Cara Menabung yang Efektif

on
Kamis, 05 Maret 2020
Setiap orang tentu ingin mempersiapkan kehidupan yang lebih baik untuk masa depannya. Namun, untuk mempersiapkannya diperlukan berbagai cara, salah satunya dengan menabung. Tapi, banyak dari kita yang belum tahu cara menabung yang efektif dan efisien. Iya, kan?

Dengan menabung kita dapat mempersiapkan segala kemungkinan, seperti dana darurat, dana pendidikan dan berbagai keperluan lainnya dapat kamu persiapkan dari tabungan yang dimiliki.

Tapi gimana sih cara memiliki tabungan yang lebih tahan lama dan tabungan yang dapat menghasilkan? Karena itu, kali ini saya akan membahasnya cara menabung yang efektif:

Untuk yang Selalu Gagal, Ini Cara Menabung yang Paling Ampuh

●    Buat Rencana Tabungan
Pastikan kamu mengetahui berapa banyak dana yang akan kita tabungkan, idealnya sisihkan 20% hingga 30% pendapatan bulanan untuk ditabung. Lalu, sebaiknya kamu juga menabung hingga memiliki dana untuk menutupi biaya hidup enam bulan kedepan untuk dijadikan dana darurat.

Kenapa harus 6 bulan? Apabila terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) atau kita dalam tahap sedang tidak mampu untuk bekerja, waktu 6 bulan adalah waktu yang paling efektif untuk kita agar pulih kembali secara finansial.

●    Gunakan Sistem Debit Otomatis
Gunakan sistem menabung secara otomatis. Sistem debet otomatis ini sudah digunakan hampir seluruh Bank yang ada di Indonesia. Penggunaannya pun cukup mudah, biasanya saat memutuskan untuk menggunakan debet otomatis ini nasabah membuat sebuah kesepakatan terlebih dulu dengan pihak perbankan terkait berapa nominal yang dipotong, berapa lama waktu debit otomatis ini dan beberapa kesepakatan lainnya.

Dengan begitu untuk kamu yang boros akan terbantu agar lebih disiplin menabung karena sistem ini. Sistem ini juga biasanya tidak dapat melakukan penarikan dalam jangka waktu bulanan, setidaknya minimum penarikan ini 1 kali pengambilan dalam 1 tahun. Namun, ini kembali lagi kepada kebijakan setiap Bank.

●    Batasi Penggunaan Kartu Kredit
Penggunaan kartu kredit memang terbilang dapat membantu keuangan bulananmu, tapi memang penggunaan kartu kredit ini harus lebih bijak. Karena dengan menggunakan kartu kredit biasanya penawaran dan potongan harga jauh lebih besar dibandingkan jika melakukan pembayaran secara tunai. Ini yang tanpa kita sadari akan membuat penggunaan kartu kredit menjadi bengkak dan menyebabkan keuangan terganggu.

Untuk terhindar dari jerat hutang ataupun pengelolaan keuangan yang berantakan, tutup akun kredit milikmu dan gunakan pembayaran melalui tunai maupun debit.

●    Pilih Barang yang Memiliki Diskon
Hal yang paling utama membuat kita sulit menabung adalah dengan seringnya melakukan pembelian barang belanjaan. Memang untuk hal yang satu ini terbilang cukup sulit menahan keinginan untuk berbelanja, karena itu kamu dapat coba melakukan tips yang satu ini agar pengeluaranmu dapat lebih terjaga.

Cara mudahnya adalah dengan membeli barang yang memiliki potongan harga atau diskon. Dengan memilih barang-barang yang diskon, kamu dapat sisihkan dananya untuk menabung.

●    Lakukan Investasi
Investasi adalah cara menabung terbaik untuk mengembangkan dana milikmu. Tidak hanya sekedar menyimpan dana, tapi dengan investasi kamu juga dapat menikmati imbal hasil dari kegiatan tersebut. Saat memilih investasi diperlukan yang benar-benar cocok untuk kebutuhanmu, seperti apakah tujuan menabung ini jangka pendek atau jangka panjang.

