Mengenal Lebih dalam Keistimewaan yang Ada Pada Kopi Luwak

on
Sabtu, 23 Desember 2017
credit: Pixabay.com

Kopi adalah salah satu minuman yang banyak disukai oleh masyarakat secara luas. Mulai dari para petani, pekerja hingga kelas eksekutif sekalipun, hampir semuanya suka dengan kopi. Kopi juga memiliki banyak sekali macamnya dan untuk yang paling umum adalah kopi jenis Robusta dan Arabica. Namun ada juga kopi lain yang tak kalah populer karena keistimewaannya dan dihargai dengan harga yang amat tinggi yaitu kopi luwak. Kopi jenis ini bisa dihargai 200 ribuan per cangkirnya saja. Mahal sekali bukan?

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa secangkir kopi bisa berharga semahal itu? Ya, hal ini sudah pasti jadi pertanyaan banyak orang yang kurang mendalami kopi. Untuk bisa mengetahui lebih dalam keistimewaan dari jenis kopi ini, maka berikut ini pemaparannya:

Proses pembuatan 

Perlu diketahui jika proses pembuatan pada biji kopi ini seluruhnya dilakukan secara manual dibantu oleh hewan luwak. Proses keseluruhannya tanpa bantuan mesin sama sekali. Hewan luwak dikenal karena hanya mau makan biji kopi dengan kualitas terbaik saja dan mengabaikan jenis biji kopi yang ada di bawah itu.

Mengingat hewan luwak bukanlah mesin, maka manusia pun bahkan tidak bisa memaksa mereka untuk makan biji kopi dalam jumlah besar. Selain itu, bagi luwak sendiri kopi bukan makanan utama melainkan hanya makanan camilan sehingga makannya pun hanya sedikit saja. Pencernaannya pun unik karena luwak tidak bisa mencerna biji dengan kepadatan tertentu sehingga ketika keluar bersama kotoran maka bentuk biji kopi tetap utuh.

Jumlahnya terbatas 

Banyak petani kopi yang menyatakan jika ada satu nampan kopi penuh disodorkan kepada luwak, maka hanya 10% sampai 30% saja biji kopi yang mau dimakannya. Jadi, dari sini saja kita sudah bisa membayangkan bagaimana sulitnya untuk bisa mendapatkan biji kopi terbaik untuk bahan kopi luwak. Bahkan meski dalam musim panen rata kopi sekalipun, biji kopi yang jenis luwak ini tetap tidak bisa dihasilkan banyak. Misalnya panen bisa menghasilkan berton-ton kopi, maka hanya 100 kg hingga 1 ton saja kopi dari luwak yang bisa didapat.

Kadar asam dan kafein yang rendah 

Keistimewaan selanjutnya dari kopi jenis ini adalah dari segi kadar asam serta kafeinnya yang rendah. Presentase untuk kadar kafein pada kopi jenis ini hanya 0,5% saja sementara untuk jenis kopi biasa adalah 2%. Dengan kenyataan ini, maka menjadikan jenis kopi ini lebih aman untuk diminum baik bagi penderita diabetes, jantung hingga maag sekalipun. Dengan aroma yang fenomenal lantaran diproses menggunakan enzim proteolitik menjadikan kopi ini kian sempurna.

Kopi yang berkualitas 

Kopi jenis ini adalah kopi dengan kualitas tinggi. Hal ini lantaran biji kopi ini dihasilkan dengan fermentasi di dalam perut luwak lalu bercampur dengan enzim tertentu selama kurang lebih 8 hingga 12 jam yang menjadikan kandungan kafeinnya menjadi rendah lantaran protein bisa terurai.

Jika dibandingkan dengan biji kopi berkualitas biasa, maka waktu fermentasi sesungguhnya adalah 5 hingga 8 tahun. Ya, perbandingan yang begitu jauh dalam segi waktu fermentasi ini pun jadi alasan mengapa harganya begitu mahal.

Ternyata banyak sekali keistimewaan dari kopi luwak ini bukan? Tak heran jika harganya bisa mencapai jutaan rupiah per kilonya dan bisa Anda dapatkan di toko online. Namun untuk para pecinta kopi, harga demikian bukan masalah asalkan bisa merasakan sempurnanya rasa dan aroma dari kopi ini.

4 Tempat Wisata di Jakarta Yang Ingin Saya Kunjungi Bersama Keluarga

on
Jumat, 22 Desember 2017
Bagi kebanyakan orang, Kota Jakarta mungkin bukan merupakan destinasi liburan keluarga yang menarik. Bahkan melalui media sosial beberapa teman yang tinggal di Jakarta, mereka mengatakan bahwa saat ada momen liburan Jakarta cenderung lengang karna sebagian besar penduduknya memilih liburan ke kota lain.

