Review Glass Skin Overnight Serum dari Kleveru Organics

on
Kamis, 17 September 2020

Pernah dengar peribahasa 'buruk rupa, cermin dibelah'?

 

Peribahasa itu bermakna tentang seseorang yang menyalahkan pihak lain atas kondisinya yang buruk. Saya kira, peribahasa itu hanya akan menjadi salah satu materi Bahasa Indonesia di masa sekolah bagi saya. Siapa sangka bahwa pada suatu masa, saya ada di kondisi yang merasa relate sekali dengan peribahasa itu. Tapi dalam arti harfiahnya.

 

'Buruk rupa, cermin dibelah'. Yap, kurang lebih dua bulan lalu, setiap bercermin rasanya saya ingin membelah cermin di depan saya. Jengkel, marah, sedih, nggak percaya diri. Semua bercampur menjadi satu.

 

Pasalnya, tiap bercermin saya melihat banyak sekali noda hitam bekas jerawat bertebaran di muka saya. Jerawat aktifnya memang sudah mulai berkurang saat itu, tapi bekas jerawatnya, oh my God! Sumpah ya, saya nggak pernah menyangka kalau masalah jerawat ini bisa sebegitu mempengaruhi mood dan kepercayaan diri.

 

Singkat cerita, akhirnya saya berselancar di dunia maya untuk mencari produk skincare apa kira-kira yang bisa membantu untuk menghilangkan bekas jerawat saya dengan agak lebih cepat. Setelah memebaca banyak review dan testimoni, serta menimbang dari berbagai aspek, akhirnya pilihan saya jatuh pada Glass Skin Overnight Serum dari Kleveru Organics.

 

 

 

Kleveru merupakan nama salah satu brand skincare lokal yang promosinya berbasis di Instagram, dan penjualannya melalui beberapa marketplace, serta ada juga beberapa reseller. Saya memang cenderung berusaha untuk selalu memilih brand lokal, karena kalau ada produk lokal yang bagus, kenapa harus produk luar kan? Itu menurut saya sih.

 

Baca juga: Kesalahan Saat Proses Mencari Produk Skincare yang Cocok 

 

Nah, langsung saja yuk kita kupas tuntas tentang Glass Skin Overnight Serum dari Kleveru ini.


Ingredients:

Aqua, Lactic Acid, Panthenol, Glycolic Acid, Daisy Bellis Perennis Extract, Aloe Vera Leaf Extract, Salicylic Acid, Centella Asiatica Extract, Glycerin, Tromethamine, Ceramide, Licorice Glycyrrhiza Glabra Extract, Phenoxyethanol, Propanediol, Hydroxyethylcellulose, Albatrellus Ovinus Extract, Citric Acid, Tocopheryl Acetate (Vitamin E).


 

Cara Pakai:

Gunakan saat malam hari pada wajah dan leher yang sudah dibersihkan. *Lanjutkan 10 menit kemudian dengan face oil atau pelembab. Waktu penggunaan diawali 2-3 kali per minggu.

 

Klaim:

Kleveru Glass Skin Overnight Serum adalah serum yang mengeksfoliasi kulit secara lembut dengan AHA(5%) & BHA (1%) untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan menstimulasi regenerasi sel kulit baru. Menggunakan bahan baku berkualitas pilihan yang aman digunakan pada kulit wajah.


 

Selain mengeksfoliasi secara lembut, serum ini mengandung ekstrak Licorice, bunga Daisy, Vitamin B5 (panthenol) dan Ceramide sehingga membantu kulit tampak lebih cerah, melembabkan, menghaluskan kulit wajah, memberikan kenyamanan saat pemakaian sehingga anti inflamasi dan melindungi barrier kulit agar tetap sehat.

 

Packaging:

Glass Skin Overnight Serum dari Kleveru dikemas dalam sebuah botol yang terbuat dari kaca yang cukup kokoh, dan dilengkapi pump sehingga higienitas produk terjaga. Sayangnya, tutup botolnya kurang bisa menutup dengan kencang, alias mudah lepas.

Botol Glass Skin Overnight Serum dari Kleveru dikemas lagi dalam sebuah karton berwarna kombinasi biru muda dan putih, seragam dengan motif pada botol di dalamnya. Di badan karton, tercantum semua informasi produk, seperti nomor registrasi BPOM, ingredients, cara pakai, klaim, dll.

 

Tekstur dan Aroma:

Glass Skin Overnight Serum memiliki tekstur cair dan bening. Karna tanpa fragrance, jadi aromanya menurut saya khas produk exfoliant. Nggak bisa dikatakan enak aromanya, tapi nggak terlalu mengganggu juga.

 

Harga:

Kurang lebih Rp 150.000. Tapi Kleveru sering memberi diskon, begitu juga dengan beberapa resellernya.


Impression:

Di awal pemakaian dulu, saya memakai serum ini dua kali dalam sepekan. Saya memakainya sebanyak 2 pump setiap kali memakainya. 2 pump sudah cukup untuk satu muka. Hemat banget, kan?

