Kamis, 28 Agustus 2014

Sahabat Baru :)

Dulu, awal-awal saya gandrung sama facebook, sempat ada perasaan nggak nyaman di hati. Apa sih manfaatnya? Pertanyaan itu berkali-kali melintas tiap saya buka facebook. Tapi ya sebatas melintas saja – nggak pernah sampe bikin saya sampe bertekad, ‘oke, stop pake facebook!’. Hehe

Tapi, enggak dengan sekarang. Alhamdulillah, sekarang bagi sava facebook dan berbagai akun socmed lainnya nggak sekedar jadi ajang galau dan buang-buang waktu tanpa guna. Saya menemukan banyak sekali orang-orang berenergi positif yang lalu jadi teman saya. Benar-benar teman seperti artian teman pada umumnya. Berbagi banyak hal, saling support, saling silaturahim, dll. Beberapa yang bisa saya sebut adalah: Mbak Ella, Mbak Rohma, Mbak Esti, Mbak Susi, dan Jiah.

Beberapa minggu terakhir ini, saya kembali menemukan sahabat baru. Bukan dari facebook sih aslinya awal kami saling mengenal, tapi dari blog. Emm, sebenernya awalnya saya ngefans sama satu orang ini. pertama ketemu blognya langsung ‘jatuh cinta’. Makanya bagi saya jadi masih terasa WOW banget kalo lihat sekarang kami jadi akrab seperti layaknya sahabat dekat. Kami nggak sungkan berbagi banyak hal yang mungkin (terutama bagi saya), nggak pernah bisa dibagi sama orang lain. aneh, ya?! Padahal ketemu aja belum pernah loh! Hehe. Emm, nggak aneh juga sih. Kata Mbak Mentor saya di kampus dulu, saat kita ketemu sama orang yang satu ‘frekuensi’ sama kita, kita akan langsung ngrasa dekat – meskipun baru kenal. Yah, semoga frekuensi kita adalah frekuensi ‘keinginan untuk jadi wanita yang lebih baik di mata Allah’ ya, Mbak… aamiin...

Eh eh, saya belum nyebuv nama, ya?! Hehe. Oke, orang yang sedang saya ceritakan ini adalah Primadita Rahma Ekida – author-nya blog theprimadita.blogspot.com. banyak yang udah kenal blog itu, kan, pasti?! Kenapa saya nge-fans sama Mba Prima ini? yang sudah sering baca blognya pasti bisa mengira-ngira lah, ya. Yang belum pernah baca, y abaca dong. Hehe. Pokoknya yang jelas, saya ngrasa ni orang energinya positif banget. Tulisannya enak dibaca. Ringan, sarat makna tapi enggak terkesan menggurui.

Satu lagi yang paling penting. Dulu, sebelum saya benar-benar kenal sama Mba Prima ini, saya kira Mba Prima lahir dan tumbuh dengan kehidupan ‘sempurna’, makanya dia bisa kayak gitu. Tapi ternyata enggak loh. Mbak Prima mengalami ujian paling berat bagi seorang anak sejak usianya masih sangat belia. Emm, lagi-lagi, yang udah sering baca blog dia pasti tau deh. Jadi saya pikir, artis Indonesia yang belakang lagi heboh soal bipolar bla bla bla itu, mungkin bisa berkaca pada kehidupan Mba Prima juga. hihi

Naahh, kebetulan Mba Prima ini sedang mengikuti ajang World Muslimah 2014. Waktu kemarin saya tanya apa motivasi ikut ajang begituan, Mbak Prima jawab, “aku honestly mau spread the news to the world kalau muslimah banyak yang berkontribusi untuk lingkungan sekitar dan concern juga ke isu2 yang lagi trend”. Dan katanya, World Muslimah ini gak mengedepankan kecantikan fisik seperti ajang-ajang kecantikan pada umumnya, melainkan kecantikan hati – yah, kecantikan hati menurut ‘mata manusia’ melalui ukuran-ukuran tertentu tentunya.

Ya, saya setuju sama Mba Prim. Masih banyak yang ngira kalo jadi muslimah itu kudu pendieemmm, di rumah teruuusss, menutup diri dari dunia luar – simpelnya kuper. Enggak! Harus ada orang-orang yang membuka mata dunia bahwa menjadi sholihah bisa seiring sejalan dengan menjadi sosok yang bener-bener melek soal dunia – meski bukan berarti jadi cinta dunia loh, ya! Bukannya yang penting sholihah di mata Allah, ya? Mungkin bakal ada yang bilang gitu. Oke, saya sangat-sangat setuju soal itu. Tapia pa iya kita bakalan menutup mata ketika figur-figur wanita yang bermunculan saat ini dan kemudian menjadi panutan generasi muda di dominasi sama sosok yang jauh dari nilai-nilai Islam? Saya sih enggak.

So, buat kamu – laki-laki maupun perempuan yang setuju sama saya, yuk dukung Mbak Prima di ajang World Muslimah 2014 ini. Dia mengedepankan profesi blogger-nya loh disini. Soalnya dia mendedikasikan keikutsertaannya (dan nanti kalo sampe menang) adalah untuk para pembaca blognya. Yeeeyyy!!

yuk vote Mba Prima ;)
Kalo videonya bisa ditonton di sini, jangan lupa like yah :))

Oh ya, sambil jangan lupa doakan Mba Prima supaya niatnya tetep Lillah, dan focus utamanya tetep ridho Allah, yaaa…:))

**saya lagi belajar jadi TIMSES. Kalo sukses, siapa tau 5 tahun ke depan saya bakal ditawari jadi TIMSES salah satu pasangan capres dan cawapres. Kalo iya, saya berjanji akan jadi TIMSES yang tegas berkata TIDAK pada kampanye hitam XD #Apasih #Abaikan

6 komentar:

  1. Setuju sih kalau jadi panutan. Tapi tidak juga dg cara kaum adam. .. demi menjaga mashlahah bersama.

    Oke, this posting is very good. I like this. Bisa nih direkomendasikan bagi ukhty ya diem diem di kamar aja tanpa berbuat apa apa..

    Nice post! Salam silaturrahmi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. usaha keras menjaga kehormatan diri bagi seorang muslimah harus seiring sejalan sama usaha menjaga iman dan hati bagi seorang muslim saya kira... biar imbang :))

      makasihhh... semoga bermanfaat :)

      Hapus
    2. Hmmm, ya memang harus serasi, selaras, dan seimbang antara pria dan wanita. Toh sudah diatur dalam Islam, ada keistimewaannya masing-masing :)

      Hapus
  2. wuah ini nih tim suksesnya

    btw, aku tau blognya prima karena pernah ikutan kontesnya

    moga terpilih yah prima jadi world muslimah

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih Rizka, iya aku inget kamu..

      makasih udah ikutan project-ku, dan makasih doanya :)

      Hapus
    2. mbak rizka udah vote kan? ;)

      Hapus

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)