Review Skin Barrier Face Series dari Erhalogy

on
Selasa, 05 November 2019
Jika semua yang terjadi dalam hidup kita konon membawa hikmah, maka hikmah untuk permasalahan jerawat saya adalah tumbuhnya kemauan saya untuk belajar.

Yup. Gara-gara jerawatan, saya jadi belajar banyak hal loh. Dari mulai belajar memahami kulit wajah sendiri (yang masih belum juga paham), belajar mengenali macam-macam komposisi skincare dan manfaatnya,dan banyak hal baru lain tentang kulit wajah.

Salah satu hal baru yang saya pelajari adalah tentang skin barrier.

Apa itu skin barrier? Skin barrier adalah lapisan kulit terluar yang menjaga kulit dari berbagai macam faktor (mengutip dari femaledaily.com). Konon, kuliat yang banyak masalah (salah satunya sering jerawatan), bisa jadi karna skin barriernya rusak.

Apa yang bikin skin barrier bisa rusak? Banyak. Di antaranya, sinar UV dan kandungan skincare yang tidak tepat.

Sebaliknya, kunci jika ingin punya kulit wajah yang sehat adalah dengan cara merawat skin barrier.
Maka, rejeki nomplok banget bagi saya, setelah kemarin bisa mencoba Erha Acne Series, saya juga bisa mencoba Erha Skin Barrier Face Series.



Langsung aja yuk saya ceritain satu per satu.

Skin Barrier Facial Wash

Skin barrier facial wash dari Erhalogy merupakan sabun wajah untuk kulit kering, sensitif, dan atopi, yang diformulasikan khusus dengan busa lembut dan bahan non-irritant untuk membersihkan wajah dari kotoran, sekaligus menjaga kelembapan dan fungsi barrier kulit. Tidak mengandung Paraben, SLS, perwarna, dan parfum.


Skin barrier facial wash  ini mengandung Moisturizing Agent (Aquaxyl, Zinc PCA, D-Panthenol, Gluconolactone (PHA)) yang berfungsi melembapkan dan menjaga fungsi barrier kulit dengan kandungan moisturizer yang merupakan bagian dari NMF (Natural Moisturizing Factor), Antiinflamatory Agent (Dipotassium Glycyrrhizinate & Aloe Vera) untuk menenangkan dan merawat kulit yang teriritasi ringan serta Mild Surfactant yang dapat membersihkan wajah dari kotoran tanpa menjadikan kulit kering.

Karna tanpa parfum, otomatis facial wash ini cenderung nggak berbau. Jadi cocok banget untuk kalian yang nggak terlalu suka facial wash dengan bau menyengat.

Tekstur skin barrier facial wash ini cenderung encer. Lembuuttt banget sih yang pasti. Lembut secara tektur, pun ketika dipakai. Cocok banget lah pokoknya kalo dibilang sebagai produk yang diformulasikan untuk menjaga skin barrier, karna selembut itu!

Yang perlu dicatat. Kalo kalian golongan orang yang sukanya sama facial wash yang kalo habis dipake kulit wajah jadi rasanya kenceng dan keset banget gitu, kalian pasti akan merasa aneh sama facial wash ini.

Yup. Nggak akan ada efek seperti itu setelah memakai skin barrier facial wash dari Erhalogy ini. Sebaliknya, setelah pakai skin barrier facial wash ini, kulit wajah jadi berasa lembab banget! Kalo saya sih sukaaa.

Skin Barrier Face Moisturizer

Salah satu kunci menjaga skin barrier itu salah satunya katanya dengan menjaga kelembaban wajah. Makanya, pakai face moisturizer menjadi hal yang sangat penting. Bahkan yang kulitnya tipe berminyak pun ternyata tetap harus pakai pelembab lho.

Nah, skin barrier face moisturizer dari Erhalogy ini diformulasikan khusus untuk kulit sensitif dan cenderung kering. Dengan kandungan Ceramide Complex dan PHA untuk melembabkan, menjaga dan memperkuat fungsi barier kulit.


Face moisturizer ini juga dilengkapi dengan kombinasi bahan antiinflamasi dan soothing agent untuk memberikan kenyamanan dan mengurangi kemerahan pada kulit.

Mengandung Ceramide complex, soothing agent dan formula pH-Balance untuk memberikan kenyamanan, mengurangi kemerahan, dan merawat kulit yang mengalami iritasi ringan. Tidak mengandung Paraben, perwarna, dan parfum.

Minggu lalu, kulit saya lagi rewel banget. Muncul banyak jerawat besar dan meradang. Bersamaan dengan nyobain pake Erha 21 Acne Care Lab, saya juga pakai face moisturizer ini. Alhamdulillah, peradangannya berkurang drastis.

Tekstur face moisturizer dari Erhalogy ini hampir sama dengan facial washnya. Agak encer dan terasa ringan. Saat diaplikasikan ke wajah, langsung bikn kulit wajah lembab, dan cepat meresap. Enggak terasa greasy sama sekali. Cocok banget lah untuk kalian yang kulitnya sensitif.

Nah, teman-teman yang punya kondisi kulit kayak aku, bisa coba cari info lengkap seputar produknya di Website : https://erha.co.id/ atau Instagram : @Erha.Dermatology. Kalau mau konsul, bisa datang langsung ke Erha Clinic dan beli produknya di offline store yang sudah ada di Erha Derma Center, Erha Skin, Erha Apothecary.

Coba dong yang kulitnya sensitif tunjuk jari dan ceritakan pengalaman kalian merawat si kulit sensitif itu? komen di bawah, yaa..

Tentang Kanker Payudara dan Harapan yang Tak Pernah Sirna

on
Jumat, 25 Oktober 2019
Namanya Bu Harti. Saya mengenal beliau sejak lima tahun yang lalu, di sebuah lembaga badan wakaf yang saat itu menjadi tempat kerja baru saya.

Di sebuah acara pelatihan kantor yang mengharuskan kami menginap, kebetulan saya sekamar dengan beliau. Malam hari sebelum beristirahat, beliau bercerita pada saya. Tentang sebuah benjolan di payudara bagian kirinya, yang tak henti membuatnya resah.

credit: beritasatu.com
Pertama kali saya tau tentang hal itu, jujur saya kaget sekali. Pasalnya, Bu Harti ini tipe orang yang sangat ceria, humoris dan penuh semangat. Tidak tercermin sedikit pun di keseharian beliau, bahwa beliau sedang 'membawa' sebuah bom waktu di tubuhnya.

Saya dan teman-teman yang lain tak henti memotivasi beliau untuk segera berobat secara medis. Sayangnya, saat itu Bu Harti menganggap jalan medis bukan pilihan yang ingin beliau ambil. Beliau memilih untuk berikhtiar mencari kesembuhan melalui berbagai pengobatan tradisional. Sebagai teman yang baik, kami tetap medukungnya. Bagaimanapun, Bu Harti yang paling berhak mengambil keputusan atas tubuhnya.

Lambat laun, benjolan di payudara itu tampak semakin mengintimidasi dari hari ke hari. Adakalanya Bu Harti merasa amat kesakitan. Hingga pada akhirnya, Bu Harti tiba-tiba bercerita pada kami tentang tekadnya untuk memulai ikhtiar melalui jalan medis.

Ia mulai menemui dokter. Lalu melewati tahap biopsi, dan divonis kanker payudara stadium 3. Dan akhirnya menjalani operasi pengangkatan payudara kurang lebih sebulan lalu, setelah diminta menunggu antrian berbulan-bulan karna memakai fasilitas BPJS. Dan kini, ia masih dalam tahap menjalani serangkaian kemoterapi.

Satu hal yang sangat saya dan teman-teman kagumi dari sosok Bu Harti. Yaitu tentang besarnya semangatnya. Tentang harapannya yang tak pernah sekalipun sirna. Harapan bahwa suatu hari ia pasti akan sembuh. Tidak pernah sekalipun kami melihat beliau terpuruk lantaran vonis apapun yang ia terima.

Bahkan, hanya selang dua minggu setelah operasi pengangkatan payudara yang ia jalani, Bu Harti dengan mantap berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umroh.


Bu Harti, 2 minggu setelah operasi pengangkatan payudara

Kanker Payudara dan Kewaspadaan yang Harus Selalu Ada

Dari Bu Harti, saya juga belajar. Bahwa betapa dalam tubuh cantik dan anggun seorang perempuan, tersimpan berbagai mavam potensi bahaya yang seharusnya selalu kita waspadai. Salah satunya kanker payudara.

Maka, melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua teman perempuan saya untuk lebih aware dengan diri sendiri. Salah satunya dengan selalu memeriksa payudara sendiri, atau sering disingkat dengan istilah SADARI.

Kapan SADARI sebaiknya kita lakukan?

Pemeriksaan payudara sendiri atau SADARi sebaiknya dilakukan setiap bulan, tepatnya yaitu beberapa hari setelah menstruasi.

Bagaimana caranya?

credit: haibunda.com

Jika menemukan gejala-gejala yang mencurigakan, jangan pernah ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Karna semakin dini ditangani, Insya Allah peluang untuk terbebas dari kanker akan semakin besar.

