Perhatikan 3 Hal Ini Untuk Memilih Sabun Cuci Muka Yang Bagus

on
Rabu, 17 Februari 2016

Kulit wajah yang bersih sepertinya menjadi dambaan bagi setiap wanita. Siapa sih yang gak pengen wajahnya bebas dari jerawat? Kalau ada yang gak pengen rasanya orang itu mengidap kelainan. Hehe. Untuk mewujudkan sebuah keinginan, tentu saja harus ada usaha yang dilakukan. Nah, untuk mendapatkan kulit wajah yang bersih dan bebas jerawat, salah satu yang harus dilakukan adalah harus rajin mencuci muka.

Nah, tapi tentu saja gak Cuma berhenti sampai di situ. Untuk benar-benar mendapatkan wajah yang bersih, cuci mukanya ya gak bisa dong hanya sekedar cuci muka biasa. Kita harus mencuci muka dengan sabun cuci muka yang bagus.

Sabun cuci muka yang bagus menjadi salah satu faktor penentu terjaganya kulit wajah kita. Tentunya kita gak pengen kan, kulit wajah kita justru rusak atau jerawatan cuma gara-gara kita salah pilih sabun cuci muka?!

Lalu apa saja sih yang harus kita perhatikan saat memilih sabun cuci muka yang bagus? Bagus atau tidaknya sebuah sabun cuci muka bisa dibilang relatif, ya, untuk masing-masing orang. Nah, agar gak salah pilih, perhatikan 3 hal ini:

1. Sesuaikan Dengan Jenis Kulit

Ini dia yang bikin bagus atau tidaknya sabun cuci muka. Ada beberapa sabun cuci muka yang membuat kulit menjadi jauh lebih kering. Tentu saja sabun cuci muka yang seperti itu gak cocok untuk kalian yang memiliki kulit dengan tipikal kering, karna akan membuat kulit wajah menjadi semakin kering. Begitu juga sebaliknya, sabun cuci muka yang membuat kulit menjadi lebih berminyak gak cocok untuk kalian yang kulit wajahnya sudah berminyak dari sononya. Hehe.

Saya pernah punya pengalaman saat salah memilih sabun cuci muka. Tipikal kulit saya cukup berminyak, sedangkan sabun cuci muka yang saya pilih saat itu membuat kulit semakin berminyak. Apa hasilnya? Jerawat bermunculan satu per satu. hihi

So, kesimpulannya... sabun cuci muka yang bagus adalah yang sesuai dengan tipikal kulit wajah kita.

2. Perhatikan Komposisinya

Jaman sekarang, rasanya sudah bukan rahasia lagi jika banyak sekali produk perawatan kulit yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Miris dan ngeri, ya? Maka dari itu, kita harus jeli dalam memilih. Jangan sampai maksud hati ingin cantik, tapi malah terjerumus pada produk-produk yang punya efek negatif dalam jangka panjang.

Sabun cuci muka yang bagus biasanya mempunyai takaran bahan-bahan yang proporsional dan gak berlebihan. Seperti sebuah ungkapan bijak, segala sesuatu yang berlebihan itu gak baik. Hehe. Lebih baik lagi jika sabun cuci muka yang kita pilih mengandung kebaikan-kebaikan yang diambil dari bahan-bahan alami, salah satunya buah-buahan.

3. Pilih Sabun Cuci Muka Yang Sudah Terdaftar Oleh BPOM

Ini rasanya cara paling simpel sekaligus aman, menurut saya. Hehe. Kadang ribet, ya, kalau harus membaca detail apa saja komposisi dan kandungan yang terdapat dalam sebuah sabun cuci muka. Kalau lagi pengen simpel, biasanya saya langsung saja mencari nomor BPOM-nya. Kenapa begitu? Karna jika sudah memiliki nomor BPOM, berarti produk itu sudah diperiksa keamanannya oleh BPOM. Saya masih cukup percaya bahwa BPOM gak akan meloloskan sebuah produk jika produk tersebut memang gak aman untuk dipakai. Sabun cuci muka yang bagus tentu saja pasti terdaftar di BPOM.