Lalu, seperti yang sudah kita katakan sebelumnya kamu dapat mulai menyisihkan 20%-30% pendapatan bulanan untuk investasi, dana tersebut itulah yang dapat kamu sisihkan untuk investasi secara bulanan.


Seperti contoh jika kamu menabung secara bulanan dengan nominal satu juta rupiah dalam kurun waktu 6 bulan, maka dana yang terkumpul senilai enam juta rupiah. Bandingkan jika kamu melakukan investasi dengan nominal dan jangka waktu yang sama di platform P2P Lending yang memiliki imbal hasil 20% per tahun, maka dana kamu akan menjadi Rp 6.359.886. Lumayan banget, kan?

Menabung memang penting, namun lebih penting lagi mengetahui cara menabung yang efektif dan efisien. Pilih dengan bijak tempat menabung yang paling cocok, sesuai dan dapat memberikan keuntungan untukmu.

Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Melalui Akseleran!
Bagi kamu yang ingin mengembangkan dana tabunganmu sekaligus membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai alternatif investasi pendanaan dengan imbal hasil hingga 21% per tahun kamu dapat mulai mengembangkan dana di platform P2P Lending Akseleran hanya dengan dari Rp100 ribu saja. Wow!

Sebagai platform P2P Lending, Akseleran pun sudah berizin resmi dari OJK, jadi semua transaksi diawasi oleh lembaga pengawas negara. Selain itu, dana yang kamu taruh pun mendapatkan proteksi asuransi.



Yuk! Gunakan kode promo BLOGROSA saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran dan dapatkan dana awal sebesar Rp100 ribu yang bisa kamu coba kembangkan di platform P2P Lending Akseleran.

Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke cs@akseleran.co.id.

Komunitas Rasa Sahabat

on
Sabtu, 29 Februari 2020
Empat tahun lalu, saya tergabung dalam sebuah grup WA yang merupakan bagian dari Komunitas Blogger Perempuan. Grup WA ini merupakan grup Arisan Link yang digagas oleh Blogger Perempuan, agar anggotanya semakin produktif menulis dan bisa bertukar link antar teman.

Pada perjalanannya, ternyata nggak mudah. Banyak dari kami yang nggak mampu mematuhi jadwal yang sudah disepakati sebelumnya, karna kesibukan masing-masing. Anehnya, hal ini sama sekali nggak bikin salah satu dari kami marah atau protes. Kenapa aku udah nulis kamu tapi kamu nulis aku? Nggak pernah ada sekalipun yang protes seperti itu.

Hingga akhirnya, program arisan link itu benar-benar terlupakan. Tapi nggak lantas bikin grup ini jadi bubar. Karna alih-alih ngobrolin soal arisan link ataupun dunia bloging, kita malah jauh lebih sering ngobrolin masalah lain. Nggak terkecuali curhat masalah pribadi.

Lambat laun, komunitas ini beralih rasa menjadi sahabat. Sahabat online gitu kali ya kalau bahasa anak sekarang. Hehe.

Sebagai orang introvert, saya bukan termasuk orang yang suka atau pandai berkomunitas. Saya tergabung di banyak komunitas -- dalam rangka pengen belajar. Tapi hampir nggak ada satu pun komunitas yang saya benar-benar aktif di dalamnya.

Tapi beda sama komunitas grup Arisan Link ini. Grup ini bikin saya nyaman. Mungkin salah satunya karna nggaka ada aturan yang mengekang. Semua berjalan senyamannya kami para anggota. Kalau lagi ada obrolan dan saya sedang ingin nimbrung, ya saya nimbrung. Kalau lagi nggak pengen nimbrung ya saya nggak nimbrung.

Adakalanya juga, saya pengen cerita tapi ke orang yang nggak ada di 'dunia nyata' saya. Nggak ada di sekitar saya. Ya mereka pasti akan jadi salah satu pilihan saya sebagai tempat bercerita. Begitu juga dengan anggota lain. Banyaaaakkk sekali susah senang para anggota yang sudah saling kami bagi di dalam grup ini.