Sedangkan beberapa upaya yang bisa kita lakukan agar terhindar dari kanker payudara, di antaranya adalah:

1. Memperbanyak makan sehat seperti buah dan sayur
2. Berolahraga secara teratur
3. Menghindari alkohol, rokok, dan makanan-makanan kurang sehat
4. Menyusui
5. Membatasi terapi hormon
dll.
Untuk siapapun yang tengah berjuang melawan kanker payudara atau kanker-kanker lainnya, tetap semangat. Yakinlah bahwa harapan yang tak pernah sirna akan menjadi salah satu kekuatan yang membuat sel kanker takluk.

Sedangkan bagi yang masih Allah beri kesehatan, yuk mensyukurinya dengan selalu menjaga kesehatan tersebut, dan tidak lupa turut menjadi support system bagi siapapun yang tengah berjuang melawan kanker.

Bagi yang punya kelebihan rejeki, kalian juga bisa membantu saudara-saudara kita yang tengah diuji dengan kanker payudara melalui kotak donasi yang tersedia di toko-toko Wacoal sebagai bentuk kepedulian dan dukungan mereka di bulan kanker payudara ini.

“Breast Cancer Blogger Perempuan Movement, in Collaboration with Wacoal

Review Erha21 Acne Care Lab: Acne Cleanser Scrub Beta Plus (ACSBP) dan Acne Spot Gel

on
Rabu, 23 Oktober 2019
Fiiuuuhhh. Tarik nafas panjang dulu.

Beneran nggak pernah nyangka sih saya akan ada di tengah pusaran masalah jerawat sampai hari ini. Kirain ya, dulu tu jerawatan parah gitu gara-gara hormon kehamilan dan menyusui. Eh ternyata keterusan sampai sekarang, saat anak yang dulu di perut udah lari-lari dan udah nggak doyan ASI. Hiks.

Sebenernya jerawat saya udah nggak separah dulu sih. Tapi hampir selalu ada. terutama menjelang masa menstruasi. Dan jadi kayak lingkaran setan. Mau mens, jerawat muncul satu, lalu jerawat sembuh tapi meninggalkan bekas (soalnya saya jail banget hobinya pegang-pegang jerawat), bekas belum ilang, eh udah mau mens lagi, muncul jerawat lagi, dan otomatis nambah satu bekas jerawat baru.

Kan jadi pengen ambyar yaaakk 😭

Ohya, jerawat saya itu selalu dan selalu di bagian dahi dan dagu. Entah kenapa. Padahal berminyak pun enggak. kering banget pun juga enggak. Entahlah. 

Anyway, seminggu lalu saya memutuskan untuk mencoba produk dari Erha21. Saya nyobain dua produk yang dari varian Acne Care Lab, yaitu Acne Cleanser Scrub Beta Plus (ACSBP) dan Acne Spot Gel.



Nah, sekarang saya akan coba ceritain ke kalian satu per satu yaa.

Acne Cleanser Scrub Beta Plus (ACSBP)

Acne Cleanser Scrub Beta Plus ini merupakan sabun pembersih wajah untuk kulit berjerawat dan dapat mengurangi produksi minyak berlebih, membunuh bakteri penyebab jerawat serta mempercepat pengeringan jerawat. Terdapat butiran scrub bulat sempurna di dalamnya yang berfungsi membersihkan dan mengangkat sel kulit mati dan kotoran hingga ke pori-pori.

Ingredients:
Aqua, Saodium Laureth Sulfate, Myristic Acid, PEG-7 Slyceryl Cocoate, Glycerin, Palmitic ACid, Stearic Acid, SUlfur, CMC, PEG-400, Cocomide DEA, Triethanolamine, Salicylic Acid, Synthetic Wax, Caprylic/Capric Glycerise, Sodium Hydroxide, Fragrance, Propylene Glycol, Disodium EDTA, Xanthan Gum, Alumina, Acid Blue 9 Alumunium Lake C1 42-090, D&C Yellow No. 10 CI 47005, Iron Oxide Black CI 77499, Diazolidinyl Urea, Methylparaben, Propylparaben.

Dimulai dari kemasan. ACSBP ini dikemas dalam tube berwarna dasar putih, khas Erha. Di sana tertera berbagai info produk yang harus diketahui konsumen, seperti komposisi, tanggal expired, cara pakai, dll. Berat bersih dari ACSBP ini adalah 60 gram.

Acne cleanser scrub beta plus bertekstur cream agak encer berwarna kehijauan. Mengandung scrub yang nggak terlalu kasar. Jadi ketika dipakai rasanya tetep lembut di muka.



Aromanya? Seperti yang tertera di kemasannya yang mengandung sulfur, aromanya tu sulfur banget, Tapi tetep ada aroma harumnya. Untuk saya yang nggak terlalu rewel soal aroma sih oke-oke aja.

Awalnya saya agak takut Acne cleanser scrub beta plus ini akan bikin muka terasa kering dan seperti ditarik setelah dipakai. Soalnya saya paling nggak suka model sabun muka yang seperti itu. Tapi ternyata enggak lho, Alhamdulillah! Enggak bikin muka berasa ditarik.

Gimana hasilnya di muka saya?

Waktu pertama pake ini, wajah saya lagi mode darurat jerawat karna lagi kedatangan tamu. Di dahi ada sekitar 4 jerawat besar-besar nan menggemaskan. Di dagu ada tak terhitung jerawat kecil-kecil, dan satu jerawat besar. Parah lah pokoknya. Paraaahhh.

Hari ini, tepat seminggu saya pakai Acne cleanser scrub beta plus dari Erha21 Acne Care Lab, dan Alhamdulillah kondisi muka sudah membaik. Ada dua jerawat baru sih. Tapi itu saya jadi curiga, kayaknya ada produk lain yang memicu jerawat dan masih saya templokin ke muka.

Tapi hampir semua jerawat yang ada saat kali pertama saya pakai ACSBP ini, sudah sembuh.

Acne Spot Gel

Acne Care Lab Acne Spot Gel merupakan obat jerawat dari ERHA yang terbukti secara klinis menghilangkan jerawat dan noda hitam bekas jerawat sejak hari ketiga. Diformulasikan untuk mengurangi peradangan, mempercepat penyembuhan dan mencegah hiperpigmentasi pada spot jerawat aktif.

Ingredients:
Aqua, Sulfur, Propylene Glycol, Hydrogen Peroxide, Hydroxy-ethyl Acrylate/ Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Ethyl Alcohol, Salicylic Acid, Zinc Gluconate, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Sodium Hydroxide, Dipotassium Glycyrrhzate, Citric Acid, Disodium EDTA.

Berbeda dengan ACSBP yang tanpa memakai kotak, Acne spot gel dilengkapi dengan kotak karton. Dan segala info tentang produknya tertera dalam kotak karton tersebut.



Tekstur dari Acne Spot Gel ini berupa gel berwarna putih, yang tidak terlalu kental. Terasa ringan. Ada sedikiiitt aroma obat, tapi sama sekali nggak mengganggu karna baunya bener-bener tipis.



Klaim produk yang tertera dalam kotaknya adalah terbukti secara klinis sejak hari ketiga membantu mengurangi jerawat dan menyamarkan noda hitam.

Apakah di saya terbukti?

Yep, terbukti. Alhamdulillah!

Terutama soal menyamarkan bekas noda. Di awal artikel ini, saya udah cerita kan kalo saya ini hobi banget mencetin jerawat. Kebiasaan semacam itu bikin jerawat menyisakan bekas-bekas hitam di muka, so pasti.

 Nah, salah satu jerawat paling besar di dahi yang muncul saat awal saya memakai produk ini tuh sempat saya pencet sampai berdarah dan meninggalkan bekas hitam sekali, dan besar.

Yang nggak saya sangka, sekitar empat hari setelah saya oles Acne Spot Gel dari Erha21 ini, bekasnya udah jadi samar banget. Huhu, terharuuu.



Kelihatan kan di foto before-after, di bagian dahi, jerawat yang besar-besar udah mulai pada kempes dan sembuh. Di dagu jugaaa. Nah, kalo jerawat yang di atas bibir di foto after itu, jerawat baru. Hihi.

Kalau untuk jerawat yang masih aktif, acne spot gel ini bukan tipe yang langsung bikin jerawat langsung kering gitu sih. Tapi efektif bikin jerawat kempes, dan sembuh tanpa bekas kurang lebih dalam jangka waktu tiga hari. Sukaaa banget lah pokoknya sama Acne Spot Gel ini.

Kalian ada yang lagi bermasalah sama jerawat juga nggak sih? Udah cobain produk apa saja?

Kalo kalian pengen cobain Acne Care Lab-nya Erha21 juga, kalian bisa mendapatkan produk Erha Acne Facial Wash ACSBP dan Erha Acne Spot Gel ini tanpa resep dokter di seluruh Erha clinic di Indonesia atau di Erha Apothecary yang ada di Mall ataupun bisa juga secara online di Erhastore.co.id 😊

Tentang Kejamnya Komentar Netizen dan Isu Kesehatan Mental

on
Rabu, 16 Oktober 2019
Kalau dulu, lidah itu udah yang paling tajam. Sekarang, ternyata ada yang sama tajamnya. Bahkan kadang jauh lebih tajam.

Apa itu?

Oh, right. Jari tentu saja.

Dulu saya pernah nulis tentang lidah yang mampu menghancurkan hidup seseorang. Hari ini, kisah demi kisah kita dengar, tentang jari yang ternyata juga mampu menghancurkan hidup seseorang.


