Rabu, 25 Juni 2014

#SelfReminder7: Bagai Memakan Bangkai

Rasulullah bilang, barangsiapa yang beriman pada hari akhir hendaklah berkata yang baik atau diam. Peribahasa bilang, diam adalah emas, meski bicara seringkali menjelma mutiara. Tapi toh kenyataannya belum banyak yang mampu memutiarakan kata-katanya.

Konon, surga dikelilingin oleh banyak hal yang tidak disenangi nafsu, dan sebaliknya... neraka dikelilingi oleh banyak hal yang disenangi nafsu. Begitu juga soal bicara. Lihatlah betapa membicarakan orang lain menjelma menjadi begitu mengasyikkannya?! Tidak peduli meski perumpamannya amat menjijikkan: bagai memakan bangkai sodara sendiri.

Ah, nafsu, betapa berat menundukkannya. Sudahlah memang kadang sekali-duakali memulai, ada di lingkungan yang suka memancing pula -____-. Benarlah jika kita berdiri dibawah agama teman kita, bahkan dikatakan bahwa salah satu cara paling efektif mengenali seseorang adalah dengan melihat seperti apa orang-orang di sekitarnya. Tau itu dosa, tau sekali. Tapi lalu setan membisiki, nanti dibilang sok suci kalo kamu menghentikan, nanti disebelin sama temenmu kalo kamu mengacuhkan, nanti bla bla bla.

Lihatlah, betapa tipisnya iman kala iming-iming surga bahkan tak cukup mampu untuk melawan semua bisikan itu. Ya, lalu saya tau... menghindari dosa itu soal komitmen dan keberanian. Komitmen melawan nafsu diri kita sendiri, dan keberanian untuk menghadapi segala konsekuensi yang terlihat kurang menyenangkan di mata awam kita sebagai manusia.


Bicara soal ini, maluuuu sekali rasanya tiap menekuri ulang video ini:

2 komentar:

  1. suka dengan kalimat penutupnya:
    "Komitmen melawan nafsu diri kita sendiri, dan keberanian untuk menghadapi segala konsekuensi yang terlihat kurang menyenangkan di mata awam kita sebagai manusia."

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)