Selasa, 20 November 2012

Lelaki Paling Sukses (bagiku)



Ayahku bukan orang yang tiap akhir bulan tinggal ambil slip gaji lalu tanda tangan untuk menghidupi anak istrinya
Ayahku bukan orang yang bisa dengan mudah menghitung secara matematis untuk menjamin bahwa perut anak istrinya tetap terisi, dan segala kebutuhannya terpenuhi
Ayahku bukan orang yang punya macam-macam jaminan saat usia senja telah menjemputnya

Ya... Ayahku bukan termasuk golongan itu

Ayahku adalah orang yang harus berjuang demi beberapa lembar uang
bergelut dengan kemacetan, kerasnya kehidupan jalanan, dan berbagai kekejaman kehidupan
Ayahku adalah orang yang harus menjaga mata agar tetap terjaga saat semua buai dalam mimpi, semata untuk kami anak-anaknya

Jika kalian bertanya apa pekerjaan ayahku, maka aku akan lantang menjawab: "Ayahku adalah seorang sopir bus malam!"

Aku bangga. sangat bangga!
Ayahku bukan orang dengan pendidikan tinggi. Sama sekali bukan. Bukankah salah satu tolok ukur keberhasilan orang tua adalah ketika ia bisa membuat anaknya jauh melebihi dirinya? Dan, see... Aku dan dua kakakku berhasil menyelesaikan pendidikan di bangku perguruan tinggi, murni dari hasil keringat seorang sopir bus malam. Lalu bagaimana saya bisa tidak bangga?!

Jika ada yang membersit sebuah hinaan tentang 'rendahnya' strata Ayahku di pandangan sebagian teman, maka aku akan bertanya: "Apa pekerjaan Ayahmu? Apa pendidikan terakhirnya? S1? Lalu kamu S1 juga? Nggak ada peningkatan! Lalu tidakkah Ayahku jauh lebih bisa dibanggakan kalau begitu?!"

Ah, tanpa perlu banyak bicara, bagiku kesimpulannya jelas: Ayahku adalah orang tua paling sukses di dunia (bagi kami anak-anaknya!).
Mimpi besarmu telah terwujud, Pak...
Lihatlah, kami tumbuh dewasa seperti yang kau mau, dengan ribuan tetes keringat dan jutaan jam tidurmu yang terlewatkan...
Kini, ijinkan kami melanjutkan susunan balok-balok mimpimu
memastikan diri kami layak menjadi investasi hari tuamu, bahkan semoga mampu menjadi pembelamu di Mahkamah Allah nantinya...
Terimakasih, Pak... untuk semua yang tak pernah mampu aku ungkapkan satu per satu...
Aku mencintaimu, Karena Allah... :)

Rosa,
20 November 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)