 

Saat diaplikasikan, Glass Skin Overnight Serum ini mudah menyerap. Saya sempat deg-degan dulu, karna di awal pemakaian serum ini, kebetulan saya belum nemu moisturizer yang cocok. Karna saya sudah bertekad untuk nggak memakai dua produk baru dalam waktu bersamaan, jadi saya putuskan untuk nggak pakai moisturizer dulu, sampai melihat reaksi Glass Skin Overnight Serum di wajah saya.

 

Sebenarnya itu sebuah kesalahan besar dalam teori per-skincare-an.  Pasalnya, Glass Skin Overnight Serum ini merupakan salah satu produk exfoliant, yang mana seharusnya diimbangi dengan pemakaian produk yang menghidrasi dan melembabkan kulit, agar kulit tidak kering dan iritasi. Seperti juga yang sudah dicantumkan di bagian cara pemakaian.

 

Amazingnya, Alhamdulillah kulit saya baik-baik saja. Tidak kering, mengelupas atau iritasi. Wow! Padahal bisa dibilang ini produk dengan kandungan AHA tertinggi yang pernah saya coba.

 

Efek pasca pemakaian, kulit jadi terasa lembut sekali. Pori-pori kulit juga jadi agak mengecil. Efek cerahnya terlihat setelah beberapa kali pemakaian. Untuk kemampuan mengatasi jerawat, menurut saya nggak se-oke Centella Herb Serum-nya Aubree. Tapi kalau untuk mengatasi bruntusan, Glass Skin Overnight Serum ini jago sekali!

 

Baca juga: Review Centella Herb Serum dari Aubree 

 

Lalu bagaimana dengan mengatasi bekas jerawat kehitaman?

 

Saya nggak akan melebih-lebihkan. Glass Skin Overnight Serum dari Kleveru ini memang cukup membantu menyamarkan noda bekas jerawat kehitaman agak lebih cepat. Tapi jangan expect langsung terlihat efeknya setelah satu-dua kali pemakaian ya! Tidak seampuh itu.

 

Kesimpulan

Glass Skin Overnight Serum dari Kleveru ini menurut saya produk yang sangat keren dan patut dicoba, karna dia mengeksfoliasi kulit dengan sangat lembut dan tapa iritasi atau kemerahan. Apakah akan re-purchase? Maybe YES, maybe NO. Maybe NO-nya bukan karena tidak puas dengan produk ini, tapi bisa jadi saya ingin mencoba produk lain. Hehehe. 


Anyway, saya menemukan rahasia lain untuk mengatasi bekas jerawat kehitaman yang sudah sekian lama bertengger di wajah saya. Mau tau? Tunggu di postingan selanjutnya ya! :)

Berwisata Saat Pandemi, Sebaiknya Perhatikan Beberapa Hal di Bawah Ini

on
Jumat, 11 September 2020

Saat anjuran untuk work from home dan di rumah aja mengemuka bersamaan dengan resminya Indonesia terjangkit virus covid-19 seperti berbagai negara lain, saya adalah salah satu orang yang sama sekali merasa nggak masalah dengan anjuran tersebut. Bahkan cenderung menyambut dengan sukacita -- di luar perasaan takut dan waswas melihat perkembangan kasus covid-19 tentu saja.

 

Tapi ternyata nggak semua orang seperti saya. Sebagian orang -- sepertinya yang punya karakter ekstrovert -- cenderung cukup resah menghadapi anjuran di rumah aja. Bagi mereka, beraktivitas di luar rumah dan bisa bertemu banyak orang adalah kebutuhan. Apalagi yang selama ini memang sering traveling, hang out, kumpul-kumpul, pasti nggak mudah menghadapi era kebiasaan baru seperti ini.

 

Saya kira, saya akan selamanya enjoy dengan kebiasaan untuk nggak ke mana-mana selain kerja. Toh selama ini saya memang jarang sekali berwisata atau semacamnya. Tapi ternyata saya salah. Ada masa di mana saya merasa jenuh dan ingin melihat 'dunia luar'. Dan sepertinya apa yang saya rasakan itu, juga dirasakan oleh banyak orang.

 

Sayangnya, banyak yang ketika merasakan itu, langsung memperturutkan hawa nafsunya untuk jalan-jalan atau berwisata, dan mengabaikan protokol kesehatan yang seharusnya tetap diperhatikan. Contohnya saat salah satu mall besar baru di Semarang yang digadang-gadang bisa menjadi salah satu destinasi wisata Semarang mulai beroperasi meskipun belum total, banyak orang yang langsung berbondong-bondong datang ke sana. Tidak peduli meskipun harus berdesakan -- yang merupakan salah satu larangan di era pandemi ini. Mungkin mereka adalah orang-orang yang sudah jenuh dengan anjuran di rumah aja.

 

Apakah salah?

 

Jenuhnya sih nggak salah ya. Itu manusiawi. Tapi mengabaikan protokol kesehatannya, jelas salah banget. Kalau sakit terus sakitnya dibawa sendiri sih ya, silakan. Resiko ditanggung penumpang. Masalahnya, virus covid-19 adalah virus yang mudah sekali menular. Belum lagi tenaga kesehatan dan Rumah Sakit yang sudah mulai kewalahan.