Yupp... itulah 3 hal yang harus diperhatikan saat hendak memilih sabun cuci muka yang bagus. Simpel kan, ya? Selamat mempraktekkan, ya, gaes. Salam wajah yang bersih dan tanpa jerawat!

5 Manfaat Penting Mengenakan Jaket Motor dalam Berkendara

on
Kamis, 11 Februari 2016
dr. Google
Dalam berkendara menggunakan sepeda motor, terdapat beberapa komponen yang harus dipersiapkan. Apalagi jika Anda hobi melakukan touring yang menempuh perjalanan jauh. Disaat melakukan kegiatan tersebut, maka jaket motor touring merupakan salah satu perangkat berkendara yang wajib di gunakan. Ada beberapa brand jaket motor berkualitas merk FOX, KTM, Alpinestar, Dainese yang memiliki kualitas yang bagus sehingga sesuai untuk berkendara dan dikenakan dalam perjalanan dekat maupun jauh. Sehingga memakai jaket tak hanya sekedar untuk melindungi diri dari panas ketika di siang hari ataupun hanya sekedar bergaya semata. Pilihan tersebut pun memang menjadi salah satu manfaat penting dalam berkendara, akan tetapi terdapat pula sisi fungsi lainnya.

Ada beragam sisi fungsi dari sebuah jaket terlebih yang memang dikhususkan bagi pengendara bermotor. Yang mana fungsi tersebut menjadikan manfaat besar, antara lain ialah:

     Lebih menjaga tubuh dari suhu udara sekitar, entah itu saat sedang dingin ataupun panas.
     Melindungi tubuh dari udara sekitar yang dapat membahayakan kesehatan.
     Melindungi diri dari polusi udara dan debu lainnya dalam perjalanan.
     Cocok dipilih sebagai jaket pelindung tubuh, layaknya sebuah helm yang melindungi kepala.
     Memberikan bentuk perlindungan pada tubuh lebih optimal ketika berkendara.

Terdapat beragam keuntungan lebih dari penggunaan jaket motor. Terlebih pemakaian jaket tersebut tak hanya berlaku bagi mereka para racer saja, namun juga semua pengguna kendaraan bermotor terutama dalam menempuh perjalanan yang cukup. Tetapi, tak sedikit pula pihak-pihak yang belum menyadarinya dikarenakan suatu alasan. Bahkan ada pula yang sengaja tak memilih jaket khusus tersebut dikarenakan harga yang lebih mahal. Padahal, tarif tersebut memang mendukung atas kualitas dari produk jaket itu.

Keuntungan menggunakan jaket tersebut akan lebih maksimal bilamana diimbangi adanya pemilihan yang tepat. Untuk memilih jaket itupun ada beberapa caranya, seperti dengan berikut ini:

     Pilih jaket berdasarkan ukuran yang sedang saja, tak kebesaran ataupun terlalu limit.
     Ketahui ketebalan dari jaket tersebut.
     Pastikan di bagian siku terdapat pelindung extra.
     Pilih warna yang lebih cerah karena yang gelap dapat beresiko tak terlihat saat berkendara di malam hari.
     Pastikan bahwa jaket tersebut memiliki sisi pelindung yang lebih optimal, sedari bagian leher hingga pinggang.
     Pilih model jaket yang mudah untuk Anda pakai dan juga nyaman.
     Pastikan bahwa jaket tersebut memiliki bentuk-bentuk perawatan yang mudah.

Jaket khusus yang diperuntukkan bagi pengendara bermotor memang mempunyai desain yang berbeda dan lebih melindungi diri atas pengguna bersangkutan. Dari sini dapat diketahui bahwa model jaket motor tersebut lebih ditujukan demi perlindungan dan keselamatan pengguna selama dalam perjalanan. Seperti contohnya dari udara dan suhu sekitar yang dapat membahayakan tubuh karena saat sedang berkendara suhu sekaligus udara terasa lebih dingin, entah itu di waktu pagi, siang hingga malam sekalipun. Meskipun lebih melindungi, jaket ini juga didesain agar lebih memberikan kenyamanan bagi tiap-tiap penggunanya. Selain jaket sebagai pelindung tubuh, pengendara juga wajib menggunakan helmfull face yang berkualitas agar keselamatan Anda selalu terjaga dengan baik selama perjalanan.