Tapi tentu saja tidak bagi kami yang tinggal di kota kecil nan jauh dari Ibukota. Bagi saya, Jakarta tetap kota yang menarik dan ingin saya kunjungi.

Apalagi, Kota Jakarta menawarkan banyak sekali pilihan. Tak terkecuali tempat wisata yang cocok dikunjungi bersama keluarga. Dari banyak sekali pilihan destinasi yang ditawarkan Kota jakarta, ada 4 yang paling ingin saya kunjungi bersama keluarga kecil saya, di antaranya yaitu:

1. Monumen Nasional (Monas)
 
Credit : id.wikipedia

Monas? Ngapain ke Monas? Apa menariknya?

Mungkin beberapa orang akan berpikir seperti itu. Bagi kami tentu Monas menarik. Apalagi bagi anak kami Faza. Monas bukan hanya akan menjadi tempat wisata bagi Faza, tapi juga sebagai sarana belajar banyak hal.

Di Monas kita tidak hanya disuguhi dengan pemandangan tugu, tapi juga bisa belajar banyak hal tentang Indonesia tercinta ini. Salah satunya melalui diorama terlengkap sejarah Indonesia yang berada di dalam Monas.

Lagipula, kalau pada Menara Eiffel saja kita sangat kagum dan ingin mengunjungi, masa pada Tugu Monas tidak? πŸ˜€

2. Dunia Fantasi 
 
Credit : id.wikipedia

Sampai hari ini, saya baru sekali ke Dunia Fantasi. Itu pun dalam rangka KKL saat kuliah. Alhasil, saya belum benar-benar menikmati Dufan secara total.

Menyenangkan sekali rasanya berwisata ke sana bersama Faza dan ayahnya. Apalagi jika Faza sudah bisa lari-lari. Pasti excited sekali dia πŸ˜€

Satu yang paling bikin saya penasaran. Akankah nanti saya berani mencoba naik wahana-wahana yang menantang nyali? EntahlahπŸ˜€

3. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
 
Credit : id.wikipedia
 
Saya mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah saat saya masih TK. Tentu saja ingatan saya tentang TMII sudah hampir terhapus total. Jadi ingin sekali bisa mengunjunginya kembali.

Lagi-lagi, TMII tentu akan menjadi sarana yang sangat baik untuk Faza dalam mengenal negerinya sendiri. Agar kecintaannya pada bangsa dan negara tumbuh sejak dini, karna konon TMII menyajikan cerminan berbagai kekayaan budaya yang ada di Indonesia ini. 

4. Masjid Istiqlal 

Credit : id.wikipedia

Ah ya, ini bukan tempat wisata memang, melainkan tempat ibadah.

Tapi sebagai seorang muslim, kalau sudah sampai di Jakarta tentu saja ingin sekalian mengunjungi salah satu masjid yang menjadi kebanggaan Indonesia.

Selain tempat wisata yang banyak sekali pilihannya, alasan lain memilih Jakarta sebagai kota yang ingin saya kunjungi untuk berwisata keluarga, banyaknya pilihan akomodasi juga menjadi pertimbangan penting. dari yang murah hingga yang mahal, semua tersedia dan mudah untuk didapatkan.

Memilih Akomodasi yang Murah dan Nyaman di Jakarta

Sebagai kalangan menengah, tentu saja hotel yang saya cari untuk menginap saat berwisata nanti adalah hotel dengan budget terjangkau alias murah. Tapi gak mau yang murahan fasilitasnya L lho, gimana, murah tapi gak murahan πŸ˜€

Iya dong, kan saya bakal bawa anak. Jadi pengennya tetap menginap di hotel yang terjamin kenyamanannya. Beruntungnya, sekarang ada kita bisa membooking hotel melalui Airy Rooms.

Sebagai jaringan hotel dan guest house terbesar di Indonesia, Airy Rooms memiliki 7 standar fasilitas terdiri dari AC, TV layar datar, perlengkapan mandi, tempat tidur bersih, shower air hangat, air minum gratis, dan WiFi gratis.

Selain itu, pesan hotel di Airy Rooms juga sangat mudah karna bisa dilakukan melalui website, Android Apps maupun iOS apps. Pembayarannya pun sangat fleksibel. Bisa dilakukan dengan kartu kredit, transfer maupun melalui gerai Indomaret. Wow, kurang mudah apalagi?

Dan satu lagi yang terpenting, yaitu murah. Hehe.