 

 

Nah, kalau memang sudah sangat jenuh dan ingin sekali berwisata padahal masih pandemi, sebaiknya tetap perhatikan hal-hal di bawa ini:

 

1. Tetap patuhi protokol kesehatan

 

Jelas ini yang utama. Pakai masker, jaga jarak, jaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan atau memakai hand sanitizer, dan lain-lain. 


2. Pilih destinasi yang tidak terlaluh jauh dari rumah dan memungkinkan untuk jaga jarak

 

Sekarang destinasi wisata sudah banyak sekali dan ada di mana-mana. Biasanya, destinasi wisata yang ada di alam terbuka, lebih memungkinkan kita untuk bisa tetap jaga jarak. Untuk yang tinggal di Semarang, destinasi wisata keluarga di Cimory, atau Ayanaz di Gedong Songo.


3. Minimalkan bertransaksi dengan orang lain

 

Sebaiknya, nggak perlu beli oleh-oleh macam-macam dulu ketika berwisata saat pandemi, demi meminimalkan bertransaksi dengan banyak orang.


4. Bawa Bekal Makan dan Minum dari Rumah

 

Ini juga salah satu bentuk usaha agar tidak banyak bertransaksi dengan orang lain. Sebisa mungkin kita sudah membawa bekal dari rumah, minimal air mineral dan snack. Terutama jika kita mengajak anak kecil saat berwisata. Kalaupun harus makan di tempat makan yang ada di area wisata, kembali perhatikan protokol kesehatan. Pilih tempat makan yang tetap memungkinkan kita untuk menjaga jarak.

 

5. Segera membersihkan diri sepulang dari berwisata.

 

Ini termasuk salah satu bagian dari protokol kesehatan ya sebenarnya. Saat pulang dari beraktivitas di luar rumah, termasuk berwisata, segeralah membersihkan diri dengan mandi dan berganti baju. Baju yang sebelumnya dipakai, sebaiknya segera dicuci.

 

Dengan memperhatikan beberapa hal di atas, semoga kita bisa mendapatkan win-win solution. Jenuh teratasi, namun tetap menjaga diri dari paparan virus covid-19. Yah, meskipun tetap saja, sebenarnya yang terbaik adalah dengan tetap menahan diri untuk tidak banyak bepergian dulu saat ini, kecuali benar-benar mendesak.

 

Stay safe and stay healthy yaaa, teman-teman :)

6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Proses Mencari Produk Skincare yang Cocok

on
Kamis, 10 September 2020
Memiliki kulit cantik, sehat dan glowing merupakan idaman setiap wanita. Meski dalam perjalanannya, seringkali hal itu bukanlah hal yang mudah untuk dimiliki. Banyaknya aktivitas di luar rumah yang mengharuskan kulit terpapar sinar UV, debu dan polusi, bisa membuat kulit mengalami banyak masalah. Di antaranya, kulit kusam, berminyak dan jerawat.

Karena itu, mau tidak mau kita harus melakukan sesuatu jika ingin memiliki kulit wajah yang cantik dan sehat. Tidak bisa lagi hanya mengandalkan air wudhu untuk membuat kulit kita bercahaya. Dulu saat kita masih usia remaja mungkin bisa. Tapi semakin bertambahnya usia, kemampuan kulit untuk meregenerasi diri juga semakin menurun.

Skincare menjadi salah satu jurus jitu untuk membantu menutrisi kulit kita yang sudah mulai berkurang kemampuan regenerasinya. Saat ini, sudah banyak sekali berbagai jenis produk skincare yang muncul di pasaran. Apalagi sejak merebaknya tren metode skincare berlapis-lapis a la Korea.

Banyak wanita yang mulai gencar untuk mencoba berbagai macam produk skincare, dan menerapkan berlayer-layer step, demi mendapatkan kulit mulus tanpa cela seperti para artis Korea. Dari mulai first cleanser, second cleanser, essence, toner, serum, dll. Tidak terkecuali saya.
 

 
Sayangnya, sebagian orang yang sedang sangat semangat mencari produk skincare yang cocok untuk kulitnya itu, seringkali membuat beberapa kesalahan yang justru membuat kulitnya jadi bermasalah. Lho kok bisa gitu? Bisa jadi karena dalam proses mencari produk skincare yang cocok, mereka tidak memiliki bekal pengetahuan sama sekali. Sehingga seperti berjalan di kegelapan tanpa penerangan, alias hanya meraba-raba.

Nah, berikut ini merupakan beberapa kesalahan yang biasa dialami saat sedang dalam proses mencari produk skincare yang cocok untuk kulit. Termasuk saya sendiri pun mengalami beberapa kesalahan di bawah ini.

Apa aja sih?

1. Hanya fokus pada masalah utama kulit

Ini kesalahan utama yang dulu saya lakukan. Saat awal memiliki keinginan untuk mencari produk skincare yang cocok untuk kulit saya, wajah saya sedang mengalami masalah jerawat yang tidak berkesudahan. Maka saat itu saya hanya fokus pada masalah utama tersebut, yaitu jerawat. Saya asal comot produk apapun yang ada embel-embelnya ‘mengatasi jerawat’.