Nostalgia Putih Abu: Persahabatan Bagai Kepompong

on
Selasa, 09 Februari 2016

Hari minggu kemarin, Andri -- salah satu sahabat baik saya saat SMA, datang ke rumah. Dia sempat nyasar, katanya. Saking lamanya gak mengunjungi rumah saya, mungkin. Bahkan pertemuan kemarin pun merupakan pertemuan kami setelah hampir 5 tahun gak ketemu. Dan Andri datang dengan membawa sebuah kabar bahagia. Sebuah undangan pernikahan.

Andri gak lama di rumah saya, hanya sekitar 30 menitan saja. Tapi efek kedatangannya tertinggal bahkan hingga hari ini. Memori saya seperti kembali memutar episode demi episode masa putih abu-abu 8 tahun silam.

Jika banyak orang mengatakan bahwa masa putih abu-abu merupakan masa-masa paling indah, maka saya akan turut mengaminkannya. Namun jika definisi 'indah' bagi kebanyakan orang adalah 'kisah cinta', maka sama sekali tidak bagi saya. Saya hampir tidak punya sedikitpun kisah cinta di masa SMA. Kalau pertama kali mengenal cinta pada lawan jenis, mungkin iya. Tapi mengenal cinta tidak serta-merta menjadi kisah cinta, kan?!

Masa putih abu-abu saya indah, karna ia dipenuhi dengan segudang kisah manis tentang persahabatan. Ya, pada masa itu saya benar-benar belajar tentang bersahabat. Tentang orang-orang yang luar biasa baik meski bukan saudara. Saya belajar tentang memiliki 'keluarga' meskipun tak setetes pun darah kami berasal-usul sama.

Saya memiliki tiga sahabat. Wahyu Putri Utami -- yang biasa kami panggil dengan sebutan Mami, Novi Andrianto atau Andri, dan Wachid Amilludin atau Amil. Saya biasa memanggil Andri dan Amil dengan sebutan Kakak. Yup, secara otomatis, diantara kami berempat, sayalah bungsunya.


Saya bingung bagaimana menceritakan tentang betapa manisnya kisah kami berempat. Karna saat hendak menceritakannya, dada saya sudah lebih dulu dipenuhi rasa haru, rindu, dan sesak luar biasa. Tanyakan pada seluruh teman seangkatan kami pada masa itu, maka bisa dipastikan semua tau bahwa saya, Mami, Amil dan Andri adalah 'satu paket'.

Mengenang masa putih abu-abu berarti mengenang pertama kali saya jatuh cinta pada seorang kakak kelas, dan Mami dengan memasang muka tembok rela mempermalukan diri meminta foto si 'dia' demi saya. Mengenang masa SMA berarti mengenang saat saya menemani Mami yang sedang pingsan lantaran shock mengetahui 'cinta pertamanya' jadian dengan seorang adik kelas, untuk dibawa ke RSUD Kudus dengan menggunakan becak.

Mengenang masa putih abu-abu berarti mengenang tentang perseteruan saya dan Andri lantaran Andri dengan teman dari kelas sebelah. Bukan, sama sekali bukan lantaran cemburu. Tapi lantaran saya tau bahwa si teman dekat Andri itu tidak bisa menerima kedekatan saya dan Andri sebagai sahabat. Saya dan Andri 3 tahun berturut-turut sekelas, dan selalu saya selalu duduk tepat di depan meja Andri. Selain paling dekat, kami juga paling sering berseteru.