Jujur ya, saya tu salah satu orang yang bertanya-tanya, kenapa sih akhir-akhir ini isu kesehatan mental santer banget dikampanyekan? Sedarurat apa sih? Ada apa sih sebenernya?

Iya, sebut saja saya enggak peka.

Lalu pada suatu hari (kayak dongeng aja yak 😂), saya nonton vlognya Ussy Sulistyowati. Fyi, saya lagi suka nonton yutubnya keluarga Pratama itu.

Vlog yang saya tonton dua diantaranya adalah yang pas lagi ngobrol sama Heidy istrinya Sunan Kalijaga.



Dalam Vlog Ussy, Heidy Sunan mengungkapkan tentang koemntar-komentar pedas netizen tentang putrinya yang sempat membuatnya sangat sedih, dan memberikan dampak besar dan negatif pada putrinya.

"Hanya karna ketikan kalian itu, kalian nggak akan terbayang dampak apa yang akan terjadi dari ketikan tersebut" (Heidy Sunan).

Dari situ, saya makin ngeh. Oh, pantesan ya kesehatan mental sedang diangkat banget. Lha gimana, era sosmed ini kan hate speech bertebaran di mana-mana. Apalagi kalo public figure. Kayaknya udah jadi makanan sehari-hari mereka.

Nah, terus kemarin, GONG-nya, saya baca berita tentang salah satu public figure asal Korea yang bunuh diri, dan gara-garanya -- salah satunya -- adalah karna kesehatan mentalnya terganggu sejak jadi bulan-bulanan hujatan netizen.

Subhanallah 😭

Dulu saya pikir, dampak dari hate speech itu, paling dampaknya cuma bikin sakit hati. Ternyata enggak sesederhana itu.

Hate speech ternyata bisa banget mengoyak kesehatan mental seseorang :(

Iya juga sih. Dikomentarin, "kok sekarang jerawatan" sekali-dua kali aja udah bikin nelangsa dan hilang percaya diri. Apalagi kalo komentarnya  -- Subhanallah, kejem-kejem bangettt.

Jadi masuk akal banget kalo kampanye isu kesehatan mental bener-bener jadi fokus banyak orang sekarang ini. Lha gimana, dunia maya makin guanaasss. Huhu. Kalo emang belum semua orang sadar tentang betapa pentingnya kesehatan mental.

Kalo ngerasa sakit perut, kita akan enteng aja datang ke dokter. Tapi kalo kita insomnia gara-gara stress mikirin masalah, pasti nggak akan seenteng itu kita memutuskan datang ke psikolog atau psikiater, kan? Nah itu contoh kesadaran tentang kesehatan mental yang masih rendah.

Anyway, mereka para netizen yang hobinya komentar kejam, mungkin habis ngetik, terus udah, lupa dan bisa kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa. Tapi kebayang nggak sih, yang menjadi sasaran komentar kejam si netizen tersebut, mungkin menimbulkan dampak yang panjang dan nggak pernah kita pikirin sedetik pun.

Huhu, sedih banget yaaa. Beneran deh, kalo kita punya hati nurani, harusnya kita sedih kalo kita jadi penyebab atas kesedihan orang lain. Apalagi atas terganggunya kesehatan mental orang lain.

Artis tu juga manusia lho. Pejabat juga manusia. Sama seperti kita. Bisa sedih, bisa terpukul, bisa marah. Coba dong sebelum nulis komentar tuh dibayangin dulu, 'kalo aku yang dikomentarin gini gimana ya rasanya?'

Terus, kebayang nggak sih, pas di hari perhitungan nanti, kita tiba-tiba dituntut sama Allah atas kesalahan yang bisa jadi sama sekali kita udah lupa karna melakukannya nggak pakai mikir. Kan kadang kalo habis komentar atau ngetik apapun di sosmed, kita langsung lupa gitu aja kan?

Itu kita bakal kayak apa kagetnya nanti di akhirat? 😭

Kebebasan berekspresi di sosial media itu tetap dibatasi sama banyak hal, seharusnya. Terutama, dibatasi oleh rasa kemanusiaan kita.

Mari jadi manusia yang memanusiakan manusia :)

Pengalaman Berinvestasi Reksadana Melalui Tokopedia

on
Selasa, 01 Oktober 2019
Sejak ada jouska.id, siapa sih yang nggak kenal reksadana?

Termasuk saya. Reksadana termasuk hal baru bagi saya sejak sekitar dua tahun lalu. Tapi, setahun ini, reksadana seperti menggaung di mana-mana. Banyak orang yang ngomongin soal salah satu instrumen investasi tersebut.

Dulu, satu-satunya yang saya tau itu ya menabung. Saat kenal istilah investasi pun, saya kira tabungan merupakan salah satu bentuk investasi selain tanah, rumah, dan emas. Ternyata, bukan. Investasi dan tabungan itu sama sekali nggak sama.

Lalu beberapa tahun belakangan ini, investasi dalam bentuk reksadana semakin dikenal. Konon, reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang paling ramah untuk orang-orang dengan pengetahuan terbatas, terutama soal pasar modal. Yah, kayak saya ini lah contohnya.

Tapi, meski sudah cukup sering mantengin soal reksadana, tetap aja belum membuat saya berani untuk mulai berinvestasi dalam bentuk reksadana. Tertarik. Tapi masih maju-mundur terus. Masih merasa harus nambah pengetahuan lagi dulu terus.

Sampai akhirnya, pada suatu siang, tema obrolan di grup Emak-Emak Blogger adalah tentang investasi. Lalu salah satu emak bercerita bahwa ia sering 'iseng' investasi emas dan reksadana melalui Tokopedia. Saya langsung amaze dong. wah, bisa ya ternyata?

Saya termasuk juarang banget makai Tokopedia sebagai sarana berbelanja online. Jadi ya jarang buka juga. Tapi sejak obrolan siang itu, langsung deh saya kulik-kulik Tokopedia.

Dan gak tau kenapa, tanpa pikir panjang saya apply permohonan untuk bisa berinvestasi reksadana di Tokopedia. Biasa sih, isi identitas lengkap, lalu foto KTP. Permohonan diproses kurang-lebih dalam waktu dua hari.

Setelah diapprove, gak pake lama saya langsung nyoba berinvestasi reksadana melalui Tokopedia. Tapi namanya nyoba, ya nominalnya kecil dulu dong, hihi. Cuma biar gak penasaran aja.

Tokopedia ternyata bekerjasama dengan bareksa sebagai pihak agen penjual reksadananya. Sedangkan pilihan produk reksadananya, Tokopedia hanya menyediakan 2 pilihan, yaitu: Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra dan Syailendra Dana Kas. Keduanya merupakan reksadana pasar uang.


Kalian yang bener-bener belum ngeh soal reksadana, pasti agak bingung, apa sih itu reksadana pasar uang? Jadi, reksadana itu ada 4 jenis. Yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham. Untuk keterangan deskripsi dari masing-masing reksadana, silakan googling yaa. Hihi.

Sebenernya, sebelum memilih mau beli reksadana jenis yang mana, kita harus tau dulu tuh profil resiko kita. Apakah kita tipe orang yang beraninya sama resiko rendah, sedang atau tinggi. Karna masing-masing jenis reksadana di atas punya tingkat resiko masing-masing.

Tapi berhubung di Tokopedia hanya ada reksadana pasar uang, dan niat saya masih sekedar coba-coba, yaudah saya ambil aja langsung yang Mandiri Pasar Uang Syariah. Kekurangannya, di Tokopedia ini keterangan produk reksadananya kurang lengkap. Nggak ada prospektusnya, nggak ada keterangan Bank Kustodiannya siapa (meskipun kalo yang Mandiri Pasar Uang mah jelas bank kustodiannya Bank Mandiri. Tapi gak dicantumkan keterangannya). Lalu nggak ada keterangan tentang alokasi asetnya bakal ditaruh mana, dll.



Ohya, kelebihan dari investasi reksadana melalui Tokopedia ini adalah bisa dimulai dengan nominal yang sangat ringan. Yaitu, sepuluh ribu rupiah. Wah, itu sih anak SMA juga bisa ya.

Nah, pada pembelian pertama, saya beli reksadana sebesar lima puluh ribu rupiah. Pembelian diproses sekitar dua hari bursa kalo gak salah. Sebagai pemula, saya sering banget tuh intip-intip. Tiap hari saya intipin. Penasaran, investasi saya tumbuh jadi berapa yaaa hari ini, gitu. Hehe.

Dan wow, saya seneng karna tiap hari, pasti ada penambahan. Ya jangan bayangin akan banyak ya, lha wong investasinya aja lima puluh rebu rupiah, masa mau untung banyak. Wkwkwk.

Terus saya semangat dong. Nambah lagi sepuluh ribu rupiah. nambah lagi delapan puluh ribu rupiah. Tapi belum beli lagi sampai sekarang, karna saya sedang mencoba investasi reksadana di marketplace sebelah yang pilihan produknya jauh lebih banyak. Nanti saya review di blog juga deh ya, Insya Allah.

Nah, ada yang penasaran uang delapan puluh ribu rupiah saya sekarang jadi berapa dalam waktu kurang dari sebulan?

Nih saya kasih lihat.

Dapet 300 rupiah. Mayan yaaa buat beli permen =D
Kesan saya selama sebulan investasi reksadana di Tokopedia ini, puas banget sih. Menurut saya ini recomended banget untuk orang-orang yang nggak punya waktu untuk datang langsung ke Bank Kustodian urus pembukaan rekening dll. Dan lebih user-friendly dibanding jika beli langsung melalui agen penjual reksadana online macam bareksa.

