Senin, 07 Juli 2014

#Ramadhan9: Bakti Pada Orang Tua

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Qs. Al-Israa: 23

oOo

Duh, saya kelu tiap mau ngomongin soal kasih/bakti pada orang tua. Membaca ayat itu, jujur saya gentar sekali. Berkata 'ah' saja tidak boleh. Sedangkan saya? Berapa kali mengeluarkan kata-kata yang lebih menyakitkan dari itu -- sadar ataupun tidak.

Beberapa hari lalu saya bersama ibu dan kakak nengok seorang kerabat yang habis mengalami kecelakaan. Saat itu Ibu dititipi oleh ibunya si kerabat berupa sejumlah uang -- siapa tau nanti kehabisan uang -- begitu kata ibu beliau. Dan saat titipan tersebut diberikan ibu pada si kerabat, beliau malah seketika menangis tersedu-sedu -- ingat ibunya. Ya, Bapak-Ibunya memang sudah memasuki usia sangat senja. Bahkan keadaan bapaknya sudah seperti orang koma. Ia empat bersaudara, tapi hanya dia yang mau merawat bapak-ibunya -- mencucikan baju yang penuh kotoran, dll. Padahal ia tak tinggal dekat dengan Bapak-Ibunya. Ia menangis. Menangisi ibunya yang punya empat anak tapi harus melewati masa senja dengan masih 'apa-apa sendiri', bahkan masih ia repoti. Perih sekali melihat sedu sedannya saat itu.

Ah, hati saya seperti dicubit saat itu. Teringat Ibu yang beberapa kali menggumam doa, berharap lebih dulu dijemput ajal sebelum masa ia kembali seperti bayi -- karna tidak ingin merepotkan anak-anaknya. Ah,betapa selama ini benak dan batin bapak-ibu kita dibayang-bayangi berbagai keresahan -- yang seringkali kita acuhkan.

Iya, ternyata bakti saya belum ada seujung kuku. Semoga masih ada cukup waktu.


5 komentar:

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)