Mengenang masa putih abu-abu, berarti mengenang tentang sebuah penyesalan pada Amil. Menyesal karna saya tau persis dia sedang sedih karna ayahnya tengah sakit serius, tapi saya tak henti merengek padanya tentang perseteruan saya dengan Andri. Menyesal, karna selang sehari setelah saya merengek pada Amil, dia tidak masuk sekolah karna ternyata Ayahnya meninggal dunia. Sungguh saya masih ingat persis ketika saya celingukan mencari Amil yang tak tampak di barisan kelasnya saat upacara. Saya masih ingat persis ketika hendak kembali ke kelas, saya melihat Mami ternyata tengah berada di UKS karna pingsan. Saya masih ingat persis ketika Mami akhirnya membisikkan tentang kabar duka dari Amil sembari tersedu. Saya masih ingat persis betapa menyesalnya saya saat itu yang terlampau tidak peka menafsirkan tatap mata Amil yang penuh gayut keresahan hari sabtu sebelumnya.

Mengenang masa putih abu-abu, berarti mengenang tentang kepedihan luar biasa dalam yang saya rasakan, saat tiba waktunga bagi kami untuk berpisah.

Persahabatan bagai kepompong, merubah ulat menjadi kupu-kupu...

Ya, saya amat setuju dengan lirik tersebut. Bagi saya, persahabatan saya di masa putih abu-abu benar-benar ibarat masa 'kepompong' bagi kami, sebelum menjelma menjadi kupu-kupu yang indah dan cantik. Dan hari ini, kupu-kupu itu telah menjelma satu persatu.

Mami kini telah menjadi ibu dari dua jagoan tampan bernama Kenzie dan Keinan, serta satu calon baby yang masih berada dalam kandungan.

Kenzie dan Keinan

Andri, telah mengambil keputusan untuk menjadi imam bagi wanita pilihannya, yang akad nikahnya akan diselenggarakan tanggal 12 Februari 2016, Insya Allah. I'm really happy for you, Kak... :)


Amil, yang dari dulu sudah 'istimewa', semakin menunjukkan keistimewaannya. Semakin dewasa dan matang, terutama pada religiusitasnya.

Saya? Biar orang lain yang menilai :)

Yang jelas, saya belajar. Bahwa waktu akan mampu mengubah segalanya. Sekuat apapun kami menjaga persahabatan kami, kami tetap tal akan bisa memungkiri bahwa kini kami punya dunua kami masing-masing. Tapi saya tau, meski tak selalu berkomunikasi dan tak lagi mengagendakan untuk bertemu, kami tetap merasa saling memiliki satu sama lain :)

Postingan ini diikutsertakan dalam event Giveaway Nostalgia Putih Abu arinamabruroh.com

(Bukan) Review Film Ketika Mas Gagah Pergi

on
Jumat, 05 Februari 2016
Udah agak basi, sih, ya sebenarnya kalau baru sekarang nulis soal Ketika Mas Gagah Pergi. Sementara filmnya aja udah gulung layar. *bener gak sih istilahnya? :D*

Meskipun basi, gapapa deh. Yang penting apa yang berkecamuk di otak saya tersampaikan *halah*. Pelajaran moralnya, saya harusnya gak boleh angot-angotan nulis dan ngeblognya. Biar gak kelewat moment kayak gini. Xixixi.

Saya sebenarnya kurang suka nonton film. Mending baca novel ke mana-mana. Soalnya, kalau nonton film, apalagi di bioskop yang kursinya senyaman itu, duh... Yang ada langsung ngantuk beraaatttt :I

Tapi entah kenapa saat Ketika Mas Gagah Pergi mulai tayang di bioskop, hati saya tergelitik untuk menonton. Salah satu faktor terbesar ketertarikan saya mungkin karna penasaran dan ingat, bahwa beberapa tahun belakangan seingat saya sempat gencar tentang patungan untuk membuat film Ketika Mas Gagah pergi ini.

Saya gak akan bercerita tentang rangkaian cerita film ini, sih. Hehe. Saya hanya akan menuliskan beberapa point yang menurut saya merupakan 'pesan' buat kita -- para penonton filmnya.

1. Jangan takut berhijrah

Berhijrah, atau berpindah -- dari keburukan menuju kebaikan, pasti berat. Pasti akan ada rintangannya. Tapi apakah lantaran berat, kita jadi enggan untuk berhijrah? Mau sampai kapan kita memilih untuk tetap diam di tempat, sementara kita tau bahwa tempat itu buruk.

