Sabtu, 04 Februari 2012

Cerita Penghujung Strata 1-ku



Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah…

Entah bagaimana aku harus mengungkapkan betapa bersyukurnya hati ini. Ah, tapi bukankah rasa syukur memang seharusnya tidak hanya termanifestasi pada sekedar ucapan ‘Alhamdulillah’ saja, tapi juga harus pula termanifestasi pada sebuah sikap syukur nyata?! Meningkatkan ketaatan padaNYA, salah satunya.

Setelah 3,5 tahun yang amat melelahkan… yang tidak hanya berwarna merah jingga, tapi juga hitam dan tosca… yang tidak hanya berisi tawa, tapi juga sedu tak terkira… yang tidak hanya terasa indah, tapi juga tak jarang terasa perih memilukan…

Subhanallah walhamdulillah… setelah 3,5 tahun akhirnya gelar S.E resmi tersemat di belakang namaku. Bukan, bukan ‘sekedar’ gelar duniawi yang bermaksud aku banggakan disini, tapi betapa di dalam gelar itu terkandung banyak sekali arti.

Betapa dalam gelar itu tercermin betapa besar kasih sayang dan pengorbanan orang tua serta kakak – kakakku. Helai demi helai doa mereka yang membumbung dan meriuhkan langit sebagai kekuatan utamaku, juga tiap tetes peluh mereka yang tak pernah ragu menetes karnaku… ah, semoga aku tidak pernah lupa bahwa aku tak boleh berhenti hanya pada S.E saja tanpa tindak lanjut nyata… semoga aku selalu ingat bahwa mereka punya hak atas senyum bangga melihat aku menjadi manusia berguna.

Bapakku bukan orang kaya. Bukan pula pegawai kantoran yang tiap akhir atau awal bulan tinggal coret nota bayaran. Bapakku hanya orang kampung dengan pendidikan seadanya. Tapi kalian harus tahu… SAYA BANGGA padanya!! Bapak, dengan segala keterbatasannya mampu mengantarkan ke  - 3 anaknya merasakan bangku kuliah, yang bagi masyarakat desa merupakan suatu kesempatan yang amat langka. Bapak, dengan segala kekurangannya selalu menanamkan keyakinan di dada kami, bahwa esok… janji masa depan yang lebih baik harus kami rengkuh dalam jiwa.

Ibuku… ah, tentu saja tak perlu banyak kata. Ridho Allah, aku yakin 90% karna ridho beliau pula.

Dua kakakku… hemm, mereka bahkan kadang tak jarang mengesampingkan ego mereka demi aku.

Subhanallah walhamdulillah…

Bapak, Ibu, Mbak Nita, Mas Mansyur, serta dua iparku… S.E ini aku persembahkan sebagai tanda baktiku pada kalian. Aku selalu berdoa agar aku mampu untuk terus mengikutinya dengan banyak tanda bakti lainnya.

*Allah, bantu aku… Engkau tahu, bahwa tanpaMU, aku tak mampu…*
***

Bersama rintik hujan yg amat menyenagkan,
Bersama rasa syukur yang terus menggema di dada,
Pancur, 03 Februari 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)