Kamis, 06 November 2014

#KajianPagi: Barisan Dalam Sholat Berjamaah

Bismillah...

Materi kajian pagi yang ingin saya bagi pertama kali adalah tentang kesalahan yang masih sering kita jumpai dalam sholat berjamaah. Pasti sudah pada tau, kan, kalo saat sholat berjamaah shaff (barisan) harus rapi, lurus dan rapat? Tapi masih seriiiing banget kita jumpai barisan yang masih semrawut. Bolong sana bolong sini, miring sana miring sini. Nah nah... jangan-jangan kita nih salah satunya yang masih suka 'bandel' dan 'cuek' sama kerapian shaff saat sholat berjamaah. Padahaaaalll, kalo kita simak hadist yang satu ini, kita harusnya merenung dan sadar betapa tentang shaff dalam sholat berjamaah ini bukan masalah sepele.

Berdirilah secara bershaf-shaf niscaya Allah mengokohkan barisan-barisanmu (persatuan di kalangan umat Islam), atau jika tidak maka Allah akan menjadikan hati-hatimu saling berselisih. Lalu Rasulullah melanjutkan sabdanya: Aku melihat seorang lelaki di antara kami menempelkan bahunya ke bahu temannya dan mata kakinya ke mata kaki temannya. (HR. Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, dan Daruqutni)

Kemarin, ustadz pengisi kajian pagi lalu mengajak kami merenungi hadist tersebut. Coba baca lagi.  Berdirilah secara bershaf-shaf niscaya Allah mengokohkan barisan-barisanmu (persatuan di kalangan umat Islam), atau jika tidak maka Allah akan menjadikan hati-hatimu saling berselisih. Kita pasti sepakat bahwa persatuan umat Islam masih compang-camping di sana-sini. Dan harusnya kita prihatin, kan? Nah, membaca hadist tersebut, tidakkah kita merenung... jangan-jangan salah satu sebab Allah belum membuat hati kita bersatu adalah karna kita belum memberi perhatian lebih pada shaff sholat kita.

Patokan sederhana shaff yang rapi itu kata Ustadz bahu kita harus saling menempel dengan bahu sebelah kita. Mata kaki kita harus saling menempel (bukan menginjak, ya) dengan mata kaki sebelah kita. Lebih simpelnya lagi, posisi berdiri kita saat sholat, lebar kaki usahakan lebarnya kurang lebih sama dengan lebar bahu kita. Dan tentu saja soal ini harusnya disosialisasikan lebih luas. Karna kalo kita paham tapi masih banyak teman/sodara kita yang nggak paham, ya akhirnya tetep gak bisa rapi, dong. Makanya, yuk yuk bagikan ilmunya :)

Ohya, mungkin ini jauh lebih harus diperhatikan sama kaum adam, ya. Karna mereka (sejatinya) yang wajib sholat berjamaah di masjid. Sedang jika wanita nggak wajib. Soal ini Insya Allah akan saya tulis di post selanjutnya.

 So, yuk yuk... perhatikan dan perbaiki shaff sholatnya, yaa... :)

Materi ini saya ambil dari Kajian Pagi di Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung
disampaikan oleh Ustadz Muhtar Arifin Sholeh

10 komentar:

  1. Informasi yang bagus sekali. Jarang jarang saya Masbuk dalam Sholat Jamaah. Insya Allah selalu hadir dalam Sholat Berjamaah karena manfaatnya besar

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow... subhanallah... pak asep rajin sekali :) Semoga istiqomah ya pak, aamiin....

      Hapus
  2. subhanallah... yang seperti ini wanita yang bener-bener muslimah. kegiatannya, pengajian, kuliah, jamaah, mengaji. ga kayak wanita di luar sana, yang pada umumnya sering jalan-jalan dan ke tempat yang ge jelas...

    teruskan menulisnya ya..! meteri semacam ini sangat bermanfaat...

    salam kenal...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... proses sy baru seujung kuku utk jadi muslimah sesungguhnya :)

      Salam kenal juga ^_^

      Hapus
  3. Mba Ros, ketika saya shalat jamaah, saya selalu mengusahakan untuk menempelkan mata kaki dengan jamaah disamping saya. Tapi setelah ruku', sujud, dst kaki kami terpisah lagi..

    Pertanyaannya: Ataukah memang wajar seperti itu? Untuk jamaah laki-laki sendiri bagaimana ya? Saya nggak tahu hukumnnya nih. Dan sempat pengen bertanya ke teman laki-laki tapi kok ya lupa terus. Mumpung dibahas disini, sekalian deh tanya ke Mba Ros.

    Makasih ya Mba :)
    Eh ini Oky, Mba. Tahu kan? Aku cewe ya, btw hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo yg sy tau tetep harus berusaha merapatkan kaki kembali mbak... tapi iya sih, mmg suka 'lupa' kalo rakaat kedua dst. hehe
      nanti ya kalo aku ada kesempatan tanya sm yg lebih kompeten, Insya Allah aku tanyain :))
      Soal hukum buat sholatnya laki2, setuku sama deh sm perempuan.

      Iyaaa... tauu laah, mba oky kece joglosemar kaaan ;)

      Hapus
  4. masyaAllah... jadi reminder banget buat aku nih ocha

    BalasHapus
  5. Sudah berusaha mempraktekkannya, Rosa. Tapi aku punya kendala. Kaki aku kan ckup panjang tuh, ya. Jadi, kalau duduk diantara dua sujud tuh aku kayak gak lurus sndri. Lebih panjang dr sebelah. Dan itu pasti. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi...
      kalo itu gakpapa kali yaa mbak... Insya Allah Allah pasti maklum :)

      Hapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)