Senin, 19 Desember 2011

-H.U.J.A.N-


Hujan semalam, menghantarkanku pada seuntai rasa yang menghentak jiwa

Menenggelamkanku pada sebait rindu yang mengiris sepi

Mengingatkanku pada sepotong hati yang dulu pernah sangat ku cintai…

Ah, rindu…

Enam tahun perasaan ini ada di hatiku, aku bahkan tidak pernah benar – benar tahu apakah hatimu pernah pula ditumbuhi rasa yang sama, meski aku pernah merasa memilikinya
Kamu mungkin memang tak pernah tahu tentang aku yang selalu punya seribu alasan untuk terus mencintai tanpa kata

Ah, rindu…

Meski tak lagi sehebat dulu, aku bahkan kadang berharap dapat kembali merasaimu bersama iringan rintik – rintik air mataku
Hujan ini… seperti memaksaku melukis siluet rupamu bersama rindu dendam perasaanku
Iramanya, larik – lariknya, dinginnya…. Semuanya masih selalu tentangmu

Kini, kau pergi bahkan dengan membawa separuh cintaku hingga ia tak lagi sebesar dan sekokoh dulu
Dan apa kamu tahu, kamu bahkan tak pernah menyadari bahwa kunci hatiku turut terbawa olehmu
Membuatnya tertutup begitu rapat, meski sekeras apapun aku mendorong dan mencoba menyelipkan satu nama selain namamu

Nihil…

Hanya lelah yang akhirnya akan ku cecap bersama luruhnya perasaanku
Hingga saat dimana aku berharap sesosok nama datang dan membawa kunci pengganti, lalu membukakannya untukku… meski entah kapan, aku tahu akan ada saatnya


Bersama hujan di pertengahan September,
Teras rumahku


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)