Kira-kira, tertarik nggak kalian investasi reksadana lewat markeplace gini?

Cara Memilih dan Manfaat Keju Cheddar

on
Kamis, 26 September 2019
credit: Pixabay

Keju cheddar merupakan keju yang paling sering digunakan untuk memasak. keju ini berasal dari Inggris. Tekstur keju keras dan berwarna kuning pucat, keju ini dikenal karena sangat mudah diolah untuk berbagai jenis makanan terutama untuk pembuatan kue. Rasa yang diberikan cukup kuat karena memiliki susu yang rendah lemak dan rendah laktosa. Untuk mengolah keju dengan menyimpannya di kulkas menggunakan wadah tertutup. Keju dapat diparut dengan memanjang untuk topping dan dipotong seperti daun sebagai bahan isian kue dan nasi goreng.

Berikut adalah cara memilih keju cheddar diantaranya:
 
•    Sebaiknya memilih sesuai dengan area tempat keju dimana diproduksi karena memiliki rasa autentik, negara yang memproduksinya adalah Australia, Amerika Serikat dan Jepang.

•    Tentukan tingkat kematangan yang diinginkan dengan kategori mild dengan tingkat keasaman dan rasa lembut, kategori medium dan sharp dengan tingkat keasaman serta rasa yang jauh lebih kuat dan kategori extra yang lebih matang karena dibuat selama lebih dari satu tahun dibandingkan dengan kategori lainnya.

•    Cheddar merah atau biasanya berwarna orange yang diambil dari tanaman dengan mengonsumsinya sebagai dressing salad dan menjadi penghias saji.

•    Cheddar putih untuk pilihan tanpa warna dengan rasa yang sama.

•    Membeli keju sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan, biasanya harga ditentukan oleh berat keju.
 
Manfaat keju jenis ini adalah memiliki kandungan serat dan protein karena terdiri atas lemak, fosfor dan lemak. Memiliki kandungan 20% untuk kebutuhan kalsium dan kebutuhan fosfor 14% yang dibutuhkan oleh tubuh, serta 6% untuk riboflavin dengan vitamin B2 dan vitamin B12 4%. Keju ini dapat menstimulasi air liur yang dapat mencegah terjadinya karies pada gigi.

Keju cheddar dapat mencegah terjadinya kanker hati karena mengandung spermidine dan mencegah fibriosis hari dan karsinoma hepatoselular. Setiap potongan kejunya akan menjaga kekebalan tubuh dan mencegah kerusakan imun dikarenakan pertambahan umur. Olahan susu yang terdapat pada keju akan menekan tekanan darah dan menjaga kadar lemak pada tubuh. Keju dan coklat batangan bisa dibeli pada Tokowahab yang dapat dikirim melalui kurir pengiriman umum atau melalui pengiriman yang lebih cepat.

Disamain Sama Orang Lain

on
Selasa, 10 September 2019
Kemarin, salah satu teman blogger membagi gosip pada saya. Iya, sekarang saya payah banget soal ngikutin berita. Sering banget kudet.

Nah, si teman ini cerita tentang seorang public figur, yang habis mencak-mencak gara-gara nama anaknya disamain alias dipakai oleh orang lain untuk nama anaknya. Yang mana, katanya nama tersebut merupakan nama yang si artis buat sendiri, murni dari pemikirannya sendiri, nggak cari-cari dari buku manapun, dll.

Ini jadi heboh gara-gara si artis komen langsung di salah satu foto si anak yang namanya sama dengan nama anak si artis itu. Gak cuma komen di salah satu foto, bahkan si artis kirim DM panjaaaaang banget ke ortu si anak. Secara blak-blakan menunjukkan kemarahan karna nama anaknya dijiplak, plek setulisan-tulisannya. Bahkan sampe bilang 'anakmu gak pantas pakai nama ini', gitu. Ahihihi.



Btw, ada yang belum tau soal gosip ini juga sebelum baca tulisan saya ini? Atau saya doang yang kemarin ketinggalan? Haha.

Pas pertama kali tau soal kasus ini, saya melongo sih. Antara geli, lucu, heran, dll. Soalnya kayaknya belum pernah ada kasus kayak gini ya sebelumnya?

Nama anak artis disamain bukannya udah hal yang sangat sering terjadi? Bahkan biasanya sebuah nama akan jadi nama yang sangat pasaran saat ada artis yang makai nama tersebut untuk anaknya.

Tapi sebenernya, saya ngerti banget sih perasaan si mbak artis. Saya mungkin juga salah satu orang yang kurang suka kalo ada orang lain yang nyama-nyamain apa-apa tentang kita.

Waktu kecil, saya pernah dibikinin baju sama ibu. Eh terus ada teman yang bikin baju dengan model yang sama. Sayanya ngambek nggak mau pake baju itu. Haha. Pun sebaliknya. Misal saya pengeeennn banget gamis warna A karna lagi hits. Terus tiba-tiba orang-orang di lingkungan saya udah ada yang makai. Saya seringnya lebih milih untuk nggak jadi beli aja, karna nggak mau banget dikira nyama-nyamain.

Pun tentang nama anak. Saya nggak sekreatif itu untuk bikin nama anak yang nggak ada yang nyamain di dunia ini sih. Tapi saya emang bertekad untuk ngasih nama anak saya dengan nama yang setidaknya nggak pasaran banget. Makanya saya menghindari nama-nama yang ada di hasil pencarian "daftar nama anak laki-laki" dll di google, nama anak yang udah dipakai sama artis, dan nama tokoh-tokoh. Karna fix deh, pasti udah banyak banget yang pakai.

Tapi ya tetep aja bukan berarti nama si Faza nggak ada yang nyamain. Dan saya akui, kalo ketemu anak yang namanya sama dengan si Faza, ada sedikit perasaan nggak nyaman. 'Ih, kok namanya sama sih, 'Mafaza''. Tapi yaudah. Lha wong nama itu dari Al-Qur'an, emang bisa saya larang orang lain untuk pakai?

Point dari cerita saya di atas adalah, memang ada kok orang yang nggak nyaman banget kalo disamain sama orang lain. Iya, kan?

Makanya, saya bisa ngerti sikap si mbak artis itu. Dia pasti geraaaam bangetttt, karna udah berusaha banget bikin nama anaknya beda, eeehh malah ada yang nyamain, plek-ketiplek pula 😂 Jelaslah mencak-mencak.

Jadi, menurut saya nggak adil kalo netijen langsung semena-mena ngejudge negatif banget si mbak artis, tanpa mempertimbangkan perasaan si mbak artis. Hmmm. Tapi netijen julid sih emang pernah pake pertimbangan perasaan? 😅

Tapi di sisi lain, ya emang sih si mbak artis agak berlebihan. Bukan soal ketidaksukaannya ada yang nyamain nama anaknya. Tapi, heii... si mbak apa lupa kalo belionya seorang public figure? Yang mana, saat dia melakukan tindakan seperti itu, haqqul yaqin pasti akan jadi viral. Apalagi sampai ngatain 'anakmu gak pantes pakai nama itu'. Hmmm.


Kecuali emang sengaja pengen viral sih ya apa boleh buat. Hahaha.

Dan apa mbaknya nggak tau, bahwa nama anak artis itu salah satu rujukan banyak orangtua dalam memberi nama untuk anaknya? Kalo misal emang dari awal nggak pengen nama anaknya ditiru, ya nggak usah dong dipublish nama si anak. Kan bisa pake inisial aja, misalnya. Atau pake nama julukan aja. Kan ada juga ya yang kayak gitu? Yang saya tau Blogger sih ada, kalo artis saya kurang tau. Ada gak sih?

Atau kenapa gak dari awal daftarin hak paten nama anaknya itu. Ahihi. Eh, bisa nggak sih nama orang dihak patenkan? 😂

Yah, gitulah. Jadi postingan ini memang bukan postingan berfaedah sih. Cuma pengen ngoceh receh aja 😅

Kalian termasuk yang cuek aja kalo ada yang nyamain kalian, atau sebel juga kayak saya?

Cara Mengatur Uang Gaji Untuk Pengeluaran Bulanan

on
Selasa, 03 September 2019
Saya seriiiing sekali heran. Dulu, sebelum punya anak, dengan nominal gaji saya dan suami yang katakan saja nggak jauh beda dengan saat ini, kok besarnya pengeluaran kami gak jauh beda ya? nabungnya juga segitu-segitu aja. Padahal pos pengeluarannya, jelas jauh lebih banyak sekarang -- setelah punya anak.

Dulu gak harus mikir bayar Budhe yang jaga Faza selama saya kerja. Gak mikir beli susu, pampers dan segala macam juga. Harusnya bisa nabung jauuhh lebih banyak dibanding sekarang dong? Tapi kok kenyataannya gak gitu?

Setelah berkelana mencari petunjuk *halah*, akhirnya saya menemukan jawabannya.

Apa sebabnya? Ya, yang pertama saya harus tau dulu apa penyebabnya, biar bisa mencari solusi yang paling tepat.

Sebabnya adalah: karna pengeluaran bulanan kami NGGAK DIATUR. Ngalir aja, tanpa punya patokan dan arah yang jelas. Semrawut.