Padahal setelah mempelajari lebih lanjut, jerawat merupakan masalah kulit yang disebabkan oleh banyak sekali faktor. Jerawat bisa dipengaruhi kondisi internal tubuh, seperti hormon, asupan makanan, tingkat stress, dll. Juga bisa dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti kualitas air yang kita pakai, polusi udara di tempat tinggal kita, dl.

Pengetahuan tentang penyebab dari masalah utama kulit kita, sangat berpengaruh pada ketepatan kita dalam mencari produk yang tepat untuk mengatasinya. Contoh dari pengalaman saya saat itu, masalah jerawat saya ternyata karna faktor gaya hidup dan hormon. Tapi karna saya hanya asal comot produk yang punya embel-embel mengatasi jerawat, yang kebanyakan membuat kulit menjadi lebih kering, kulit saya bukannya membaik malah jadi berjerawat semakin parah.
 
2. Mudah tergiur klaim produk

Ini masih ada hubungannya dengan poin pertama di atas. Saya hanya fokus pada klaim produk, tanpa mencari tau apa ingredientsnya dan apa efek samping dari ingredients tersebut.

Padahal, ada beberapa ingredients dalam skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan. Contohnya, Vitamin C dan AHA. Atau, ada juga beberapa ingredients yang sebaiknya dihindari oleh masalah kulit tertentu. Hal-hal seperti ini nggak akan pernah kita ketahui kalau kita hanya fokus dan mudah tergiur klaim produk, tanpa belajar tentang kandungan-kandungan dalam skincare.

3. Lapar mata tiap habis nonton review dari beauty influencer

Coba kalian buka video-videonya para beauty influencer seperti Suhay Salim, Tasya Farasya, dll. Kalian pasti akan mendapati banyak orang berkomentar, ‘duh aku lapar mata tiap habis nonton Suhay Salim’. Yup, itu merupakan perkara umum yang dilakukan oleh orang-orang yang sedang dalam proses mencari produk skincare yang cocok. Tidak terkecuali saya dulu.

Namun kita seringkali lupa bahwa jenis kulit yang dimiliki oleh si beauty influencer dengan yang kita miliki bisa jadi amat berbeda. Belum lagi tentang produk-produk lain yang sehari-hari dia pakai, sudah pasti jauh berbeda dengan kita. Jadi salah besar jika kita lapar mata tiap habis nonton review produk tertentu dari para beauty influencer, lalu berharap kita punya kulit sebagus mereka.

4. Mencoba beberapa produk baru dalam waktu bersamaan

Ini nih yang paling fatal dan dulu sering saya lakukan! Saya sering mencoba produk baru dalam waktu bersamaan. Mengapa hal ini merupakan kesalahan?

Karena ketika kulit kita menunjukkan reaksi tertentu, misal jadi tumbuh jerawat, kita akan kebingungan hal itu disebabkan oleh produk yang mana. Kita jadi kesulitan menentukan mana produk yang cocok untuk kulit kita dan bisa dipakai untuk seterusnya, dan mana yang sebaiknya dihentikan.

Maka dari itu, sebaiknya beri jeda kurang lebih dua minggu untuk masing-masing produk saat akan mencoba beberapa produk skincare yang sama-sama belum pernah kita pakai sebelumnya.

5. Mengabaikan Basic Skincare

Saat masih mencari-cari produk skincare yang cocok untuk kulit kita, sebagian orang justru terlebih dulu fokus pada step tingkat lanjut seperti essence dan serum. Setidaknya dulu itu yang saya lakukan. Padahal di saat bersamaan, saat belum memiliki basic skincare yang solid.

Tentu saja hal ini termasuk kesalahan. Basic skincare yang terdiri dari cleansing, toning, moisturizing dan protecting atau sering disingkat CTMP, merupakan salah satu kunci utama kulit yang sehat. Jangan pernah abaikan basic. Karna mau sebagus apapun serumnya, kalau basic skincarenya diabaikan, maka tidak akan memberikan efek yang maksimal.

6. Ingin hasil instan


Beberapa waktu lalu, seorang teman bercerita sedang mencari produk skincare yang bisa menghilangkan noda bekas jerawat di wajahnya. Lalu ia mengeluh bahwa produk yang ia coba tidak memberikan efek yang signifikan. Saat saya tanya sudah berapa lama ia mencoba produk tersebut, ia menjawab 5 hari.

Saya melongo. 5 hari, dan ia berharap noda bekas jerawatnya sudah hilang sama sekali?

Tapi saya memaklumi, karna kesalahan ini memang sering dilakukan. Saya juga dulu begitu. Padahal, produk skincare yang aman, membutuhkan proses dan waktu yang tidak instan untuk bekerja dan menunjukkan hasilnya. Kalau hasilnya instan, kita justru patut waspada, jangan-jangan ada kandungan yang berbahaya di dalamnya.

6 point kesalahan di atas, merupakan pengalaman saya pribadi, dan ternyata banyak juga dilakukan oleh orang lain. Kok bisa tau? Dari hasil membaca postingan komentar-komentar di akun beauty inflencer seperti @kinans.review, vlog Mbak Affi Assegaf, dan lain-lain. Saya membagikannya di sini, agar kalian yang membaca tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama.

