Senin, 02 Mei 2016

Menghargai Hak Orang Lain

Duh, judulnya udah kayak judul bab di buku PPKN waktu SD, ya :D Emm, omong-omong pelajaran PPKN masih ada sampai sekarang gak sih? Semoga masih ada, terlepas dari fakta pelajaran tersebut tampaknya sudah makin kerepotan membantu menata perilaku anak bangsa. #tsaaahh

Postingan ini sebenarnya gak seserius judulnya kok. Bisa dibilang setengah curhat. Haha, biasaaaa!

Setiap orang punya haknya masing-masing, kita semua pasti tau itu. Dan yang menjadi batas atas kebebasan hak kita adalah hak orang lain. Gitu kan yang diajarkan di mata pelajaran PPKN dulu? Jadi sepemahaman saya, selama belum menyentuh area yang bisa mengganggu hak orang lain, kita masih bebas memenuhi hak kita sendiri, dan orang lain gak berhak mengganggu-gugat. Lain perkara kalau sudah mengusik hak orang lain. Contohnya merokok di area umum. Okay, merokok memang hak masing-masing pribadi. Tapi kalau merokok di area umum, dan 'memaksa' orang lain jadi turut menghirup asapnya dan kehilangan haknya menghirup udara bersih, itu sudah kelewat batas namanya. Jadi, please... jangan pernah tersinggung apalagi marah kalau kamu ditegur sama orang saat merokok di area umum. Sadarilah, kamu telah melanggar hak orang lain!

Nah, terus gimana kalau ada orang yang protes-protes gak jelas saat ada oranglain yang menggunakan haknya, sedangkan hal itu gak sedikitpun mengusik orang lain? Itu sih namanya rese. Hehe.

Contohnya, ada orang yang merasa harus merahasiakan sesuatu tentang kehidupan pribadinya. Lalu kita kepo abis, memaksa-maksa dia untuk bercerita. Dan saat dia tetap kekeuh merahasiakan hal itu, eehhh kitanya sewot. Bilang dia sok yess, nyinyirin dia, "dih, gitu aja pake dirahasiain segala!".

Pernah gak mengalami hal itu? Beberapa orang bilang, itulah resiko hidup di tengah masyarakat. Itulah resiko menjadi makhluk sosial. Duh, ya gak gitu juga kaliiii. Apa kalau jadi makhluk sosial, kita jadi gak boleh memenuhi hak kita untuk punya privasi, dan harus selalu memenuhi hak orang lain untuk kepo?! Kalau orang lain merasa gak bisa cerita tentang sesuatu hal -- meskipun dia teman baikmu -- ya sudah, hargai. Gak usah baper merasa gak dipercaya dan lain-lain.

Jadi, marilah kita sadari bersama-sama, bahwa masing-masing dari kita punya hak. Mari menghargai hak orang lain, sebelum kita menuntut orang lain menghargai hak kita. Selama gak mengusik hak dan hidup kita, ya udah sih, cuek aja. Jangan menunjukkan betapa kita gak punya kerjaan yang harus diurus, sampai jadi punya waktu untuk mengurusi hak-hak orang lain. Okay?!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih telah berkunjung, tinggalkan kesanmu ya :)