Iya sih, dulu hampir tiap hari kami makan siang dan makan malam jajan mewah (mewah untuk ukuran kami lho ya, wkwkwk). Budget buat jajan kami dulu sebulan, mungkin bisa dipake buat makan dua bulan kalo sekarang.

Nah, jadi apa solusinya?

Kalo dulu semrawut karna gak diatur, ya solusinya jelas, berarti HARUS DIATUR.


Cara Mengatur Uang Gaji Untuk Pengeluaran Bulanan

Gaji cuma segini, gimana ngaturnya sih?

Ada yang merasa seperti itu? Bahwa kalo gaji pas-pasan itu ya nggak perlu diatur, toh akan habis juga.

Selama ini mindset saya juga seperti itu. Ternyata, mindset itu salah. Justru karna gaji pas-pasan itulah maka harus diatur, biar penggunaannya tepat guna.

Tapi saya sempat bingung, gimana ngaturnya ya? Mulainya dari mana? Nominal yang harus dialokasikan per-pos pengeluaran berapa idealnya? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Alhamdulillah, saat iseng scroll Bestseller Books di Gramedia Digital, saya nemuin buku yang menarik hati saya. Judulnya:10 langkah Menjadi Financial Planner Untuk Diri Sendiri, yang ditulis oleh Lutfi Trisandi Rizki, SE, MM, RFA, CFP, QWP, AEPP & Iin Susanto.

Yang bikin saya suka dari buku ini, karna saya merasa seperti mendapat pencerahan tentang bagaimana cara mengatur pengeluaran bulanan tanpa harus menyewa financial planner. Hehe.

Selain menjelaskan dengan gamblang tentang masing-masing pos yang harus ada di pengeluaran bulanan, penulis juga menjelaskan berapa persentase ideal untuk masing-masing pos.

Nah, ini nih yang saya cari-cari! Kalian mau tau juga? Cuss saya kutipkan dari buku tersebut di atas yaaa:

1. Kebutuhan rumah tangga (termasuk uang kos/kontrak rumah, dll): 25%
2. Transportasi: 10%
3. Makan: 15%
4. Kebutuhan pribadi (termasuk pakaian): 10%
5. Dana darurat: 5%
6. Asuransi: 10%
7. Investasi: 5%
8. Tabungan: 5%
9. Kredit: 10%
10. Hiburan: 5%

Nah, bulan ini saya mulai nyoba untuk mengatur uang gaji dengan persentase di atas, Gak persis plek sih. Contohnya bagian asuransi. Berhubunga saya gak ada niatan pake asuransi, maka pos asuransi saya alokasikan untuk yang lain.

Apakah efektif setelah melakukan pengaturan seperti di atas? Ya belum kerasa lah, wong baru bulan pertama. Hehe.

Tapi yang jelas, saya jadi mereka lebih 'terkendali'. Saya biasanya boros banget di bagian makan. Jajaaaaan terus. Begitu udah di bagi-bagi dengan persentase di atas, saya jadi punya patokan, berapa sih anggaran buat makan selama sebulan, lalu dibagi jadi per minggu, lalu dibagi lagi jadi per hari. Jadi saya bisa tau, untuk hari ini masih ada anggaran jajan gak emangnya? Kalo udah melebihi limit ya ditahan.

Apa gak jadi tersiksa kalo diatur kayak gitu?

Ya balik lagi ke goals kita sih. Kalo kitanya emang pengen banget uang gaji jadi lebih teratur penggunaannya, Insya Allah gak akan tersiksa. Mungkin butuh penyesuaian saja. Doakan saya istiqomah ya!

Ohya, yang dimaksud dana darurat tuh ternyata bukan dana yang bisa kita gunakan sewaktu-waktu lho. Misal, duh pulsa habis, tapi posnya udah gak ada nih. Yaudah ambil dulu deh dari dana darurat. Bukan gitu ternyata. Hihi.

Kapan-kapan saya akan nulis tentang dana darurat yaa. Semoga inget. Aamiin.

Selamat mengatur uang gaji 😀

Cerita Idul Adha

on
Senin, 12 Agustus 2019
Idul Adha ini saya lewati di kampung halaman, setelah dua kali idul adha saya lewati di kota kelahiran suami. Seneng banget. Pertama karena, ya pokoknya seneng aja kalo pas di rumah. Bisa melepas kangen sama keluarga tercinta.

Seneng keduanya, karena melihat kesadaran untuk ber-qurban di desa saya ternyata sudah sangat bagus. Jauh banget jika dibanding dengan 4 tahunan lalu ke belakang.




Saya takjub sih, jujur aja. Masyaa Allah. Dulu tuh di desa saya yang qurban bisa dihitung pake jari sebelah tangan, itupun gak semua terpakai. Seringnya disembelih sendiri oleh yang berqurban. Jadi masjid tu habis sholat idul adha, yaudah sepi kayak gak ada apa-apa. Jangan tanya ada panitia qurban gak. Ya jelas gak ada dong.

Nah, 3 tahun belakangan ini, masjid mulai ada panitia qurban bersama gitu. Gabungan dari beberapa masjid dan beberapa RT sih kalo gak salah. Dan jumlahnya pun gak tanggung-tanggung. Tahun ini, hewan qurbannya terdiri dari 1 ekor sapi, dan 28 ekor kambing. WOW!

Apa karna tingkat perekonomian di desa saya meningkat pesat? Emm, kalo secara kasat mata sih kayaknya enggak ya. Masih gitu-gitu aja kok kayaknya.

Menurut saya sih lebih ke kesadarannya yang sudah mulai tumbuh. Kesadaran bahwa qurban itu ibadah yang sangat dianjurkan jika kita mampu. Jadi kalo harga kambing 3 juta, terus kita punya tabungan 3,5 juta, itu ya artinya mampu. Jadi enggak harus nunggu kita kaya berlimpah-ruah dulu, baru qurban.

Dulu, ada 1 orang yang semua orang di desa kami tau beliau lebih dari mampu juga seingat saya enggak qurban. Balik lagi, karna dulu kesadarannya belum ada. Makanya, Masyaa Allah, seneng banget lihat kesadaran masyarakat desa saya udah bagus banget untuk berqurban.

Nah, kalo itu cerita idul adha dari desa tercinta saya. Lalu gimana cerita idul adha di tempat tinggal saya saat ini?

Antara senang dan sedih sih. Senangnya karna sejak pertama kali datang, kesadaran untuk berqurbannya memang sudah bagus. Mungkin dari latar belakang pendidikan juga emang jauh lebih bagus sih ya.

Cumaaa, sedihnya, banyaknya hewan qurban di lingkungan kami, bisa dibilang gak terdistribusi secara merata. Distribusinya ya ke lingkungan-lingkungan situ aja. Tempat tinggal saya biasanya dapat pembagian dari dua masjid -- yang memang dua-duanya dekat dengan rumah, dan dua-duanya hewan qurbannya banyak.

Apa akibatnya? Ada penumpukan hewan qurban di rumah-rumah tertentu. Banyak yang sampe freezer kulkasnya aja gak muat buat nampung semua daging yang didapat. Padahal kalo mau dilihat lebih luas, masih banyaaaakkk banget daerah yang belum tersentuh hewan qurban.

Daerah-daerah macam desa saya beberapa tahun lalu. Yang entah karna kesadarannya belum bagus, atau karna kemampuan ekonominya yang di bawah rata-rata hingga gak mampu berqurban. Beneran, masih banyak bangettt daerah yang kayak gitu. Hiks.

Dua tahun ini, saya dan mas suami memutuskan untuk berqurban melalui Lembaga Amil Zakat yang memfasilitasi orang-orang yang ingin berqurban. Kami pasrahkan kepada mereka untuk didistribusikan ke daerah yang minim hewan qurban.

Dan tau gak, tahun lalu, hewan qurban kami menjadi satu-satunya hewan qurban di sebuah desa. Padahal hewan qurban kami keciiilll 😢 Sediiihh, entah cukup dibagi ke berapa orang doang. Semoga kita dimampukan untuk qurban dengan hewab qurban yang jauh lebih baik di tahun-tahun berikutnya. Aamiin.

Pesan moralnya buat saya pribadi, kalaupun kita tinggal di daerah yang hewan qurbannya berkelimpahan, alangkah jauh lebih baik kita ambil secukupnya, lalu berikan selebihnya ke yang jauh lebih membutuhkan. Ke orang-orang yang sekiranya bukan idul adha, rasanya kesulitan saat ingin makan daging.

Bukankah hikmah idul adha adalah agar kita menyembelih nafsu kepemilikan kita terhadap hal-hal duniawi? Apa kabar hikmah itu, jika kita justru menampung sebanyak mungkin daging saat idul adha tiba?

Sekian cerita idul adha saya. Wallahu a'lam bishawwab.

Kalau daerah kalian termasuk yang mana? Yang minim hewan qurban, atau malah yang hewan qurbannya numpuk-numpuk?

Pengalaman Pertama Memakai Jasa Go-Clean

on
Jumat, 19 Juli 2019
Dua minggu yang lalu, ibu mertua saya ngeluh. Kamar mandinya sudah kotor banget, menurut beliau. Kalo menurut saya mah bersiiihh. Ahahaha.

Standar bersihnya saya dan bumer memang njomplang parah sih.