Menemukan produk skincare yang cocok untuk kulit kita memang sebuah perjalanan panjang yang kadangkala terasa berliku. Jadi wajar saja jika dihiasi beberapa kesalahan. Justru kita akan belajar banyak dari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan itu.

Tidak apa-apa. Tetap semangat yaaa kalian yang masing proses pencarian. Insyaa Allah saat sudah menemukan produk yang kita butuhkan dan cocok untuk kulit kita, hasilnya akan sepadan dan membuat bahagianya berlipat ganda.

Butuh Dana Darurat? Berikut 4 Situs Pinjaman Online Aman dan Terpercaya

on
Sabtu, 05 September 2020

Saat mengikuti kulwap tentang financial planing, salah satu komponen perencanaan keuangan yang nggak boleh dilupakan adalah pos dana darurat. Idealnya, kita harus memiliki dana darurat sebesar minimal 6 kali jumlah pengeluaran bulanan, jika masih berstatus single. Sedangkan jika sudah berkeluarga dan memiliki anak, idealnya kita harus memiliki dana darurat sebesar 12 kali jumlah pengeluaran bulanan.

Dana darurat tersebut berfungsi sebagai 'pertolongan pertama' jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat. Contohnya, tiba-tiba terkena PHK, atau sakit dalam jangka waktu lama sehingga tidak bisa bekerja selama beberapa bulan. Kita masih bisa memenuhi kebutuhan dengan menggunakan dana darurat tersebut. Atau saat tiba-tiba plafon rumah roboh tanpa terduga sebelumnya, kita juga bisa menggunakan dana darurat tersebut untuk membenahi rumah.

 

credit: Pixabay

Tapi harus diakui, jumlah dana darurat yang ideal tidak bisa dikatakan kecil. Bagi sebagain orang, menyisihkan sebagian pendapatan untuk dana darurat merupakan hal yang rumit. Jangankan menyisihkan untuk dana darurat, untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari saja sudah mepet sekali.

Padahal dalam hidup, keadaan darurat tidak bisa dielakkan terjadinya. Tidak peduli kita punya dana darurat atau tidak, jika keadaan darurat terjadi, kita harus siap menghadapinya.

Lalu bagaimana jika kita tidak punya dana darurat, sedangkan keadaan darurat tiba-tiba menimpa? Pinjam, menjadi solusi tercepat yang mungkin bisa dilakukan. Tapi pinjam ke siapa? Beruntung jika ada saudara atau teman baik yang bersedia membantu kita dengan meminjamkan uang. Hanya saja, kita sama-sama tau bahwa orang lain yang bersedia meminjamkan uang dengan sukarela sekarang makin sulit dicari.

Menjamurnya situs pinjaman online akhir-akhir ini, bisa jadi merupakan solusi untuk masalah tersebut. Hanya saja, jangan lupa untuk memastikan situs pinjaman online tersebut aman dan terpercaya, agar tidak menyebabkan masalah berikutnya di kemudian hari. Minimal, situs pinjaman online tersebut harus terdaftar di bawah pengawasan OJK.

Berikut 4 situs pinjaman online aman dan terpecaya yang bisa kamu pakai jika sewaktu-waktu membutuhkan dana darurat.

1. Tunaiku

Tunaiku merupakan salah satu produk dari institusi finansial resmi yang berbentuk bank dan tercatat serta diawasi OJK, yaitu Amar Bank. Karena berdiri di bawah naungan institusi keuangan resmi berbentuk bank, keamanan data nasabah Tunaiku akan dijaga dengan baik. Situs pinjaman online ini sudah berdiri sejak tahun 2014.

Tidak seperti layanan pinjaman tradisional yang membutuhkan agunan dan macam-macam dokumen lainnya, Tunaiku menyediakan layanan tanpa agunan dan kartu kredit. Yang dibutuhkan jika kamu ingin mengajukan pinjaman di Tunaiku hanyalah KTP, dan formulir yang harus kamu isi secara online.

Jika sebagian besar situs pinjaman online hanya memberikan tenor atau jangka waktu pinjaman yang sangat singkat, Tunaiku memberikan tenor yang cukup panjang, yaitu maksimal 20 bulan. Untuk jumlah pinjaman pun, Tunaiku memberikan limit yang cukup besar, yaitu hingga 20 juta. Berbeda dengan situs pinjaman online lain yang biasanya memberikan limit kecil.

2. Kreditcepat

Jika kamu butuh dana darurat yang harus cair dalam 24 jam, Kreditcepat mungkin bisa jadi salah satu solusi. Hanya saja, limit yang diberikan tidak sebesar Tunaiku, yaitu 8 juta saja. Tenornya pun maksimal hanya 30 hari, sedangkan suku bunganya dihitung per hari.

Kamu hanya butuh mengunggah beberapa dokumen melalui situsnya, dan dana bisa cair dalam waktu 24 jam.

3. Cashwagon

Jika dana darurat yang kamu butuhkan tidak besar, Cashwagon bisa menjadi salah satu pilihan situs pinjaman online yang bis akamu pilih. Ia memberikan limit mulai 500 ribu hingga 5 juta rupiah, dengan tenor maksimal 40 hari dan bunga 1% per hari.