Jadi, pilihan untuk berwisata keluarga ke Jakarta bagi keluarga kami yang notabene bukan merupakan keluarga traveler sepertinya sangat tepat. Karna berbagai fasilitas akan sangat mudah didapatkan, mulai dari pilihan destinasi, transportasi maupun akomodasi.

Kalau kalian, kota mana yang ingin kamu kunjungi untuk wisata keluarga?

Review Wardah Exclusive Matte Lip Cream VS Pixy Matte Lip cream

on
Jumat, 15 Desember 2017

Saya termasuk awam sekali sebenarnya soal dunia perlipstikan. Halah. Haha.

Yaiyalah! Pertama kali berani pake lipstik saat aktivitas harian adalah saat sudah mulai kerja. Itupun bukan lipstik matte. Jadi, dari rumah pakai lipstik, berangkat kerja naik motor pakai masker kain, sampe kantor lipstik tinggal kenangan πŸ˜‚

sedangkan lipstik matte pertama kali yang saya pakai adalah purbasari yang sempet hits banget ituu. Jadi, jangan bandingkan review Wardah Exclusive Matte Lip Cream VS Pixy Matte Lip cream ini dengan review para beauty blogger. Hehe.

Oke, sekarang mulai dari Wardah Exclusive Matte Lip Cream.

Awal punya, langsung jatuh hati banget nget. Iya dong, kan lip cream pertama yang saya punya.

Kemasannya elegan. Warnanya oke banget. Pigmented TOP.

Gak bikin kering bibir. Padahal bibir saya dulu adalah bibir yang teramat kering. Kering level mengelupas-mengelupas manja gitu.

Cuma, ketika dioleskan, saya ngerasa agak panas gitu. Emm, bukan panas sih. Gimana ya, kayak berat gitu lah di bibir.

Ohya, saya punya 2 warna. Nomor 09 Mauve On, dan 15 Pinky Plumise. Tapi ketika dioles kenapa saya merasa warnanya mirip bangettt ya πŸ˜•

Pinky plumise ketika baru dioles sih warnanya kalem banget gitu. Jauh lebih kalem dibanding Mauve On. Tapi setelah beberapa saat, warnanya berubah banget jadi lebih tua gitu. Istilahnya apa sih kalau menurut para beauty blogger?

Yang agak aneh menurut saya, panjang kuas antara Mauve On dan Pinky Plumise kenapa beda banget yah? Yang Mauve On jauh lebih panjang, jadi rawan mbleber kalo pas aplikasi. Kuasnya Pinky Plumise jauh lebih enak, gak terlalu panjang, pas.

Keliatan kan bedanya?

Aneh dong, karna kan satu merk. Kenapa bisa beda? Entahlah.

Dari segi harga, bagi saya lumayan mahal sih. 60-an ribu kalo gak salah. Tapi saya punya calon ipar yang kerjanya di wardah, dan Pinky Plumise itu kemarin saya beli dengan harga hanya 30 ribuan karna lagi ada promo. Haha.

Untuk ketahanan, biarkan foto yang bicara aja yaa.

awal oles nih

Ini setelah makan rambutan berbiji-biji, wudhu 2 x, plus makan siang

Over all, saya suka sih, dan mungkin akan re-purchase. Apalagi kalo ada promo 😍

Nah sekarang kita tinggalkan Wardah, dan beralih pada Pixy Matte Lip Cream.

Jujur tadinya gak pernah ada keinginan beli Pixy Matte Lip Cream ini sih. Soale dari dulu saya gak pernah pakai produk Pixy.

Tapi berhubung pas lagi jalan-jalan ke Swalayan lihat ada tulisan promo di counternya Pixy, yaudah deh capcus beli. Kan sayang ada promo gak beli πŸ˜‚

Anyway, kemasannya bagus juga sih ya. Tapi menurut saya cenderung lebih berbau remaja gitu. Soal warna, oke banget. Pigmentasinya juga bagus banget nget. Saya suka.

Alhamdulillah gak bikin kering juga, YEAY! Dan kecenya lagi, Pixy menurut saya terasa lebih ringan di bibir. Gak berat gitu.

Saya baru punya satu sih, nomor 11 Goudy Orange. Kuasnya gak panjang. Enak banget buat mengaplikasikan si lip cream.

Terus apalagi yaa... langsung ke foto aja deh.