Kotor yang dimaksud bumer itu semacam keramik yang udah ada noda-noda kuningnya gitu lho. Beliau gatel banget lihatnya, tapi sedang tidak ada tenaga untuk bersih-bersih sendiri. Biasanya sih semua juga dilibas sendiri sama beliaunya. Saya? Ongkang-ongkang kaki. Haha. Mantu gak tau diri!

Nah, terus bumer bilang ke saya, minta tolong untuk dipesankan Go-Clean.

Saya gercep baca-baca review para blogger dulu dong tentang pengalaman menggunakan jasa Go-Clean. Seperti biasa.

Dari situ saya jadi tau, ada pilihan waktu yang ingin kita pesan. 1 jam, 2 jam, atau lebih. Tergantung ruang apa saja yang ingin kita bersihkan. Jam berapa petugas kita minta datang juga ada opsinya. Dan kita harus melakukan minimal 1 jam dari waktu yang kita inginkan.


Selain itu, kita juga diberi pilihan, nanti petugas Go-Cleannya cewek apa cowok, terus mau sekalian bawa alatnya (with tools) atau enggak. Total biayanya akan ditentukan berdasarkan lamanya waktu yang kita inginkan dan apakah kita menyiapkan sendiri peralatan bersih-bersihnya, atau meminta petugas Go-Cleannya untuk membawa peralatan.



Singkat cerita, setelah bumer menentukan jadwal, saya pesenin deh.

Saat itu saya pesan agar yang datang petugas perempuan, untuk jangka waktu 2 jam, dengan membawa peralatan dari sana. Dengan kriteria itu, biaya yang dikenakan sebesar 75.000.

Setelah pesan, nggak lama kemudian petugas Go Clean-nya telfon tanya alamat detail. Datangnya tepat waktu sih, sesuai jam yang saya pesan.

Lalu gimana kinerjanya?

Ini relatif ya. Bagi saya yang standar kebersihannya gak tinggi-tinggi banget, menurut saya udah bersih banget. Tapi kalau menurut ibu mertua saya yang perfeksionis soal bersih-bersih, masih kuraaaang.

Yang bikin saya agak kecewa adalah, si ibu petugas terkesan terburu-buru. Karna apa? Di depan ditungguin suaminya, Zzzzzz -_- Ya gimana sih rasanya kerja dan tau kalo di depan ada yang nungguin gitu?!

Saya pesan untuk 2 jam kan ya. Tapi baru 1 jam 45 menit ibunya sudah pamit minta pulang. Hmmm.

Ibu mertua saya langsung pesen, jangan dikasih bintang 5 ya. Hehehehe.

Tapi bagi saya pribadi, Go Clean beneran jadi solusi untuk orang-orang yang nggak punya waktu atau orang-orang males seperti saya, tapi nggak punya pembantu. Bener-bener ya jaman ini tu, semuanya serba mudah.

Gimana pengalaman kalian memakai jasa Go-Clean selama ini? Kecewa? Puas?

5 Hal Yang Saya Pelajari Dari Berjualan

on
Jumat, 21 Juni 2019
 Jadi ceritanya, saya lagi semangat-semangatnya merintis bisnis alias belajar berjualan. Itu alasan utama kenapa sekarang blog jadi terbengkalai banget 😭 Memang harus selalu ada yang diprioritaskan dan dikorbankan ya.

Ini nih toko online saya. Monggo mampir yaaa buibuk :)

Belajar berjualan sebenernya gak baru sekarang ya. Dulu udah pernah juga, nyoba-nyoba belajar jualan jilbab dan madu. Tapi mandeg. Karna memang masih setengah hati banget. Kayak gak ada feel-nya gitu.

Setelah merasa gak pengen lanjut jualan jilbab dan madu, saya sempet mikir lumayan lama. Masih pengen jualan lagi, tapi mau mikirin bener-bener mau jualan apa. Yang beneran saya suka terjun di bidang itu.

Lalu suatu ketika, seperti mendapat petunjuk dari Yang Maha Kuasa, taraaa... saya kepikiran untuk -- Bismillah -- jualan baju anak. Tepat di awal tahun 2019.

Kenapa akhirnya milih jualan baju anak? Pertimbangan saya ada dua. Pertama, sebagai ibu saya cenderung sayang kalau bebelian buat diri sendiri. Tapi kalo buat anak mah hayuk aja ada barang bagus dikit langsung diangkut. Nah, kemungkinan besar ibu-ibu lain juga gitu kan ya? Bukankah ini potensi market yang potensial sekali? Hehe.

Kedua, anak-anak kan tumbuhnya cepet banget ya. Baju baru dipake berpa kali, eh udah kekecilan. Artinya, mereka akan jauh lebih sering butuh baju baru buat ganti. Bukan seperti kita orang dewasa yang beli baju nunggu moment tertentu.

Kali ini, niat saya juga jauh lebih bulat dibanding saat jualan jilbab. Dulu waktu jualan jilbab dan madu sih full dropship ya. Jadi gak ada stok di rumah. Kalo ada yg pesen, baru deh diambilin. Jadi bisa dibilang tanpa resiko.

Tapi justru karna tanpa resiko itu semangatnya pun jadi makin angot-angotan. Males, yaudah. Gak ada tanggungan.

Nah, kalo kali ini dikit-dikit saya mulai nyetok di rumah. Mulai punya reseller juga. Hehe. Nah, tiap semangat down, pasti gak akan lama karna lihat setumpuk stok yang gimana caranya mau gak mau harus terjual.

Di luar hal-hal teknis di atas, saya juga belajar banyak hal dari aktivitas berjualan dan merintis bisnis ini. Hal-hal yang mungkin udah lama saya tau teorinya, tapi beneran jadi makin 'ngeh' ketika mulai berjualan.

Apa aja tuh? Yuk mari saya ceritain :)

1. Tawakal

 Saya pernah baca tweet dari seorang pengusaha. Katanya, berbisnis itu bisa bikin kita makin dekat sama Allah.

Ternyata iya juga. Bisnis membuat saya semakin merasa butuh bergantung hanya sama Allah. Tawakal. Setelah berbagai usaha dan manuver dilakukan, ya finishingnya tawakal.

Mau promo kayak apa, yang menggerakkan hati orang untuk beli dagangan kita kan ya Allah.

2. Optimis

 Ini yang mahal dan berharga banget yang saya pelajari dari berjualan. Saya orangnya sering banget pesimis. Waktu memutuskan untuk berani nyetok barang di rumah juga ambil keputusannya lamaaaa banget. Karna saya pesimis. Nanti kalo gak laku gimana, dll.

Tapi Bismillah. Katanya, kalo gak yakin bakal laris, ya udah gak usah jualan aja. Harus optimis. Yaudah akhirnya membulatkan tekad dan terus memupuk keyakinan. Harus optimis.

3. No PHP

Pernah gak checkout di Shopee, tapi gak kunjung transfer sampe akhirnya expired?

Atau tanya-tanya ke seller sebuah olshop, terus habis itu gak ngabari lagi jadi mau beli atau gak?

Singkat kata, PHP. Hihi.

Saya pernah. Jujur.

Dan saya baru tau, ternyata yang kayak gitu tuh nyakitin ya. Saya tau setelah merasakan sendiri.

Sejak berjualan, saya jadi berikrar pada diri sendiri untuk gak akan PHP-in orang lagi. Kalo mau beli ya beli. Enggak ya enggak. Bilang yang jelas.

4. Sabar

Saya tu paling gak suka ngadepin orang banyak sebenernya. Karna respon dan sikapnya kan pasti macem-macem banget ya. Huhu.

Tapi kalo berjualan ya mau gak mau harus siap ngadepin berbagai macam karakter. Yang mana butuh sabar. Harus sabar.

Ada yang nanya terus-terusan kapan barang datang. Ada yang kalo mau beli tanyanya detaiiillll banget gak selesai-selesai. Dll. Harus sabar pokoknya.

5. Memudahkan Urusan Orang Lain

Salah satu tantangan utama jadi pedagang online tuh harus siap ditanya-tanya panjang lebar tentang spesifikasi barang. Maklum, karna calon buyer kan gak lihat langsung barangnya, jadi mereka berusaha meyakinkan diri dengan cara tanya selengkap mungkin.

Saya juga dulu gitu. Dan memang gak salah.

Tapi sekarang saya gak mau lagi deh jadi customer yang terlalu riwil. Gak mau nyusahin orang. Berusaha untuk memudahkan urusan orang lain, apalagi kalo sama-sama pedagang. Karna tau rasanya kalo ada customer yang riwil bin ribet tu nyeseknya kayak apa.

Kalau mau dijabarin lengkap sih banyak banget yaa. Tapi sementara 5 dulu deh. Hehe.

Ohya, kalo butuh baju anak, atau mau ikutan jualan baju anak, boleh banget lhooo colek-colek saya, hehe.

Atau silakan mampir ke IG jualan saya: @mafaza.babyshop

Doakan saya istiqomah membangun usaha ini yaaa :)

#Ramadhan: Shade Favorit Wardah Exclusif Matte Lip Cream

on
Senin, 20 Mei 2019
Pertama kali kenal sama yang namanya lip cream, ya sama Wardah Exclusif Matte Lip Cream ini.

Dan lip cream wardah ini pula yang bikin saya akhirnya tergila-gila sama lip cream. Gak pernah beli lipstik lagi. Belinya selalu lip cream. Satu belum habis, pasti udah tergoda beli lagi. Gitu aja terus, sampe akhirnya saya punya lebih dari 5 lip cream. Sesuatu yang gak pernah saya sangka akan terjadi. Hehehe.

