam era Modern

 

Menurut saya, tidak berlebihan jika saya menyebutnya sebagai seorang pahlawan. Muhammad Ahsanul Husna, laki-laki setengah baya dari Semarang, yang berjuang di bidang pendidikan Islam di wilayah tempat tinggalnya, tepatnya di wilayah Semarang Barat, Kota Semarang.

 

Melalui SD Darussalam, Muhammad Ahsanul Husna berjuang di bidang pendidikan dengan cara menggratiskan sekolah tersebut. Ya, benar-benar gratis. Selain menerapkan Kurikulum Merdeka Kemendikbud, SD Darussalam juga membekali siswanya dengan mata pelajaran keislaman seperti BTQ (Baca Tulis Qur'an) dan tahfidz juz 30.

 

ahsanul-husna
credit: SigiJateng.id (Bapak Muhammad Ahsanul Husna, berkemeja Biru Dongker)

 

 

SD Darussalam didirikan di atas lahan wakaf dan bernaung di bawah Yayasan Darussalam. Saat saya tanya kepada beliau tentang ada atau tidaknya donatur tetap untuk SD Darussalam, Bapak Muhammad Ahsanul Husna menjawab tidak ada.

 

Selama ini, biaya operasional hanya mengandalkan sumur artetis yang dikelola Yayasan Darussalam dan support dari keluarga besar beliau yang kompak menyokong perkembangan SD Darussalam tersebut.

 

"Pokoknya setiap tanggal 1 bisa menggaji guru dan biaya operasional lainnya. Dan Alhamdulillah masih ada dana untuk pengembangan sarana dan prasarana sekolah juga," tutur Muhammad Ahsanul Husna saat saya menghubunginya melalui chatt WA.

 

Selain itu, saya juga sempat bertanya, semangat apa yang membuat beliau terus memperjuangkan SD Darussalam agar bisa tetap sepenuhnya gratis?


"Agar semua orang bisa merasakan pendidikan agama tanpa harus membayar, mengingat di sekitar banyak sekolah berlabel agama yang bagus, (biayanya) tidak ada yang murah" begitulah jawaban Bapak Muhammad Ahsanul Husna.

 

Melalui dedikasinya dalam bidang pendidikan tersebut, Muhammad Ahsanul Husna mendapatkan penghargaan SATU Indonesia Award 2021 Tingkat Jawa Tengah yang diberika oleh PT. Astra Internasional, Tbk. 

 

SD-Darussalam-Semarang
credit: FB SD Darussalam

 

Saat ini, SD Darussalam memiliki kurang lebih 300 siswa. Dan yang membuat saya lebih salut, tidak ada persyaratan khusus seperti wajib melampirkan surat keterangan tidak mampu atau semacamnya, jika ingin mendaftar di SD Darussalam. Jadi siapapun dipersilakan mendaftar, selama masih ada kuota, alias siapa cepat dia dapat.

 

Pelita Harapan Bagi Pendidikan Indonesia

 

Sosok seperti Muhammad Ahsanul Husna bagi saya menjadi seperti pelita di tengah kegelapan. Adakalanya kita menganggap, jaman sekarang tidak ada orang baik yang tidak mengejar materi. Tapi sosok beliau membuat kita bisa kembali optimis bahwa Indonesia masih punya banyak orang baik nan dermawan.

 

Sudah menjadi rahasia umum, saat ini bidang pendidikan merupakan salah satu bisnis paling menjanjikan. Seperti yang saya singgung di awal tulisan ini, biaya sekolah makin ugal-ugalan. Dan realita itu membuat sebagian golongan menjadi pesimis bisa memperbaiki masa depan melalui pendidikan.

 

Semoga di Indonesia akan muncul banyak sosok Muhammad Ahsanul Husna lain, yang mendedikasikan sumber daya yang ia punya untuk turut memperbaiki negeri dengan pendidikan yang bisa dijangkau oleh semua kalangan, bahkan lapis terbawah sekalipun.

Review Body Serum dan Body Cream Scarlett: Pioneer Bodycare 7x Ceramide Untuk Merawat Skin Barrier

on
Jumat, 11 Agustus 2023

 Kalian ngrasa gak sih cuaca akhir-akhir ini bikin kulit terasa semakin kering?

