Selasa, 24 Desember 2013

Surat Cinta Untuk Calon Imamku

Jepara, 23 Desember 13

Assalamu ‘alaikum…

Selamat malam calon imamku, calon ayah dari putra putri sholihku kelak… 

Dimanapun kamu saat ini, semoga perlindungan Allah senantiasa melingkupimu. Dan apapun yang tengah kamu lakukan hingga belum juga langkahmu sampai disini, semoga hanya kebaikanlah yang menyibukkanmu.

Jika ada yang bertanya apakah aku tak juga lelah menantimu, aku tidak akan berdusta dengan bermanis kata. Jujur akan aku katakan bahwa kelelahan itu sedikit demi sedikit telah menerpaku. Hingga isak dan sedu tak jarang mengiringi munajatku di malam-malam syahdu. Tapi kelelahan itu segera sirna, kala aku mengingat bahwa Tuhanku adalah Tuhan yang Maha baik, yang tak akan pernah sekalipun ingkar atas janji-Nya.

 gb. diambil darisini

Bahwa wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki baik pula, dan wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki keji pula. Aku memilih berbaik sangka pada Allah, bahwa kamu yang dipersiapkan-Nya sebagai jodohku adalah seorang lelaki sholih yang akan menuntunku menuju Jannah-Nya. Dan mengapa hingga kini Ia belum juga mengijinkan kita bertemu, mungkin salah satunya karna aku belum cukup baik dan pantas untukmu.

Aku akan terus menguatkan kesabaranku, seberat apapun itu. Semoga di tengah sibuknya hari-harimu, kamu tak lupa menyelipkan doa untukku, agar aku senantiasa mampu menjaga diri dalam beratnya masa penantian ini. Aku berjanji padamu dan pada diriku sendiri, aku akan terus berusaha meningkatkan kualitas akhlak dan otakku, agar kelak mampu mendidik putra-putri kita menjadi anak-anak yang memberi bobot pada bumi dengan kalimah Laa ilaha illallah

Aku sadar, seringkali perasaan meluap-luapku yang tak sabar untuk segera bertemu denganmu adalah semata terdorong oleh nafsuku. Dan lagi-lagi aku kembali memilih untuk percaya sepenuh jiwa, bahwa Allah-lah pemilik sebaik-baik jalan cerita. Apa jadinya jika Ia mempertemukan kita sekarang? Mungkin keningmu hanya akan berkerut melihat berbagai ketidaksiapanku mengemban peran istri yang sungguh sama sekali tidak sesederhana yang ada dalam benakku.

Semoga, saat aku akhirnya melihatmu tiba di pintu rumahku, lalu menyampaikan keinginanmu pada ayahku tentang keinginanmu mengambil alih tanggung jawabnya atasku, aku telah benar-benar siap mempersembahkan bakti terbaikkku untukmu, dan kamu telah siap menerima dengan lapang dada segala kurang lebihku. Semoga, saat tunainya janji Allah telah tiba untuk kita, dan Ijab Qabul-mu atas diriku terucapkan, aku dan kamu sudah menjadi dua manusia yang benar-benar siap melebur menjadi satu jiwa, mengesampingkan segala ego ke-akuan kita.

Sekian surat rindu dariku untukmu. Baik-baik disana calon imamku… semoga kamu segera menemukan jalan menuju rumahku. Akan kubimbing langkahmu melalui untaian doaku dalam sujud-sujud panjangku di malam syahdu.

Salam cinta dariku,

Calon makmum-mu
oOo
Tulisan ini diikutsertakan dalam event Giveaway Novel "Kusebut Namamu Dalam Ijab Qabul" Karya Mbak Aida MA dan Elita Duatnofa.

 

23 komentar:

  1. masya Allah,
    meletup2 sudah bara hati yang ingin tercapai.
    tapi masih ada harapan terbentang yang harus menguatkan
    aamiin semoga dia ada dalam waktu secepatnya "disampingmu" ukht..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Jazakillahu Khairan ukht :)

      Hapus
  2. mungkinkah calon imammu itu aku?

    (*siapa tahu hehehe)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduuhh... ahihihi...

      Wallahu a'lam... :)

      Hapus
  3. Keren sekali diksi katanya... diksi lembut yang mencerminkan keluar dari hati yang lembut pula...
    Semoga ia cepat sampai dan ketemu/// amin..
    www.makruf(dot)com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mas agha :)
      Semoga tulisan sederhana ini ada manfaatnya..

      Hapus
  4. Amin ya Allah. Manis sekali :)

    BalasHapus
  5. Eciyeee...semoga disegerakan ya :)

    BalasHapus
  6. wah keren.. semoga segera kesampaian dan disegerakan mbak.. kalau kata orang, "apa yang kamu katakan itulah yang kamu dapatkan." Jadinya ttp positif thinking pada Sang Pencipta. Sukses selalu dan salam kenal mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, semesta memberikan apa yg kita pikirkan :)
      Aamiin, makasih doanya..

      Hapus
  7. mungkin saja calon imam mbak diriku.. moga moga aja aku dapat jodoh seperti mba ya mohon doanya ya..
    he..he..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haduh, saya belum tentu sebaik apa yg ada di tulisan saya lho mas. Smoga dpt yg lbh baik dr saya :)

      Hapus
  8. saya mau uhuk2 aja bacanya :D

    BalasHapus
  9. Subkhaanallah.,maha besar اللّهُ telah menciptakan alam semesta beserta isi-nya.semoga akhlak-mu menjadi kemudi tk menuju segala kebaikan di jalan اللّهُ

    BalasHapus
  10. Balasan
    1. btw, link URL Giveawaynya mana mak? kok ga dilinkan?

      Hapus
    2. Itu GA-nya udah lama banget kok maak... link-nya ada di kata 'jodoh' dalam artikel tsb :)

      Hapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)