Koleksi lip cream saya gak semua dari wardah sih. Cumaaa, yang paling banyak ya Exclusif Matte Lip Creamnya Wardah. Kenapa? Love banget sama pilihan shadenya!



Banyaaakk, dan aduh bagus-bagus banget menurut saya. Harganya terjangkau pula kan. Makin-makin deh lovenya!

Setelah dua tahun lebih pakai exclusif matte lip cream wardah, saya sudah punya shade terfavorit yang kayaknya akan selalu re-purchase.

1. Mauve On (09)

2. Pinky Plumise (15)

Sedangkan shade yang belum kesampaian saya beli tapi masuk wishlist saya adalah:

1. Fruit Punch (13)

2. My Honey Bee (14)

Satu hal yang saya pelajari setelah dua tahun menjadi penggemar lip cream (sebelumnya mah pake lipstik pun jarang banget).



Bahwa ternyata, memilih shade sebuah lipstik atau lip cream itu gak bisa asal. Gak bisa sekedar lihat pilihan warnanya, terus pilih yang menurut kita bagus. Karna shade yang bagus, belum tentu cocok ketika kita pake.

Makanya kadang kalo beli di counter terus kita nyobanya Cuma dengan cara dioles ke punggung tangan, sampe rumah suka kecewa kan. Lhooo, kok gini. Perasaan tadi bagus, kok ternyata jelek. Gitu kan ya?

Beneran ini saya baru tau banget. Gara-gara beberapa bulan lalu sempet sok-sok beli shade yang nude gitu. Setelah dipake eh ternyata sama sekali gak cocok di muka saya. Karna kesannya bikin uka saya jadi terlihat kusam gitu. Terus beberapa teman komentar, kamu sakit apa gimana kok pucat gitu? Haha.

Nah makanya sama shade lip cream wardah di atas itu saya selalu re-purchase, karna udah merasa cocok banget di muka saya ketika dipakai.

Kalian apa shade favoritnya??

#Ramadhan : Penyebab Bau Mulut Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

on
Rabu, 15 Mei 2019
Sudah jadi rahasia umum ya kalo saat sedang berpuasa, kita sering dilanda permasalahan tentang bau mulut. Iya sih kayaknya sepele. Tapi bisa bikin kepercayaan diri bener-bener anjlok seanjlok-anjloknya lho.


Rasulullah bersabda, "sungguh, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi" (HR. Muslim)
Tapi bukan berarti kita gak perlu mencari solusi atas permasalhan bau mulut saat kita sedang berpuasa lho ya.

Terus gimana dong? Kan gak mungkin juga kita sekaligus puasa bicara juga selama ramadhan. Hehe. Bisa pada bingung nanti orang-orang di sekitar kita.

Maka dari itu, kita harus mencari solusi atas permasalahan tersebut. Dan sebelum mencari solusi, alangkah baiknya kita mencari tau, apa saja sih penyebab bau mulut saat puasa.

Penyebabnya antara lain adalah kondisi dari rongga mulut kita. Di antaranya adalah:

1. Masih ada sisa makanan yang tidak terjangkau saat kita sikat gigi

2. Adanya gigi yang rusak

3. Adanya karang gigi

4. Kurangnya cairan saliva saat kita sedang berpuasa

Selain dari kondisi rongga mulut, bau mulut bisa juga disebabkan kondisi rongga dalam seperti organ-organ pencernaan kita. Saat sedang berpuasa, lambung tetap mengeluarkan cairan untuk mencerna makanan. Cairan itulah yang kadang mendesak keluar dan menyebabkan bau tidak sedap saat kita berbicara.

Lalu gimana caranya mengatasi permasalahan bau mulut saat sedang berpuasa?

Ada beberapa tips yang patut dicoba.

1. Perbanyak minum air putih saat buka dan sahur.

2. Gosok gigi seusai berbuka dan sahur. Pastikan gosok giginya bersih dan tidak ada sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut kita.

3. Periksakan kondisi gigi secara teratur ke dokter gigi. Bisa juga saat menjelang Ramadhan ya. Sebagai salah satu bentuk persiapan menghadapi bulan Ramadhan.

4. Berkumur tiap wudhu. Berkumur tidak membatalkan puasa lho selama kita bisa memastikan tidak ada yang tertelan.

 Kalau masalah bau mulut saat berpuasa sudah bisa kita atasi, semoga ibadan kita semakin khusyuk ya. Dan kita juga tetap bisa beraktivitas seperti biasa, tanpa minder dan takut orang-orang di sekitar kita terganggu dengan bau mulut kita saat puasa.


#Ramadhan: Sikat Gigi Saat Puasa, Boleh Nggak sih?

on
Selasa, 14 Mei 2019
Sikat gigi saat puasa, boleh gak sih?


Siapa yang masih penasaran dan sering bertanya-tanya soal itu?

Banyak yang masih bingung ya soal ini. Mau sikat gigi kok takut puasanya batal. Tapi kalo gak sikat gigi kok ya takut keluar naganya. Hehehe.

Saya juga sebelumnya termasuk yang penasaran soal ini. Tapi Alhamdulillah setelah belajar, sekarang saya ssudah menemukan sebuah pencerahan yang menentramkan. Cieee.

Iya, lho. Kalo penasaran sama sesuatu, terus udah nemu jawabannya kan bikin tentram dong? Gak peduli seremeh apapun hal itu. Apalagi ini perkara ibadah ya.

 Nah, siapa tau ada yang masih bertanya-tanya, saya ingin sharing tentang ini yaaa.

Berdasarkan hasil belajar saya, sikat gigi saat puasa itu boleh kok. Gak membatalkan puasa.

Atas dasar apa?

Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak solat" (HR. Bukhari)

Nah, bersiwak ini kan di masa sekarang bisa disamakan dengan sikat gigi ya. Meskipun alatnya beda. Kalo Rasulullah saja hendak memerintahkan kita untuk bersiwak setiap waktu sholat, berarti sikat gigipun gitu. Gak ada kata kecuali di bulan Ramadhan.

Ada beberapa ulama yang menyebut jika makruh menggunakan siwak basah. Namun, ada beberapa ulama yang menyangkal, karna bahkan air bening pun ada rasanya kan? Tapi kita masih boleh kumur-kumur.

Jadi, asal kita bisa memastikan bahwa tidak ada sedikitpun cairan atau pasta gigi yang masuk ke dalam tubuh kita melalui mulut, Insya Allah sikat gigi saat puasa itu boleh. Jangan sampai ada yang tertelan, apalagi kalo sikat giginya yang tertelan, ya pasti batal dong 😂

Tapi, alangkah baiknya kita berhati-hati demi menjaga puasa kita. Jadi sebisa mungkin sih sikat giginya sebelum subuh, dan setelah berbuka puasa atau sebelum tidur. Biar aman.

Nahh, kalo di hari-hari biasa sikat giginya dua kali sehari doang, terus pas ramadhan tiba-tiba sikat giginya jadi lima kali sehari sih jelas deh, modus itu mah 😂

Wallahu a'lam bisshawwab. Mohon mencari rujukan referensi yang jauh lebih terpercaya background keilmuannya yaa. Jangan hanya puas setelah baca tulisan ini.

#Ramadhan: Cerita Perjalanan Menghilangkan Jerawat dan Tipsnya

on
Senin, 13 Mei 2019
Yang sudah kenal saya dan baca blog ini lama (semoga ada semoga ada semoga ada 😂) pasti tau saya pernah gelisah galau dan merana gara-gara jerawat. Bahkan salah satu trigger di blog ini banyak bahas skincare juga karna saya pernah punya jerawat parah.



Padahal dulu jaman kuliah, saya hampir gak pernah berjerawat. Padahal dulu pake facial foam pun enggak lho. Air doang, udah. Mungkin karna masih muda dan metabolisme masih bagus ya.

Mulai muncul satu-dua jerawat sejak saya kerja dan tinggal di Semarang (lagi) setelah dua tahun tinggal di Jepara. Mungkin karna Semarang polusinya makin meningkat ya. Tapi yang paling parah adalah ketika saya hamil Faza, dan pasca melahirkan Faza. Bener-bener parah pakai bangeettt. Huhu.

Perjalanan untuk menghilangkan jerawat adalah perjalanan yang terjal dan berliku bagi saya. Halah. Hihi.

Iya. Soalnya bandel bangettt jerawatnya. Berbagai produk saya coba, gak mempan. Produk pertama yang akhirnya bisa menolong saya dari keterpurukan gara-gara jerawat adalah sabun NuAmoorea.


Tapi terus saya berhenti pakai sabun itu karna beberapa alasan, dan kembali pakai skincare drugstore. Dan... jerawatnya balik dong! 😭


Saya kemudian memutuskan mencari ilmu tentang perawatan kulit wajah dan skincare. Lalu ketemulah dengan channel-nya Female Daily yang bertajuk #Skincare101 yang saat itu masih dibawakan oleh Affi Assegaf.

Dari situ saya belajar banyak banget. Bahwa ternyata, perkara menghilangkan jerawat itu gak bisa lho sekedar dengan ditemplokin macem-macem produk. Ada pakemnya.

Nah, berikut ini saya ingin membagi beberapa tips untuk menghilangkan jerawat yang saya dapatkan dari perjalanan panjang dan berliku. Hihi. Simak yuuk.