Mas Gagah mencontohkan itu. Saat ia memilih hijrah dari kehidupan hedon khas model, gaul, dll... Tiba-tiba berbalik 180° setelah bertemu seorang Kyai yang ia kagumi. Tantangan terberat Mas Gagah adalah ketika adiknya -- Gita -- justru tak menyukai apapun perubahannya, dan malah jadi memusuhinya.

2. Sampaikanlah walaupun satu ayat

Pasti sudah familiar, ya, dengan hadist tersebut. Yup, jika kita tau tentang sebuah ilmu atau suatu kebaikan, jangan segan untuk menyampaikannya (dan mengamalkannya tentu saja).

Salut sekali dengan Yudi (kalo gak salah) yang tak segan berdakwah dari bus ke bus -- seperti pengamen -- hanya saja ia bukan bernyanyi, melainkan berdakwah.

3. Lihat sikon

Yupp... Menyampaikan sebuah kebaikan menurut saya tetap harus lihat sikon. Yah, gimana ya... Kalau terus-terusan berdakwah di bus kota gitu, teriak-teriak di tengah sesaknya bus, panasnya cuaca, dll... Apa iya pesan kebaikannya sampai dengan efektif? Bukannya menyerap pesan yang disampaikan, para penumpang malah pada sibuk mengira itu cara mengamen versi terbaru. Hehe.

Mas Gagah juga gitu. Udah tau adiknya masih antipati. Harusnya menyampaikan dan memahamkannya pelan-pelan. Bukan dengan 'diserang' oake nasehat terus-menerus. Ya makin bete dong.

4. Menghargai

Saya suka dengan nasehat Mas Gagah pada sahabatnya Gita (lupa namanya). Mas Gagah mengatakan, 'jika ada kebaikan yang mungkin belum kamu pahami, paling tidak kamu bisa belajar menghargainya' -- kurang lebih.

Naahhh... Jadi, jangan diduluin nyinyirnya :p

5. Islam itu Rahmatan lil 'a lamin

Yupp... Islam itu Rahmat bagi semesta alam. Bukan hanya untuk yang sesama muslim saja. Rasulullah sudah banyak sekali mencontohkan, kan, bahwa dalam konteks muamalah kita tetap harus bersikap baik pada sesama meskipun berbeda aqidah.

Yudi lagi-lagi mencontohkan. Saat terjadi kebakaran, ia sama sekali tak segan menolong seorang warga nasrani. Bahkan ia bergegas mengabari suami dari ibu yang rumahnya terbakar, yang saat itu tengah berada di gereja.

6. Yang kamu anggap buruk, bisa jadi baik bagimu

Hihi, si Gita itu uring-uringannya pol-polan sama si Yudi. Dia illfeel sama 'pendakwah bus' ini. Gak penting banget, menurut dia. Apalagi Yudi mengingatkan dia pada Mas Gagah-nya yang sekarang mirip banget seperti itu. Dakwah melulu :D

Tapi suatu hari, Gita hampir dicopet. Dan Yudi menolongnya. Jelas saja si Gita malu, orang yang selama ini amat ia benci ternyata menjadi penolongnya.

Alhamdulillah, meskipun sambil ngantuk-ngantuk nontonnya, saya masih bisa menangkap enam point di atas. Itu pesan yang ada dalam film Ketika Mas Gagah Pergi versi saya sendiri sih. Bisa jadi pesan yang ditangkap sama orang lain berbeda dengan yang saya tangkap.

Buat yang sudah nonton Ketika Mas Gagah Pergi, apa pesan kebaikan versu kamu?

Amalia: Wanita Berotak Brilian Yang Memilih Ibu Rumah Tangga

on
Sabtu, 23 Januari 2016
'Pertikaian' antara Fulltime ibu rumah tangga dan Ibu yang memilih berkarier di luar rumah tampaknya masih belum juga bosan dibicarakan, ya. Sudah banyaakkk sekali tulisan-tulisan yang isinya membanding-bandingkan dua pilihan tersebut. Terakhir yang menuai kontroversi sih tentu saja tulisan Pak Ustadz &%#ix itu. Hehehe. *sungkem*.