 

Kemarin aku ngobrol sama salah satu teman kantor. Dia ngeluh kulitnya terasa kering sekali akhir-akhir ini. Responku langsung, "Ah, ternyata aku gak sendiri!". Pada dasarnya jenis kulitku memang kering. Ditambah kalau cuaca sedang sangat panas, sedangkan seharian aku bekerja di dalam ruangan ber-AC, efeknya pasti bikin kulit keringku makin kering.

 

Biasanya, tipe kulit kering akan makin memburuk kondisinya jika kondisi skin barriernya juga kurang bagus. Kulit pasti akan terasa bersisik, pecah-pecah, gatal, kadang bahkan sampai iritasi.

 

Udah tau kan, skin barrier merupakan garda terdepan dalam perlindungan kondisi kulit secara keseluruhan?


Maka dari itu, menjaga dan memperbaiki kondisi skin barrier merupakan sebuah keharusan jika ingin memiliki kondisi kulit yang sehat. Sebelum kita membahas tentang cara menjaga dan memperbaiki skin barrier, kita harus tau dulu sebenarnya apa sih yang menyebabkan skin barrier rusak?

 

Mengutip dari alodokter.com, beberapa di antara penyebab rusaknya skin barrier, di antaranya adalah:

 

  • Lingkungan yang terlalu lembab atau kering
  • Terlalu sering terpapar sinar UV
  • Terpapar bahan kimia yang terlalu keras, seperti kaporit
  • Stress yang tidak dikelola dengan baik
  • Sering mandi dengan air panas
  • dll.

 

Cara Menjaga dan Memperbaiki Skin Barrier Kulit

 

Skin barrier merupakan jaringan yang terdiri dari susunan kolesterol, asam lemak dan ceramide, yang terletak di lapisan paling atas epidermis. Itulah mengapa dia disebut sebagai garda terdepan perlindungan kulit. Nah,kalau di atas kita sudah bahas penyebab rusak atau buruknya skin barrier, terus gimana sih caranya menjaga skin barrier agar tetap bagus, atau memperbaiki skin barrier yang kondisinya buruk? 


Selain perawatan internal seperti minum banyak air putih, makan banyak sayur maupun buah, dll, hal yang juga gak kalah penting tentu saja adalah dengan memilih bodycare dan skincare yang bisa membantu menjaga dan memperbaiki skin barrier.

 

Dan salah satu bahan utama yang berfungsi untuk menjaga serta memperbaiki skin barrier adalah Ceramide -- yang mana ternyata merupakan salah satu susunan zat si skin barrier itu sendiri. Selain Ceramide, kandungan minyak dari tumbuhan seperti almond oil dan grapeseed oil juga bisa membantu menjaga dan memperbaiki skin barrier.


Gak heran kalau sejak 2022 sampai sekarang, Ceramide jadi salah satu bahan utama skincare yang most wanted banget. Sayangnya kebanyakan yang memakai kandungan Ceramide adalah skincare untuk wajah. Sedangkan Bodycare masih sangat terbatas.

 

But, wait... terbatas bukan berarti gak ada! Ada nih, bodycare Indonesia yang menjadi pioneer bodycare yang menggunakan kandungan utama 7x Ceramide yang bisa membantu merawat dan memperbaiki skin barrier. Apa itu?

 

Yap, the one and only Body Serum dan Body Cream dari Scarlett.

 

body-serum-body-cream-scarlett

 

Review Body Serum & Body Cream Scarlett

 

Hero Ingredients

 

  • 7x Ceramide: Melembapkan dan memperkuat skin barrier serta melindungi kulit dari paparan luar seperti cuaca dan polusi.
  • 5 Phyto Oil (Shea Butter, Aloe Vera, Almond Oil, Argan Oil,  Grapeseed Oil): Ekstra melembapkan dan menghaluskan kulit, mencegah efek buruk sinar UV, meredakan peradangan, menghidrasi, dan merawat keremajaan kulit.
  • Glutathione: Antioksidan paling kuat untuk mencerahkan dan melembapkan kulit
  • Titanium Dioxide: Melindungi kulit dari bahaya sinar UVA & UVB
  • Shea Butter: Melembapkan kulit secara maksimal
  • Niacinamide: Melembabkan, mencerahkan, dan meratakan warna kulit.
  • Vitamin E / Tocopherol: Sebagai antioksidan yang mampu melembapkan kulit

 

Packaging

 

Body Serum Scarlett dikemas dalam botol berbahan plastik yang ramping dan panjang. Botolnya dilengkapi pump serta tutup, sehingga terjaga kehigienisan produknya.

