Jumat, 25 April 2014

#SelfReminder5: Maha Adil

Beberapa hari yang lalu sempat terbersit rasa iri di hati saya pada seorang teman. Kenapa? Karna saya merasa jalan rizki dia terbuka lebih lapang dibandingkan jalan rizki saya. Sempat pula terbersit ujub bahwa saya harusnya juga 'pantas' mendapatkan apa yang dia dapatkan.

Siang tadi saya kebetulan saya ngobrol dengan si teman saya itu. lalu ia bercerita tentang beberapa hal mengenai hidupnya. Dan, ahh... saya tertegun. Saya amat menyesal pernah mengotori hati saya dengan perasaan seperti tadi. Saya seperti ditampar keras, dan mata saya dibuat terbuka lebar.

Ya, saya sadar bahwa saya 'sempat' lupa bahwa Allah - Tuhan saya adalah Tuhan yang Maha Adil. Yang takaran rizkinya tak pernah sedikitpun salah. Teman saya yang sempat membuat bersitan iri itu muncul, tak pernah saya nyana ternyata punya tanggung jawab amat besar - entah berapa puluh kali lebih besar dari yang saya punya.

Lalu saya mencatat ini dalam benak saya: Saat saya iri atas sesuatu, harusnya saya bertanya akankah saya bersedia menukar seluruh hidup kita dengan hidup orang yang membuat saya iri tersebut??? Dan saya yakin jawabannya akan selalu tidak. Hidup saya terlalu indah untuk saya tukar dengan hidup siapapun - dengan segala kurang lebihnya.

Mengutip tulisan seorang teman, bahwa ketika kita mengira hidup kita 'tidak baik-baik saja' harusnya kita tau bahwa hidup orang lain di luar sana banyak sekali yang jauh 'lebih tidak baik-baik saja'.

Syukur. Itu kunci utamanya.

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, Rosa?"

2 komentar:

  1. Rumput tetangga selalu lebih hijau mba.. kalau dilihat dengan mata telanjang :D, dan lingkungan mengajari kita tentang kehidupan, salam kenal ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang mbak.. harusnya kita tetap bersyukur krn meskipun halaman tetangga lebih hijau, halaman kita penuh bunga. hehe
      salam kenal juga :)

      Hapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)