4. Kredivo

Nah, Kredivo ini memiliki plafond yang cukup besar, sama seperti Tunaiku. Yaitu mulai dari 1,5 juta hingga 30 juta. Hanya saja tenor yang diberikan maksimal hanya 12 bulan. Cairnya pun konon terhitunga cepat.

Sebenarnya masih banyak situs pinjaman online yang aman dan terpercaya lainnya. Tapi 4 situs pinjaman online di atas mungkin bisa kamu pertimbangkan, agar tidak bingung jika terlalu banyak pilihan.

Tapi, jangan lupa! Bijaklah dalam memutuskan untuk meminjam uang secara online. Pertimbangkan dengan sangat matang terlebih dahulu sebelum benar-benar memutuskan untuk meminjam. Karna bagaimanapun, syarat dan ketentuan yang cukup mudah, bisa jadi membuat kita terperangkap dalam keputusan yang terburu-buru.

Padahal, sebagian besar situs pinjaman online memiliki suku bunga yang sangat tinggi. Beberapa situs bahkan suku bunganya bukan per bulan, melainkan per hari. Jika tidak dipertimbangkan dengan matang, kita bisa semakin terbebani dengan suku bunga yang besar tersebut.

Jadi sekali lagi, pertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan, dan bijaklah dalam memutuskan.

5 Ide Bermain dan Belajar Untuk Anak Balita

on
Sabtu, 25 Juli 2020
Pandemi Covid-19 ini memang membuat kita merasakan banyak sekali pengalaman baru. New normal life benar-benar kita rasakan. Dari yang sama sekali nggak terbiasa pakai masker, tiba-tiba menjadikan masker sebagai perlengkapan utama yang harus dibawa ke mana-mana. Dari yang tadinya cuci tangan pakai sabun hany asaat sebelum dan setelah makan, tiba-tiba jadi dikit-dikit cuci tangan.

Apalagi bagi anak sekolah dan guru. Mereka harus mulai terbiasa dengan sistem pembelajaran baru melalui daring. Bukan hal yang mudah lho bagi yang belum terbiasa duduk diam konsentrasi di depan layar tanpa berinteraksi langsung.

Bagi anak usia SMP dan SMA sih mending ya, mereka sudah bisa mandiri. Mengurusi segala aktivitas belajar mereka secara daring sendiri. Yang agak repot ya anak sekolah usia TK dan SD. Nggak cuma anak dan gurunya yang sibuk belajar via daring, ibunya pun ikutan kebagian ngerjain tugas. Hihi.

Apalagi kalau anaknya usia balita seperti anak saya. Awalnya, saya berencana memasukkan anak saya ke PAUD tahun ini. Apa daya, karna kondisi belum stabil, saya memilih untuk menundanya terlebih dahulu. Semoga tahun depan semuanya sudah jauh lebih baik.

Kondisi ini membuat kita orangtua dari para balita tiba-tiba harus menjadi guru kreatif. Beruntung, sekarang kita dibantu oleh dunia maya yang menyimpang jutaan ide. Termasuk, ide bermain dan belajar untuk anak balita pun bisa dengan mudah kita cari.

Ini adalah 5 di antara sekian banyak ide bermain dan belajar untuk anak balita:

1. Menempel

Perlengkapan:
Gunting
Kertas F4 atau A4
Stiker Dot
Spidol
Pensil Warna

Cara Membuat:
Gunting kertas menyerupai bentuk ubur-ubur (contoh seperti di gambar), lalu buat lingkaran-lingkaran aneka warna (sesuai warna yang ada di stiker dot) di masing-masing kaki ubur-ubur. Setelah itu, ajak anak untuk menempel stiker dot sesuai dengan warna yang tadi kita buat.

ide ini saya dapat dari IG @idedolanan


Selain belajar menempel yang otomatis akan mengasah motorik halus anak, anak juga bisa sekaligus belajar mengenal warna melalui aktivitas ini. Ohya, FYI, saya beli stiker dot-nya melalui marketplace ya.

2. Menggunting

Aktivitas menggunting ini sebenarnya bisa dilakukan dengan memberikan anak kertas apa saja untuk digunting. Cuma pasti akan kurang menarik perhatian si kecil ya. Lagi-lagi, kita harus menjadi guru kreatif.

Agar lebih menarik, kita bisa membuat pola hewan, buah atau apapun yang disukai si kecil, lalu beri pola garis putus-putus pada kertas yang sudah dibentuk, sebagai pola menggunting si anak.

credit: IG @idedolanan

Selain akan lebih menarik, aktivitas menggunting ini akan membuat si anak belajar fokus untuk mengikuti pola.

3. Sortir Hewan Berdasarkan Habitatnya

Yang perlu dipersiapkan untuk aktivitas ini adalah kita harus membuat worksheetnya terlebih dahulu. Bisa menggunakan kertas asturo, lalu digambar sederhana yang menyerupai laut, darat dan udara.

Setelah itu, cari printable macam-acam jenis hewan di internet, cetak, lalu gunting-gunting.

credit: IG @ayo_bermain-belajar

Kalau semua sudah siap, minta anak meletakkan printable masing-masing hewan di worksheet sesuai habitatnya. Misal, burung, berarti arahkan anak meletakkannya di udara. Lalu ikan, arahkan anak untuk meletakkannya di lautan, dan seterusnya.

