Cara Membuat Bayi dan Anak Nyaman saat Diajak Traveling dengan Kereta Api

on
Rabu, 05 Desember 2018


Kereta api merupakan pilihan moda transportasi darat yang saya rasa paling nyaman untuk digunakan ketika bepergian jarak jauh.

Setidaknya ada tiga alasan mengapa saya favoritkan kereta api sebagai moda transportasi darat yang paling nyaman, karena:

1. Harga tiket kereta relatif murah dan terjangkau. Bahkan tidak jarang kita dapat promo apabila membeli di toko online seperti Bukalapak, contohnya.

2. Rel kereta yang lurus dan tidak berbelok tajam serta laju kereta api yang konstan membuat kita lebih jarang mabuk dan merasa pusing.
 
3. Kereta api yang panjang, karena terdiri atas beberapa gerbong juga menjadi kelebihan tersendiri untuk transportasi ini. Pasalnya, kita bisa jalan-jalan di setiap gerbong saat merasa bosan atau jenuh. Jalan-jalan dari satu gerbang ke gerbang lainnya tidak mengkhawatirkan karena kereta api tidak pernah berhenti secara mendadak.

Cara membuat bayi dan anak nyaman saat naik kereta api
Saat bepergian dengan menggunakan kereta api, tak jarang kita mengajak serta anak-anak yang masih bayi maupun balita. Misalnya ketika travelling jarak jauh seperti saat mudik lebaran. Pada saat itu, bagi mereka yang punya bayi dan anak sudah pasti akan mengajak serta anak-anak mereka.

Saya sendiri pernah mengajak Faza naik kereta api saat usianya 9 bulan, ke Cirebon untuk berkunjung ke kampung halaman eyang kakungnya.

Tapi sayangnya, anak-anak tidak seperti orang dewasa yang lebih mudah diatur dan lebih tenang saat mengalami masalah. Anak-anak cenderung lebih rewel, sulit ditenangkan, dan mudah membuat kita jadi panik. Pasalnya, ketika anak-anak menangis atau memberontak, tidak hanya kita sebagai orang tua yang akan merasakan dampaknya melainkan, penumpang yang ada di satu gerbong juga pasti akan merasakan juga. Hal itulah yang sering membuat kita merasa tidak enak, malu, dan kadang-kadang berubah jadi emosi.
 
Agar kegiatan traveling menggunakan kereta api bisa lebih menyenangkan bagi bayi dan anak-anak, kamu perlu membaca beberapa tips berikut ini.
Pastikan bayi bisa tidur di setiap jam tidur mereka
Bayi biasanya memiliki jam tidur yang teratur seperti di pagi hari, siang, sore, dan juga malam. Ketika diajak naik kereta api, sebaiknya jam tidur mereka tersebut tidak diubah. Karena biasanya apabila terlambat tidur sehingga kesulitan untuk terlelap, bayi maupun balita cenderung rewel.
Pastikan kamu membawa apa saja yang bisa mengalihkan perhatian mereka
Bayi dan anak-anak biasanya punya mainan spesial di rumah, berupa mainan yang paling mereka sukai. Siapkan tempat khusus untuk membawa mainan-mainan tersebut agar bisa dimainkan oleh anak ketika mereka merasa bosan dan jenuh.
Jangan ragu-ragu untuk jalan-jalan dari satu gerbong ke gerbong lainnya apabila anak mulai merasa bosan
Ini merupakan salah satu kelebihan naik kereta api. Di kereta, kita bisa jalan-jalan dari gerbong belakang hingga ke depan atau sebaliknya pada saat merasa bosan. Jalan-jalan juga bisa jadi hiburan buat anak-anak dan bayi ketika mereka merasa jenuh selama duduk di kereta api.
Jangan lupa membawa pakaian hangat bagi anak-anak
Tidak jarang kita memutuskan untuk naik kereta bisnis atau eksekutif maupun yang kelasnya lebih tinggi karena harga tiket kereta yang cukup terjangkau, atau karena alasan menginginkan kenyamanan yang lebih baik.
Namun tak jarang, tempat duduk yang kita pilih ternyata terlalu dekat dengan AC sehingga suhu udara di di tempat duduk yang kita dapatkan cenderung lebih dingin.
Jangan lupa membawa bekal makanan yang disukai oleh anak
Biasanya ketika kita melakukan traveling, kita cenderung lebih tertarik untuk membawa makanan instan yang tidak merepotkan dan ringkas dibandingkan dengan makanan yang disukai oleh anak, tetapi proses pembuatan dan pengemasannya lebih ribet. Padahal, anak-anak justru akan merasa lebih nyaman dan senang apabila mereka bisa mengkonsumsi makanan-makanan favorit mereka.
 
