Selasa, 16 Juni 2015

Marhaban Yaa Ramadhan: Persiapan Menyambut Ramadhan

dr Tumblr
Marhaban Yaa Ramadhan...

Serasa baru kemarin menyapa Tamu Agung ini. Betapa cepat waktu berlalu. Masih berbekaskah jejak-jejak tarbiyah atas Ramadhan tahun sebelumnya? *ngaca* *lalu mringis*

Ya, itulah kebanyakan dari kita. Ramadhan harusnya kita gunakan sebagai moment perubahan. Sebagai lompatan perbaikan. Bukan memompa diri selama sebulan, lalu melempem di 11 bulan berikutnya. Sungguh, sejatinya bukan untuk itu Ramadhan di hadirkan. Ramadhan adalah bulan pendidikan. Yang dengannya diharapkan ada perbaikan ummat secara signifikan, yang jejaknya menempel kuat pada jiwa. Bukan hanya sebatas lewat.

Tapi tidak ada kata terlambat. Dengan Rahman dan Rahim-Nya, Allah selalu bersedia menerima kita kembali. Dan salah satu nikmat terbesar tentu saja dengan diijinkannya kita bertemu kembali dengan mulianya Ramadhan. Balighna fii Ramadhan, Yaa Rabb...

Setiap menjelang Ramadhan, saya selalu berusaha memperbarui semangat. Semangat untuk membuat Ramadhan ini sebagai catatan emas di hidup saya. Meski, ya, harus diakui semangat itu masih amat lemah kobarnya hingga amat mudah goyah seiring tanggal Ramadhan yang semakin menua. Tapi saya nggak mau menyerah. Maka, 1 1/2 hari menjelang Ramadhan tahun ini, saya akan membagi 3 hal yang saya persiapkan dalam menyambut tamu istimewa tersebut.

1. Niat dan Tekad

Semua amal dinilai berdasarkan niatnya, begitu kata salah satu hadist. Maka tentu saja hal tersebut menjadi hal utama yang harus terus diperbaiki. Mari meniatkan untuk mempersembahkan amal-amal terbaik kita di bulan di mana pahala-pahala dibuat berlipat ganda hanya karena Allah semata.

Lalu tekad. Besarnya pahala konon berbanding lurus dengan tingkat kepayahannya. Begitu juga dengan Ramadhan. Berbagai janji keistimewaan nilai atas amalan kita di bulan tersebut, sungguh akan dihadang berbagai kepayahan. Apa itu? Kalau saya pribadi, kepayahan yang sering sekali membuat saya menyerah kalah adalah serangan rasa kantuk. Ya, saya adalah orang yang masih lumayan kepayahan jika jam tidur kurang. Sunnah untuk makan sahur mau tidak mau membuat jam tdiur kurang. Di 10 harian pertama, biasanya saya masih kuat untuk nggak tidur setelah sahur dan mengisinya dengan tilawah. Tapi selanjutnya? Keok :( Nah, tahun ini saya ingin menguatkan lagi tekad saya untuk mengalahkan rasa kantuk itu. Tidurnya orang berpuasa mungkin memang ibadah, jika dibanding tidak tidur tapi maksiat. Tapi tidur adalah ibadah tentu saja tidak akan lagi berlaku jika dibandingkan dengan tidak tidur karena tilawah. Iya, kan? :)

2. Target

Seberapa penting target? Menurut saya penting sekali. Tanpa target kita nggak akan terpacu untuk mengerahkan segala usaha demi tercapainya target tersebut. Kata Aa' Gym, gagal merencanakan sama dengan merencanakan gagal. Nah, menurut saya rencana itu salah satunya bisa kita tuangkan dalam susunan target. Yah, meskipun target tentu saja tidak akan berarti apa-apa tanpa point nomor satu di atas.

Saya berencana membuat form pemantauan ibadah seperti ini:

nuun.blogdetik.com
'Kok ibadah dicatet-catet sih?!'

Lha emang kenapa? Jika dengan mencatatnya kita jadi semakin terpacu untuk terus meningkatkannya, apa salahnya? :) Jadi, sama sekali bukan untuk menghitung-hitung berapa nilai pahala kita, ya, dear :) Ah, mana mampu kita untuk itu. Cukup ridho Allah saja yang kita harapkan.
'Nggak takut riya', ya?'

Kan catetannya bukan untuk dipublikasi :) Buat diri kita sendiri aja. Dan kalaupun ada salah satu saudara kita yang nanti memublikasikannya, mungkin niatnya semata untuk membuat kita iri dan turut memacu diri. Yuk, saling berlomba dalam kebaikan ^_^
3. Persiapkan Kondisi Badan

Tidak dipungkiri, Ramadhan amat membutuhkan fisik yang prima. Apalagi jika selama Ramadhan kita tetap tidak bisa menghindar dari berbagai aktivitas fisik. Perubahan pola makan serta jam tidur membuat metabolisme kita harus segera menyesuaikan diri. Minggu-minggu kemarin orang-orang di sekitar saya banyak yang terserang flu dan radang tenggorokan. Tidak terkecuali saya sendiri. Nah, gangguan-gangguan 'ringan' kesehatan ini alangkah baiknya berusaha kita perbaiki, agar saat Ramadhan menyapa kita dalam keadaan yang benar-benar fit. Jika badan fit, Insya Allah berbagai ibadah pun akan dengan nikmat kita cecap :)

Nah, tiga point di atas-lah yang saya persiapkan untuk menyambut Bulan penuh berkah tahun ini -- Insya Allah. Semoga Allah menyampaikan umur kita untuk bertemu dengannya hingga sempurna. Saya tiba-tiba ingat beberapa tetangga (salah satunya masih sangat muda) yang dijemput Izrail beberapa saat lalu. Hati saya miris. Pernahkan terbersit di benak mereka pada Ramadhan tahun lalu, jika mereka takkan pernah lagi bertemu Ramadhan tahun ini? :(

Ya, meski tinggal 1 1/12 hari lagi Ramadhan tiba, sungguh tetap tidak ada jaminan untuk kita bisa bertemu dengannya. Jika Ramadhan tahun ini saja belum tentu, apalagi Ramadhan tahun depan? Maka, jika Allah mengijinkan kita kembali mencecap nikmatnya bulan penuh berkah tahun ini, yuk tanamkan tekad sekuat baja di hati kita masing-masing untuk menjadikan Ramadhan tahun ini Ramadhan terbaik, dan menjadi titik balik kita sebagai hamba yang lebih baik di mata-Nya.

Balighna fii Ramadhan, Yaa Rabb... Aamiin...

Kalau kalian, apa saja yang persiapan kalian untuk menyambut Ramadhan kali ini? Share, yuk :) 

3 komentar:

  1. Alhamdulillah..
    Marhaban ya Ramadhan...
    Semoga diberi kelancaran, keberkahan, dan keridhaan oleh Allah Swt. Aamiin

    BalasHapus
  2. Aku juga lagi ga enak badan, cha. Cuacanya sedang tidak menentu. Jadi batuk2 terus. Ngarep bgt bisa tetep kuat puasanya.

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)