Tulisan saya yang ini Insya Allah ga berniat membanding-bandingkan dua pilihan itu. Bagi saya -- walaupun saya belum ada di kondisi di mana saya harus memilih -- dua pilihan tersebut tidak akan pernah bisa dibanding-bandingkan. Ini soal pilihan hidup, yang pengambilan keputusannya pastilah didasarkan pada banyaaakkk sekali pertimbangan. Dan jangan lupa, hidup satu orang tidak akan pernah sama kondisinya dengan hidup orang lain.

Saya hanya ingin bercerita tentang Amalia. Dia sahabat saya sejak jaman masih duduk di bangku kuliah. Ia wanita cantik, anggun pembawaannya dan lembut tutur katanya. Yang terpenting, Amalia punya otak brilian. IPK cumlaude, pasti. Bahasa inggrisnya cas cis cus. Bahkan berkat paper yang ia tulis dalam bahasa inggris yang berjudul, 'The Impact Of Target Setting On Management Motivation and Performance' Amalia terpilih untuk menjadi salah satu pemakalah di Simposium Nasional Akuntansi di Purwokerto dan Call For Paper: International Conference di Bali pada tahun 2010.


Amalia saat menjadi pemakalh

Kami -- teman-teman sekelasnya -- rasanya punya alasan kuat jika menduga Amalia pastilah akan menjadi salah satu teman kami yang kariernya cemerlang. Minimal jadi dosen, lalu lanjut studi ke luar negeri, bla bla bla. Yup, bukan hanya kami rasanya. Dosen-dosen kami (yang dekat dan tahu kualitas Amalia) juga menggadang-gadang Amalia sebagai dosen di masa depan. Karna Amalia memang sangat punya kualitas untuk itu.

Tapi inilah hidup berserta pilihan-pilihannya. Kita tidak akan pernah tahu apa yang seseorang pilih untuk hidupnya, meski sebelumnya kita punya alasan kuat untuk segala macam dugaan kita. Termasuk tentang Amalia. Secara mencengangkan, ia jauh lebih memilih untuk menyegerakan menyempurnakan separuh diennya. Amalia adalah teman kelas kami yang menikah pertama kali -- beberapa hari sebelum wisuda :) Tidak hanya sampai di situ, Amalia pun memilih untuk membaktikan hidup sepenuhnya sebagai seorang istri dan ibu -- pilihan yang amat jauh dari dugaan kami sebelumnya. Tapi jangan salah. Ia tetap berkarya meski dari rumah. Amalia kini memiliki sebuah online shop yang ia beri nama Butik Batik Khansa.
Apakah ada pihak-pihak yang menyayangkan? Tentu ada. Tapi sekali lagi, inilah hidup yang Amalia pilih. Sebuah pilihan yang menurut saya juga amat brilian. Kenapa harus menyayangkan seorang wanita berotak pintar yang memilih menjadi fulltime mom? Bukankah itu artinya ia punya kesempatan yang lebih luas untuk membentuk generasi yang juga berotak pintar sepertinya? Ia memilih total menjadi madrasah pertama bagi putranya. Proud of you, Ama :)

Amalia bersama putranya - Asyraf
Eits, tapi tentu saja wanita pintar yang memilih berkarier di luar rumah berarti tidak total menjadi madrasah pertama bla bla bla. Sekali lagi, ini tentang pilihan hidup masing-masing orang. Bagaimanapun, kita tetap butuh wanita-wanita luar biasa yang berkiprah untuk kepentingan umat, bukan? :)

Stop membanding-bandingkan dan nyinyir-nyinyiran tentang pilihan orang lain, ya :)

Pengalaman Pertama Naik Kereta Api

on
Selasa, 19 Januari 2016
Yeeaayyy, akhirnya saya bisa merasakan naik kereta api!!! :D Norak, ya? Biarin! Hihi.

