Sabtu, 02 Juli 2016

Lelaki Kardus Nova Rizqi Romadhon

Sebenarnya tidak kali ini saja generasi baru bangsa Indonesia menarik banyak perhatian bukan dalam arti positif melainkan sebaliknya. Setelah pemberitaan mengenai tindakan tidak senonoh yang dilakukan oleh beberapa bocah dibawah umur kini kembali kita dihebohkan dengan kehadiran sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Nova Rizki Romadhon yang berjudul “Lelaki Kardus.”

Lagu itu sendiri sebenarnya bercerita tentang keinginan bapaknya untuk menikah lagi namun mendapatkan tentangan dari sang ibu. Kemudian rasa sakit hati itulah yang dituangkan ke dalam lirik yang sebenarnya cukup menggugah namun sayangnya dibumbui dengan kata-kata yang tidak layak untuk diucapkan oleh seorang anak kepada orang tuanya, atau kata-kata yang seharusnya tidak keluar dari mulut seorang anak. Walau demikian, seharusnya kata-kata tersebut juga tidak sepantasnya kita dengarkan dari orang dewasa.

Lagu yang baru-baru ini menjadi viral baik di YouTube maupun di berbagai media menyedot cukup banyak perhatian. Dan untung saja pemerintah melalui menteri sudah mencoba untuk menghapus video tersebut dari youtube. Namun tentu saja ada banyak orang yang mungkin sudah mendownload dan mengcopy lagu tersebut dan lalu menguploadnya di channel yang mereka miliki. Namun tentu saja hal tersebut sudah cukup menunjukkan itikad baik dari pemerintah untuk menjaga generasi bangsa ini agar tidak semakin rusak.

Saya pribadi sebenarnya merasa cukup miris dengan kehadiran lagu ini, sebuah lagu yang sebenarnya sah-sah saja dinyanyikan oleh seorang anak terutama untuk mengungkapkan perasaan atau isi hati yang mereka miliki. Akan tetapi tentu saja sebagai orang tua yang sudah memiliki anak, saya pun tidak ingin jika hal tersebut menjadi contoh yang buruk bagi anak saya. Mungkin kamu juga merasakan hal yang sama sama sama seperti yang dirasakan oleh Vincent Setiadi teman saya yang juga sama-sama geleng-geleng kepala saat mendengarkan lirik lagu Lelaki Kardus yang dinyanyikan oleh Nova tersebut.
Jadi, rasanya wajar apabila saya maupun Vincent Setiadi dan beberapa teman yang lain kembali merindukan tembang-tembang lawas yang dinyanyikan oleh anak-anak inspiratif seperti bondan, maisi atau enno lerian dulu.

Lagu-lagu yang mereka bawakan adalah lagu-lagu yang memang menghibur selain memiliki nilai-nilai pendidikan yang bisa dijadikan sebagai media untuk membangun karakter anak. Dan bukannya lagu-lagu yang terkadang memang tidak seharusnya dinyanyikan oleh anak-anak.

Jika sudah seperti ini, tentu saja tidak banyak yang bisa kita lakukan selain menjaga diri sendiri maupun keluarga serta anak-anak yang akan menjadi pemimpin kita di masa depan. Jika sejak dini mental mereka sudah bobrok, tentu tidak banyak harapan yang bisa kita bebankan di pundak mereka. Jadi sudah sepatutnya kita berharap kemunculan lagu-lagu baru yang dinyanyikan oleh anak-anak inspiratif yang memiliki nilai-nilai edukatif maupun lirik-lirik positif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)