Rabu, 24 April 2013

Sapaan Pagi(mu)



pagi tadi saat terjaga dari tidur, saya tertegun medapati sebuah sapaan pagi lewat sms.

Kamu kah? Setelah sekian lama membiarkan pesan-pesanku tak terbalas hingga sekarang? Harus saya akui, ada bahagia terpercik, meski baru sebesar ujung kuku.

Ah, tapi… beberapa detik kemudian…

Bukankah beberapa hari lalu saya sengaja menyimpan nomor seorang teman baru dengan nama sama seperti namamu?

Ya, ternyata saya belum benar-benar terjaga beberapa detik lalu. Percik bahagia tadi pun kembali saya endapkan, dan semoga tak lagi membuatku membuka lembar lebih banyak tentangmu.
maaf ambil foto dr FBmu tanpa ijin :D

Terimakasih karna telah menepati janjimu untuk benar-benar menutup semua kisah ini. Meski sekali lagi harus saya akui, saya rindu… rindu sekali…

2 komentar:

  1. wah, sepertinya ada aroma kisah yang belum berujung nih, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah kok mas, sudah jelas sekali ujungnya :)

      Hapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)