Dan sejauh ini, hanya di grup ini saya merasa bisa punya komunitas rasa sahabat :')

Selamat empat tahun Grup Jarang Sisiran Always 17Th!



Kenapa grupnya dikasih nama Jarang Sisiran? Karna kami para anggotanya punya satu kesamaan, yaitu sama-sama sering lupa sisiran. Haha. Kenapa Always 17Th? Ya karna kami merasa selalu muda, xixixixi.

Grup ini terdiri dari:


Teman2, minta daftar blog teman2 yg ada di sini dong. Mau aku cantumkan di tulisan blog, tapi gak di link ya:

1. https://rosasusan.com
2. https://naqiyyahsyam.com
3. https://www.jiahjava.com
4. https://desyyusnita.com
5. https://evrinasp.com/
6. https://www.hidayah-art.com/
7. https://www.diahalsa.com
8. https://www.noormafitrianamzain.com/
9. www.mildaini.com
10. www.ernawatililys.com
11. www.cahayatheprinces.com
12. https://www.momtraveler.com
13. https://siswiyantisugi.com
14. https://diajengwitri.id
15. https://www.irawatihamid.com/
16. https://www.muthihaura.com

Rumput Tetangga Tak Selalu Lebih Hijau

on
Jumat, 21 Februari 2020
Katanya, rumput tetangga itu selalu terlihat lebih hijau. Itu kalau kita lihatnya dari jauh kali ya. Begitu mendekat mah kadang ternyata nggak rapi, kotor, dll.

Atau, bisa jadi emang jauh lebih hijau. Selalu hijau. Karna ternyata diapakai rumput sintetis. Hehehehe.

Saya mungkin salah satu orang yang kadang masih sering silau sama rumput tetangga. Menganggapnya jauh lebih hijau dan lebih indah.

Ih, dia enak ya, begitu nikah langsung punya rumah sendiri.

Ih, dia enak ya, dua-duanya kerja di perusahaan bonafide. Pasti gajinya gedhe. Nggak pernah mikir gimana ngatur uang supaya nggak defisit sampai bulan depannya.

Ih, dia enak ya. Kayaknya nggak pernah kepikiran kekurangan uang.

Dan lain-lain, dan lain sebagainya.

Tapi, beberapa waktu lalu saya mendapat sudut pandang lain yang bikin saya jadi tau, ternyata rumput tetangga itu nggak selalu lebih hijau. Asal kita mau memandangnya dari beberapa sudut pandang.

dari pinterest

Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu saya mendapat laporan SHU dari koperasi kantor di mana saya terdaftar sebagai anggota. Dalam laporan tersebut, terlampir data teman-teman sesama anggota yang memiliki pinjaman ke koperasi tersebut.

Lalu, betapa saya tercengang. Mendapati beberapa nama teman yang sama sekali nggak saya sangka, ternyata juga termasuk orang yang punya pinjaman.

Bukan, saya bukannya nyinyir atau menertawakan. Saya cuma jadi sadar. Bahwa ternyata, mereka yang tadinya sempat bikin saya merasa 'ih, kayaknya hidup mereka lebih enak ya', ternyata mungkin nggak sepenuhnya benar.

Saya bukan menertawakan. Hanya saja merasa mendapatkan sudut pandang yang lebih utuh dalam mensyukuri hidup saya sendiri, tanpa selalu merasa tertaganggu dengan bayang-bayang rumput tetangga.

Karna toh nyatanya rumput tetangga tak selalu hijau. Setiap orang punya masalahnya masing-masing. Punya air matanya masing-masing.

Hidup bukan untuk diisi dengan sibuk mengurusi hidup orang lain, apalagi sampai membuat kita lupa mensyukuri hidup kita sendiri :)

Centella Herb Serum dari Aubree.Skin: Serum Ampuh Untuk Mengatasi Kulit Berjerawat

on
Rabu, 29 Januari 2020
Bagi para pejuang jerawat dan skincare hunter, ketemu skincare yang cocok tuh kayak ketemu jodoh lho. Lega dan bahagiaaaa banget.

Ada yang pernah merasakan juga?

