Kamis, 23 Juli 2015

Lebaran Tak Terlupakan

Setelah seminggu lebih nggak nengok blog dan nulis, akhirnyaaa.... *mewek terharu*

Ah ya, hampir lupa...

Selamat selabar teman-teman semua... taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, minal aidzin wa faidzin. Untuk setiap kata dalam tulisan saya di blog ini, mohon dihalalkan sekiranya ada yang terasa tidak berkenan.

Gimana review Ramadhannya? Duh, sedih kalo harus jawab pertanyaan itu. Jujur saya kecewa pada diri saya sendiri karna merasa nggak maksimal di Ramadhan tahun ini. Yah, kekecewaan yang hampir selalu terulang, sayangnya :( Tapi yasudahlah. Kekecewaan nggak akan merubah apapun. Semoga Allah memperkenankan saya dan kalian semua bertemu dengan Ramadhan berikutnya, Aamiin :')

Lalu, gimana lebarannya? Huhu, kalo pertanyaan yang ini saya bisa dengan tegas menjawab bahwa lebaran tahun ini adalah lebaran tak terlupakan bagi saya. Meski sayangnya, tak terlupakannya bukan karna sesuatu yang menyenangkan :)

H-2 lebaran, saya dan ibu mendapat musibah. Sepulang mengantar ibu dari pasar, saat jarak dengan rumah tinggal beberapa ratus meter, ban belakang motor saya tiba-tiba bocor, dan saya kehilangan kendali. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Saya dan ibu saya jatuh. Alhamdulillah, akibatnya tak sefatal yang ada dibayangan saya jika mengingat jatuhnya yang lumayan WOW :D Tangan kanan saya bengkak, sampai hari ini, meski alhamdulillah sudah tinggal pemulihan. Ini nulis ceritanya sambil agak nahan nyeri :D Ibu? badannya gosong semua, jari tengah tangannya bengkok, dadanya sakit :(

Sisi dramatisnya, sesat setelah jatuh, ibu sambil berderai air mata meminta maaf karna beliaulah yang mengajak ke pasar, sementara pada saat bersamaan saya sedang menangis karna merasa bersalah pada ibu karna saya lah yang 'menjatuhkan' beliau. hihi

Yah begitulah. Musibah di hari raya, semoga merupakan media penggugur dosa-dosa kami hingga benar-benar kembali fitri. Aamiin.

16 komentar:

  1. Ya Allah, semoga sakitnya jadi penggugur dosa....

    BalasHapus
  2. semoga cepat sembuh buat Rosa dan juga Ibunda-nya...

    BalasHapus
  3. minal aidzin wal faidzin juga mbak :)
    semoga Ibu dan mbak cepet sembuh ya. amin

    BalasHapus
  4. Moga lekas sembuh ya, ca.

    BalasHapus
  5. Ocha, aku jadi inget suatu kejadian.
    Waktu itu, aku bonceng mamaku melewati jalanan yang lumayan banjir. Eh karena ga bisa mengendalikan motor, kami jatuh, dan badan kami berdua basah kuyup. Saya mau nangis karena lihat tas mama yang berisi dokumen kerjaan basah, dan mama saya nangis karena beliau yang minta saya melewati banjir supaya lebih dekat dengan tujuan. Hehehe. Anak dan ibu sama-sama lembut hatinya, insyaAllah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama ya mbak dengan aku dan ibuku :)

      Hapus
  6. saya malah lebarannya hambar. habis soalt ied Ibu kena darah tinggi karena kurang tidur. kalau ramadhan berwarna banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh..
      trus gmn ibunya mbak? semoga sudah sehat kembali ya :)

      Hapus
  7. semoga cepet sembuh aja mba
    kadang jatuh mengajarkan kita sesuatu hehehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih.
      iya, salah satunya mengajarkan agar lebih hati2 :))

      Hapus
  8. taqaballahu minna wa minkum ocha
    syafakillah untuk ocha dan ibu

    BalasHapus
  9. semoga cepat sembuh, Mbak.
    Kondisi ibu bagaimana, Mbak?

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)