Senin, 17 Maret 2014

Bagaimana Hidup Setelah Mati?



“Bagaimana hidup kita setelah mati, Ma?” tanya Andien pada Mamanya kemarin sore, tiba-tiba.
Entah apa pasal, tubuhnya menggigil – berkeringat dingin.

“Kalo sudah mati ya kita nunggu kiamat, Dek… trus nanti hidup lagi untuk penentuan kita masuk surge apa neraka…” jawab mamanya - sebisanya.

“Trus kita bisa ke sini lagi, Ma? Adek pengen ke sini lagi…”

“Lho, ya nggak bisa, Dek… makanya adek rajin sholat, biar masuk surga. Kalo di surga, jauh lebih enak daripada disini!”

Andien terdiam. Seperti merenung. Lalu menggigil lagi, seperti amat ketakutan.

-oOo-

Andien baru menjelang 7 tahun. Layaknya anak-anak dia memang belum sepenuhnya punya kesadaran beribadah – masih harus dipaksa. Entah apa pasal dia tiba-tiba bertanya hal seperti itu. Yang pasti, kita harusnya belajar. Seberapa sering kita mengingat mati? Dan seberapa takut kita membayangkan kehidupan setelah kematian?

Semoga Allah menuntun Andien menjadi wanita sholihah penyejuk hati kami.

2 komentar:

  1. Andien sudah cukup kritis mba..langkah yg bagus juga utk semakin membentuk ia menjadi pribadi yg religius dan mengenal Tuhannya secara baik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa Mbak, anaknya memang kritis. Iyaa semoga dia tumbuh jadi anak yg taat sama Tuhannya, Aamiin :)

      Hapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)