Selasa, 14 Juni 2016

Asuransi Kesehatan Untuk Orangtua

Asuransi kesehatan terbaik pasarpolis.com. Pada suatu pagi di tahun 2015 lalu, saya terbangun dari tidur karena suara tangisan dan teriakan ngeri orang-orang di rumah. Hari itu hari senin, yang seharusnya merupakan jadwal saya kembali ke kota rantau untuk bekerja. Tapi seketika itu saya memutuskan gak jadi berangkat setelah melihat apa yang terjadi.

Nenek saya – yang tinggal satu-satunya – dalam kondisi amat mengenaskan. Mulutnya penuh darah. Kata ibu saya, beliau habis muntah darah banyak sekali di kamar mandi. Sisa-sisa darahnya masih ada, membuat bulu kuduk saya berdiri dan nyali saya ciut. Oleh kakak ipar dan Bapak-Ibu, nenek saya segera dilarikan ke rumah sakit. Sementara saya dan kakak perempuan saya tetap di rumah, karna satu dan lain hal.

Setelah beberapa urusan di rumah selesai, saya menyusul ke rumah sakit. Nenek saya belum mendapat ruangan, masih di ruang IGD. Selang beberapa jam, bapak saya diminta menghadap dokter yang menangani nenek saya. Dan kabar yang dibawa Bapak sekembalinya dari menemui dokter membuat dada kami amat sesak. Nenek saya kena jantung koroner, dan harus masuk ruang ICU. Itu penyebab sesak pertama. Penyebab sesak yang kedua, kami bingung harus bagaimana. Kami ingin memperjuangkan kesembuhan nenek semaksimal mungkin. Tapi di sisi lain, kami harus realistis. Kami ngeri membayangkan berapa biaya yang harus kami bayar, sedangkan kami tau biaya per hari untuk ruang ICU amat sangat tinggi bagi kami. Bukan niat kami hitung-hitungan soal kesembuhan nenek, sama sekali bukan karna itu. Tapi karna kami benar-benar gak punya cadangan biaya atau tabungan yang sekiranya mencukupi untuk membayarnya.
Di saat seperti itu, saya baru merasakan penyesalan. Menyesal mengapa kami sekeluarga gak pernah peduli tentang pentingnya asuransi kesehatan. Ya, kami memang belum pernah sekalipun menggunakan asuransi kesehatan sebelumnya, termasuk asuransi kesehatan dari pemerintah. Maklumlah, bapak saya seorang pekerja dengan penghasilan gak seberapa. Buat kebutuhan sehari-hari cukup saja sudah sangat Alhamdulillah, jadi mana sempat kepikiran untuk punya asuransi.

Tapi kami anak-anaknya sekarang sudah dewasa, dan Alhamdulillah semuanya sudah berpenghasilan. Apa iya kami tega membiarkan nenek dan bapak-ibu kami tanpa jaminan kesehatan apapun, sementara usia mereka semakin senja dan semakin menurun kondisi kesehatannya?! Setelah peristiwa sakit mendadaknya nenek waktu itu, saya dan dua kakak saya berbincang-bincang. Bagaimanapun, kami merasa harus memberikan jaminan kesehatan untuk orangtua kami dalam bentuk asuransi. Soal biaya, kami sepakat menanggungnya bersama.

Setelah kesepakatan tersebut kami ambil, kami lalu mencari info tentang asuransi kesehatan. Utamanya tentu saja info tentang premi bulanan yang harus kami tanggung. Untuk mencari info, internet selalu menjadi salah satu andalan saya. Setelah mencoba browsing, saya menemukan sebuah tulisan tentang asuransi kesehatan terbaik pasarpolis.com yang memberikan perbandingan berapa premi bulanan, dan apa saja yang dicover antara beberapa perusahaan asuransi.

Yah, begitulah. Menjadi anak yang harus meninggalkan orangtua demi pekerjaan kadang dilematis. Kami tau yang utama yang mereka inginkan adalah adanya kami untuk mereka. Tapi gimana lagi? Dengan memberikan asuransi kesehatan untuk mereka, tentu saja bukan berarti kami menganggap itu sudah cukup menggantikan bakti kami secara fisik, bukan. Kami hanya ingin memastikan mereka gak perlu khawatir jika suatu saat mereka merasa  harus berobat sedangkan mereka sedang tidak memegang uang. Meski tentu saja selama kami bisa, kami pasti akan mengusahakan pulang untuk mereka.

4 komentar:

  1. Saya sudah pernah ditawaro asuransi kesehatan dari sebuah Bank Ternama di Indonesia. Mereka pernah beberapa kali menawarkan proposal atau program Asuransi mereka kepada saya via telepon. Kadang setengah "memaksa" saya untuk ikut program mereka. Sampai sekarang belum satu pun Asuransi kesehatan yang saya amhil. Saya masih mempelajarinya terlebih dahulu

    BalasHapus
  2. Kudu pilih2 asuransi yg pas y mbak untuk mengcover apa2 yg menjadi darurat kesehatan pada keluarga

    BalasHapus
  3. Itulah perlunya asuransi kesehatan ya Mbak.Jadi ingat almarhum bapak saya keluar masuk rumah sakit.Jadi sebenarnya perlu banget asuransi kesehatan ini.

    BalasHapus
  4. Itulah perlunya asuransi kesehatan ya Mbak.Jadi ingat almarhum bapak saya keluar masuk rumah sakit.Jadi sebenarnya perlu banget asuransi kesehatan ini.

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)