Selasa, 13 Mei 2014

Etika Jalan Raya

Yup, ternyata etika itu nggak cuma cukup kita terapin waktu berinteraksi dengan orang yang lebih tua, ya! Tindak-tanduk kita harusnya selalu dikawal sama yang namanya etika. Apalagi buat kita yang hidup di Indonesia -- yang setau saya sih menjunjung tinggi etika.

Tapi herannya, Indonesia yang terkenal menjunjung tinggi etika itu kok konon kalah di beberapa sisi, ya? Salah satunya etika di jalan raya. Kalo kata kakak saya, di Indonesia tu banyaaakkk sekali yang bisa berkendara (naik motor/mobil), tapi jaraaaang sekali yang tau etika berkendara di jalan raya. Yah, mungkin salah satunya saya, sih.

Emm, jujur saya suka geram sih sama ulah beberapa orang waktu di jalan raya. Salah satunya? Ituuu lhooo... orang-orang yang hobi ngrumi di jalan. Yup, yang nggak tau sengaja ato nggak ketemu temennya di jalan, terus sengaja menyejajarkan sepeda motor mereka, trus mereka ngrumpi dengan sangat santainya -- santai kayak di pantai -,-". Duhh, beneran saya geraaammmm sekali (plus heran). Saya masih nggak habis pikir aja... tema obrolan Maha Penting apa yang sampai nggak bisa di tunda dan harus di obrolin sambil naik motor gitu??!! Kalo memang penting, kenapa nggak berhenti dulu, trus ngobrol deh di tepi jalan. Duhh, Pliisss deehhh... jalan raya gitu lhooo... dan mereka ngobrol santai, sepeda motor berjajar dan dengan kecepatan amat rendah. Berasa jalan raya milik pribadi aja -______-.

gb diambil dr sini

Satu lagi! Saya juga baru tau loh kalo sekarang banyak mobil sam motor yang bagus-bagus tapi lampu sign-nya 'nggak bisa nyala'. Adududuhhh... kasian sekali. Alhasil, ya belok kanan belok kiri asal slundap-slundup ajaa... nggak peduli motor/mobil di belakangnya hampir copot jantungnya demi biar nggak nubruk. *tepok jidat*

Saya tau sih sewot kayak gini juga nggak baik sebenernya. Tapi gimanaa dong.... kalo cuma menyangkut keselamatan masing-masing individu sih mungkin saya nggak akan sewot, ya. Itu udah jadi urusan masing-masing orang atas keselamatan dirinya sendiri. Masalahnya kaaann... Kalo di jalan raya itu nggak bisa gitu. 'Tingkah laku' kita juga sangat menentukan keselamatan orang lain. Coba bayangin, kalo orang lain udah berusaha hati-hatiiii sekali, tapi kitanya nggak hati-hati dan akhirnya bikin orang lain yang udah hati-hati itu juga jadi 'celaka'? Bayangin betapa dzalimnya kita?!

Jadiii... Yuk mulai belajar bijak di jalan raya. Yuk mulai belajar ber-etika saat berkendara. Inget, perilaku kita juga menentukan keselamatan orang lain :)

8 komentar:

  1. Orang yang punya etika akan berlaku penuh etika ketika berada di jalan raya.

    BalasHapus
  2. Lha itu maslaahnya nggak ada pelajaran baku soal mengemudi di jalan raya. Klo di negara luar kan yang mau punya SIM mesti mengenyam pendidikan lalu-lintas dulu. Makanya di sana pengendaranya tertib. Klo di negara kita, pas mau bikin SIM Polisi taunya kita udah bisa mengemudi aja, entah kita belajarnya dari mana. Soal ujian SIM pun nggak banyak membantu karena hanya menguji dan bukan mendidik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahihi... beneerrr banget. Yang lebih parah, pas saya bikin SIM -- pas tes tertulis malah jawabannya di diktein sama si pak pol-nya #nahlho #ups

      Hapus
  3. Sepakat nih. Kadang kita hati-hati, orang lain sembrono. Susah juga :(

    BalasHapus
  4. Salah satu alasanku pindah rumah karena di daereah rumah lama, pengendara motornya ganas-ganas >.< stress sendiri kalau dipepet pengendara yang nggak beretika. Untunglah daerah yang baru lebih civilized, stress berkurang :)

    Yep! Yuks tertib dan beretika di jalan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hal kayak gitu sampe bisa jadi salah satu alasan kuat pindah rumah yaa mbak ternyata?! >.<

      Hapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)