Jumat, 17 Oktober 2014

Selamat Bertugas Pak Jokowi :)


 ambil dari sini



20 Oktober sebentar lagi, ya... Dan itu artinya sebentar lagi kita punya Presiden baru. Semoga dengan dilantiknya Presiden baru akan membawa perubahan-perubahan baru ke arah yang jauh lebih baik. Aamiin.


Tapi, perubahan ke arah yang lebih baik rasanya sulit teraba, ya, kalau pikiran dan hati kita masih dipenuhi dengan berbagai macam pikiran negatif dan prasangka buruk. Iya nggak?

Sejujurnya saya agak deg-degan nulis tentang ini, melihat betapa obrolan dengan tema seputar masalah ini selalu berlanjut dengan 'diskusi panas'. Ah, semoga enggak. Sepertinya kondisi sudah nggak begitu sepanas kemarin-kemarin. Yah, meskipun saya masih melihat satu-dua orang yang melontarkan kalimat-kalimat yang memancing orang buat kepanasan. #ApaSih

FYI, saya bukan salah satu simpatisan Jokowi-JK di Pilpres kemarin. Yah, nggak perlu saya jelaskan rasanya kenapa saya nggak pilih mereka. Yang jelas, saya warga negara yang dijamin kemerdekaannya dalam menentukan pilihan, kan? Bukan apa-apa, cuma saya agak aneh saja ketika ada orang yang banyak bicara soal demokrasi, tapi sewot setengah mati terhadap orang yang pilihannya nggak sama dengan dia :)

Tapi sejak dulu saya selalu bilang -- pada hati saya sendiri, dan pada beberapa teman -- saya nggak pilih Jokowi, tapi kalau beliau yang menang, saya Insya Allah akan tetap menghargai. Nggak ada alasan rasanya untuk kita nggak menghargai hasil pemilihan umum kemarin. Masih terus-terusan menghujat kubu yang menang, mencari-cari kekurangan, memfitnah, dll. Apa untungnya? Toh kita akan tetap jadi Warga Negara Indonesia yang berada di bawah kepemimpinan beliau, kan?

Apalagi yang terus-terusan menghubung-hubungkan dengan masalah agama. Aqidah Pak Jokowi lah, ibadahnya lah, dll. Tidakkah itu semua sudah amat melampaui batas? Lalu kalau ada yang bilang takut Islam terancam jika Jokowi yang jadi Presiden... Hmm, apakah kepercayaan kita pada Ke-Maha-Besaran Allah sudah amat luntur? Allah terlalu Maha Besar untuk menjaga Islam tetap terjaga di bumi ini. Iya, kan?

Kalau kita menggunakan alasan-alasan agama untuk menolak Jokowi, lalu kita melakukannya dengan memfitnah, menghujat, dll... Ya Allah, tidakkah kita sendiri berarti sedang nyata-nyata melakukan hal-hal yang sama sekali tidak disukai dalam ajaran agama yang konon tengah kita bela?

Bukankah jauh lebih baik kita turut menunjukkan kebesaran hati kita untuk turut mendukung Jokowi-JK merealisasikan semua janjinya? Atau jangan-jangan ada yang 'tega' berdoa agar beliau nggak mampu memenuhi janji, agar bisa terbahak-bahak menertawakan? Ah, semoga tidak. Semoga hati kita tak segelap itu.

Harus saya akui saya pun sempat beberapa kali terbawa arus negatif kampanye yang amat mengerikan di masa-masa pemilu kemarin. Harus saya akui saya pun sempat turut su'udzon. Tapi akhirnya saya sadar, semua itu sungguh nggak ada gunanya.

Dan untuk teman-teman yang ada di kubu Pak Jokowi-JK di masa kampanye kemarin... Ah, saya sedih melihat masih ada beberapa orang yang tetap 'hobi' berseloroh nyinyir. Saya tahu alasan beberapa orang itu adalah masih adanya juga orang dari kubu Prabowo yang mengeluarkan statement tidak mengenakkan. Tapi betapa memukaunya jika kalian meneladani idola kalian - Pak Jokowi - yang nggak pernah ambil pusing dan nggak peduli dengan omongan-omongan negatif yang menyudutkan beliau.

Ah, sudahlah. Yang paling penting dan mendesak saat ini rasanya adalah, mengembalikan persatuan kita sebagai Bangsa Indonesia. Dan itu harus kita mulai dari diri sendiri. Bukan dengan terus 'menjawab' omongan-omongan nggak enak yang kita dengar. Toh mereka yang masih hobi ngomong nggak enak lama-lama akan capek sendiri, kan, kalau nggak ada yang peduli?!

Oke, akhir kata... lewat tulisan ini saya ingin mengucapkan, selamat bertugas Pak Jokowi. Semoga Allah mengiringi setiap langkahmu dengan Rahmat-Nya. Semoga Bapak diberikan kesehatan dan kemampuan untuk merealisasikan janji-janji Bapak yang sebagian saya baca di sini. Selamat bekerja keras melanjutkan estafet kepemimpinan Pak SBY :)

5 komentar:

  1. Semoga dengan dipimpin oleh "Double J" JOKOWI-JK , pemimpin baru . INDONESIA bisa meniadi lebih maju, bermartabat dan sejahtera

    BalasHapus
  2. Aku juga bukan simpatisan Jokowi-JK meski banyak orang di sekitarku yang mendukungnya.
    Aku sama kayak mbak Rosa. Siapapun yang terpilih, tetap saya dukung untuk memajukan negara ini. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. tooossss ikkaaa :))
      *gak pake mbak lagi* :D

      Hapus
    2. Hihi, dipanggil 'mbak' emang bikin berasa tua. Tapi tak apalah kalo memang itu bikin akrab :D

      Hapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)