Selasa, 20 Mei 2014

TOPENG

Saya baru tau betapa jabatan bisa sebegitu menyilaukan dan bikin kita nggak peduli banyak hal. Oke, saya memang sudah sering dengar tentang formula 'harta, tahta dan wanita' yang begitu memabukkan itu. Tapi baru sekarang melihatnya. Emm, mungkin memang nggak 'se-Wow' kasus-kasus di tivi atau di portal berita online. Tapi sudah cukup bikin saya heran.

Iya, saya heran. Heran sama orang-orang yang jauh lebih rela kehilangan hubungan baik sama teman-temannya demi pujian atasan. Saya heran sama orang-orang yang sebegitu berubah sikapnya seiring perubahan jabatannya. Emang apa enaknya terus-menerus disanjung atasan tapi semua teman enggan lagi berdekatan? Entahlah.

Saya juga pernah denger, semua orang itu punya 'topeng'-nya masing-masing. Dalam artian setiap orang punya 'cara' masing-masing dalam mengatur sikap untuk menghadapi sebuah situasi, agar tujuannya tercapai. Oke harus diakui pernyataan itu kadang ada benarnya. Tapi tetep nggak habis pikir rasanya sama orang yang tega memakai topeng, lalu jatuhin orang lain -- apalagi itu temannya sendiri.

Budaya cari muka juga bukan hal aneh lagi kali yaa di dunia kerja. Sampe-sampe di tempat kerja saya ada guyonan begini, "Makanya kalo berangkat kerja tuh mukanya jangan ditinggal di rumah, biar di kantor nggak sibuk nyari muka kemana-mana". Hihi

4 komentar:

  1. Ngapain juga mesti cari muka. Lha wong rejeki udah ada yang ngatur. Lagi pula jatuhnya nggak ikhlas, kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harusnya sih begitu mbak... tp namanya orang yaaa...
      kadang heran juga sih...

      Hapus
  2. Setiap orang memang punya topeng, yang kadang baik kadang buruk. Kalo aku masih pengen ngerasa nyaman sama orang itu, aku pake jurus "cukup tau aja".

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga kadang gitu mbak... selama nggak merugikan aku bgt, ya gak trll aku pusingin juga...

      Hapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)