Rabu, 04 September 2013

Kata Mereka

Saat masih berstatus mahasiswi, di suatu siang, saya pernah ngobrol-ngobrol dengan teman SMP yang kebetulan satu kampus. Kami ngobrol santai, dengan tema loncat-loncat. Bertukar info kabar teman-teman lama, soal kuliah, hingga sampai pada satu tema yang membuat saya terkenang obrolan kami siang itu hingga sekarang.

"Kamu ikut An-Nisa' ya, Sa?" tanyanya dengan agak ragu pada saya, menyebutkan nama organisasi rohis khusus cewek di kampus saya. Entah kenapa saya langsung bisa menenbak arah pembicaraan dia selanjutnya. Sebelumnya saya juga sangat menyadari bahwa sejak tadi dia sering mencuri pandang ke arah jilbab saya yang saat itu saya doble karna tipis, menatap dengan pandangan... emm, seperti pandangan miris menurut saya. Wallahu a'lam.

"Iya, emang kenapa?" jawab saya, sembari memberi pertanyaan balik.

"Ya, nggak papa... cuma pesenku, ati-ati aja... organisasi boleh, tapi jangan terlalu ekstrim. Yang biasa-biasa aja!"

Oke, saya semakin tercengang dan mengerutkan kening. "Emang kenapa sih, kok gitu ngomongnya?"

"Soalnya denger-denger An-Nisa' itu isinya orang-orang ekstrim... ya, takutnya aliran sesat!"

Astaghfirullah... saya seketika beristighfar dalam hati. Tapi saya berusaha santai menanggapi.

Lalu, petang kemarin di parkiran motor tempat kerja, saya bertemu dengan seorang teman kerja. Tiba-tiba saja dia bertanya, "Dulu pas di Semarang kamu pakaiannya yang rok buesar-buesar itu, ya?" Saya agak bingung, lalu menggelang, "Nggak kok, emang kenapa?"

"Nggak sih, cuma nanya. Soalnya temenku ada yang gitu, ikut aliran sesat di Semarang, sekarang jilbabnya buesar gitu!" ceritanya.

Saya semakin tercengang. Ya Allah... semudah itukah melabeli sesorang sesat? batinku dalam hati. Saya memilih untuk menanggapinya hanya dengan seulas senyum simpul.

"Eh, tapi kamu emang hobi pakai rok dari dulu, ya? Kenapa sih suka pakai rok?" tanyanya lagi.

"Iya, emm... nggak tau ya, lebih nyaman aja, ngrasa lebih terjaga" jawabku, sembari bergegas menghidupkan motor lalu memacunya. Pikiranku masih tertinggal di parkiran motor tadi, masih tertuju pada obrolan singkat barusan, lalu terngiang kembali obrolan dengan teman SMP di atas. Hmm... padahal sore kemarin, pakaian saya sungguh masih jauh dari kata syar'i :(
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di jaman dimana kebenaran dan ketidakbenaran semakin sulit dibedakan, semakin buram, bahkan sering di bolak-balik sendiri oleh liarnya logika manusia, hal apalagi yang lebih berharga dan kita harapkan selain perlindungan Allah? Ya, semoga Allah yang Maha Mengetahui yang Haq dan yang bathil senantiasa menjaga langkah kita selalu dalam kebenaran, dan membersamakan kita dengan orang-orang yang juga selalu dalam kebenaran. Aamiin.

 FI, 04 September 2013
**obrolan sebenarnya dg bahasa jawa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)