Rabu, 23 Juli 2014

#Ramadhan25: Khalifah

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak seorang hamba pun yang diserahi oleh Allah untuk memelihara dan mengurusi kemaslahatan rakyat, lalu dia tidak melingkupi rakyat dengan nasihat, kecuali ia tidak akan mencium bau surga.” (HR al-Bukhari)

oOo
Sudah beberapa bulan ini Indonesia diwarnai dengan drama 'perebutan tahta' sebagai RI 1. Dan, wow... benar-benar luar biasa. Timeline facebook maupun twitter hampir nggak pernah bebas dari status-status tentang itu, link-link bermuatan negatif, saling nyinyir, dll. Hmm, mrinding. Belum lagi konon banyak yang jadi 'berseteru' dengan temannya hanya gara-gara beda pilihan. Bener-bener heran kalo ada yang kayak gitu. Halloooo... kalian bukan anak kecil, kan?

Saya sempat agak terbawa arus 'panasnya' sih. Tapi alhamdulillah segera bisa mengendalikan diri lagi. Saya nggak pernah benar-benar tau siapa dan seperti apa mereka berdua, kan. Takut jatuhnya fitnah kalo asal nge-share tulisan-tulisan yang nggak tau sumbernya dari mana :)

Alhamdulillah 9 Juli dan 22 Juli telah terlewati - dua tanggal penting dalam rangkaian. Saya kira setelah tanggal itu suasana - terutama di dumay - akan lebih segar dan adem. Yang tadinya nyinyir jadi ramah dan arif lagi, yang tadinya musuhan bisa berteman lagi. Menerima hasil dengan bijak dan lapang dada. Eh, ternyata enggak loh. Patah hati deh :(

Emm, yang paling bikin saya heran, kok tahta presiden sepertinya sebegitu menggairahkannya ya bagi mereka - dua pasang calon? Seluruh energi seolah mereka kerahkan demi mendapatkannya. Bahkan beberapa jam setelah pemungutan suara dilakukan, dua-duanya langsung mendeklarasikan kemenangan  atas dasar quickcount versi mereka masing-masing - terlepas dari mana yang benar. Mereka tampak sukacita banget. Emm, jujur saat itu saya heran sekali... kok semuanya jadi kayak kekanak-kanakan, ya? Nggak sabar banget untuk jadi sang pemenang. Ah, entahlah.

Saya pernah baca dan dengar dari seorang kakak di kampus dulu, tentang kisah para sahabat saat diangkat menjadi khalifah. Mereka menangis, karna takut nggak bisa manjalankan amanah yang luar bisa berat sebagai khalifah. Bahkan di tingkat yang jauh lebih rendah, saat pemilihan ketua rohis di kampus dulu, yang dicalonin pasti wajahnya tegang dan ketakutan, bahkan saat dinyatakan terpilih mereka menangis. Alasannya? Takut nggak bisa amanah, kata mereka. Lalu gimana dengan para capres-cawapres kita? Begitu terpilih sujud syukur, mendapat banyak ucapan selamat, dll... seolah mendapat nikmat dan anugrah yang luar bisa besar. Ah, belom benar-benar terpilih saja mereka sudah lebih dulu melakukan :|

Tapi sudahlah. Saya nggak punya sedikitpun hak untuk men-judge mereka. Saya yakin mereka punya niat baik membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Terakhir, Selamat berjuang Pak Jokowi dan Pak JK yang dinyatakan terpilih oleh KPU kemarin. Semoga pertolongan Allah senantiasa mengiringi langkah kalian dalam memimpin negeri ini. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)