Tips beli tiket kereta api yang murah
Tiket kereta saat ini tidak hanya bisa kita dapatkan dan beli langsung di stasiun kereta api, melainkan bisa juga kita beli di toko online seperti Bukalapak misalnya. Beberapa keuntungan beli tiket di online shop antara lain:

Banyak promo diskon maupun cash back. Seperti saat saya menulis artikel ini misalnya, Bukalapak menawarkan cashback hingga Rp40.000 untuk setiap pembelian tiket kereta api dengan minimal pembayaran Rp100.000. Promo ini berlaku mulai tanggal 1-30 November 2018. Kode promonya adalah "PERGIJAUH" (tanpa tanda kutip).
 
Agar bisa menikmati promo ini, kamu wajib membeli tiket kereta di Bukalapak dengan menggunakan aplikasi Bukalapak. Jadi, bagi kamu yang membeli melalui browser tidak akan bisa menggunakan kode promo tersebut.

Jika kamu mencari tiket setelah tanggal 30 November, kamu tetap berkesempatan untuk mendapatkan cashback atau diskon dengan mencari promo di halaman https://bukalapak.com/promo.

24 Jam

on
Senin, 03 Desember 2018


Pernah dengar gak ada orang yang bilang, "24 jam bagiku terasa kurang!" ?

Saya pernah. Dan dulu saya merasa itu gak lebih dari kalimat gombal. Halah, sesibuk apa sih sampai waktu 24 jam terasa kurang? Kecuali Pak Jokowi dan orang-orang penting gitu kali ya,

Lalu pernah juga seorang mentor pengajian pekanan di kampus dulu bilang, "istirahatnya seorang muslim itu nanti, ketika kaki sudah menginjak surga" -- saat beliau tengah menerangkan tentang dunia sebagai tempat beribadah dan berjuang.

Diam-diam saya juga mencibir. Halah Mbak, di kost juga kerjaan saya gegoleran tiap hari. Kelamaan lah kalo istirahatnya nunggu di surga 😂

Kalau dipikir-pikir sekarang, kok saya ternyata geblek banget yaa dulu. Haha.

Iya, terutama kalau mikirnya hari ini. Minggu ini. Dimana saya seperti baru menemukan moment -- 'ohhh, ini to ternyata maksudnya!' -- untuk kalimat-kalimat semacam di atas.

Saya baru tau rasanya. Ternyata gak perlu jadi orang sepenting Pak Jokowi untuk merasa 24 jam terasa kurang.

Kerjaan kok rasanya adaaaaa aja. Gak ada habisnya. Pagi-sore kerja. Sampai rumah nemenin Faza main, sambil melirik tumpukan baju yang barusan diangkat dari jemuran. Begitu Faza tidur, nyetrika -- sambil melirik novel yang pengen saya baca. Pas udah kelar nyetrika (dikelarin paksa -- karna tumpukan setrikaan seperti gak pernah mau berkurang), akhirnya baca novel beberapa lembar, eh inget pengen nyicil nulis buat blogpost. Dan lain-lain, dan lain-lain.

Iya sih, semua kesibukan saya di atas mungkin gak ada apa-apanya dibanding orang-orang super produktif di luar sana, Ah, gitu doang. Cuma remah rengginang itu sih!

Tapi tolong dipahami. Ini saya, yang tadinya kerjaannya cuma gegoleran di kasur. Waktunya makan tinggal makan. Semua tau beres.

Dan entah kenapa kalimat Mbak Mentor tentang "istirahatnya seorang muslim adalah ketika kaki sudah menginjak surga" itu tiba-tiba sering terngiang di telinga. Seperti sebuah suntikan semangat, di tengah badan yang sudah loyo tapi masih harus masak dan nyuci piring.

