Rabu, 01 Juli 2015

#Ramadhan14: Skenario Allah Mutlak Yang Terbaik

"...Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS. An Nisa': 19)

Dua malam yang lalu, seorang teman tiba-tiba bilang lewat whatsapp, 'Mbak, kalo kapan-kapan aku mau cerita sama Mba Rosa, boleh?' (ga persis gitu)

Karna terlanjur penasaran, saya desak dia untuk cerita saat itu juga, lewat whatsapp. Dan akhirnya dia mau. Masih ingat cerita saya di sini? Nah, teman yang curhat ini adalah tokoh yang sama pada tulisan saya itu.

'Mbak Rosa inget kenapa dulu aku ga jadi nikah?'

'Mbak Rosa tau, yang dulu katanya aku ga baik menurut Allah? Mungkin emang bener, Mbak...'

'Allah masih sayang sama aku. Aku berkali-kali sujud syukur, Mbak...'

Chatt bertubi-tubi masuk, membuat saya mengerutkan kening dan nggak sabar untuk segera tau cerita lengkapnya.

Setelah tau, saya terperangah. Allahu akbar! Betapa skenario Allah yang seringkali sangat-sangat-sangat misterius, dan kadangkala menyesakkan dada amatlah mengandung hikmah yang luar biasa jika kita bersedia sejenak sabar. Ya, ternyata Allah mengijinkan saya memperoleh jawaban gamblang dari berbagai pertanyaan dan kemarahan yang saya luapkan dalam tulisan Juni 2014 lalu itu.

Saya dulu marah, ketika si laki-laki dengan enteng bilang hasil istikharohnya mengatakan teman saya nggak baik buat dia -- setelah menyodorkan berbagai harap pada teman saya sekaligus orangtuanya. Saya marah. Karna saya merasa orang itu 'sok baik' dengan menganggap teman saya nggak cukup baik buat dia. Ternyata saya salah besar! Ternyata teman saya nggak baik untuk jadi pendampingnya, karna teman saya TERLALU baik buat dia.

Ah ya, kalian pasti bertanya-tanya, kenapa saya akhirnya menyimpulkan seperti itu. Jadi gini... Teman saya baru saja mendapat cerita tentang si laki-laki itu, yang kini tengah menjadi 'buronan' karna tengah membawa lari istri orang, dan telah berzina!

Allahu akbar! Betapa Allah menyayangi teman saya dari laki-laki berperangai buruk itu. Allah menyelamatkannya dari bencana dahsyat melalui skenario yang awalnya terasa amat menyesakkan dada.

'Apa jadinya kalo dulu aku jadi nikah sama dia, Mbak?'

Duh, bulu kuduk saya berdiri membayangkannya. Naudzubillah...

Melalui cerita teman saya di atas, semoga keyakinan bahwa apapun yang Allah gariskan adalah yang terbaik semakin kokoh tak tergoyahkan. Apapun yang hari ini terasa pahit, bisa jadi merupakan obat yang menyembuhkan di esok hari.

2 komentar:

  1. Ya Allah, bener2 skenario Allah yang terbaik ya, ca. T.T

    BalasHapus
  2. ah Allah... dan seringkali kita baru disadarkan setelah ada 'sesuatu' ya :')

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)