Setelah kondisi wajah saya sempat agak membaik setelah memakai Wardah White Secret beberapa bulan lalu, untuk kemudian tib-tiba breakout parah lagi, saya bingung banget mau pakai apa. Yah gimana ya, selama ini yang dicoba yang muter-muter produknya wardah lagi wardah lagi. Hehehe.

Setelahnya, saya belajar-belajar lagi tentang ilmu skincare yang bener. Berusaha nggak terburu-buru memutuskan untuk mencoba sebuah produk. Nyimak dulu review dan testimoni dari orang-orang. Mempelajari komposisinya, ada nggak sih yang kira-kira akan berdampak negatif sama kulit acne prone saya.

Intinya saya nggak gegabah lagi saat mau nyoba produk baru.

Dan salah satu produk yang saya beli setelah melewati sekian bulan masa pengamatan dan pemantapan hati itu adalah: Centella Herb Serum dari Aubree Skin.


Huhu, saya udah lamaaaa banget nggak merasakan jatuh cinta pada sebuah produk skincare, dan akhirnya sekarang ngerasain lagi. Ke si Centella Herb Serum ini!

Langsung saja yaa, saya akan mencoba mereview serum yang menurut saya bener-bener ampuh untuk mengatasi kulit berjerawat saya.

Packaging

Centella Herb Serum dari Aubree skin ini bisa dibilang baru saja 'terlahir kembali'. Engga cuma dari segi ingredients-nya yang katanya ada perubahan, tapi juga dari segi packaging-nya.

Packaging pertamanya berupa botol kaca warna hitam. Sedangkan yang kedua botol kaca transparant yang terlihat jauh lebih elegant. Saya merasa beruntung udah nyoba si centella herb serum ini sebelum dia bermetamorfosa, meski cuma sempet menghabiskan satu botol, sebelum ganti ke yang versi baru.

Ingredient:

Aqua, Glycerin, Isohexadecane, centella Asiatica Extract, Niacinamide, Polysorbate 20, Salicylic Acid, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Chamomilla Recutita (Matricaria), Flower Extract, Phenoxyethanol, Polyacrylamide, Fomes Officinalis Extract, C13-14 Isoporaffin, C9-11 Pareth-6, Hexamidine Diisethionate, Parfum, Melaleuca Alternafolia (Tea Tree) Leaf Oil

Aroma:

Aroma dari Centella Herb Serum versi terbaru ini sangat soft dan bikin relaks. Jujur saja saya sudah lupa aroma Centella Herb Serum versi terdahulu. Yang jelas saya inget banget aromanya enggak seenak yang versi terbarunya.

Tekstur:

Tekstur Centella Herb Serum versi terbaru adalah caira yang lumayan kental berwarna putih susu. Beda banget sama versi terdahulu yang berwarna bening, dan lebih encer. Ajaibnya, yang versi terbaru meskipun lebih kental, tapi lebih cepat meresap dan enggak lengket sama sekali. Kalau yang versi terdahulu cenderung agak lengket saat dipakai.



Cara Pakai:

Teteskan 2-3 tetes serum. Lalu ratakan ke wajah. Biasanya saya agak banyakin di daerah yang sedang ada jerawatnya.

Review:

Saya memakai Centella Herb Serum ini sejak bulan November 2019 -- di mana saat itu, wajah saya sedang mengalami breakout parah. Parah banget. Ada sekitar 4 jerawat meradang yang gedhe-gedhe banget di dahi, dan entah ada berapa di dagu. Alhamdulillah kurang lebih dua minggu setelah pakai, jerawat meradangnya sembuh.

Before (baru semingguan pake) - After (Foto minggu lalu)

Setelah itu, sempat beberapa kali keluar jerawat lagi, tapi enggak pernah se-meradang saat sebelum saya pakai Centella Herb Serum. Alhamdulillah.

Ohya, sebenernya disaraninnya sih pakai serum ini 1x sehari -- pagi atau malam saja. Tapi waktu breakout parah (awal makai), saya pakainya dua hari sekali -- pagi dan malam. Alhamdulillah nggak kenapa-napa, dan bikin wajah saya lebih cepat pulihnya.
 
