Rabu, 26 Februari 2014

Pengen Kursus Memasak

Kemarin ada temen lama Mbakku yang maen ke rumah - Mbak Nurul namanya. Menurut cerita si Mbakku, Mbak Nurul sekarang buka catering. Aku tanya, pinter masak daridulu ya, Mbak? Ternyata Mbak Nurul sempet kursus masak setelah nikah.

Nggak tau karna latah atau gimana, aku kok jadi pengen banget ya kursus masak. Selain memang cukup suka masak tapi merasa nggak punya 'bakat dari langit', aku juga punya feeling kursus masak akan banyak banget manfaatnya buat ke depan.

pengen bisa bikin kaya' dua gambar ini deh!

Yah, bilang aku idealis, naif ato apa-lah, kalo aku bilang bahwa bagaimanapun aku nggak berniat selamanya kerja di luar rumah dari pagi sampe sore, harus mengikhlaskan banyak moment serta mungkin harus rela melewatkan beberapa tahap tumbuh kembang anak-anakku kelak. Apa saya mikir terlalu jauh? Aku rasa tidak.

Tapi di sisi lain aku juga nggak pengen jadi ibu rumah tangga yang nggak 'berkarya'.Aku tau aku akan tetep butuh media aktualisasi diri. Kalo kata Mbakku, masa' iya kita mau jadi istri yang cuma 'menadah' bahkan untu sekedar beli lipstik? Nggak salah, sih... sama sekali nggak salah, karna toh itu memang kewajiban suami. Tapi apa iya kita nggak risih sendiri? Emm, pernah juga salah satu teman yang aku kenal lewat FB - dan sudah berumah tangga bilang, bahwa cara keluarga suami 'memandang' menantu yang 'berkarya' dan yang 'hanya' ibu rumah tangga tuh beda banget! Yah, aku akan tetap khusnudzon sih bahwa aku akan dapet mertua yang baik hati... tapi nggak ada salahnya juga kan kalo aku bertekad menjadi menantu yang nggak cuma menjadi 'penadah' kerja keras anak lelakinya :)

Btw, kenapa jadi melebar kemana-mana? Intinya, aku pengen kursus masak, dan salah satu motivasinya adalah untuk bekal masa depanku jika kelak akhirnya benar-benar memutuskan untuk keluar dari dunia kerja serba-monoton seperti ini. Bagaimanapun, seperti nasehat Ibu, bekal ketrampilan memang sangat penting dimiliki oleh seorang wanita (*jadi, kapan mau belajar menjahit? Nanti dulu!).

Emm, saya juga jadi kepikiran buat kembali mengasah ketrampilan saya bikin kerjainan tangan dari kain flanel ato kain perca. Fyi, aku udah pernah jualan bros dari flanel hasil karyaku sendiri loh selepas wisuda. Kenapa nggak dilanjutkan?!

Oke, sebagai penutup, aku suka banget sama sebuah kutipan *lupa siapa yang nulis* yang mengatakan bahwa, Ibu hebat bukanlah yang berpenghasilan tetap, tapi yang tetap berpenghasilan meskipun ada di rumah. 

2 komentar:

  1. Kalau memasak cake atau kue begitu saya juga gak bakat. Bisanya cuma masakan rumahan :D

    BalasHapus
  2. @Mbak Hilda... Sama Mbak... tapi kok jauh lebih semangat kalo bkin kue2 gitu... hehe

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)