Senin, 07 Desember 2015

Cara Mengatasi Kesedihan

Yang namanya hidup pastilah ada sedih dan senang. Kita nggak mungkin kenal bagaimana rasanya sedih, kalo kita belum pernah merasakan senang. Begitu juga sebaliknya. Maha besar Allah yang menciptakan segala sesuatunya secara seimbang :)

Sayangnya, kita sering kurang sabar menerima pergiliran siklus sedih dan senang itu. Saat kebahagiaan yang sedang menjadi bagian kita, kita sering lupa diri, hingga ketika sudah saatnya siklus bahagian berganti nestapa, kita kewalahan mengendalikan perasaan sendiri. Kata pak Ustadz, sedih dan senang itu sama-sama bentuk ujian dari Allah -- bagaimana kita merespon dua hal itu. Cuma, sebagai manusia kita, kesedihanlah yang lebih sering kita hayati sebagai ujian.

Meskipun sedih-senang merupakan siklus rutin kehidupan, sayangnya masih banyak orang yang bingung cara mengatasi kesedihan. Lihat saya status-status socmed -- betapa banyak yang meratapi kesedihannya dengan mengumbar di media sosial. Yang paling ekstrim tentu saja kasus-kasus bunuh diri. Semua itu merupakan cerminan betapa banyak orang yang belum tahu cara mengatasi kesedihan.

Beberapa hari lalu saya tengah dilanda kesedihan. Saya menangis semalaman, mencoba tidur, lalu terbangun beberapa kali untuk melanjutkan tangisan. Alhamdulillah, tidak lama kemudian Allah menunjukkan pada saya tentang cara mengatasi kesedihan saya, melalui salah satu materi pelatihan yang diadakan oleh kantor tempat saya bekerja.

Bagaimana cara mengatasi kesedihan tersebut?

Sederhana saja. Hanya dengan mengatakan dengan sepenuh hati, dan menanamkannya pada pikiran:

"Semua ini pasti akan berlalu..."

Coba deh diinget-inget... sudah berapa-puluh kali kita mengalami kesedihan yang sama, atau bahkan yang jauh lebih besar? Nyatanya, semua itu berlalu dan kita masih baik-baik saja hingga hari ini, kan? Jadi, santai sajalah... Semua itu pasti akan berlalu :)

Setelah mendengar hal itu dari pemateri, saya mencoba mempraktekkannya. Saya mengatakannya dengan ikhlas, dan sungguh-sungguh... dan, taraaa.... dada saya yang semula masih sesak oleh kesedihan, tiba-tiba menjadi terasa lapaaaang sekali :)

Semoga bermanfaat teman-teman, selamat mencoba :) 

7 komentar:

  1. Setuju. Saya juga kalo sedih sampe kalut banget, saya slalu inget kalimat itu. Semua pasti berlalu :)

    BalasHapus
  2. Karena sedih pasti berganti bahagia ya, ca. Yang penting belajar senyum aja.

    BalasHapus
  3. dibuat tidur, mager, baca buku :)

    BalasHapus
  4. Iya bener, dengan yakin bahwa semua kesusahan akan berlalu, biasanya aku jadi semangat lagi. Dan dengan sendirinya, kesedihan perlahan hilang...

    BalasHapus
  5. kalau saya, saat sedang sedih bawaannya pengen mengasingkan diri dulu, pengen tidur sampe puas, *uzlah di kasur, hehe..setelah rada membaik baru deh kumpul2 lagi dengan orang2, :)

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)