Kesimpulan:
 
Udah saya bilang di awal kan, saya jatuh cinta bangetttt sama serum ini. Semoga cocok seterusnya. Re-purchase? Totally, YES. Ini aja udah ada stok baru, padahal yang ada belum habis. Hehehehe. Se-cinta itu!
 
Kabar gembiranya, Aubree belum lama ini bikin versi besarnya, yaitu kemasan 30ml, tapi dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
 
Ada yang jadi penasaran dan pengen coba? Serius ini honest review, ya! Sama sekali bukan endorse.

Jenis-jenis Keju yang Biasa Digunakan untuk Membuat Martabak

on
Selasa, 28 Januari 2020
Makanan Indonesia yang satu ini menjadi favorit banyak orang karena rasanya yang manis dan juga tentu saja enak. Ya, makanan tersebut adalah martabak. Martabak yang hampir dengan mudahnya untuk kalian temui di setiap pinggir jalan raya di malam hari merupakan makanan ringan yang banyak di cari oleh orang-orang untuk menemani waktu keluarga sambil menonton tv atau juga makanan yang biasa dipilih untuk hantaran ke rumah saudara atau teman. Jenis-jenis keju yang biasa di pakai untuk membuat martabak tentu saja harus kalian tahu jika suatu saat ingin mencoba sendiri membuat di rumah.
 
 
credit: http://tastekuliner.blogspot.com
Martabak yang memiliki rasa manis, asin dan gurih tentu saja menjadi makanan yang memang merupakan rasa dengan kenikmatan yang disukai oleh masyarakat di Indonesia. Bahkan masyarakat dunia yang sedang berlibur di Indonesia pun banyak yang menyukai martabak. Untuk bisa membuat martabak yang enak tentu saja membutuhkan keju yang merupakan jenis terbaik juga, sehingga nantinya rasa asin dan gurih yang ada di dalam martabak bisa bercampur dengan sempurna dan menghasilkan rasa yang sesuai dengan apa yang disukai oleh masyarakat.

Jenis keju yang bisa untuk Anda pilih sebagai bahan yang akan di pakai di dalam martabak adalah keju Kraft yang mudah sekali untuk kalian temukan di supermarket dan yang paling mudah adalah mendapatkannya di Tokowahab.com. Di Tokowahab.com tersedia bukan hanya keju yang cocok untuk membuat martabak saja akan tetapi juga jenis keju lainnya yang pasti dengan rasa yang sama enaknya dan dengan harga yang sama terjangkaunya.

Jenis-jenis keju yang tersedia pada umumnya bisa untuk dijadikan sebagai bahan untuk membuat makanan manis seperti martabak selama kalian tahu bagaimana cara mengolah martabak tersebut dengan baik dan benar. Keju yang memiliki rasa enak tentu saja sebagai jaminan bahwa nantinya bisa menyatu dengan baik dengan bahan lain yang ada di martabak tersebut, sehingga menjadi satu kesatuan dari yang sempurna.

Perbedaan Wardah Exclusife Matte Lip Cream VS Wardah Velvet Matte Lip Mousse

on
Minggu, 05 Januari 2020
Pesonanya Wardah tu entah kenapa susah banget untuk saya tolak, Hehe.

Di mata saya, iklan Wardah selalu menarik. Pas awal-awal masih coba-coba macam-macam skincare, Wardah juga jadi sasaran utama saya. Sayangnya, setelah beberapa kali mencoba skincarenya, ternyata gak terlalu berjodoh sama kulit saya.

Nah, yang paling aman ya kosmetiknya. Dan karna kosmetik yang rutin saya pakai tu the one and only: pewarna bibir, jadi ya yang sampai saat ini masih selalu menarik saya adalah produk pewarna bibirnya Warnah. Khususnya Lip Matte-nya.

Wardah Exclusife Matte Lip Cream-nya itu favorit saya banget. Warna-warnanya bikin saya jatuh cinta. Eh terus beberapa waktu yang lalu, Wardah mengeluarkan lip matte versi baru. Yaitu, Wardah Velvet Matte Lip Mousse.