4. Mencocokkan Gambar

Untuk permainan yang ini, saya memilih untuk menggunakan alat yang sudah kami punya, alias bel jadi, hehe.

Bukunya macam gini:


Jadi anak akan mencocokkan gambar yang sama antara sisi kiri dan sisi kanan. Buka satu persatu kotak penutup di sisi kiri, lalu letakkan di gambar yang sama di sisi kanan dengan yang baru saja terbuka. Lakukan sampai selesai.

Aktivitas ini akan membuat anak belajar fokus dan teliti.

Kalau nggak punya buku di atas, bisa lho bikin sendiri. Saya pernah lihat di instagram. Di dunia maya apa sih yang nggak bisa dicari, termasuk ide-ide DIY ajaib gitu, hihi.

5. Sorting Warna

Permainan super sederhana ini masih selalu berhasil membuat anak saya semangat. Alatnya hanya pompom dan penjepit.

credit: IG @happykiddos.id

Arahkan anak untuk menyortir pompom sesuai dengan warna masing-masing.

Gimana, semua ide bermain dan belajarnya sangat sederhana kan? Tapi dengan yang sederhana seperti itu saja kita bisa membuat anak senang, sekaligus belajar banyak hal lho.

Semangat yaaaa ibu guru-ibu guru kreatif! :)

Tips Mencari Asuransi Pendidikan Anak Terbaik

on
Rabu, 15 Juli 2020
Anak merupakan sebuah anugerah terbesar yang dititipkan oleh Tuhan untuk dijaga, disayangi serta dididik secara sebaik mungkin, salah satu caranya dengan menyekolahkan sampai jenjang tertinggi. Namun, sudah jadi rahasia umum bahwa biaya sekolah itu mahal.

Untuk menghadapi hal tersebut, orang tua perlu mempersiapkan sejak dini. Dan untuk menyiapkan itu, orang tua perlulah mengetahui cara mencari asuransi pendidikan anak terbaik saat ini.

Apa tips dan caranya?

Cara Mencari Asuransi Pendidikan Anak Terbaik

credit: Pixabay


Akhir-akhir ini, banyak orang tua mulai melirik serta menggunakan layanan asuransi khusus pendidikan.

Jenis asuransi yang dipandang bisa membantu orang tua mempersiapkan dana pendidikan untuk anak.

Namun, perlu juga diketahui bahwasanya asuransi pendidikan tersebut memiliki beberapa jenis berbeda-beda. Sebagaimana dikutip dari Duwitmu, orang tua haruslah pintar-pintar dalam memilih dengan memperhatikan hal - hal berikut, yaitu:

1. Tentukan Jumlah Dana Pendidikan

Karena Anda memilih untuk mendaftarkan diri mengasuransikan pendidikan anak, pastilah tujuan utamanya agar kebutuhan serta biaya sekolah si kecil terpenuhi di masa mendatang. Orang tua perlulah menentukan berapa jumlah dana yang dibutuhkan gunakan menyekolahkan tersebut.
Sebab, dengan paham jumlah dana pendidikan akan sangat berguna sebagai langkah awal sebelum memilih asuransi terbaik untuk anak. Selain itu, pasti tidak diinginkan bila pada saatnya tiba ternyata biaya atau dana yang telah disimpan ternyata kurang. Maka, guna menentukannya sebagai orang tua bijak dapat melakukannya.

2. Pahami Resiko Asuransi Pendidikan

Setelah mengetahui berapa biaya yang akan dikeluarkan ketika suatu saat anak masuk sekolah, kini orang tua juga perlu memahami risiko-risiko dari asuransi pendidikan sejak awal. Sebab, nanti pasti akan terdapat beberapa pilihan penyedia layanan dengan berbagai produk penawarannya.

Sehingga, bila sejak awal orang tua mengetahui akan manfaat, maka tidak akan terperosok atau merasa keliru memilih di kemudian hari. Sebagai contoh, Anda memilih produk asuransi berbentuk investasi maka, risiko yang akan diterima pastilah lebih besar daripada asuransi dana pendidikan.

3. Mengenal Produk Secara Detail

Cara memilih asuransi pendidikan anak terbaik selanjutnya ialah, melakukan pengenalan produk dengan lengkap. Hampir seluruh perusahaan penyedia layanan jasa jenis asuransi untuk pendidikan terdapat bermacam pilihan. Ini berarti, akan terdapat pula banyak fitur berbeda di setiap tempatnya.

Sehingga, orang tua perlulah mengenali secara detail kelebihan serta kekurangan dari masing-masing produk. Setidaknya ada 2 pilihan jenis layanan pendidikan. Pertama Asuransi Unit Link, yang mana mempunyai fungsi investasi juga. Sehingga selain berasuransi Anda juga mendapat manfaat berinvestasi.

Kedua ialah dana Pendidikan Manfaat Pasti, berbeda dengan sebelumnya yang memiliki risiko sangat besar saat berinvestasi. Asuransi ini mempunyai penerimaan uang di kemudian hari dengan jumlah jelas sesuai dengan proposal. Sehingga, di antara dua itu tentunya terdapat hal positif negatif yang bisa dipertimbangkan.