Iming-iming surga benar-benar jadi ide bagus yang bikin saya tetap berjuang menyelesaikan segala tugas dan kewajiban.

Kadang (atau sering?) saya nyesel. Nyesel atas buanyaakkknya waktu yang saya sia-siakan begitu saja di waktu lapang saya dulu. Duh Gustiiii, segitu gak berfaedahnya hidup saya saat itu.

Sekarang ketika sudah banyak tugas menanti, eh baru muncul ide pengen belajar ini-itu. Pengen melakukan ini-itu. Dulu kemana aja sih :(

Saya kadang pengen jadi orang insom. Bisa tidur laruuuttttt banget gitu biar bisa melakukan banyak hal di luar kerjaan kantor, dan mumpung Faza tidur. Tapi kok Allah baik banget selalu ngasih saya rasa ngantuk biar badan saya istirahat :')

Jadi percayalah, jika ada anak-anak muda belia yang kebetulan baca tulisan ini, tolong diingat. Nasehat tentang jangan menyia-nyiakan waktu itu sungguh bukan bualan belaka. Manfaatkan waktu luangmu, atau kalian akan menyesal seperti saya saat ini.

Hmm, mungkin sayanya aja yang manajemen waktunya masih buruk sih. Maaf kalau lebay. Padahal apalah saya, gak sesibuk itu sih sampai merasa 24 jam kurang. 24 jam adalah waktu ideal dan terbaik sesuai takaran Allah :)

Saya cuma mau bilang sekali lagi. Jangan menyia-nyiakan waktu.


Wonderful Indonesia: Farmhouse Lembang Bandung, Satu Destinasi dengan Berbagai Pilihan Wisata

on
Minggu, 02 Desember 2018


Saya mungkin termasuk orang yang tidak terlalu sering berwisata. Tapi tentu saja bukan berarti tidak suka, atau tidak ingin. Sebagai manusia yang terjebak dalam berbagai rutinitas harian, berwisata rasanya menjadi salah satu kebutuhan yang tak terelakkan, demi me-refresh pikiran yang mulai silang-sengkarut.

Tentang pilihan destinasi wisata, saya sebenarnya suka jenis wisata alam. Seperti pantai, gunung, taman, dll. Tapi sejak punya anak, tentu saja saya harus memikirkan ulang tentang tempat wisata yang akan saya datangi. Bukan lagi sekedar tentang apa yang bisa membuat saya senang, tapi jauh lebih utama yang membuat kami semua (tidak terkecuali Faza) merasa nyaman.

Mau sebagus apapun tempatnya, jika harus melewati jalur yang menanjak dan harus berjalan kaki untuk sampai di tempat utama wisatanya -- misalnya -- tentu saya akan lebih memilih untuk tidak ke sana. Kenapa? Apa kabar pundak saya dan suami jika harus melewati jalur semacam itu dengan menggendong Faza? Yang ada begitu sampai di tempat wisatanya, kami sudah kecapekan dan gak bisa menikmati tempat wisatanya lagi.

Minggu lalu saya sekeluarga berkesempatan untuk menikmati Wonderful Indonesia dengan berwisata ke Farmhouse Bandung. Ini wisata kantor sih sebenarnya, tapi sekalian dipakai sebagai ajang wisata keluarga. Biar sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui 😁




Begitu menelurusuri tiap jengkal Farmhouse Lembang-Bandung, saya merasa ini merupakan tempat wisata yang super lengkap. Satu destinasi dengan berbagai pilihan wisata di dalamnya.

Kan ada ya tempat wisata yang hanya cocok untuk anak muda, tapi sama sekali gak cocok jika didatangi anak-anak SD? Ada pula yang sangat nyaman untuk wisata keluarga, tapi garing saat sekumpulan anak muda turut mendatanginya.

Nah, Farmhouse ini destinasi wisata yang dapat mengakomodir semua kalangan yang hendak berwisata.

Mengajak anak balita yang sedang senang-senangnya mengenal macam-macam hewan? Bisa banget ke Farmhouse Lembang-Bandung ini.