Pasti banyak banget ya yang bertanya-tanya, apa sih bedanya Wardah Exclusife Matte dan Wardah Velvet Matte Lip Mousse?


Hayuk mari kita kupas satu per satu.

1. Varian Shade

Kalau dilihat dari varian shade-nya, jelas sih Wardah Velvet Matte Lip Mousse kalah jauh, karna baru punya 8 varian shade. Dan cenderung warna-warnan mencolok. Belum ada warna-warna super kalem atau nude gitu.



Sedangkan Wardah Exclusife Matte punya 18 varian shade. Wow, bedanya 10 sendiri cobaa. Hihi. Karna punya varian sebanyak ini, tentu saja Wardah Exclusife Matte punya pilihan yang jauh lebih beragam, dari warna yang super kalem, sampai super mencolok.



Yang saya heran, foto produk untuk Wardah Velvet Matte Lip Mousse di IG resminya wardah, kenapa terkesan warnanya jadi mirip-mirip banget gitu yaa? Bahkan ada beberapa warna yang dari fotonya saya gak bisa membedakan. Efek cahaya kali, ya.

Baca juga: Shade Favorit Wardah Exclusife Matte Lip Cream
2. Tekstur

 Dari segi tekstur, Wardah Exclusife Matte dan Wardah Velvet Matte Lip Mousse cukup berbeda, meskipun menurut saya nggak beda jauh.

Pake exclusife matte lip cream

pake velvet lip mousse

Keduanya sama-sama bertekstur kental dan creamy. Tapi saat diaplikasikan ke bibir, Wardah Velvet Matte Lip Mousse memang terasa jauh lebih ringan. Beda dengan Wardah Exclusife Matte Lip Cream yang terasa agak 'nggedabel' alias berat di bibir saat dipakai.

Coverage-nya juga sama-sama bagus dan hampir gak ada perbedaan yang signifikan.
3. Ketahanan

Soal ketahanan, keduanya juga nggak jauh beda menurut saya. Sama-sama butuh touch up setelah makan atau wudhu. Cuma memang sedikit jauh lebih tahan lama si Wardah Velvet Matte Lip Mousse sih. Tapi maaf belum sempat foto huhu.

Dari 3 perbandingan di atas, lantas saya lebih milih yang mana?

Jujur aja saya lebih jatuh cinta sama Wardah Exclusife Matte Lip Cream-nya sih. Karna meskipun agak terasa berat saat dipakai, toh enggak bikin bibir saya jadi kering. Itu yang paling penting.

Baca juga: Wardah Exclusife Matte Lip Cream VS Pixy Matte Lip Cream

Soalnya, pilihan shade si Velvet lip Mousse belum ada yang 'saya banget'. Selain itu, harganya juga beda kan. Jauh lebih mahal Lip Mousse-nya so pasti. Nah, kalau perbedaannya nggak siginifikan, ya ngapain pilih yang mahal. #sobatmisquen hehehehe

Kalian udah cobain keduanya juga? Terus lebih pilih yang mana?

Ghibah

on
Selasa, 24 Desember 2019
Beberapa waktu lalu, saya seperti tersadar dari tidur panjang. Saya merasa ada yang salah dengan diri saya sendiri. Seperti merasa 'kering' dan 'hampa'.

Setelah merenung cukup lama dan berdialog dengan diri sendiri, saya sadar. Iya, memang ada yang nggak beres. Saya akhirnya sadar saya sedang terjatuh ke dalam sebuah lembah curam yang sangat kotor dan menjijikkan.

Mau tau lembah apa itu?

Lembah dosa, tentu saja. Spesifiknya, dosa ghibah.

Iya. Saya sempat (atau mungkin masih sampai sekarang) ada di kubangan dosa ghibah. Terus-menerus. Hampir setiap hari. Saya seolah lupa bahwa itu merupakan sebuah dosa. Dosa besar, malah.

Saat menyadari itu, saya jijik sama diri saya sendiri. Saya kecewa sama diri saya sendiri. Saya ketakutan.

Gimana enggak jijik? Bukankah ghibah itu serupa dengan memakan bangkai sodara kita sendiri?