Awal oles. Btw, kok mukaku glowing sekali ya *salfok πŸ˜‚*

Ini setelah wudhu 2x dan makan siang

Intinya saya sukaaa dan gak kecewa sama sekali sama Pixy Matte Lip Cream ini. Kalau ditanya lebih suka mana antara Wardah Exclusive Matte Lip Cream VS Pixy Matte Lip cream, jujur saya lebih suka Pixy πŸ˜†

Ohya, soal harga... saya gak tauuu berapa harga aslinya. Dulu saya beli 40-an deh kalau gak salah. Murce yaaaa 😍

Re-Puchase? Iya, tapi nunggu ada promo. Wuahaha.

Kalian ada yang pakai Wardah Exclusive Matte Lip Cream atau Pixy Matte Lip cream juga kah? Lebih suka yang mana?

Ketika Perempuan Saling Menyakiti

on
Senin, 04 Desember 2017

Ketika heboh berita tentang seorang artis yang dilabrak di mall itu, lagi-lagi terlintas pikiran yang muncul berulang-ulang setiap denger cerita tentang kasus ginian.

Kenapa perempuan itu tega sekali? Tidakkah ia membayangkan perasaan istri si lelaki? anak si lelaki? Bukankah sesama perempuan harusnya mengerti dan bisa membayangkan perasaan antara satu sama lainnya?

Ah, jangankan soal kasus begituan, yang mana mereka punya seribu alasan. Ya gimana dong, namanya juga cinta, misalnya. Cih, makan tu cinta.

Bahkan untuk urusan-urusan sepele menyangkut pilihan hidup pun perempuan sering dengan tega saling menyakiti kan?

Ada perempuan lain memutuskan kerja. Kita bilang dia gak amanah sebagai istri dan ibu. Sebaliknya, yang kerja bilang ibu cuma di rumah gak produktif, dll.

Ada perempuan lain gak bisa kasih ASI anaknya, bukannya mendukung eh malah pamer foto freezer penuh ASI dan bilang "aku aja bisa, masa kamu enggak?". Tidakkah kita membayangkan bahwa gak bisa kasih ASI itu menyedihkan sekali? Percayalah, bagi perempuan yang tertatih memberikan ASI untuk anaknya, melihat foto freezer penuh ASI itu bukannya menyemangati malah bikin tambah minder.

Baca juga: Bicara ASI, Bicara Rizki

Jarang banget ya kita lihat kasus ada perempuan kerja kantoran, terus ada laki-laki yang ribet komentar 'Ih istri macam apa itu kok kerja di kantor, anaknya gak diurus' -- mentang-mentang istrinya ibu rumah tangga. Jarang banget. Seringnya yang sibuk komentar ya sesama perempuan.

Padahal kita sendiri sadar, bahwa yang namanya pilihan hidup itu gak bisa diusik. Dan kita sendiri pun gak suka kalo ada orang lain mengusik pilihan hidup kita. Lalu kenapa pula kita hobi mengusik pilihan orang lain?

Begitulah. Kadang tanpa kita sadari, kita perempuan ini sering saling menyakiti.

Tapi gak jarang juga kita perempuan ini hobi menyakiti diri kita sendiri.

Tetangga bisa ganti motor, langsung gak enak makan gak enak tidur. Sibuk mutar otak gimana caranya ganti motor juga. Ada teman pake jilbab dan gamis baru, branded pula, tanpa pikir panjang order juga. Gak mau kalah. Padahal hati kecil teriak-teriak, bahwa itu semua gak sesuai sama kemampuan. Yakin yang kayak gini bikin tersiksa. Iya apa iya?

Atau kita masih sering menyakiti diri sendiri sesederhana: teman kantor bicara nyolot karna lagi PMS, lalu kita kebakaran jilbab dan kepala terasa jadi panas membara? Padahal kalo orang lain nyolot, kitanya emosi, kita gak bakal dapet apa-apa selain jadi tau bahwa kita dan dia gak ada bedanya.

Hmm. Panjang kalau mau diteruskan. Mungkin ini salah satu penyebab kenapa tingkat kebahagiaan perempuan jauh lebih rendah dibanding tingkat kebahagiaan laki-laki, berdasarkan hasil survey BPS tahun 2017 -- seperti yang diceritakan oleh Mbak Nurin Ainistikmalia dalam artikelyang berjudul "Laki-Laki Hidup Lebih Bahagia, Kok Bisa?".

Kalau begitu, jika kita sering merasa gak bahagia, ada baiknya kita introspeksi. Bisa jadi yang salah bukan orang lain. Bukan pula karna hidup kita masih sangat banyak kurang. Bisa jadi, hidup kita gak bahagia karna kita masih sering memubadzirkan pikiran dan lisan kita untuk hal-hal yang seharusnya gak perlu.

Signature

Signature