Selasa, 15 September 2015

Bagaimana Rasanya Hidup Tanpa Gadget?

Bagaimana rasanya hidup tanpa gadget? Kalau pertanyaan tersebut dilempar pada kita beberapa tahun yang lalu mungkin jawabannya akan sangat mudah, ya. Gak masalah! Tapi bagaimana dengan hari ini? Hari di mana hampir sebagian hidup kita, kita gantungkan pada gadget. Apalagi buat orang-orang yang punya 'kehidupan' di dunia maya. Emm, maksudnya... bersentuhan dengan dunia maya bukan sekedar buat update status di facebook doang gitu. Mudeng, kan? =D

Hari ini, rasanya sudah bukan hal langka kalau ada orang-orang yang bangun tidur pertama yang di cek gadget, bahkan sampai beranjak tidur pun gadget gak lepas. Siapa hayooo??? *ngacungin tangan tinggi-tinggi* =D

Lalu gimana jika tiba-tiba kita harus hidup tanpa gadget? Duh duh duh... resah dan gelisah lah yaaa pastinya. Yup, dan saat ini saya sedang mengalaminya. Tentu saja karna bukan karna sengaja. Saya dipaksa keadaan, cyiinn T.T =D Barang kesayangan saya itu rusak beberapa hari lalu. Dan membuat keinginan saya yang belum juga mampu saya wujudkan akhirnya terwujud juga: puasa gadget =D Emang sih ya, omongan tuh doa :P

Ini sudah jalan hampir 3 hari. Alhamdulillah saya masih kuat =D Tapi ya ituuu, gak mau muna kadang resah. Apalagi kalau lagi mau janjian sama teman, duh bingung banget. Gak cuma saya, tapi juga teman saya. Tapi lumayan menyenangkan juga lho bisa tahu bahwa masih ada orang-orang yang juga resah mencari kita saat kita 'menghilang' sejenak =D

Meskipun sedih gadget saya yang murah meriah dan sudah menemani saya dua tahun itu rusak. Tapi selalu ada hikmah di balik setiap musibah, kan? :) Ternyata adakalanya kita harus mengambil jeda. Dari segala sesuatu. Ada saatnya kita membuat jarak dari sesuatu yang selama ini hampir gak bisa kita lepaskan. Termasuk gadget. Benda kecil itu terlalu ajaib untuk bisa membuat hidup kita menjadi amat berwarna. Gak cuma warna-warna indah nan cerah, tapi juga warna kelam. Iya, kan? Kita mendadak jadi bisa tahu hampir segala sesuatu -- tentang berbagai pencapaian orang-orang di luar sana, tentang kesedihan mereka, kebencian, kebahagiaan, dll. Dan itu -- diakui atau tidak -- terkadang membuat hidup kita bak kompetisi yang seperti gak ada habisnya. Iya gak, sih?

Dua hari tanpa gadget hidup saya damai. Saya hanya menjalani dan menikmati apa yang ada di hidup saya sendiri. Saya gak harus turut 'terkontaminasi' berbagai perasaan orang di luar sana -- yang kadang amat melelahkan :) Allah tahu saya harus mengambil jeda. Tapi akan bertahan berapa lama? Yah, namanya jeda ya gak perlu lama-lama lah. Ahahaha.

Jadi gimana, apakah kamu tertarik untuk mengambil jeda dengan gadgetmu? :P

11 komentar:

  1. mmm bisa gak ya..??? :D
    gak ada gadget pindah ke laptop aja deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha... gak jauh beda ya mbak jatuhnya :D

      Hapus
  2. Hidupku hampa tanpa gadget T___T berasa ada jiwa yang hilang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahihihi... saya dulu juga gitu mbak. separuh nyawa :D

      Hapus
  3. Aku pernah ngalamin juga tuh, waktu gadgetku rusak.. jadi yaaa terpaksa 'puasa' buat sementara hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naahhh... sama ma aku nih berarti :D

      Hapus
  4. kalo lagi bosan ber medsos , saya puasa medsos beberapa hari ...tenaaaang . tapi lama2 kangen juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuiihh, keren mbak... saya belom pernah berhasil nih kalo bnr2 sengaja puasa gitu

      Hapus
  5. Saya ikut ngacungin tangan tinggi-tinggi ah... :))

    BalasHapus
  6. yang "dandanin" pasti cwok tuhh???, mudah2an cowoknya keren... itulah hikmah yang paling besar gara2 gadget rusak... cieee cieeee

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)