 

body-serum-body-cream-scarlett
Body Serum


body-serum-body-cream-scarlett
Body Cream

 

 

Sedangkan Body Cream Scarlett dikemas dalam botol yang diameternya lebih lebar dibanding Body Serum, tapi lebih pendek. Dilengkapi pump juga untuk mengeluarkan produknya, bedanya pumpnya tidak dilengkapi tutup melainkan dilengkapi fitur buka-tutup dengan cara diputar ke kanan atau ke kiri.

 

Tekstur & Aroma

 

body-serum-body-cream-scarlett

 

Tekstur Body Serum Scarlett ini creamy dan cukup ringan, gak terlalu thick. Mudah diratakan serta cepat meresap, tanpa meninggalkan kesan greasy.

 

Sedangkan tekstur Body Cream Scarlett creamy dan cenderung lebih thick jika dibanding dengan body serumnya. Tapi meskipun teksturnya cukup thick, Body Cream Scarlett ini juga gak bikin greasy. 


Harga & Link Pembelian

 

Masing-masing Rp 75.000,-/pcs. Tapi sering banget promo kok di toko oren. Hehe.

 

Kalau mau beli, jangan lupa pilih toko yang trusted ya, biar gak dapat barang KW alias palsu. Nih aku kasih toko yang terpecaya. Dan ini link untuk cek keaslian produknya, ya!


Review Pemakaian

 

Seperti yang aku ceritakan di awal tulisan ini, kulitku adalah tipe kulit yang sangat kering. Dan kalau pas kambuh keringnya, bisa sangat bersisik, gatal-gatal, dan iritasi. Kalau gak segera diatasi, skin barrier pun langsung ikut amburadul.

 

Buat tipe kulit kering seperti kulitku, pakai body lotion doang seringnya gak mempan. Cuma lembab saat habis dioles doang, begitu meresap ya kering lagi kulitnya. Makanya aku perlu bodycare yang lebih proper untuk merawat kulit keringku.

 

Body Serum dan Body Cream Scarlett ini seperti jawaban dan solusi untuk masalah kulit keringku tersebut. Emang harus dua langkah? Iya. Sama seperti wajah yang juga butuh serum dan moisturizer.

 

Body Serum yang teksturnya lebih encer membuat kulit terhidrasi dengan baik, sedangkan Body Cream yang teksturnya lebih thick punya efek humectan, emollient serta occlusive sekaligus, yang powerful banget untuk memberi serta mengunci kelembaban pada kulit. Meski begitu, sama sekali gak ada kesan greasy setelah pakai dua rangkaian Bodu Serum dan Body Cream dari Scarlett ini.


Aku sudah pakai Body Serum dan Body Cream dari Scarlett ini sejak tahun lalu. Dan kali ini aku sedang pakai Body Serum dan Body Cream yang variant Loving Series. Aromanya perpaduan antara rose dan berries yang memberikan kesan mewah.

 

body-serum-body-cream-scarlett
before-after sekali pemakaian

 

Agar hasil maksimal, aku biasanya pakai saat malam hari menjelang tidur. Pertama pakai body serum dulu, lalu lanjut pakai body cream. Ini jadi salah satu bed time routine favorit, karena bikin mood jadi makin bagus menjelang istirahat. Selain manfaatnya buat kulit jadi lebih maksimal, aromanya yang memberikan kesan flirty, graceful dan hopeless romantic juga bikin suami seneng. Hehe. Gak cuma malam, pagi dan siang hari pun aku selalu pakai bodycare ini. Hanya saja, kalau sedang buru-buru kadang hanya pakai salah satunya.

