Minggu, 17 April 2016

Ibu Rumah Tangga Tetap Bisa Berkarya, Naqiyyah Syam Buktinya!

Di benak sebagian orang, sebutan ibu rumah tangga diidentikkan dengan daster, penampilan kusut, nyapu-ngepel, masak. Singkatnya, profesi ibu rumah tangga hanya dirangkum dalam tiga kata: dapur, sumur, kasur. Saya juga pernah punya anggapan seperti itu. Anggapan yang membuat saya jadi mendaur ulang mimpi yang pernah saya cita-citakan. Hihi.

Baca juga : 3 Hal yang Pernah Jadi Mimpi Saya

Tapi seiring kemajuan jaman, sepertinya sudah gak lagi relevan jika mengidentikkan ibu rumah tangga dengan dapur, sumur, kasur. Teknologi membuat seseorang bisa melakukan apapun, meskipun dari balik pintu rumahnya. Tentu saja gak terkecuali bagi ibu rumah tangga.

Tengok saja berbagai online-shop yang makin hari makin menjamur. Sebagian besar online-shop tersebut digawangi oleh seorang wanita yang mengaku dirinya ibu rumah tangga. Lalu coba perhatikan banyaknya komunitas blogger, penulis, dll. Banyak sekali dari para anggota yang merupakan ibu rumah tangga.

Apa artinya? Ya, meski dengan menjadi ibu rumah tangga (yang stay di rumah dan gak kerja kantoran), sama sekali tidak membuat seseorang menjadi terkungkung kreativitasnya dan gak mampu mengaktualisasi dirinya. Saya menyadari hal itu perlahan-lahan sejak bergabung dengan beberapa grup kepenulisan dan Blogger. Di sana, saya banyak menemukan nama-nama wanita hebat yang memilih fokus mengurus buah hati dan rumah, dengan tetap mengembangkan minat dan hobinya,yang kemudian mengantarkannya pada jalan rizki dan prestasi.

Salah satu nama wanita itu adalah Naqiyyah Syam, yang biasa disapa Mbak Naqi. Sudah lama saya familiar dengan nama itu. Kalau gak salah saat saya mulai bergabung dengan grup Be A Writer. Mbak Naqi merupakan ibu dari 3 orang buah hati bernama Faris, Fatih dan Aisyah.



Di tengah kesibukan mengurus berbagai tugas dan domestik serta mengurus 3 buah hatinya, Mbak Naqiyyah Syam tetap berkarya dan berpenghasilan melalui menulis. Bakat dan minat menulisnya ia kembangkan dengan menulis buku, mengelola blog pribadi dan saat ini tengah serius menggarap sebuah komik. Deretan karyanya sejak aktif di Komunitas Forum Lingkar Pena sudah amat banyak. Salah satu antologi yang digawangi oleh Mbak Naqiyyah Syam yang saya punya adalah buku berjudul "Berjuanglah, Bunda Tidak Sendiri", pemberian Mbak Ella Sofa. Ohya, saya juga pernah satu antologi ternyata dengan Mbak Naqiyyah Syam, dalam buku berjudul " Gado-Gado Poligami" yang diprakarsai oleh Mbak Leyla Hana.

Lalu kapan Mbak Naqiyyah Syam sempat menulis, sedangkan tugas-tugas pokoknya sebagai ibu rumah tangga pastilah tidak sedikit?! Ternyata ia punya triknya. Mbak Naqi biasa menulis sembari menjaga para buah hatinya yang sedang bermain. Biasanya ia menuliskannya terlebih dahulu di buku catatan atau di HP, untuk kemudian disalin saat para buah hatinya sudah tidur. Jika ada deadline menulis tertentu, Mbak Naqiyyah Syam meminta kerjasama dengan suaminya, untuk bersedia membantunya menghandle tugas mencucinya, sementara ia menyelesaikan tulisan. Yup, untuk bisa menjadi ibu rumah tangga yang tetap berkarya, peran dan dukungan suami merupakan faktor pendukung yang amat penting.

Setelah melihat contoh di atas, sepertinya tak perlu lagi ada kekhawatiran jika suatu saat kita (terutama saya) harus ada di kondisi yang gak memungkinkan untuk bisa kerja di luar rumah. Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti berhenti berkarya. Asal kita punya kemauan, kita bisa tetap berkarya apapun profesi kita, gak terkecuali ibu rumah tangga. Jadi, jangan takut yaa para ibu rumah tangga! Percayalah, kalian tetap bisa berkarya :)

8 komentar:

  1. Mbak Naqiah Syam termausk yang produktif berkarya :)

    BalasHapus
  2. Harus dicontoh ni..ibu yg keren bgt

    BalasHapus
  3. emang rempong tapi tetap ngeksis ya Mba

    btw blognya udah kufolow ya Mba

    BalasHapus
  4. Byk contoh ibu rumah tangga yg suksessss

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)