Ada kandang sapi perah yang bisa dikunjungi. Bahkan dengan membayar dua puluh ribu, kita bisa memberikan pengalaman anak untuk memberi susu pada anak sapi.

Pengalaman pertama Faza pegang sapi

Ada macam-macam hewan reptil, berbagai jenis unggas, dll. Tapi yang paling seru menurut saya adalah kandang domba merino, dimana pengunjung bisa masuk ke kandang dan memberi makan domba dengan berinteraksi langsung dengan para domba. Dombanya bersih dan gemuk-gemuk.

Bahkan ada juga playground dengan berbagai wahana permainan sederhana untuk anak, jika ingin anak kita berlari-larian bebas di tempat yang aman. Tiker masuk ke playground ini seharga dua puluh lima ribu rupiah.

Jika yang datang adalah sekelompok anak muda yang biasanya ingin berburu foto kece untuk mempercantik feed Instagram, Farmhouse juga sangat cocok untuk didatangi. Farmhouse sangat mengerti kebutuhan para wisatawan masa kini yang menempatkan destinasi instagramable sebagai pilihan utama kunjungan mereka.

Contohnya, ada rumah Hobit yang menjadi salah satu bagian di Farmhouse yang sangat diminati para anak muda karna ke-instagramable-annya. Untuk masuk ke rumah Hobit, kita harus membayar tiker seharga dua puluh ribu rupiah.



Ada juga persewaan kostum noni Belanda yang bisa disewa untuk berfoto di studio yang juga disetting dengan tema Belanda.

Nah, kalau yang datang adalah pecinta kuliner gimana?

Jangan khawatir. Farmhouse menyediakan banyaaakkk sekali pilihan kuliner yang bisa memanjakan lidah kita. Mulai dari sosis bakar, jagung bakar, pizza, pie susu, dan berbagai macam makanan lainnya. Ohya, saat pertama kali masuk dari pintu utama, kita juga mendapat welcome drink berupa susu sapi Lembang lho. Susunya enaaakkk banget.

Yang terakhir, jika kita datang bersama keluarga, dan hanya ingin duduk-duduk santai menikmati pemandangan pun sangat diakomodir oleh Farmhouse Lembang. Ada banyak sekali bangku yang disediakan, yang cocok untuk duduk santai sembari ngobrol ringan dengan keluarga di dalam area Farmhouse ini.

Farmhose cocok juga buat yang suka liat ijo-ijo kayak saya

Rasanya gak salah ya, jika saya menyebut Farmhouse Lembang Bandung ini sebagai one stop destination, yang mengakomodir kebutuhan wisata dari lintas kalangan usia?!

Di tengah banyaknya tempat wisata karbitan yang hanya menawarkan 'instagramable' sebagai daya tarik utama, Farmhouse seperti oase yang bisa menjadi teladan bagi para penggiat pariwisata di Indonesia. Saya berharap akan semakin banyak destinasi wisata yang berkualitas seperti Farmhouse Lembang ini. Yang menawarkan edukasi, pengalaman tak terlupakan, tempat me-refresh pikiran yang nyaman, sekaligus setting yang indah untuk diabadikan dalam sebuah foto.

Jika ingin Wonderful Indonesia akan semakin dilirik wisatawan dunia, maka pariwisata Indonesia harus menyusun langkah ekstra untuk terus mengawal pengelolaan pariwisata Indonesia yang sudah ada, sekaligus mengawal kelahiran destinasi-destinasi wisata baru yang berkualitas dan berani bersaing. 

Menulis Wonderful Indonesia

Jika kalian adalah salah satu orang yang peduli pada dunia pariwisata Indonesia dan ingin Wonderful Indonesia semakin mendunia, yukk ikut Wonderful Indonesia Blog Competition!
Ada hadiah uang tunai jutaan rupiah dan voucher Indomaret loh. Mayan yaa mak, buat beli pampersnya bocah 😍



Segera tulis cerita kalian saat mengunjungi tempat-tempat indah di Indonesia tercinta ini yaa. Sayang kalau sering traveling, tapi ceritanya cuma dikenang di dalam pikiran. Mending ditulis, jadi bisa abadi untuk dikenang, dan kalau beruntung dan menang, dapat hadiah buat traveling lagi 😍


Signature

Signature