Fyi, merasakan naik kereta api pernah saya tulis sebagai salah satu impian di sini. Dan Alhamdulillah, awal tahun 2016 dibuka dengan terwujudnya hal tersebut :')

Yup, tanggal 9 Januari 2016 lalu, saya bersama sahabat saya memilih kereta api Kaligung yang beranfkat dari Stasiun Poncol untuk menuju Kota Brebes. Emm, keretanya sampai Stasiun Tegal aja, sih. Hehe.


Kereta Kaligung yang kami tumpangi dijadwalkan berangkat Pukul 12.50. Kami sudah sampai di Poncol sekitar Pukul 12.15. Sesampainya di situ, kami sholat jamak dhuhur-ashar di Musholla dalam stasiun. Alhamdulillah, mushollanya bersih, meskipun ukurannya agak kurang luas (menurut saya). Mukenanya juga bersih, tidak baj, dan bagus :). Setelah sholat, karna jam berangkat kereta masih cukup lama, saya iseng menxoba masuk ke pos kesehatan yang ada di Stasiun tersebut. Kenapa tertarik? Karna saya melihat tulisan 'Gratis bagi Penumpang Bertiket' yang dipasang di atas pintunya. Sayang banget, kan, sesuatu yang gratis tidak dimanfaatkan. Haha. Di dalam pos kesehatan, saya cuma minta ditensi, plus numpang nimbang berat badan. Hehe. Seneng karna Bapak Petugasnya bersahabat :)


Seusai dari pos kesehatan, kami langsung menuju Kereta Kaligung yang akan kami naiki. Eh, sebelumnya foto-foto dulu tentu saja. Haha.


Begitu naik, dan duduk di bangku saya, duh... Mendadak saya merasa udik sekali. Hahaha. Keretanya bersih dan nyaman. Jauh sekali dari ekspektasi saya pada label 'kereta kelas ekonomi'. Saat kereta mulai melaju, udiknya saya makin parah -- ribut sekali bertanya pada sahabat saya, 'Kok gak ada bunyinya??!!' ahahahaha. Lah, gimana yaa... Yang saya tahu selama ini, kalau kereta lewat kan bunyinya berisik sekali :D

Apa keudikan saya berhenti hanya sampai di situ? Oh, tentu tidak :D *udik aja bangga!!*. Selang beberapa saat setelah kereta melaju, saya mendengar orang berteriak, 'minum-minum...' macam di terminal dan bus gitu. Saya langsung tanya lagi pada sahabat saya, 'Kok ada orang jualan juga? Terus nanti dia turunnya di mana??'. Sahabat saya -- dengan dahi terlipat -- menjawab, 'Lho, itu kan petugas kereta juga'. Doeng!! Sumpah, saya baru tahu ada fasilitas seperti itu juga :D Mas penjajanya gagah dan rapi niaaann. Hihi. Maklum, ya, temaaann... Selama ini kenalnya cuma terminal dan bus. Hehe.

Sepanjang perjalanan kami heboh sendiri. Foto-foto lah, makan lah, beli pop mie lah. Yang paling heboh tentu saja saat kereta melewati Pantai Pekalongan. Masya Allah.... Indah sekaliiii.



Kami sampai di Stasiun Tegal tepat seperti yang tertera dalam tiket. Keren! 4 jempol untuk KAI atas ketepatan waktunya. Kami cukup lama di Stasiun Tegal, karna masih harus menunggu jemputan. Tentu saja kami memanfaatkannya dengan foto-foto. Hihi.