1. Jaga Makanan

Yep. Makanan itu salah satu faktor penting yang menentukan kesehatan kulit kita. Terutama jerawat hormon seperti yang saya alami pasca melahirkan. Jerawat saya merajalela, karna selain hormon yang sedang kacau, juga didorong pola makan saya yang amburadul.

FYI, masa-masa pasca melahirkan saya hampir tiap hari minum coklat panas 2-3 kali sehari. Bayangkan -___-

Jadi kalo pengen kulit sehat tanpa jerawat, perhatikan makanan kita. Banyakin buah, sayur dan air putih adalah koentji.

2. Disiplin Cleansing

Kalo saya pikir-pikir, dulu tu saya dzalim banget sama wajah sendiri. Tiap hari terpapar polusi, debu, dll, tapi gak pernah bersihin muka. Kebangetan ya.

Mau produk apapun ditemplokin, kalo wajahnya gak dalam kondisi bersih, ya percuma. Karna jerawat itu salah satunya yang bikin tumbuh subur ya karna kotoran yang gak dibersihkan dengan sempurna.

Bahkan cleansing itu ternyata gak cukup cuma pake facial foam. Harus double cleansing. Saya baru sekitar 5 bulan ke belakang ini menerapkan double cleansing. Apa itu double clensing? Kapan-kapan saya bahas di postingan berbeda yah.

3. Jaga Kelembaban Kulit Wajah

Lembab, ya. Bukan berminyak.

Karna dulu tu saya sering ngira berminyak sama dengan lembab. Dan lembab artinya akan mudah berjerawat. Wkwkwkwk, ternyata salah kaprah.

Justru salah satu kunci kulit sehat adalah kulit yang terjaga kelembabannya. Karna konon kalo kelemabab terjaga, jerawat gak akan gampang muncul.

Soal gimana caranya menjaga kelembaban, silakan googling. Hihi. Kalo saya sih dengan pake toner yang punya fungsi melembabkan, karna kulit wajah saya termasuk kombinasi kering-berminyak.

4. Rutin Mengangkat Sel kulit Mati

Ini bisa dengan cara scrubing atau pake exfoliating toner ya. Tergantung yang mana yang cocok dan nyaman buat diri sendiri. Kalo saya lebih suka pake exfoliating toner sih.

5. Jangan Sering Pegang Muka Pake Tangan

Ini penyakit saya banget huhu. Jahil banget tangannya. Padahal tangan kan lebih serng kotornya dibanding sterilnya kan -___-

Pokoknya kalo penyakit jahil saya lagi kumat, pasti jerawat bermunculan. Diikat aja apa yaa tangannya. Wkwkwk.

Udah, 5 itu aja tipsnya. Hehe. Pokoknya buat kalian yang sedang berjuang untuk menghilangkan jerawat, jangan menyerah yaaaa.

Jangan berputus asa dari rahmat Allah, hehe.

Luv luv, peluuuuk.

#Ramadhan: Make Up Tanpa Tabarruj Untuk Wanita Berhijab

on
Minggu, 12 Mei 2019
Semua wanita cantik. Tai hampir semua wanita juga merasa harus melakukan beberapa usaha untuk menjadikan dirinya lebih cantik. Atau setidaknya, membuat dirinya sendiri percaya bahwa dirinya cantik.


Salah satunya melalui make up. Make up bisa dibilang jalan paling instan untuk mengangkat kepercayaan diri seorang wanita. Tidak terkecuali wanita berhijab.

Ya iya dong. Wanita berhijab juga pasti tetep pengen terlihat atau merasa cantik. Tetap pengen oles-oles make up juga. Cumaaa, kan tetep harus ada bedanya yaa sama yang belum berhijab.

Bukannya mengkotak-kotakkan sih. Ya tapi namanya keputusan kan pasti ada konsekuensinya. Termasuk konsekuensi atas keputusan memakai hijab 😊

Jadi menurut saya sih, wanita berhijab juga tetep boleh-boleh aja kalau mau pake make up. Asalkan tetap dalam koridor aja.

Nah, salah satu koridor untuk muslimah atau wanita berhijab adalah larangan bertabarruj.

Apa itu tabarruj? Setau saya, tabarruj adalah suatu usaha untuk menampakkan kecantikannya di depan lelaki yang bukan mahramnya. Entah itu melalui pakaian ketat, make up menor, dll.

Jadi harus gimana dong agar wanita berhijab tetap bisa memakai make up tanpa bertabarruj?

1. Luruskan niat

Kayak mau nikah aja yaa luruskan niat. Hihi. Yah tapi emang sih, yang butuh niat lurus mah hampir segala aspek kehidupan. Halah.

Tidak terkecuali make up-an dong. Niatnya harus lurus. Bismillah ingin merawat diri sebagai ciptaan Allah. Bismillah untuk nyenengin suami.

Jadi jangan, Bismillah make up-an biar banyak laki-laki tertarik padaku. Oh, noooo!

2. Jangan terlalu menor atau mencolok

Make up mah katanya soal selera yaa. Tapi kalo menurut saya sih, wanita berhijab sebaiknya tidak terlalu menor atau mencolok yaa make up-nya. Biasa aja. Flawless kayak Raisa gituuu.

3.Tanpa sambung dan cukur

Iyes. Gak perlu pakai bulu mata dan mencukur alis. Karna setau saya dua hal itu dilarang.

4. Cari produk make up yang halal

Ini sih wajib ya. Dan gak butuh penjelasan panjang.

Nahh, dengan 3 hal itu, Insya Allah wanita berhijab tetap bisa pake make up, tapi gak jatuh ke dalam tabarruj ya.

Kalo saya sih emang dasarnya gak terlalu suka pake makeup, dan gak bisa. Hihi. Make up mentok lipstik doang. Bedak pun enggak.

Ada yang kayak saya juga?

#Ramadhan: Yang Harus diperhatikan Saat Banyak Promo Belanja Online

on
Sabtu, 11 Mei 2019
Ramadhan kalo di Indonesia bukan cuma saatnya beribadah pol-polan, tapi juga saatnya belanja pol-polan. Iya apa iya, gengs?



Di bulan ramadhan, perasaan semua-mua jadi terlihat menarik. Apalagi kalo lagi buka marketplace. Wuiihh, Beneran kalap kalo pengendalian diri gak bagus. Belanja online pasti bakal meningkat drastis dari bulan-bulan selain ramadhan. Terbukti dengan jasa ekspedisi yang pasti overload setiap ramadhan. Huhu.

Tentu saja kecenderungan yang seperti ini tidak dilewatkan begitu saja oleh para pebisnis, terutama pebisnis online. Mereka akan melakukan berbagai strategi marketing untuk menggenjot penjualan di bulan penuh berkah ini. Salah satunya dengan cara memberikan berbagai promo belanja online.

Tapi sebagai konsumen, kita kudu tetep cerdas dong. Jangan sampai nafsu belanja kita mendominasi dan membutakan segalanya. *halah

Jadi tetep ada yang harus diperhatikan saat banyak promo belanja online seperti di bulan ramadhan ini. Agar keinginan belanja terpenuhi, tapi tetap gak lepas kendali.

Apa aja sih yang harus diperhatikan saat ada banyak promo belanja online? Cekidoott!

1. Skala Prioritas

Yep. Skala Prioritas adalah segalanya. Skala prioritas adalah salah satu alat pengendalian diri yang paling efektif. Terutama saat banyak godaan promo belanja online seperti sekarang ini.

Saat ada barang yang sedang promo, coba lihat dulu barang tersebut ada di posisi nomor berapa dari skala prioritas kita. Kalo ternyata ada di urutan terbawah, atau bahkan sama sekali gak ada di daftar skala prioritas kita, yaudah gak usah dibeli meski sedang promo dan jatuhnya murah sekali.

Kita kan harusnya membeli apa yang kita butuhkan. Bukan membeli apa yang sedang murah. Murah tapi kalo gak ada manfaatnya bagi kita, ujung-ujungnya pasti cuma akan jadi sampah kan?

2. Cek Harga

Kalo lihat promo tuh kita perempuan kadang suka impulsif. Wuih promo, apalagi ada embel-embel flash sale, udah deh langsung main klik beli aja. Eh begitu transfer, ternyata harganya sama aja dengan harga normal di toko sebelah. Wkwkwkwk.

Makanya, please sempetin cek harga. Jangan impulsif. Cek harga normalnya berapa. Cek harga di toko sebelah berapa. Soalnya gak jarang lho embel-embelnya promo, tapi jatuhnya sama aja, atau kadang malah lebih mahal.

Ini sih rahasia umum ya. Seringkali sebelum promo, harga di mark up dulu. Ya wajar sih. Namanya jualan mah tetep pengennya untung.

3. Ongkir

Ini sih mau lagi banyak promo atau gak ada promo, yang namanya belanja online sih harus memperhatikan ongkir ya.

Kan sering tuh nemu barang jauh lebih murah, tapi begitu ditambah ongkir, jatuhnya lebih mahal. Dih ya ngapain dibeli. Ya mending gak promo, tapi ongkirnya murah dong. Lebih cepet nyampe.

Udah sih. Tiga itu aja yang harus diperhatikan kalo versi saya. Teman-teman ada yang mau nambahi? Tulis di kolom komentar yaa. Siapa tau ada hal yang selama ini luput saya perhatikan. Hehe.

Signature

Signature