Dalam praktek sehari-hari -- kalau dipikir -- ghibah itu memang sangat menjijikkan bukan? Saya ngomongin A saat sedang bersama B. Lalu ngomongin B saat sedang bersama A. Lalu ketika A dan B bersama lalu ngomongin saya, saya marah. Menjijikkan,  kan?

Saya sering ngomongin keburukan orang. Seolah-olah saya yakin jauh lebih baik dari orang yang saya omongkan. Seolah lupa, bahwa saya punya aib yang mungkin lebih banyak dari ikan di lautan :(

Saya takut. Takuuuutt sekali. Takut di hari perhitungan kelak, ternyata saya menjadi orang yang bangkrut. Merasa punya banyak amal sebagai bekal, eh ternyata habis diambil sama orang yang tiap hari saya ghibahi :(

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kamu siapakah orang bangkrut itu?” Para Sahabat Radhiyallahu anhum menjawab, “Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan barang.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang bangkrut di kalangan umatku, (yaitu) orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala amalan) shalat, puasa dan zakat. Tetapi dia juga mencaci maki si ini, menuduh si itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Maka orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya, dan orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum diselesaikan kewajibannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu ditimpakan padanya, kemudian dia dilemparkan di dalam neraka.” [HR. Muslim, no. 2581]

Read more https://almanhaj.or.id/6486-kezhaliman-sebab-kebangkrutan-di-hari-kiamat.html
 “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/ kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR Muslim no. 6522)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kamu siapakah orang bangkrut itu?” Para Sahabat Radhiyallahu anhum menjawab, “Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan barang.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang bangkrut di kalangan umatku, (yaitu) orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala amalan) shalat, puasa dan zakat. Tetapi dia juga mencaci maki si ini, menuduh si itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Maka orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya, dan orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum diselesaikan kewajibannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu ditimpakan padanya, kemudian dia dilemparkan di dalam neraka.” [HR. Muslim, no. 2581]

Read more https://almanhaj.or.id/6486-kezhaliman-sebab-kebangkrutan-di-hari-kiamat.html

Pengen banget bisa keluar dari kubangan dosa ini. Tapi nggak mudah banget. Ada yang pernah ngerasain hal yang sama dengan saya nggak sih?

Ghibah itu sudah bak ranjau, yang siap di manapun dan kapanpun mencengkeram kaki saya untuk lagi-lagi ada di tengah kubangannya. Tapi ada kalanya pula saya yang masih saja dengan sengaja menyodorkan kaki saya ke dalam ranjau tersebut :(

Setan juga pinter banget nakut-nakutin saya, dengan hal-hal yang seharusnya nggak perlu saya takutkan. Takut dibilang sok suci kalau nggak ikutan komentar pas lagi pada ghibah, Takut jadi dijauhin gara-gara nggak asyik lagi diajak ghibah. Dan lain-lain :(

Beneran ya. Kadang kesendirian itu jauh lebih baik, jika di tengah keramaian membuat pahala kita habis tak bersisa. Iya kalau kita punya banyak pahala. Sudahlah memang dikit, dihabiskan pula. Sungguh celaka :(

dr Tumblr

 Sekarang yang bisa saya lakukan hanya berdoa. Berdoa agar Allah mampukan saya menghindar dari jeratan ranjau dosa ghibah ini. Sambil berusaha semampu saya.

Saya enggak sedang menuduh teman-teman saya sering mengajak saya ghibah. Saya sendiri lah yang justru sering mengajak ghibah. Kalaupun teman saya ngajak, bukan salah mereka. Harusnya saya bisa menjaga diri dan mulut saya sendiri. Saya sepenuhnya bertanggungjawab atas respon dan tindakan saya. 

Saat menuliskan ini, saya bukannya sedang marah atau kecewa dengan siapapun gara-gara merasa dighibahi. Enggak. Saya benar-benar sedang butuh menumpahkan betapa kacaunya perasaan saya. Betapa saya mengkhawatirkan nasib saya di alam setelah dunia, kelak.

Adakah yang sedang merasakan perasaan serupa?

Signature

Signature