Narsis di Stasiun Tegal :D

Sebenarnya saya merasa kok naik keretanya sebentar sekali, masih belum puas. Hehe. Semoga lain kali ada kesempatan untuk naik kereta lagi. Aamiin :)

Kesimpulannya, 4,75 dari 5 bintang untuk KAI terutama Kereta Kaligung *review buku kaleee!!* :D. Jauh jauh jauh lebih nyaman daripada naik Bus, terutama Bus Semarang-Jepara yang sering saya naiki. Haha. Tepat waktu, tanpa mangkal, tanpa macet, tanpa sesak :)

Spesial Sambal: Surganya Pencinta Pedas

on
Kamis, 07 Januari 2016

Beberapa tahun terakhir ini, makanan pedas menjadi salah satu primadona di kalangan para pencinta kuliner. Contohnya salah satu merk kripik yang menawarkan tingkat kepedasan dengan beberapa level. Boomingnya kripik level tersebut lalu diikuti dengan munculnya makanan-makanan berlevel pedas lainnya. Semakin tinggi level pedas yang berani dicoba, maka akan semakin keren -- begitu sepertinya salah satu 'tantangan' yang membuat banyak orang penasaran.

Selain makanan-makanan berlevel, tempat makan yang menonjolkan sambel sebagai menu andalan juga semakin menjamur. Salah satunya adalah Spesial Sambal atau biasa disingkat dengan sebutan SS. Di kota Semarang, beberapa kedai SS sepertinya nggak pernah sepi dari pengunjung. Bahkan beberapa malam lalu, di salah satu kedai SS yang saya hampiri, pengunjungnya harus indent tempat terlebih dahulu. Wow!

Apa yang istimewa dari Spesial Sambal? Ya sambalnya! Hehe. Spesial Sambal menawarkan berbagai jenis sambel dengan tingkat kepedasan yang pasti sangat cocok untuk para pencinta pedas. Jenis-jenis sambelnya diantaranya adalah sambel bawang, sambel korek, sambel trasi, sambel mangga muda, dll. Sedangkan untuk menu pendukung, Spesial Sambel menawarkan menu-menu standar dan sederhana. Untuk lauk kita bisa memilih antara ayam goreng, bs beli goreng, nila, belut, pindang, dll. Sedangkan sayurnya ada ca kangkung, ca jamur, dll. Untuk menu-menu sayurannya, tingkat kepedasannya hampir setara dengan sambelnya. Jadi kalau makan sambel plus sayur, pasti akan membuat pencinta pedas serasa berada di surga. Hehe. Keunggulan lain dari Spesial Sambal ialah, porsi nasi yang dihitung hanya berdasarkan jumlah orangnya, bukan banyaknya. Jadi, mau makan sebanyak apapun, nggak masalah, asalkan makan di tempat. Kalau bungkus tentu lain cerita. Hehe.


Untuk kenyamanan tempat, Spesial Sambal mungkin memang masih cukup tertinggal dari beberapa kedai makan sekelasnya. Wastafel yang amat terbatas jika dibanding jumlah pengunjung, penataan tempat yang cenderung kurang rapi, dll. Namun, ada pula yang menarik. Dinding-dinding kedai Spesial Samba dihiasi dengan tulisan-tulisan menarik. Pesan yang ingin disampaikan oleh pihak manajemen kepada pelanggan dituangkan tidak secara 'mentah', namun disampaikan melalui kalimat-kalimat menarik. Contohnya pesan tentang permohonan maaf jika pelayanan mereka ada yang kurang berkenan di hati pelanggan, dituangkan dalam sebuah tulisan tentang memaafkan dalam sebuah bingkai. Ada juga himbauan tentang kesediaan menerima aduan jika makanan yang mereka hidangkan kurang pedas, keasinan, atau lauk yang terlalu gosong.

Sejauh ini, Spesial Sambal masih menjadi primadona bagi saya pribadi. Karna bagi saya, salah satu tolok ukur enak atau tidaknya makanan terletak pada pedasnya. Hehe. Selain menu yang amat cocok dan selalu bisa membuat saya makan banyak, harga yang ditawarkan juga amat bersahabat. Bagi para pencinta pedas, rasanya amat aneh jika belum mencoba sambel-sambel yang ditawarkan oleh Spesial Sambal. Bagi yang domisili di Semarang, Spesial Sambal bisa ditemui di beberapa tempat. Diantaranya adalah di daerah Pedurungan, Lampersari, dan Sompok.

Selamat mencoba pedasnya sambel Spesial Sambal, yaaa...

Signature

Signature