 

Buat kalian yang punya kulit kering seperti aku, yuk semangat pakai bodycare-nya ya. Karena kesehatan kulit juga punya peranan penting dalam kepercayaan diri kita. Ini salah satu bentuk self love paling dasar lho!

REVIEW JUJUR MOM UUNG

on
Rabu, 02 Agustus 2023

 Kesadaran untuk memberikan ASI kepada anak kini semakin meningkat, seiring dengan makin mudahnya mendapatkan informasi tentang kelebihan ASI untuk anak dibanding dengan susu formula semahal apapun.

 

Hal itu membuat para orangtua, khususnya ibu, bertekad kuat untuk memberikan ASI kepada anak-anaknya. Termasuk para ibu yang produksi ASI-nya kurang lancar pun, tak patah arang dan melakukan berbagai usaha agar produksi ASI-nya bisa meningkat dan memenuhi kebutuhan si bayi pun dilakukan.

 

Saat saya melahirkan anak pertama di 2017 lalu, ASI saya juga seret. Saat itu saya juga meminum booster ASI, hanya saja pilihannya belum sebanyak sekarang. Sekarang, pilihan sangat beragam. Baik yang bentuknya susu, teh, atau kapsul.

 

Di antara banyaknya pilihan brand ASI Booster hari ini, salah satu yang paling sering sliweran di media sosial adalah Mom Uung. Saking banyaknya yang memberikan review positif soal Mom Uung ini, sejak sebelum melahirkan anak kedua, saya sudah bertekad untuk menggunakan ASI Booster Mom Uung ini.

 

Mom-uung

 

Lalu apakah Mom Uung memang berpengaruh untuk memperbanyak ASI? Yuk, simak lebih lanjut!

 

Review Mom Uung

 

Komposisi

Tiap kapsul mengandung:

Ekstrak Moringa Oliefera Folium (Daun Kelor) 200 mg

Ekstrak Channa striata (Ikan Gabus) 300 mg

 

Harga

Rp 70.000/30 kapsul


Aturan Minum

Dimunum 2x sehari X 2 kapsul 


Review

Jujur saya paling gak bisa minum jamu. Dulu waktu anak pertama 'terpaksa' minum ASI booster berbentuk jamu, karna belum punya banyak referensi. Anak kedua ini, bye-bye jamu. Mom Uung ini meski isinya herbal yang berasal dari tumbuhan yang biasa 'dijamukan', tapi dia dikemas dalam bentuk kapsul, jadi tinggal lhep, aman gak bakal kerasa pahit atau rasa-rasa gak enak lainnya.

 

mom-uung

 

Selain saya anti jamu, jujurly minum obat atau suplemen apapun pun agak angot-angotan sih. Mom Uung yang aturannya diminum sehari 2x masing-masing 2 kapsul, seringnya gak saya minum sesuai aturan tersebut. Seringnya sehari sekali sebanyak 2 kapsul doang. Hehe.

 

Lalu apakah ngaruh?

 

Saya beberapa kali memperhatikan perbedaan antara saat saya minum Mom Uung dan Enggak. Ada sih bedanya secara kualitas dan kuantitas. Secara kuantitas, Alhamdulillah di 3 bulan pertama saya menyusui, ASI saya selain cukup untuk adek bayi, juga masih bisa dipompa dan ditampung untuk bekal saat cuti saya habis. Sedangkan secara kualitas, ASI cenderung lebih kental ketika saya minum Mom Uung.

 

mom-uung

 

Tapi saya gak pengen over-claim. Saya gak menjamin apakah kuantitas ASI saya yang segitu adalah pengaruh dari minum Mom Uung. Karena kenyataannya saya gak minum sesuai dosis. Dan lagi, secara keilmuan juga sudah jelas, yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas ASI itu terdiri dari banyak faktor.

 

Dan setahu saya, faktor terpenting dari baiknya kualitas dan kuantitas ASI adalah kondisi mental si ibu. Jadi, selain minum ASI booster, jangan lupa menjaga 'kewarasan', biar ASI boosternya bekerja dengan baik. Hehe.

Semangaaattt mengasihi, buibu :')


Signature

Signature