4. Mengetahui Biaya yang Dikenakan

Adanya asuransi pendidikan, diharapkan mampu memenuhi seluruh kebutuhan bersekolah anak. Sehingga, bisa mengetahui semua biaya tambahan yang dikenakan suatu saat nanti. Karena, terkadang biaya sekolah buah hati kurang atau bahkan tidak cukup dan habis sebelum dipakai.

5. Menyesuaikan dengan Kebutuhan

Apapun bentuk dan jenis asuransi pendidikan yang orang tua pilih, pastikan seluruh fasilitas atau layanan dari produk tersebut mencukupi dan memenuhi kebutuhan bersekolah anak di masa mendatang. Hal ini akan berhasil bila Anda menyiapkan hitungan penentuan jumlah dana dengan benar.

Lakukanlah penghitungan dengan hati-hati dan benar, kemudian bandingkan antara asuransi satu dengan lainnya. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui mana yang sangat tepat untuk dipilih dan dijadikan pilihan cara mencari asuransi pendidikan anak terbaik.

5 Menu Kuliner Indonesia yang Wajib dicoba Ketika Berkunjung ke Semarang

on
Jumat, 10 Juli 2020
Ketika berkunjung ke suatu daerah, kini kita tak lagi berfokus hanya pada mengunjungi tempat-tempat wisatanya, melainkan hampir bisa dipastikan kita juga akan tertarik mencicipi berbagai menu khas daerah tersebut. Dari situ, istilah wisata kuliner menjadi trend beberapa tahun terakhir ini.

Wisata kuliner menjadi berkembang semakin pesat, ditunjang dengan menu kuliner Indonesia yang sangat kaya jenisnya. Kalau dulu sebagian orang menganggap 'wah' menu-menu asing dari negara lain, kini menu dan makanan tradisional pun tidak kalah pamornya, berkat trend wisata kuliner di berbagai media.

Nah, bagi kalian yang akan berkunjung ke Semarang dan ingin mencicipi kuliner nusantara, 5 menu ini wajib kalian coba ketika berkunjung ke Semarang:

1. Tahu Gimbal

Tahu gimbal merupakan menu yang berisi tahu, gimbal atau udang yang digoreng dengan tepung beras berbumbu, lontong, dilengkapi dengan beberapa jenis sayuran, lalu disiram dengan saus kacang yang dipasukan dengan kecap.

credit: travelingyuk.com


Bisa dibilang tahu gimbal tampilannya agak mirip dengan gado-gado, meski dari segi rasa sangat berbeda. Kalian harus mencobanya ketika berkunjung ke Semarang. Dijamin nggak akan nyesel :)

2. Mie Kopyok

Mie kopyok juga tidak boleh ketinggalan dari susunan menu yang wajib dicoba ketika kalian berkunjung ke Semarang. Mie kopyok merupakan menu kuliner sederhana yang berisi mie, lontong, tahu dan krupuk karak yang diberi kuah dengan bumbu hanya bawang putih saja.

credit: travelingyuk.com


Meski sangat sederhana, mie kopyok terasa sangat khas, dan patut dicoba.

3. Putu Bumbung

Putu bumbung merupakan makanan tradisional yang kini mulai agak langka. Meski begitu, masih ada beberapa penjual putu bumbung keliling di beberapa daerah di Semarang. Biasanya para penjual berkeliling dengan cara menandu berlengkapan berjualan mereka.

credit: cookpad


Putu bumbung terbuat dari tepung beras yang diberi filling gula merah. Yang membuat khas adalah cara membuatnya yang dibuat dengan cetakan dari bambu. Jajanan tradisional ini memiliki rasa yang gurih dari kelapa berpadu manis dari gula merah.

4. Lekker Paimo

Ini salah satu menu jajanan kuliner legendaris di Semarang. Meski hanya berupa warung tenda yang terletak di pinggir jalan, nambun lekker paimo tidak pernah sepi pengujung, bahkan selalu mengular antriannya.

Baca cerita saya saat mencoba Lekker Paimo di sini.

Yang khas dari Lekker Paimo adalah varian isiannya yang terdiri dari banyak sekali pilihan. Sekarang mulai bermunculan lekker yang mencoba mengadopsi ide tersebut. Tapi tetap saja belum bisa menyaingi pamor Lekker Paimo.

5. Lumpia Semarang

Kenapa lumpia saya letakkan di urutan terakhir? Ya karna menu kuliner ini sudah terlalu terkenal. Hehe.

Siapa yang belum tau tentang Lumpia Semarang? Saya yakin hampir tidak ada. Lumpia Semarang sekarang punya banyak sekali pilihan merk terkenal. Kalian boleh coba yang mana saja. Ada Lumpia Mbak Lin, Lumpia Express, dll.

5 menu kuliner di atas, semoga bisa menjadi referensi saat kalian hendak menyusun daftar itinerary wisata kuliner saat akan berkunjung ke Semarang ya. Sebenarnya masih banyak menu yang lain yang wajib kalian coba. Tapi 5 menu kuliner nusantara di atas menurut saya adalah yang paling wajib dicoba saat sedang berkunjung ke Semarang.

Selamat mencoba :)

Signature

Signature